Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN SYOK SEPSIS

A.KONSEP TEORI
1. DEFINISI
Sepsis adalah suatu sindroma klinik yang terjadi oleh karena adanya respon tubuh yang
berlebihan terhadap rangsangan produk mikro organisme. Ditandai dengan panas, takikardia, takipnea,
hipotensi dan disfungsi organ berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah.
Sindroma sepsis didefinisikan sebagai respons sistemik terhdap sepsis, diwujudkan sebagai
tachycardia, demam atau hypothermia, takipnea dan tanda-tanda perfusi organ yang tidak mencukupi
(Gallo dan Hudak, 2009).
Sepsis adalah suatu keadaan ketika mikroorganisme menginvasi tubuh dan menyebabkan respon
inflamasi sistemik. Respon yang ditimbulkan sering menyebabkan penurunan perfusi organ dan disfungsi
organ jika disertai dengan hipotensi maka dinamakan syok sepsis (Linda,2008).
2. ETIOLOGI
Sepsis bias disebabkan oleh mikroorganisme yang sangat yang sangat bervariasi, meliputi bakteri aerobic,
gram positif, gram negative, jamur dan virus (Linda,2008).
1. Bakteri gram negative yang sering menyebabkan sepsis adalah E. Coli, Klebsiella Sp. Bakteri
gram negative mengandung liposakarida pada dinding selnya yang disebut edotoksin. Apabila
dilepaskan dan masuk ke dalam aliran darah, endotoksin dapat menyebabkan berbagai perubahan
biokimia yang merugikan dan mengakfirasi imun dan mediator biologis yang menunjang
timbulnya syok sepsis.
2. Organisme gram positif yang sering menyebabkan sepsis adalah staphilocous dan pneumococcus.
Organisme gram positif melepaskan endotoksin yang berkemampuan menggerakan mediator
imun dengan cara yang sama dengan endotoksin.

3. TANDA DAN GEJALA

Gejala klinis sepsis biasanya tidak spesifik, biasanya didahului oleh tanda tanda sepsis non
spesifik meliputi demam, menggigil dan gejala konstitutif seperti lelah,gelisah atau
kebinggungan.pada pasien sepsis kemudian ditemukan.
1. Perubahan sirkulasi
2. Perubahan perfusi perifer
3. Tachycardia
4. Tachypnea
5. Pyresia atau temperature <36oC
6. Hypotensi
Tanda-tanda syok sepsis (Linda,2008)
1. Peningkatan HR dan RR
2. Penurunan TD
3. Penurunan urine output
4. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan sepsis yang optimal mencangkup eliminasi pathogen penyebab infeksi, mengontrol
sumber infeksi dengan tindakan drinase atau bedah bila diperlukan , tetapi antimikoba yang sesuai ,
resusitasi bila terjadi kegagalan organ atau renjatan. Vasopressor dan inotropic, terapi suportif terhadap
kegagalan organ , gangguan koagulasi dan terapi imunologi bila terjadi respon imun maladaftif.
5.KOMPLIKASI
1. kematian
2. ARDS
3. pendarahan usus
4. gagal jantung
5. gagal hati

B.KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


a. PENGKAJIAN

1. Identitas
Nama, umur, jenis kelamin, alamat,No.Reg,Dx medis
2. Riwayat sakit dan kesehatan
Keluhan utama, riwayat penyakit saat ini, penyakit yang pernah diderita, penyakit yang diderita
keluarga.
3.pemeriksaan fisik B1-B6
a. B1 (pernafasan)
pola nafas,jenis,suara nafas
b. B2 (kardiovaskuler)
irama jantung,nyeri dada/tidak, bunyi jantung
c. B3 (persarafan)
GCS, reflek patologis, fisiologis, gangguan pendengaran
d. B4 (perkemihan)
jumlah urin,alat bantu
e. B5 (pencernaan)
porsi makan.peristaltik,nyeri tekan
f. B6 (intergumen)
tonus otot, turgor, odema
b. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. penurunan curah jantung b/d perubahan afterload dan preload
2. ketidak efektifan perfusi jaringan perifer b/d cardiac output yang tidak mencukupi
3. gangguan eliminasi urine b/d anuria
4. ketidak efektifan pola nafas b/d ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan O2 odema paru

5. gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia


6. mobilitas fisik b/d menurunnya tonus otot
7. ketidakefektifan bersihan jalan nafas b/d penurunan secret
c. RENCANA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan pola nafas b/d ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan O2 edema paru.
Intervensi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Auskultasi suara nafas, catat suara nafas tambahan


Monitor respirasi dan status O2
Pertahankan jalan nafas paten
Monitor vital sign
Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
Monitor pola napas

2. Penurunan curah jantung b/d perubahan afterload dan preload


Intervensi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Evaluasi adanya nyeri dada


Catat adanya penurunan cardiac output
Monitor status pernafasan
Monitor tanda-tanda vital
Monitor bunyi dan irama jantung
Monitor pola nafas abnormal
Kolaborasi dalam pemberian terapi

DAFTAR PUSTAKA
Guyton, AfthurE, 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC
Nurarif, Amin Huda, 2014. Aplikasi Asuhan Keperawatan NANDA NIC-NOC. Jakarta, Media Action
Publishing
Judith. P. Wikilson dan Nancy S. Ahen,2013. Diagnosa Keperawatan NANDA NIC-NOC, Jakarta: EGC

Nudak, Carolyn. H, 2006. Keperawatan Kritis , Jakarta : EGC