Anda di halaman 1dari 6

KONDISI GEOLOGI INDONESIA DAN POTENSI

MINERAL DAN BATUBARA


Teknologi Manajemen Kewirausahaan

Penyusun :
YULIANI WIDIA NINGRUM

270110120011

GEOLOGI C

Fakultas Teknik Geologi


Universitas Padjadjaran
2013

BAB I
MATERI

A.

Kondisi Geologi Indonesia

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng


Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia
bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan
Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar
lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu
titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga
lepas berupa gempa bumi. Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai
dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami,
longsor, dan liquefaction. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan
bergantung pada beberapa hal; diantaranya adalah skala gempa, jarak epicenter,
mekanisme sumber, jenis lapisan tanah di lokasi bangunan dan kualitas bangunan.
Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami, juga
membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen (sedimentary
basin). Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang selanjutnya menjadi batuan
induk maupun batuan reservoir hydrocarbon. Kadungan minyak dan gas alam inilah
yang kini banyak kita tambang dan menjadi tulang punggung perekonomian kita
sehingga tahun 1990-an.
Indonesia, juga merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik
karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian
selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut.
Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari
arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan
daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut
sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada
daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta
mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar.
Volcanic arc merupakan jalur pegunungan aktif di Indonesia yang memiliki topografi
khas dengan sumberdaya alam yang khas juga. Back arc merupakan bagian paling
belakang dari rangkaian busur tektonik yang relatif paling stabil dengan topografi
yang hampir seragam berfungsi sebagai tempat sedimentasi. Semua daerah
tersebut memiliki kekhasan dan keunikan yang jarang ditemui di daerah lain, baik
keanegaragaman hayatinya maupun keanekaragaman geologinya.
Indonesia merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena
berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan,
Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut.

Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai


Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan
Maluku utara. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang
komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore
arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau
sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat
maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga
sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang
yang cukup besar.

B.

POTENSI MINERAL DAN BATUBARA

Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami,
juga membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen
(sedimentary basin). Pada daerah inimaterial batuan penyusun utama lingkungan ini
juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan
tambang yang cukup besar. Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang
selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon. Kadungan
minyak dan gas alam inilah yang kini banyak kita tambang dan menjadi tulang
punggung perekonomian kita sehingga tahun 1990-an.

Batu bara
Indonesia dianugerahi Tuhan dengan kekayaan alamnya yang sungguh luar
biasa, salah satunya adalah batu bara (produk pertambangan). Indonesia
merupakan negara produsen batu bara terbesar ke-5 didunia setelah China, Amerika
Serikat, India, dan Australia. Sebagian besar batu bara yang dihasilkan dari bumi
Indonesia dialokasikan untuk keperluan industri besar, pembangkit listrik dan
komoditas ekspor. Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia antara lain China,
India, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Di Indonesia, batu bara masih akan menjadi sumber daya energi yang sangat
potensial sebagai pengganti minyak bumi di masa mendatang. Sumber daya batu
bara di Indonesia mencapai 58,4 milyar ton, untuk cadangan batu bara mencapai
35,9 milyar ton. Sebagian besar dari Kalimantan dan Sumatera bagian Selatan,
jelas Ir. Herudiyanto, M.Sc., ahli Pusat Sumber Daya Geologi.
Namun penggunaan batu bara tersebut menghasilkan pencemaran
lingkungan yang berbahaya, karena mengandung unsur-unsur yang akan
berdampak pada lingkungan, baik itu cair dan juga udara.
Di Bandung, sekira 3.000 pabrik tekstil menggunakan bahan batu
tersebar di tiga wilayah, Kabupaten Bandung, Kota Bandung
Perusahaan tersebut menghasilkan polusi lingkungan yang sangat
limbah, serta abu dari hasil pembakaran yang menimbulkan
berbahaya, ungkap Herudiyanto.

bara. Mereka
dan Cimahi.
besar seperti
polusi udara

Herudiyanto menghimbau kepada para ahli serta calon ahli-ahli geologi supaya
dalam meneliti bukan hanya meneliti dan mencari sumber energi, tapi harus
memikirkan juga masalah lingkungan dan kemanusiaan.
Ilmu pengetahuan seharusnya membuat manusia lebih arif dalam mengelola dan
memanfaatkan sumber daya alam. Untuk masalah batu bara, kalian bisa
menerangkan dan memilih mengenai batu bara terpilih yang relatif aman untuk
lingkungan, himbau Herudiyanto.
Mineral
Mineral yang dipakai sehari hari dalam kehidupan umat manusia tidak
semuanya terdapat di Indonesia. Diperkirakan hanya 30% atau 30 Macam mineral
utama terdapat di Indonesia. Mineral tersebut adalah emas, perak, tembaga, nikel,
timah putih, timah hitam, alumunium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi,
batubara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes, bentonit, zeolit,
belerang, fosfat, batu gamping dll), batu mulia, termasuk intan, dan bahan
bangunan. Mineral langka masih belum diketahui di Indonesia, demikian juga
uranium, hingga saat ini belum tersedia data yang rinci mengenainya.
Beberapa mineral telah menjadi andalan sektor pertambangan di Indonesia.
Produksi dan cadangannya juga cukup besar. Timah, misalnya, memproduksi sekitar
15% produksi dunia, sementara cadangannya lebih kurang 8% cadangan dunia.
Cadangan nikel mencapai 15% cadangan dunia, tetapi produksinya baru mencapai
10% produksi dunia. Berikut ini disampaikan beberapa angka mengenai mineral
andalan Indonesia, disertai pula beserta cadangan potensinya. Klasifikasi yang
dipakai adalah klasifikasi Mckelvey (1973). Angka angka tersebut disampaikan
dalam bentuk tabel berikut :
Tabel 2.1. Perbandingan Taksiran Cadangan Mineral Indonesia dan Dunia

Taksiran cadangan
Nama Mineral

Perbandingan
Indonesia

1.

Timah

865 ton

Dunia
11.100.000 ton
8%

2.

Nikel

15 juta ton

100 juta ton


14%

3.

Tembaga

6 juta ton

126 juta ton


5%

4.

Batubara

32 milyar ton

663 milyar ton


2%

5.

Alumunium

934 juta ton

139.000 juta ton


0,7%

6.

Minyak bumi

9,1 milyar barrel

916,6 milyar barrel


1%

7.

Gas bumi

0,138 juta BSCF

6,9 juta BSCF


2%

Potensi minyak dan gas bumi terkandung dalam 60 cekungan dan baru 25% yang
dieksploitasi. Menurut perkiraan, sumberdaya minyak bumi mencapai lebih kurang
70 72 milyar barrel, sedangkan yang sudah diteliti dan sudah dapat digolongkan
sebagai cadangan baru kurang lebih 9 10 milyar barrel. Sumberdaya dan
cadangan minyak bumi Indonesia akan bertambah terus bila eksplorasi terus
dilakukan. Belum lagi potensi yang mungkin ada di dalam batuan yang lebih tua
(batuan Pra-Tersier), karena sejauh ini minyak dan gas bumi baru diproduksi dari
batuan berumur Tersier karena lebih dangkal letaknya. Demikian pula potensi
sumberdaya mineral lainnya yang masih bisa untuk dikembangkan.

BAB II
RANGKUMAN

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng


Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan
dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara,
sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Indonesia,
juga
merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada
pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan,
Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut.
Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami,
juga membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen
(sedimentary basin). Pada daerah inimaterial batuan penyusun utama lingkungan ini
juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan
tambang yang cukup besar. Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang
selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon.
Peristiwa ini juga memberikan potensi mineral dan batubara di Indonesia
Indonesia dianugerahi Tuhan dengan kekayaan alamnya yang sungguh luar biasa,
salah satunya adalah batu bara (produk pertambangan). Indonesia merupakan
negara produsen batu bara terbesar ke-5 didunia setelah China, Amerika Serikat,
India, dan Australia. Sebagian besar batu bara yang dihasilkan dari bumi Indonesia
dialokasikan untuk keperluan industri besar, pembangkit listrik dan komoditas

ekspor. Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia antara lain China, India, Jepang,
Korea Selatan, dan Taiwan. Di Indonesia, batu bara masih akan menjadi sumber
daya energi yang sangat potensial sebagai pengganti minyak bumi di masa
mendatang. Namun penggunaan batu bara tersebut menghasilkan pencemaran
lingkungan yang berbahaya, karena mengandung unsur-unsur yang akan
berdampak pada lingkungan, baik itu cair dan juga udara.
Masih banyak potensi kekayaan sumberdaya mineral indonesia yang belum dapat
dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan sumberdaya dan cadangan mineral yang
ada masih dapat bertambah jika eksplorasi terus dilakukan. Potensi tersebut antara
lain terdapat pada batuan yang lebih tua atau Pra Tersier. Sejauh ini minyak dan
gas bumi baru diproduksi dari batuan berumur Tersier, karena lebih dangkal
letaknya. Demikian pula halnya dengan potensi sumberdaya mineral lainnya yang
ada di bentang kepulauan Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
wikipedia, http://yudi81.wordpress.com/, http://udhnr.blogspot.com/

http://antoniuspatianom.wordpress.com/2009/07/19/sumberdaya-mineral-diindonesia-karakteristik-dan-potensinya/