Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Oktavia Tri A

Nomor

: 32

Kelas

: 4-P

Tax Amnesty
Arti secara sederhana dari tax amnesty adalah pengampunan pajak, yaitu
adanya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di
luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan
imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah. Dengan dilakukannya tax
amnesty ini, diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar
negeri akan memindahkan dananya di Indonesia dan menjadi WP baru yang
patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara. Dari pemberitaan
CNN Indonesia dinyatakan bahwa banyak orang kaya di Indonesia yang
menyimpan

uang

mereka

di

luar

negeri,

seperti

Singapura,

dengan

memanfaatkan tax treaty. Oleh karena itulah Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
mendorong diberlakukannya tax amnesty ini untuk menarik kembali uang milik
warga Indonesia yang disimpan di luar negeri. Indonesia pernah memberlakukan
tax amnesty pada tahun 1984, tetapi pelaksanaannya tidak efektif karena respon
WP sangat kurang dan tidak diikuti dengan reformasi sistem administrasi
perpajakan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pelaksanaan tax amnesty kali
ini harus dilaksanakan secara hati-hati dan dipersiapkan secara matang.
Perlunya dukungan dan persetujuan masyarakat secara penuh dan adanya
landasan hukum yang memadai juga menjadi faktor penting keberhasilan
pelaksanaan tax amnesty ini.
Pada umumnya, pemberian tax amnesty bertujuan untuk:
1. Meningkatkan penerimaan pajak dalam jangka pendek
2. Meningkatkan kepatuhan pajak di masa yang akan datang
3. Mendorong repatriasi modal atau aset
4. Transisi ke sistem perpajakan yang baru

Karakteristik Tax Amnesty


Definisi tax amnesty sebagaimana telah disebutkan di atas memberikan
gambaran tentang karakteristik dari suatu program tax amnesty, yaitu:
1. Durasi
Secara umum, program tax amnesty berlangsung dalam suatu kurun
waktu tertentu, dan umumnya berjalan selama 2 bulan hingga 1 tahun.[14] Untuk
mendukung berhasilnya program tax amnesty, hal yang perlu ditekankan adalah
luasnya publisitas dan promosi program tax amnesty serta tersampaikannya
pesan bahwa wajib pajak hanya memiliki kesempatan sekali ini saja untuk
memperoleh pengampunan atas pajak yang terutang, bunga, dan/atau sanksi
administrasi.
2. Kelompok wajib pajak
Secara umum, setiap wajib pajak yang belum menunaikan kewajiban
perpajakannya diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam program tax amnesty.
Artinya, program tax amnesty ini ditujukan kepada wajib pajak yang telah berada
dalam sistem administrasi perpajakan dan wajib pajak yang belum masuk dalam
sistem administrasi perpajakan.
3. Jenis pajak dan jumlah pajak atau sanksi administrasi yang diberikan
ampunan
Ketentuan tentang tax amnesty harus menspesifikasi pajak apa saja yang
diberikan ampunan. Pada umumnya, pajak yang diberikan ampunan hanya
bersumber dari satu jenis pajak atau satu kategori subjek pajak saja,[17]
misalnya tax amnesty hanya diberikan pada pajak penghasilan orang pribadi
saja tidak termasuk pajak penghasilan badan, atau program tax amnesty hanya
dikhususkan kepada pajak bumi dan bangunan saja.