Anda di halaman 1dari 10

PERUBAHAN ISI KEPDIR 234.K/DIR/2008 dengan KEPDIR 1486.

K/DIR
NO
A

B
1

KEPDIR 234.K/DIR/2008
Mengatur tentang PELANGGARAN dan KELAINAN dalam satu
KepDir
DASAR HUKUM YANG DIPAKAI
UU. NO. 15 TAHUN 1985 Ketenagalistrikan;

C
1.

BAB I KETENTUAN UMUM


Tagihan susulan hanya disebut : Tagihan susulan saja (TS)

2.
3.
4.

Tarif Listrik Prabayar belum ada.


Istilah stroom belum ada.

D
1

PASAL - PASAL
Perhitungan Tagihan Susulan(TS) pada pasal 22
P I = 9 X (2 X Daya Tersambung) X Biaya Beban sesuai TDL

Sasaran Operasi (SO) dan Target Operasi (TO) belum dijelaskan


dalam ketentuan Umum.

NO
KEPDIR 1486.K
A Atas permintaan DJK Kepdir Pelanggar
menjadi dua Kepdir, dan kata Kelainan
Rekening Pemakian Tenaga Listrik.
1
2

UU. 30 TAHUN 2009 tentang Ketenagalist


PERMEN ESDM NO. 09 tahun 2011 tentan
Tenaga Listrik Yang Disediakan oleh Perus
Perusahaan Listrik Negara,

3
4

Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2011 tent


Peraturan-peraturan lain yang belum mas

Tagihan Susulan diuraikan terdiri dari TS1


pelanggan berlaku TS1, TS2 dan TS3, sed
berlaku TS4.
Ditambahkan tentang TARIF LISTRIK PRA B
Ditambahkan tentang stroom (no. 41)

2
3
4

Ditambahkan penjelasan tentang Sasaran


(TO).

Perhitungan Tagihan Susulan pada pasal 2


PI =

P II dan P III sama dengan Kep. Dir 234.K/


PIV belum diatur.

Tagihan susulan (pasal 20)


Dibuat selambat-lambat 15 hari kerja.
Pembayaran angsuran TS maksimal 12 bulan.
TS4 belum diatur.

P IV mengatur sangsi pelanggaran untuk


PIV=

Tagihan susulan (pasal 19)


-

Pelanggan Prabayar belum diatur.

Perhitungan besarnya TS pelanggaran Pel


Pascabayar (pasal 22).

Apabila dibongkar rampung maka sisa sal


dalam pembayaran TS .
4

Pengajuan Keberatan belum diatur.

Pengajuan Keberatan (pasal 23) di atur se


-

Tahap Pasca P2TL


- Pasal 11 ayat 3c
Masa peringatan II selama 14 hari kerja untuk pelanggaran, 28 HK
untuk Kelainan

Tahap Pasca P2TL


- Pasal 11 ayat 3d
Masa peringatan II selama 6 hari kerja.

- Pasal 11 ayat 5f

- Pasal 11 ayat 5f
Usulan Penetapan TS ke Pemberi Tugas s
Pelanggan datang.

Usulan Penetapan TS ke Pemberi Tugas selambat-lambatnya 7 HK


sejak Pelanggan datang.
- Pasal 11 ayat 5g

6
1
2
3

- Pasal 11 ayat 5g

Penetapan TS oleh Pemberi Tugas selambat-lambatnya 8 HK sejak


diusulkan oleh petugas Admin P2TL.
- Pasal 11 ayat 1

Penetapan TS oleh Pemberi Tugas selamb


oleh petugas Admin P2TL.
- Pasal 11 ayat 1h

Langkah2 yang harus dilakukan petugas Admin P2TL tentang


keberatan P2TL belum diatur.

Ditambahkan menindaklanjuti hasil Kepu


Tim Keberatan P2TL.

PELAKSANAAN P2TL
Pasal 3 ayat 4
- Materi Pelatihan bagi petugas Pelaksana P2TL.
Pasal 3 ayat 6
- Materi Pelatihan bagi petugas Administrasi P2TL.
Pasal 3 ayat 7 a
- Syarat bagi Petugas Outsourcing Tenaga Bantu belum diatur.

6
1

PELAKSANAAN P2TL
Pasal 3 ayat 4f
- Ditambahkan Pengetahuan tentang Perl
Pasal 3 ayat 6c
- Ditambahkan Pengetahuan tentang Insta
Pasal 3 ayat 7 a

Pasal 3 ayat 7 b
- Syarat bagi Petugas Outsourcing Pemborongan pekerjaan belum
diatur.

- Petugas Outsourcing Tenaga Bantu haru


Pasal 3 ayat 7 b

- Petugas Outsourcing Pemborongan Peke


Kompetensi.

- Lingkup Kerja Petugas Outsourcing belum diatur.

- Lingkup Kerja petugas outsourcing P2TL


lapangan.
Pasal 6 ayat 1
Tugas petugas Administrasi P2TL ditamba
dokumen P2TL yang diminta oleh Tim Pe

Pasal 6 ayat 1
Tugas - tugas petugas Administrasi P2TL

Pasal 9 ayat 2 b
Pemantauan pembelian stroom belum diatur.

Pasal 9 ayat 2 b
Pemantauan pembelian stroom minimum

E
1

KETENTUAN LAIN - LAIN


1

- Diatur dalam 2 pasal (pasal 25 dan 26) :

- Diatur dalam 4 pasal (pasal 24 - 27) berturut-turut : Hak dan


Sanksi bagi petugas P2TL, Anggaran P2TL, Laboratorium P2TL,
Laporan dan Pembukuan Pendapatan P2TL. Serta premi P2TL

Laporan dan Pembukuan Pendapatan P2T


digabungkan pada pasal 26, premi P2TL t

- Diatur dalam 4 pasal (pasal 24 - 27) berturut-turut : Hak dan


Sanksi bagi petugas P2TL, Anggaran P2TL, Laboratorium P2TL,
Laporan dan Pembukuan Pendapatan P2TL. Serta premi P2TL
- Laporan ke DJK setiap 6 bulan (pasal 27 ayat 2).

Laporan dan Pembukuan Pendapatan P2T


digabungkan pada pasal 26, premi P2TL t
- Laporan ke DJK setiap 3 bulan (pasal 25

2008 dengan KEPDIR 1486.K/DIR/2012


KEPDIR 1486.K/DIR/2012
Atas permintaan DJK Kepdir Pelanggaran dan Kelainan dipisahkan
menjadi dua Kepdir, dan kata Kelainan di rubah menjadi Penyesuaian
Rekening Pemakian Tenaga Listrik.
UU. 30 TAHUN 2009 tentang Ketenagalistrikan;
PERMEN ESDM NO. 09 tahun 2011 tentang Ketentuan Pelaksanaan Tarif
Tenaga Listrik Yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT
Perusahaan Listrik Negara,
Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2011 tentang Tarif Tenaga Listrik
Peraturan-peraturan lain yang belum masuk di Kep. Dir 234

Tagihan Susulan diuraikan terdiri dari TS1, TS2, TS3 dan TS4. Untuk
pelanggan berlaku TS1, TS2 dan TS3, sedangkan untuk bukan pelanggan
berlaku TS4.
Ditambahkan tentang TARIF LISTRIK PRA BAYAR (no.40)
Ditambahkan tentang stroom (no. 41)
Ditambahkan penjelasan tentang Sasaran Operasi (SO) dan Target Operasi
(TO).

Perhitungan Tagihan Susulan pada pasal 21


6 X (2 X Daya Tersambung) X Biaya Beban atau Rekening Minimum
konsumen sesuai Tarif Dasar Listrik, dengan perhitungan sebagai
berikut :
a. Untuk Pelanggan yang dikenakan Biaya Beban
TS1 = 6 X {2 X Daya Tersambung(kVA)} X Biaya Beban(Rp/kVA);
b. Untuk Pelanggan yang dikenakan Rekening Minimum

TS1 = 6 X (2 X Rekening Minimum (Rupiah)


Dasar Listrik).
P II dan P III sama dengan Kep. Dir 234.K/DIR/2008

pelanggan sesuai Tarif

P IV mengatur sangsi pelanggaran untuk Non Konsumen


TS4 = {9 X (2X Daya Kedapatan) X Biaya Beban atau rekening
minimum konsumen sesuai Tarif Dasar Listrik} + {9 X 720 jam X Daya
Kedapatan X 0,85 X Tarif tertinggi pada golongan tarif sesuai Tarif
Dasar Listrik yang dihitung berdasarkan Daya Kedapatan}, dengan
perhitungan sebagai berikut:
a. Untuk daya kedapatan sampai dengan 900 VA
TS4 = {(9 x (2 x (daya kedapatan (kVA)) x Biaya Beban(Rp/kVA)))} +
{(9 x 720 jam x (daya kedapatan (kVA)) x 0,85 x Tarif tertinggi pada
golongan tarif sesuai Tarif Dasar Listrik yang dihitung berdasarkan
Daya Kedapatan)}
b.Untuk daya kedapatan lebih besar dari 900 VA
TS4 = {(9 x (2 x 40 jam nyala x (daya kedapatan (kVA)) x Tarif tertinggi
pada golongan tarif sesuai Tarif Dasar Listrik yang dihitung
berdasarkan Daya Kedapatan)} + {(9 x 720 jam x (daya kedapatan
(kVA)) x 0,85 x Tarif tertinggi pada golongan tarif sesuai Tarif Dasar
Listrik yang dihitung berdasarkan Daya Kedapatan)}
Tagihan susulan (pasal 19)
Dibuat selambat-lambat 3 hari kerja.
GM dapat memberikan angsuran lebih dari 12 kali.
TS4 dan Biaya P2TL Lainnya pada prinsipnya harus dibayar tunai,
namun atas permintaan Bukan Pelanggan dengan alasan yang dapat
diterima PLN, TS4 dan Biaya P2TL Lainnya dapat dibayar secara
angsuran dengan agunan yang mempunyai nilai yang sebanding
dengan nilai Tagihan Susulan atau dapat
tanpa agunan atas
pertimbangan tertentu oleh General Manajer Distribusi / Wilayah atau
Manajer Area / APJ / Cabang

dengan nilai Tagihan Susulan atau dapat


tanpa agunan atas
pertimbangan tertentu oleh General Manajer Distribusi / Wilayah atau
Manajer Area / APJ / Cabang

Perhitungan besarnya TS pelanggaran Pelanggan Prabayar sama dengan


Pascabayar (pasal 22).
Apabila dibongkar rampung maka sisa saldo kwh prabayar diperhitungkan
dalam pembayaran TS .
Pengajuan Keberatan (pasal 23) di atur sebagai berikut :
Yang terkena P2TL dapat mengajukan keberatan kepada GM
Dist/Wilayah atau Manajer APJ/Area/Cabang.
Diajukan paling lambat 14 hari kerja setelah kejadian P2TL.
Tim Pengajuan Keberatan dibentuk oleh GM di Kantor Distibusi/Wilayah
atau oleh Manajer APJ/Area/Cabang.
Keanggota Tim Keberatan diketuai GM atau Manajer Unit dan
beranggotakan dari unsur : Teknik, Niaga, Administrasi / Kepegawaian,
Hukum dan Wakil Pemerintah di Bidang Ketenagalistrikan.
Jika keberatan tidak dipenuhi, pemberitahuan tanggapan paling lambat
14 hari kerja.
Jika keberatan dipenuhi, pemberitahuan tanggapan paling lambat 30
hari kerja.
Dalam pengambilan keputusan, harus memenuhi kuorum minimal
50%.
Dalam hal pelanggan yang terkena Pemutusan sementara dinyatakan
terbukti tidak bersalah, maka manajemen PLN dalam waktu paling
lambat 14 hari kerja harus menyampaikan permohonan maaf secara
tertulis (permintaan dari YLKI didukung DJK)

Tahap Pasca P2TL


- Pasal 11 ayat 3d
Masa peringatan II selama 6 hari kerja.

- Pasal 11 ayat 5f
Usulan Penetapan TS ke Pemberi Tugas selambat-lambatnya 3 HK sejak
Pelanggan datang.
- Pasal 11 ayat 5g
Penetapan TS oleh Pemberi Tugas selambat-lambatnya 3 HK sejak diusulkan
oleh petugas Admin P2TL.
- Pasal 11 ayat 1h
Ditambahkan menindaklanjuti hasil Keputusan GM/Manajer Unit atas usulan
Tim Keberatan P2TL.
PELAKSANAAN P2TL
Pasal 3 ayat 4f
- Ditambahkan Pengetahuan tentang Perlindungan Konsumen Listrik.
Pasal 3 ayat 6c
- Ditambahkan Pengetahuan tentang Instalasi Tenaga Listrik.
Pasal 3 ayat 7 a
- Petugas Outsourcing Tenaga Bantu harus memiliki sertifikat Pelatihan.
Pasal 3 ayat 7 b
- Petugas Outsourcing Pemborongan Pekerjaan harus memiliki sertifikat
Kompetensi.
- Lingkup Kerja petugas outsourcing P2TL terbatas pada pemeriksaan
lapangan.
Pasal 6 ayat 1
Tugas petugas Administrasi P2TL ditambahkan dengan menyiapkan
dokumen P2TL yang diminta oleh Tim Penyelesaian Keberatan P2TL.
Pasal 9 ayat 2 b
Pemantauan pembelian stroom minimum 3 bulan berturut - turut.

- Diatur dalam 2 pasal (pasal 25 dan 26) :


Laporan dan Pembukuan Pendapatan P2TL diatur pada pasal 25, yang lain
digabungkan pada pasal 26, premi P2TL tidak diatur lagi

Laporan dan Pembukuan Pendapatan P2TL diatur pada pasal 25, yang lain
digabungkan pada pasal 26, premi P2TL tidak diatur lagi
- Laporan ke DJK setiap 3 bulan (pasal 25 ayat 2).

Anda mungkin juga menyukai