Anda di halaman 1dari 5

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

KARYA TULIS ILMIAH


HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DENGAN
KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK (STUDI PADA PASIEN
RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SAMBAS KECAMATAN SAMBAS
KABUPATEN SAMBAS)

Oleh:
NANA FITRIANA
NIM 139029
DOSEN

DANI SURYANINGRAT. SE, SKM, MSi

AKADEMI FARMASI YARSI PONTIANAK


Tahun 2014

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Obat merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Setiap orang
pasti pernah mengalami sakit. Untuk menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit,
maka biasanya langsung minum obat. Umumnya, masyarakat kurang memahami
bahwa obat selain meyembuhkan penyakit, juga mempunyai efek samping yang
merugikan kesehatan. Bahaya dari obat sering timbul pada penyalahgunaan obat,
misalnya terlalu sering atau sembarangan minum obat tanpa pemeriksaan atau
tidak sesuai dengan dosis dan takaran yang telah ditetapkan oleh dokter, ini sering
terjadi pada pemakaian antibiotik.
Antibiotik pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming pada tahun
1928 yang secara kebetulan menemukan suatu zat antibakteri yang sangat efektif
yaitu penisilina. Penisilina ini pertama kali dipakai dalam ilmu kedokteran pada
tahun 1939 oleh Chain dan Florey.
Definisi dari antibiotik ialah obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme
yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme.
Antibiotik merupakan obat yang sangat penting dan dipakai untuk memberantas
berbagai penyakit infeksi, misalnya radang paru-paru, typhus, luka-luka yang
berat dan sebagainya. Pemakaian antibiotik ini harus dibawah pengawasan
seorang dokter, karena obat ini dapat menimbulkan kerja ikutan yang tidak
dikehendaki dan dapat mendatangkan kerugian yang cukup besar bila
pemakaiannya tidak dikontrol dengan benar.

Bahaya pemakaian antibiotik dapat berupa gejala resistensi pada


pengobatan yang tidak cukup yaitu terlalu singkat waktunya atau terlalu lama
dengan dosis terlalu rendah atau digunakan pada pengobatan yang tidak perlu,
misalnya: pada luka yang kecil, dan sebagainya dapat mengakibatkan resistensi.
Artinya bakteri akan memberikan perlawanan terhadap kerja antibiotik, sehingga
khasiat antibiotik ini akan menjadi berkurang atau tidak berkhasiat sama sekali.
Bila sudah resistensi, antibiotik ini sudah tidak efekif lagi untuk melawan kuman
tersebut dan pada pengobatan selanjutnya harus diganti dengan antibiotik lain
yang mempunyai khasiat yang sama. Bahaya lain dapat berupa gejala kepekaan
yang disebut alergi, misalnya gatal-gatal, sebagai contoh: penisilin. Bila diberikan
kepada seseorang yang tidak tahan (peka) dapat menimbulkan bintik-bintik
merah, gatal-gatal bahkan sampai pingsan.
Pengobatan antibiotik yang baik merupakan suatu kur yaitu memerlukan
waktu pengobatan selama 3-5 hari berturut-turut. Jadi, misalnya pada pengobatan
dengan antibiotik pasien telah sembuh dalam waktu 1-2 hari saja, tetapi
pengobatan dengan antibiotik tersebut masih harus dilanjutkan. Artinya obat
tersebut harus terus diminum sampai dosis tertentu untuk mencegah terjadinya
resistensi (widjajanti, 1988).
Penting bagi pasien atau keluarganya untuk mempelajari pemakaian
antibiotik yang benar. Aturan pakai mencakup dosis obat, jarak waktu antar
pemakaian. Pemakaian yang kurang tepat akan mempengaruhi penyerapan obat,
yang pada akhirnya akan mengurangi atau menghilangkan efek dari antibiotik
tersebut (Prayitno, 2002).

Dari uraian diatas, jelaslah bahwa minum obat tidak boleh sembarangan
harus menurut petunjuk dari dokter atau menurut aturan pakai yang tercantum di
etiket obat tersebut (Widjajanti, 1988).
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan dari latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan
umum dalam penelitian ini adalah: Bagaimana hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik, studi pada pasien rawat
jalan di puskesmas sambas ?. Adapun masalah khusus dalam penelitian ini
adalah:
1. Bagaimana tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik ?
2. Bagaimana tingkat kepatuhan responden terhadap penggunaan antibiotik ?
3. Apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan
penggunaan antibiotik ?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara
tingkat pengetahuan pasien dengan kepatuhan penggunaan antibiotik. Sedangkan
tujuan khusus adalah:
1. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik
2. Untuk mengetahui tingkat kepatuhan responden terhadap penggunaan
antibiotik
3. Untuk mengetahui

hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan

penggunaan antibiotik.

1.4 Manfaat penelitian


1. Menambah pengalaman dan menerapkan ilmu yang Penulis peroleh
selama mengikuti pendidikan di Akademi Farmasi YARSI Pontianak
2. Sebagai bahan informasi bagi Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten
Sambas mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan
masyarakat umumnya
3. Sebagai informasi bagi masyarakat mengenai hal-hal yang berhubungan
dengan kepatuhan minum obat khususnya antibiotik.