Anda di halaman 1dari 5

Data Klien :

Nama

: C. F.

Usia

: 27 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Asal

: Kalimantan

Pekerjaan

: Mahasiswa

Tempat tinggal sekarang

: Jogja

Masalah Klien C :
Klien C merupakan mahasiswa semester akhir di salah satu universitas di jogja. Klien
C tinggal di jogja dengan cara kost, karena klien C berasal dari luar pulau jawa. Klien C
memiliki masalah yaitu tidak dapat menolak perintah untuk mengantarkan dan membantu
teman ataupun kenalannya yang membutuhkan bantuan pertolongan maupun kendaraan
untuk pergi maupun pulang, ataupun dalam hal materi, apalagi terhadap orang yang berumur
lebih tua darinya. Hal ini sangat mengganggu klien C karena walaupun klien C sedang dalam
keadaan sibuk dan sedang melakukan hal-hal untuk dirinya, klien C tetap tidak memiliki
keberanian untuk menolak dan tetap menerima serta memberi bantuan untuk teman yang
meminta tolong kepadanya. Sehingga seringkali klien C dimanfaatkan kebaikannya oleh
teman maupun kenalannya.
Klien C sangat menyukai komik, sehingga klien C mengumpulkan komik-komik,
namun ada saja temannya yang meminjam komiknya ini namun tidak dikembalikan kepada
klien C. Seringkali klien C harus meminjamkan motornya untuk dipakai oleh temannya yang
butuh menggunakan motor dan akhirnya saat dikembalikan, motor tersebut dalam keadaan
yang membutuhkan servis dan juga tangki bensin yang kosong. Tidak jarang pula, klien C
malah menawarkan bantuan juga kepada teman walaupun temannya tidak meminta bantuan
kemudian bila ada teman yang membutuhkan uang untuk membayar kos maupun keperluan
lain, klien C akan meminjaminya dengan sukarela bahkan seringkali uang tersebut tidak
dikembalikan dan bahkan menyebabkan klien C harus mengkonsumsi makanan hanya sekali
sehari karena harus uang bulanan yang seharusnya digunakan klien malah dipinjamkan

kepada orang dan klien terpaksa menghemat pengeluarannya. Bila ada teman yang meminta
tolong pada klien C untuk membenarkan laptop, maka klien C akan membenarkannya dengan
gratis dan malah meminjamkan laptop miliknya kepada teman yang laptopnya dibenarkan
oleh klien C dengan anggapan supaya teman tadi tidak terbebani karena laptopnya sedang
dibenarkan, namun seringkali laptop milik klien C sendiri setelah dikembalikan oleh
temannya malah menjadi rusak dan klien C malah harus memasukkan laptopnya ke tempat
servisan laptop. Hal ini dilakukan klien C karena klien C beranggapan bahwa teman akan
selalu baik dan loyal terhadapnya apabila klien C selalu siap membantu dalam bentuk
apapun, dan dengan tidak pernah menolak permintaan tolong temannya tersebut klien C
merasa bahwa itu merupakan satu-satunya hal yang dapat membuat klien C tetap memiliki
teman.
Klien C selalu merasa takut bila klien C menolak permintaan tolong dari temantemannya, maka klien C akan dijauhi teman dan disingkirkan dari hubungan pertemanan.
Klien C mengatakan jika dirinya pernah menolak untuk membantu temannya yang mminta
bantuan dan teman tersebut langsung menjauhi dirinya dan tidak mau mengenali klien C lagi.
Tetapi klien C merasa jika ada yang salah setelah klien C menyadari bahwa sekarang barangbarang yang dimilikinya di jogja berkurang banyak dan kebanyakan dalam keadaan rusak.
Namun klien C tetap merasa takut jika dia menolak ajakan atau permintaan tolong temantemannya tersebut maka klien tidak mempunyai teman lagi.

Pikiran Irasional
Peristiwa
C

Perasaan

Perilaku

merasa Saya harus Siap

Fisiologis

NATS

Belief
ada Orang akan

Memaksaka C merasa Jika

harus selalu membantu

membantu

membantu

teman

teman

fisik

temannya

yang

yang

terkadang

membantu

yang

membutuh

membutuh

terlalu

maka

berada

kan

kan

capai untuk akan

maka

dalam

bantuan.

pertolonga

membantu.

harus

keadaan bahwa jika yang


yang tidak

meminta

pnya

bantuan

sebagai

C kepada C, teman

dijauhi
dan

mengangga

C apabila

selalu

kesulitan. C

takut

tidak

memiliki

kapanpun

dan

menolak

mengenal

teman.

dan

memberika

permintaan

waktu.

dimanapu

bila

dan

Core

Rules

tidak membantu

membantu
siap

tolong

temannya

teman

tersebut,

tersebut

teman-

selesai

temannya.

maka

sampai pertolonga

akan

mengatasi

dijauhi oleh

masalahny

teman-

a, supaya

temannya.

tetap

menjadi
teman

pada

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sebelum muncul Fakta Objektif :


1. Apakah anda pernah mengalami kejadian dijauhi teman karena tidak mau
menolongnya? Berapa kali anda mengalami kejadian dijauhi teman tersebut?
2. Apakah anda pernah mencoba berkomunikasi lagi dengan teman yang menjauhi anda?
Bagaimana respon teman yang pernah anda tolak permintaannya tersebut? Apakah
teman anda hanya orang-orang yang mau anda bantu?
3. Kira-kira pertolongan seperti apa yang anda keberatan untuk memberikan bantuan
kepada teman anda? Mengapa anda keberatan untuk memberikan pertolongan itu?
4. Apakah ada teman yang mengeluhkan kebiasaan anda yang selalu mau menolong ini?
Mengapa ada teman yang mengeluhkan kebiasaan anda ini? Mengapa anda bertahan
untuk selalu membantu teman anda?

Proses pemberian Terapi CBT :


Klien C datang untuk menceritakan mengenai masalah yang sedang dihadapinya,
yaitu tidak bisa menolak untuk memberikan bantuan ataupun menolong temannya yang
meminta tolong kepadanya. Pertamanya klien C mengeluhkan barang-barang yang
dimilikinya banyak yang rusak dan tidak terawat. Setelah bercerita lebih lanjut ternyata
diketahui kebiasaan klien yang tidak pernah menolak memberikan bantuan kepada orang
yang meminta tolong kepada klien C.
Klien C mengatakan bahwa dengan tidak menolak dan membantu temannya yang
membutuhkan pertolongannya tersebut, maka klien C akan diterima dan dianggap sebagai
teman. Karena klien pernah mengalami sekali menolak permintaan untuk membantu
temannya, maka klien dijauhi oleh teman tersebut. Klien takut apabila hal itu sampai terulang
lagi, namun klien sangat susah untuk diberi tahu mengenai kebiasaannya yang merugikan ini.
Awalnya klien C menolak untuk diberikan terapi CBT ini karena beranggapan bahwa
apa yang dilakukan oleh klien C ini sudah benar. Namun, setelah melakukan pembicaraan
mengenai konsep teman dan juga sebagai teman, posisi seseorang tidak seharusnya seperti
itu. Klien C diberitahu mengenai perbedaan antara teman dan kenalan, juga antara yang
benar-benar butuh pertolongan atau hanya memanfaatkan keadaan. Sementara ini klien C
masih dalam tahap mempelajari mengenai perbedaan tersebut dan mengubah pandangannya
mengenai memberi pertolongan, klien juga diberitahu mengenai tindakan asertif dimana klien

C diajarkan berkata tidak dan menolak secara halus jika klien ingin mengatakan
keberatannya dalam menolong.
Klien masih belum mampu untuk secara tegas memberikan penolakan dan berkata
tidak jika klien C diminta tolong oleh seseorang. Klien C masih merasa cemas dan susah
untuk berkata tidak terhadap orang.