Anda di halaman 1dari 5

5.1.

Macam-macam Nyala Api pada Las Gas


Nyala Api pada Las gas Oksigen Asetilen terbagi menjadi tiga macam antara lain

sebagai berikut :
1. Nyala Netral
Nyala Netral ini terjadi pada saat kita membuka gas oksigen dan asetilen dengan
perbandingan kira-kira 1 : 1. Nyala Netral digunakan untuk mengelas Baja, besi cor,
baja tahan karat dan tembaga.

Gambar 5.10 Nyala Netral. [6]


2. Nyala Karburasi
Nyala Karburasi terjadi apabila terdapat kelebihan asetilen dan pada nyala akan
dijumpai tiga daerah dimana antara kerucut nyala dan selubung luar akan terdapat
kerucut antara yang berwarna keputih-putihan. Nyala Karburasi digunakan untuk
pengelasan logam Monel, Nikel, berbagai jenis baja dan bermacam-macam bahan
pengerasan permukaan nonferous.

Gambar 5.11 Nyala Karburasi. [6]


3. Nyala Oksidasi
Nyala oksidasi adalah apabila terdapat kelebihan gas oksigen. Nyalanya mirip
dengan nyala netral hanya kerucut nyala bagian dalam lebih pendek dan selubung luar
lebih jelas warnanya. Nyala oksidasi digunakan untuk pengelasan kuningan dan
perunggu.

Gambar 5.12 Nyala Oksidasi. [6]


5.1.2

Posisi Pengelasan pada Las Gas

Posisi pengelasan atau sikap pengelasan adalah pengaturan posisi dan gerakan
arah dari pada elektroda sewaktu mengelas. Adapun posisi mengelas terdiri dari empat
macam yaitu:
1. Posisi di Bawah Tangan
Posisi di bawah tangan yaitu suatu cara pengelasan yang dilakukan pada
permukaan rata/datar dan dilakukan dibawah tangan. Kemiringan elektroda las sekitar
10 - 20 terhada garis vertikal dan 70 - 80 terhadap benda kerja.

Gambar 5.13 Posisi di Bawah Tangan. [7]


2. Posisi Tegak (Vertikal)
Mengelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatas atau
kebawah. Pengelasan ini termasuk pengelasan yang paling sulit karena bahan cair yang
mengalir atau menumpuk diarah bawah dapat diperkecil dengan kemiringan elektroda
sekitar 10 - 15 terhadap garis vertikal dan 70 - 85 terhadap benda kerja.

Gambar 5.14 Posisi Tegak (Vertikal). [7]


3. Posisi Datar (Horizontal)
Mengelas dengan horizontal biasa disebut juga mengelas merata dimana
kedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horisontal. Sewaktu
mengelas elektroda dibuat miring sekitar 5 - 10 terhada garis vertikal dan 70 - 80
kearah benda kerja.

Gambar 5.15 Posisi Datar (Horizontal). [7]


4. Posisi di Atas Kepala (Over Head)
Posisi pengelasan ini sangat sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak
berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba
lengkap antara lain: Baju las, sarung tangan, sepatu kulit dan sebagainya. Mengelas
dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda
sekitar 5 - 20 terhadap garis vertikal dan 75 - 85 terhadap benda kerja [7]

Gambar 5.16 Posisi di Atas Kepala (Over Head). [7]


5.1.3

Aplikasi Las Gas


Pengelasan banyak digunakan oleh industri teknik di Indonesia. Berikut ini adalah

beberapa contoh pengaplikasian dari penggunaan las gas :


1. Industri galangan kapal
Kapal merupakan sarana yang penting dan vital baik sebagai alat transportasi, alat
kerja pertambangan, perikanan, pariwisata dan sebagainya, serta sebagai bagian dari alat
utama sistem pertahanan. Kapal juga dikategorikan sebagai bagian dari infrastrukturekonomi (jembatan), sehingga industri perkapalan atau galangan kapal merupakan
industri strategis dan industri masa depan yang penting untuk ditumbuhkembangkan.
Pengelasan merupakan pekerjaan utama di galangan kapal, sehingga perannya sangat

penting dalam proses produksi seiring dengan meningkatnya permintaan bangunan baru
kapal.

Gambar 5.17 Industri Galangan kapal. [8]


2. Pengelasan pada body mobil
Dalam industri otomotif, khususnya pembuatan mobil, umumnya melakukan
produksi pembuatan komponen mesin dan pembuatan serta perakitan body mobil. Partpart mobil yang sudah dipres digabung menjadi sebuah kerangka mobil melalui suatu
pengelasan. Pada bagian ini, part-part mobil yang sudah dipres digabung menjadi
sebuah kerangka mobil melalui suatu pengelasan. Proses welding merupakan proses
pembuatan body kendaraan melalui beberapa tahapan proses seperti body welding,
metal finishing, dan frame welding.

Gambar 5.18 Pengelasan pada body mobil. [9]

Daftar Pustaka
[1]

Jurnal Optimasi Kualitas Hasil Pengelasan Gas Metal ARC Welding (GMAW)
Baja ASTM 283 Grade A Dengan RSM (Response Surface Methodology)

[2]

Modul Proses Produksi

[3]

http://m.kaskus.co.id/thread/508f9f85516ea1b17700000b/sejarah-las-dan-jenisjenisnya/1

[4]

http://kawatlas.jayamanunggal.com/jenis-cacat-las/

[5]

https://www.academia.edu/9275037/PENYAMBUNGAN_Logam

[6]

http://www.pengelasan.com/2014/06/macam-macam-nyala-api-oksigenasetilen.html

[7]

http://myone1way.blogspot.co.id/2011/02/welding-position-posisipengelasan.html

[8]

http://surabaya.bisnis.com/read/20151229/11/85453/asosiasi-pengelasanindonesia-genjot-sertifikasi-anggota

[9]

http://rohmad4.blogspot.co.id/

[10] Laboratorium Proses Produksi Teknik Mesin UNDIP