Anda di halaman 1dari 18

BAB IV

PENGUKURAN DIAMETER MUR DAN GEOMETRI ULIR


4.1.1

DASAR TEORI

4.1.2

Pengukuran Diameter dan Geometri Untuk Benda Kerja Mur Dan Ulir
Penggunaan baut dan mur sangat banyak digunakan,karena fungsi dari baut

adalah sebagai alat penyambungatau pengikat komponen yang satu dengan yang
lainnya,agar menjadi satu kesatuan yang kokoh dan terbentuksesuai dengan keinginan
perancangnya. Teknikpenyambungan dengan menggunakan baut dan mur relatif lebih
aman, karena lebih mudah dipasang dandibongkar kembali apabila diperlukan untuk
melakukanhal-hal seperti perawatan, perbaikandan lain-lain. Pemilihan baut-mur
sebagai alat pengikat dalam industri transportasi, misalnya pacta kapal laut, mobil
ataupun pesawat terbang, harus dilakukan secara cermat dan seksama untuk
mendapatkan mutu atau kekuatanbaut yang sesuai dengan konstruksi yang akan
disambung. [1]
Oleh sebab itu ukuran mur dan baut disesuaikan dengan kebutuhan agar bisa
mengikat dengan kuat dan pas maka diperlukan pengukuran yang akurat dan presisi.
Dalam pengukuran geometri ulir ada tiga komponen utama yaitu :
1. Jarak puncak (pitch) adalah jarak antara bentuk ulir yang berdekatan diukur sejajar dengan
sumbu ulir.
2. Diameter besar (major diameter) adalah diameter terbesar dari ulir sekrup.
3. Diameter kecil (minor diameter) adalah diameter terkecil dari ulir sekrup.

Gambar 4.1 Profil ulir [4]

4.1.3
1.

Alat Ukur yang Digunakan


Mikrometer Ulir
Mikrometer ulir digunakan untuk mengukur diameter pits. Diameter pits adalah

diameter dari silinder khayal dengan sumbu yang berimpit dengan sumbu ulir dan
memotong sisi ulir sedemikian rupa sehingga tebal ulir dari jarak ruang kosong diantara
sisi ulir yang berseberangan adalah sama dengan setengah dari pits.
Merk

: Mitutoyo

Kecermatan

: 0.01mm

Kapasitas ukur: 0 25 mm

Gambar 4.2 Mikrometer Ulir [2]


2. Micrometer Outside dam Micrometer Stand
Micrometer stand adalah alat bantu kerja micrometer yang berfungsi untuk
menempatkan micrometer atau sebagai penahan micrometer agar tidak bergeser.
Merk

: Mitutoyo

Micrometer
Micrometer
Stand

Gambar 4.3 Micrometer Stand [2]


3. Screw Pitch Gauge
Screw Pitch Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur pitch (jarak antar
ulir) yang ada pada mur atau baut.
Merk

: Whitworth

Kapasitas ukur: 4G - 62G

Gambar 4.4 Screw Pitch Gauge [2]


4. Vernier Caliper
Vernier caliper sering juga disebut sigmat atau jangka sorong adalah sebuah alat
ukur yang dapat dipakai untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, ketebalan dan
kedalaman celah.
Merk

: Mitutoyo

Kecermatan

: 0,02 mm

Kapasitas ukur: 0 150 mm


A

Gambar 4.5 Vernier Caliper [2]


Keterangan :
A. Internal Jaws

: untuk mengukur dimensi bagian dalam

B. External Jaws

: untuk mengukur dimensi luar

C. Locking Screw

: untuk pengunci rahang

D. Imperial Scale

: skala utama

E. Metric Scale

: skala nonius

F. Depth Measuring Blade : pengukur kedalaman

5.

3 Wire Unit Gauge

3 Wire Unit Gauge merupakan metode tiga kawat yang digunakan untuk
menghitung nilai diameter pitch ulir.Cara tersebut menggunakan tiga buah kawat
dengan diameter sama.Untuk menghindari banyak macam diameter kawat,maka kawat
pengukur ulir tersebut hanya dibuat menurut set yang tertentu.
Spesifikasi 3 Wire Unit Gauge :
Merk
: Mitutoyo
Kecermatan : 0,01 mm
Kapasitas Ukur : 25 mm

Gambar 4.6 3 Wire Unit Gauge [ ]


4.1.4

Prosedur Pengukuran

1. Pengukuran Geometri Mur


A. Pelajari bagian-bagian, fungsi dan cara menggunakan vernier caliper.
B. Tentukan bagian-bagian mur yang akan diukur.
C. Gerakkan rahang luar sampai sisi rahang menempel pada sisi benda yang diukur.
D. Untuk mengukur diameter luar dan tebal mur gunakan rahang luar, dan

untuk

mengukur diameter dalam mur gunakan rahang dalam yang terletak di atas vernier
caliper.
E. Tuliskan hasil pembacaan pengukuran pada lembar kerja atau pada laporan
sementara.

Gambar 2.7 Pengukuran geometri mur dengan vernier caliper [3]


2. Pengukuran Geometri Ulir (jarak pitch)
A. Siapkan screw pitch dan ulir yang akan diukur
B. Pilih screw pitch yang sesuai dengan ukuran geometri ulir.

C. Letakan

bilah screw pitch gauge pada ulir yang diperiksa, bila tidak cocok

cobalah dengan bilah yang lain sampai didapat ukuran yang cocok, pitch yang
ditunjukan pada bilah adalah sama dengan jarak ulir sekrup yang bersangkutan
D. Setelah terpilih screw pitch yang tepat, catat angka yang terdapat pada screw pitch
tersebut.
E. Missal 22 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 22 pits. Dengan angka ini dapat
diketahui jarak pits.

Gambar 4.8 Pengukuran jarak pitch dengan screw pitch [3]


3. Pengukuran Geometri Ulir (diameter minor)
A. Pelajari cara menggunakan micrometer screw.
B. Pilih mana ulir sesuai dengan jarak pits teoritis.
C. Periksa kedudukan nol, dengan cara menyentuhkan kedua sensor pana tersebut.
D. Ukur diameter pits (d2) pada tiga posisi yang berbeda.

E. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.

Gambar 4.9 Pengukuran diameter minor dengan micrometer screw [4]


4. Pengukuran Geometri Ulir (diameter mayor)
A. Pelajari cara menggunakan outside micrometer.
B. Pelajari fungsi masing-masing bagian outside micrometer.
C. Periksa setting nol, dengan menggunakan kaliber hingga posisi nol.
D. Lakukan pengukuran pada tiga tempat yang berbeda, sepanjang ulir tersebut.
Gunakan rachet untuk memberikan tekanan yang relatif sama pada setiap
pengukuran.
E. Tuliskan hasil pembacaan pengukuran pada lembar kerja tabel.

Gambar 4.10 Pengukuran diameter mayor dengan outside micrometer [3]


4.1.5

Teori Perhitungan Geometri Ulir Menggunakan Metode Three Wires

Three wire unit gauge menggunakan tigas buah kawat dengan diameter
sama.Setelah tiga kawat dengan diameter yang telah diketahui dipasang pada alur
ulir,aka jarak M dapat diukur dengan menggunakan mikrometer.Kita dapat menghitung
diameter pits d2 ulir berdasarkan pengukuran M rata-rata menggunakan rumus:
1
P

)+
d2 = M - d0 (1 +
cot
sin
2
2
2
M = jarak luar kawat

d0 = diameter kawat yang dipilih


d2 = diameter pits yang akan dicari
= sudut ulir
Berikut rumus yang digunakan pada perhitungan geometri ulir menggunakan
metode three wires.
1. Menghitung harga H, diameter minor (d1) , diameter pits (d2)
H

= 0.86603 P
5
(d1) = d 2 ( H )
8
3
(d2) = d 2 ( H )
8
2. Menghitung dmax, d2max untuk kualitas G

(4.1)
(4.2)
(4.3)

Esg = - (15 +11P ) m


(4.4)
(dmax) = d + Esg
(4.5)
(d2max) = d2 + Esg
(4.6)
3. Menghitung dmin, d2min apabila ulir dimisalkan mempunyai kualitas 6
Td (6) =180

3 P 2

3.15
P

(4.7)

Td2 (6) = 90 p0.4 d0.1


(dmin ) = dmax - Td (6)
(d2min ) = d2max - Td2 (6)
4. Menghitung toleransi jarak M (Mmax dan Mmin)
(Mmax) = d2max + [3 + 0.076 (

(4.8)
(4.9)
(4.10)

P
) 2] d0 H
d 2 max

(4.11)
(Mmin) = d2min + [3 + 0.076 (

P
) 2] d0 H
d 2 min

(4.12)

4.1.6
1.

Foto Benda kerja

Baut
Benda kerja yang digunakan pada saat praktikum salah satunya adalah baut, baut
yang digunakan ada lima buah denagan bergai panjang yang berbeda.

Gambar 4.11 Baut [ ]


2.

Mur
Mur merupakan salah satu benda kerja yang digunakan pada saat praktikum

metrologi, mur yang digunakan berjumlah 5 dengan geometri yang berbeda-beda.

Gambar 4.12 Mur [ ]


4.1.7

Aplikasi Pengukuran Diameter Mur dan Geometri Ulir

1.

Pengunci collet
Aplikasi pengukuran diamaeter mur dan geometri ulir pada pengunci collet

dalam mesin frais atai milling.

Gambar 4.13 Collet dan Mur [ ]


2.

Lampu bohlam

Aplikasi pengukuran diamaeter mur dan geometri ulir pada lampu bohlam.
Perhitungan ulir pada rumah lampu bohlam sangat di perhatikan agar ukurannya sesuai
dengan tempat lampu dipasang.

Gambar 3.14 Ulir Lampu [ ]

4.2 PENGOLAHAN DATA


4.2.1

Data Hasil Pengukuran

Tabel 4.1 Spesifikasi Ulir


Toleransi Yang Digunakan
ISO
Jarak Pits, P

1
1,58

Geometri Ulir Ke2


3
4
1,81
1,57
1,79

Profil Dasar Ulir

16G

14G

20G

20G

5
1,81
14G

Tabel 4.2 Diameter Mayor


Ulir ke1
2
3
4
5

Hasil Pengukuran ke1


10,66
10,71
10,47
10,57
10,85

2
10,67
10,72
10,46
10,56
10,85

Rata-rata
3
10,67
10,72
10,48
10,56
10,86

10,66
10,71
10,47
10,56
10,85

Tabel 4.3 Diameter Pitch (dengan Mikrometer Screw)


Hasil Pengukuran ke-

Ulir ke-

Rata-rata

10,70

10,71

10,71

10,70

10,52

10,52

10,51

10,51

10,43

10,42

10,42

10,42

10,46

10,45

10,47

10,46

10,68

10,67

10,67

10,67

Tabel 4.4 Diameter Minor (dengan 3 Wire unit gauge)


Ulir ke1
2
3
4
5

Hasil Pengukuran ke1


9,24
11,22
9,24
9,25
11,01

2
9,23
11,01
9,24
9,24
11,03

Rata-rata
3
9,23
11,03
9,23
9,25
11,21

9,23
11,08
9,23
9,24
11,08

Tabel 4.5 Diameter Inside Mur


Pengukuran ke-

Diameter Mur ke-

Rata-rata

9,36

9,24

9,32

9,30

8,9

8,94

8,94

8,947

8,62

8,66

8,56

8,613

8,70

8,76

8,74

8,733

9,02

9,02

9,00

9,013

Tabel 4.6 Diameter Outside Mur


Diameter Mur ke-

Pengukuran ke-

Rata-rata

17,32

17,30

17,32

17,313

16,90

16,90

16,92

16,907

16,96

16,94

16,94

16,947

13,96

13,92

13,94

13,946

13,58

13,60

13,60

13,593

Tabel 4.7 Ketebalan Mur


Pengukuran ke-

Ketebalan Mur ke-

Rata-rata

8,70

8,72

8,70

8,707

8,84

8,86

8,86

8,853

7,92

7,94

7,94

7,933

7,16

7,18

7,16

7,166

7,06

7,02

7,06

7,046

4.2.2

Perhitungan Geometri Ulir

a.

Perhitungan
Penghitung harga H, diameter minor (d1) , diameter pits (d2)
Harga H
= 0.86603 P
= 0.86603 (1,58)
= 1,3683274
= 1,37 (pembulatan)
5
Diameter minor (d1) = d 2 ( H )
8
5
5
= 10,66 2(
1.37) ( 1,38)
8
8
= 8,9496 mm
3
Diameter minor (d2) = d 2 ( H )
8
3
= 9,59 2(
1.37)
8

= 9,6338 mm
Penghitung dmax, d2max untuk kualitas G
Esg = - (15 +11P ) m
= - (15 +11 x 1,58) m
= -32,38 m
= - 0,03238
Diameter mayor makimum (dmax)
= d + Esg
= 10,66 - 0,03238
= 10.62762
Diameter pits maksimum (d2max)
= d2 + Esg
= 9,6338 - 0,03238
= 9.60137
Penghitung dmin, d2min apabila ulir dimisalkan mempunyai kualitas 6
3.15
Td (6) = 180 3 P 2
P
3.15
= 180 3 1.58 2
1.58
= 241,67
= 0.24167
Td2 (6) = 90 p0.4 d0.1
= 90 x 1,580,4 x 10,66,1
= 136,92
= 0.13692
(dmin ) = dmax - Td (6)
= 9.60137- 0.24167
= 10,38595
(d2min ) = d2max - Td2 (6)
= 9.60137- 0.13692
= 9.46445
Menghitung toleransi jarak M (Mmax dan Mmin)
Jarak sisi luar maksimum
P
) 2] d0 H
(Mmax) = d2max + [3 + 0.076 (
d 2 max
1,59
) 2] 0,895 1,37
= 10,38595+ [ 3 + 0,076 (
8,5225
= 8.58356
Jarak sisi luar minimun
P
) 2] d0 H
(Mmin) = d2min + [3 + 0.076 (
d 2 min

= 9.46445+ [ 3+ 0,076(

1.58
1,59
) 2] 0,895 1,37
) (
9.60137
8,3866

= 8.39250
Perhitungan diameter pits (d2), berdasarkan pengukuran harga M rata-rata
1
P

)+
d2 = M - d0 (1 +
cot
sin
2
2
2
1
1.58
60
60 ) +
= 9,70 0,895 (1 +
cot
sin
2
2
2
=
Tabel 4.7 Harga Teoritik Elemen Geometri dan Toleransi Ulir (mm)
Geometri
Rumus
Geometri Ulir
1
2
3
4
H
(4.1)
1,38
1,09
1,09
1,57
Diameter minor (d1)
(4.2)
7,875 8,095 8,095 8,76
Diameter minor (d2)
(4.3)
8,56
8,68
8,64
9,54
Esg
(4.4)
0,033 0,029 0,029 0,035
Diameter mayor makimum (4.5)
9,57
9,48
9,44
10,68
(dmax)
Diameter pits maksimum (4.6)
8,532 8,65
8,61
9,51
(d2max)
Td (6)
(4.7)
0,243 0,208 0,208 0,265
Td2 (6)
(4.8)
0,136 0,124 0,123 0,144
(dmin )
(4.9)
9,33
9,27
9,23
10,42
(d2min )
(4.10)
8,39
8,53
9,49
9,36
(Mmax)
(4.11)
9,85
9,75
9,39
11,27
(Mmin)
(4.12)
9,72
9,62
9,26
11,12
4.2.3

5
1.57
8,75
9,53
0,035
10,67
9,49
0,265
0,144
10,41
8,35
12,02
11,87

Perhitungan Ralat

4.2.3.1 Perhitungan Ralat Mur


A Perhitungan Ralat Diameter Inside Mur
Contoh perhitungan ralat berdasarkan data diameter mur nomer 1 pada table 4.1
diatas, maka perhitungan ralat diameter inside mur, akan dijabarkan pada tabel 4.8
berikut.

Tabel 4.8 Perhitungan rata-rata diameter inside mur


]2

Dn

D1

9,36

0,0036

D2

9,24
9,32

0,0036
0,0004

D3

[Dn-

9,30
= 0,0076
Berdasarkan tabel 4.7 diatas, maka perhitungan galat akan menjadi:

|
|
|

| |
| |
| |

D 1=

DD
9,3 09,36
n
.100 =
.100 = 0,006451%
D
9,30

D 2=

DD
9,3 09,24
n
.100 =
.100 = 0,006451%
D
9,30

D 3=

DD
9,3 09,32
n
.100 =
.100 = 0,002150%
D
9,30

D=

2
(Dn D)
=
n(n1)

Berdasarkan nilai

0,0076
=0,0355
3(31)

yang dihasilkan, maka hasil penrhitungan ralat diameter inside

akan menjadi:
Nilai Sesungguhnya : (
Ralat Nisbi

= 9,30 + 0,0355
.100% =

0,0355
9,30

.100% = 0,3826%

: 100% - Rn = 100% - 0,3826% = 99,6173%

Keseksamaan

Dengan menggunakan cara perhitungan yang serupa pada setiap hasil


pengukuran dari tiap-tiap mur yang digunakan, maka akan dihasilkan resume hasil
perhitungan ralat seperti yang ditunjukkan oleh tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9 Hasil perhitungan ralat diameter inside mur
Mur

Ralat

Keseksam

Galat %

Nisbi
(%)
0,0355 0,3826%

aan (%)

99,6173%

0,006451

0,006451

0,002150

0,0212

0,2370%

99,7629%

0,005886

0,001117

0,001117

0,0070

0,0821%

99,9178%

0,001161

0,005807

0,005807

0,0177

0,2038%

99,7961%

0,003436

0,003436

0,001145

0,0070

0,0784%

99,9215%

0,001109

0,001109

0,001109

B.

Perhitungan Ralat Diameter Outside Mur


Berdasarkan data nomer 1 pada table 4.2 diatas, maka perhitungan ralat diameter

outside mur, akan dijabarkan pada tabel 4.9 berikut.


Tabel 4.10 Perhitungan rata-rata diameter outsie mur
Dn

D
D1
D2
D3

[Dn-

]2

17,32
0.0001
17,30
0.0001
17,32
0.0001
17,31
= 0,0003
Berdasarkan tabel 4.10 diatas, maka perhitungan galat yang dihasilkan akan

menjadi:

|
|
|

| |
| |
| |

D 1=

DD
17,3117,32
n
.100 =
.100 = 0,000577%
D
17,31

D 1=

DD
17,3117,30
n
.100 =
.100 = 0,000577%
D
17,31

D 1=

DD
17,3117,32
n
.100 =
.100 = 0,000577%
D
17,31

D=

2
(Dn D)
=
n(n1)

0,0003
= 0,0070
3(31)

Berdasarkan nilai

yang dihasilkan, maka hasil penrhitungan ralat

diameter inside akan menjadi:


Nilai Sesungguhnya : (

= 17,31+ 0,0070

Ralat Nisbi

.100% =

Keseksamaan

: 100% - Rn = 100% - 0,0408%=99,9591%

0,0070
17,31

.100%

= 0,0408%

Dengan menggunakan cara perhitungan yang serupa pada setiap hasil


pengukuran dari tiap-tiap mur yang digunakan, maka akan dihasilkan resume hasil
perhitungan ralat seperti yang ditunjukkan oleh tabel 4.10 berikut.
Tabel 4.11 Hasil perhitungan diameter outside mur
Ralat

Galat %

Keseksamaan

Mur

Nisbi

1
2

0,0070
0,0081

(%)
0,0408%
0,0483%

99,9591%
99,9516%

0,000577 0,000577 0,000577


0.000000 0.000000 0,001183

0,0081

0,0481%

99,9518%

0,001180 0.000000 0.000000

0,0115

0,0828%

99,9171%

0,001434 0,001434 0.000000

0,0070

0,0520%

99,9479%

0,000735 0,000735 0,000735

(%)

C Perhitungan Ralat Ketebalan Mur


Berdasarkan data nomer 1 pada table 4.3 diatas, maka perhitungan ralat
ketebalan mur, akan dijabarkan pada tabel 4.11 berikut.
Tabel 4.12 Perhitungan rata-rata ketebalan mur
D

Dn

D1
D2
D3

[Dn-

]2

8.70
0,0000
8.72
0,0004
8.70
0,0000
8,70
=0,0004
Berdasarkan tabel 4.11 diatas, maka perhitungan galat yang dihasilkan menjadi:

D 1=

| |

DD
8,708,70
n
.100 =
.100 =
D
8,70

0,000000

|
|

| |
| |

D 2=

DD
8,708,72
n
.100 =
.100 =
D
8,70

D 1=

DD
8,708,70
n
.100 =
.100 = 0,000000
D
8,70

D=

2
(Dn D)
=
n(n1)

0,229885

0,00 04
=
3(31)

Berdasarkan

0,0081

yang dihasilkan, maka hasil perhitungan ralat tebal mur

menjadi:
Nilai Sesungguhnya : (
Ralat Nisbi

= 8,70 0,0081
.100% =

0,0081
8, 70

.100% = 0,0938%

: 100% - Rn = 100% - 0,0938%= 99,9061%

Keseksamaan

Dengan menggunakan cara perhitungan yang serupa pada setiap hasil


pengukuran dari tiap-tiap mur yang digunakan, maka akan dihasilkan resume hasil
perhitungan ralat seperti yang ditunjukkan oleh tabel 4.13 berikut.
Tabel 4.13 Hasil Perhitungan Ralat Ketebalan Mur
Ralat

Galat (%)

Keseksamaan

Mur

Nisbi

(%)

1
2

0,0081
0,0070

(%)
0,0938%
0,0798%

99,9061%
99,9201%

0,000000
0,001129

0,229885
0,0011299

0,000000
0,001129

0,0070

0,0891%

99,9108%

0,001261

0,001261

0,001261

0,0100

0,1396%

99,8603%

0,000000

0,002793

0,000000

0,0122

0,1739%

99,8260%

0,002840

0,002840

0,002840

4.2.3.2 Perhitungan Ralat Baut


A

Perhitungan Ralat Diameter Mayor Baut

Berdasarkan data nomer 1 pada table 4.4 diatas, maka perhitungan ralat diameter
mayor baut, akan dijabarkan pada tabel 4.13 berikut.