Anda di halaman 1dari 36

2016

Muhammad Sibghotulloh Ridho


08164525752 | bgridhoms@gmail.com | Bandung

@bgridhoms /@komikoutdoor
fb.com/komikoutdoor

DESAIN PUBLIKASI

BACA AJA DULU


Suatu kumpulan data atau informasi baik itu sedikit maupun banyak, yang
disajikan secara tertulis, monoton, dan manstream, tentu akan membuat kita
malas, bosan, dan tidak tertarik untuk membacanya bukan? Seperti tulisan yang
saya buat ini, kemungkinan anda enggan untuk membacanya, karena isinya tulisan
semua hehe. Otak manusia memang lebih cepat menyerap informasi yang tersaji
dalam bentuk visual (gambar) dibandingkan dengan tulisan (teks). Hal tesebut
sudah dicontohkan sejak zaman dahulu kala, dapat dilihat dari peninggalanpeninggalan sejarah berupa gambar dan lukisan, atau ukiran-ukiran dinding batu
peninggalan peradaban kuno, yang digunakan sebagai sarana penyampaian pesan.

(crystalinks.com)

Lukisan dinding di Makam Tutankhamun (dailymail)

Oleh karena itu, kita perlu mempelajari tentang bagaimana menyampaikan


pesan atau mengkomunikasikan sebuah informasi dengan cara visual, sehingga apa
yang ingin kita sampaikan kepada orang lain dapat diserap dengan baik. Istilah
untuk bidang ini bisa disebut sebagai Desain Publikasi.
1. PRINSIP DASAR DESAIN PUBLIKASI
Sebelum melakukan praktik mendesain sebuah kebutuhan publikasi, kita
harus berkenalan dulu denganya. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang tak akan
totalitas. Secara singkat, dalam mengerjakan desain publikasi kita perlu memahami
poin-poin penting berikut ini agar kita lebih mudah untuk memulai dan
memaksimalkan desain yang akan dibuat. Terdapat 3 poin yang perlu kita
perhatikan, yaitu Tata Letak (Layout), Warna (Color Harmony), dan Huruf
(Typography).

1.1 Layout
Layout adalah susunan, tata letak atau perpaduan unsur-unsur komunikasi
grafis (teks, gambar, tabel dll) dalam media komunikasi visual. Tujuannya untuk
menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif, estetik, dan
menarik, sehingga memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.
4

Terdapat 4 unsur dasar dalam layouting, yaitu keseimbangan, alur baca,


penekanan, dan kesatuan.
a. Keseimbangan/Balancing
Maksudnya adalah prinsip dalam komposisi untuk menghindari kesan berat
sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur visual.
Terdapat 2 bentuk keseimbangan, yaitu keseimbangan simetris dan keseimbangan
asimetris. Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen
desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal, vertikal, maupun radial. dua
sisi yang berbeda. Biasanya bentukan ini terkesan lebih formal.

Contoh layout keseimbangan simetris

Contoh poster dengan keseimbangan simetris (umardany.com)

Sedangkan keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen


desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan
visual, seperti bentuk dan ukuran, warna, posisi, serta nilai warna dan tekstur.
Biasanya bentukan ini terkesan lebih dinamis atau informal.

Contoh poster dengan keseimbangan asimetris (umardany.com)

b. Alur Baca/Movement/Sequence
Alur baca dimaksudkan untuk mengarahkan mata pembaca dalam
menelusuri informasi, dari satu bagian ke bagian yang lain. Sehingga tidak
membingungkan pembaca.

Contoh layouting alur baca


6

Alur baca ditunjukan oleh panah merah

Sebagai informasi, berdasarkan hasil penelitian Paynter Institue, US, sebuah


sekolah jurnalisme, 75% orang membaca secara methodical, yakni berurutan dari
atas kebawah, sedangkan 25% membaca secara acak (scanning readers).
c. Penekanan/Emphasis
Emphasis adalah teknik pemberian penekanan tertentu pada layout,
dengan cara menonjolkan elemen-elemen grafis tertentu.

Gambar 1. Contoh penekanan pada elemen yang dilingkari

d. Kesatuan/Unity
Beberapa bagian dalam poster harus dikelompokkan berdasarkan bentuk
informasinya. Pengelompokkan ini bisa dilakukan dengan mendekatkan beberapa
elemen desain, memanfaatkan garis, atau perbedaan warna latar belakang, dll.

Informasi -informasi yang dikelompokkan

1.2 Warna
Penggunaan warna yang tepat dan sesuai dengan konsep publikasi dapat
lebih mempengaruhi dan memprovokasi emosi, psikologi, dan pemahaman orang
yang membacanya. Terdapat 3 hal penting yang harus diperhatikan untuk memilih
warna, yaitu: pemahaman tentang psikologi warna, penggunaan warna yang
harmonis dengan elemen desain yang ada, dan pemanfaatan kontras pada warna.
a. Psikologi warna
Tidak dapat dipungkiri, bahwa warna sangat mempengaruhi seseorang, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini adalah beberapa karakter pada
warna:
- Merah. Identik dengan kekuatan, kehangatan, cinta, agresif, aktif, merangsang,
bahaya. Spektrum warna merah relatif muncul lebih cepat dan kuat pada
pengelihatan.
8

- Biru. identik dengan nuansa tenang, aman, bersih, perintah, kepercayaan,


mundur, tersisih. Warna biru sering digunakan sebagai warna dasar logo
perbankan untuk melambangkan kepercayaan. Selain itu, jika kita perhatikan
saat sedang browsing, biasanya link/tautan yang sudah kita klik biasanya
menjadi warna biru, itu untuk menandai link yang sudah kita buka/tersisihkan.
- Hijau. Identik dengan alami, alam, kesehatan, kecemburuan, pembauran.
Cobalah anda membuka Google Earth, dan membandingkan daerah tempat
anda tinggal dengan daerah lain. Apabila warna di daerah lain lebih hijau dari
pada daerah anda, artinya anda harus lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
- Coklat. Identik dengan bertahan, nyaman, dipercaya.
- Abu-abu. Identik dengan intelek, futuristic, modis, kesenduan, merusak.
- Hitam. Menggambarkan kekuatan, seksualitas, kemewahan, keanggunan,
kematian, misteri, ketakukan.
- Putih. Menggambarkan kemurnian, suci, bersih, cermat, dan kematian.
b. Keseimbangan warna/color harmony
Keseimbangan ini dapat dibentuk dengan menggunakan warna-warna yang
serasi sebagai warna dasar sebuah desain. Misalnya menggunakan 2 warna
berbeda tetapi masih serumpun, seperti mengkombinasikan warna hijau muda dan
hijau tua.

Contoh desain yang menyeimbangkan warna yang hampir sama tanpa mematikan
informasi yang ingin disampaikan
9

c. Kontras warna
Kontras warna ialah kombinasi warna yang memiliki intensitas terang dan
gelap yang jauh. Teknik ini merupakan prinsip dasar yang digunakan untuk
menonjolkan salah satu elemen desain. Masih banyak orang yang belum tepat
dalam menyesuaikan kontras warna, terutama antara teks dan backgroundnya
sehingga tulisan sulit dibaca.

CONTOH PENGGUNAAN WARNA KONTRAS YANG BENAR


CONTOH PENGGUNAAN WARNA KONTRAS
YANG KURANG TEPAT
CONTOH PENGGUNAAN WARNA KONTRAS YANG SALAH

Perhatikan dua sajian desain berbeda dibawah ini, manakah desain yang
lebih menarik dan anda sukai?

10

Penggunaan warna dasar akan lebih tepat jika warna dasar yang digunakan
oleh elemen desain (baik tulisan ataupun grafis), mengikuti atau menyesuaikan
dengan elemen warna pada foto yang ditonjolkan tersebut. Seperti pada gambar
kedua, yang menggunakan tema warna hitam dan ungu, warna dasar tersebut
mengikuti warna dominan yaitu hitam yang terdapat pada pakaian, dan warna
ungu yang terdapat pada warna rambut lelaki alay tersebut.
1.3 Huruf
a. Bentuk dasar/jenis huruf

Anatom huruf
11

Berdasarkan anatominya, huruf terbagi menjadi 5 bentuk dasar. Jadi, tidak


hanya makhluk hidup yang memiliki anatomi, huruf pun punya.

- Font Serif (memiliki lentik diujungnya), contoh font: Times New Roman,
Garamond, Book Antiqua
- Font Sans Serif (tidak memiliki lentik), contoh font: Arial, Calibri,
Futura, Tahoma
- Font Slab Serif (lentik patah), contoh font: Courier New
- Font Script, contoh font:

Brush Script, Cellos Script Personal Use Only,,

French Script MT
- Font Dekoratif (font yang didesain khusus dengan tema tertentu), contoh
fontnya sangat banyak jenisnya
b. Pemilihan huruf dan aturan menerapan teks pada desain
- Untuk Readibility atau keterbacaan yang optimal pergunakan jenis huruf yang
secara fisik sederhana dan umum sehingga mudah dikenali.
- Jangan terlalu banyak mempergunakan jenis huruf dalam sebuah design.
Pergunakan maksimal 3 jenis huruf.
- Jangan takut mempergunakan satu jenis huruf saja. Karena satu jenis huruf
tidak akan monoton bila digali potensi Type familynya.
- Untuk membedakan dan memberi penekanan pada informasi pergunakan
ukuran yang berbeda sesuai dengan hirarki dan prioritas informasinya.
- Jangan membuat kolom teks terlalu panjang, karena akan melelahkan mata.
Panjang kolom ideal maksimal 10 cm.
- Ukuran teks jangan terlalu kecil karena sulit dibaca ataupun terlalu besar
karena makan ruang. Idealnya adalah 9 sampai 12 point, walaupun bisa dibuat
8 sampai 15 point tergantung kebutuhan.
- Hindari pemakaian jenis huruf yang hampir sama, karena masyarakat umum
belum tentu dapat menangkap perbedaannya.
- Teks yang ditulis dengan huruf capital atau Upper case semua akan lebih sulit
dibaca dari pada pemakaian kombinasi Upper case dan Lower case.

12

- Kerning atau jarak antar huruf yang terlalu dekat atau terlalu jauh akan
mengganggu kenyamanan membaca. Temukan jarak ideal sesuai dengan
kenyamanan dan kebutuhan.
- Leading atau jarak antar baris yang terlalu dekat atau terlalu jauh akan
mengganggu kenyamanan membaca. Temukan jarak ideal sesuai dengan
kenyamanan dan kebutuhan.
- Untuk pembacaan optimal pergunakan komposisi baris teks atau Aligment yang
umum seperti rata kiri, rata kanan, rata kiri-kanan dan rata tengah.
- Huruf yang terlalu ramping atau Condensed dan terlalu lebar atau Expanded
akan mengganggu kenyamanan membaca.
- Jaga integritas ketikan dengan mengatur huruf dan kata pada Base Line atau
garis dasar.
- Untuk kemudahan baca atau Readibility apabila bekerja dengan warna,
pastikan ada kontras warna yang cukup antara teks dengan Background.
- Teks dengan warna tua dan Background dengan warna muda akan lebih mudah
dibaca dari pada teks warna muda dengan Back ground warna tua.

13

DESAIN ILUSTRASI
MENGGUNAKAN
CorelDRAW

LETS START
A. Memulai CorelDRAW X7
1. Jalankan CorelDRAW X7
2. Anda akan diminta login, jika anda sudah punya akun maka silakan masukan
email dan password, lalu centang opsi Dont show again, lalu sign in. Tapi jika
tidak ingin login juga tidak apa-apa, cukup centang opsi Dont show again lalu
klik Close.

3. Pada tampilan awal berikut ini, pilih New Document


4. Kemudian beri nama dokumen Latihan Pertama, lalu set pengaturan seperti
gambar di bawah. Atur size menjadi A4, Color mode: RGB, dan Resulution 300
dpi. Apabila anda tidak yakin dengan pc anda maka perkecil saja resolusinya
menjadi 150 atau 72 dpi. Klik OK
15

5. Pilih menu Window -> Workspace -> Advanced -> pilih Illustration. Anda bisa
mencoba satu per satu, layout workspace mana yang menurut anda nyaman.
Anda bisa memilih Lite, Classic, Default, Advanced, atau Other. Sesuaikan dengan
kebutuhan anda.

16

B. Mengenal Toolbox Mode Worksheet Ilustration


Toolbox berada pada posisi paling kiri pada layout workspace

17

C. Mengenal Handling mengunakan keyboard dan mouse


Agar saat pengerjaan desain tidak ribet, maka kita harus sedikit mengenal
menggunakan keyboard dan mouse untuk memudahkan kita meng-handle proses di
atas halaman kerja kita
1

Pertama kita buat sebuah objek persegi, klik Rectangle tool, lalu buatlah sebuah
persegi dengan menarik cursor sambil menekan Ctrl atau Shift, sehingga
persegi yang kita buat memiliki rasio 1:1 (ukuran panjang sama dengan ukuran
lebar). Jika kita membentuk objek tanpa menekan Ctrl atau Shift maka objek
yang terbentuk memiliki rasio ukuran yang random.

Kemudian buat juga objek lingkaran, menggunakan Ellipse tool, lakukan hal
yang sama dengan langkah pertama, tapi buatlah lingkaran dengan ukuran
lebih kecil dari objek persegi tadi. Letakkan dimana saja.

Klik Pick tool, lalu select objek lingkaran, tekan Shift sambil meng-klik objek
persegi, sehingga kita memilih kedua objek tadi.

Kemudian tekan huruf C pada keyboard, maka lingkaran akan pindah ke garis
tengah persegi, lalu tekan juga huruf E maka lingkaran akan berada tepat di
tengah persegi

18

Artinya, jika kita memilih lebih dari 1 objek menggunakan tombol Shift, maka
objek pertama yang dipilih akan dieksekusi terhadap objek yang terakhir
dipilih. Dengan menekan key C maka objek pertama akan dipindahkan pada
sumbu X objek kedua, dan jika menekan key E maka objek pertama akan
dipindahkan pada sumbu Y objek kedua.
5

Menggerser area kerja dengan Pan tool


scroller pada mouse

, dapat kita ganti dengan menekan

Zoom in dan zoom out halaman dapat kita lakukan dengan scroll mouse, tapi
untuk lebih terkontrol, maka scrol mouse sambil menekan Shift

Menggeser ke kanan dan ke kiri. Scroll mouse sambil menekan Ctrl

Menggeser ke atas dan ke bawa. Scroll mous sambil menekan Alt

Menggandakan objek/copy paste. Klik sebuah objek, tempatkan pada posisi


lain lalu tekan klik kanan. Maka objek akan di-copy pada posisi yang kita
arahkan

19

MEMBUAT ILUSTRASI
Kali ini kita akan membuat sebuah ilustrasi dengan style minimalis ala-ala
kekinian, yaitu sebuah objek grafis yang tidak menggunakan outline. Tahapannya
antara lain: 1) Menentukan apa yang ingin disampaikan, 2) Menentukan objek apa
yang tepat untuk menggambarkan pesan tersebut, 3) Memulai membuat
wireframe, 4) coloring, 5) finishing.
1. Buka CorelDRAW, buat dokumen baru dengan mengklik New Document, beri
nama Latihan 2. Kemudian set ukurannya menjadi 3000 x 3000 pixel, mode
warna RGB dan resolusi 150 dpi.

2. Kita akan membuat ilustrasi tentang berpura-pura. Buatlah elips/lingkaran


lonjong dengan Ellipse tool

20

3. Tarik garis memotong lingkaran lonjong tadi menggunakan 2-point line


yang terdapat pada tools group Bezier tool, tekan Shift saat menarik garis agar
garis tegak lurus

21

4. Select kedua objek tadi dengan cursor mouse -> Shapping tool Back minus front
yang terdapat di toolbar bagian atas worksheet kita

Pilih Back minus front


5. Tool ini untuk memotong/menggabungkan objek dengan menghilangkan objek
yang dibagian paling depan, si garis tadi itu objek di depan lingkaran lonjong.
6. Sekarang kita gunakan 3-point curve tool
tool pembuat garis (lihat langkah no 3)

yang terletak juga di kelompok

7. Klik 3-point curve tool, tarik garis tegak lurus horizontal lalu geser kusor sedikit
ke atas, maka garis akan melengkung. Atur sedemikian rupa agar rapi. Kemudian
tarik lagi garis di salah satu ujung garis lengkung tadi sampai garis saling
terhubung. Lihat gambar di bawah ini

22

8. Lalu pindahkan objek tersebut pada objek sebelumnya, lalu duplikat, atur posisi
objek sehingga seperti gambar di bawah ini. Dan buat lagi objek dengan cara
seperti sebelumnya hingga objek menyerupai wajah

9. Select semua objek dan duplikasi di posisi lain sehingga kita punya 2 wajah. Atur
bentuk mata dan mulutnya menjadi terbalik, seperti gambar berikut

10. Select semua objek pada masing-masing wajah dan gabungkan dengan Shapping
tool Back minus front seperti langkah nomor 4. Lakukan satu per satu, pertama
di wajah gembira, kedua di wajah sedih. Bila berhasil maka gambar akan jadi
seperti ini

23

11. Sekarang kita coba tool lainnya, yaitu Smart fill tool
tempatnya ada pada
toolbox di bagian paling bawah. Lalu atur Fill option yang berada di atas
worksheet atau di bawah Menu Bar seperti gambar berikut

12. Lalu tumpahkan warna yang sudah di set kepada salah satu bagian objek

13. Atur kembali Fill options, klik more, set warnanya menjadi lebih terang, dan
warnai si objek wajah bagian lainnya

24

25

14. Selanjutnya warnai juga wajah yang satunya lagi dengan warna yang berbeda.
Gunakanlah warna-warna yang lembut, terang tapi agak pudar

15. Select semua objek, lalu klik kanan tanda ini ->
yang terdapat di jajaran
pilihan warna pada toolbox bagian bawah. Dengan memilih warna pada kolomkolom warna, berarti kita mewarnai outlinenya. Kalau kita klik kanan tanda
ini maka outline akan hilang, seperti gambar berikut

16. Sekarang kita buat masing-masing objek ini tergabung, karena beda warna
artinya beda objek. Coba tarik salah satu bagian wajah, pasti wajah jadi setengah.
Maka dari itu, select bagian kanan dan kiri wajah gembira, klik kanan, lalu klik
Group object. Lakukan juga untuk wajah sedihnya.
17. Terakhir, kita atur posisi kedua objek ini agar lebih terlihat tidak kaku

26

18. Kita sudah bisa menyimpannya sebagai gambar buatan kita. Klik menu File ->
Export -> Beri nama apa saja -> pilih type sebagai PNG -> ikuti terus langkahnya
sampai finish.
Sumber
cahaya

Merah melambangkan
keceriaan

Biru melambangkan
kesedihan

Ilustrasi ini melambangkan Sandiwara = Berpura-pura


27

DESAIN POSTER

28

PUBLIKASIKAN
Sebagai garda terdepan, mungkin membuat sebuah poster bukanlah hal yang
sulit bagi seorang staf bagian publikasi kegiatan/kelompok/komunitas/organisasi/
dsb/dst/dll. Kita cukup menelaah bagaimana nantinya si poster yang kita buat itu
menjadi media publikasi yang efektif. Maka bagaimanakah cara memulai
pembuatan sebuah poster? Apa saja yang perlu disiapkan? Mari kita lihat bentuk
kegiatan di bawah ini, yang nanti akan kita publikasikan melalui sebuah poster.
Nama Kegiatan
Sub Kegiatan

Bakti Sosial Sadulur Pikanyaah (BAKSOSAPI)


Seteguk Cinta Untuk Jakarta
Pengumpulan bantuan bahan sembako, buku, pakaian,
dan obat-obatan

Tujuan Kegiatan

Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan


BAKSOSAPI sebagai donatur bantuan bahan sembako,
buku, pakaian, dan obat-obatan untuk korban banjir
Jakarta

Sasaran

Mahasiswa dan masyarakat umum di kota Bandung

Waktu Pelaksanaan

23 Juli 24 Agustus 2016

Nara hubung

Fransen (08122822288)
Donna (085377677167)

[Organisasi Pengaya Kegiatan]


[Fakultas Mana Universitas Apa]
Latihan kali ini, buatlah desain publikasi semenarik mungkin untuk
disebarkan melalui media sosial berdasarkan konsep kegiatan di atas.

29

DESAIN INFOGRAFIS

30

DEFINISI INFOGRAFIS
Masih banyak yang salah dalam menyebutkan, antara infografis dan
infografik. Manakah penulisan yang benar? Infografis berasal dari kata information
dan graphics (bahasa Indonesia: grafis). Graphics/grafis adalah hal yang
berhubungan dengan visual, gambar, dan menurut kamus graphic = of or relating to
visual art, especially involving drawing, engraving, or lettering. Sedangkan
infografik terdiri dari kata information dan graph, graph dalam bahasa
Indonesia ialah grafik, yang berarti hal yang berhubungan dengan diagram, chart,
yang menunjukan penyajian data dengan lebih dari satu variabel. Berdasarkan
penjelasan tersebut, maka penulisan yang benar adalah infografis, bukan
infografik.
Sesuai penjelasan sebelumnya, inforgrafis diambil dari bahasa inggris yaitu
information dan graphics, atau infographics yang berarti bentuk visualisasi data yang
menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat dipahami dengan
lebih mudah dan cepat. Jadi, infografis merupakan bentuk/teknik penyajian data,
informasi, pengetahuan, dan gagasan yang divisualisasikan lebih dari sekedar teks,
sehingga memiliki dampak visual yang cukup kuat dan lebih menarik. Hal yang perlu
ditekankan adalah bahwa informasi yang disajikan harus berupa data valid.
TUJUAN PEMBUATAN INFOGRAFIS
Dalam pembuatan infografis, kita perlu menentukan tujuan dari infografis
yang ingin dibuat. Menurut Krum (2013) dalam Kurniasih (2016), tujuan dari
infografis dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu untuk menginformasikan,
menghibur,dan mempersuasi audiens sehingga audiens memberikan perhatian,
menyempatkanuntuk membaca, menyimpulkan dan melakukan aksi sesuai apa yang
ada di dalam infografis. Secara sederhana, tujuan dibuatnya infografis antara lain
adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Untuk mengkomunikasikan pesan yang kompleks menjadi lebih sederhana


Mempresentasikan informasi lebih singkat dan mudah dipahami
Menjelaskan data dengan lebih mudah
Memonitor secara periodic setiap parameter perubahan

KOMPONEN PENYUSUN INFOGRAFIS


Untuk mempermudah dalam penyusunan infografis, kita perlu mengetahui
komponen-komponen yang digunakan dalam pembuatan infografis. Terdapat tiga
elemen utama infografis, yaitu:
31

1. Material
Material berupa data, informasi, atau pengetahuan yang akan diangkat sebagai
isu atau materi dalam konten infografis
2. Kreator
Kreator berupa perangkat lunak/software pendukung yang digunakan dalam
membuat infografis.
3. Elemen visual
Elemen visual berupa warna, gambar, dan icon.
MEMBUAT INFOGRAFIS
Di zaman sekarang ini, kita dipermudah dengan tersedianya banyak tools
online yang membantu kita membuat infografis dengan instan. Namun, alangkah
baiknya jika anda mempelajari dan membuat infografis dengan mendesain gambar
sendiri. Apalagi kalau anda memiliki hobi desain grafis atau suka mengulik program
seperti CorelDRAW, Adobe Photoshop, Adobe Flash, Adobe Illustrator, dan program
desain grafis lainnya. Sehingga anda tidak dibatasi oleh bahan visualisasi yang
kadang sulit ditemukan di internet, karena anda bisa membuatnya sendiri. Selain itu,
infografis yang anda buat menjadi karya orisinil milik anda sendiri.
Memang sih, salah satu tujuan dari perkembangan teknologi adalah untuk
memudahkan kita dalam beraktivitas, dan dikembangkannya tools online pembuat
infografis itu untuk mempermudah kita membuat infografis itu sendiri. Akan tetapi,
kita tetap butuh segala hal yang bisa di-customize atau disesuaikan dengan
kehendak kita. Seperti saat kita hendak memiliki celana jeans, baju, atau kebutuhan
sandang lainnya, tidak sedikit dari kita yang menginginkannya secara kustom bukan?
Entah itu kustom ukuran, model, desain, dll. Sama halnya juga dengan membuat
infografis, karena tidak semua tools online pembuat infografis menyediakan gambar
dan desain yang kita inginkan, mau tidak mau kita harus bisa membuatnya sendiri.
TAHAPAN PEMBUATAN INFOGRAFIS
1. Tahap Persiapan
a. Menentukan topik yang menarik dan bermanfaat
b. Melakukan studi pendahuluan. Mengumpulkan data, baik primer
maupun sekunder, kemudian melakukan pengolahan dan analisis data.
c. Mendeskripsikan susunan informasi atau data yang telah matang menjadi
sebuah narasi yang menarik.
d. Membuat hirarki sebagai guide untuk menyusun kerangka infografis.
Pada tahap ini, gambar dari produk akhir akan mulai dibuat.
2.

Tahap Pengkonsepan Desain Infografis


32

a.

b.

c.

d.

3.

Membuat wireframe.
Setelah data disusun rapi, fakta yang paling menarik dipilih, dan hirarki
dibangun, selanjutnya adalah membuat wireframe. Wireframe adalah
kerangka dasar/blueprint dari desain infografis yang akan kita bangun.
Secara garis besar di dalam wireframe ini kita menempatkan elemenelemen penting dari infografis tersebut. Rancangan ini biasanya
berbentuk coretan garis, kotak, dan layout atau tata letak infografis yang
akan dibuat.
Menentukan tema grafis
Tema grafis adalah desain secara keseluruhan pada infografis, bahasa
sederhananya yaitu tema desain infografis. Tema ini penting diperhatikan
agar pembaca secara sekilas dapat langsung menangkap tentang
infografis apa yang sedang kita sajikan. Contohnya, infografis tentang
kelautan akan memiliki tema yang berbeda dengan infografis tentang
kesehatan.
Menentukan skema warna
Skema warna sangat penting untuk menyampaikan beragam pesan
sekaligus mempertahankan orang untuk tetap betah membaca infografis.
Skema warna atau bisa disebut simbol warna yang digunakan untuk
memudahkan pembaca untuk menyerap banyak informasi yang
diwakilkan oleh skema warna.
Menentukan pendekatan visual
Terdapat 3 pendekatan yang biasanya digunakan dalam pembuatan
infografis. Yang pertama, yaitu data mentah yang ditampilkan dalam
bentuk diagram yang dibuat semenarik mungkin. Yang kedua, data yang
divisualisasi dalam bentuk ilustrasi, ini hampir mirip dengan grafik atau
diagram tapi berbeda dalam bentuk sajiannya yang memadukan antara
statistika dengan seni. Yang ketiga, perpaduan antara kedua bentuk visual
yang dijelaskan sebelumnya. Membuat desain visual data mentah

Tahap Pembuatan Desain


a. Membuat desain visual data mentah
b. Format dan bentuk visualisasi data, seperti grafik diagram, flowchart,
timeline, atau map dibuat untuk menampilkan susunan informasi
tersebut. Tergantung jenis data yang akan disajikan, seperti data statistik,
timeline/jadwal, proses, atau informasi geografis.
c. Membuat desain grafis referensi atau desain ilustrasi dan icon

33

d.

e.

4.

Disini kita membangun sketsa visual untuk menggambarkan setiap


informasi yg akan disajikan. Buat rancangan semenarik mungkin dan
disesuaikan dengan sasaran audiens yang dituju.
Mendesain keseluruhan halaman infografis, menyusun dan
mengintegrasikan sketsa visual yang telah dibuat sesuai konsep dengan
informasi dan narasi yang telah disusun.

Tahap Penyelesaian
a. Pengujian dan perbaikan. Melakukan penilaian, mendiskusikan dan
mengevaluasi desain infografis yang telah dibuat. Dalam sebuah proyek,
hasil dari tahap ini biasanya yang dijadikan bahan revisi dari klien kepada
pendesain. Setelah itu dilakukan perbaikan
b. Tahap terakhir adalah mempublikasikan infografis yang telah dibuat
kepada sasaran audiens/pembaca yang telah ditentukan

BEBERAPA ATURAN DALAM MEMBUAT INFOGRAFIS


1. Gambar dan informasi harus seimbang. Jangan mengemas terlalu banyak
informasi dengan sedikit gambar, dan juga sebaliknya, jangan mengemas
terlalu banyak gambar dengan sedikit informasi
2. Jangan menjadikan teks sebagai sebuah gambar, itu bukan informasi yang
divisualisasi, dan tidak disebut sebagai infografik
3. Jangan menyajikan informasi palsu, hal ini bukan informasi bermanfaat dan
bukan sebuah infografik
4. Infografik harus memiliki alur, menjelaskan informasi seperti sebuah cerita

34

REFERENSI

Abdulloh. Layout Dasar Dalam Majalah dan Poster.


Alfarisi, M. S. Tipografi dan Penerapannya Pada Desain Publikasi.
House of Infographics. 2014. Apa itu infografis?
Infographics Lab 203. Infographics Process.
Isyai, Z. A. Belajar CorelDRAW.
Josh Smith. 2012. 10 Steps to Designing an Amazing Infographic. Co.design, Fast Company.
Kurnasih, Nuning. 2016. Infografis. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Padjadjaran.
Kusrianto, Adi. 2007. Pengantar Desain Komunikasi Visual.
Luthfi. CorelDRAW and Advertising.
MaxManroe. 2015. Mengenal Pengertian Infografis dan Jenisnya
Nugroho, Eki. 2008. Pengenalan Teori Warna.
Rebecca Greenfield. 2011. A Few Rules for Making Homemade Infographics. The Wire.
Suharmawan. Modul Materi CorelDRAW X7
Yuliastanti, Ana. 2008. Bekerja Sebagai Desainer Grafis.

35

Anda mungkin juga menyukai