Anda di halaman 1dari 4

FORM REFLEKSI KASUS

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM


INDONESIA
________________________________________________________________
_________________________
Nama Dokter Muda

: Arliestianto Noor Eka Putra

NIM: 09711111

Stase

: Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Identitas Pasien
Nama / Inisial

: Tn. YM

No RM

: 161709

Umur

: 41 tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

Diagnosis/ kasus

: Tinea Cruris

Pengambilan kasus pada minggu ke: 3


Jenis Refleksi: lingkari yang sesuai (minimal pilih 2 aspek, untuk aspek keIslaman sifatnya wajib)
a.
b.
c.
d.
e.

Ke-Islaman*
Etika/ moral
Medikolegal
Sosial Ekonomi
Aspek lain

1. Resume kasus yang diambil (yang menceritakan kondisi lengkap pasien/


kasus yang diambil ).
Seorang pasien laki-laki usia 41 tahun datang ke poli kulit dengan
keluhan gatal di daerah lipat paha atau selangkangannya. Keluhan ini
dirasakan sudah sejak 1,5 bulan lalu. Gatal dirasakan terus menerus.
Awalnya plenting disertai agak kemerahan yang semakin lama makin
meluas dan menyebar. Pasien sering menggaruk untuk mengurangi rasa
gatalnya dan belum pernah diobati. Pasien belum pernah mengalami
keluhan seperti ini sebelumnya dan tidak memiliki riwayat alergi.
Pemeriksaan Fisik :
Keadaan umum : baik, compos mentis
UKK : pada daerah lipat paha kanan dan kiri terdapat plak dengan
dasar eritem, tepi aktif berupa papul dan vesikel, central
healing dan berbentuk polisiklik.

2. Latar belakang /alasan ketertarikan pemilihan kasus


Tinea kruris adalah penyakit infeksi jamur dermatofita di daerah
lipat paha, genitalia, dan sekitar anus, yang dapat meluas ke bokong dan
perut bagian bawah. Penyebabnya biasanya adalah E. Floccosum,
kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh T. Rubrum. Keluhan
penderita adalah rasa gatal di daerah lipat paha sekitar anogenital.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang khas berupa
bercak merah dengan bagian tengah yang tampak menyembuh, dengan
tepi lesi aktif, polisiklis, ditutupi skuama dan kadang disertai vesikel kecilkecil.
3. Refleksi dari aspek etika moral /medikolegal/ sosial ekonomi beserta
penjelasan evidence / referensi yang sesuai *
*pilihan minimal satu
Ditinjau dari aspek sosial ekonomi pasien, pasien merupakan
golongan menengah kebawah dengan rumah sederhana yang agak
lembab. Pekerjaan pasien sendiri adalah buruh bangunan yang sering
berkeringat dan jarang berganti pakaian. Hal-hal tersebut adalah faktor
resiko dari penyakit Tinea corporis yang merupakan infeksi jamur.
Faktor yang menyebabkan jamur ini tumbuh di daerah lipat paha
adalah kelembaban. Daerah ini sangat lembab, apalagi bila sering lalai
mengganti pakaian berhari-hari maka jamur ini akan tumbuh subur.
Pencegahan terkena penyakit ini adalah hidup bersih. Mandi
teratur, pakaian disetrika, pakaian dalam diganti setiap hari dan satu hal
penting lainnya adalah gunakan pakaian dalam yang mudah menyerap
keringat, hindari pemakaian pakaian dalam yang berbahan nilon karena
akan menyebabkan daerah lipat paha menjadi lebih lembab.
Karena faktor pekerjaan pasien sebagai buruh bangunan dan
selalu berkeringat saat bekerja, maka memperberat penyakit yang
diderita pasien. Pakaian kerja pasien pun jarang diganti karena akan
selalu kotor.
4. Refleksi ke-Islaman beserta penjelasan evidence / referensi yang sesuai
Islam mengajarkan tentang kebersihan batin dah lahir. Maka
jadikan kebersihan itu sebagai dasar kehidupan kita dimanapun juga baik

dalam berhubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.


Ketika menghadap kehadirat Allah itu harus dalam keadaan bersih
dan suci, begitu pula kitika bergaul dengan sesama manusia. Syariat
agama yang diubawa oleh Nabi Muhammad saw sebenarnya untuk
mendidik umat manusia agar memiliki jiwa yang mulia. Dan Nabi
Muhammad saw sendiri diberi tugas oleh Allah swt untuk membentuk
masyarakat yang bernafaskan agama, yang jiwanya dalam keadaan suci
dan bersih, perjuangan hidupnya selalu didasarkan kesucian dan
keikhlasan.
Rasulullah saw bersabda, Kebersihan itu adalah setengah dari iman
( HR Ahmad )
Jadi yang disampaikan oleh Rasulullah saw adalah harus bersih
lahir dan batin, Kebersihan lahir seperti pakaian dan seluruh anggota
tubuh. Sedangkan kebersihan batin yaitu bersih dari sifat tercela seperti
takabur, membanggakan diri, sombong, ego, pendendam ,kikir, bakhil,
dan lain-lain.
Kebersihan
kebersihan batin.

lahir

akan

sempurna

apabila

disertai

dengan

Sebaliknya kebersihan batin akan terlihat buahnya

dengan jelas apabila diikuti dengan kebersihan lahir.


Firman Allah di dalam Q.S Al Muddatsir 74 : 4 6 yang berbunyi sebagai
berikut
[:] [ :] [ :]
dan pakaianmu bersihkanlah,--- dan perbuatan dosa tinggalkanlah,--dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan)
yang lebih banyak
Diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah
saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang

suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang
menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena
itu bersihkanlah tempat-tempatmu (HR. Tirmizi)
Sebagaimana disebutkan dalam hadist yang di riwayatkan oleh Tarmizi
RA,
Sesungguhnya Allah Taala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih
dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan
dan mencintai kedermawanan, maka bersihkanlah halaman rumahmu
dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi. HR. Tarmizi RA
Umpan balik dari pembimbing

.,...
TTD Dokter Pembimbing

dr. Muh. Wahyu Riyanto, Sp.KK


Putra

TTD Dokter Muda

Arliestianto Noor Eka