Anda di halaman 1dari 7

Mekanisme Proses Kredensial Radiografer

Saat ini belum ada aturan baku yang mengatur kredensial radiografer baik oleh
profesi maupun oleh komite. Sehingga Pelaksanaan kredensial radiografer akan
berbeda antar rumah sakit.
Secara umum kredensial radiografer diartikan sebagai proses evaluasi terhadap
rediografer untuk menentukan kelayakan diberikan Surat Penugasan Kerja Klinik
(SPKK) bagi radiografer semacam kewenangan klinis ( clinical privilege )bagi
tenaga medis atau keperawatan. Konsep dasar kredensial bagi radiografer
adalah meskipun seorang radiografer mempunyai ijazah pendidikan sama,
pelatihan sama dan masa kerja yang sama dapat saja berbeda dengan sejawat
lainya bergantung pemberia SPKK sesuai level kompetensi oleh Tim Kredensial
yang ditetapkan oleh Kepala atau Direktur Rumah Sakit. Oleh karena itu
meskipun seorang radiografer telah lulus pendidikan, mempunya STR ( Surat
Tanda Registrasi) maupun SIP ( Surat Izin Praktek ) atau dulu disebut SIKR ( Surat
Izin Kerja Radiografer) Utuk dapat bekerja dan melayani pasien dalam rumah
sakit secara internal harus tetap dilakukan kredensial. Kosep yang kami ajukan
mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.63/Menkes/SK/IV/2005 tentang peraturan staf medis (Medical Satff ByLaws).
Konsep ini apabila dapat dijalankan di masing-masing rumah sakit kita akan
mejadi proteksi terhadapad radiografer-radiografer asing yang akan bekerja di
rumah sakit kita, oleh karena standar kompetensi secara internal kita sendiri
yang menetapkan.
Pada umumnya Kredensial ada tahapan, tahap awal dimulai pada saat karyawan
masuk, pada tahap ini kredensial berupa telusur data sumber luar yang
dilakukan oleh bagian SDM Rumah Sakit (Intansi Pendidika yang mengeliarkan
ijazah).
Tahap berikutnya adalah Proses Kredensial (Credentialing) yaitu proses evaluasi
oleh assessor terhadap keryawan tersebut untuk menentukan apakah yang
bersangkutan layak diberikan Kewenangan linis ( Clinical Privilege ) untuk
menjalankan tindakan radiologi tertentu dalam periode waktu tertentu.
Hasil dari proses kredensial tersebut dapat ditentuka level level kriteria tersebut
diatas, apakah radiografer junior, madya adat senior. Atau Sistem 5 level
sebelumnya terfantung rumah sakit menetapkan seoerti apa kebijakannya.
Hasilnya berupa Kewenangan Klinis ( clinical Privilege ) atau SPKK.
Tahapan selajutnya setelah beberapa periode tertentu dilakukan Recredential
(Kresensial ulang) sesuai kebijakn rumah sakit beberapa tahun sekalinya.
Berikut adalah salah satu contoh gambaran proses kredensial untuk radiografer :
1. Menyusun Tim Kredensial Radiografer
Sebelum dilakukan kredensial di rumah sakit terlebih dahulu dibentuk Tim
Kredensial Radiografer di Rumah Sakit kita. Ada beberapa alternatifpembentukan
tim kredensial bergantung jumlah dan kompetensi radiogafer yang ada di rumah

sakit kita. Berikut beberapa alternatif Tim Kredensial Radiografer di Rumah Sakit
yang penulis usulkan :
a. Tim Kredensial Radiografer Murni
Apabila di rumah sakit kita memiliki jumlah radiografer lebih dari 10 orang
dengan masing-masing radiografer mempunyai level kompetensi yang berbedabeda, dapat dimungkinkan membentuk Tim Kredensial Radiografer sendiri. Tim
terdiri minimal tiga radiografer masing-masing ada ketua tim, sekretaris dan
anggota tim. Tim ini dipilih oleh direktorat SDM rumah sakit dengan kriteria,
pendidikan, level kompetensi dan pangkat golongan paling tinggi atau utnuk
rumah sakit swasta raadiografer senior sesuai jenjang karir yang ada. Tim
Kredensial ini berikutnya diberikan SK (Surat Keputusan) untuk melaksanakan
proses kredensial.

b. Tim Kredensial Mitra Bestari


Apabila di rumah skiat kita jumlah radiografer hanya sedikit kurang dari 10 atau
jumlah radiografer banyak akan tetapi lebel kompetensi merata, sabaiknya
membentuk Tim Kredensial dengan sebuta Mitra Bestari. Definisi Mitra Bestari
sesuai Peraturaa Menteri Kesehatab Republik Indonesia Nomor 755/ MENKES/
PER/ IV/ 2011 adalah oarng-orang yang berpraktik dalam profesi yang sama,
yang mempunyai ka\eahlian dalam bidang yang aka dievaluasi. Tingkat keahlian
dalam bidang yang dinilai tersebut, yang dibutuhkan utnuk dapat memberi
evaluasi yang bermakna terhadap kompetensi seorang dokter, harus
berdasarkan pada lingkup kompetensi atau sifat permasalahan dari isu yang
dievaluasi. Terdiri dari para dokter spesialis, tidak harus berasal dari rumah sakit
yang bersangkutan. Peranya sebagai miter bestari dalah bagian dari kewajiban
etika dokter, karenanya imbal jasa sebagai mitra bestari berupa pemberia
satuan kredit profesi (SKP). Mempunya rekam jejang yang bijak bestari, seorang
yang mempunya pandangan wawasan luas terhafap keilmuan sebagai mitra
bestari, peran fan kapasitasnya tidak hanya terbatas pada masalah kredensialing
dan privileging, tetapi jug adalam hal penjagaan mutu medis audit medis,
maupun dalam hal disiplin profesi penegakan disiplin profesi. Mempunya
kemampuan keilmuan terkini, tidak perlu terlalu tertinggi guru besar. Artinya
apabila melihat model ini tidak harus seorang yang kompetensi A harus dinilai
juga oleh dokter dengan kompetensi lain sepanjang lingkup kompetensi yang
dinilai hampir sama dalam lingkup profesinya yaitu dokter.
Bagaimana konsepnya ini diterapkan untu kredensial radiografer di rumah sakit.?
Apabila jumlah tenaga radiografer terbatas maka Tim Kredensial dapat dibentuk
dengan tenaga kesehatan lain yang serumpun, misalnya Tim Kredensial
Penunjang Medis kita istilahkan. Anggotanya adalah perwakilan dari beberapa
profesi seperti radiografer, analis laboratorium, tenaga gizi, tenaga farmasi dan
tenaga kesehatan lainya yang mempunyai syarat-syarat seperti mitra bestari
kedokteran. Sama dengan konsep pertama maka tim kredensial ini juga harus
memiliki SK dalam melaksanakan tugasnya. Tim lebih baik lagi jika tumpunya

sama seperti dalam Undang-undang Tenaga Kesehatan No.36 Tahun 2014


dimana radiografer termasuk dalam kelompok tenaga teknik biomedik bersama
elektromedis, ahli teknik laboratorium medis, fisikawan medis, radioterapis dan
ortotik prostetik bila ada.

2. Menyusun Instrumen
Beberapa istrumen sebelum dilakukan kredensial radiografer harus disiapkan
seperti persyaratan untuk mengajukan kredensial seperti ijazah yang telah
terligalisir dan terverivikasi institusi pendidikannya . Surat Tanda Ragistrasi (STR)
Radiografer yang masih berlaku, SIP (Surat Izin Praktek) sesuai UU nNo. 36 Tahun
2016 tetang Tenaga Kesehatan atau SIKR (Surat Izin Kerja Radiografer) yang
masih berlaku dan sertifikat pelatihan yang berhubungan dengan kompetensi
yang dimintakan. Instrumen lain tentunya adalah form permohonan kredensial
radiografer , draf surat rekomendasi ke disrektur sekaligus permohonan
penerbitan SPKK yang telah disetujui, dan yang terakhir draf SPKK beserta
lampiran kewenangan klinis yang diberikan.

3. Membuat kebijakan rumah sakit tentang kredensial radiografer


Sebagai penguat tentang perlunya seorang radiografer untuk dilakukan
kredensial sebelum memberikan pelayanan ke pasien harus dibuat payung
hukum dalam bentuk kebijakan rumah sakit atau dapat dituangkan dalam
kebijakan pelayanan radiologi yang ditanda tangani oleh kepala atau direktur
rumah sakit. Termasuk didalamnya kebijakan waktu kredensial ulang.

4. Menyususun buku pedoman kredensial radiografer


Perlu disusun suatu buku panduan kredensial radiografer sebagai guide dalam
proses kredensial radiografer. Buku ini nanti disusun berisi latar belakang
kredensial, tujuan kredensial radiografer, persyaratan proses kredensial
radiografer, Tim Kredensial radiografer yang tidak kalah pentingnya sesuai
dengan level kompetensi masing-masing radiografer.
Sebagai ilustrasi berikut diberikan contoh level dan kompetensi radiografer
dalam lima grade atau level, masing masing dengan tupoksi sebagai berikut :
a. radiografer dengan kompetensi radiografer PM 1 (penunjang medis)
1). Tugas pokok dan fungsi radiografer PM 1
a). Melakukan pemeriksaan pasien radiologi dengan kompetensi radiografi
dasar
b). Melakukan pemeriksaan radiograf dasar dengan prinsip kaidah-kaidah
keamanan (safety) radiasi baik terhadap pasien, dirinya dan masyarakat

umum dan memastikan peralatan radiologi dioperationalkan dengan


aman dan dipelihara dengan baik
c). Radiografer PM1 mempunyai fungsi memberi pelayanan pemeriksaan
radiologi dengan kompetensi radiografi dasar, penatalaksaan perawatan
alat radiologi dasar seperti warming up (pemanasan alat) dan
kebersihan peralatan radiologi, menyiapkan peralatan yang digunakan
untuk pemeriksaan, pencatatan, pengimputan dan pelaporan serta
tugas-tugas administrasi lainnya yang berkaitan tugas pokoknya
d). Radiografer PM1 mempunyai fungsi meningkatkan upaya proteksi
radiasi untuk mencegah meningkatnya tingkat paparan radiasi akibat
pemeriksaan radiografi dasar

2). Kewenangan klinis radiografer PM1


Pemeriksaan radiografi anggota gerak atas (extremitas sup), radiografi
anggota gerak bawah
(extremitas inf), tulang belakang, abdomen polos,
kepala, sinus dan gigi geligi (panoramic)
b. Radiografer dengan kompetensi radiografer PM 2
1). Tugas dan fungsi radiografer PM 2
a). Melakukan pemeriksaa radiologi dengan kompetensi radiografi kontras
dasar
b). Melakukan pemeriksaan radiografi kontras dengan prinsip kaidahkaidah keamanan radiasi (Radiation safety) baik terhadap pasien,
dirinya dan masyarakat umum dan memastikan peralatan radiologi
dioperationalkan dengan aman
c). Radiografer PM 2 mempunyai fungsi memberikan pelayanan
pemeriksaan radiologi dengan kompetensi radiografi kontras,
penatalaksanaan perawatan alat radiologi dasar seperti warming up
(pemanasan alat) dan kebersihan peralatan radiologi, menyiapkan
peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan kontras, penyiapan
inform concern, pencatatan, pengimputan dan pelaporan serta tugastugas administrasi lainya yang berkaitan tugas pokoknya
d). Radiografer PM 2 mempunyai fungsi meningkatkan upaya proteksi
radiasi untuk mencegah meningkatnya tingkat paparan radiasi akibat
pemeriksaan radiografi kontras
2). Kewenangan klinis radiografer PM 2
Jenis kompetensi radiografi kontras meliputi pemeriksaan radiografi kontras
saluran pencernaan (esophagografi, MD foto, Follow Through, Colon In loop,

Lopografi), pemeriksaan radiografi kontras traktus urinarius (IVU),


uretrocystografi, cistografi, retrograde pyelografi, antegrade pyelografi )
dan, fistulografi.
c. Radiografer dengan kompetensi radiografer PM 3
1). Tugas dan fungsi radiografer PM 3
a). Melakukan pemeriksaan radiologi dengan kompetensi radiografi
kontras lanjut, CT Scan dasar MRI Dasar
b). Melakukan pemeriksaan radiografi kontras lanjut, CT can dasar, dan MRI
dasar dengan prinsip kaida-kaidah keamanan radiasi (Radiation safety)
baik terhadap pasien, dirinya dan masyarakat umum dan memastikan
peralatan radiologi dioperationalkan dengan aman
c). Radiografer PM 3 mempunyai fungsi memberi pelayanan pemeriksaan
radiologi dengan kompetensi radiografi kontras lanjut, CT Scan dan MRI
dasar, penatalaksanaan perawatan alat radiologi CT Scan dan MRI seperti
warming up (pemanasan alat) dan kebersihan peralatan radiologi,
menyiapkan peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan, pencatatan,
pengimputan dan pelaporan serta tugas-tugas administrasi lainya yang
berkaitan tugas pokoknya
d). Radiografer PM 3 mempunyai fungsi meningkatkan upaya proteksi
radiasi untuk mencegah meningkatnya tingkat paparan radiasi akibat
pemeriksaan radiografi kontras lanjut, CT Scan, dan MRI dasar
2). Ewengan klinis radiografer PM 3
a). Pemeriksaan kontras lanjut : Cholangiography baik percutaneous, post
operatif maupun T-tube, Sialiography, dacriosistografi, angiografi dan
teknik radiografi plebografi
b). Pemeriksaan CT Scan dasar : Brain CT rutin, sinus, leher, tulang
belakang, thorax dan abdomen polos
c). Pemeriksaan MRI dasar : Brain MRI rutin, MRI Spine rutin, MRI sendi dan
extremitas
d. Radiografer dengan kompetensi radiografer PM 4
1). Tugas dan fungsi radiografer PM 4
a). Melaksanakan pemeriksaan radiologi dengan kompetensi CT Scan
lanjut, interventional Radiologi, MRI lanjut, dan pemeriksaan radiologi
khusus
b). Melakukanpemeriksaan radiografi CT Scan lanjut, Interventional
radiologi, MRI lanjut, melakukan quality control & assurance radiologi dan
pemeriksaan radiologi khusus dengan prinsip kaidah-kaidah keamanan
radiasi (Radiation safety) baik terhadap pasien, dirinya dan masyarakat

umum dan memastikan peralatan radiologi dioperationalkan dengan


aman
c). Radiografer PM 4 mempunyai fungsi memberi pelayanan pemeriksaan
radiologi dengan kompetensi radiografi CT Scan lanjut , MRI,
Interventional lanjut dan pemeriksaan radiografi khusus,
penatalaksanaan perawatan alat radiologi lanjut seperti warming up
(pemanasan alat) dan kebersihan peralatan radiologi, menyiapkan
peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan, pencatatan, pengimputan
dan pelaporan serta tugas-tugas administrasi lainnya yang berkaitan
tugas pokoknya
2). Kewenangan klinis radiografer PM 4
a). Pemeriksaan CT Scan : Andominal multiphase, HRCT, CT 3 Dimensi, CT
Thorax kontras, Ct Angiografi, CT Duide Biopsi
b). Pemeriksaan MRI : MRI brain kontras, MRI Spine kontras, MRCP,
Abdominal kontras
c). Pemeriksaan radiologi intervetional, pemeriksaan mammografi,
pemeriksaan bone densitometry (BMD)
e. Radiografer dengan kompetensi radiografe PM 5
1). Tugas pokok dan fungsi radiografer PM 5
a). Melakukan pemeriksaan radiologi dengan kompetensi radiografi
advance (Radiografer expert) atau radiografer konsultan
b). Melakukan pemeriksaan radiografi advance dengan prinsip kaidahkaidah kemanan (safety) radiasi baik terhadap pasien, dirinya dan
masyarakat umum dan memastikan peralatan radiologi dioperationalkan
dengan aman
c). Melakukan tindakan Jaminan Mutu peralatan CT dan MRI
d). Melakukan tindakan proteksi radiasi : pengukuran dosis paparan
lingkungan, analysis uji kesesuaian peralatan radiografi dan pengurusan
perizinan peralatan sumber radiasi
e). Radiografer PM 5 mempunyai fungsi memberi pelayanan pemeriksaan
radiologi dengan kompetensi radiografi advance, penatalaksanaan
perawatan alat radiologi dasar seperti warming up (pemanasan alat) dan
kebersihan paralatan radiologi, menyiapkan peralatan yang digunakan
untuk pemeriksaan, pencatatan, pengimputan dan pelaporan serta
tugas-tugas administrasi lainnya yang berkaitan tugas pokoknya
f). Radiografer PM 5 mempunyai fungsi meningkatkan upaya proteksi
radiasi untuk mencegah meningkatnya tingkat paparan radiasi akibat
pemeriksaan radiografi advance

2). Kewenangan klinis radiografer PM 5


a). Jenis pemeriksaan radiografi advance seperti : pemeriksaan MSCT
cardiac Angiografi, MSCT Angiografi : pemeriksaan MSCT Runoff, MSCT
Carotis & Vertebralis MSCT Venografi, pemeriksaan MSCT Virtual
Colonoscopi, pemeriksaan MSCT Brain perfusion dan pemeriksaan MSCT
lung nodule analysis
b). Jenis pemeriksaan MR Spektrografi, MR Angiografi, MR Perfusion, MR
Tractografi
c). Membuat dan mengevaluasi indikator-indikator mutu radiologi
d). Membuat perencaan dan pengembangan radiologi

Ada juga yang membagi radiografer menjadi 3 kategori. Yaitu Radiografer


senior, medior dan junior. Biasanya didasarkan pada pembagian
pemeriksaan radiologi kedalam
a. Tingkat dasar
b. Tingkat menengah
c. Tingkat mahir
5. Formulir yang harus disiapkan
Menyiapkan formulir kredensial yang harusdiisi radiografer yang aka di
kredensial atau radiografer yang mengajuakn kredensial.