Anda di halaman 1dari 11

PEDOMAN PELAKSANAAN

PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/1

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH
GRIYA BAROKAH
1. Pengertian Umum
a. BANK, adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur;
b.
Direksi adalah Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur ;
c.
Kantor Cabang Syariah adalah Kantor Cabang Bank, yaitu unit kerja yang
melakukan fungsi dan tugas Bank Syariah di Kantor Cabang ;
d.

e.

f.
g.

h.
i.

j.
k.

l.

iB atau Islamic Banking adalah penyeragaman nama produk dan jasa perbankan
Syariah untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk/jasa perbankan
syariah maka seluruh Bank Syariah wajib menambahkan kata iB pada semua produk
dan jasa yang ditawarkan ;
Pembiayaan Pemilikan Rumah Bank Jatim Syariah selanjutnya diberi nama
( brand ) KPR iB Griya Barokah adalah Pembiayaan yang diberikan oleh Bank
kepada Nasabah, untuk digunakan membeli rumah/Ruko dan/atau berikut tanah
untuk dimiliki dan dihuni atau dipergunakan sendiri;
NASABAH adalah pihak yang mendapatkan fasilitas KPR iB Griya Barokah dari
Bank Jatim Syariah berdasarkan Perjanjian Pembiayaan dan perjanjian perjanjian
lainnya yang berkaitan ;
Akad adalah perjanjian tertulis tentang fasilitas pembiayaan murabahah yang dibuat
oleh BANK dan NASABAH memuat ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang
disepakati, berikut perubahan-perubahan dan tambahan-tambahannya (addendum)
sesuai dengan ketentuan Syari'ah dan perundang-undangan yang berlaku;
Syariah adalah hukum Islam yang bersumber dari Al Quran, Al Sunnah, dan
Fatwa Dewan Syariah Nasional;
Pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank dengan Nasabah yang
mewajibkan nasabah untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka
waktu tertentu dengan Margin Keuntungan;
Rumah atau Ruko adalah obyek dari jual beli murabahah yang dilaksanakan
antara NASABAH dan BANK;
Murabahah adalah perjanjian jual-beli antara BANK dan NASABAH dimana
BANK membeli Rumah yang diperlukan oleh Nasabah dan kemudian menjualnya
kepada NASABAH sebesar harga beli ditambah dengan marjin keuntungan yang
disepakati antara BANK dan NASABAH;
Pemasok/Pengembang adalah pihak yang ditunjuk dan atau disetujui BANK
untuk menyediakan/mengadakan dan menyerahkan Rumah yang dipesan dan dijual
kepada NASABAH;

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

m.
n.

o.
p.
q.
r.
s.
t.

u.
v.
w.
x.
y.

z.
aa.

Hal
IX/2

Marjin keuntungan adalah jumlah uang yang wajib dibayar NASABAH kepada BANK
sebagai imbalan atas Pembiayaan yang diberikan oleh BANK;
Kelompok Pemutus Pembiayaan adalah Perangkat Pembiayaan/organisasi Pembiayaan
baik yang berada di Kantor Cabang, Divisi Usaha Syariah maupun atau Kantor Pusat
( Direksi ) yang beranggotakan sedikitnya 3 (tiga) orang dimana seorang diantaranya
mempunyai wewenang memutus Pembiayaan;
Angsuran adalah sejumlah uang untuk pembayaran Jumlah Harga Jual yang wajib
dibayar secara bulanan oleh NASABAH sebagaimana ditentukan dalam Akad;
Jatuh Tempo Pembayaran Angsuran adalah tanggal NASABAH berkewajiban
membayar angsuran setiap bulan;
Tagihan adalah suatu utang murabahah dan marjin keuntungan pembiayaan ;
Tunggakan adalah suatu utang murabahah dan atau marjin keuntungan yang telah jatuh
tempo, tetapi belum dibayar oleh NASABAH;
Denda adalah suatu sanksi atas adanya tunggakan, yang dinyatakan dan diperhitungkan
dalam jumlah tertentu atas jumlah tunggakan, yang selanjutnya denda tersebut akan
disalurkan sebagai dana sosial;
Uang Muka adalah sejumlah uang yang besarnya ditetapkan oleh BANK dan disetujui
oleh NASABAH yang harus dibayarkan terlebih dahulu oleh NASABAH kepada BANK
sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi NASABAH untuk memperoleh fasilitas
pembiayaan murabahah dari BANK;
Nasabah Kolektif adalah calon NASABAH secara kolektif dari satu perusahaan/instansi
dimana nantinya apabila telah menjadi NASABAH angsuran Pembiayaan dipotong langsung
dari gaji setiap bulannya via Bendahara perusahaan/instansi;
Akad Pembiayaan adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Pembiayaan, Akta
Jual Beli, Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) dan akta akta lainnya
yang diperlukan ;
Persetujuan Prinsip Pembiayaan adalah perjanjian yang merupakan dasar hukum
hubungan pinjam meminjam antara BANK dan NASABAH ;
Dana Retensi adalah sejumlah dana yang berdasarkan pertimbangan BANK masih harus
ditahan sebagai jaminan atas penyelesaian kewajiban Pengembang ;
Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang selanjutnya disebut PPAT adalah pejabat umum yang telah
bekerjasama dengan BANK dan memiliki wewenang untuk membuat Akta Pemindahan Hak atas
Tanah, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan
(SKMHT) sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku;
Notaris adalah pejabat umum yang telah bekerjasama dengan BANK dan memiliki wewenang
untuk membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan ketetapan yang diharuskan
oleh suatu peraturan umum atau dikehendaki oleh BANK ;

Jaminan adalah jaminan yang bersifat materiil maupun immateriil untuk mendukung
keyakinan BANK atas kemampuan dan kesanggupan NASABAH untuk melunasi utang
Murabahah sesuai Akad;
bb.
Dokumen Jaminan adalah akta-akta, surat-surat bukti kepemilikan, dan surat lainnya
yang merupakan bukti hak atas rumah yang dijaminankan berikut surat-surat lain yang
merupakan satu kesatuan dan bagian tidak terpisah guna menjamin pemenuhan kewajiban
NASABAH kepada BANK berdasarkan akad ini;

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/3

cc.

Hak Tanggungan atas tanah beserta benda benda yang berkaitan dengan tanah, yang
selanjutnya disebut Hak Tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas
tanah berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan atau Sertipikat Hak Milik, berikut rumah dan
benda benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, yang memberikan
kedudukan yang diutamakan kepada BANK terhadap nasabah nasabah;
dd.
Fee Marketing adalah imbalan jasa atas pekerjaan pemasaran setiap Pembiayaan KPR
iB Griya Barokah kepada tenaga Pemasaran Developer/Pengembang
2. Penggunaan Pembiayaan
KPR iB Griya Barokah diperuntukKan bagi pemohon/calon NASABAH yang memenuhi
persyaratan dan dengan tujuan penggunaan untuk membeli rumah dan/atau berikut tanah guna
dimiliki atau dipergunakan sendiri.
3. Persyaratan Pemohon
KPR iB Griya Barokah diberikan kepada pemohon yang memenuhi syarat - syarat :

Warga Negara Indonesia.


Telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau telah menikah dan berwenang
melakukan tindakan hukum (telah dewasa menurut hukum dan tidak berada
dalam pengampuan).
Pada saat Pembiayaan lunas usia pemohon tidak melebihi 65 tahun dan bagi PNS
pembiayaan lunas saat memasuki masa persiapan pensiun .
Memiliki penghasilan yang menurut perhitungan BANK dapat menjamin kelangsungan
pembayaran kewajiban (angsuran pokok dan margin ) sampai pembiayaan lunas.
Penghasilan dimaksud baik bersifat tetap (gaji bulanan) maupun tidak tetap (pendapatan
dari pekerjaan bebas/profesional).
Mempunyai pekerjaan tetap (sebagai karyawan atau pekerjaan lainnya yang memperoleh
gaji tetap) atau menjalankan usahanya sendiri (wiraswasta) dengan masa kerja minimal 1
(satu) tahun.

Tidak memiliki Pembiayaan bermasalah baik di BANK Jatim maupun di BANK


Lain.
Pemohon yang masih berstatus sebagai NASABAH di BANK untuk jenis
Pembiayaan apapun, disyaratkan sesuai ketentuan Bank penghasilannya masih
cukup untuk membayar kewajiban (angsuran pokok dan margin) atas seluruh
pembiayaan (baik yang telah ada maupun yang akan diminta);
Menyampaikan NPWP Pribadi untuk pemohon dengan jumlah Pembiayaan > Rp.
100 juta atau SPT Pasal 21 Form A1 untuk pemohon dengan jumlah Pembiayaan
> Rp.50 juta sampai dengan < Rp.100 juta atau sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
4. Kelengkapan Data Pemohon

Berpenghasilan Tetap / Karyawan

Aplikasi Permohonan

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/4

Copy KTP, KK, Surat Nikah/Cerai, Pasphoto berwarna ukuran 4 x 6


Pemohon dan Pasangan (suami/istri) yang terbaru.
Copy Slip Gaji atau Surat Keterangan Penghasilan yang telah disahkan
oleh pejabat yang berwenang.
Copy Rekening Tabungan di Bank Jatim dan/atau Bank Lain.
Surat Kuasa Pemotongan Gaji untuk pembayaran angsuran kolektif.

Berpenghasilan Tidak Tetap/Wiraswasta

Aplikasi Pemohon.

Copy KTP, KK, Surat Nikah/Cerai, Pasphoto Pemohon dan Pasangan


(suami/istri) yang terbaru.

Surat Keterangan Penghasilan

Copy Rekening Tabungan di Bank Jatim dan/atau Bank Lain.

Copy Akta Perusahaan, Ijin Usaha; SIUP/TDP

Laporan Keuangan Perusahaan atau catatan lain yang merepresentasikan


penghasilan pemohon

Izin Praktek ( bagi yang mempunyai profesi )


5.

Penetapan Harga Jual Beli

Sebagai aspek yang dapat dipertimbangkan dalam menilai kelayakan harga


jual tanah bangunan yang disampaikan pengembang ataupun penjual
lainnya (termasuk untuk rumah lama), adalah :
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan, sarana dan prasarana
(khususnya untuk rumah baru).

Nilai tanah per m2 berdasarkan nilai Pasar Wajar.

Nilai harga jual minimal sama dengan Akte Jual Beli

Harga jual yang menjadi dasar untuk menetapkan nilai Maksimal KPR iB
Griya Barokah adalah harga jual Pengembang ataupun penjual lainnya
setelah dikurangi discount ( bila ada )

Penilaian atas kelayakan harga jual tanah dan bangunan dimaksud


dilakukan oleh penilai intern Bank atau Appraisal Independent.

6. Persyaratan Tanah dan Bangunan/Rumah yang Dibiayai dengan Fasilitas KPR iB Griya
Barokah
Status Kepemilikan Tanah
Telah ada sertifikat (Hak Guna Bangunan / Hak Milik).
Tidak dalam sengketa/masalah, dapat dialihkan ke atas nama calon pembeli/
Nasabah dan ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Luas Tanah dan Luas Bangunan
Luas tanah minimal 60 m2.
Luas Bangunan memenuhi aspek teknis bangunan.
Kondisi dan Lokasi Rumah

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/5

Pada saat akad Pembiayaan, rumah dalam kondisi layak huni, dilengkapi
fasilitas listrik dan air minum yang telah berfungsi dengan baik.
Terletak di wilayah permukiman sesuai RUTR yang sudah dilengkapi dengan
sarana dan prasarana lingkungan serta bebas banjir.
Bangunan/rumah yang akan dijadikan agunan diagunkan terletak di areal
yang menurut penilaian BANK :
Memiliki kemudahan untuk dijual kembali.
Memiliki kemudahan untuk dijangkau,
Untuk rumah tinggal yang berada di luar kawasan perumahan, jalan
lingkungan depan rumah yang dijadikan agunan minimal dapat dilalui
kendaraan roda empat.
7. Jangka Waktu
Maksimal jangka waktu Pembiayaan adalah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank
Jatim Cabang Syariah dan tidak melebihi sisa jangka waktu Hak atas tanah minus 1 ( satu )
tahun dan batas usia NASABAH tidak melebihi 65 (enam puluh lima) tahun, dan untuk PNS
maksimum pembiayaan lunas saat memasuki masa persiapan pensiun
8. Agunan
Objek Agunan adalah tanah dan rumah yang dibiayai dengan KPR iB Griya Barokah
Pengikatan Agunan
:
Pengikatan Agunan dilakukan dengan penandatanganan Surat Kuasa
Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) atau Akta Pemberian Hak
Tanggungan (APHT) yang selanjutnya ditingkatkan menjadi Hak
Tanggungan sesuai dengan peraturan perundang-perundangan yang berlaku.
Khusus untuk agunan dengan kriteria :
-Luas tanah > 200 (Dua ratus) m2,

Luas bangunan > 75 (Tujuh Puluh Lima) m2, dan

Maksimal Pembiayaan > Rp. 50.000.000 (Lima Puluh


Juta Rupiah),
Pengikatan agunan dilakukan dengan penandatanganan Akta Pemberian
Hak Tanggungan (APHT) yang selanjutnya ditingkatkan menjadi Hak
Tanggungan sesuai dengan peraturan perundang-perundangan yang
berlaku.
Sebelum dilakukan akad Pembiayaan, diharuskan melakukan
pemeriksaan (clearence) atas sertifikat yang menjadi agunan di BPN.
9. Asuransi
NASABAH KPR iB Griya Barokah dicover dengan Asuransi Jiwa
Pembiayaan.
Agunan KPR iB Griya Barokah dicover dengan Asuransi Kebakaran.
Khusus untuk daerah rawan gempa bumi dan bencana lain, agunan KPR iB
Griya Barokah wajib dicover dengan asuransi yang mengcover risiko yang
timbul akibat adanya bencana alam.

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/6

Biaya premi asuransi dibayar di muka dan dilakukan sekaligus selama masa
pembiayaan (single premium).
Semua asuransi ditutup oleh perusahaan asuransi syariah
10.Biaya Realisasi
NASABAH dikenakan biaya pemrosesan sebelum akad Pembiayaan yang disiapkan dalam
Tabungan/Giro antara lain:
Biaya Administrasi yang nilainya akan diatur dalam ketentuan

sendiri

Biaya Appraissal
Biaya Notaris
Biaya SKMHT/APHT
Biaya Premi Asuransi

Selain itu NASABAH menyiapkan saldo mengendap 1 (satu) bulan


untuk angsuran pada rekening tabungan/giro

11.Margin Keuntungan

Margin Keuntungan Pembiayaan bersifat tetap dan berlaku sejak


akad pembiayaan ditandatangani antara pihak NASABAH dengan BANK hingga
berakhirnya jangka waktu pembiayaan.
Dalam hal perhitungan margin keuntungan, BANK
menggunakan perhitungan sistem flat.

Pembebanan Margin Keuntungan terhadap nilai pokok


pinjaman yang bersifat tetap tanpa dipengaruhi menurunnya jumlah nilai pokok
pinjaman tersebut.

Angsuran bersifat tetap untuk angsuran pokok dan


angsuran margin.
Perhitungan Angsuran Flat:
Keterangan :
A
=
Angsuran perbulan
P x (1+ (% MK x n))
P
=
Maksimal Pembiayaan
A = -------------------------MK
=
Margin Keuntungan
n x 12
n
=
Jangka waktu

12. Maksimal Pembiayaan dan Angsuran per bulan


Maksimal Pembiayaan

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/7

Maksimal KPR iB Griya Barokah yang dapat diberikan adalah sebesar 80 % untuk
NASABAH Non-Kolektif dan sebesar 90% untuk NASABAH Kolektif, besaran
tersebut dari harga beli setelah discount atau nilai taksasi pasar wajar yang dilakukan oleh
penilai (appraisal). Dalam hal terdapat perbedaan antara keduanya, BANK akan
mengambil harga yang terendah, atau ditentukan lain sesuai kondisi pasar
Uang Muka (Urbun)
Pada saat NASABAH mengajukan permohonan pembiayaan, NASABAH harus
menyediakan sejumlah uang yang besarnya ditetapkan oleh BANK dan disetujui oleh
NASABAH yang harus dibayarkan terlebih dahulu oleh NASABAH kepada BANK
sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi NASABAH untuk memperoleh fasilitas
pembiayaan murabahah dari BANK.
Apabila terjadi perubahan/pembatalan pesanan dari pihak NASABAH, maka pihak
BANK dapat mempergunakan uang muka tersebut untuk mengganti kerugian/biaya-biaya
yang telah muncul akibat proses pembiayaan yang telah dilakukan oleh pihak BANK.

Maksimum Angsuran per Bulan


Kemampuan mengangsur (re-payment capacity) tidak melebihi 40 % dari penghasilan
kotor, atau ditentukan lain berdasarkan keputusan Divisi Usaha Syariah.
13. Analisa Pemohon

Pada saat analisa dilakukan, persyaratan persyaratan yang


wajib dipenuhi oleh pemohon KPR iB Griya Barokah telah dilengkapi seluruhnya dan
telah dilakukan verifikasi data maupun penghasilan/usaha pemohon (On The Spot /
OTS).

Analisa terhadap pemohon KPR iB Griya Barokah sesuai


dengan prinsip kehati hatian, prinsip prinsip pembiayan syariah dan ketentuan
ketentuan BANK yang berlaku.
Apabila berdasarkan pertimbangan Kantor Cabang permohonan KPR iB Griya Barokah
dimaksud dapat disetujui, BANK menyampaikan Surat Persetujuan Pemberian
Pembiayaan (SP3) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Analisa Pembiayaan dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif


atas permohonan Pembiayaan dalam bentuk Paket Analisa Pembiayaan (PAP) dan
menggunakan;
Analisa Kuantitatif, Menggunakan metode Credit Scoring Model, yang terdiri dari 03
(tiga) pilar Kelayakan Pembiayaan :
Kemampuan Membayar,
Kemauan Membayar,
Kehandalan Agunan.

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/8

Analisa Kualitatif, yaitu Analisis kualitatif mengenai keseluruhan kondisi pemohon


Pembiayaan, lingkungan bisnis dan faktor-faktor lain sebagai tambahan untuk hasil
scoring dan alasan-alasan khusus pemberian Pembiayaan, seperti perkembangan
kondisi usaha, penilaian secara rinci dan jelas terhadap kemampuan membayar,
ketersediaan dokumen-dokumen pendukung, dll.

14. Jangka Waktu Proses Pembiayaan


Jangka waktu proses Pembiayaan setelah permohonan KPR iB Griya Barokah diterima baik
Kantor Cabang atau Divisi Usaha Syariah sebagai berikut :
Maksimal 03 ( tiga ) hari kerja setelah data pemohon lengkap dan telah diverifikasi
harus ada rekomendasi dari analis.
Setelah rekomendasi dari analis maksimal 02 ( dua ) hari kerja akan diputuskan
sebagai berikut :
Disetujui bagi pemohon yang memenuhi syarat dan ketentuan bank serta
diterbitkan Surat Persetujuan Pemberian Pembiayaan (SP3).
Ditolak bagi pemohon yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan bank serta
diterbitkan surat penolakan.

Bagi pemohon yang tidak lengkap datanya, berkas dapat


dikembalikan kepada pemohon.
15.Wewenang Memutus dan Pelimpahan Wewenang Memutus
Wewenang memutus dan Pelimpahan Wewenang Memutus KPR iB Griya Barokah sesuai
dengan ketentuan wewenang memutus Pembiayaan (KMPP) yang berlaku.
16. Fee Marketing
Fee
Marketing
dapat
diberikan
kepada
pihak
Developer/Marketer dengan mempertimbangkan tingkat persaingan yang ditawarkan oleh
pengembang/perusahaan pesaing untuk pembiayaan pembelian rumah dimaksud.
Pihak yang berhak memperoleh fee dan besarnya fee yang diberikan akan ditetapkan
dalam keputusan tersendiri.
Pencairan fee dilakukan setelah akad pembiayaan dengan cara memindah-bukukan dana
sebesar fee diberikan ke rekening yang ditunjuk oleh penerima fee

17. Pelaksanaan Akad Pembiayaan


Pelaksanaan akad Pembiayaan baru bisa dilaksanakan apabila :

Pemohon telah melengkapi syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagaimana ketentuan


yang terdapat dalam SP3 ( Surat Persetujuan Pemberian Pembiayaan )

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

18.

Hal
IX/9

SP3 berlaku selama 02 (dua) bulan sejak diterbitkan dan dapat


diperpanjang 01 (satu) kali selama 01 (satu) bulan dengan syarat sebelum dilakukan
perpanjangan terlebih dahulu dilakukan penilaian kembali terhadap kemampuan
calon NASABAH dan apabila melebihi 3 (tiga) bulan belum realisasi maka SP3
dinyatakan batal.
Biaya pra-realisasi telah disiapkan pada Tabungan yang
bersangkutan.
Telah dilakukan clearence sertifikat jaminan di BPN setempat.
Telah dilakukan Pemeriksaan Akhir terhadap kondisi
bangunan/rumah berikut fasilitas sarana dan prasarananya, dengan rekomendasi layak
untuk dijadikan agunan.

Pencairan Pembiayaan
Pencairan Pembiayaan hanya dapat dilakukan apabila :

Persyaratan yang wajib dipenuhi sebelum akad


Pembiayaan KPR iB Griya Barokah telah dipenuhi seluruhnya ;
Agunan/Jaminan Pembiayaan telah dikuasai oleh BANK
yang dibuktikan dengan cover note notaris.

Dana hasil pencairan Pembiayaan dapat dipindahbukukan ke


rekening giro operasional pengembang / penjual lainnya setelah dikurangi dana retensi
(dana jaminan yang ditahan).

Pencairan dana retensi hanya dapat dilakukan apabila sertipikat


dan IMB telah diselesaikan oleh pengembang/Notaris/PPAT yang laporannya menyatakan
telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

19. Pengurusan Sertifikat

Pengurusan pemecahan (splitzing) sertipikat dan pengurusan


balik nama Sertipikat menjadi atas nama masing masing NASABAH dilakukan oleh
Notaris/PPAT.

Sertipikat atas nama masing masing NASABAH harus telah


diserahkan PPAT dan diterima Kantor Cabang selambat lambatnya 6 (enam) bulan sejak
tanggal akad Pembiayaan KPR iB Griya Barokah.

Kantor Cabang wajib mengingatkan Notaris/PPAT secara tertulis selambat lambatnya 1


(satu) bulan sebelum batas waktu penyerahan Sertipikat.

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

Hal
IX/10

Pengurusan pemecahan (splitzing) sertipikat dan balik nama Sertipikat oleh notaris
(PPAT) didukung dengan Covernote dari Notaris/PPAT yang mencakup:
(i) kesanggupan notaris (PPAT) untuk memenuhi ketentuan batas waktu
penyerahan
sertipikat kepada Bank,
(ii) pernyataan bahwa biaya pengurusan telah diterima notaris (PPAT) seluruhnya.
20. Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sanksi Keterlambatan
Pengurusan IMB
Pengurusan IMB per masing masing NASABAH dilakukan oleh Pengembang.

IMB per masing-masing NASABAH harus telah


diserahkan Pengembang dan telah diterima Kantor Cabang selambat lambatnya 6
(enam) bulan sejak tanggal akad Pembiayaan KPR iB Griya Barokah.
Kantor Cabang wajib mengingatkan Pengembang secara tertulis selambat
lambatnya 1 (satu) bulan sebelum batas waktu penyerahan IMB.
Sanksi Keterlambatan
Apabila Pengembang tidak dapat menyerahkan IMB atas nama masing masing
NASABAH sesuai dengan yang ditetapkan, maka Kantor Cabang wajib
menyampaikan Surat Peringatan kepada Pengembang untuk menyerahkan IMB
selambat lambatnya 1 (satu) bulan sejak batas waktu penyerahan.
Apabila Pengembang tidak dapat menyerahkan IMB sesuai dengan batas waktu yang
telah ditentukan pada Surat Peringatan, maka Kantor Cabang wajib melakukan hal
hal :
- Mengambil alih pengurusan IMB dan selanjutnya menunjuk pihak lain untuk
mengambil-alih pengurusan IMB dan seluruh biaya pengurusan IMB diserahkan
seluruhnya kepada pihak lain yang ditunjuk oleh BANK.
- Menghentikan kerja sama penyediaan KPR iB Griya Barokah untuk sementara
waktu hingga selesainya IMB dimaksud.
- Biaya pengurusan IMB oleh pihak pengambil-alih menggunakan dana retensi IMB.
21.Pelunasan Pembiayaan Murabahah Dipercepat
NASABAH dapat melakukan pelunasan sebelum jangka waktu pembiayaan berakhir
(Pelunasan dipercepat). Pada saat melakukan pelunasan dipercepat, maka pihak BANK
dapat memberikan potongan (muqasah) atas margin keuntungan yang belum jatuh tempo.
Pelaksanaan muqasah merujuk pada keputusan ALCO
Perhitungan Angsuran Efektif :
(1 + MK/12) n x 12
A = ---------------------------(1 + MKi/12) n x 12 1

P x MK/12

Keterangan :
A = Angsuran perbulan
Cr = Maksimal Pembiayaan
i = Margin Keuntungan

PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBIAYAAN KONSUMTIF

NO
TGL

:
:

SE DIREKSI
048/08/SE/DIR/UUS
25 Februari 2010
.

BAB IX
KPR UMUM SYARIAH

22.

Hal
IX/11

= Jangka waktu

Periksa jumlah angsuran yang telah diselesaikan


NASABAH berdasarkan sistem efektif. Cocokkan jumlah pembayaran angsuran tersebut
dalam tabel efketif. Ambil sisa outstanding pokok NASABAH, dimana jumlah tersebut
merupakan sisa kewajiban yang harus dibayar.

Jumlah total angsuran yang belum dibayar dikurangi sisa


kewajiban yang harus dibayar NASABAH merupakan muqasah.

Contoh formulir KPR

iB Griya Barokah terlampir

Anda mungkin juga menyukai