Anda di halaman 1dari 4

penyimpanan obat Di IFRS

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Pengelolaan obat di rumah sakit merupakan segi manajemen rumah sakit yang penting.
Tujuan pengelolaan obat yang baik di rumah sakit adalah agar obat yang di perlukan tersedia
setiap saat, dalam jumlah yang cukup dan terjamin untuk mendukung pelayanan bermutu.
Obat sebagai salah satu unsur penting bagi upaya penyembuhan dan operasional rumah sakit.
Di rumah sakit pengelolaan obat di laksanakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS).
(Anonim, 2008)
Pengelolaan obat termasuk proses penyimpanan haruslah efektif dan efisien. Proses
pengelolaan dapat terjadi dengan baik bila dilaksanakan dengan dukungan kemampuan
menggunakan sumber daya yang tersedia dalam suatu sistem. Dan juga tanpa manajamen dari
seorang kepala IFRS maka semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit
(Handoko, 1984)

Menurut penelitian sebelumnya pada tahun 2008 di Rumah sakit M.M Dunda sendiri masih
di temukan adanya obat yang kadaluarsa yang menyebabkan kerugian bagi rumah sakit itu
sendiri. Kurangnya anggaran yang tersedia menyebabkan instalansi farmasi tidak mungkin
menyediakan segala kebutuhan barang/perbekalan farmasi. Akibatnya penderita harus
membeli/mencari sendiri obat atau alkes ke apotik luar, hal ini pun dapat menimbulkan
masalah tersendiri. Bukan hanya itu saja tetapi gudang penyimpanan obat belum memenuhi
kesesuaian dengan standar penyimpanan obat (Abdullah, 2008). Sarana penyimpanan obat
yang ada di IFRS pengawasannya seharusnya di lakukan secara triwulan atau rutin untuk
menghindari adanya obat kadaluarsa atau rusak. RS M.M. Dunda telah melakukan hal
tersebut tetapi yang jadi persoalan adalah banyaknya obat yang sering terjadi kadaluarsa,
sistem penataan gudang yang belum memenuhi syarat, dan kesesuaian antara kartu stok dan
barang yang keluar. ( Sheina, 2010)
Berdasarkan hal di tersebut di atas saya tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai
penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit M.M. Dunda kabupaten Gorontalo pada
tahun 2011. Hal ini perlu di lakukan melihat betapa pentingnya proses penyimpanan karena
dengan adanya obat yang sering kadaluarsa, penataan gudang belum memenuhi standar serta
kesesuaian antara kartu stok dan obat keluar akan mempengaruhi proses pengelolaan obat
selanjutnya di rumah sakit MM dunda itu sendiri.
1.2

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah proses penyimpanan obat di
Instalasi Farmasi RSUD M.M Dunda Kabupaten Gorontalo Tahun 2011 sudah efisien dan
efektif?

1.3

Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Utama


Untuk mengetahui proses penyimpanan obat di Instalasi RSUD M.M Dunda Kabupaten
Gorontalo Tahun 2011
1.3.2 Tujuan Khusus
a)

Untuk mengetahui kesesuian antara kartu stok dan obat keluar

b) Untuk mengetahui berapa persen kadaluarsa obat tahun 2011


1.4

Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Penulis


a) Hasil penelitian ini diharapkan akan menambah ilmu pengetahuan terutama dalam
system penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD M.M Dunda
b) Mendapatkan pengalaman dan keterampilan di bidang manajemen farmasi rumah sakit
khususnya pada proses penyimpanan obat
c) Dapat menerapkan materi yang di dapat selama mengikuti perkuliahan dan
mengaplikasikanya di lapangan.
1.4.2 Bagi Institusi
a) Hasil penelitian ini di harapkan menjadi satu masukan bagi RSUD M.M Dunda sebagai
penentuan dalam pengambilan kebijakan di Instalasi Farmasi RSUD M.M Dunda
b) Menjadikan hasil penelitian ini sebagai wahana evaluasi dan masukan bagi manajemen
Rumah Sakit dalam penyimpanan obat di Instalasi Farmasi

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

URAIAN UMUM TENTANG INSTANSI

2.1.1 Rumah Sakit


Menurut Permenkes 159 b / MENKES / II / 1988 Rumah Sakit adalah Sarana upaya
kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan, dimanfaatkan untuk
pendidikan kesehatan dan penelitian. (Charles, 2003)
Menurut WHO Rumah Sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan
dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna, pelayanan kuratif, pelayanan preventif,
pelayanan rawat jalan, pusat latihan tanaga kesehatan dan pusat penelitian biomedik.
Klasifikasi Rumah Sakit Umum didasarkan : pada unsur pelayanan, ketenagaan, fisik dan
peralatan. Ada 4 (empat) kelas yaitu:
1)

Kelas A

Kelas A yaitu kelas yang mempunyai fasilitas dan kemampuan Pelayanan medis Spesialistik
luas dan Sub spesialistik luas
2)

Kelas B

Kelas B yaitu kelas yang mempunyai fasilitas dan kemampuan Pelayanan medis sekurang
kurangnya 11 Spesialistik dan Sub spesialistik terbatas.
3)

Kelas C
4

Kelas C yaitu kelas yang mempunyai fasilitas dan kemampuan Pelayanan medis Spesialistik
Dasar
4)

Kelas D

Kelas D yaitu kelas yang mempunyai fasilitas dan kemampuan Pelayanan medis dasar
RS dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria sebagai berikut :
1)

Klasifikasi berdasarkan kepemilikan

Klasifikasi berdasarkan kepemilikan terdiri atas rumah sakit pemerintah. Di Negara kita ini,
rumah sakit pemerintah terdiri atas rumah sakit vertical yang langsung dikelola oleh
Departemen Kesehatan yaitu rumah sakit pemerintah daerah, rumah sakit militer, dan rumah
ssakit BUMN. Rumah sakit lain berdasarkan kepemilikan ialah rumah sakit yang dikelolah

oleh masyarakat atau sering disebut rumah sakit sukarela. Rumah sakit sukarela ini terdiri
atas rumah sakit hak milik dan rumah sakit nirlaba.
Rumah sakit hak milik ialah rumah sakit bisnis yang tujuan utamanya adalah mencari laba
(profit). Rumah sakit yang berafiliasi dengan organisasi keagamaan pada umumnya
beroperasi bukan untuk maksud membuat laba, tatapi adalah nirlaba. Rumah Sakit nirlaba
mencari laba sewajarnya saja, dan laba yang diperoleh Rumah sakit ini digunakan sebagai
modal peningkatan sarana fisik, perluasan dan penyempurnaan mutu kepentingan penderita.
2)

Klasifikasi berdasarkan Jenis Pelayanan

Berdasarkan jenis pelayanannya, RS terdiri atas RS umum dan Rs khusus. RS umum member
pelayanan kepada berbagai penderita dengan berbagai jenis kesakitan, memberi pelayanan
diagnosis dan terapi untuk berbagai kondisi medik, seperti penyakit dalam, bedah, pediatric,
psikiatri, ibu hamil dan sebagainya. RS khusus adalah RS yang member pelayanan diagnosis
dan pengobatan untuk penderita dengan kondisi medic tertentu baik bedah maupun non
bedah, seperti RS; kanker, bersalin, psikiatri, pediatric, mata, lepra, tuberculosis,
ketergantungan obat, RS rehabilitas dan penyakit kronis.