Anda di halaman 1dari 2

Contoh Dialog Interaktif Mata Najwa

Dialog interaktif adalah bentuk dialog yang ditayangkan langsung antara 2 orang
dan membicarakan suatu topik tertentu dan dapat didengarkan oleh audiens. Dialog
interaktif sering ditemukan dalam acara-acara televisi, radio dan media online.
BAPAK BARU INDONESIA
Najwa Shihab :
Bertemu lagi dengan saya, Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, kali ini kita akan
membahas tama kita yaitu BAPAK BARU INDONESIA, mengenai pemilu 2014
melelahkan tetapi, juga memunculkan harapan, untuk membahas tema kita pada
malam hari ini kita akan mengundang narasumber kita yaitu bapak Ganjar Pranowo
sebagai Gubernur Jateng dan bapak Bima Arya sebagai Walikota Bogor, baiklah
pemirsa jika anda ingin bertanya tentang tema kita malam hari ini kepada
narasumber kita, silahkan hubungi no dibawah ini,,,,,,Ya sudah ada yang masuk,
Hallo dengan bapak atau ibu siapa dan di mana?
Ibu Diana :
Ya, dengan ibu Diana di Jawa Barat, saya ingin bertanya kepada bapak Ganjar, saya
ingin menanyakan, dalam pilpres 2014 ini banyak sekali apakah benar masih ada
statmant yang mengganjal?
Bapak Ganjar :
Ya ibu diana, kalau dilihat kemaren memang masih ada yang mungkin bisa di bilang
mengganjal, tapi saya yakin kubu sebelah pasti menerima karena mereka
negarawan sejati, kita lihat mereka juga menjalankan konstitusi, meski demikian
bisa kita maklumi bila tidak setuju silahkan ajukan ke MK. tapi sebagai politisi kita
juga tahu kalau mengajukan ke MK juga susah, kerena urusan pilpres sudah usai.
Najwa shihab :
Ya, terima kasih ibu diana karena sudah menelpon ke acara kami. jadi intinya pak
pilpres tahun ini sudah bisa melupkan tentang masalah ini?
Bapak Bima Arya :
Sekarang bukan masalah bisa atau tidak, tapi kita memang harus melangkah,
karena kita punya presiden beru dan bagaimana mengola ke fase baru. kita tahu
bangsa ini tidak pernah terbelah begitu saja. walau ada selisih 8 juta suara, karena
kalau tidak puas wajar tapi ada koridor hukumnya. tapi tugas kita di lapangan
adalah bagaimana menata, ada saat bertanding, ada berkompetisi ada saling
mengisi menuju indonesia hebat.
Acara : Mata Najwa
Jam tayang : setelah pukul 20.00
Tanggal : 23 Juli 2014
Tema : Babak Baru Indonesia
Pokok pokok permasalahan - Pemilahan presiden telah usai namun banyak
menyisakan persoalan- Banyak pihak yang merasa tidak puas dengan hasil yang
ada- Legalitas pemimpin terpilih apabila banyak gugatan - Bagaimana menjalankan
pemerintahan di tengah banyak perselisihan- Apakah ada kebesaran hati dari para
Peserta untuk menerima kekalahan dan mengakui kemenangan
Kesimpulan Meski ada pihak tidak puas namun bukan berarti hal ini membuat hal
tidak sah, karena sudah diantisipasi dengan berbagai solusi semisal tidak setuju
bisa mengajukan gugatan ke MK, atau Dewan Pemilu.
Cuplikan dialog interaktif :
Najwa Shihab : Kata Pembukaan Presiden baru sudah terpilih, jangan lagi kita
berselisih, saling lempar opini mesti pemilu sudah selesai sejak 9 juli, ada yang
menang dan kalah sehingga wajar ada yang tidak puas, karena tidak mudah
menerima kekalahan, tapi momentum baru sudah dimulai sayang jika terus
berkelahi, bila rakyat bisa menerima, mengapa para elit tidak fokus bekerja
Tema : Babak baru Indonesia
Narasumber : Arya Bima (Walikota Bogor) Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa
Tengah)Zainal Arifin Muhtar (Ketua PUKAT UGM) Hanta Yudha (Ketua Poltracking)
Najwa Shihab : Pemirsa pemilihan presiden 2014 melelahkan tapi memunculkan
harapan, kita undang di mimbar Ganjar Pranowo Gubernur Jateng dan Bima Arya
Walikota Bogor, juga hadir Zainal AM (Ketua Pukat), dan Hanta Yudha (Ketua
Poltracking) terima kasih sudah nadir.
Kita undang narasubmer yang masih muda karena presiden kita juga masih muda.
Kita ingin melangkah maju melihat babak baru indonesia, visa kah kita mulai karena
baru sehari apa ada yang mengganjal?
Ganjar Pranowo : kalau dilihat kemaren dari statement kemaren memang masih ada
yang mengganjal, tapi saya yakin kubu sebelah pasti menerima karena dasarnya
mereka adalah negarawan sejati. Kita lihat mereka juga menyampaikan bahwa
mereka akan menjalankan konstitusi. Meski demikian bisa kita maklumi bila tidak
setuju bisa mengajukan ke MK. Tapi sebagai politisi kita juga tahu kalau
mengajukan ke MK juga susah, kalau pinjam bahasa nya pak mahfud kita tinggal

menata hati, karena urusan pemilihan sudah selesai sekarang tinggal urusan
politiknya. Najwa Shihab : jadi sudah bias move on?
Arya Bima : Sekarang bukan masalah bisa atau tidak, tapi memang kita harus
melangkah, karena kita punya presiden baru dan bagaimana mengelola ke fase
baru. Kita tahu bangsa ini tidak pernah terbelah begitu tajam, walau ada selisih 8
juta suara, karena kalau tidak puas wajar tapi ada koridor hukumnya, tapi tugas kita
dilapangan adalah bagaimana menata, ada saat bertanding ada bersanding, ada
berkompetisi ada saling mengisi menuju indonesia hebat.