Anda di halaman 1dari 112

http://inzomnia.wapka.

mobi

William Arden
Trio Detektif
Komplotan Pencuri
Mobil Mewah
Edit & Convert: inzomnia
http://inzomnia.wapka.mobi

Daftar Isi
1. Kunjungan Saudara Jauh 7
2. Dituduh Mencuri Mobil 17
3. Bob dan Lisa... dan Karen... dan...! 27
4. Bob Beraksi 36
5. Ikan Buas di Atas Panggung 47
6. Ikuti Hiu Itu! 56
7. Cadillac Berwarna Jingga 66
8. Lenyap Tanpa Bekas 77
9. Ty Bebas! 86
10. Menyusun Rencana 95
11. Kehilangan Jejak 107
12. Menyusup ke Markas Lawan 116
13. Nyaris Terjebak! 127
14. KetibanSial 138
15. Terperangkap! 150
16. El Tiburon Angkat Bicara 157
17. Mobil Siapa yang Tercepat? 165
1. Kunjungan Saudara Jauh

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Hari pertama liburan musim semi di Rocky Beach, California. Pete


Crenshaw sedang mengutak-atik mesin mobilnya, sebuah Corvair tua
berwarna biru.
"Mobil brengsek!" ia menggerutu pada Jupiter Jones. "Aku sudah
mengecek semuanya. Tapi kenapa belum mau jalan juga?"
Jupiter Jones baru keluar dari kantor Jones Salvage Yard alias
Pangkalan Jones-pangkalan yang menjual barang-barang bekas-milik
paman dan bibinya, ia menuju karavan tua yang digunakan sebagai
markas besar Trio Detektif. Namun kemudian ia berhenti di samping
Pete, lalu memperhatikan mobil sahabatnya dengan saksama.
"Nanti kalau sudah jalan lagi, kau bisa menjualnya padaku," ujar Jupiter.
Pete mengelap tangannya yang penuh oli pada T-shirt bergambar ombak
raksasa.
"Sony, Jupe," katanya, "tapi mobil ini benar-benar barang langka.
Corvair adalah mobil perta8
ma buatan Amerika yang sukses dengan mesin di belakang. Para pemilik
mobil ini sampai membentuk berbagai klub untuk tukar-menukar
informasi. Kalau mesinnya bisa kubetulkan, maka mobil ini bisa kujual
dengan harga tinggi. Kau punya uang berapa?"
"Hanya 500 dollar," Jupiter berterus-terang. "Tapi aku butuh
kendaraan! Seorang detektif harus memiliki kendaraan sendiri."
"Aku tahu," balas Pete. "Tapi aku sendiri juga perlu uang untuk
mentraktir Kelly. Lagi pula Bob dan aku sudah punya mobil. Dua mobil
kan cukup untuk kita."
"Tapi lain, dong!" Jupiter mendesah. "Ya... biarkan saja, deh! Aku akan
berusaha melupakan urusan ini dengan makan sebanyak-banyaknya. Kau
akan menyesal kalau aku jadi gembrot lagi."
Pete mulai nyengir.
"Hei, seharusnya kau merasa lebih gembira dengan pakaianmu yang
trendy itu," katanya sambil ketawa.
Jupiter mengenakan sweater longgar berwarna hijau tentara, dan
celana berpotongan baggy. ia sengaja memilih pakaian itu untuk

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

menyembunyikan lemak yang gagal dikurangi oleh diet yang


dijalankannya sejak beberapa waktu.
"Ini adalah mode terakhir bagi pemuda-pemuda dinamis," jawab Jupe.
"Dan warna hijau tentara sangat cocok dengan warna rambutku."
Pakaian yang dikenakan Jupiter memang cocok dengan potongan
tubuhnya. Pete, serta
sebagian besar pemuda berusia 17 tahun lainnya, masih gemar memakai
jeans dan T-shirt. Kelly Madigan-pacar Pete-selalu berusaha agar Pete
mau memakai celana yang rapi dan baju polo seperti Bob Andrews,
anggota Trio Detektif yang ketiga. Namun sampai sekarang ia belum
berhasil.
"Begini saja, deh," ujar Pete, "setelah mobilku jalan lagi, aku akan
mencari mobil seharga 500 dollar yang masih bagus untukmu."
"Janji itu sudah kauucapkan sejak beberapa minggu lalu," Jupiter
mengomel, "tapi kau terlalu sibuk mengurusi Kelly."
"Siapa bilang???" Pete segera memprotes. "Lagi pula, Kelly kan sudah
berusaha mencari teman kencan untukmu."
"Ah, percuma saja. Gadis itu tidak cocok dengan seleraku," ujar Jupiter.
"Jupe, kaulah yang menghabiskan seluruh waktu untuk menerangkan
teori relativitas padanya!"
Sebelum Jupiter sempat membalas, ia dan Pete dikejutkan oleh suara
klakson dari luar pintu gerbang. Jupiter segera melirik ke jam
tangannya. Ternyata baru jam sembilan kurang sepuluh menit. Jones
Salvage Yard sebenarnya baru buka pukul sembilan. Tapi sepertinya ada
seseorang yang sudah tak sabar menunggu. Berkali-kali orang itu
menekan klakson.
"Hmm, sekalian mulai kerja saja," kata Jupiter, sambil menekan tombol
pada sebuah kotak kecil yang terpasang pada ikat pinggangnya.
9
Kotak kecil itu adalah alat pengendali jarak jauh untuk membuka pintu
gerbang. Jupiter sendiri yang merancangnya. Selain dia, hanya Paman
Titus dan Bibi Mathilda yang memiliki alat serupa. Alat kontrol utama
terdapat di ruang kantor.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Pintu gerbang segera membuka. Jupiter dan Pete sempat terheranheran ketika sebuah Mercedes 450SL Convertible (sedan dengan atap
yang bisa dibuka) berwarna merah memasuki pekarangan. Mobil berpintu
dua itu berhenti di depan kantor. Seorang laki-laki muda berambut
gelap melompat keluar, tanpa membuang waktu untuk membuka pintu.
Pria muda itu mengenakan celana jeans belel, sepatu lars, topi koboi,
jaket baseball yang telah lusuh, dan menenteng ransel usang yang penuh
lencana dan gambar tempel. Sambil bersiul-siul ia mengeluarkan sebuah
bungkusan dan sebuah amplop dari ranselnya Kemudian ia memasuki
ruang kantor.
Pete nyaris tak bisa melepaskan matanya dari mobil mewah di
hadapannya.
"Wah, ini baru mobil, Jupe!" katanya sambil terkagum-kagum.
"Mobil itu memang menarik," ujar Jupiter, sambil memperhatikan
sleeping-bag yang tergulung di balik kursi sopir. "Hanya saja aku lebih
tertarik pada pengemudinya."
"Aku belum pernah melihat orang itu, Jupe. Kau mengenalnya?"
'Tidak. Tapi meskipun penampilannya seperti
10
koboi, aku yakin dia berasal dari daerah Pantai Timur. Dia datang ke sini
dengan menumpang mobil orang. Dia tidak punya uang atau pekerjaan,
dan dia saudaraku."
"Oke, Tuan Detektif," ujar Pete sambil menggeleng, "dari mana kau bisa
menarik kesimpulan seperti itu?"
Jupiter nyengir.
"Pertama, jaket yang dipakainya bertulisan New York Mets-klub
baseball profesional dari New York; kedua, kulitnya belum terbakar
matahari; dan ketiga, bungkusan yang dibawanya berasal dari
Bloomingdale's Department Store-toko serba ada yang tersebar di
bagian timur Amerika Serikat. Semuanya itu menunjukkan bahwa dia
berasal dari Pantai Timur, dan kemungkinan besar dari New York."
"Hmm, masuk akal," Pete mengakui.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kemudian aku memperhatikan bahwa sol sepatu larsnya sudah tipis.


Lencana-lencana serta gambar tempel pada ranselnya berasal dari
setiap negara bagian yang dilewati Highway 1-80-jalan raya yang
membelah Amerika Serikat dari timur ke barat, sedangkan pelat nomor
pada Mercy itu berasal dari California. Ini menunjukkan bahwa dia
datang ke California tanpa mobil. Dan karena tidak ada orang waras
yang mau berjalan kaki sejauh itu, maka dia pasti menumpang mobil
orang."
"Itu sih jelas!" kata Pete sambil mengangguk.
Jupiter mendesah perlahan, lalu melanjutkan penjelasannya.
11
"Pakaiannya kotor dan sudah berminggu-ming-gu tidak pernah dicuci. Dia
tidur di sleeping-bag, dan bukan di kamar hotel. Dan sekarang sudah
menjelang jam sembilan. Hampir semua orang sedang dalam perjalanan
ke tempat kerja masing-masing. Semuanya ini menandakan bahwa dia
tidak punya uang maupun pekerjaan."
Pete mengerutkan alis. "Lalu, dari mana kau tahu bahwa dia saudaramu?"
"Mudah saja: dia membawa bungkusan dan surat-apalagi kalau bukan
hadiah dan surat pengantar untuk seorang saudara?"
"Jupe, kali ini kau terlalu mengkhayal," kata Pete. "Dan kau juga keliru
mengenai keadaan keuangan dia. Hanya orang kaya yang bisa naik Mercy
450SL Convertible!" ,
"Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa memperoleh mobil seperti itu,"
jawab Jupiter. "Tapi aku yakin, dia pasti hanya anak jalanan yang sedang
berkelana."
"Busyet, kau benar-benar sinting!"
Mereka masih berdebat, ketika Pete tiba-tiba menyenggol lengan
sahabatnya. Orang asing tadi baru saja keluar dari ruang kantor, ia
ditemani Bibi Mathilda.
Laki-laki muda itu melangkah ringan, ia nampak santai dan tidak
terburu-buru. Bibi Mathilda kelihatannya agak kurang sabar menghadapi
sikap orang itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Dari dekat baru ketahuan bahwa si pengemudi Mercy ternyata lebih tua
dari Jupiter dan Pete.
12
Usianya mungkin sudah mendekati kepala tiga. Senyumnya agak miring,
dan hidungnya nampak seperti sudah pernah patah berkali-kali. Matanya
berwarna gelap dan menyorot tajam.
"Jupiter, Pete," ujar Bibi Mathilda ragu-ragu, "ini keponakanku Ty
Cassey dari New York." Kini giliran Pete untuk mendesah. Kesimpulan
Jupiter terbukti tepat
"Babylon, Long Island," Ty Cassey berkata riang. "Kurang lebih satu jam
dari Big Apple-itu nama lain untuk New York. Ibuku dan Bibi Mathilda
bersepupu. Ketika aku mengatakan bahwa aku mau pergi ke California
untuk menikmati cuacanya yang nyaman, ibuku menyuruh aku untuk
mengunjungi Bibi Mathilda di Rocky Beach. Dia juga menitipkan sepucuk
surat"
Sambil berbicara, Ty memandang ke sekeliling. Ia memperhatikan
tumpukan bekas bahan-bahan bangunan serta bekas barang-barang
rumah tangga. Beberapa oven dan lemari es tua nampak bersebelahan
dengan perabot dan patung-patung taman, ranjang kuno, serta lemari
TV. Selain itu masih ada mesin pinball, lampu neon, dan aneka macam
barang bekas lainnya.
Bahkan Paman Titus pun tidak bisa mengingat semua barang yang
menumpuk di pekarangan. Dan biasanya Jupiter-lah yang kena getahnya.
Waktu luangnya sering tersita untuk mencari barang-barang yang
tertimbun di bawah tumpukan rongsokan. Untuk mengatasi keadaan yang
13
kacau-balau itu, Jupiter lalu menggunakan komputernya untuk membuat
daftar barang.
"Aku tidak bertemu Amy sejak kami sama-sama masih kecil," Bibi
Mathilda bercerita. "Dia pernah mengirim surat, memberitahukan
bahwa dia akan menikah, tetapi aku tidak sadar bahwa itu sudah tiga
puluh tahun yang lalu. Baru sekarang aku tahu bahwa dia punya anak."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kami empat bersaudara," kata Ty. "Semuanya sudah dewasa. Yang lain
masih tinggal di Babylon. Tapi aku merasa bahwa sudah waktunya untuk
melihat-lihat negeri ini."
Mata Ty berbinar-binar ketika menatap kumpulan barang bekas di
pekarangan Paman Titus. Kemudian perhatiannya beralih pada mobil
Pete.
"Hei, di mana kau mendapatkan Corvair itu? Itu benar-benar mobil
klasik!"
Dalam sekejap Ty dan Pete telah sibuk mengamati mesin mobil itu.
Mereka langsung asyik berbincang-bincang mengenai mesin, seakan-akan
sudah berkawan baik selama bertahun-tahun.
Akhirnya Pete mendesah dan mengusap rambutnya yang coklat
kemerah-merahan.
"Aku sudah memeriksa setiap bagian. Semua onderdil yang rusak sudah
kuganti. Tapi mesinnya tetap saja tidak mau jalan," ia menggerutu.
"Dan untuk selanjutnya pun akan tetap begitu, Pete," Ty berkomentar
sambil ketawa. "Ini masalahnya: kau memasang sebuah alternator dan
menyambungkannya ke rangkaian listrik."
14
"Betul," balas Pete. "Tanpa alternator, mesin takkan bisa dihidupkan dan
aki tidak mungkin diisi."
Jupiter dan Bibi Mathilda menatap Ty dan Pete secara bergantian.
Mereka tak memahami sepa-tah kata pun.
"Mobil ini justru tidak bisa jalan kalau kau menggunakan alternator,"
kata Ty. "Corvair kan mobil tua. Mesinnya masih menggunakan
generator-bukan alternator! Mestinya ada sebuah tabung hitam yang
kau ganti dengan alternator ini, bukan?"
Pete segera membongkar kotak berisi onderdil mobil.
"Yang ini, maksudmu?" ia bertanya.
Ty mengangguk. Ia mengambil tabung itu, kemudian mulai mengutak-atik
mesin mobil Pete. Dalam beberapa menit saja ia sudah menyambungkan
beberapa kabel dan mengencangkan sejumlah baut.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Hmm, kelihatannya semua sudah beres," ia akhirnya berkata. "Coba kau


hidupkan mesinnya, Pete!"
Pete masuk ke mobilnya dan memutar kunci kontak. Mesin mobilnya
terbatuk-batuk sejenak, kemudian hidup!
"Wow!" Pete berseru sambil nyengir. "Dari mana kau tahu begitu banyak
tentang mesin?"
Ty tersenyum. "Sejak kecil aku sudah sering mengutak-atik mesin.
Karena itulah aku mau cari pekerjaan sebagai mekanik di sini. Aku mau
15
bekerja sambilan di sebuah bengkel, dan menghabiskan sisa waktu di
pantai. Bukankah di California lebih banyak mobil ketimbang di negara
bagian mana pun? Aku hanya perlu sedikit waktu untuk menyesuaikan
diri."
Ia menatap Bibi Mathilda. "Aku harap Bibi tidak keberatan kalau aku
tinggal di sini untuk sementara-sampai aku mendapatkan pekerjaan. Aku
bisa tidur di mana pun. Soal makan aku juga tidak rewel. Tapi kalau
terlalu merepotkan, aku akan mencari tempat lain."
"Tidak perlu," kata Bibi Mathilda. "Kau bisa menempati kamar tidur
tamu di rumahku di seberang jalan."
"Oke, kalau begitu," ujar Ty. "Terima kasih banyak."
"Sip!" Pete berseru. "Jadi aku bisa belajar seluk-beluk permesinan.
Sepertinya kau memang ahlinya, Ty."
"Dia memang ahlinya," sebuah suara tiba-tiba berkata dari belakang.
Mereka berbalik, lalu melihat dua pria berjas dan berdasi yang sedang
menatap Ty. Tampang keduanya tidak ramah.
"Terutama kalau menyangkut mobil yang bukan miliknya," pria yang lebih
tinggi menambahkan. "Karena itulah dia harus ditahan!"
16
2. Dituduh Mencuri Mobil
Baik Jupiter maupun Pete belum pernah melihat pria berbadan tinggi
yang sedang menatap tajam ke arah Ty. Namun mereka mengenali laki-

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

laKi yang lebih pendek dan berambut gelap. Dia adalah Detektif Roger
Cole dari kantor polisi Rocky Beach.
"Ada apa, Detektif Cole?" tanya Jupiter.
"Ini Ty Cassey, sepupu Jupiter," Pete menjelaskan. "Dia baru datang
dari New York."
"Sepupumu berada dalam kesulitan, Jupiter," kata Detektif Cole.
Orangnya kecil dan biasanya selalu tersenyum. Pembawaannya tenang.
Matanya yang biru menyorot hangat. Namun kini ia nampak serius.
"Perkenalkan," ia berkata sambil melirik ke arah pria di sampingnya, "ini
Sersan Maxim dari bagian pencurian kendaraan bermotor. Sersan
Maxim akan mengajukan beberapa pertanyaan pada saudaramu,
Jupiter."
Sersan Maxim menatap Detektif Cole, kemudian memperhatikan Pete
dan Jupiter sambil mengerutkan kening. "Anda mengenal anak-anak ini,
Cole?"
"Ya," ujar Cole sambil mengangguk. "Mereka berteman baik dengan
Kepala Polisi Rocky Beach."
"Siapa mereka?" Sersan Maxim bertanya dengan ketus.
"Mereka bisa disebut detektif swasta," Cole menjelaskan. "Mereka
sudah sering membantu kami dalam beberapa tahun terakhir."
Jupiter segera mengeluarkan kartu nama yang ia rancang sendiri, lalu
menyerahkannya pada sersan polisi yang nampaknya masih terheranheran.
TRIO DETEKTIF "KAMI MENYELIDIKI APA SAJA"
Jupiter Jones, Pendiri Pete Crenshaw, Rekan
Bob Andrews, Rekan
"Biasanya kami mencari barang hilang, atau membantu menjelaskan
kejadian-kejadian yang ganjil-hal-hal kecil seperti itulah, Sersan
Maxim. Tetapi kami juga sudah beberapa kali membantu Chief Reynolds
dalam kasus-kasus yang lebih serius," Jupiter menerangkan.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

ia sengaja tidak menyinggung bahwa Trio Detektif didirikan sebelum


para anggotanya duduk di bangku High SchooL Atau bahwa mereka
berhasil memecahkan beberapa kasus rumit, yang membuat polisi angkat
tangan dan menyerah.
18
Sersan Maxim memelototi kartu nama yang diberikan oleh Jupiter.
"Maksudnya, anak-anak ini ikut campur dalam penanganan kasus
kriminal?" ia bertanya pada Detektif Cole.
"Mereka justru memecahkan kasus-kasus yang sama sekali luput dari
perhatian kami," ujar Cole.
"Hmm, itu urusan Anda," Maxim menggerutu. "Tapi saya menganjurkan
agar mereka tidak ikut campur dalam kasus-kasus saya. Dan itu berlaku
mulai sekarang. Saudara Ty Cassey, Anda terpaksa kami tahan
sehubungan dengan kasus pencurian sebuah Mercedes 450SL
Convertible berwarna merah. Cole, tolong jelaskan hak-hak yang
dimilikinya."
Detektif Cole lalu mengatakan bahwa Ty berhak untuk tidak memberi
keterangan dan berhak menghubungi seorang pengacara. Petugas polisi
itu juga memperingatkan Ty bahwa setiap ucapannya bisa, dan akan
digunakan sebagai bukti yang memberatkan di sidang pengadilan.
"Oke! Sekarang coba jelaskan mengapa Anda mengendarai mobil curian!"
Sersan Maxim berkata pada Ty.
"Sebentar Ty," Jupiter segera mencegah sepupunya. "Mungkin lebih
baik kalau kau bicara dengan seorang pengacara dulu."
Wajah Bibi Mathilda mulai pucat. Sejak kedatangan kedua polisi itu ia
belum mengucapkan sepatah kata pun.
"Pengacara?" ia bertanya sambil menatap Jupe dan Pete. "Maksud
kalian, Ty benar-benar...?"
19
"Saya tidak perlu pengacara," ujar Ty sambil ketawa. "Ini cuma soal
salah-paham. Saya yakin, kakak laki-laki itu hanya melaporkan mobilnya
sebagai hilang dicuri, karena saya tidak segera mengembalikannya.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Barangkali dia takut, jangan-jangan saya berubah pikiran di tengah


jalan."
"Laki-laki yang mana?" tanya Detektif Cole.
"Sebaiknya mulai dari awal saja, Bung!" Sersan Maxim berkata ketus.
"Boleh saja," balas Ty. "Sepuluh hari yang lalu saya berangkat dari New
York dengan tujuan Rocky Beach. Dan dua hari yang lalu, saya tiba di
kota Oxnard. Karena sudah malam, saya mampir di sebuah pub-kedai
minum untuk menikmati segelas bir sambil menonton pertunjukan band.
Karena musiknya bagus, saya agak lama di sana. Kemudian saya
berkenalan dengan seorang Lati-no-warga AS keturunan Spanyol.
Namanya Tiburon-atau seperti itulah. Dari dulu saya memang, paling
tidak bisa mengingat nama orang. Pokoknya, kami ngobrol untuk
beberapa saat. Saya menceritakan bahwa saya sedang dalam perjalanan
menuju Rocky Beach. Kemudian, tidak lama sebelum pub itu tutup, dia
bertanya apakah saya mau membantunya -sekaligus membantu diri
sendiri."
Ty nyengir. "Karena memang suka menolong diri sendiri, ya, saya setuju
saja. Ternyata, pada malam itu dia meminjam Mercedes kakaknya. Tapi
dia berjanji untuk mengembalikan mobil itu keesokan harinya. Nah, di
Oxnard dia ketemu
20
dengan seorang wanita yang kemudian mengajaknya ke Santa Barbara.
Masalahnya, wanita itu bawa kendaraan sendiri. Karena itulah si Latino
minta tolong pada saya untuk mengantarkan mobil kakaknya ke Rocky
Beach. Dia memberi uang untuk beli bensin, dan menambahkan seratus
dollar sebagai bonus untuk saya. Dengan tawaran seperti itu, mana
mungkin saya menolak?"
"Maksud Anda," Sersan Maxim bertanya, "Anda belum pernah bertemu
dengan orang itu?"
"Baru kali itu saya menginjak kota Oxnard," ujar Ty. "Sebelumnya saya
bahkan tidak tahu kalau tempat itu ada."
"Kalau itu terjadi dua hari yang lalu," kata Detektif Cole. "kenapa Mercy
ini masih ada di tangan Anda?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Ty kembali nyengir. "Waktu saya berangkat dari Oxnard, malam sudah


larut. Dan kemarin cuacanya begitu bagus, sehingga saya beberapa kali
berhenti untuk menikmati keindahan alam di sepanjang jalan. Apa
gunanya cuaca yang nyaman kalau tidak untuk dinikmati?"
"Jadi, kemarin Anda berjalan-jalan sepanjang hari," Sersan Maxim
menyimpulkan.
"Lalu, bagaimana dengan hari ini?" tanya Detektif Cole.
"Semalam saya tidur di mobil, dan pagi ini saya mencari rumah Bibi
Mathilda dulu," Ty menjelaskan. "Maksud saya, setelah dari sini, saya
akan segera mengantarkan mobil ini."
21
Ty tersenyum penuh harap. Suasana di Jones Salvage Yard menjadi
hening. Pete dan Jupe saling berpandangan. Bibi Mathilda berdiri sambil
menundukkan kepala. Dan Sersan Maxim memelototi Ty.
"Daya khayal Anda lebih hebat dibandingkan para pendiri Disneyland,"
petugas itu berkata dengan tajam. "Kalau Anda mengira bahwa kami
percaya..."
"Begini saja," ujar Detektif Cole cepat-cepat, "bagaimana kalau kita
semua menemui kakak si laki-laki bernama Tiburon itu?"
"Oke," Sersan Maxim berkata dengan geram.
"Kalau mobil itu memang dicuri, dan sepupu saya tidak bohong," kata
Jupiter, "maka kakak si Tiburon itu tidak akan mengakui apa-apa di
hadapan polisi."
"Pokoknya kasus ini harus diusut sampai tuntas," kata Maxim.
"Anda duluan saja, Cassey," ujar Detektif Cole. "Bersikap wajar saja.
Jangan perlihatkan bahwa Anda sedang diawasi. Jupiter dan Pete akan
menemani Anda. Katakan saja bahwa mereka teman Anda, dan bahwa
Anda mengajak mereka supaya Anda tidak perlu jalan kaki setelah
mengantarkan mobil. Kami akan mengikuti Anda dari jauh."
Ty mengangguk, kemudian melompat ke Mercedes 450SL. Pete dan Jupe
menuju Pontiac Fiero berwarna hitam yang diparkir di dekat gerbang.
Pete membeli mobil itu dalam keadaan
22

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

rusak, kemudian membetulkannya sendiri. Gang Pete tidak cukup untuk


mengetok dan mengecat mobil itu, tapi mesinnya dalam keadaan mulus.
Mereka mengikuti Ty, yang telah keluar ke jalanan. Kedua polisi
membuntuti mereka dengan sebuah Dodge Aries.
Iring-iringan itu menuju ke arah pelabuhan di bagian barat kota. Alamat
yang diberikan pada Ty ternyata sebuah bodega-toko bahan makanan -di
daerah barrio-perkampungan orang-orang keturunan Spanyol. Barrio itu
merupakan kumpulan rumah-rumah mungil yang dicat dengan warnawarna cerah. Di sana-sini terdapat restoran Mexico, sejumlah motel,
serta beberapa kedai minum yang nampak jorok.
Tulisan berwarna hitam di atas pintu bodega mengatakan bahwa
pemiliknya bernama Joe Torres. Ty memarkir Mercedes yang
dikemudikannya persis di depan toko itu. Pete berhenti di belakangnya.
Kedua polisi menjaga jarak, dan mengawasi mereka dari jauh. Dalam
sekejap saja orang-orang sudah mulai berkerumun di sekitar Mercedes
yang kelihatan mengkilap.
"Kalian saja yang masuk," kata Pete. "Aku jaga mobil di luar."
Jupiter mengikuti Ty ke dalam bodega.
Di dalam, beberapa langganan sedang menawar buah-buahan dan sayurmayur: mangga, pepaya, frijole jicama, tomatillo, serta untaian cabe
berwarna hijau, merah, dan kuning. Pemilik toko di belakang meja layan
menatap tajam ke
23
arah Ty dan Jupe. Ia segera tahu bahwa mereka bukan langganan yang
biasa datang.
Ty tersenyum lalu mengangguk ramah.
"Mr. Torres? Perkenalkan, saya Ty Cassey. Saya dimintai tolong oleh
seseorang bernama Tiburon untuk menemui kakaknya."
"Lalu kenapa?" pria di balik meja layan bertanya. Tingginya sekitar 170
senti. Matanya hampir sama hitamnya dengan rambutnya. Sejenak ia
menatap Jupiter, kemudian kembali berpaling pada Ty.
"Tiburon membayar saya untuk membawa mobil kakaknya dari Oxnard
ke sini," Ty berkata. "Dia memberikan alamat ini pada saya."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Torres mengangkat bahu. Ia berbalik dan berseru ke ruang belakang,


"Hei ada yang kenal seseorang bernama Tiburon? Atau kakaknya?"
Dua pemuda Latino muncul. Mereka nampak sangar dan tidak
bersahabat. Hanya satu dari mereka yang membuka mulut.
"Tidak ada, Joe."
Joe Torres menghadap ke arah Ty.
"Sorry, Bung! Kelihatannya kami tidak bisa membantu."
Ty kini tidak tersenyum lagi. "Anda pasti mengenalnya!" sepupu Jupiter
itu ngotot.'"Tiburon sendiri yang menyebutkan alamat ini. Mobil
kakaknya ada di luar!"
Torres menggeleng dan ketawa. "Anglo-he, orang Inggris, kau benarbenar loco-sinting. Siapa yang punya mobil seperti itu di daerah barrio,
heh? Kau sinting, amigo!"
24
Tiba-tiba Ty melangkah maju dan menggenggam baju Torres. "Kau
bohong! Tiburon menyuruh aku datang ke sini!"
"Hei!" Torres mencoba mendorong Ty, tapi cengkeraman Ty terlalu
kuat. Torres tidak berhasil melepaskan diri. "Nacio! Carlos!"
Sebelum kedua pemuda itu sempat bergerak, Detektif Cole serta
Sersan Maxim bergegas memasuki toko dan mengamankan Ty. Jupiter
menduga, mereka ikut mendengarkan percakapan dengan bantuan alat
penyadap suara yang sangat peka. .
Torres melompat mundur dan mendelik ke arah Ty.
"Kau benar-benar sinting, Anglo!"
"Sinting," kata Sersan Maxim, "dan seorang pencuri. Borgol tangannya,
Cole! Kita bawa dia ke kantor."
Ty hanya berdiri seperti patung ketika Detektif Cole memasang borgol,
ia menatap Jupiter, lalu menggeleng sambil mengatakan bahwa ia bukan
pencuri. Kemudian ia digiring ke mobil para polisi.
Sersan Maxim membawa Ty pergi. Detektif Cole menyusul naik
Mercedes. Joe Torres berdiri di belakang Jupiter dan berseru, "Dasar
Anglo sinting! Dungu!"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Kedua pemuda Latino pun keluar dari toko. Mereka berdiri di depan
pintu sambil memperhatikan Jupiter. Pete rnelihat gelagat buruk, dan
segera memanggil sahabatnya dari mobil, "Ayo, Jupe! Kita pulang saja."
25
Tetapi Jupiter malah menghampiri Torres.
"Mr. Torres, dari mana Ty mengetahui alamat ini, jika tidak diberitahu
oleh seseorang?"
"Apalagi ini?!" Torres membentak sambil melotot.
"Masalahnya," Jupe menambahkan, "dia baru tiba di kota ini. Dia datang
dari New York."
Wajah Torres mulai merah padam.
"Kau terlalu banyak omong. Hei, Nacio! Carlos! Si Mulut Besar ini perlu
dikasih pelajaran!"
Dengan sikap mengancam, ketiga orang itu mendekati Jupiter.
26
3. Bob dan Lisa... dan Karen... dan...!
"Dasar sok tahu!" ujar Joe Torres, sambil mendorong bahu Jupiter.
"Saya kira...," Jupiter segera memprotes.
Sekali lagi Torres mendorongnya. "Jangan banyak omong! Kau akan
memperoleh kesulitan dengan mulutmu yang besar itu."
Nacio dan Carlos masih berdiri di ambang pintu. Keduanya nampak
cengar-cengir. Namun ketika Torres hendak mendorong lagi, Jupiter
tiba-tiba melakukan gerakan judo migishizentai.
ia meraih kemeja Torres, kemudian menariknya sehingga pria itu
kehilangan keseimbangan. Kemudian Jupiter melancarkan gerakan o
goshi, dan membanting pemilik bodega itu ke trotoar.
Torres meraung-raung ketika membentur permukaan beton yang keras,
dan tetap tergeletak di trotoar. Nacio dan Carlos terbengong-bengong.
Jupiter tidak menunggu sampai mereka berhasil mengatasi rasa kaget ia
segera kabur ke arah mobil Pete. Sahabatnya itu telah menghidupkan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

27
mesin dan membuka pintu. Begitu Jupe melompat masuk. Pete langsung
tancap gas.
"Gerakan yang jitu!" Pete memuji ketika mereka'meninggalkan daerah
barrio.
"O goshi!" ujar Jupiter sambil ketawa. "Baru minggu lalu aku
mempelajarinya."
"Judo memang hebat, tapi karate lebih bertenaga."
"Kalau aku sudah berhasil mengurangi berat badan, aku juga akan mulai
belajar karate."
Pete tidak menanggapinya. Sudah bertahun-tahun Jupiter berniat
mengurangi berat badannya. Setiap kali ada diet baru, Jupiter pasti
segera menjalankannya. Tapi sampai sekarang hasilnya belum nampak.
"Kau pasti berpendapat bahwa Joe Torres berbohong, bukan?" Pete
mengalihkan pembicaraan.
"Aku yakin 100 persen. Dan ini berarti bahwa Ty kemungkinan besar
mengatakan yang sebenarnya. Kita harus berusaha agar Ty bisa keluar
dari tahanan. Hanya Ty yang bisa membantu kita untuk
membebaskannya dari tuduhan mencuri mobil."
"Sebaiknya kita juga memberitahu Bob," kata Pete.
Ketika sampai di Jones Salvage Yard, mereka segera pergi ke karavan
yang berfungsi sebagai markas besar Trio Detektif, untuk menelepon
Bob.
Dulu karavan tua itu disembunyikan di balik tumpukan barang rongsokan.
Namun ketika Jupiter membuat inventaris-daftar barang-untuk
28
Paman Titus, ia beserta kedua sahabatnya sekaligus membereskan
semuanya. Kemudian mereka memasang kunci elektronik, sistem alarm,
alat anti penyadapan, dua buah komputer, serta AC.
Bu Andrews mengatakan bahwa Bob sedang berada di tempat kerjanya,
perusahaan pencari bakat Rock-Plus & Co. Karena itu Jupiter kemudian
menelepon ke sana. Tetapi yang menyahut ternyata hanya mesin

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

penerima telepon. Gntuk sesaat telinga Jupiter dihantam oleh musik


rock yang hingar-bingar. Kemudian ia mendengar rekaman suara Bob,
yang harus berteriak-teriak untuk mengatasi kebisingan itu. Bob minta
agar si penelepon meninggalkan pesan.
"Mungkin dia sedang mencari pemain drum," Pete menduga-duga. "Bob
pernah bilang bahwa semua pemain drum agak sinting dan tidak bisa
diatur."
"Kalau begitu nanti saja kita coba lagi," ujar Jupiter. "Sekarang kita
harus memberitahu Bibi Mathilda mengenai Ty."
Mereka menuju ruang kantor di seberang pekarangan. Bibi Mathilda
nampak gelisah ketika kedua anak itu masuk.
"Mana Ty?" ia bertanya.
"Dia dibawa ke kantor polisi," jawab Jupiter.
Kemudian ia dan Pete menceritakan kejadian di bodega.
"Kalau begitu memang dia yang mencuri mobil itu," kata Bibi Mathilda
dengan geram. "Pete dan aku tidak sependapat," Jupiter segera
29
menyangkal. "Kami yakin, si Torres pasti sengaja berbohong. Kita harus
berusaha agar Ty dilepaskan dari tahanan, supaya dia bisa membantu
kita untuk membuktikannya. Hanya Ty yang bisa mengidentifikasi lakilaki bernama Tiburon itu. Apakah Bibi bersedia menghubungi seorang
pengacara?"
Bibi Mathilda menggeleng. "Jangan terburu-buru, Jupiter Jones.
Sebenarnya kita tidak tahu apa-apa mengenai Ty, bukan? Jangan-jangan
dia bukan keponakanku. Sebelum melakukan apa-apa, aku akan
menelepon sepupuku Amy di Babylon dulu. Aku ingin memperoleh
kepastian mengenai Ty."
"Cepat, nanti jejaknya keburu dingin," Jupiter mendesak. "Kami akan
menunggu di bengkel."
Jupiter dan Pete kembali menyeberangi pekarangan, lalu menuju
bengkel di samping markas besar. Jupiter telah melengkapi bengkelnya
dengan berbagai peralatan elektronik yang ia beli atau ia rakit sendiri,
ia bahkan memasang antene parabola.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Aku akan menelepon Bob lagi," ujar Jupe.


"Tidak perlu," balas Pete sambil menunjuk ke gerbang. "Lihat, tuh!"
Sebuah VW kodok warna merah memasuki pekarangan. Sepasang kaki
wanita nongol di jendelanya. Mobil itu diikuti oleh sebuah VW Golf yang
masih baru, dan berisi dua gadis remaja.
Salah satunya duduk di sandaran kursi sambil melambaikan handuk, ia
dan temannya segera
30
turun ketika VW kodok tadi berhenti di dekat bengkel.
Bob Andrews keluar dari mobilnya. Tiga gadis berpakaian pantai turun
lewat pintu yang satu lagi.
"Kami mau pergi ke pantai," Bob berseru pada kedua sahabatnya. "Ayo,
kalian ganti pakaian dan ikut!"
"Pergi ke pantai?" tanya Jupe sambil menatap kelima gadis yang
mengelilingi Bob.
"Hei, temanmu boleh juga, Bob," kata gadis yang paling pendek sambil
mendekati Jupiter. Dengan tinggi badan sekitar 150 senti, gadis itu
nampak mungil, ia berambut pirang dan bermata biru.
Jupiter sendiri tidak terlalu jangkung-tingginya hanya 174 tiga
perempat senti. Karena itu ia paling suka pada gadis-gadis yang pendek.
Tetapi Jupe juga selalu menjadi, merah padam kalau seorang gadis
tersenyum padanya. N
"Aku... aku..."
"Sony, Bob!" kata Pete. "Aku ada latihan karate hari ini. Kecuali itu, kau
kan tahu, Kelly tidak suka ramai-ramai ke pantai."
"Hei, kita kan lagi libur, Pete! Sekali ini kau tidak usah latihan, deh. Apa
kau lupa, aku juga latihan di tempat yang sama?" balas Bob sambil
ketawa. "Katakan pada Kelly bahwa kau sekali-sekali ingin melakukan
sesuatu yang kau kehendaki. Jangan takut, Kelly pasti betah kalau sudah
sampai ke pantai."
"Ya, pasti asyik," ujar gadis yang pendek.
31

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Apalagi kalau teman-temanmu ikut, Bob," ia menambahkan sambil


melirik Jupiter.
Jupiter menjadi pucat pasi. "Aku... ehm.... Kami harus... ehm...
maksudku...," ia tergagap-gagap. "Maksudku begini, Bob: ada kasus baru
yang harus kita tangani! Polisi menduga bahwa sepupuku yang bernama
Ty Cassey terlibat pencurian mobil. Dia ditangkap dan dijebloskan ke
tahanan. Kita harus menemukan para pencuri yang sebenarnya, dan
membebaskan Ty."
"Kasus baru?" tanya Bob. Matanya nampak berbinar-binar. "Pencurian
mobil?"
"Bibi Mathilda akan menghubungi pengacaranya untuk membebaskan Ty.
Setelan itu kita akan menyelidiki kebenaran cerita sepupuku itu."
"Cerita apa?" Bob kembali bertanya.
"Tapi bagaimana kalau Ty ternyata berbohong, Jupe?" ujar Pete.
"Maksudku, belum tentu dia memang sepupumu."
"Hei, kalian bicara tanpa menjelaskan duduk perkara sebenarnya!" Bob
berseru dengan kesal.
"Lho," kata Pete berlagak tak bersalah, "aku pikir kau mau pergi ke
pantai."
Seorang gadis berambut merah yang ikut di VW kodok Bob berkata,
"Ayo, Bob! Apa lagi yang kita tunggu?"
'Teman-temanku dapat kasus baru, Lisa," Bob menjelaskan.
"Jadi tidak sih, kita pergi?" seorang gadis lain bertanya.
32
"Apakah kau tidak ingin ikut ke pantai bersama kami?" gadis yang
pendek bertanya pada Jupiter.
"Kami... kami... harus membantu sepupuku," jawab Jupiter gugup.
"Mungkin lain kali..."
"Jupiter benar," kata Bob. "Bagaimana kalau besok saja kita ramairamai ke pantai? Oke? Sekarang aku harus membantu teman-temanku.
Kami bekerja sebagai detektif."
"Tapi kita ke sini kan naik mobilmu, Bob," Lisa mengomel. "Bagaimana
caranya kami kembali ke coffee-shopT'

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kalian semua bisa ikut mobil Karen," ujar Bob. "Sampai besok, ya! Oke,
Lisa?"
Kelima gadis itu memasang tampang masam. Bob mengantarkan mereka
sampai ke mobil Karen, kemudian melambaikan tangan ketika mereka
berangkat. Empat gadis membalas lambaiannya. Tapi Lisa, si Rambut
Merah, nampak benar-benar kesal. Bob hanya menggelengkan kepala
kemudian segera kembali pada Pete dan Jupiter.
"Sekarang tolong jelaskan semuanya," ia berkata. "Dan awas kalau kasus
ini tidak semenarik yang kalian gambarkan tadi. Gadis-gadis tadi benarbenar kesal padaku-terutama Lisa."
Melihat pakaian Bob, Jupiter menyimpulkan bahwa sahabatnya itu baru
pulang dari tempat kerjanya di kantor Rock-Plus & Co.
"Kau yakin bahwa kau tidak perlu kembali ke kantor?" Pete menyindir.
"Jangan-jangan nanti kau tiba-tiba teringat bahwa kau harus kerja lagi."
Belakangan ini Bob memang sibuk sekali.
33
Sejak berhenti bekerja sambilan di perpustakaan, mengganti
kacamatanya dengan lensa kontak, dan mendapat pekerjaan baru di
perusahaan pencari bakat milik Saxon Sendler, hampir seluruh waktunya
tersita untuk urusan kantor. Karena itu ia jarang berkumpul dengan
kedua anggota Trio Detektif yang lain. Pete benar-benar sebal, dan ia
sering menegur Bob sehubungan dengan kelakuannya itu. Setiap kali
Jupiter harus melerai mereka.
"Tadi aku menelepon ke rumahmu, Bob," ujar Jupiter cepat-cepat. "Tapi
ibumu mengatakan, kau lagi bekerja."
"Memang," jawab Bob. "Tapi Sax harus pergi ke Los Angeles, sehingga
tidak membutuhkan aku hari ini. Dalam perjalanan pulang, aku mampir di
coffee-shop dan bertemu dengan gadis-gadis tadi. Sudahlah, lebih baik
kalian katakan saja apa yang telah terjadi."
Dengan singkat Jupiter menceritakan segala sesuatu yang diketahuinyatermasuk keterangan Ty mengenai bagaimana ia bisa mengendarai
sebuah Mercedes mewah, padahal untuk menginap di hotel murahan pun
ia tak punya uang.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Terus terang saja," ujar Jupiter, "cerita sepupuku itu memang kurang
meyakinkan. Tapi rasanya dia tidak mungkin mengarang nama seperti
Tiburon. Dalam bahasa Spanyol, Tiburon berarti ikan hiu."
"Barangkali Tiburon tahu bahwa Mercedes itu mobil curian, lalu
menggunakan nama samaran," kata Pete.
34
Hmm, belum tentu juga," Bob menanggapinya sambil mengerutkan
kening. "Di Rocky Beach pun ada orang dengan nama seperti itu. Dia
lebih dikenal sebagai El Tiburon and the Piranhas!"
4. Bob Beraksi
Terheran-heran Jupiter dan Pete menatap rekan mereka.
"Siapa atau apa El Tiburon and the Piranhas itu?" tanya Jupiter.
"Mereka adalah sebuah band Latino dengan spesialisasi irama Salsa "
Bob menjelaskan. "Tetapi mereka juga bisa memainkan musik rock biasa.
El Tiburon adalah pemain lead-guitar. Dia juga merangkap sebagai
penyanyi. Selain itu masih ada pemain gitar pengiring, pemain bas,
pemain drum, dan pemain keyboard"
"Salah satu band yang ditangani oleh bos-mu?" tanya Pete.
"Bukan," ujar Bob sambil menggeleng. "Mereka ditangani oleh Jake
Hatch, saingan utama Sax di Rocky Beach. Sax berpendapat: musik
mereka menyakitkan telinga. Tapi mereka sering main di pub-pub kecil,
dan di pesta-pesta pribadi. Mereka juga tampil sebagai band pengganti,
terutama di pub-pub Latino."
"Apakah di antara anggota mereka ada laki-laki
36
bernama Joe Torres?" tanya Pete. ia lalu menyebutkan ciri-ciri pemilik
bodega di daerah barrio itu.
"Tidak ada, anggota band itu masih muda-muda. Aku kira El Tiburon-lah
yang paling tua di antara mereka. Dan usianya baru sekitar dua puluh
dua atau dua puluh tiga tahun."
"Apakah mereka sering tampil di Rocky Beach?" Jupiter bertanya.'

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"El Tiburon and the Piranhas tampil di sepanjang pantai California


bagian selatan-bahkan di Los Angeles. Mereka salah satu band paling
populer yang ditangani oleh Hatch. Semua band yang baik sudah
dipegang oleh Sax. Hatch benar-benar kesal karena itu. Tapi Sax tidak
peduli. Dia hanya tak habis pikir bagaimana Hatch bisa menarik
keuntungan dengan band-bandnya yang buruk itu."
"Apakah ada kemungkinan bahwa El Tiburon sempat main di..." ujar
Jupiter.
Tiba-tiba Bibi Mathilda bergegas keluar dari ruang kantor, dan
menyeberangi pekarangan, ia mengenakan scarf sutera baru berwarna
cerah. Jupe menebak bahwa scarf itu merupakan hadiah yang dibawa Ty
dari New York.
"Ty ternyata memang keponakanku, tapi ibunya benar-benar
keterlaluan," Bibi Mathilda langsung marah-marah. "Aku ingat lagi
ketika berbicara dengan dia. Dari dulu aku tidak pernah menyukai Amyitulah sebabnya kenapa aku melupakannya selama ini. Pantas saja Ty
kabur ke California."
37
"Apa yang dikatakannya, Bibi Mathilda?" "Macam-macam, terutama
mengenai Ty. Kasihan anak itu," wanita yang sedang marah itu berkata
sambil menggeleng.
"Apakah dia menyinggung bahwa Ty berurusan dengan polisi?" Jupiter
mendesak. "Bahwa dia terlibat pencurian mobil?"
"Amy menyebutnya sebagai pemalas, tidak bertanggung-jawab, tak bisa
diandalkan, dan banyak hal yang lebih buruk dari itu!" "Bibi Mathilda?!"
Jupiter mendesah. Wanita itu masih menggerutu sesaat, namun
kemudian menggelengkan kepala. "Amy tidak mengatakan apa-apa
mengenai pencurian mobil. Ty memang pernah berurusan dengan polisi
ketika masih seumur kalian. Masalah kenakalan remaja seperti
vandalisme-merusak tanpa alasan-dan sebagainya. Dia juga pernah
kecanduan obat bius. Tapi itu terjadi sepuluh tahun yang lalu. Sejak itu
dia tidak pernah macam-macam lagi. Kelihatannya dia sudah sadar."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter mengangguk. "Apakah sepupu Bibi itu akan membantu untuk


mengeluarkan Ty dari tahanan?"
"Tidak! Dia bilang bahwa dia tidak akan mengeluarkan sepeser pun untuk
anaknya yang tidak keruan itu. Dia berpendapat bahwa Ty harus
bertanggung-jawab atas perbuatannya sendiri. Aku sudah menelepon
pengacaraku. tapi dia mengatakan bahwa takkan mudah untuk
membebaskan Ty."
38
"Kenapa?" tanya Pete.
"Apakah ada sesuatu yang tidak kami ketahui?" ujar Bob.
Bibi Mathilda nampak serius. "Pihak polisi tidak bersedia
melepaskannya, meskipun dengan uang jaminan."
"Atas dasar apa?" Jupiter berseru.
"Karena Ty sudah pernah berurusan dengan polisi, dan karena dia
berasal dari negara bagian lain. Dan yang lebih penting: dia akan
dijadikan saksi terhadap komplotan pencuri mobil yang diduga
beroperasi di Rocky Beach."
"Kapan kita memperoleh kepastian apakah Ty bisa dilepaskan atau
tidak?"
"Nanti siang aka ada rapat," Bibi Mathilda berkata. "Tapi sebelum itu,
pengacaraku mau bicara dengan seorang hakim dulu."
"Tapi Bibi akan terus berusaha, bukan?" tanya Jupiter penuh harap.
"Kami memerlukan bantuan Ty dalam kasus ini."
Wanita itu mengangguk, kemudian kembali ke ruang kantor untuk
menelepon pengacaranya lagi. Ketiga detektif remaja saling
berpandangan di dalam bengkel.
"Jupe, apa ada yang bisa kita lakukan tanpa dia?" tanya Pete.
"Untuk sementara kita memang terpaksa bergerak tanpa bantuan Ty,"
jawab Jupiter sambil merenung. "Hmm, rupanya polisi menduga ada
komplotan pencuri mobil yang beroperasi di Rocky Beach. Berarti akhirakhir ini pasti banyak
39

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

kasus pencurian mobil di sekitar sini." Ia berpaling pada Bob. "Bob,


apakah kau bisa mencari keterangan'mengenai El Tiburon and the Piranhas? Aku perlu tahu, apakah mereka tampil di Oxnard pada malam Ty
dimintai tolong oleh Tiburon untuk membawa Mercedes itu ke sini."
"Beres! Aku akan menanyakannya pada Jake Hatch."
"Wah, jangan! Orang lain tidak boleh tahu bahwa kita sedang
menyelidiki kasus ini."
"Kalau begitu aku akan mencari jalan lain," Bob menanggapi keberatan
sahabatnya sambil nyengir.
"Bagaimana kalau sekarang juga?" Jupiter mendesak.
"Oke? Ayo, kita ke sana."
"Aduh," Pete mendesah. "Aku tidak bisa bolos latihan karate. Sore ini
ada demonstrasi kata baru."
"Memangnya kenapa?" tanya Jupiter.
"Kata adalah jenis latihan yang disampaikan secara turun-temurun," Bob
menjelaskan. "Seluruh semangat karate terkandung dalam gerakangerakan itu. Jumlahnya ada sekitar 50. Kita harus melakukan gerakangerakan tertentu pada waktu yang tepat. Setiap bulan kami mempelajari
kata baru."
"Kecuali itu, setelah latihan aku harus menjemput Kelly," Pete
menambahkan. "Dia ikut senam aerobik pada waktu yang sama."
"Kalau begitu Bob dan aku saja yang pergi," ujar Jupiter. "Nanti kita
ketemu lagi di sini, oke?"
40
Bob kembali tersenyum. "Kau bakal rugi besar, Pete! Tapi tak apa-apa.
Nanti akan kuceritakan bagaimana caranya kami mengelabui Jake Hatch.
Bayangkan wajahnya kalau dia..."
"Ah, sudahlah!" Pete berseru dengan kesal. "Aku bolos saja. Setelah
urusan ini selesai, aku akan menjemput Kelly. Ayo, berangkat, deh!"
Semuanya ketawa ketika Pete mengambil mobilnya, dan Bob bergegas
menuju VW Kodok yang antik, namun mengkilap dan terawat baik.
Sementara Jupiter masih berpikir akan ikut siapa, sebuah sedan Jaguar
XJ6 berwarna perak memasuki pekarangan. Seorang gadis langsing

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

berambut cokJat turun dari mobil itu. Ia melambaikan tangan pada si


pengemudi.
"Terima kasih banyak, Daddy! Aku akan,diantar pulang oleh Pete. Sampai
nanti!"
Sedan Jaguar itu segera pergi. Kelly Madigan berlari menyeberangi
pekarangan, lalu menggandeng tangan Pete. Tingginya hanya sebahu
pacarnya itu.
"Daddy tidak bisa mengantarku ke tempat senam, karena itu aku minta
didrop di sini saja," ujar Kelly. Sambil berjinjit ia mencium ujung hidung
Pete. "Kita toh akan ketemu seusai latihan."
Pete nampak gugup. "Ehm, Kelly... hari ini aku tidak latihan. Aku...."
"Kau tidak latihan? Kenapa?"
"Kami... kami dapat kasus baru yang cukup berat, Kelly. Sepupu Jupiter
berada dalam kesulit41
an. Kami harus membereskan kasus ini, supaya Ty bisa keluar dari
tahanan."
"Kasus baru? Hmm, aku tahu bahwa itu penting untukmu, tapi kita kan
selalu latihan karate dan senam aerobik pada hari Senin. Bagaimana kau
bisa mengantarkanku pulang, kalau kau sedang sibuk menangani kasus
itu? Lagi pula Ibu menunggu kita untuk makan malam. Kau tidak lupa,
kan? Aku yakin, Jupe dan Bob bisa menangani tugas untuk hari ini. Ayo,
nanti kita terlambat."
Kelly melambaikan tangan ke arah Jupiter dan Bob, lalu menarik
pacarnya yang nampak kebingungan. Sambil mengangkat bahu Pete
masuk ke mobilnya. Sesaat kemudian ia dan Kelly sudah berada dalam
perjalanan menuju tempat latihan.
"Itulah sebabnya mengapa aku tidak mau pacaran!" ujar Bob sambil
mengerutkan kening. "Aku tidak mau terikat. Jauh lebih menyenangkan
kalau kita bebas menentukan pilihan. Betul tidak, Jupe?"
"Kalau punya pilihan...," Jupiter mendesah. "Astaga, Jupe! Aku kan sudah
sering memperkenalkan teman-temanku padamu. Begitu juga Pete. Masa
di antara sekian banyak gadis tidak ada yang kau sukai?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Masalahnya, mereka tidak menyukai aku!" "Ah, cukup banyak gadis yang
menyukaimu. Si kecil Ruthie tadi, misalnya. Aku yakin, dia pasti
menyukaimu. Sekarang semuanya tergantung pada usahamu." Jupiter
tersipu-sipu. Langsung saja ia meng42
alihkan pembicaraan. "Ngomong-ngomong, bagaimana caranya
memperoleh keterangan mengenai El Tiburon and the Piranhas?"
"Jangan takut. Ayo, kita berangkat"
"Ke mana?"
"Ke kantor Jake Hatch!"
"Tapi dia tidak boleh tahu bahwa kita sedang menyelidiki mereka."
Bob tersenyum. "Serahkan saja semuanya padaku!"
Beberapa waktu kemudian mereka berhenti di depan sebuah bangunan
tua berlantai tiga yang nampak tak terurus. Bangunan itu terletak di
pinggir daerah pusat perbelanjaan. Bob memarkir mobilnya di
pekarangan belakang.
Bangunan tua itu tidak dilengkapi lift. Ruang tangga hanya diterangi
cahaya yang masuk melalui sky-light (jendela di atap). Setelah naik ke
lantai tiga, Bob membuka pintu sebelah kanan di ujung selasar. Bersama
Jupiter ia memasuki sebuah ruang tunggu. Ruang kerja Jake Hatch
berada di belakangnya.
"Hi, Gracie," Bob menegur seorang wanita muda. "Mr. Hatch ada?"
Wanita muda yang cantik itu duduk di balik meja tulis, dan lagi sibuk
mengetik. Namun begitu melihat Bob, ia segera tersenyum ramah.
"Kau kan tahu, dia sedang makan siang."
Bob duduk di tepi meja dan menampilkan senyum yang menawan.
"Memang, justru karena itu aku datang jam segini."
43
Wanita muda di hadapannya ketawa. Ia sekitar lima tahun lebih tua dari
Bob. Tetapi s6rot matanya mengatakan bahwa ia senang bertemu
dengan pemuda itu.
"Bob Andrews, kau terlalu yakin pada diri sendiri."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Apakah salah kalau aku lebih suka ngobrol denganmu dibandingkan


dengan Jake, Gracie?" tanya Bob. Senyumnya semakin lebar. "Lagi pula,
aku mengajak temanku Jupiter supaya bisa berkenalan denganmu. Jupe,
ini Grace Salieri, sekretaris terbaik dalam bisnis ini."
"Senang berkenalan dengan Anda, Miss Salieri," kata Jupiter.
"Panggil aku Gracie saja, Jupiter," wanita muda itu membalas sambil
tersenyum. "Dan kau, Bob-sebaiknya kau simpan basa-basimu untuk
kesempatan lain. Apa tujuanmu sebenarnya, hmm?"
"Sax punya klien yang mencari band yang bisa main salsa," Bob
menjelaskan. "Kami kebetulan tidak punya. Orang itu sempat melihat
pertunjukan yang menarik di Oxnard beberapa hari yang lalu. Dia lupa
nama bandnya. Tapi ada kemungkinan dia nonton El Tiburon and the
Piranhas. Sax ingin tahu apakah mereka tampil di Oxnard dua malam
yang lalu, dan apakah mereka sudah dipesan untuk beberapa hari
mendatang?"
"Jake pasti minta komisi penuh untuk Tiburon."
"Sax bilang, dia tidak peduli. Dia hanya ingin menyenangkan kliennya."
44
Gracie berdiri dan masuk ke ruang kerja bosnya.
"Mau ke mana dia, Bob?" tanya Jupiter.
"Mengecek daftar pertunjukan yang tertempel di ruang kerja Jake. Sax
juga memakai sistem ini. Lebih cepat dibandingkan dengan komputer."
Grace Salieri kembali. "Yep, Tiburon dan anak buahnya memang tampil
di Oxnard. Dua malam yang lalu mereka manggung di pub The Deuce.
Dan selama dua hari mendatang mereka akan main di The Shack"
"Sip, Gracie! Terima kasih banyak!" kata Bob. ia membungkuk dan
mencium kening wanita muda itu. "Sax akan menanyakan di mana
kliennya melihat band yang disukainya itu. Kalau memang di The Deuce,
maka Jake akan memperoleh komisi yang lumayan besar."
Gracie ketawa, lalu berlagak mengusir Bob dan Jupiter
Ketika menuruni tangga, Bob berkata pada sahabatnya.
"Nah, dengan cara ini semuanya beres. Biarpun Gracie menceritakan
kedatangan kita, Jake Hatch hanya akan memikirkan uang yang bakal

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

diperolehnya. Sedangkan kita sekarang sudah mendapat kepastian


bahwa Tiburon memang berada di Oxnard ketika Ty mampir ke sana."
"The Shack adalah nama restoran pizza," ujar Jupiter. "Kita bebas
masuk ke sana. Kalau Ty sudah keluar dari tahanan, mungkin dia bisa
mengidentifikasi Tiburon. Kalau tidak, kita bisa
45
menemui Tiburon dan mengajukan beberapa pertanyaan." "Kapan?"
"Nanti malam. Kita berkumpul di markas besar," kata Jupiter. "Setelah
itu kita pergi ke The Shack, untuk menemui El Tiburon and the
Piranhas."
46
5. Ikan Buas di Atas Panggung
The shack merupakan restoran pizza yang sedang in, dan selalu ramai
dikunjungi-terutama oleh anak-anak High School setempat. Letaknya di
bagian timur kota Rocky Beach. Jupiter dan Bob tiba pukul delapan.
Pete ternyata tidak bisa ikut ia harus menemani Kelly ke sebuah pesta.
Jupiter hanya geleng-geleng saja.
Hampir semua bar atau pub yang menampilkan musik hidup, juga
menyajikan minuman beralkohol. Karena itu remaja-remaja di bawah usia
21 tahun dilarang masuk. Undang-undang itu ditaati dengan ketat. Jika
anak-anak di bawah umur berkeras ingin menyaksikan suatu
pertunjukan, mereda harus duduk di belakang panggung-di bawah
pengawasan petugas keamanan. Tapi The Shack hanya menyediakan
minuman ringan, sehingga anak sekolah pun bebas keluar masuk.
Hampir setiap malam The Shack jadi tempat berkumpul anak-anak
muda. Namun malam ini merupakan suatu perkecualian.
Ketika Jupiter dan Bob masuk, mereka melihat
47
dua pemuda tanggung sedang bermain pinball. Dua orang lagi sedang
makan pizza sambil menatap pesawat TV yang tak bersuara. Empat

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

gadis Latino duduk di atas salah satu meja di pinggir lantai dansa.
Gadis-gadis itu rupanya pacar-pacar para pemain band, sebab hanya
merekalah yang memperhatikan band di atas panggung.
The Shack nyaris kosong, tetapi musik yang dimainkan terasa
memekakkan telinga.
"Lalala bamba... bamba... bamba!"
Seorang pemuda Latino sedang asyik menyanyikan sebuah lagu berirama
Latin, ia diiringi gitar, bas, serta keyboard. Si pemain drum menggebuk
peralatannya dengan semangat tinggi. Panggung kecil itu penuh sesak
dengan berbagai peralatan, sehingga para pemain band nyaris tak punya
tempat untuk bergerak. "La... bam... baaa!"
El Tiburon and the Piranhas! Mereka berjingkrak-jingkrak, berputarputar, dan nyengir seperti orang gila di ruangan yang hampir kosong itu.
Wajah-wajah mereka nampak basah karena keringat. ,
"Astaga, permainan mereka ternyata memang buruk," Jupiter berbisik
pada Bob.
"Menurut Sax, suara mereka lebih merdu kalau berteriak daripada kalau
lagi menyanyi," balas Bob sambil mengangguk.
"El Tiburon pasti laki-laki berpakaian serba putih itu, bukan?"
48
"Betul, si jangkung yang berdiri di depan sambil memainkan lead-guitar."
Jupiter memperhatikan pemuda Latino itu dengan saksama. El Tiburon
memang orang panggung sejati, ia tampil penuh gaya, meskipun tidak
didukung oleh bakat yang memadai. Keempat anggota Piranha di
belakangnya mengenakan celana hitam dan kemeja merah.
"Tempat ini bukan tempat nongkrong anak-anak Latino," ujar Bob sambil
memandang sekeliling. "Aku tidak mengerti kenapa Jake menyuruh
mereka main di sini."
"Aku juga agak heran," Jupiter berkomentar.
Kelima anggota band kini mulai memainkan musik rock 'n' roli. Para
pengunjung menghentikan kesibukan masing-masing, dan mulai
memperhatikan panggung. Orang-orang mulai berdatangan, tetapi The
Shack tetap kelihatan kosong. Tiba-tiba Bob menyentuh lengan Jupiter.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Jupe, itu Jake Hatch!"


Seorang pria pendek dan gempal baru saja melangkah masuk. Wajahnya
pucat, ia mengenakan setelan jas abu-abu yang nampak mahal.
Jake Hatch melirik ke arah panggung. Kemudian ia menyadari bahwa
lebih dari setengah kursi masih kosong.
"Apakah dia akan mengenalimu?" tanya Jupiter.
"Pasti!" jawab Bob. "Dia mungkin tidak tahu kenapa kita menginginkan
Tiburon, tapi Gracie pasti cerita bahwa aku berkunjung ke sana."
49
Hatch masih berdiri di dekat pintu. Dengan wajah masam ia
menyaksikan penampilan El Tiburon. Lagu yang tengah dimainkan
berakhir. Para anggota band segera meletakkan alat musik masingmasing, lalu bergabung dengan para gadis di depan panggung. Jake
Hatch menyalakan sebatang cerutu. Kemudian ia melihat Bob, dan
mengerutkan alis. Langsung saja ia menghampiri anak muda itu.
"Nah?" ujar Hatch sambil menarik kursi. "Rupanya Sendler
membutuhkan El Tiburon and the Piranhas, heh? Asal tahu saja: aku
tidak akan berbagi komisi dengan dia."
"Kami mungkin memerlukan sebuah band Latino dalam waktu dekat ini,"
jawab Bob tenang. "Sax mengirimku untuk menyaksikan penampilan
Tiburon. "Dia sendiri mencari band di LA*"
Hatch ketawa terkekeh-kekeh. "Menurut Gracie situasinya bukan
seperti itu. Kalian punya klien yang sempat menonton Tiburon dan
teman-temannya di Oxnard beberapa hari yang lalu. Dan orang itu ingin
mengontrak mereka."
"Tapi belum tentu kami berhasil menemukan Tiburon, bukan?" balas Bob
sambil nyengir. "Saya bisa menghubungi dia bersama klien kami. Tapi
komisinya harus dibagi rata."
Wajah Hatch menjadi merah padam. "Suatu hari aku akan mengusir Sax
Sendler dari Rocky
*LA = Los Angeles
50

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Beach! Semua orang tahu bahwa-dia tukang tipu yang bersedia


melakukan apa pun juga untuk mendapatkan order. Kau pun akan
mengalami nasib seperti dia, kalau kau tidak segera membenahi diri."
"Terima kasih atas peringatan Anda," ujar Bob.
"Hei, Andrews," kata Hatch. ia mengepulkan asap cerutunya. "Aku punya
nasihat untukmu: tinggalkan Sendler! Kau tidak punya masa depan kalau
terus ikut dia. Ngomong-ngomong, apakah kau berminat memperoleh
tambahan uang?"
"Rejeki tidak boleh ditolak." Bob tersenyum.
"Kalau begitu, ceritakan tentang segala kegiatan Sendler. Siapa saja
klien-kliennya? Bagaimana dia menangani band-band yang dipegangnya?"
"Wah, Mr. Hatch!" Bob berlagak terkejut. "Itu namanya berkhianat"
"Ah, semua orang melakukannya."
"Sorry, Mr. Hatch. Tapi saya tidak punya kebiasaan seperti itu."
Jake Hatch langsung melotot.
"Jangan sok jujur, Bung! Memangnya untuk apa kau datang ke sini, heh?
Kaupikir aku tidak tahu bahwa Sendler mengutusmu untuk mengontrak
Tiburon tanpa sepengetahuanku?"
"Siapa bilang?" Bob menanggapinya sambil tersenyum. "Sax sama sekali
tidak..."
Jupiter cepat-cepat menendang kaki Bob di bawah meja. Sahabatnya itu
tidak boleh mengemukakan bahwa Sax Sendler sama sekali tidak tahumenahu mengenai kedatangan mereka ke
51
sini. Jake Hatch pasti akan menyadari bahwa cerita mengenai klien yang
mencari band Latino hanya isapan jempol belaka. Sekarang pun dia
sudah mulai curiga. Namun sebelum Hatch sempat mengatakan sesuatu,
El Tiburon keburu muncul.
"Hei, kalian pasti sedang berbicara mengenai El Tiburon, heh?"
pemimpin band itu berseru. "Kalian pasti penggemarku! Betul-tidak?
Kalian menyukai musik kami. Kalian harus menyaksikan El Tiburon and
the Piranhas."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ehm...," Bob mulai berkata. "Kalian memang hebat," Jupiter


mendahuluinya. "Terutama Anda. Anda pasti El Tiburon?"
"Yeah, saya sendiri!" si pemain gitar merangkap penyanyi berkata sambil
menegakkan badan. Wajahnya berbentuk memanjang. Tampangnya
mencerminkan rasa percaya diri yang tinggi.
"Hei, kalian mau foto dengan tanda-tangan? Jake, berikan dua lembar
foto pada mereka!"
Hatch menatap Jupiter dengan penuh curiga, ia tidak tahu apa hubungan
pemuda itu dengan Bob. Keraguannya itu nampak jelas pada wajahnya.
Jika Jupiter memang penggemar El Tiburon, maka Hatch harus bersikap
ramah. Tapi kalau Jupiter hanya menemani Bob, maka Hatch tidak sudi
berurusan dengannya. Supaya aman, ia akhirnya memutuskan untuk
mengulur waktu, sekaligus memberitahu Tiburon mengenai Bob.
"Foto-fotonya ada di mobil. Nanti aku ambil satu." Sambil melirik ke
arah Bob, ia menambah52
kan, "Yang satu ini bukan penggemarmu. Dia bekerja di tempat..."
"Hei, man! Memangnya aku tidak bisa mengenali penggemarku?!" Tiburon
berseru dengan kesal. "Tolong ambilkan dua lembar foto untuk kawankawanku ini, oke?"
Baik Bob maupun Jupiter menduga Hatch akan meledak. Tetapi pencari
bakat itu hanya menelan ludah, ia berusaha untuk tersenyum, kemudian
keluar lewat pintu depan.
"Apa aku boleh minta satu foto untuk sepupuku Ty?" Jupiter bertanya
setelah Hatch pergi.
"Boleh saja. Jake pasti akan membawa setumpuk. Sepupumu juga
penggemar kami?"
"Sebenarnya bukan," kata Jupiter. "Ty bilang dia mengenal Anda. Dia
ingin berbicara dengan Anda."
"Dia juga pemain musik? Aku mengenal banyak pemain musik yang
tergabung di band lain."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bukan," jawab Jupiter. "Dia adalah pemuda yang Anda mintai tolong
untuk membawa mobil kakak Anda ke Rocky Beach. Ty sudah berusaha,
tetapi dia tidak berhasil menemukan kakak Anda."
Senyum di bibir El Tiburon menghilang perlahan-lahan. Kemudian ia
kembali nyengir-namun kini maknanya berbeda sama sekali.
"Yeah, aku sudah dengar cerita mengenai si Anglo yang sinting itu. Dia
mencuri mobil mewah, lalu bercerita pada semua orang bahwa aku minta
dia untuk mengantarkannya ke tempat kakakku. Hah, dasar loco! Polisi
pun tidak mau percaya
53
pada cerita gila seperti itu. Sepupumu, heh? Sayang sekali."
"Jadi, Anda tidak tahu apa-apa mengenai Ty maupun mobil itu?" tanya
Bob.
Tiburon ketawa. "Hei, Bung! Saudaramu itu seharusnya tinggal di
Oxnard saja. Coba pikir, aku sama sekali tidak punya kakak di Rocky
Beach!"
Pemimpin band itu berdiri. Sambil ketawa ia kembali ke panggung.
Bob mengerutkan kening, lalu menatap Jupiter. "Jupe? Kalau dia tidak
punya kakak di sini, maka itu berarti Ty telah membohongi kita!"
Di atas panggung keempat rekan El Tiburon sedang memandang ke arah
Jupiter dan Bob. Jake Hatch kembali sambil membawa setumpuk foto.
ia menatap kedua detektif remaja, kemudian menoleh ke arah El
Tiburon and the Piranhas, yang sedang sibuk menyetem alat masingmasing.
"Ayo," ujar Jupiter cepat-cepat. "Kita pergi dari sini."
"Bagaimana dengan foto El Tiburon?" tanya Bob heran.
"Aku punya akal lain. Perhatikan saja."
Mereka berpapasan dengan sejumlah orang yang baru masuk, kemudian
meninggalkan restoran pizza itu. Ketika melewati papan pengumuman,
Jupiter cepat-cepat menarik foto El Tiburon.
Bob masih penasaran ketika mereka sampai ke mobilnya.
54

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Jupe, Tiburon tidak mungkin berbohong mengenai kakaknya! Dan itu


berarti bahwa Ty yang membohongi kita."
"Belum tentu," Jupe membela sepupunya. "Bagaimana kalau Tiburon
menyuruh Ty mengantarkan mobil curian ke Rocky Beach, kemudian
memberikan alamat yang ia sebutkan sebagai alamat kakaknya? Kecuali
itu," ia menambahkan, "Tiburon hanya mungkin mendengar cerita
mengenai Ty dari kita berdua, dari polisi, atau dari Joe Torres dan
kedua tukang pukulnya. Kita tidak mengatakan apa-apa. Polisi pun pasti
tidak akan membuka rahasia dinas. Berarti tinggal Joe Torres dan
teman-temannya. Salah satu dari mereka-mungkin juga semuanyamengenal Tiburon, dan membohongi kita dan polisi!"
"Wah, benar juga, Jupe!" kata Bob.
"Masih ada lagi," ujar Jupiter. "Kita sama sekali tidak menyinggung kota
Oxnard di hadapan Tiburon tadi. Tapi dia tahu bahwa Ty memperoleh
Mercedes itu di sana."
"Wow! Kalau bukan Torres yang menceritakan hal ini pada Tiburon,
berarti Ty mengatakan yang sebenarnya. Hmm, bagaimana langkah
selanjutnya?"
"Kita akan menunggu sampai El Tiburon and the Piranhas keluar dari The
Shack."
55
6. Ikuti Hiu Itu!
Musik yang keluar dari The Shack memecahkan keheningan malam.
Sambil menunggu, Bob dan Jupiter menggigil kedinginan di dalam VW
kodok kepunyaan Bob. Iklim di California Selatan sebenarnya merupakan
iklim gurun-panas pada siang hari, tetapi dingin di waktu malam. Di awal
musim semi, rasa dinginnya terasa menusuk sampai ke tulang.
Alunan musik tetap terdengar sampai lewat tengah malam. Orang-orang
nampak keluar-masuk The Shack. Kemudian suasana menjadi hening.
Para pengunjung yang masih tersisa meninggalkan restoran pizza itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Dan beberapa saat kemudian kelima anggota band bermunculan. Mereka


nampak kesal, dan menyumpah-nyumpah dalam bahasa Spanyol.
Sesaat kemudian Jake Hatch menyusul. Nampaknya ia lagi naik pitam. Di
bawah lampu jalanan, ia mengacungkan kepalan tangan ke arah seorang
pria yang kelihatannya seperti pemilik restoran itu. Tiburon and the
Piranhas berdiri
56
mengelilingi bos mereka sambil berkacak pinggang. Akhirnya Hatch
menyerukan sesuatu pada para anggota band, lalu menuju sebuah RollsRoyce berwarna perak, ia menyalakan mesin dan langsung pergi. Si
pemilik hanya geleng-geleng, lalu masuk lagi. Tiburon dan anak buahnya
menghilang di balik restoran.
"Ikuti mereka, Bob!" ujar Jupiter cepat-cepat.
"Di belakang sana hanya ada tempat parkir, Jupe. Mereka pasti muncul
lagi," kata Bob. Sambil mengangguk ke arah Jake Hatch menghilang
tadi, ia menambahkan, "Gila, aku tidak mengerti dari mana da dapat
uang untuk membeli mobil mewah seperti itu. Yang pasti, bukan dari
perusahaan pencari bakatnya. Bahkan Sax pun tidak sanggup membeli
Rolls-Royce-biar bekas sekalipun."
Bob masih terheran-heran ketika iring-iringan mobil milik para anggota
band muncul dari balik restoran.
"Astaga!" Jupiter berseru.
Sebuah sedan besar muncul dari kegelapan. Tetapi baik merek maupun
tahun pembuatannya sudah tidak dapat dipastikan. Seluruh permukaan
mobil itu ditutupi grafiti-coret-coretan. Bahkan jendela-jendelanya pun
penuh coret-coretan.
Warna asli mobil itu sampai tidak terlihat lagi. Bagian bawahnya hampir
menyentuh permukaan aspal. Karena begitu rendah, Jupiter agak sukar
mengenali bentuk asli mobil itu.
"Sebuah low-rider-mobil dengan body direndahkan!" ia berseru.
57
Jarak dari permukaan aspal ke bagian bawah mobil itu hanya sekitar 15
senti. Suspensinya sengaja direndahkan, dan mungkin juga dimodifikasi

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

dengan sistem hidrolik. Kalau mobil itu memang dilengkapi dengan


sistem hidrolik, maka si pengemudi bisa menaikkan kendaraannya jika
akan melaju di jalan bebas hambatan. Mobil pertama itu diikuti oleh
empat buah mobil serupa. Semuanya membelok ke arah daerah barrio.
Low-rider semacam itu hanya dipakai oleh remaja-remaja Latino, dan
merupakan bagian dari gaya hidup anak muda yang tinggal di daerah
barrio. Tujuan utamanya adalah untuk membedakan diri dari kaum
Anglo, sekaligus untuk nam-pang di depan gadis-gadis. Mobil jenis lowrider biasanya selalu diurus dengan telaten. Para pemilik low-rider tak
segan-segan mengeluarkan uang untuk mengecat, memoles, dan
memasang berbagai perhiasan. Yang penting, kendaraan mereka bisa
tampil dalam kondisi prima pada malam Minggu.
Namun penampilan kelima low-rider yang kini lewat di hadapan Jupiter
dan Bob berbeda sekali. Mobil-mobil itu penuh dengan tulisan cat
semprot beraneka warna, yang memuji kehebatan El Tiburon and the
Piranhas.
"Iklan yang murah-meriah," Jupiter berkomentar. "Kita pun tidak perlu
takut kehilangan jejak. Mereka pasti tidak berani ngebut."
Bob menunggu beberapa saat, lalu mulai /mengikuti iring-iringan lowrider itu. Berulang kali
58
ia terpaksa mengurangi kecepatan, untuk menjaga jarak.
Akhirnya mereka tiba di tepi daerah barrio. Bob tertinggal beberapa
ratus meter, ketika para low-rider membelok ke sebuah tempat cuci
mobil. Letaknya bersebelahan dengan sebuah restoran Mexico-tidak
jauh dari Rocky Beach High School. Kalau lagi libur, lapangan parkir
restoran itu selalu penuh sesak-bahkan sampai lewat tengah malam. Bob
dan Jupiter pun suka mengunjungi tempat berkumpul anak-anak muda
itu.
Pelan-pelan keduanya melewati tempat cuci mobil. El Tiburon and the
Piranhas, serta keempat gadis yang menemani mereka, telah turun dari
s mobil. Kini mereka bergerombol di ruang tunggu, sambil menikmati

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

makanan kecil dan minuman ringan. Beberapa remaja Latino lainnya


bergabung dengan mereka.
"Sebaiknya kita cari tempat untuk mengawasi mereka," ujar Jupe.
"Restoran Mexico itu kelihatannya cocok."
"Cocok untuk apa?" tanya Bob sambil nyengir.
"Apa maksudmu?" balas Jupiter.
"Aku kira kau lagi diet."
"Tapi aku sudah hampir mati kelaparan," Jupiter memohon pengertian
sahabatnya.
"Hei, aku tidak peduli kalau kau gendut."
"Aku tidak gendut! Mungkin agak... ehm... berat, tapi..."
"Sony, Jupe, aku hanya main-main. Gendut
59
atau langsing-pokoknya Pete dan aku menyukaimu. Sudahlah, apa yang
akan kita lakukan sekarang?"
"Kita akan mengawasi mereka dari restoran itu," ujar Jupiter dengan
kikuk. "Tapi kalau tidak memesan apa-apa, kita pasti terlalu menarik
perhatian orang-orang."
Bob segera memutar kendaraannya, ia sengaja menoleh ke samping
untuk menyembunyikan senyumnya. Kemudian ia memasuki pelataran
parkir di depan restoran. Mereka turun dan bergabung dengan beberapa
teman sekolah yang sudah mengantri sebelumnya.
Bob dan Jupe membawa makanan mereka ke sebuah meja di teras.
Bangku di meja ini sudah lenyap, sehingga mereka terpaksa duduk di
atas meja. Tapi tempat cuci mobil di sebelah terlihat dengan jelas.
Sebenarnya tempat cuci mobil itu sudah tutup, karena malam telah
larut. Para pegawai sudah pulang semua, kecuali seorang pria setengah
baya yang berdiri di balik meja layan. Melihat sikap orang itu terhadap
El Tiburon and the Piranhas, Jupe segera menyadari bahwa mereka
merupakan langganan istimewa.
Kini kelihatan jelas bahwa El Tiburon adalah pemimpin kelompok anak
muda itu. Hanya dia yang duduk di kursi. Yang lain berdiri
mengelilinginya. El Tiburon berbicara, dan teman-temannya

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

mendengarkannya dengan patuh. Kecuali seorang gadis. Gadis itu menuju


ke
60
meja layan untuk membeli makanan kecil. Tapi El Tiburon segera
menudingnya, lalu berteriak dengan keras.
"Hei, kembali ke sini!" Jupiter dan Bob mendengar suaranya. "Aku tidak
suka kalau ada yang tidak memperhatikanku kalau aku sedang bicara!
Mengerti?!"
Pria di balik meja layan mengangkat bahu dan menggelengkan kepala.
Gadis tadi langsung ber-balik dan membentak El Tiburon. Seketika
Tiburon berdiri dan menarik lengan gadis itu. Kemudian salah seorang
pemuda yang bukan anggota The Piranhas melangkah maju, dan menepis
tangan Tiburon.
Semua orang di tempat cuci mobil tersentak kaget
Tiburon mengulurkan tangan dan menggenggam kemeja lawannya. Tapi
sekali lagi tangannya ditepis oleh pemuda itu. Tiburon langsung
melayangkan tinju. Pembela gadis tadi membalas dengan pukulan kiri.
Tiburon menghindar, menangkis, kemudian menghajar lawannya sampai
terjatuh. Kali ini tidak ada perlawanan lagi.
Tiburon mengatakan sesuatu dan ketawa. Semua ikut ketawa. Kecuali
gadis yang menentang Tiburon tadi. ia langsung berjongkok di samping
pemuda yang dipukul roboh. Tiburon kembali duduk, lalu meneruskan
ceritanya seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Jupiter dan Bob .mengikuti kejadian itu dari meja mereka.
"Sikapnya lebih mirip pemimpin gang daripada pemimpin band," ujar Bob.
"Ya," kata Jupiter. "Kelihatannya memang begitu. Mungkin bandnya
merupakan bagian dari sebuah gang. Aku rasa..." Tiba-tiba Jupe
terdiam.
Sebuah mobil baru saja berhenti di depan tempat cuci mobil. Seorang
pria turun, dan menuju ke ruang tunggu.
"Astaga, itu Joe Torres!" Jupiter berseru.
Tiburon berdiri dari kursinya, mengatakan sesuatu pada salah satu
anggota The Piranhas, kemudian bergegas keluar untuk menemui Torres.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Kedua orang itu berbincang-bincang di tempat gelap, sementara


anggota-anggota gang yang lain menunggu di dalam.
"Ternyata Torres memang berbohong," ujar Bob. "Sebetulnya dia
mengenal Tiburon. Sekarang aku yakin bahwa Ty memang disuruh
mengantarkan Mercedes itu ke tempat Torres. Cerita Tiburon mengenai
kakaknya hanya isapan jempol."
"Mungkin ya, mungkin tidak," kata Jupiter. "Torres memang berbohong
ketika mengatakan bahwa ia tidak mengenal Tiburon. Tapi itu tidak
membuktikan apa-apa, Bob. Barangkali Torres hanya bermaksud
melindungi Tiburon, tetapi tidak tahu apa-apa mengenai mobil curian itu.
Mungkin juga Tiburon hanya diperalat, tanpa menyadari persoalan
sesungguhnya."
"Lalu bagaimana caranya kita memastikan hal ini?"
62
"Kita harus cari keterangan lagi," jawab Jupiter. "Kita akan mengawasi
mereka untuk beberapa waktu."
"Tapi sekarang sudah larut malam," kata Bob. "Kalau Sax kembali dari
Los Angeles malam ini, maka besok aku harus kerja lagi."
"Kita harus mencari kepastian apakah Tiburon tahu bahwa Mercedes itu
mobil curian. Kalau ternyata tidak, maka kita harus menemukan orang
yang menyuruh Tiburon minta tolong pada Ty untuk membawa mobil itu
ke bodega milik Torres."
"Ya, Tuhan!" Bob tiba-tiba berseru tertahan. "Jupe, awas!"
Tiburon telah kembali ke ruang tunggu. Joe Torres sedang menuju
restoran tempat Bob dan Jupiter berada!
"Aduh!" kata Jupiter. Ia mulai dilanda panik. "Dia pasti akan
mengenaliku."
Restoran Mexico itu sudah hampir kosong. Para pengunjung yang masih
makan menempati meja-meja yang saling berjauhan. Pelataran parkir
diterangi lampu, dan nyaris tak terisi. Meja layan di dalam pun nampak
sepi.
"Cepat!" kata Bob. "Berlututlah!"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter berlutut di samping meja yang tak berbangku. Bob buru-buru


melepaskan jaket jeans-nya, kemudian duduk di punggung Jupiter! Ia
menutupi lututnya dengan jaket, seakan-akan kedinginan, lalu duduk
dengan santai sambil bersandar pada tepi meja.
63
Bob berlagak tak peduli ketika Torres melewati mejanya. Dalam hati ia
berharap agar pemilik bodega itu tidak menyadari bahwa tak ada bangku
pada kedua sisi meja. Untung saja Torres hanya sekilas saja melirik ke
arah Bob, kemudian langsung menuju meja layan.
"Busyet, Bob! Ternyata kau lebih berat dari yang kuduga," bisik Jupiter.
"Apakah aku sudah bisa berdiri lagi?"
"Jangan dulu! Dia masih di meja layan. Mungkin saja dia tiba-tiba
menoleh ke sini. Sebaiknya kau tetap bersembunyi."
Jupiter mendesah.
Bob ketawa. "Belum pernah aku duduk di bangku seempuk ini."
"Tunggu pembalasanku nanti!" Jupiter menggerutu.
Bob segera menyikut sahabatnya. Hampir saja Jupiter memberontak.
Gntung saja ia teringat bahwa keselamatannya sedang terancam. Bobbaru berhenti menggoda Jupiter ketika Torres kembali ke tempat cuci
mobil. Kali ini pria Latino itu sama sekali tidak memperhatikan Bob.
"Oke, dia sudah pergi," kata Bob sambil berdiri.
Jupiter bangkit, memijat-mijat punggungnya, lalu bersandar pada meja
sampai bisa berdiri tegak lagi. Ia memelototi Bob, kemudian nyengir.
"Syukurlah kau tidak kehabisan akal tadi," Jupiter memuji. "Tapi aku
rasa lebih baik kita segera pergi dari sini. Mungkin saja yang lainnya
64
menyusul untuk membeli makanan. Aku tidak berminat dijadikan bangku
lagi."
Mereka bergegas menuju VW Kodok kepunyaan Bob, kemudian pulang ke
rumah Jupiter. Pintu gerbang Jones Salvage Yard sudah terkunci.
Tempat penumpukan barang bekas itu nampak gelap gulita. Begitu juga
rumah Paman Titus.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Semuanya sudah tidur," kata Jupiter. "Coba lihat apakah Ty sudah


kembali."
Setelah masuk, kedua sahabat mengendap-endap ke ruang tidur tamu di
lantai dua. Pintunya terbuka. Tempat tidurnya kosong. Bob mulai cemas.
"Barangkali polisi sudah memperoleh bukti-bukti tambahan," katanya.
"Mungkin saja," jawab Jupiter. "Besok pagi aku akan menanyakannya
pada Bibi Mathilda. Tapi aku tetap berpendapat bahwa Ty mengatakan
yang sebenarnya."
"Mudah-mudahan saja kau benar, Jupe."
"Bagaimanapun juga, besok pagi kita bertiga kumpul di markas besar
setelah sarapan."
"Kecuali kalau Kelly sudah menyusun acara untuk Pete."
Jupiter berlagak tidak mendengar komentar sahabatnya itu. "Kalau
dipikir-pikir," ia berkata sambil merenung, "sebuah band yang tampil di
sepanjang daerah pantai merupakan penyamaran yang baik untuk
komplotan pencuri mobil."
65
7. Cadillac Berwarna Jingga
Pada pagi hari berikutnya, Pete mengenakan T-shirt bertulisan Bop Til
You Drop! Setelah mengeluarkan mobilnya dari garasi, ia segera menuju
Jones Salvage Yard. ia benar-benar penasaran mengenai apa yang
terjadi semalam. Tetapi ternyata pintu pekarangan masih dikunci,
sehingga Pete menyeberang jalan ke rumah Jupiter.
Jupiter masih sarapan bersama Bibi Mathilda dan Paman Titus. Dengan
wajah murung ia duduk sambil menghadapi menu dietnya.
"Kami belum berhasil mengeluarkan Ty dari tahanan," ia melaporkan
pada Pete.
Bibi Mathilda pun kelihatan kesal. "Hakim belum menentukan jumlah
uang jaminan yang harus kami bayar. Pengacaraku sudah berusaha, tapi
tak ada jalan untuk mendesak-desak seorang hakim. Pihak kejaksaan
tetap berkeras bahwa Ty patut dicurigai. Mereka takut Ty akan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

melarikan diri. Namun pengacaraku yakin, bahwa kita pasti akan


memperoleh keputusan hari ini. Tetapi dia
66
juga mengatakan, keputusan itu belum tentu menggembirakan."
Paman Titus, seorang pria berkumis tebal, menatap istrinya. "Kau yakin
keponakanmu itu bisa dipercaya? Terus terang saja, ceritanya kurang
masuk akal."
"Kami yakin sekali, Paman Titus," kata Jupiter. "Sejauh ini fakta yang
kami kumpulkan sudah cukup banyak. Kami hampir bisa memastikan
bahwa Ty tidak berbohong."
"Sekarang tinggal membuktikannya," Pete menambahkan.
Paman Titus mengerutkan kening. "Kalian harus hati-hati! Komplotan
pencuri mobil-tidak bisa dianggap enteng."
"Kami akan hati-hati, Paman Titus," Jupiter berjanji sambil
menghabiskan sarapannya. "Pete dan aku ke markas dulu, ya. Kami masih
menunggu Bob. Setelah itu kami mau pergi untuk mencari keterangan
tambahan. Apakah Bibi bisa meninggalkan pesan kalau Ty sudah
dibebaskan?"
"Oke, Jupiter. Aku mau menelepon pengacaraku dulu. Habis itu aku
menyusul kalian. Sudah waktunya untuk mulai bekerja."
Pete dan Jupiter menyeberangi jalan, lalu membuka kunci elektronik
pada pintu gerbang pekarangan dengan bantuan alat pengendali jarak
jauh pada ikat pinggang Jupe. Setelah berada di markas besar, Jupiter
menceritakan kejadian semalam secara terinci. Pete ketawa ketika men67
dengar cerita mengenai El Tiburon and the Piranhas, yang bermain
nyaris tanpa penonton. Tapi ketika Jupiter menyinggung kehadiran Joe
Torres di tempat cuci mobil. Pete mulai bersemangat.
"Jadi, Torres mengenal Tiburon?" ia bertanya.
"Ya!" ujar Jupe sambil mengangguk. "Sekarang kita tinggal membuktikan
bahwa memang Tiburon yang menyuruh Ty membawa Mercedes itu dari
Oxnard ke sini, dan bahwa dia tahu bahwa mobil itu mobil curian."
"Tapi dari mana kita mulai?" tanya Pete.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Pertama-tama kita rangkum semua fakta yang sudah terkumpul.


Kemudian kita susun hipotesis, yang akan kita gunakan sebagai landasan
untuk menentukan tindakan berikutnya."
"Sony, Jupe, tapi aku bukan ilmuwan-apa yang harus kita susun?"
"Sebuah hipotesis, Pete. Sebuah asumsi, sebuah perumpamaan. Dalam
hal ini, kita anggap Joe Torres sebagai anggota komplotan pencuri.
Dengan demikian cara terbaik untuk membuktikan keterlibatan Tiburon
adalah dengan mengawasi gerak-gerik Torres."
"Kedengarannya cukup menarik," Pete menanggapinya. "Kapan kita
berangkat ke bodega itu?"
"Begitu Bob datang."
"Kalau begitu aku mau mengutak-atik Corvair-ku dulu."
"Oh ya, mumpung lagi bicara soal mobil-kapan kau akan mencarikan mobil
untukku?"
68
"Aku kan sudah bilang: kalau Corvair-ku sudah beres. Tidak lama lagi,
kok. Sekarang kita toh harus menunggu sampai Bob datang, bukan?"
"Ah, alasan saja."
"Oke, oke! Kita pergi sekarang juga. Aku tahu suatu tempat di mana
orang-orang menjual mobil mereka. Kita mulai dari sana saja."
"Tapi kita belum bisa pergi," Jupiter mendesah. "Sebentar lagi Bob akan
datang."
Pete keluar dari markas besar sambil menggerutu.
Setelah ditinggal sendiri, Jupiter membuka laci paling bawah di meja
kerjanya. Setelah meyakinkan diri bahwa keadaannya aman, ia lalu
mengeluarkan sepotong coklat. Ia melahapnya sambil menunggu Bob,
yang setiap saat bisa muncul di pintu.
Tapi Bob tidak datang-datang. Lima menit berlalu, sepuluh menit,
setengah jam.
Jupiter keluar dari karavan dan menengok ke bengkel. Ternyata tidak
ada siapa-siapa. Ia mengelilingi markas besar, lalu melihat Pete
membungkuk di atas mesin mobilnya.
"Dia terlambat lagi," kata Jupiter.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Aku sudah menduganya," jawab Pete sambil tetap bekerja.


"Bob terlalu menyukai pekerjaannya yang baru," Jupiter berkomentar.
"Dia begitu semangat bekerja di kantor Sax Sendler, sehingga
melupakan urusan Trio Detektif."
69
"Bukan itu masalahnya," Pete menyangkal. "Bob terlalu sibuk mengurusi
gadis-gadis itu. Dia terlalu senang menjadi pusat perhatian mereka,
sehingga tidak sempat memperhatikan urusan lain."
"Ah, masa sih gadis-gadis itu begitu penting baginya?" balas Jupiter.
Kepala Pete muncul dari bawah kap mesin, ia mengerutkan kening dan
memelototi sahabatnya. Pada detik yang sama Karen, gadis dengan VW
Golf kemarin, memasuki pekarangan.
"Halo, Bobby ada di sini?" ia berseru.
Jupiter menggeleng.
"Sorry, kami juga lagi menunggu dia!" jawab Pete.
Karen segera meninggalkan pekarangan sambil tersenyum dan
melambaikan tangan. Beberapa saat kemudian sebuah Honda masuk.
Pengemudinya adalah Ruthie, gadis yang kelihatannya tertarik pada
Jupiter.
"Halo, Jupiter! Eh, namamu Jupiter, bukan? Apakah kau sudah ketemu
Bob pagi ini?"
Kali ini Jupiter bahkan tidak sanggup menggeleng.
"Kami belum ketemu dengan dia, Ruthie," Pete menjawab pertanyaan
gadis pirang itu sambil tersenyum.
Sebelum pergi, Ruthie sekali lagi melirik ke arah Jupiter.
"Jupe, perasaanku mengatakan bahwa dia menyukaimu," bisik Pete.
"Seharusnya kau ajak
70
dia pergi malam ini. Ke bioskop, misalnya, atau ke sebuah restoran."
Jupiter masih terbengong-bengong. "Kau yakin dia menyukaiku?" ia
bertanya kemudian.
"Seratus persen!"
"Kalau begitu, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Astaga, Jupe! Zaman memang sudah berubah, tetapi kau jangan


berharap bahwa seorang gadis mau bersikap seperti itu."
Jupiter segera mengalihkan pembicaraan. "Kalau Bob sudah datang..."
Untuk ketiga kalinya sebuah mobil masuk ke pekarangan. Pengemudinya
adalah Lisa, gadis yang berambut merah, ia sama sekali tidak
tersenyum. "Bob minta tolong untuk menyampaikan pesan pada kalian.
Sax sudah kembali dari Los Angeles, sehingga Bob harus masuk kerja.
Dan nanti sore kami mau pergi, jadi dia sibuk sepanjang hari."
Tanpa menunggu jawaban Lisa langsung memutar kendaraannya, lalu
pergi lagi. Pete hanya bisa geleng-geleng.
"Sepertinya dia tidak menyukai kita. Dia pasti berpikir bahwa Bob
terlalu banyak menghabiskan waktu dengan kita. Wah, ini bisa repot"
"Semuanya gara-gara Bob," ujar Jupiter. "Kalau begitu kita terpaksa
mengawasi Torres tanpa dia."
Sebelum pergi, mereka menanyakan keadaan Ty pada Bibi Mathilda.
Tetapi Bibi Mathilda pun belum mendapat kabar dari pengacaranya.
Kemudian kedua sahabat itu berangkat naik mobil Pete-sebuah Pontiac
Fiero. Mereka menuju ke daerah barrio, dan berhenti agak jauh dari
bodega milik Torres.
"Penampilan kita terlalu mencolok," kata Jupiter, ketika mereka
mendekati toko bahan makanan itu sambil berjalan kaki. "Kita harus
mencari tempat untuk bersembunyi."
Jupiter bukan cemas karena ia orang Anglo. Barrio di Rocky Beach tidak
sama dengan barrio raksasa di Los Angeles, New York, atau kota-kota
besar lainnya, di mana semua penduduknya keturunan Spanyol. Penduduk
daerah barrio di Rocky Beach lebih bercampur-baur, meskipun sebagian
besar memang orang Latino.
Yang membuat Jupiter agak cemas adalah: mereka orang asing di sini.
Jika mereka terus berdiri di tempat terbuka, maka cepat atau lambat
orang-orang akan curiga.
Pete menunjuk sebuah bangunan tua.
"Kita bersembunyi di balik tembok itu saja! Dari sana kita tetap bisa
mengawasi bodega."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Oke," ujar Jupe. "Kelihatannya rumah itu tak berpenghuni. Cocok sekali
untuk kita."
Mereka segera menuju ke sana, lalu menunggu.
Waktu berjalan dengan lambat. Ini memang bagian terberat dan paling
membosankan dari tugas seorang detektif-menunggu sampai terjadi
sesuatu.
Menjelang jam 12.00 Jupiter tiba-tiba tersentak. "Pete!"
72
Tiga anggota El Tiburon & the Piranhas baru saja turun dari salah satu
low-rider mereka, kemudian langsung masuk ke bodega.
"Ah, barangkali saja mereka hanya mau berbelanja," kata Pete.
Setengah jam berlalu. Kemudian ketiga pemuda Latino tadi keluar lagi.
Tetapi mereka tidak membawa barang belanjaan.
"Aku semakin yakin bahwa Torres bersekongkol dengan mereka," Pete
berkomentar.
"Mungkin saja mereka sekadar ngobrol-ngo-brol saja," ujar Jupiter.
Pete dan Jupiter kembali menunggu selama dua jam.
Kemudian sebuah Cadillac berwarna Jingga muncul dan berhenti di
depan bodega. Pengemudinya bergegas masuk. Beberapa detik kemudian
Joe Torres keluar, dan segera naik ke mobil itu.
"Ayo, Pete!" Jupiter berseru.
Mereka berlari ke mobil Pete, lalu melompat masuk. Pete menyalakan
mesin tepat ketika Cadillac itu melewati mereka, ia segera menjalankan
mobilnya.
Cadillac itu berada beberapa puluh meter di depan mereka. Torres
rupanya tidak terburu-buru. Pete terpaksa menjaga jarak, sebab Torres
kemarin sempat melihat mobilnya.
Setelah meninggalkan daerah barrio, Torres membelok ke kiri dan
menyusuri jalan berdebu di pinggir jalan bebas hambatan. Mobil mewah
itu melewati tempat penumpukan bahan bangunan,
73
gudang-gudang tua, bengkel mobil, dan bangunan niaga lainnya. Pete
tetap mengikutinya, tetapi dalam jarak yang lebih jauh.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Kemudian Cadillac itu membelok ke kanan. Pete mencapai tikungan itu


tepat pada waktu Torres berhenti di depan sebuah gedung berlantai
tiga, yang terbuat dari batu bata berwarna merah. Bangunan itu berada
di tepi jalan layang.
"Lebih baik kita berhenti dan jalan kaki saja," kata Jupiter.
Pete segera memarkir mobilnya di tepi jalan. Mereka mendengar Torres
menekan klakson -sekali panjang, dua kali pendek, sekali panjang, dan
sekali pendek. Pintu gerbang bangunan tadi membuka, dan Torres
bersama Cadillac-nya segera menghilang ke dalam.
Dengan hati-hati Jupiter dan Pete mendekat. Gedung yang dimasuki
Torres merupakan bangunan pojok. Pada lantai dasarnya tidak ada
jendela. Kaca jendela pada lantai dua dan tiga dilapisi cat berwarna
putih. Di samping pintu gerbang ada pintu yang lebih kecil.
Di atas pintu gerbang terdapat tulisan: TEMPAT PENITIPAN MOBIL,
BENGKEL CAT, FULL SERVICE.
Tulisan di bawahnya berbunyi: PARKIR MINGGUAN, BULANAN, ATAU
TAHUNAN.
Pete dan Jupiter segera membelok. Bangunan di belakang bangunan
bengkel merupakan gedung perkantoran berlantai tiga. Tidak ada pintu
74
lain menuju ke bengkel. Jendela-jendela di sisi samping pun dilapisi cat.
"Hmm," ujar Pete. "Paling tidak Torres tidak bisa melihat kita dari
dalam."
"Tapi kita juga tidak bisa melihat dia. Mau tidak mau kita harus masuk
untuk mempelajari keadaan di dalam," Jupiter menanggapinya. Pete
nampak ragu-ragu. "Nanti dulu, Jupe. Kita tidak tahu apa yang ada di
dalam sana. Bisa-bisa kita malah masuk perangkap."
"Kau punya usul yang lebih baik?"
"Tidak," jawab Pete sambil menggeleng. "Tapi aku tetap kurang setuju
dengan rencanamu."
"Kita memang harus hati-hati," kata Jupiter ketika mereka kembali ke
pintu depan. "Kau masuk duluan untuk mempelajari medan. Setelah itu
kita atur langkah selanjutnya."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Wah, bagus benar!" Pete memprotes.


"Kita kan tidak bisa melewati pintu kecil itu secara bersamaan," Jupiter
membela diri. "Kecuali itu, Torres belum pernah melihatmu. Sebaliknya
dia pasti langsung mengenali aku."
Pete mendesah. "Kenapa sih, logikamu selalu mengharuskan aku untuk
bergerak duluan?"
"Wah," Jupiter berlagak tak bersalah, "aku juga tidak tahu. Tapi begini
saja: kau yang buka pintu. Aku akan berada tepat di belakangmu. Kita
intip dulu sebelum masuk. Bagaimana?"
"Itu lebih baik," kata Pete.
ia menarik napas dalam-dalam, membuka pintu, lalu maju selangkah.
Sambil merapatkan
75
diri pada tembok, ia melihat ke sekeliling. Jupiter segera menyusulnya.
Ruangan di depan mereka nampak gelap-gulita. Tak ada suara sama
sekali.
76
8. Lenyap Tanpa Bekas
Perlahan-lahan mata Jupiter dan Pete mulai terbiasa dengan kegelapan
di dalam tempat penitipan mobil.
Mereka berada di dalam sebuah ruangan besar. Satu-satunya sumber
cahaya adalah sky-light di langit-langit. Puluhan mobil nampak berderetderet di antara pilar-pilar. Di sebelah kanan, sebuah ramp menuju ke
lantai dua. Sebuah lift hidrolik khusus mobil menempel pada dinding
belakang ruangan itu. Kedua sisinya dibatasi oleh rangka kayu yang
diberi kawat ayam. Pintunya berupa rangka kayu yang bisa digeser ke
atas.
Di ujung kanan ruangan itu, bersebelahan dengan ramp, terdapat
beberapa pintu. Di seberangnya terlihat pintu kaca yang menuju ke
ruang kantor. Ruang itu nampak gelap-gulita. Tak seorang pun kelihatantermasuk Torres.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Jangan-jangan ini semua mobil curian," bisik Pete, sambil


memperhatikan deretan kendaraan di ruangan itu.
Jupiter menggeleng. "Aku rasa ini tempat
77
penitipan mobil biasa. Lihat saja, semua pilar dan tembok diberi nomor
secara berurutan."
"Tapi mana tukang jaganya? Dan kenapa tidak ada peralatan bengkel
sama sekali? Tulisan di depan tadi mengatakan bahwa di sini ada
bengkel."
"Hmm, itu pertanyaan yang bagus."
Jupiter dan Pete terdiam sambil memasang telinga. Setelah beberapa
saat, mereka mendengar suara sayup-sayup dari lantai atas.
"Suara apa itu?" tanya Pete was-was.
"Pasti ada orang di atas," bisik Jupiter. "Bangunan ini sudah tua.
Tembok-tembok dan lantai-lantainya cukup tebal untuk meneruskan
bunyi."
"Maksudmu, kita harus naik ke sana?" tanya Pete sambil membelalakkan
mata. "Wah, mudah-mudahan saja ada jalan lain kecuali ramp dan lift
itu."
"Mestinya sih ada tangga. Coba kita cari. Kita mulai saja dari pintu di
sebelah ramp."
Mereka segera menuju ke sana. Pete membuka pintu. Di baliknya
ternyata ada tangga yang penuh debu. Di dalam ruang tangga, bunyi tadi
terdengar lebih jelas. Tetapi Pete dan Jupiter belum dapat menentukan
dari mana bunyi itu berasal. Mereka juga tidak mendengar suara langkah
maupun suara orang.
Dengan hati-hati mereka naik sampai ke lantai dua. Jupe membuka pintu
dan mengintip.
Ruangan yang nampak lebih terang ini berisi mobil-mobil yang perlu
diperbaiki. Sebagian be78
sar seperti sudah terlupakan. Tiga buah mobil dihubungkan dengan
peralatan elektronik untuk menganalisis kompresi silinder, sistem

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

injeksi bahan bakar, serta sistem pengapian. Lampu-lampu indikator


pada peralatan itu nampak berke-dap-kedip. Tetapi di sini pun tidak ada
siapa-siapa.
"Sepertinya para tukang bengkel terburu-buru pergi dari sini," kata
Pete. "Lihat saja, mereka meninggalkan peralatan itu dalam keadaan
masih hidup."
"Yang pasti, mereka tidak ke bawah," ujar Jupe. "Kita tidak berpapasan
dengan siapa pun waktu kita masuk."
"Kalau begitu, ke mana mereka?" tanya Pete. "Dan ke mana Joe Torres,
serta Cadillac berwarna Jingga itu?"
"Torres dan mobil itu pasti berada di lantai tiga."
Perlahan-lahan Jupiter menutup pintu. Kemudian mereka kembali
menaiki tangga.
Ruangan paling atas ternyata juga yang paling terang. Sejumlah mobil
nampak di antara pilar-pilar. Jumlahnya lebih besar ketimbang
kendaraan-kendaraan di lantai dua, tetapi masih kalah banyak
dibandingkan mobil-mobil di lantai dasar. Semua mobil yang ada di sini
sudah diketok dan kini tinggal dicat.
Namun di lantai ini pun tidak ada orang sama sekali!
Berbagai peralatan bengkel berserakan di lantai. Ruang-ruang
pengecatan berisi mobil, dan
79
kompresor-kompresor udara pun sedang bekerja. Tetapi Torres dan
Cadillac berwarna Jingga itu tetap tidak kelihatan. "Aneh!" kata Jupe.
"Menurut ayahku," ujar Pete, "tukang-tukang bengkel memang pasti
berhenti kerja kalau tidak diawasi terus-menerus."
"Ayahmu mungkin benar," Jupiter menanggapinya, "tapi aku yakin, para
pegawai bengkel ini pasti masih bekerja sampai beberapa saat yang lalu.
Kemudian Torres datang, dan semuanya menghilang. Sebaiknya kita
mencari tahu ke mana."
"Maksudmu, kita menyelidiki bangunan ini?"
"Tenang saja, kau sudah lihat sendiri bahwa tidak ada siapa-siapa,
bukan?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tapi bagaimana kalau mereka tiba-tiba kembali?"


"Sebagai detektif kita harus berani ambil risiko," Jupiter berkeras.
"Torres dan Cadillac itu tidak mungkin lenyap begitu saja."
Dengan berat hati Pete pun mengikuti sahabatnya. Mereka berjalan
menyusuri deretan kendaraan, sehingga langsung bisa bersembunyi
seandainya para pekerja bengkel muncul secara mendadak. Namun
ternyata tidak ada yang datang. Tanpa terganggu Pete dan Jupiter
mengelilingi ruangan besar itu. Mereka tidak menemukan pintu ataupun
tangga lain.
"Dari tadi tidak ada mobil yang jalan," kata Pete. "Berarti Cadillac itu
harus ada di sini. Mungkin kita tidak melihatnya waktu naik ke sini."
80
Jupiter nampak ragu-ragu. "Rasanya tidak masuk akal. Tapi baiklah,
kalau begitu kita ke bawah saja dan mulai mencari lagi."
Dengan hati-hati mereka turun ke lantai dua. Cadillac itu tetap lenyap.
Namun kali ini mereka melihat seorang tukang bengkel yang sedang
bekerja.
"Dari mana dia datang?" Pete berbisik.
"Entahlah," jawab Jupiter. "Tapi jangan lupa, kita tadi tidak sempat
memeriksa ruangan di lantai ini.
"Mana mungkin kita selidiki ruangan ini, Jupe?!" Pete memprotes. "Apa
kau tidak lihat bahwa ada orang yang lagi kerja?"
"Pokoknya, kita harus memastikan apakah Cadillac itu ada di sini atau
tidak."
Pete hanya mendesah tertahan.
Tanpa bersuara Pete dan Jupiter membuka pintu, lalu menyelinap keluar
dari ruang tangga. Mereka berjalan pelan-pelan, sambil berlindung di
balik mobil-mobil. Setiap saat tukang bengkel tadi bisa menoleh dan
melihat mereka. Untung saja orang itu terlalu sibuk dengan
pekerjaannya. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran kedua
detektif muda.
"Cadillac itu pasti ada di lantai dasar," bisik Pete setelah yakin bahwa
kendaraan yang mereka cari tidak ada di situ.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kecuali..." Jupiter terdiam, ia nampak merenung dan agak tegang. "Ayo,


kita periksa lantai dasar sekali lagi."
Mereka kembali menuruni tangga. Tetapi kare-terlalu terburu-buru,
Jupiter terpeleset dan jatuh.
"ia kaget setengah mati. Apalagi Pete! Mereka diam seperti patung dan
menahan napas. Satu, dua, tiga menit berlalu. Perlahan-lahan Jupiter
berdiri lagi. Suasana di lantai dasar tetap hening, "Uuuh, hampir saja,"
bisik Pete. Jupiter mengangguk. Wajahnya nampak agak pucat. Namun
kemudian ia segera membuka pintu ruang tangga. Lampu di ruang kantor
ternyata belum menyala juga. Dan Cadillac berwarna Jingga itu masih
belum kelihatan.
Pete dan Jupiter memeriksa setiap sudut ruang-an-namun sia-sia saja.
"Apa hendak dikata, Jupe," kata Pete, "kelihat-annya mobil itu memang
tidak ada di sini."
"Tidak mungkin!" Jupiter membalas dengan tegas. "Aku rasa aku sudah
menemukan..."
Tiba-tiba keheningan dipecahkan oleh suara mendesis. Sambil terheranheran Pete dan Jupiter mulai mencari sumber suara itu.
Sesaat kemudian mereka telah menemukannya. Lift mobil sedang turun
dari lantai tiga. Kini lantainya sudah kelihatan. "Hei! Mau apa kalian di
sini?" Kepala seorang pria berambut gelap muncul dari jendela sedan
Buick berwarna hitam, yang berada pada landasan lift. Pria itu menunjuk
ke
82
arah Jupiter, yang berdiri persis di bawah sebuah lampu. Kepala Joe
Torres muncul dari jendela seberang.
"Max, anak itu yang mendatangiku di bodega!" ia berseru. "Hei, kau!
Berhenti!!!"
Jupiter segera melompat mundur, lalu bersembunyi di balik sebuah
mobil bersama Pete. Kini lift telah sampai di lantai dasar. Pengemudi
sedan Buick itu segera tancap gas. Ia menuju ke pintu gerbang, untuk

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

mencegah Pete dan Jupiter melarikan diri. Torres langsung turun. Ia


disusul oleh si pengemudi, yang berpotongan pendek tapi kekar.
"Dugaanmu ternyata benar," bisik Pete. "Torres memang ada di sini."
"Nanti saja kita bicarakan dia," ujar Jupiter. "Sekarang kita harus
secepatnya keluar dari sini."
"Kelihatannya mereka tidak terlalu tangguh," kata Pete sambil
mengamati kedua lawan mereka. "Kau sudah pernah mengalahkan Torres
dengan judo-mu. Aku bisa mengatasi si pendek dengan karate-ku."
Torres dan rekannya berdiri di dekat pintu gerbang sambil memandang
ke sekeliling.
"Hei, menyerah sajalah!" si Pendek berseru. "Kau takkan bisa lolos dari
sini."
"Jangan remehkan dia, Max," ujar Torres. "Bocah itu bisa judo."
Max menarik pistol yang terselip di ikat pinggangnya. "Dia takkan
berdaya melawan ini!"
83
Melalui celah di antara deretan mobil, Pete dan Jupiter melihat senjata
api di tangan si Pendek.
"Wah, sekarang mereka kelihatan lebih berbahaya," ujar Pete sambil
menelan ludah.
"Tapi mereka tidak tahu bahwa kau ada di sini," Jupiter berbisik. "Ini
keuntungan yang harus kita manfaatkan. Aku akan mencoba memancing
agar mereka melewati tempat persembunyianmu. Pertama-tama kau
sikat laki-laki yang bawa pistol. Kemudian kita berdua membereskan
Torres."
Dengan tenang Jupiter berdiri dan menampakkan diri.
Sedetik kemudian Torres dan si Pendek telah melihatnya.
"Itu dia!" Torres berseru. "Hei, berhenti!"
Cepat-cepat Jupiter menjauhi pintu. Ia menyusuri deretan mobil
seakan-akan hendak kabur lewat ramp. Kedua lawannya masuk
perangkap.
"Joe, potong jalannya!" si Pendek berteriak. "Aku akan lewat sisi ini," ia
menambahkan, lalu mengejar Jupiter.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Di sebelah kanan, Torres mulai berlari untuk mencegat Jupiter. Tanpa


menyadarinya, mereka semakin mendekati tempat persembunyian Pete.
Jupiter berlagak ketakutan.
"Nah, Gendut! Mau ke mana kau sekarang?" ujar Max ketika berhasil
memojokkan Jupiter. Pistolnya diarahkan ke dada anak itu.
Pada detik yang sama Pete beraksi. Ia melancarkan tendangan yokogerikekomi ke arah pistol di tangan si Pendek, yang langsung terpen84
tal. Tendangan itu segera disusul oleh pukulan shuto-uchi, yang
mengenai bagian samping leher Max. Lawan Pete itu roboh tanpa sempat
berteriak.
Torres mengambil ancang-ancang untuk menyerang Pete. Kemudian ia
melihat Jupiter mendekat dari belakang, dan segera berbalik.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Pete. Tanpa ragu-ragu ia
melayangkan tendangan mawashi-geri. Torres pun terhempas ke lantai
dan tidak bangun lagi.
"Ayo, Jupe! Kabur," teriak Pete.
Keduanya segera berlari ke arah pintu.
85
9. Ty Bebas!
Beberapa saat kemudian mereka telah berada di dalam mobil Pete.
Jupiter masih sempat menoleh ke belakang, sebelum sahabatnya tancap
gas. Torres dan rekannya berdiri di depan pintu bengkel. Mereka
melotot ke arah Pontiac Fiero yang menjauh dengan cepat. Kemudian
keduanya kembali ke dalam.
"Pelatih karatemu pasti kecewa," Jupiter berkomentar. "Ternyata
dalam sekejap saja mereka sudah berdiri lagi. Mereka pasti akan
mengejar kita naik Buick hitam tadi."
"Hei, baru seminggu yang lalu aku dapat ban hitam," Pete membela diri,
ketika mobilnya meluncur ke arah jalan bebas hambatan. "Kalau tidak

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

salah, kau hendak mengatakan sesuatu sebelum Torres dan rekannya


memergoki kita, bukan?"
"Memang!" jawab Jupiter. "Kau lihat bahwa Torres akan diantar oleh
rekannya itu?" "Tentu saja aku melihatnya. Kenapa?" Pete memasuki
jalan bebas hambatan, kemu86
dian menarik napas panjang. Torres dan rekannya takkan bisa menyusul.
"Aku yakin, Cadillac Jingga itu sebenarnya mobil curian," Jupiter
menjelaskan. "Mobil itu dititipkan ke tempat Torres. Kemudian dia
membawanya ke bengkel tadi. Berarti harus ada yang mengantarkannya
pulang ke bodega. Itulah yang akan dilakukan oleh laki-laki bernama Max
tadi!"
"Kalau begitu, di mana Cadillac-nya?"
"Jawaban untuk pertanyaanmu ada di dalam bengkel itu," kata Jupiter.
"Ah, tidak masuk akal! Kita sudah memeriksa bangunan itu dari bawah
sampai atas. Dan kita tidak menemukan apa-apa. Tidak ada pintu besar
yang bisa dilewati mobil."
"Torres juga ada di sana. Tapi kita tidak melihatnya, bukan?"
"Torres bisa saja bersembunyi di salah satu ruang kantor. Tapi sebuah
Cadillac tidak mungkin lenyap begitu saja."
"Hmm, mungkin saja kau benar. Tapi aku tetap yakin bahwa mobil itu
dicuri, dan bahwa mereka menyembunyikannya di bengkel itu," Jupiter
berkeras. "Masalahnya, di mana?"
Kedua sahabat itu masih memikirkan teka-teki yang mereka hadapi,
ketika Pete meninggalkan jalan bebas hambatan di dekat Jones Salvage
Yard.
Begitu mereka memasuki pekarangan, Bibi Mathilda keluar dari ruang
kantornya. "Hakim akhirnya menentukan jumlah uang
87
jaminan untuk membebaskan Ty. Kalian bisa mengantarkan aku ke
gedung pengadilan?"
Jupiter segera pindah ke belakang, supaya Bibi Mathilda bisa duduk di
depan bersama Pete.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Kali ini Pete tidak perlu terburu-buru. Ketika mereka sampai di gedung
pengadilan, jam di mobilnya menunjukkan pukul empat lewat beberapa
menit Setelah masuk, Bibi Mathilda memperkenalkan Jupiter dan Pete
pada seorang pria berwajah serius yang telah menunggu mereka.
"Ini pengacaraku, Steve Gilbar. Steve, ini Jupiter, keponakanku. Dan ini
sahabatnya, Pete Cren-shaw. Mereka sedang berusaha untuk
membuktikan bahwa Ty tidak bersalah."
Steve Gilbar segera bersalaman dengan Jupe dan Pete.
"Terus terang saja," katanya. "Kasus ini memang agak berat. Pihak polisi
yakin sekali bahwa Ty merupakan anggota komplotan pencuri mobil yang
beroperasi antara Santa Monica sampai Ventura. Mereka berhasil
mempengaruhi hakim untuk menetapkan jumlah uang jaminan yang luar
biasa besar." ia berpaling pada Bibi Mathilda. "Anda membawa
uangnya?"
Bibi Mathilda mengangguk. "Berapa yang harus saya bayar, Steve?"
"Tujuh puluh lima ribu dollar! Menurut saya, ini benar-benar keterlaluan.
Tapi pihak kejaksaan berkeras bahwa Ty memegang peranan penting
dalam kasus ini. Mereka berpendapat bahwa mereka berhadapan dengan
sebuah komplotan
88
chop-shop. Menurut pihak kejaksaan, Ty bisa membantu mereka untuk
menggulung seluruh komplotan itu."
"Komplotan chop-shop!" Jupiter berseru.
"Apa sih artinya chop-shop?" tanya Bibi Mathilda bingung.
"Para pencuri itu tidak menjual mobil dalam keadaan utuh, melainkan
membongkar bagian-bagiannya untuk dijual sebagai onderdil lepas,"
Jupiter menjelaskan.
"Bagian-bagian mobil itu dibersihkan, kemudian dibungkus lagi agar
kelihatan seperti baru," Pete menambahkan. "Kemudian bagian-bagian
tersebut dijual pada para pedagang suku cadang."
"Masa pedagang-pedagang itu tidak tahu bahwa mereka membeli barang
curian?" Bibi Mathilda kembali bertanya.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Sebagian besar dari mereka sadar sepenuhnya," jawab Steve Gilbar.


"Tetapi kalau harganya cocok, mereka tidak peduli tentang asal-usul
barang-barang itu."
"Khusus untuk suku cadang dengan nomor seri-seperti blok mesin,
misalnya-para penjahat menggunakan cara lain," kata Pete. "Barangbarang itu dinaikkan ke kapal, lalu dijual di luar negeri."
"Hasil yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan jika mereka
menjual mobil dalam keadaan utuh," Jupiter melengkapi keterangan
Pete.
Bibi Mathilda menggelengkan kepala terheran-heran.
89
"Tindak kejahatan semacam ini pasti sukar diberantas," katanya. "Kalau
sebuah mobil sudah dibongkar, maka polisi tidak bisa berbuat apa-apa
lagi, bukan?"
"Tepat sekali," Steve Gilbar berkomentar. "Justru karena itulah pihak
polisi sebenarnya enggan melepaskan Ty. Cara terbaik untuk
menghentikan pencurian-pencurian itu adalah dengan menggulung
seluruh komplotan pada saat tengah beraksi." ia melirik ke jam dinding.
"Sudah waktunya, Mathilda. Anda membawa surat-surat yang
diperlukan?"
Bibi Mathilda mengangguk.
"Anda paham bahwa uang itu akan hilang jika Ty melarikan diri?"
"Ya, saya paham, Steve."
"Baiklah, kalau begitu. Jupiter, Pete-kalian tunggu di sini saja."
"Astaga!" Jupiter berkata pada Pete, setelah ditinggal oleh Bibi
Mathilda dan pengacaranya. "Ternyata kita berhadapan dengan
komplotan chop-shop. Dan mereka beraksi di sepanjang daerah pantai.
El Tiburon dan bandnya hanya kedok saja."
"Tapi kita belum punya bukti, Jupe," jawab Pete. "Sejauh ini kita baru
menemukan bahwa Torres berbohong mengenai Tiburon, dan bahwa dia
pergi ke bengkel itu. Selebihnya masih teka-teki."
"Jangan lupa: kita juga sudah tahu bahwa seseorang menyerahkan mobil
curian pada Ty.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

90
Selain itu masih ada Cadillac berwarna Jingga yang lenyap secara
misterius."
"Terus terang saja, Jupe," kata Pete, "soal itu aku masih ragu-ragu."
"Dan," Jupiter menambahkan, "sekarang kita bisa minta bantuan Ty."
Tidak lama kemudian Bibi Mathilda, Steve Gilbar, dan Ty, muncul di
ujung selasar. Ty nampak pucat dan letih. Tetapi ia tersenyum lebar,
dan mengayunkan langkah dengan gayanya yang santai. "Bagaimana
keadaanmu, Ty?" tanya Pete. "Baik-baik saja," yang ditanya menjawab
dengan tenang. "Corvair-mu sudah jalan lagi?" "Aku belum sempat
membereskannya." "Kami terlalu sibuk menyelidiki komplotan pencuri
mobil itu," Jupiter menerangkan.
"Komplotan pencuri mobil?" tanya Ty sambil mengerutkan kening.
Steve Gilbar mengangguk. "Pihak polisi berpendapat bahwa ada
komplotan pencuri mobil yang sedang beraksi di sepanjang daerah
pantai."
"Pantas saja mereka keberatan untuk melepaskan aku dengan uang
jaminan," Ty berkomentar. "Urusan seperti ini memang bukan soal kecil.
Bagaimana hasil penyelidikan kalian sampai sekarang?"
"Nanti saja kalian bicara mengenai ini," ujar Steve Gilbar. "Ty, minggu
depan kau akan dihadapkan ke pengadilan. Pada saat itu kita akan
mengetahui apakah jaksa mengajukan tuntutan
91
atau tidak. Sementara itu jangan tinggalkan Rocky Beach, mengerti?"
Baik Ty maupun Bibi Mathilda mengangguk.
"Sampai ketemu tiga hari mendatang."
Setelah Steve Gilbar pergi, yang lainnya menuju mobil Pete. Bibi
Mathilda duduk di depan. Jupiter dan Ty terpaksa berdesak-desakan di
belakang.
"Kalau saja Pete mau meluangkan waktu untuk membantu mencari," kata
Jupiter, "maka aku sudah bisa mengendarai mobil sendiri sekarang."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Ty tersenyum. "Tenang saja, Jupe! Aku akan membantumu. Tapi


sebelumnya aku ingin tahu apa saja yang sudah kalian temukan. Apa yang
bisa kita lakukan untuk membuktikan bahwa aku bukan pencuri mobil?"
Secara bergantian Pete dan Jupiter menceritakan semua fakta dan
dugaan mereka. Ty mendengarkan keterangan mereka dengan cermat.
Namun matanya terus melekat pada kaca spion di atas kepala Pete.
"Jadi, Pete dan aku menduga, band yang dipimpin Tiburon hanya
samaran bagi komplotan pencuri mobil itu," Jupiter menyelesaikan
keterangannya, ia mengeluarkan sebuah foto dari kantong. "Ini foto El
Tiburon yang kuambil dari papan pengumuman di depan The Shack. Coba
perhatikan baik-baik, Ty! Inikah orang yang minta tolong padamu untuk
membawa Mercedes itu ke Rocky Beach?"
Ty segera mengamati foto itu. "Mungkin, Jupe. Tapi aku tidak bisa
memastikannya. Malam itu
92
aku sudah minum beberapa gelas bir. Ruangan di pub itu agak gelap dan
penuh asap rokok. Aku tidak begitu memperhatikan wajah orang itu.
Tapi kira-kira memang seperti ini tampangnya."
"Dia tidak ikut bermain di atas panggung?"
"Tidak."
"Pub mana yang kaukunjungi?" tanya Jupiter. "The Blue.. ehm.... Yeah!
The Blue Lights!" "Bukan The Deuces?" Jupiter kembali bertanya.
"Tiburon pasti takkan berani berbuat macam-macam di tempat dia
manggung," kata Pete.
"Aku pasti mengenali Tiburon kalau aku bisa melihatnya dari dekat, dan
berbicara dengan dia," ujar Ty, sambil memelototi foto di tangannya.
"Itu bisa diatur," kata Jupiter. "Nanti malam kita berkumpul di markas
besar untuk membicarakan rencana selanjutnya."
Ty masih melihat ke kaca spion di atas kepala Pete. "Hei, ada yang
mengikuti kita sejak dari gedung pengadilan. Barangkali polisi yang takut
kalau-kaiau aku melarikan diri. Tetapi mungkin juga anggota komplotan
pencuri mobil itu."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Di belakang mereka ada tiga mobil. Sebuah Nissan berwarna merah,


sebuah Porsche, dan di antaranya sebuah sedan hitam buatan Amerika.
"Apa merknya?" tanya Jupiter. "Sebuah Buick?"
"Barangkali," kata Ty. "Kelihatannya seperti mobil buatan GM*"
*General Motor = pabrik mobil di Detroit
93
Pete dan Jupiter bercerita mengenai Buick hitam yang dipakai oleh Max
untuk mengantarkan Torres pulang ke bodeganya. Ty kembali melirik ke
kaca spion.
"Mungkin saja, tapi mungkin juga polisi."
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Pete.
"Kita balik saja keadaannya," jawab Ty sambil nyengir. "Kitalah yang
akan mengawasi gerak-gerik mereka."
Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah. Ty dan Bibi Mathilda
segera masuk. Pete dan Jupiter menyeberang jalan. Pete cepat-cepat
bersembunyi di balik pintu gerbang. Mobil tadi ternyata bukan buatan
Buick.
"Sebuah Oldsmobile," kata Pete. "Pengemudinya belok di tikungan
berikut."
"Coba kita intai mereka," Jupiter mengusulkan.
Kedua sahabat itu menyeberang pekarangan, lalu memanjat tumpukan
peti bekas agar dapat mengintip lewat pagar. Mobil hitam tadi berada
tepat di depan hidung mereka.
Begitu melihat Jupiter dan Pete, pengemudinya langsung tancap gas.
"Mereka pasti kaget karena kita tiba-tiba muncul," ujar Pete.
"Aku rasa begitu," balas Jupe.
Mereka kembali ke markas besar, lalu menelepon Ty untuk melaporkan
kejadian itu.
"Oke," ujar Ty. "Kelihatannya mereka memang polisi. Sebaiknya kita
tunggu sampai besok pagi sebelum melangkah lagi."
94

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

10. Menyusun Rencana


TY berdiri di jendela markas besar. Pandangannya menyorot tajam,
seakan-akan dapat menembus pagar kayu yang mengelilingi Jones
Salvage Yard. ia cemas mengenai mobil hitam yang sejak kemarin selalu
mengawasi gerak-geriknya.
"Mereka itu ada di luar sana," kata Ty. "Aku bisa merasakannya."
"Siapa?" tanya Pete. "Polisi atau para penjahat itu?"
"Itu tidak bisa kita pastikan," ujar Jupiter dari balik meja kerjanya.
"Jupe benar," kata Ty. "Masalahnya, siapa yang mereka buntuti? Kalau
kalian-maka mobil itu berisi orang-orang yang kalian curigai. Kalau akuberarti mereka adalah polisi."
Jupiter mengangguk. "Torres dan Tiburon memang tidak tahu kapan kau
akan dilepaskan dari tahanan. Dan kecuali itu, mereka pasti tidak berani
dekat-dekat, karena takut kau akan mengenali Tiburon."
"Bagaimana kalau kita berpencar?" Pete meng95
usulkan. "Nanti kita bisa lihat mobil mana yang mereka ikuti."
Jupiter- kembali mengangguk. "Kebetulan ada beberapa hal yang perlu
kuselidiki. Dan sebaiknya ada yang pergi ke bengkel itu, untuk melihat
apakah Tiburon atau anak buahnya muncul di sana. Bob kemungkinan
besar harus bekerja lagi hari ini. Jadi, kau yang awasi bengkel, Pete. Ty
dan aku akan pergi naik pick-up Paman Titus."
"Sekaligus kita cari mobil untukmu," kata Ty.
Kali ini Jupiter mengangguk penuh semangat. "Kalau mereka
mengikutimu, Pete, jangan pergi ke bengkel itu sampai kau berhasil
menghilangkan jejak."
Kemudian Jupiter dan Ty menemui Paman Titus untuk meminjam salah
satu mobil perusahaannya. Mereka naik ke pick-up di depan ruang
kantor, sementara Pete masuk ke Fiero-nya. Jupe bersembunyi,
sehingga hanya Ty yang terlihat dari luar.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Ty dan Pete keluar lewat pintu gerbang, lalu menuju arah yang
berlawanan. Jika mobil hitam itu sedang mengawasi Jones Salvage Yard,
maka pengemudinya harus memilih siapa yang akan ia ikuti.
Ty membelok pada tikungan pertama, ia menambah kecepatan,
membelok pada tikungan berikut, memutar kendaraannya, kemudian
kembali ke arah dari mana ia datang.
Oldsmobile hitam kemarin ternyata sedang menuju ke arah mereka.
Pengemudinya segera
96
berhenti di tepi jalan, namun Ty tidak bisa di kelabui.
"Ternyata akulah yang mereka incar," katanya. "Berarti itu mobil polisi.
Rupanya mereka bersembunyi di sekitar pekarangan Paman Titus. Hei,
Jupe! Semangat sedikit, dong! Sebentar lagi kau sudah punya mobil
sendiri. Biar saja para petugas itu kebingungan memikirkan kenapa
seorang pencuri mobil membeli mobil bekas."
Ty mendatangi show-room-ruang pamer -demi show-room. ia memeriksa
semua mobil yang harganya terjangkau oleh Jupiter. Kemudian, di
sebuah show-room kecil di dekat pelabuhan, Ty menemukan sebuah
Honda Civic berumur 10 tahun.
Pemiliknya sedang butuh uang, dan memasang harga tepat 500 dollar. ia
mengatakan bahwa mobil itu beberapa bulan lalu baru turun mesin. Ty
segera memeriksa mesinnya, kemudian mencoba mobil itu bersama
Jupiter. Akhirnya ia menjelaskan pada Jupiter bahwa harga yang
diminta oleh si pemilik memang pantas.
Jupiter tidak berpikir dua kali. ia langsung setuju. Namun baru besok
Honda Civic itu bisa dibawa, karena surat-suratnya harus disiapkan dulu.
Kecuali itu, Ty juga minta agar beberapa hal dibereskan dulu. Si pemilik
berjanji untuk memasang bukaan jendela, dan mengganti sebuah lampu
yang putus. Jupiter sendiri nyaris tidak bisa berkata apa-apa karena
terlalu gembira, ia hanya berdiri sambil mengelus-elus mobil berwarna
biru-putih itu.
97

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Akhirnya aku punya mobil sendiri," Jupiter bergumam. "Kalau boleh,


aku akan membawanya sekarang juga."
"Boleh sih boleh saja," balas Ty sambil ketawa. "Tapi lebih baik kau
tunggu sampai besok. Sementara itu kita bisa pakai mobil Paman Titus
untuk penyelidikanmu. Oke, Jupe, ke mana kita sekarang?"
Jupiter nyengir lebar. "Ke kantor polisi."
Untuk mencapai tempat penitipan mobil di tepi jalan layang, Pete
memilih menyusuri jalan-jalan yang sepi. Berulang-kali ia melirik ke kaca
spion. Namun Oldsmobile hitam itu tetap tidak kelihatan. Untuk
berjaga-jaga terhadap segala kemungkinan, Pete berhenti agak jauh
dari tempat tujuannya. Kemudian ia berjalan kaki ke arah bengkel, dan
bersembunyi di balik pagar yang mengelilingi pekarangan kosong di
seberang jalan.
Jam demi jam berlalu. Beberapa mobil datang untuk diservis, dicat, atau
sekadar parkir saja. Para pengemudi berhenti di depan bengkel, lalu
menekan klakson sampai dibukakan pintu. Yang membuka pintu adalah
Max.
Pete mencoba menebak apakah ada mobil curian di antara kendaraankendaraan yang dilihatnya, ia agak curiga, karena beberapa pengemudi
kelihatannya bukan orang baik-baik. Tapi Pete juga menyadari bahwa itu
bukan bukti bahwa mereka pencuri mobil.
98
Namun ketika melihat sebuah BMW berwarna abu-abu, segala
keraguannya mendadak lenyap.
Pengemudi mobil itu nampak menoleh ke kiri-kanan. Rupanya ia ingin
meyakinkan diri bahwa keadaannya aman. Baru setelah itu ia menekan
klakson: sekali panjang, dua kali pendek, sekali panjang dan sekali
pendek. Pintu membuka, dan BMW itu meluncur masuk.
Pria yang duduk di belakang kemudi adalah Joe Torres.
Pete segera keluar dari tempat persembunyian, lalu bergegas mengambil
mobil, ia memindahkan kendaraannya ke dekat bengkel, supaya lebih
mudah mengawasi pintu masuk.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Sepuluh menit kemudian sebuah Buick hitam berisi dua laki-laki keluar
dari bengkel. Mereka melewati Pete tanpa memperhatikannya. Laki-laki
di sebelah sopir adalah Joe Torres.
Pete segera memutar Fiero-nya, dan mulai membuntuti Buick itu.
Ty ketawa ketika mereka memasuki pelataran parkir di depan kantor
polisi Rocky Beach. "Para petugas yang mengikuti kita pasti bingung
sekali."
Oldsmobile hitam itu melewati mereka dengan ragu-ragu, seakan-akan
pengemudinya belum percaya pada apa yang ia lihat.
"Sebetulnya apa tujuan kita kemari?" tanya Ty ketika ia dan Jupiter
memasuki kantor polisi.
99
"Jika Tiburon dan anak buahnya memang mencuri mobil kalau mereka
manggung di luar kota, maka seharusnya sudah banyak orang yang
melaporkan hal itu."
"Masuk akal," ujar Ty sambil mengangguk. "Tapi bagaimana kita bisa
memperoleh laporan-laporan itu?"
Jupiter nyengir. "Lihat saja nanti."
Ia menanyakan Sersan Cota, lalu diantar ke ruangan komputer di ujung
selasar. Seorang petugas berambut gelap sedang duduk di depan salah
satu komputer.
"Halo, Jupiter! Ayo, masuk."
Sersan Cota dan Jupiter sama-sama menggemari komputer. Jupiter
sering mampir ke kantor polisi untuk berbincang-bincang mengenai
perkembangan terakhir dalam bidang ini.
Setelah mengagumi laser-printer di meja polisi itu, Jupiter berkata,
"Sersan Cota, ini Ty, sepupu saya. Dia datang dari New York untuk
membantu kami memecahkan sebuah kasus."
Sersan Cota menatap Ty sejenak, kemudian tersenyum. "Senang
berkenalan dengan Anda." Kemudian ia kembali berpaling pada Jupiter.
"Hmm, apa yang bisa saya lakukan untukmu, Jupe?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Saya mendapat tugas dari guru saya untuk menyusun laporan mengenai
pencurian mobil," Jupiter mengarang cerita. "Saya memerlukan data
mengenai semua kasus pencurian yang terjadi bulan lalu antara Santa
Monica dan Ventura."
100
"Itu saja? Tunggu sebentar."
Sersan polisi itu menekan beberapa tombol di komputer. Sesaat
kemudian printernya mulai bekerja.
"Wah, banyak juga, ya?" ujar Ty, setelah mereka menunggu selama lima
menit.
Sersan Cota mengangguk. "Kami yakin, pasti ada komplotan baru yang
beroperasi di daerah ini. Tapi dalam keadaan biasa pun banyak pencurian
mobil," ia berkata sambil menyerahkan beberapa lembar kertas pada
Jupiter.
"Terima kasih, Sersan Cota."
"Jangan ragu-ragu untuk datang lagi kalau kau memerlukan informasi
tambahan, Jupe."
Setelah sampai di luar, Jupiter dan Ty segera menuju ke pick-up.
Oldsmobile hitam, yang sejak pagi membayang-bayangi mereka, kini
tidak kelihatan. Namun ketika mereka berangkat, mobil itu muncul lagi.
"Rupanya mereka belum sadar bahwa kita sudah tahu bahwa mereka
membuntuti kita," ujar Ty.
ia menuju ke Jones Salvage Yard.
Sedan Buick berwarna hitam itu ternyata tidak membawa Joe Torres ke
tokonya, melainkan ke sebuah bangunan tua di tepi daerah pusat
perbelanjaan. Pengemudinya hanya berhenti sebentar untuk menurunkan
Torres, kemudian langsung berangkat lagi.
101
Pete parkir di pinggir jalan, kemudian menyusul Torres ke bangunan tua
itu. Di dalamnya ternyata tidak ada lift. Ruang tangga hanya diterangi
oleh jendela-jendela kecil. Torres naik sampai ke lantai tiga, kemudian
membuka pintu di ujung selasar.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tulisan pada pintu itu berbunyi: JAKE HATCH, PEMANDU BAKAT.


Pete benar-benar kaget, ia segera turun lagi dan bergegas ke mobilnya.
Kemudian ia menuju rumah Jupiter.
"Jupe!" Pete berseru sambil turun dari mobil. Jupiter dan Ty berada di
dalam markas besar. Mereka sedang mempelajari data yang diberikan
oleh Sersan Cota.
"Jupe! Torres membawa sebuah BMW ke bengkel itu! Aku
membuntutinya dan..."
Jupiter segera membalik. "Pete, ada kabar gembira! Aku sudah punya
mobil sekarang! Keadaannya masih bagus. Mesinnya baru dibetulkan
dan..."
"Selamat Jupe, tapi dengar dulu..."
"...memang hanya Honda Civic, tapi lumayanlah. Sekarang kita punya tiga
mobil untuk..."
"Jupe! Torres pergi ke kantor Jake Hatch!"
"...warnanya biru-putih, dan..." Jupiter terdiam. "Apa? Torres ke mana?"
"Ke kantor Jake Hatch!"
"Jake Hatch? Itu kan si pemandu bakat yang menangani Tiburon dan
bandnya?" tanya Ty.
102
Yang lainnya mengangguk. "Hmm, sekarang masalahnya mulai jelas," Ty
bergumam.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Pete. "Mengawasi gerakgerik Jake Hatch?"
"Mungkin nanti," kata Jupiter. "Pertama-tama kita harus
membandingkan tempat-tempat yang tercantum pada print-out ini
dengan tempat-tempat di mana El Tiburon and the Piranhas tampil bulan
lalu."
"Bagaimana caranya?" Pete kembali bertanya.
"Ah, mudah saja," suara Bob tiba-tiba terdengar di belakang mereka.
Jupiter, Pete, dan Ty, begitu sibuk berbicara, sehingga tidak
mengetahui kedatangan Bob.
"Apanya yang mudah?" Pete langsung ngotot.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kita datangi kantor Jake Hatch, lalu memeriksa jadwal El Tiburon and
the Piranhas!" jawab Bob sambil nyengir.
"Kalau kita tertangkap di sana," Jupiter berkomentar, "maka kita tidak
akan bisa membantu Ty."
"Aku akan menelepon Gracie untuk menanyakan di mana Jake Hatch
nanti malam. Dia selalu menyaksikan penampilan band-bandnya, persis
seperti Sax. Kita akan mengetahui kapan kita bisa pergi ke kantornya
dan berapa lama kita boleh berada di sana. Aku akan mengajak Gracie
makan pizza, dan membiarkan pintu dalam keadaan tidak terkunci. Jadi
kau dan Pete takkan mengalami kesulitan."
103
Wajah Pete menjadi merah. "Sony, tapi aku sudah punya janji untuk
malam ini. Aku akan mengajak Kelly ke bioskop."
"Kalau begitu aku saja yang menemani Jupe," Ty langsung berkata.
"Tapi bagaimana dengan para polisi itu?"
"Ada apa dengan polisi?" tanya Bob.
Jupiter lalu menjelaskan bahwa Ty sejak kemarin terus-menerus
dibayang-bayangi oleh sebuah Oldsmobile berwarna hitam.
"Kita harus melepaskan diri dari kejaran mereka," ujar Ty. "Mereka
akan tahu bahwa kita sudah mengetahui kehadiran mereka. Tapi aku kira
memang sudah waktunya."
Kemudian Bob mengangkat gagang telepon untuk menghubungi Grace
Salieri di kantor Jake Hatch.
Jupiter dan Ty menunggu di dalam pick-up. Mobil itu berhenti di
seberang bangunan tua di tepi daerah pusat perbelanjaan. Bob berhasil
mengajak Grace Salieri untuk makan pizza. Ty dan Jupiter pun berhasil
meloloskan diri dari kejaran para polisi. Jake Hatch sedang pergi untuk
menyaksikan penampilan salah satu bandnya di Malibu, dan tidak akan
kembali sebelum pukul 22.00. Karena itu Jupiter dan Ty punya cukup
waktu untuk beraksi dengan tenang.
"Itu mereka!" kata Jupiter.
104

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Bob muncul di pintu sambil menggandeng Grace Salieri. Sekretaris Jake


Hatch itu nampak ketawa, seakan-akan merasa geli karena diajak kencan
oleh seorang pemuda seusia Bob. Namun ia menggenggam lengan Bob
dengan kedua tangan, dan kelihatan gembira sekali. Begitu mereka
menghilang ke arah pusat kota, Ty dan Jupiter menyeberangi jalan dan
masuk ke bangunan tua itu. Sebagian besar jendela nampak gelap.
Tetapi lampu di ruang tangga dan selasar masih menyala.
Kantor Jake Hatch di lantai tiga pun gelap-gulita. Sesuai rencana,
pintunya tidak dikunci. Ty dan Jupiter menemukan jadwal untuk semua
band tertempel di dinding. Langsung saja Jupiter mulai menyebutkan
tanggal dan tempat penampilan El Tiburon and the Piranhas. Ty
membandingkan keterangan itu dengan data yang tercantum pada printout yang diberikan oleh Sersan Cota.
Beberapa saat kemudian Jupe berhenti. Ty menatapnya sambil
mengerutkan kening. "Hampir setiap kali Tiburon dan bandnya
manggung, di daerah sekitar tempat itu ada mobil yang hilang dicuri. Ini
lebih dari mencurigakan, Jupe."
"Masalahnya: apakah ini bisa dijadikan bukti untuk meyakinkan polisi
bahwa kau tidak bersalah?"
Ty menggeleng lemah. "Aku rasa tidak." "Aku juga ragu-ragu," ujar
Jupiter. "Mereka memang harus tertangkap basah. Aku akan
105
menyebutkan beberapa tempat dan tanggal penampilan dari band-band
lain. Coba lihat apakah ada mobil yang dicuri di tempat itu, dan pada
tanggal yang sama."
Hasilnya ternyata serupa. Hampir setiap kali sebuah band yang
ditangani Jake Hatch tampil, print-out yang diberikan Sersan Cota
mengatakan bahwa ada mobil dicuri di daerah itu.
"Jake Hatch pasti terlibat. Mungkin malah dia dalangnya," kata Ty
yakin.
"Tapi kita tetap belum bisa membuktikannya."
"Oke, bagaimana selanjutnya?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter kembali mempelajari jadwal penampilan di dinding. "El Tiburon


and the Piranhas main di Lemon Tree Lounge malam ini. Alamatnya di
Topango Canyon, dekat Malibu. Tidak ada salahnya kalau kita pergi ke
sana. Barangkali saja kita bisa membereskan kasus ini malam ini juga."
106
11. Kehilangan Jejak
Ketika Bob kembali ke markas besar setelah makan pizza bersama
Gracie, Jupiter dan Ty sudah menunggu. Mereka segera melaporkan
temuan mereka.
"The Lemon Tree? Yeah, itu nama sebuah pub di Topango Canyon.
Tempatnya lumayan besar. El Tiburon dan anak buahnya boleh
bersyukur karena bisa tampil di sana. Tapi Jupe, anak-anak seumur kita
tidak boleh masuk."
"Bagaimana kalau aku yang mengajak kalian?" tanya Ty.
"Mungkin bisa. Tapi itu tergantung pada berapa sering mereka dirazia
oleh polisi."
"Kita harus mencoba masuk," Jupiter memutuskan.
Bertiga mereka berdesak-desakan di dalam pick-up, lalu mulai menuju
Coast Highway-jalan bebas hambatan yang menyusuri pantai. Ketika
sampai di Topango Canyon, mereka membelok ke sebuah jalan gelap yang
menuju ke pegunungan. Jarak antara jalan bebas hambatan dan The
107
Lemon Tree sekitar lima mil. Bangunan kayu itu dikelilingi pepohonan.
Mobil-mobil diparkir di sebuah lapangan kosong di sebelahnya. Para
pemain band sudah mulai beraksi. Musik mereka memecahkan
keheningan malam.
The Lemon Tree ternyata sudah penuh sesak. Mungkin karena itu tidak
ada petugas yang mengawasi pintu. Setelah mencari tempat duduk
selama beberapa menit, Jupiter, Bob, dan Ty, akhirnya menemukan
sebuah meja pojok yang tidak mencolok.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Para pengunjung di sekitar mereka sedang ngo-brol, minum, dan ketawaketawa. Hampir tidak ada yang memperhatikan El Tiburon and the
Piranhas.
"La bamba... bamba... bamba..!" "Itu orangnya?" tanya Jupiter sambil
menunjuk ke arah panggung.
Ty memperhatikan si penyanyi dengan saksama.
"Sony, aku belum bisa memastikannya," ia lalu mengakui. "Penampilannya
lain sekali di atas panggung. Maksudku, dia mirip dengan laki-laki yang
kujumpai di Oxnard. Tapi aku memang kurang bisa mengingat wajah
orang."
"Barangkali ada baiknya kalau kau memperhatikan dia untuk beberapa
waktu," Bob mengusulkan.
Selama sepuluh menit mereka duduk sambil menonton pemuda Latino di
atas panggung. Beberapa pengunjung sedang asyik berdansa. Ty
108
menuju ke bar, dan kembali dengan membawa segelas bir dan dua gelas
Coca-Cola.
Ketika minumannya habis, Ty belum juga bisa memastikan apakah
Tiburon orang yang mereka cari. Pada waktu istirahat, Jupe mengajak
sepupunya ke belakang panggung agar bisa melihat Tiburon dengan lebih
jelas.
"Rasanya memang dia," kata Ty, "tapi aku masih agak ragu-ragu."
El Tiburon and the Piranhas kembali ke panggung. Suasana semakin
ramai. El Tiburon terus menyanyi dan beraksi penuh semangat. Namun
sejauh ini belum ada petunjuk yang bisa dihubungkan dengan mobil-mobil
curian.
"Mereka tidak bersikap seperti pencuri mobil," kata Ty.
"Memang tak ada yang bisa mencuri mobil dari atas panggung," Bob
berkomentar dengan lesu.
"Kita akan membuntuti mereka," ujar Jupiter. "Barangkali mereka baru
beraksi seusai pertunjukan."
Di luar, bulan purnama telah menampakkan diri. Jupiter, Bob, dan Ty,
menunggu di bawah bayang-bayang pepohonan sambil mendengarkan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

suara angin bertiup. Meskipun musik telah berhenti, hampir tidak ada
pengunjung yang keluar dari The Lemon Tree. Musik memang bukan daya
tarik utama di pub ini. Kemungkinan besar inilah alasan kenapa El
Tiburon and the Piranhas bisa tampil di sini.
Beberapa mobil lewat di jalan raya yang
109
berkelok-kelok. Seekor anjing terdengar menyalak di kejauhan. Namun
yang paling dominan adalah suara percakapan yang keluar melalui pintu
pub yang terbuka.
Akhirnya El Tiburon dan anak buahnya muncul sambil membawa
peralatan mereka. Kelima low-rider mereka, serta sebuah van untuk
mengangkut peralatan, diparkir di ujung lapangan parkir. Para anggota
band memasukkan peralatan mereka ke van, lalu naik ke mobil masingmasing.
"Sepertinya mereka tidak akan beraksi malam ini," bisik Bob.
Jupiter menatap ke arah mobil-mobil yang penuh coret-coretan. "Kita
harus mendekat!"
"Bagaimana kalau mereka melihat kita?" tanya Ty was-was.
Tapi Jupiter tidak ambil pusing. Sambil membungkuk ia segera bergerak
maju. Tiburon dan anak buahnya baru saja menghidupkan mesin,
kemudian menggelinding ke arah jalan raya.
"Mobil-mobil mereka kelihatan lebih tinggi dibandingkan ketika kita
terakhir melihat mereka," kata Bob.
"Tentu saja," Ty menanggapinya. "Mereka kan harus lewat jalan bebas
hambatan untuk kembali ke Rocky Beach."
Tali sepatu Jupiter terlepas, ia berjongkok untuk membetulkannyatanpa melepaskan pandangan dari mobil-mobil yang sedang mendekat.
Tiba-tiba saja ia menjatuhkan diri.
"Jupe?" Bob berseru dengan suara tertahan.
110
"Jupiter!" Ty ikut memanggil sepupunya.
"Aku melihat sesuatu," Jupiter berbisik. "Coba kalian jongkok.
Perhatikan bagian bawah mobil-mobil itu!"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tiga sosok gelap berbaring di tepi jalan ketika El Tiburon dan anak
buahnya lewat. Dalam posisi dinaikkan, low-rider yang mereka pakai
kelihatan seperti mobil biasa.
"Persis seperti mobil normal," kata Bob. "Kecuali coret-coret itu."
"Betul," ujar Jupiter dengan suara serak. "Coba lihat bagian bawahnya.
Ada sesuatu yang aneh!"
Ty dan Bob segera mengikuti petunjuk Jupiter.
"Menurutku tidak ada yang aneh," bisik Bob.
"Ya, aku juga tidak melihat sesuatu yang janggal," kata Ty. Namun
kemudian ia membelalakkan mata. "Eh, tunggu dulu! Bagian bawah mobilmobil itu tidak dilindungi plat baja. Mobil-mobil itu bukan low-rider
dalam keadaan dinaikkan, tetapi mobil-mobil biasa."
"Mobil biasa yang dicat sehingga menyerupai mobil para anggota band,"
Jupiter menambahkan. "Coba perhatikan dengan saksama: mobil apa
yang mereka pakai?"
"Astaga, sebuah Mercedes! Dan dua buah Volvo!" Bob berseru terkejut
"Dan di belakang masih ada sebuah BMW dan sebuah Jaguar!" ujar Ty,
yang tak kalah kagetnya.
"Karena itulah aku tiba-tiba menjatuhkan diri," kata Jupiter. "Bentuk
mobil yang kita lihat di The Shack berbeda sama sekali. Aku yakin,
bukan
111
para anggota band yang mencuri mobil-mobil itu. Mereka hanya bertugas
membawa kendaraan-kendaraan itu ke Rocky Beach. Takkan ada yang
mencurigai sebuah mobil yang penuh coret-coretan."
Ketika mobil terakhir meninggalkan lapangan parkir, Jupiter segera
kembali berdiri. "Cepat! Kita harus mengikuti mereka untuk mengetahui
ke mana mereka pergi."
Ty, Bob, dan Jupiter, berlari ke pick-up, lalu mulai mengejar El Tiburon
and the Piranhas. Karena tidak menggunakan low-rider seperti biasa,
para anggota band kali ini bisa melaju dengan kencang. Namun Ty pun
menekan pedal gas dalam-dalam, sementara Jupiter dan Bob

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

berpegangan erat-erat. Dalam sekejap saja lampu belakang iring-iringan


di depan mereka sudah kelihatan.
"Kalau semuanya memang curian," ujar Bob, "bagaimana caranya mobilmobil itu bisa sampai ke lapangan parkir tadi? Dan ke mana low-rider
milik para anggota band?"
"Aku rasa mobil-mobil tadi dicuri sebelum pertunjukan. Setelah
dicoret-coret dengan cat semprot, anggota komplotan yang lain
membawa mobil-mobil itu ke tempat parkir," kata Jupiter.
"Yeah," Ty berkomentar, "untuk mencuri mobil dibutuhkan pengalaman.
Memang sering ada pencurian mobil yang dilakukan oleh anak-anak muda.
Tapi biasanya mereka segera ketangkap. Para pencuri mobil profesional
bersikap lebih hati112
hati. Mereka mencari mobil yang diinginkan, lalu memilih saat yang
paling aman untuk beraksi. Setelah itu mereka langsung
menyembunyikan mobil tersebut. Aku pikir Jupe benar-mobil-mobil tadi
dicuri oleh penjahat profesional, dicat, dan dibawa ke lapangan parkir.
Kemudian para anggota band membawa semuanya ke Rocky Beach."
"Tapi bagaimana El Tiburon dan anak buahnya bisa sampai ke The Lemon
Tree?" tanya Bob.
Ty mengangkat bahu. "Barangkali ada yang mengantar mereka. Mungkin
juga mereka mengambil mobil-mobil itu di suatu tempat dekat sini,
kemudian baru pergi ke tempat pertunjukan."
"Hmm, kalau mobil-mobil itu memang dicuri oleh pencuri profesional,"
ujar Bob, "untuk apa mereka melibatkan El Tiburon and the Piranhas?"
"Masalahnya, pihak polisi sudah tahu siapa saja yang patut dicurigai,"
jawab Ty. "Jika ada laporan mengenai pencurian mobil, maka setiap
polisi di daerah sekitar tempat kejadian akan mencari para penjahat
yang pernah terlibat dalam kasus serupa."
"Kalau begitu El Tiburon hanya semacam kurir, dong," Bob berkomentar.
"Wah, benar-benar lihai! Pihak polisi pasti tidak mencurigai sekelompok
pemain musik yang baru pulang setelah manggung."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kemungkinan besar El Tiburon dan anak buahnya memang hanya


mengantarkan mobil-mobil itu ke tempat tujuan sebenarnya," ujar
113
Jupiter. "Jadi, kalau kita mengikuti mereka, maka mereka tanpa sadar
akan membawa kita ke markas besar komplotan itu."
"Tapi bagaimana dengan mobil yang dibawa oleh Ty ke Rocky Beach?"
tanya Bob. "Kejadian itu sama sekali tidak cocok dengan teorimu, Jupe.
Mobil itu bahkan tidak dicoret-coret sama sekali."
"Hmm, betul juga," Jupiter bergumam. "Barangkali Tiburon mencuri
mobil itu untuk dipakai sendiri, mungkin seusai pertunjukan malam itu."
"Berani benar dia meminta tolong pada seseorang seperti aku," kata Ty.
"Dia kan tidak tahu siapa aku! Bos-nya pasti marah besar ketika
mendapat laporan mengenai kejadian itu."
"Karena mobil itu tidak akan dibawa oleh para anggota band," Jupiter
menambahkan, "maka Tiburon tidak perlu mencoret-coretnya dengan
cat semprot"
"Ty, awas!" Bob tiba-tiba berseru sambil melotot ke depan.
Sebuah truk gandengan raksasa membelok dari sebuah jalan kecil dan
menghalangi arus lalu-lintas. Ty terpaksa berhenti sampai kendaraan
beroda-18 itu mulai maju. Para pengemudi dari arah berlawanan kini bisa
melaju lagi, tetapi Ty terpaksa menyesuaikan kecepatan dengan
kendaraan berat di depannya.
Akhirnya mereka mencapai sepotong jalan lurus yang cukup panjang
untuk menyusul dengan aman. Ty segera tancap gas dan meneruskan
pengejaran para low-rider gadungan. Setelah
114
sampai di Coast Highway, Ty menambah kecepatan. Namun sampai tiba
di Rocky Beach, mereka tidak menemukan jejak El Tiburon dan gangnya.
"Coba ke bengkel atau ke tempat cuci mobil," kata Jupiter.
Ty mengikuti petunjuk sepupunya. Tetapi iring-iringan mobil yang
mereka cari tetap lenyap tanpa bekas.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Ty-

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Untuk malam ini tidak ada lagi yang bisa kita lakukan," ujar Jupiter
kecewa. "Tapi besok kita akan memikirkan jalan untuk menangkap para
pencuri mobil itu."
115
12. Menyusup ke Markas Lawan
Ketika Jupiter dan Ty keluar dari rumah Paman Titus pada pagi
berikutnya, Pete dan Bob sudah menunggu di depan pintu gerbang Jones
Salvage Yard. Berempat mereka lalu masuk ke markas besar untuk
menyusun rencana selanjutnya.
Jupiter duduk di belakang mejanya. "Aku yakin seratus persen,
komplotan pencuri mobil itu dipimpin oleh Jake Hatch. Yang sulit adalah
membuktikannya."
Semuanya nampak merenung. Tanpa berkata apa-apa, mereka
memikirkan cara untuk menghentikan kegiatan para penjahat itu.
"Aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian," Ty akhirnya
memecahkan keheningan. "Tapi kita harus ingat, yang kita hadapi adalah
sebuah gang yang terorganisasi dengan baik. Mereka sangat berbahaya.
Mungkin lebih baik kalau kita membawa kasus ini ke polisi. Pencurian
mobil melibatkan uang dalam jumlah besar, dan uang biasanya berarti
kekerasan."
116
"Tapi kita belum punya bukti untuk meyakinkan polisi," kata Jupiter.
"Ya," Pete menambahkan. "Jangan-jangan mereka hanya menertawakan
kita nanti."
Ty menggelengkan kepala. "Kalian benar," ia mengakui dengan lesu.
"Berarti kita tidak boleh berhenti sebelum memperoleh bukti-bukti
yang kuat," ujar Jupiter. "Setuju?"
"Setuju!" jawab Bob.
"Kita tidak boleh menyerah!" kata Pete.
"Hmm, kita sudah tahu bahwa Tiburon dan anak buahnya membawa mobil
curian yang disamarkan sebagai low-rider," Jupiter berkata sambil

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

mengerutkan kening. "Dan hampir bisa dipastikan bahwa mobil-mobil itu


dibawa ke bengkel di dekat jalan layang. Tapi kita sudah mendatangi
bengkel itu tanpa menemukan apa-apa. Wah, sayang sekali semalam kita
kehilangan jejak Tiburon dan gangnya."
"Kalau memang ada chop-shop di sana," ujar Ty, "maka komplotan itu
pasti punya jalan rahasia untuk melarikan diri seandainya mereka
didatangi polisi."
"Berarti dari luar kita tidak bisa berbuat apa-apa," Bob menyimpulkan.
"Dengan kata lain," Pete melanjutkan, "kita harus menyusup ke dalam."
"Itulah yang aku pikirkan sepanjang malam," ujar Jupiter. "Salah satu
dari kita harus masuk ke bengkel itu."
117
Suasana di markas besar kembali hening. Bob mengerutkan alis dengan
cemas.
"Nanti dulu, Jupe," katanya. "Mereka sudah beberapa kali melihat kita."
"Tapi mereka belum pernah melihat aku-kecuali Tiburon," kata Ty. "Aku
bisa menumbuhkan kumis, menggunakan penyamaran, atau..."
"Torres sudah pernah melihatmu," Jupiter memotong ucapan sepupunya.
"Jangan, sebaiknya aku saja yang menyusup ke sana."
"Jangan macam-macam, Jupe!" Pete berseru. "Kau pernah membanting
Torres, dan berhadap-an langsung dengan Tiburon. Mereka pasti masih
ingat tampangmu. Aku rasa akulah yang paling tepat untuk tugas ini."
Yang lainnya saling berpandangan.
"Pete benar, Jupe," ujar Bob kemudian.
Ty mengangguk.
"Baiklah," Jupiter mengalah. "Kalau begitu, sekarang kita cari jalan agar
Pete bisa bergabung dengan mereka tanpa menimbulkan kecurigaan."
"Aku bisa melamar sebagai mekanik di bengkel itu," Pete mengusulkan.
"Risikonya terlalu besar," kata Ty. "Lagi pula kemungkinan untuk
berhasil kecil sekali. Kalau mereka memang membongkar mobil curian di
sana, maka mereka hanya akan menerima tenaga yang dikirim oleh
seseorang yang mereka kenal."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bagaimana kalau kau melamar sebagai petugas jaga, Pete?" tanya


Jupiter.
"Terlalu mencolok," Ty berkomentar.
118
"Hei, aku tahu!" Bob tiba-tiba berseru. "Tempat cuci mobil di samping
restoran Mexico! Tiburon dan gangnya sering nongkrong di sana. Sebuah
tempat cuci mobil selalu memerlukan tenaga pembantu untuk mengelap
mobil-mobil yang selesai dicuci. Kalau Pete bekerja di sana, maka dia
punya kesempatan untuk mendekati Tiburon. Setelah akrab, mungkin
saja Tiburon mengusulkan pada bosnya untuk menempatkan Pete di
bengkel."
"Yeah, itu dia!" ujar Ty sambil mengangguk. "Pete bisa menyombongkan
diri sebagai mekanik yang hebat Kemudian-sambil lalu saja-dia bisa
menyinggung bahwa dia sedang perlu uang banyak. Setelah itu tinggal
membuktikan bahwa Pete memang jago bongkar-pasang mesin mobil."
"Tapi itu makan waktu," Jupiter mengemukakan keberatannya. "Kecuali...
kecuali kalau kita mengutak-atik mobil Tiburon sehingga tidak bisa
jalan! Kerusakannya harus sulit ditemukan, tetapi mudah diperbaiki oleh
seseorang yang tahu bagian mana yang harus dibetulkan. Dengan
demikian Pete bisa memamerkan kehebatannya di depan Tiburon."
"Aku bisa mencopot beberapa kabel di bagian bawah mesin," kata Ty.
"Tiburon takkan tahu bagian mana yang rusak."
"Oke," ujar Bob, "inilah rencana yang paling masuk akal."
"Tapi kita harus yakin bahwa Tiburon memang membawa mobilnya ke
tempat itu," kata Pete.
119
"Jangan khawatir," kata Jupiter. "Tiburon dan anak buahnya hampir
setiap hari datang ke sana. Tapi untuk berjaga-jaga terhadap segala
kemungkinan, kita memang perlu mempersiapkan rencana cadangan"
"Seperti apa, misalnya?" tanya Bob.
"Salah satu dari kita akan menyewa tempat parkir di tempat penitipan
mobil, bersembunyi di dalam mobil untuk mengamati kegiatan di bengkel

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

itu. Mudah-mudahan saja kita bisa menemukan di mana para penjahat


membongkar mobil-mobil itu."
"Siapa yang akan ke sana?" tanya Ty.
"Hari ini aku harus kerja sampai sore," kata Bob. "Dan setelah itu aku
harus menemani Lisa dan teman-temannya ke pantai. Sudah dua kali aku
membatalkan janji dengan mereka. Eh, Jupe, Ruthie sebenarnya ingin
agar kau ikut."
"Ty pasti akan diikuti oleh polisi," kata Jupiter cepat-cepat. "Jadi
tinggal aku yang bisa pergi ke bengkel itu. Berarti aku tidak bisa ikut ke
pantai bersama teman-temanmu, Bob. Sekaligus aku mau mengambil
mobilku yang baru."
"Tunggu dulu," ujar Pete. "Bagaimana kalau Torres dan laki-laki
berpistol itu ada di bengkel? Mereka tahu tampangmu, Jupe."
"Kalau Torres ada di sana," balas Jupiter, "maka aku harus kabur
secepat mungkin. Mengenai Max aku tidak terlalu khawatir. Dia tidak
sempat memperhatikanku waktu itu. Lagi pula tidak ada orang lain
kecuali aku. Kau kan sudah kebagian tugas di tempat cuci mobil."
120
Pete menelan ludah. "Baiklah, aku akan pergi ke tempat cuci mobil itu
dan melamar sebagai tenaga pembantu."
"Aku akan meminjam pick-up Paman Titus dan mengantar Jupe untuk
mengambil mobilnya," kata Ty. "Setelah itu aku akan mengawasi Pete
dari restoran Mexico yang kalian ceritakan. Kalau aku diikuti polisi,
maka mereka hanya akan melihat bahwa aku sedang makan."
Jupiter membuka laci meja kerjanya, lalu mengambil sejumlah uang
untuk membayar sewa tempat parkir. Kemudian ia pergi ke bengkelnya.
Beberapa saat kemudian ia kembali sambil membawa tiga buah walkietalkie berukuran mini
"Pete, sebaiknya kau bawa satu," katanya. "Jangkauannya memang tidak
terlalu jauh, tetapi cukup untuk menghubungi Ty di restoran. Dan aku
bisa berhubungan dengan siapa saja yang berada di luar tempat
penitipan mobil."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tidak lama kemudian semuanya berangkat. Bob menuju kantor Sax


Sendler. Pete pulang dulu untuk ganti pakaian, kemudian pergi ke tempat
cuci mobil. Sedangkan Ty dan Jupiter menuju ke show-room untuk
mengambil Honda Civic.
"Nanti kita ketemu di markas besar," Jupiter berseru pada Ty, setelah
mengambil mobilnya.
Ty tersenyum. "Hati-hati di jalan!"
Jupiter nyengir seperti anak kecil yang memperoleh mainan baru. Untuk
pertama kali ia mengendarai mobil milik sendiri. Honda Civic itu
ternyata praktis sekali. Tanpa kesulitan Jupiter
121
bisa menyelip ke tempat-tempat sempit yang tidak mungkin dimasuki
oleh mobil buatan Amerika, ia benar-benar menikmati perjalanan menuju
tempat penitipan mobil di pinggir jalan layang.
Ketika sampai di tempat tujuan, ia berhenti di depan gerbang dan
menekan klakson.
Seorang pria muncul dari pintu kecil di samping gerbang. Orang itu
adalah Max!
"Mau apa?"
Jupiter berusaha keras agar tetap tenang. Tetapi sepertinya Max tidak
mengenalinya lagi. Untung saja! Jupe menarik napas panjang dan
tersenyum.
"Saya ingin menitipkan mobil selama satu minggu," katanya dengan gaya
yakin.
Max langsung berbalik. "Sorry, tidak ada tempat kosong."
"Hampir sepanjang waktu saya akan meninggalkan mobil saya di sini,"
ujar Jupiter seakan-akan tidak mendengar apa-apa. "Tapi sewaktuwaktu saya mungkin perlu mengambilnya. Apakah ini bisa diatur?"
"Kau tidak dengar apa yang saya katakan tadi?" tanya Max sambil
melotot. "Semuanya sudah penuh!"
Ia kembali masuk. Jupiter duduk di mobilnya dan memikirkan jalan
keluar. Namun akhirnya ia terpaksa mengakui bahwa tidak ada yang bisa

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

ia lakukan. Sambil mendongkol Jupe pulang lagi. Dalam hati ia berharap


agar Pete lebih sukses.
Ternyata tidak ada siapa-siapa di markas besar.
122
Jupiter terpaksa menunggu. Untuk mengisi waktu, ia mengambil
sekeping coklat dari laci rahasianya. Kemudian ia keluar untuk
mengagumi mobilnya.
Tiba-tiba telepon di dalam karavan berdering.
"Jupe!" Ternyata Ty yang menelepon. "Dua orang baru saja berhenti
kerja di tempat cuci mobil. Mereka menyerahkan beberapa potong lap
pada Pete, dan menyuruhnya untuk segera mulai mengeringkan mobilmobil."
"Bagaimana dengan Tiburon dan gangnya?"
"Mereka belum datang. Aku akan menunggu mereka di restoran Mexico.
Kau sendiri bagaimana? Berhasil?"
"Tidak," jawab Jupiter dengan lesu. ia menceritakan bahwa pintu masuk
ke bengkel itu dijaga oleh Max.
Ty diam sejenak, kemudian berkata, "Aku tidak percaya bahwa tidak
ada tempat lagi. Dia pasti hanya minta uang rokok. Kalau kau bisa
menjemputku, maka aku akan mengantarkanmu ke sana."
"Maksudmu, kita harus menyogok dia?"
"Tentu saja! Orang seperti Max selalu mengharapkan uang rokok untuk
bantuan mereka. Kau harus membuka dompet supaya dilayani oleh. dia."
"Oke, aku akan segera menjemputmu."
Jupe bergegas ke mobilnya, kemudian menuju restoran Mexico di
samping tempat cuci mobil. Ty sudah menunggu di depan pintu.
123
"Seharusnya kau tunggu di sini dan mengamati kegiatan di tempat kerja
Pete," ujar Jupiter.
"Selama ini belum terjadi apa-apa. Lagi pula aku hanya pergi sebentar."
"Oke, tapi kau yang pegang kemudi," kata Jupiter. "Aku akan
bersembunyi di belakang."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Mereka berangkat. Ty duduk di depan, sementara Jupe berbaring di


lantai. Namun beberapa saat kemudian Ty tiba-tiba mengumpat.
"Brengsek! Kita diikuti lagi, Jupe. Kali ini mereka naik Aries berwarna
biru." Kemudian ia mulai berbicara pada para polisi. "Oke, kalian sendiri
yang cari perkara. Bersiaplah, Jupe!"
Sedetik kemudian Honda Civic itu sudah meluncur seperti roket.
Jupiter berpegangan erat-erat. Ty mengemudi seperti setan jalanan.
Setiap tikungan disikatnya tanpa mengerem, sehingga Jupiter
terpontang-panting di belakang.
"Mobilku!" Jupiter meratap. "Ty! Kau akan menghancurkannya!"
Ty ketawa. "Tenang saja. Mobil ini tahan bantingan."
Sambil terguncang-guncang Jupiter mendengar mobilnya dipaksa ngebut
seperti mobil rally. Mesinnya meraung-raung. Tanpa ampun Ty ngebut
melewati rel kereta, jalan berbatu-batu, dan kubangan lumpur.
Kemudian ia menginjak rem dan berhenti.
"Nah, berhasil kan?" ia berujar sambil ketawa. "Kau baik-baik saja,
Jupe?"
124
"Rasanya sih ya," jawab Jupe. "Bagaimana keadaan mobilku?"
"Hanya sedikit kotor. Jangan nampakkan diri. Kita sudah hampir
sampai."
Jupiter terbaring dengan kaku ketika mobilnya kembali berhenti. Ty
menekan klakson.
Sekali lagi Max muncul di pintu. "Ada apa?"
"Saya butuh tempat parkir untuk seminggu," kata Ty.
"Tidak ada tempat kosong."
"Tunggu sebentar, Anda kelihatan seperti seseorang yang memahami
arti kata servis. Saya akan bayar di muka. Berapa sewanya untuk satu
minggu?"
Untuk beberapa detik tidak ada jawaban. Kemudian, "Lima puluh dollar."
"Wah, itu hanya setengah dari perkiraan saya. Begini saja deh: saya
akan membayar seratus. Tunai! Sekarang juga! Saya sudah bawa
uangnya."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Beberapa detik berlalu sebelum Max menjawab, "Oke, mungkin masih


ada tempat untuk mobil Anda."
Pintu gerbang membuka, dan Ty segera masuk, ia memarkir mobil
Jupiter di deretan paling belakang.
"Jupe, kita sudah di dalam," Ty berbisik sambil menunduk.
Jupiter mendesah. "Seratus dollar yang kau-berikan itu adalah uang
terakhir di kas kami." "Sorry, tapi tidak ada jalan lain, Jupe. Aku
125
akan kembali ke tempat cuci mobil dan mengawasi perkembangan di
sana. Barangkali saja Pete perlu bantuan. Sekitar jam lima aku akan ke
sini lagi."
126
13. Nyaris Terjebak!
Di tempat cuci mobil, Pete sedang sibuk mengelap mobil, ia dan para
petugas lainnya membawa potongan-potongan kain, serta botol-botol
beris cairan pembersih kaca.
Sambil kerja, Pete terus mencari petunjuk mengenai Joe Torres, atau
Tiburon dan anak buahnya. Namun sampai siang berlalu pun belum
terjadi apa-apa.
Pete tetap bekerja.
Dan Ty terus menunggu.
Di dalam tempat penitipan mobil yang remang-remang, Jupiter
menegakkan badan agar bisa mengintip ke luar jendela. Ternyata tak
ada tanda-tanda kehidupan di sekitarnya.
Kemudian ia mendengar suara para pegawai bengkel yang sedang
bekerja di lantai dua. ia bahkan mendengar bunyi samar-samar dari
lantai tiga-suara kompresor angin yang mendengung-dengung.
127
Jupiter berusaha keras untuk menangkap bunyi-bunyi lain. Sebuah
Cadillac berwarna Jingga pernah menghilang di bangunan ini. Dan Joe
Torres serta Max bisa lenyap, kemudian muncul lagi entah dari mana.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Dari mana, dari mana?


Pukul empat sore, Ty melirik jam tangannya. Sampai sekarang belum ada
perkembangan yang mencurigakan. Ia hanya melihat bahwa Pete dan
rekan-rekan kerjanya tak pernah beristirahat. Mereka sibuk teruspersis seperti sekawanan semut hitam yang rajin.
Tak ada tanda-tanda mengenai Tiburon, anak buahnya, ataupun pacarpacar mereka. Joe Torres juga belum muncul. Sedangkan sekarang
sudah waktunya untuk menjemput Jupiter di tempat penitipan mobil.
Dengan berat hati Ty harus mengakui bahwa usaha mereka gagal-paling
tidak untuk hari ini.
Dua kali Jupiter terpaksa menunduk ketika Max, si penjaga, melewati
mobilnya. Jam tangan Jupe menunjukkan pukul empat lewat tiga puluh,
ketika ia menyelinap keluar dari Honda Civic-nya. Dalam keadaan
setengah gelap, anak itu mengendap-endap menuju lift mobil.
128
Sambil bergerak maju, Jupiter terus memasang telinga untuk berjagajaga terhadap segala kemungkinan. Ia tidak boleh kepergok oleh Max.
Selain penjaga itu rupanya tidak ada siapa-siapa di lantai dasar. Dan
selama Jupe berada di sini juga tidak ada mobil lain yang masuk ke
bengkel.
Kini ia mengelilingi seluruh lantai dasar. Jupiter ingin mengecek apakah
ada yang luput dari pengamatannya ketika ia dan Pete memeriksa
bangunan ini. Jupe bahkan membuka pintu ruang kantor, dan mengintip
ke dalam. Ternyata ruangan itu tak berperabot, dan hanya digunakan
sebagai gudang.
Jupiter berhenti di depan lift mobil. Kali ini landasannya berada di
lantai dasar. Jupe menoleh ke atas, namun tidak menemukan sesuatu
yang mencurigakan.
Tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara langkah!
Max, si penjaga, sedang berjalan menuruni ramp.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tiburon and the Piranhas tiba di tempat cuci mobil dengan mengendarai
low-rider masing-masing. Mereka nampak seperti segerombolan bandit
di film-film koboi, yang kembali ke tempat persembunyian setelah
merampok sebuah bank. Jam di ruang kantor menunjukkan pukul lima.
Tempat cuci mobil baru saja tutup. Pete sedang menerima upahnya
untuk hari ini, ketika Tiburon memasuki ruang kantor.
129
"Terima kasih, Sir," ujar Pete keras-keras, sehingga ucapannya
terdengar oleh semua orang di ruangan itu. "Saya sangat membutuhkan
uang ini. Ayah saya dipecat dari pekerjaannya. Kalau Anda kebetulan
mendengar bahwa seseorang memerlukan mekanik yang hebat, tolong
beritahu saya."
"Beres, Crenshaw," ujar si pemilik tempat cuci mobil. "Kelihatannya kau
memang pekerja yang baik. Saya akan memberitahumu kalau ada
lowongan sebagai mekanik."
"Sebagai mekanik saya benar-benar jempolan," Pete menekankan. "Dan
saya mau melakukan apa saja asal bisa mendapatkan uang."
Ketika menyadari bahwa Tiburon sedang menatapnya, Pete segera
meninggalkan ruangan, ia tidak mau bersikap berlebihan, sehingga malah
menimbulkan kecurigaan. Setelah keluar, Pete segera menuju ke
mobilnya yang diparkir agak jauh.
Ketika melewati restoran Mexico di sebelah, ia melihat ternyata Ty
sudah pergi.
Jupiter menahan napas ketika suara langkah Max semakin mendekat.
Tidak ada waktu untuk kembali ke mobilnya, ia bahkan nyaris tidak
sempat bersembunyi di balik mobil terdekat.
Kini Max menyusuri jalan antara lift mobil dengan deretan mobil. Kalau
saja ia menoleh ke
130
kiri, maka ia akan melihat Jupiter. Dan beberapa detik lagi Max pasti
menoleh ke arah itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter membaringkan diri di lantai yang kotor dan penuh oli, lalu
merayap ke bawah sebuah mobil. Dengan tegang ia memperhatikan kaki
Max, yang berada tepat di depan hidungnya. Penjaga tempat penitipan
mobil itu sempat berhenti, seakan-akan ada yang membuatnya curiga.
Jupiter bernapas pelan-pelan, dan menghapus keringat serta oli yang
menempel di wajahnya. Waktu berjalan sangat lambat. Bagi Jupiter
rasanya seperti berabad-abad. Dan Max masih tetap berhenti di tempat
yang sama. Dengan mengulurkan tangan, Jupiter bisa memegang sepatu
penjaga pintu itu.
Kemudian terdengar suara pintu membuka. Cahaya matahari menerangi
ruangan besar itu.
"Siapa itu?" Max bertanya seketika.
"Halo, saya ingin mengambil mobil saya," Jupiter mendengar suara Ty.
"Mana karcisnya?"
"Ada di dompet," jawab Ty.
Kaki Max menghilang. Jupiter menunggu semenit, kemudian keluar dari
tempat persembunyiannya. Dengan hati-hati ia mengintip ke arah pintu.
Max sedang berjalan menghampiri Ty, yang menunggu di ambang pintu.
Cepat-cepat Jupiter berdiri dan melambaikan tangan, kemudian
langsung kembali berjongkok. Mudah-mudahan saja Ty melihatnya, lalu
berbin131
cang-bincang dengan Max sampai Jupiter bisa kembali ke Honda Civicnya.
"Kami tutup pukul 18.00," Jupiter mendengar Max berkata. "Kalau Anda
belum kembali pada jam segitu, silakan cari tempat parkir lain sampai
besok pagi."
"Kebetulan saya perlu kendaraan malam ini," jawab Ty. "Ehm... apakah
saya bisa pinjam telepon sebentar?"
"Teleponnya ada di dinding sana."
"Apakah Anda bisa menunjukkan tempatnya?"
"Busyet, baru bayar seratus dollar saja sudah minta dilayani seperti
raja," Max mengomel sambil mengantarkan Ty.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Jupiter untuk kembali ke mobilnya.


Beberapa saat kemudian Ty menyusul, ia langsung menghidupkan mesin
dan mulai menjalankan Honda Civic itu. Ketika berhenti di depan pintu
gerbang, Max menengok ke dalam.
"Ingat: jam enam, atau tunggu sampai besok."
"Jam berapa besok pagi?" tanya Ty.
"Pintu dibuka mulai jam tujuh-tapi bukan oleh saya!"
Ty ketawa mendengar lelucon itu. Max tidak ketawa. ia memang tidak
bercanda. Penjaga itu merasa bangga bahwa kedudukannya cukup
penting, sehingga tidak perlu datang pagi-pagi. Pelan-pelan Ty keluar
dari tempat penitipan mobil.
"Bagaimana keadaanmu, Jupe?"
"Lumayan, tapi aku tidak menemukan apa-apa."
132
di belakang mereka, Max sudah menutup pintu. Ty membelok lalu
berhenti di pinggir jalan. Jupiter segera pindah ke depan.
"Apakah Tiburon datang ke tempat cuci mobil?" ia bertanya.
"Aku tidak melihatnya sampai aku berangkat untuk menjemputmu."
Setelah tiba di Jones Salvage Yard, mereka segera masuk markas
besar. Pete sedang menghitung upah hari ini sebelum memasukkannya ke
kas Trio Detektif. Jupiter menelepon ke kantor dan rumah Bob, namun
sahabatnya itu tidak ada di tempat. Karena itu rencana selanjutnya
terpaksa disusun tanpa menunggu dia.
"Sebaiknya kita tetap berpegang pada rencana semula," ujar Jupiter.
"Besok pagi kita coba lagi. Pete pergi ke tempat cuci mobil. Ty
menunggu kesempatan untuk mengutak-atik low-ridernya Tiburon. Dan
aku kembali ke tempat penitipan mobil."
"Mudah-mudahan saja Tiburon muncul agak lebih cepat daripada hari
ini," kata Ty. "Kalau tidak, kita bakal bengong-bengong lagi."
Ternyata Tiburon datang setelah jam makan siang. Tetapi Ty tidak
memperoleh kesempatan untuk mendekati mobil pemimpin band itu.
Jupiter juga tidak beruntung. Sepanjang hari ia berjaga di tempat
penitipan mobil tanpa melihat

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

133
sesuatu yang mencurigakan. Satu-satunya berita menggembirakan
adalah bahwa Tiburon kelihatan tertarik pada semangat kerja Pete.
"Untuk orang Anglo kau cukup menyenangkan," kata Tiburon. "Jangan
khawatir, kita akan menemukan pekerjaan yang cocok untukmu, oke?"
Pete menjawab bahwa ia berminat. Namun selanjutnya tidak terjadi
apa-apa lagi. Keadaan mulai gawat. Dalam tiga hari liburan musim semi
akan berakhir.
Keesokan harinya Ty akhirnya mendapat kesempatan yang ditunggutunggunya. Pagi-pagi Tiburon dan gangnya sudah muncul. Mereka mampir
ke restoran Mexico. Sementara para anggota band sedang berdebat
mengenai makanan yang akan mereka pesan, Ty masuk ke kolong mobil
Tiburon, lalu mencopot dua buah kabel listrik. Sebelumnya ia sudah
memberitahu Pete kabel mana yang akan ia copot. Pete tinggal
menyambungkannya kembali.
Ketika kembali dari restoran, Tiburon berulang-kali memutar kunci
kontak. Tetapi mesinnya tetap tidak mau hidup. Sambil mengelap mobil,
Pete melihat para pemuda Latino berkumpul di sekitar mobil Tiburon.
Kelihatannya mereka sedang membahas kerusakan mobil itu.
Tidak lama kemudian si pemilik tempat cuci mobil menghampiri mereka.
Kemudian salah satu pegawai senior menyusul. Dan akhirnya Tiburon
berseru memanggil Pete.
"Hei, Anglo! Coba ke sini sebentar!"
134
Sambil membersihkan tangan, Pete menuju ke tempat parkir restoran
Mexico. "Aku?" ia bertanya.
"Katanya jago mesin. Sekarang coba buktikan kehebatanmu."
Pete membungkuk dan memperhatikan mesin mobil Tiburon. ia mengecek
kabel aki, memeriksa semua busi, dan berlagak sibuk. Kemudian ia masuk
ke kolong mobil.
"Tolong ambilkan kunci pas ukuran 12," ujar Pete dari bawah mobil.
Para pemuda Latino langsung repot mencari alat-alat. Si pemilik tempat
cuci mobil pergi ke kantornya, lalu kembali dengan kunci pas yang

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

diminta. Pete sebenarnya tidak membutuhkannya, ia hanya berlagak


agar kesannya lebih meyakinkan.
"Coba distarter lagi," ia berkata setelah keluar dari kolong mobil.
Mesin mobil itu langsung hidup.
"Hei, rupanya kau benar-benar mengerti mesin," ujar Tiburon sambil
menatap Pete. "Aku akan menghubungi beberapa orang yang mungkin
memerlukan tenaga ahli seperti kau Bayaran-, nya betul-betul bagus.
Maksudku betul-betul bagus. Comprendes? Mengerti?"
Maksud Tiburon sebenarnya adalah bahwa pekerjaan yang
ditawarkannya tidak halal, dan ia bertanya apakah Pete mengerti. Pete
mengangguk dengan mantap.
135
Jupiter nyaris ketiduran di mobilnya, ketika ia mendengar suara Ty di
dekat pintu.
"Saya perlu mengambil sesuatu dari mobil."
"Jangan kebiasaan! Kami di sini tidak suka kalau orang keluar-masuk
terus," Max menanggapinya dengan dingin.
Jupiter segera menundukkan kepala.
"Ada apa?" ia berbisik.
Ty membungkuk, seakan-akan memang sedang mencari sesuatu.
"Rencana kita berhasil! Tiburon memberitahu Pete bahwa Pete akan
dijemput dan dibawa ke sebuah bengkel."
"Kapan?"
"Hari ini-tapi jamnya belum pasti. Kalau para pencuri mobil memang
bermarkas di sini, maka kau pasti akan melihat Pete nanti."
Setelah Ty pergi, Jupiter kembali menunggu. Dari mobilnya, ia bisa
melihat dengan jelas ke mana Pete dibawa. Dengan demikian ia akan
tahu di mana komplotan ini membongkar mobil-mobil yang mereka curi.
Satu jam berlalu. Kemudian dua jam. Jam tangan Jupiter menunjukkan
pukul lima sore, tetapi belum ada yang datang. Pukul 18.00 Jupiter
mendengar Max mengunci pintu gerbang. Pete belum datang. Tak
seorang pun datang Jupiter mulai cemas. Bagaimana kalau markas para
pencuri mobil ternyata di tempat lain?

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tiba-tiba saja lampu kecil pada walkie-talkie Jupe berkedap-kedip.


Jupe segera menyala136
kannya. Suara Ty terdengar pelan, namun se rius.
"Jupe! Kita mendapat kesulitan! Kesulitan be sar!"
137
14. Ketiban Sial
"Aku terkunci di dalam sini," Jupiter berkata melalui walkie-talkienya.
"Kau harus berusaha keluar," suara Ty menjawab. "Coba lewat pintu
yang kecil."
Tanpa bersuara Jupiter mengendap-endap ke pintu. Pintu untuk mobil
ternyata telah digembok, tetapi pintu yang kecil bisa dibuka dari dalam.
Jupe segera menyelinap keluar dan melihat pick-up Paman Titus di pojok
jalan.
"Ayo, masuk!" Ty mendesak.
"Ada apa?"
Ty nampak serius. "Sekitar lima belas menit lalu Bob dan Kelly Madigan,
pacar Pete, datang ke markas. Kelly bilang bahwa Pete telah
menceritakan rencana kita padanya. Dia tahu semuanya tentang El
Tiburon dan mobil-mobil curian itu. Dia juga tahu kenapa Pete melamar
kerja di tempat cuci mobil."
"Aduh," Jupiter mendesah, "Pete tidak pernah bisa menyimpan rahasia."
"Kali ini mungkin ada baiknya," kata Ty. "Kelly
138
baru saja mengetahui bahwa Tina Wallace, teman sekelasnya, adalah
pacar El Tiburon! Mereka selalu bersama-sama-dan Tina mengenal Pete.
Tina tahu bahwa Pete anggota Trio Detektif."
Jupiter terbengong-bengong. "Gawat! Kalau dia melihat Pete..."
"Tina bisa memberitahukan identitas Pete yang sebenarnya pada
Tiburon."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Dan dia pasti akan melihat Pete kalau dia menemani Tiburon ke tempat
cuci mobil!" ujar Jupiter sambil membelalakkan mata.
"Menurut Kelly, Tina gadis yang baik. Kemungkinan besar dia sama sekali
tidak tahu bahwa pacarnya anggota komplotan pencuri mobil. Tapi
mungkin saja dia tanpa sengaja membongkar penyamaran Pete."
Mereka sampai di Jones Salvage Yard, dan langsung masuk ke markas
besar. Bob dan Kelly Madigan sudah menunggu. Gadis berambut gelap itu
segera berdiri.
"Kalian sudah menemukan Pete?" ia bertanya. "Kalian sudah
menjemputnya?"
"Kami sama sekali tidak tahu di mana dia berada," jawab Jupiter. "Ty,
kau yakin bahwa Pete sudah pergi dari tempat cuci mobil?"
"Tadi Tiburon sempat kembali dan berbicara dengan Pete. Pete hanya
mengacungkan jempol kemudian pergi dengan Tiburon."
"Kalau begitu," kata Bob, "kita harus mencarinya sampai ketemu."
139
"Tapi bagaimana caranya?" tanya Kelly sambil menatap Jupiter, Bob, dan
Ty, ganti-berganti.
Bob dan Ty memandang ke arah Jupiter. Kelly duduk dengan lesu.
Matanya nampak merah.
"Jupiter?" ia berkata setengah berbisik. "Tolong...."
Jupiter memelototi dinding karavan seakan-akan bisa menembusnya
dengan pandangan, ia mulai mencubit bibirnya dengan jari telunjuk dan
jempol -suatu tanda bahwa ia sedang memeras otak.
"Kelihatannya Pete dibawa ke tempat komplotan itu membongkar mobilmobil yang mereka curi. Jadi kita masih menghadapi masalah yang sama,
yaitu menemukan tempat itu." ia menatap orang-orang di sekitarnya.
"Bukan sekadar memastikan bahwa tempat itu berada di dalam bangunan
penitipan mobil. Kita harus tahu persis di mana letaknya. Kita bahkan
harus masuk ke sana." "Tunggu dulu," kata Ty. "Kita menduga bahwa
Pete ada di tempat itu. Dan kita juga menduga bahwa tempat itu berada
di dalam bangunan penitipan mobil. Kenapa kita tidak menghubungi Pete

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

saja, supaya dia bisa memberitahu kita di mana dia berada? Pete kan
membawa walkie-talkie."
"Ya!" seru Kelly sambil melompat berdiri.
"Jangan," ujar Bob. "Kita belum yakin seratus persen bahwa chop-shop
itu memang berada di dalam bangunan penitipan mobil. Dan kita tidak
bisa menghubungi Pete lewat walkie-talkie. Kita tidak tahu apakah dia
sendirian atau di tengah-tengah orang banyak."
140
"Bob benar," kata Jupiter. "Aku punya rencana lain. Tapi semuanya
tergantung apakah Tiburon dan anak buahnya tampil di luar kota malam
ini. Bob, kau bisa mencari keterangan..."
"Mereka memang keluar kota!" Bob memotong. "Wah, kita benar-benar
mujur. Kebetulan saja aku membaca jadwal pertunjukan mereka tadi
siang. El Tiburon and the Piranhas manggung di Malibu malam ini."
"Keberuntungan menyertai orang-orang yang selalu bersiap-siap
menghadapi segala kemungkinan," Jupiter berkomentar. "Kau
mempelajari jadwal mereka, karena pengalamanmu mengatakan bahwa
kita mungkin membutuhkan keterangan itu."
"Boleh jadi," kata Bob. "Tapi kenapa kau mengharapkan bahwa mereka
keluar kota?"
"Tiburon pernah minta tolong pada Ty untuk mengantarkan sebuah
Mercedes ke bodega milik Torres, bukan?" kata Jupiter. "Nah,
Mercedes itu pasti bukan satu-satunya mobil yang ia curi untuk dirinya
sendiri. Dan aku rasa kecuali para anggota band masih ada orang lain
yang mengantarkan mobil ke bodega itu. Kalian masih ingat: Torres
memberi isyarat klakson ketika ia membawa Cadillac berwarna Jingga
ke tempat penitipan mobil. Baru kemudian pintunya dibuka. Pete sempat
bercerita bahwa Torres memberi isyarat yang sama ketika membawa
mobil lain. Dan aku yakin, pesan yang harus disampaikan oleh Ty di
bodega pasti merupakan semacam kata sandi."
141
Ty menatap Jupiter dengan tajam. "Apa rencanamu, Jupe?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tiburon sedang ke luar kota. Kita harus mencari mobil mewah.


Kendaraan itu akan kita bawa ke bodega, untuk diserahkan pada Torres.
Kalau kita beruntung, maka dia akan langsung mengantarkannya ke
markas para pencuri mobil."
"Tapi apakah itu bisa menolong Pete?" tanya Kelly.
"Dua orang di antara kita akan bersembunyi di dalam mobil," Jupiter
menjelaskan. "Sejak semula aku sudah punya rencana seperti ini. Aku
mengurungkannya karena terlalu berbahaya. Tapi sekarang tidak ada
pilihan lain. Kita harus berani mengambil risiko."
"Siapa yang akan mengemudikan mobil itu?" tanya Bob.
"Kaulah satu-satunya dari kita yang tidak begitu dikenal oleh Torres,"
ujar Jupiter. "Kau yang akan menyetir mobil itu. Ty dan aku akan
bersembunyi di belakang."
"Setelah mengantarkan mobil itu, apalagi yang harus kulakukan?" Bob
ingin tahu.
"Ambil mobilmu, lalu ikuti Torres."
"Bagaimana aku bisa membawa mobilku dan mobil curian itu pada saat
yang bersamaan?"
"Kelly akan mengikuti kita, lalu menunggu di tempat yang aman."
Masing-masing mempertimbangkan usul Jupiter.
"Jupe, dari mana kita bisa mendapat mobil
142
mewah?" Ty akhirnya bertanya. "Mobil-mobil kita takkan dilirik sebelah
mata oleh para pencuri. Apakah kita benar-benar harus mencuri mobil?"
Jupiter menatap Kelly. "Aku berharap, Kelly bisa meminjamkan Jaguar
ayahnya. Komplotan pencuri itu pasti tertarik."
"Mobil ayahku?" tanya Kelly terkejut "Ehm... baiklah! Asal saja Pete bisa
keluar dari tempat itu. Dan kalian harus berjanji untuk hati-hati."
"Jangan khawatir," Jupiter menenangkan pacar sahabatnya itu. "Apakah
kau bisa mengambilnya sekarang juga?"
"Bisa saja," jawab Kelly sambil mengangguk.
"Aku akan mengantarkan Kelly," kata Bob. "Sekaligus aku akan
menunjukkan bagaimana caranya menyetir mobilku."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kalau kalian kembali nanti," ujar Jupiter, "kita akan merencanakan


setiap detil."
"Tiburon pasti butuh waktu untuk mencuri mobil," kata Ty.
Jupiter mengangguk. "Kita tunggu sampai tengah malam." ia menatap
orang-orang di sekelilingnya. Tak ada yang berkomentar. "Oke, kalau
begitu kita berangkat pukul 00.00 tepat."
Lima menit sebelum tengah malam, sebuah Jaguar XJ6 yang mulus
berhenti di depan bodega milik Joe Torres. Toko bahan makanan itu
masih buka.
143
Jupiter bersembunyi di tempat bagasi. Ty, yang lebih langsing,
melintang pada lantai di belakang kursi sopir. Seluruh tubuhnya
dibungkus selimut tipis, sehingga tidak kelihatan dari luar. Bob
mengenakan topi baseball, dan kacamatanya yang lama. Kelly
mengendarai VW Kodok kepunyaan Bob, dan terus menjaga jarak.
Joe Torres serta kedua tukang pukulnya, Nacio dan Carlos, keluar dari
bodega. Terkagum-kagum mereka menatap Jaguar yang berhenti di
depan mereka. Bob segera membuka jendela.
"Seorang laki-laki bernama Tiburon memberi saya seratus dollar untuk
membawa mobil kakaknya dari Malibu ke sini. Apakah Anda kakaknya
itu?"
Torres mengangguk. "Ya, betul! Tugasmu sudah selesai, Bung. Jadi,
silakan turun dari mobil."
"Apakah saya bisa ikut sampai ke pusat kota?" "Panggil taksi saja," kata
Torres dengan ketus. "Kau kan sudah dibayar."
Bob turun dari Jaguar, lalu menghilang di kegelapan malam. Dengan
tegang Jupiter dan Ty menunggu perkembangan selanjutnya. Mereka
mendengar suara langkah tiga orang mendekati mobil.
"Hei, di bangku belakang ada selimut."
Joe Torres ketawa. "Di Malibu kini ada orang yang benar-benar sial:
sudah kehilangan mobil, kedinginan lagi!"
Pintu sopir terdengar membuka.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

144
"Aku akan mengantarkannya sekarang juga," ujar Torres. "Anak-anak di
chop-shop masih bekerja. Lagi pula Jaguar ini terlalu mencolok di
lingkungan barrio. Untung saja Tiburon lebih hati-hati memilih orang
kali ini -tidak seperti dua hari yang lalu."
Pintu sopir menutup dan mesin mobil dihidupkan. Beberapa detik
kemudian Jaguar itu telah meluncur di jalan.
*
Terburu-buru Bob masuk ke VW kodoknya.
"Bagaimana?" Kelly bertanya dengan cemas. "Semuanya beres?"
"Torres percaya bahwa aku memang disuruh oleh Tiburon," jawab Bob.
"Sejauh ini rencana Jupe berjalan lancar. Torres sama sekali tidak
curiga. Kelihatannya aku memilih kata-kata yang tepat."
Kelly menunjuk ke depan. "Itu dia! Mobil ayahku!" "Oke," kata Bob.
Ia segera mulai mengikuti Jaguar yang sudah jauh di depan mereka.
Tidak ada tanda-tanda bahwa Torres menyadari bahwa ia sedang
dibuntuti.
"Jangan sampai kehilangan jejak!" ujar Kelly. "Aku sudah berusaha
sebisa mungkin," balas Bob sambil menginjak pedal gas dalam-dalam.
Tetapi VW Kodok milik Bob memang bukan
145
saingan sebuah Jaguar. Perlahan tapi pasti, jarak antara kedua mobil itu
bertambah jauh.
Di dalam tempat bagasi, Jupiter harus berpegangan erat-erat Ketika
Jaguar itu tiba-tiba berhenti, Jupe nyaris membentur dinding pemisah
antara tempat bagasi dengan ruang penumpang. Untung saja Joe Torres
tidak mendengar apa-apa. Kemudian pria itu memberi isyarat dengan
menekan klakson: sekali panjang, dua kali pendek, sekali panjang, dan
sekali pendek.
Jupiter mendengar sebuah pintu besar membuka. Jaguar itu segera
masuk.
"Bonus dari Tiburon," Torres berkata.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Wah, bos bisa marah-marah lagi. Kita sudah cukup repot karena
Mercedes itu."
Suara itu milik Max, si penjaga pintu!
Salah satu pintu membuka, dan seseorang naik ke mobil. Kemudian
Jaguar itu kembali bergerak. Dalam kegelapan, Jupiter bisa merasakan
bahwa mobil itu meluncur dan membelok dengan pelan. Setelah
beberapa detik, mobilnya berhenti lagi.
Jupiter mendengar bunyi mendesis. Ia ingat betul kapan dan di mana ia
pernah mendengar bunyi seperti itu: di tempat penitipan mobil pada
saat lift mobil sedang bergerak turun.
Jupe merasakan sentakan yang mengagetkan. Kemudian lift mobil itu
mulai bergerak ke atas.
146
Jupiter berusaha menentukan seberapa jauh mereka naik, tetapi ia
tidak bisa memastikannya.
Tiba-tiba lift berhenti. Jaguar itu mulai bergerak lagi, tetapi ke arah
yang salah! Terheran-heran Jupiter menyadari bahwa mobil itu mundur.
"Aduh, Bob!" Kelly mendesah "Kita kehilangan jejak."
"Torres membelok di tikungan berikut," kata Bob dengan geram.
"Mudah-mudahan saja kita bisa menyusulnya."
Bob menambah kecepatan dan melewati tikungan itu.
Jaguar milik ayah Kelly nampak berhenti di depan sebuah bangunan
berlantai tiga yang terbuat dari batu bata.
"Jangan-jangan dia tahu bahwa kita mengikutinya," ujar Kelly dengan
was-was.
"Tidak mungkin!" balas Bob. "Torres belum pernah melihat mobilku. Dia
takkan memperhatikan sebuah VW Kodok yang kebetulan lewat."
Bob memutar mobilnya, lalu berhenti di pojok jalan. Ia dan Kelly segera
turun dan mengintip dengan hati-hati. Jaguar milik ayah Kelly telah
lenyap. Kemudian mereka menyusuri jalan yang gelap sampai ke pintu
tempat penitipan mobil.
Pintu gerbang ternyata terkunci rapat.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" bisik Kelly cemas.


147
"Mudah-mudahan saja belum ada yang mengunci pintu kecil setelah Jupe
pergi dari sini," kata Bob.
ia meraih ke dalam kantong jaket, lalu mengeluarkan kartu identitas
yang terbuat dari plastik. Kartu itu diselipkannya ke celah sempit
antara pintu dan kusen. Beberapa detik kemudian mereka telah berada
di dalam.
Bob dan Kelly memperhatikan deretan mobil yang berada dalam ruangan
remang-remang itu.
"Jupe pasti parkir di sini tadi siang," kata Bob. "Coba kita cari mobil
ayahmu, Kelly."
Mereka mulai menyusuri deretan mobil-mobil, dan akhirnya berhenti di
depan lubang lift. Landasannya berada di salah satu lantai atas. Mereka
berusaha menangkap suara-suara, tetapi suasana di sekeliling benarbenar hening. Tak ada suara. Dan tak ada Jaguar.
"Kok tidak ada?" ujar Kelly heran.
"Ssst!" Bob mendesis. "Jangan keras-keras."
Tiba-tiba saja lift mulai bergerak turun.
"Cepat!" bisik Bob.
ia meraih lengan Kelly dan menarik gadis itu ke balik deretan mobil
terdekat. Mereka segera berjongkok ketika landasan lift mulai
kelihatan. Begitu sampai di lantai dasar, Joe Torres langsung
menyeberangi ruangan dan keluar ke jalan.
Bob dan Kelly menunggu sebentar, lalu masuk ke lift.
"Mobil ayahku pasti ada di atas sana," kata Kelly sambil mendongak.
148
"Menurut Jupe, chop-shop itu berada di bangunan ini," ujar Bob.
"Masalahnya, di mana?"
"Sayang sekali kau telah tahu tentang chop-shop kami, Bob Andrews,"
seseorang tiba-tiba berkata. "Seharusnya kau tetap menekuni bidang
musik saja."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jake Hatch berdiri di belakang mereka. Tangannya menggenggam


sepucuk pistol. Pria kekar di sampingnya juga membawa senjata api.
149
15. Terperangkap!
Di dalam tempat persembunyiannya, Jupiter memasang telinga. Tetapi ia
tidak mendengar apa-apa. Selama beberapa saat tidak ada suara sama
sekali.
Jaguar itu seakan-akan menembus dinding, menggelinding ke bagian
kanan dari suatu ruangan tertutup, kemudian berhenti. Untuk sesaat
masih ada bunyi samar-samar. Kemudian suasana kembali hening.
Tiba-tiba Jupiter mendengar suara palu di luar. Jupiter segera
mengetuk dinding pembatas ke ruang penumpang.
"Ty?"
Suara Ty nyaris tak terdengar. "Hei, Jupe? Kau baik-baik saja?" "Ya. Di
mana kita berada sekarang?" "Coba aku intip sebentar." Jupiter
menunggu.
"Sepertinya kita berada di salah satu lantai bengkel," ia akhirnya
mendengar suara Ty. "Ruangan ini tidak sebesar ruangan-ruangan yang
150
lain. Kita berhenti di salah satu pojok. Di seberang ada tiga orang yang
sedang menangani sebuah Maserati. Salah satu dari meieka kelihatan
seperti Pete!"
"Tolong keluarkan aku dari sini," kata Jupiter.
ia mendengar Ty turun dari mobil, kemudian memutar kunci tempat
bagasi Jupiter segera menyelinap keluar, lalu bersembunyi di samping
mobil mewah itu bersama Ty.
Di seberang ruangan yang memanjang, Jupiter melihat tiga laki-laki
yang sedang membongkar sebuah Maserati berwarna merah tua.
Salah satu dari mereka memang Pete.
"Rupanya mereka langsung mempekerjakannya di sini," ujar Ty sambil
merendahkan suara.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Mungkin mereka sedang kekurangan tenaga kerja," kata Jupiter. "Dan


selain itu juga ada jaminan dari Tiburon. Hmm, mudah-mudahan saja
Pete masih membawa walkie-talkienya. Aku akan mencoba menghubungi
dia. Yang lainnya terlalu jauh untuk mendengar apa-apa."
Pete sedang membongkar bemper belakang, sedangkan kedua mekanik
lainnya lagi melepaskan bemper depan. Sambil kerja mereka berbincangbincang, tanpa memperhatikan rekan mereka yang baru. Keduanya
berbadan kurus kecil dan berwajah licik. Gerakan mereka nampak
lamban. Jupiter dan Ty melihat gagang pistol nongol dari kantong salah
satunya.
"Kelihatannya mereka tidak mempedulikan Pete," Ty berkomentar.
151
Pengamatan Ty ternyata keliru. Jupiter menghidupkan sinyal panggil
pada walkie-talkienya. Suara lemah pada pesawat Pete akan
memberitahunya bahwa mereka ada di dekatnya. Namun Pete tidak
bereaksi, ia tetap bekerja seakan-akan tidak mendengar apa-apa.
Justru salah satu dari kedua mekanik lain yang mengangkat kepala.
"Suara apa itu?"
"Oh, itu hanya alarm pada jam tangan saya," jawab Pete dengan tangkas.
"Malam ini sebenarnya ada acara TV yang ingin saya tonton. Saya lupa
mematikan alarmnya."
"Ngomong-ngomong, sudah jam berapa sekarang?"
"Hampir setengah satu," ujar Pete.
"Hei, berarti kita harus buru-buru, nih. Kita masih harus mengerjakan
Jaguar di pojok sana. Dan Tiburon beserta rombongannya mungkin
masih akan membawa mobil-mobil lain."
"Astaga!" Pete berseru. "Bukankah sudah terlalu malam untuk membawa
mobil ke sini?"
Kedua mekanik itu ketawa.
"Bos selalu bilang: rejeki jangan ditolak, haha-ha!"
"Kalau begitu, saya akan memeriksa Jaguar itu," kata Pete. "Mobil ini
toh sudah hampir selesai."
"Oke, biar kami saja yang membereskannya."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Pete meletakkan alat-alat ke lantai, kemudian membersihkan tangannya.


Setelah yakin bahwa kedua mekanik tadi sudah mulai bekerja lagi, ia
menuju ke Jaguar.
152
"Siapa yang ada di sini?" bisik Pete. ia membungkuk ke dalam Jaguar
seakan-akan sedang memeriksa sesuatu. "Di mana Kelly?"
"Aku dan Ty," jawab Jupiter. "Kelly ada bersama Bob. Mestinya mereka
sedang menunggu di luar. Menurut rencana mereka mengikuti kami ke
sini. Kau sudah menemukan sesuatu?"
"Dugaanmu benar, Jupe," ujar Pete. "Di sini ternyata memang ada chopshop. Mereka mengatakan bahwa mobil-mobil ini banyak kekurangan,
sehingga bisa dibeli dengan harga rendah. Tapi sikap Tiburon sudah
menjelaskan duduk perkara sebenarnya."
"Apakah kedua rekanmu bersenjata?" tanya Ty.
"Hanya salah satu dari mereka."
"Kenapa hanya ada dua orang yang bekerja bersamamu?" Ty kembali
bertanya..
Pete berlagak memeriksa pintu Jaguar.
"Tiburon mengatakan bahwa mereka sedang kekurangan tenaga. Tiga
tukang bengkel mereka sedang sakit. Tapi dia mengatakannya sambil
ketawa. Jadi aku menarik kesimpulan bahwa mereka ada di penjara.
Yang lainnya sedang mencuri mobil di luar. Kita beruntung sekali."
"Kalau begitu kita ringkus mereka sekarang juga, sebelum yang lainnya
kembali ke sini. Setelah itu kita telepon polisi," kata Jupiter. Pete
mengangguk, lalu duduk di belakang kemudi untuk menjalankan mobil.
Jupiter dan Ty segera menyelinap ke bangku belakang dan menundukkan
kepala. Pete menghidupkan mesin, lalu
153
menjalankan Jaguar itu dengan pelan ke arah kedua mekanik.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Dinding sebelah kiri membuka,
seolah-olah digeser ke samping!

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Sebuah pintu rahasia!" Jupe berseru dengan suara tertahan. "Pintu


rahasia di belakang lift! Rupanya begini caranya membawa mobil-mobil
curian itu ke sini!"
Baru sekarang mereka menyadari bahwa sebagian dinding terbuat dari
batu bata palsu yang ditempelkan pada sebuah pintu geser.
"Kita berada di bangunan sebelah tempat penitipan mobil," kata Ty.
"Ruangan ini benar-benar tersembunyi. Mobil-mobil curian masuk dalam
keadaan utuh, kemudian keluar dalam keadaan terbongkar."
"Hei, lihat!" Pete tiba-tiba berkata sambil membelalakkan mata.
Jake Hatch dan Max, si penjaga pintu, keluar dari lift. Mereka
menggiring Bob dan Kelly sambil menodongkan pistol.
"Ya, Tuhan!" Pete mendesah. "Mereka menangkap Kelly dan Bob. Kita
harus menyelamatkan mereka!"
"Sebaiknya kita bertindak sekarang juga," kata Ty. "Sebelum anggota
komplotan yang lain datang."
"Tapi mereka bersenjata," ujar Jupiter was-was. Pete segera menginjak
rem. ia benar-benar kebingungan. Apa yang harus mereka lakukan?
154
Jake Hatch dan Max menggiring Bob dan Kelly ke arah para mekanik.
Jake Hatch nampak geram sekali.
"Kami menangkap mereka di bawah," ia menggerutu. "Mereka sedang
mencari sebuah chop-shop di bangunan sebelah. Sekarang mereka telah
menemukannya. Sayang sekali mereka takkan sempat memberitahu
siapa-siapa."
"Teman-teman kami tahu di mana kami berada," Bob mencoba
menggertak. "Ty akan membawa polisi ke sini."
"Itu si konyol yang dimintai tolong oleh Tiburon untuk membawa
Mercedes merah itu dari Ox-nard," Max menjelaskan. "Dia memang
sempat membawa polisi ke tempat Torres."
"Dasar tolol!" Jake Hatch marah-marah. "Aku kan sudah melarang
mereka untuk mencuri mobil tanpa izin."
"Tiburon baru tiga kali melakukannya, Bos," kata Max.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tiga kali terlalu banyak!" Jake Hatch berkomentar sambil


menggelengkan kepala. "Dan sekarang kita harus menyingkirkan kedua
anak ingusan ini." ia memandang sekeliling. "Mana anak baru itu?"
"Dia lagi mengambil Jaguar di pojok sana," ujar salah seorang mekanik.
"Awas," bisik Pete. "Mereka melihat ke sini. Bersiap-siaplah!"
Ia kembali menjalankan mobil ayah Kelly pelan-pelan.
155
"Jaguar yang mana?" tanya Hatch sambil mengerutkan alis.
"Yang dibawa Torres setengah jam lalu," kata si mekanik. "Hadiah dari
Tiburon, katanya."
"Dasar brengsek! Untung saja masih mulus." Hatch berpaling pada Bob
dan Kelly. "Sorry mengenai semuanya ini, Andrews. Tapi seharusnya kau
tidak perlu mencampuri urusanku."
Pete semakin mendekat. Hatch, Max, dan kedua mekanik berdiri
menghadap Bob dan Kelly.
"Hei, Max! Mobil ini harus kubawa ke mana?" tanya Pete sambil
mengeluarkan kepala lewat jendela.
Jupiter dan Ty melihat perubahan pada wajah Bob dan Kelly ketika
mereka mengenali suara Pete. Saraf mereka terasa tegang sewaktu
Pete mengurangi kecepatan.
"Lho, kenapa dia ada di sini?" seru Joe Torres sambil menuding Bob. ia
baru saja keluar dari lift. "Anak ini yang mengantarkan mobil untuk..."
"Sekarang, Pete!" teriak Jupiter.
Kaki Pete segera menginjak pedal gas. Sedan Jaguar itu melesat majutepat ke arah keempat pria yang berdiri sambil terbengong-bengong.
156
16. El Tiburon Angkat Bicara
Jaguar yang dikemudikan Pete meluncur ke arah keempat orang itu.
Mereka berdiri seperti patung. Mereka dicengkeram rasa panik,
sehingga tidak dapat menggerakkan lengan untuk membidikkan pistol.
Dengan mata terbelalak mereka menatap mobil yang semakin mendekat.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Baru kemudian semuanya berlompatan ke segala arah untuk


menyelamatkan diri.
Max, si penjaga pintu, membentur lantai dengan keras, ia mengerang
kesakitan dan terpaksa melepaskan pistol.
Kedua mekanik meloncat kalang-kabut. Pistol di kantong salah satunya
terselip ke luar, kemudian jatuh ke tumpukan bagian-bagian Maserati
yang telah dibongkar.
Hanya Jake Hatch yang tetap berkepala dingin, ia melompat, bergulingguling di lantai, kemudian berlutut sambil mengarahkan pistolnya ke
arah Pete yang duduk di balik kemudi Jaguar. Bob mendorong Kelly ke
balik sebuah tiang,
157
lalu menendang pistol di tangan Jake Hatch sampai terpental jauh.
Hatch mencoba menghajar Bob. Tetapi pemuda itu segera membalas
dengan melancarkan pukulan sikut ke kepala lawannya. Jake Hatch
langsung roboh.
Pete mengerem habis, dan berhenti beberapa senti di depan Maserati
yang sudah setengah terbongkar. Langsung saja ia turun dari mobil.
Dengan satu lompatan panjang ia menghampiri Jake Hatch, yang sedang
mencoba untuk kembali berdiri.
Ty juga sudah keluar dari tempat persembunyiannya, ia menyerbu ke
arah Joe Torres, yang masih berdiri di dekat pintu elevator sambil
berusaha menarik pistolnya dari kantong. Keduanya terjatuh ke lantai.
Jupiter berlari ke arah Bob, yang sedang bergelut melawan Max.
Tukang pukul yang kekar itu sudah bangkit lagi, dan mencoba meraih
pistolnya. Bob melancarkan tendangan tobi-yo-ko-geri, tetapi Max
segera menangkisnya. Kemudian ia membungkuk untuk memungut
pistolnya.
Di luar dugaan Max, ia ditabrak dari belakang oleh Jupiter sehingga
terjatuh lagi. Sambil mengumpat-umpat tukang pukul itu berdiri lagi.
Kali ini Jupiter menumbangkannya dengan menggunakan suatu teknik
lemparan judo, lalu melompat ke atasnya. Bob melompat ke atas Jupe.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Max menyumpah-nyumpah, tetapi bobot kedua pemuda itu memaksanya


untuk tetap terbaring di lantai.
Kedua mekanik yang belum kebagian lawan
158
mulai berdiri. Namun kemudian mereka menyadari bahwa mereka sedang
berhadapan dengan Kelly Madigan. Gadis itu telah memungut pistol Jake
Hatch. ia membidikkannya ke arah kedua mekanik, yang mendadak
berdiri seperti terpaku di tempat
"Tenang, Nona! Tenang!"
"Kami takkan bergerak!"
Keduanya mengangkat tangan untuk menutupi wajah masing-masing.
Sudah jelas bahwa mereka takkan berani macam-macam.
"Untung saja kalian dikarunia otak yang encer," ujar Kelly sambil
memberi isyarat dengan pistol. "Duduk, dan jangan bergerak!"
Pete menghajar dada Jake Hatch, sehingga pemimpin komplotan pencuri
mobil itu sekali lagi terjatuh. Kali ini ia tetap terbaring sambil
mengerang kesakitan.
Tanpa kesulitan yang berarti Ty berhasil meng-KO Joe Torres. ia
mengambil pistol lawannya, lalu menyelipkan senjata api itu ke ikat
pinggangnya. Kemudian ia menghampiri Kelly, dan mengambil pistol yang
ada di tangan gadis itu.
Bob dan Jupiter menemukan gulungan kabel, dan menggunakannya untuk
mengikat kaki dan tangan Max. Si penjaga pintu memberontak dan
meronta-ronta, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sambil nyengir, Bob kembali berdiri. "Nah, kelihatannya kita sudah
berhasil meringkus komplotan pencuri mobil ini."
159
"Ya, kita berhasil!" Pete berseru dengan gembira.
"Lengkap dengan barang bukti," Jupiter menambahkan sambil melirik
Maserati yang sudah setengah terbongkar.
"Sebaiknya kita ikat semuanya dan memungut pistol-pistol mereka,"
kata Ty. "Aku akan membidikkan pistol ini, supaya mereka jangan
macam-macam."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Pete dan Jupiter menemukan segulung tali di salah satu pojok ruangan.
Beberapa saat kemudian kedua mekanik dan Joe Torres pun sudah
dalam keadaan terikat. Bob mengambil pistol si mekanik, kemudian
memungut pistol Max dari lantai. Pete dan Jupiter membalik untuk
mengikat Jake Hatch. Dia masih mengerang-erang sambil memegangi
dadanya.
Namun sebelum sempat berbuat apa-apa, mereka mendengar suara
langkah. Sekelompok orang tiba-tiba muncul dari suatu ruang kecil di
belakang Maserati tadi.
"Hei, mana lift brengsek itu? Kami membawa enam mobil mulus," ujar El
Tiburon, ketika ia masuk melalui sebuah pintu yang luput dari perhatian
Jupiter dan teman-temannya. Kemudian ia berhenti dan membelalakkan
mata. "Ay, Chihuahua! Ada apa ini?"
Keempat anggota bandnya, serta beberapa pemuda Latino lain, berdiri
di belakang El Tiburon. Dia masih mengenakan pakaian panggungnya yang
berwarna serba putih.
160
Jupiter maju dan menghampirinya. "Semuanya sudah selesai, Tiburon.
Kami telah mengamankan bosmu, tukang pukulnya, Joe Torres, dan
Maserati curian itu. Sebaiknya kau dan teman-temanmu menyerah saja."
"Oh, ya?" ujar Tiburon sambil memandang ke sekeliling, ia menatap
pistol-pistol di tangan Ty dan Bob. Kemudian ia menatap anak buahnya.
Jake Hatch mendadak sembuh. Dengan geram ia berteriak, "Tiburon,
bereskan anak-anak ingusan itu! Hajar mereka!"
Tiburon mengangkat bahu. "Nanti dulu, Bos! Mereka pegang pistol.
Sedangkan kalian takkan bisa membantu."
"Ah, mereka kan hanya anak-anak kecil! Mereka sama sekali tidak bisa
menggunakan pistol. Kalian bisa mengatasi mereka."
Pemuda Latino itu tersenyum.
"Mungkin saja," katanya. "Tapi aku rasa, sudah waktunya aku dan anak
buahku mendapat kenaikan gaji."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Upah kalian sudah terlalu tinggi," Hatch marah-marah. "Bereskan anakanak ini! Gara-gara kau semuanya ini terjadi! Dasar Latino estupido!
Dungu!"
Tiburon langsung memelototi bosnya. Para anggota band di belakangnya
terdengar menggerutu dengan kesal.
Jupiter segera menyadari perubahan itu. ia bertindak dengan cepat, dan
mulai berbicara pada Tiburon.
161
"Kau diperalat, Tiburon. Kalian semua diperalat oleh Hatch. Dia sama
sekali tidak menghargai kalian. Bagi Hatch, El Tiburon and the Piranhas
hanyalah sekelompok badut yang bisa dimanfaatkan."
Kelihatannya Tiburon tidak memperhatikan ucapan Jupiter. ia terlalu
sibuk memelototi Jake Hatch.
"Hei, Bos! Kau mau minta bantuan pada sekelompok pemuda Latino yang
dungu, heh?"
Wajah Jake Hatch menjadi merah padam. "Bereskan mereka, atau
kupecat kalian semua! Dasar Latino tak berotak! Kalian takkan pernah
lagi bekerja untukku. El Tiburon menggeleng. "Hei, apa yang bisa
kami lakukan? kami kan hanya segerombolan orang dungu. Latino
estupido! Pemalas-pemalas tak berguna?"
ia tersenyum sinis, lalu menatap Jupiter. "Hei, Anglo gendut, kami akanmenceritakan semuanya tentang Jake Hatch-dan komplotannya. Tapi
kau harus mempengaruhi polisi agar bersikap ramah terhadap El Tiburon
and the Piranhas, oke?"
"Tak ada yang bisa mempengaruhi polisi, Tiburon. Kau tahu itu," ujar Ty,
yang masih menggenggam pistol.
"Tapi kami akan berusaha sebisa mungkin," Jupiter cepat-cepat
menambahkan. "Kami tahu bahwa kalian hanya bertugas membawa mobilmobil itu ke sini. Kalian bukan pencuri. Dan juga bukan kalian yang
membongkar mobil-mobil itu."
162
Tiburon mengangguk. "Kau cukup cerdik untuk anak seusiamu. Yeah,
mereka menyerahkan mobil-mobil curian yang sudah dicat agar mirip

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

dengan low-rider kami. Mobil-mobil itu kami pakai ke tempat


pertunjukan. Kemudian kami membawa semuanya ke sini."
"Bagaimana dengan Mercedes merah itu?" Ty bertanya dengan geram.
"Mercy yang kaucuri di Oxnard?"
Tiburon mengangkat bahu. "Oke, memang ada mobil yang aku curi. Aku
tergoda untuk mendapatkan uang dengan cepat."
"Tiburon," ujar Jupiter, "kalau kau bersedia menjadi saksi dalam kasus
ini, maka haim pasti bersedia memberikan keringanan bagimu dan
teman-temanmu."
"Jangan dengarkan ocehan busuk itu!" teriak Hatch. "Aku akan
menaikkan gajimu. Bayaran kalian semua akan kunaikkan. Kalian akan
menjadi band terkaya di kota ini."
Tiburon menatap Hatch, kemudian Jupiter dan Ty, lalu anak buahnya, ia
mengangkat bahu.
"Oke, Anglo! Kita ke polisi saja."
Ty menurunkan pistol di tangannya. Pete nyengir lebar. Bob dan Jupiter
menarik napas lega. Kelly berlari ke arah Pete, kemudian merangkul
pacarnya itu. Pete tersipu-sipu. Kelly ketawa, mencium Pete, kemudian
melepaskan rangkulannya.
Tiba-tiba saja Jake Hatch melompat maju dan menangkap Kelly, ia
menggunakan gadis itu
163
sebagai perisai, memuntir lengannya, dan mundur ke arah lift. Kalau ada
yang nekat menembak, maka Kelly yang akan terkena lebih dulu.
"Semua tetap di tempat masing-masing! Jangan coba-coba jadi
pahlawan. Nona manis ini yang akan menanggung akibatnya. Mengerti?"
Tak ada yang bergerak ketika Hatch memasuki lift bersama Kelly.
Kemudian dinding palsu mulai menutup perlahan-lahan.
164
17. Mobil Siapa yang Tercepat?

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Semuanya kaget setengah mati. Pete berlari ke dinding palsu yang kini
telah tertutup rapat.
"Bagaimana cara membukanya? Cepat!"
ia menatap Tiburon. Tetapi pemuda Latino itu hanya mengangkat bahu.
"Aku sendiri tidak tahu. Biasanya selalu ada yang membukakannya."
"Pikir saja sendiri, Bung!" ujar Joe Torres sambil ketawa. "Bos kami
terlalu cerdik untuk bocah-bocah tengil seperti kalian," Max
menambahkan.
Kedua mekanik hanya bisa menggeleng. Mereka pun tidak tahu
bagaimana caranya membuka pintu rahasia itu Jupiter segera
menghampiri Tiburon.
"Bagaimana kalian bisa masuk ke sini tadi?"
"Lewat tangga belakang," jawab Tiburon. "Kami selalu keluar lewat jalan
itu."
"Tangga? Mana?" seru Pete. "Cepat, tunjukkan!"
"Oke, tapi tangga itu keluar di jalan yang salah. Maksudku, kau harus ke
depan dulu untuk sampai ke pintu penitipan mobil."
165
"Tunjukkan tangganya!" teriak Pete.
"Aku akan menemanimu," kata Ty sambil menyelipkan pistol ke ikat
pinggangnya. "Bob, kau jaga bajingan-bajingan ini."
Tiburon membawa Pete dan Ty ke pojok ruangan yang berseberangan
dengan lift mobil. Pintu ke ruang kantor ternyata tersembunyi di balik
tonjolan dinding.
"Pintu ini takkan bisa dibuka tanpa mengetahui letak kunci rahasianya,"
kata Tiburon. ia menarik sebuah tabung pemadam api yang terpasang di
dinding, dan pintu kantor segera membuka.
Pete dan Ty berlari menuruni tangga, lalu keluar ke jalanan. Bulan
purnama nampak jelas di langit yang gelap. Tanpa membuang-buang
waktu Pete dan Ty berlari ke pintu tempat penitipan mobil.
Pintu besar itu masih tertutup dan terkunci rapat.
"Dia masih di dalam!" kata Pete.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kecuali kalau ada jalan keluar lain," ujar Ty. "Hati-hati, Pete.
Keselamatan Kelly tergantung pada kita."
Pete mengangguk, ia mencoba membuka pintu kecil di samping gerbang.
Pintu itu ternyata tidak dikunci. Mereka segera menyelinap masuk.
Keadaan di dalam nyaris gelap-gulita. Satu-satunya sumber cahaya
adalah lampu redup di dekat lift.
Mereka memasang telinga.
Tidak ada suara apa pun.
"Dia sudah pergi," ujar Pete dengan putus asa. "Dan dia membawa Kelly."
166
Ty mengerutkan kening. "Belum tentu! Kau dengar bunyi itu?"
Samar-samar Pete mendengar bunyi ketukan. Sepertinya seseorang
sedang mengetok permukaan logam. Bunyi itu berasal dari sebelah kanan
lift.
"Itu pasti Kelly!" kata Pete "Ayo, Ty!"
ia segera menyusuri deretan mobil. Ty berada di belakangnya. Dalam
sekejap saja mereka sudah sampai ke jalan menuju lift. Mereka
berhenti dan memasang telinga.
Tiba-tiba sepasang lampu mobil menyala di sebelah kanan mereka.
Cahaya itu menyorot tepat ke arah Pete dan Ty.
Dari ujung jalan terdengar suara mesin meraung-raung. Sebuah mobil
sedan melesat ke arah mereka. Makin dekat, kecepatan semakin
bertambah.
Pete dan Ty langsung melompat mundur. Mobil itu melewati mereka, kimudian menabrak mobil-mobil yang sedang parkir.
"Sebuah Rolls-Royce!" Pete berseru.
ia tidak punya waktu untuk mengatakan apa-apa lagi. Rolls-Royce itu
memutar sambil menyerempet mobil-mobil lain, kemudian kembali ke
arah Pete dan Ty.
"Dia mau menabrak kita!" teriak Ty. "Lompat!"
Sekali lagi mereka menghindar. Rolls-Royce itu kembali menyeruduk
mobil-mobil lain.
Pete dan Ty berusaha kabur.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Namun ke mana pun mereka lari, Rolls-Royce


167
itu tetap mengejar mereka. Jake Hatch sama sekali tidak peduli bahwa
ia memporak-poranda-kan mobil-mobil yang ada di ruangan besar itu.
Ty mengambil pistol dan berusaha membidik-kannya pada roda-roda
Rolls-Royce yang mengejar-ngejar mereka.
"Jangan!" teriak Pete sambil membelalakkan mata. "Kelly juga ada di
mobil itu."
"Aku akan mencoba menembak bannya," balas Ty sambil melompat ke
samping.
Rolls-Royce itu telah rusak berat. Namun sedan yang kokoh itu jauh
lebih kuat dibandingkan mobil-mobil yang ditabraknya.
Tiba-tiba saja Ty memperoleh kesempatan untuk menembak. Langsung
saja ia menarik picu.
"Sial, meleset!" ia mengumpat.
Rolls-Royce itu membelok, menyerempet empat buah mobil, lalu kembali
melaju.
"Dia mencoba melarikan diri!" seru Pete.
"Gara-gara aku menembak tadi," balas Ty. "Dia takut pada pistolku!"
Rolls-Royce itu menuju ke arah pintu. Pete dan Ty berlari untuk
memotong jalannya.
"Hatch harus turun untuk membuka kunci pintu!" Pete berseru. "Itu
kesempatan kita!" Mereka hampir sampai di pintu, ketika Rolls-Royce itu
membelok ke kiri dan langsung tancap gas.
"Dia tidak akan berhenti!" teriak Ty. Dengan kecepatan tinggi mobil
mewah itu menerjang pintu.
168
"Ayo, ke mobilku!" teriak Pete. "Cepat!"
"Tidak ada waktu," ujar Ty dengan napas tersengal-sengal. "Nanti dia
keburu kabur."
Pete tidak menjawab, ia langsung bergegas ke jalanan.
Karena melaju terlalu kencang, Jake Hatch tidak berhasil membelokkan
Rolls-Roycenya secara sempurna. Mobil itu menabrak pagar di seberang

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

jalan, terpaksa mundur beberapa meter, kemudian baru menjauh. Pete


segera mengelilingi tempat penitipan mobil untuk mengambil Fiero-nya.
"Dia sudah terlalu jauh untuk dikejar," Ty berseru ketika mereka naik
ke mobil Pete.
Namun ketika mereka membelok, Rolls-Royce itu ternyata belum jauh.
Mobil itu nampak menggelinding pelan, sambil berpindah-pindah dari
jalur kiri ke jalur kanan.
"Hah, pasti rusak berat!" Ty berseru. "Kita..."
"Astaga! Lihat itu!" Pete memotong.
Di dalam Rolls-Royce itu, Kelly sedang mengadakan perlawanan sengit.
Gadis itu berusaha mencegah Jake Hatch untuk membawanya kabur.
Tiba-tiba saja pintu Rolls-Royce membuka, dan Kelly melompat keluar.
Jake Hatch langsung tancap gas.
Kelly berdiri menghalangi mobil Pete, sehingga pacarnya itu terpaksa
mengerem habis.
"Ayo masuk, Kelly!" Pete berseru melalui jendela. "Kita akan
mengejarnya."
169
Kelly segera membuka pintu, lalu memanjat melewati Ty ke bangku
belakang.
"Pokoknya aku tidak mau ketinggalan!" ia berkata dengan napas
tersengal-sengal.
Pete menatapnya sambil tersenyum.
"Kalau begitu, bersiaplah!" ujar Pete. "Kau pasti akan terguncangguncang di belakang."
Pete menyetir seperti kesetanan. Bahkan Ty pun menjadi pucat pasi.
Dalam beberapa menit saja mereka sudah berhasil mengejar RollsRoyce di hadapan mereka.
Dengan kecepatan tinggi kedua mobil itu melewati jalan-jalan yang
gelap.
Akhirnya Hatch menyeberangi sebuah lapangan, menyelinap di antara
pilar-pilar jalan layang, kemudian meneruskan perjalanan di atas rel

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

kereta api. Tapi ia tidak berhasil mengecoh Pete. Ketika mencapai jalan
lurus yang menyusuri pantai, Hatch langsung menambah kecepatan.
Namun Pete tidak mau menyerah.
Dalam keputus-asaannya Hatch berusaha mencapai jalan layang. Ia
harus melewati tikungan tajam yang menembus di bawah jalur bebas
hambatan. Untuk sesaat kelihatannya ia akan berhasil mengambil
tikungan yang patah itu.
Tapi Pete tidak tinggal diam. Secara nekat ia memotong Rolls-Royce
yang sedang mengurangi kecepatan. Hatch membanting setir. Mobilnya
meluncur tak terkendali, lalu menabrak pilar beton yang kokoh.
Ty langsung turun, ia membuka pintu Rolls170
Royce dan menarik Hatch keluar. Pemimpin komplotan pencuri mobil itu
digiringnya ke mobil Pete, didorong ke bangku belakang, kemudian
diduduki.
"Sekarang Hatch baru tahu siapa yang memiliki mobil paling cepat di
sini," ujar Ty.
Sambil terkagum-kagum Kelly menatap pacarnya. Pete nyengir bangga.
Dan mereka kembali ke tempat penitipan mobil.
Ternyata yang lainnya sudah menunggu di depan pintu. Tiburon dan
gangnya berdiri di sebelah kanan. Para tawanan dijaga oleh Bob. Pete
langsung membawa Jake Hatch ke rombongan itu.
"Sudah ada yang memanggil polisi?" tanya Ty.
Bob mengangguk. "Kata Jupe, dia yang akan menelepon polisi."
Pete melihat ke sekeliling. "Hei, di mana dia?"
Sebuah erangan mengerikan terdengar dari dalam tempat penitipan
mobil. Jupiter berdiri di antara bangkai-bangkai mobil, ia sedang
menatap tumpukan logam yang sudah tak bisa dikenali.
Kemudian Bob membelalakkan mata. "Itukah mobilmu yang baru?" ia
bertanya hati-hati.
Honda Civic kepunyaan Jupiter ternyata sudah hancur total! Jake
Hatch telah menabraknya berkali-kali.
"Mobilku!" Jupiter mendesah. "Dan sekarang aku tidak punya uang lagi."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Yang lainnya berusaha menghibur sebisa mungkin. Ty berjanji


mencarikan mobil yang lebih baik lagi.
171
"Kau pasti akan mendapat ganti-rugi dari asuransi," ujar Ty. "Dan kita
akan mencari jalan untuk mengumpulkan uang tambahan." ia tersenyum
lembut "Eh, kau sudah menelepon polisi, Jupe?"
Jupiter kembali mendesah. "Aku lupa sama sekali waktu melihat keadaan
mobilku." Kemudian ia memaksakan diri untuk tersenyum. "Tapi setidaktidaknya kita sudah berhasil meringkus komplotan ini. Dan ini berarti
bahwa kau sudah bebas dari segala tuduhan, Ty!"
Tiba-tiba mobil-mobil patroli muncul di kedua ujung jalan. Beberapa
petugas turun sambil menggenggam pistol. Mereka dipimpin oleh
Detektif Cole dan Sersan Maxim.
"Hei," ujar Ty. "Sersan Maxim pasti menyangka bahwa ia akhirnya
berhasil menangkapku pada waktu melakukan kejahatan!"
Dan sambil nyengir lebar, Ty mengangkat tangan dan berlagak
menyerah.
TAMAT

Koleksi ebook inzomnia