Anda di halaman 1dari 10

381

untuk mengurangi akumulasi dari bahan scale-forming, biasanya hanya diuapkan 90% dari
air yang diumpankan secara kontinyu, sisanya 10% dikeringkan secara kontinyu sebagai
blowdown.
Ada tiga cara secara kimia untuk melunakkan air. Yaitu (1) proses lime-soda dingin,
(2) proses lime-soda panas, dan (3) proses zeolit. Sejauh ini, yang terakhir-lah yang biasanya
digunakan pada instalasi baru. Di dalam proses natrium zeolit, natrium silikat yang komplek
bereaksi secara kontinyu dengan senyawa scale-forming dari air yang diumpankan,
menggantikan ion positif dari senyawa kalsium dan magnesium dengan ion natrium dan pada
saat yang sama mempertahankan senyawa kalsium dan magnesium sebagai kalsium dan
magnesium zeolit. Oleh karena itu, diperlukan dua zeolit bed dalam operasi sehingga kalsium
dan magnesium bisa dihilangkan dari satu bed sementara bed yang lain terakumulasi kalsium
dan magnesium zeolit. Pembahasan yang lebih rinci mengenai pengkondisian air di luar
lingkup bab ini, tetapi karena penguapan itu sendiri merupakan sebuah proses pemurnian,
pertanyaan muncul sebagai kebutuhan akan awal pemurnian kimia. Alasannya adalah sebagai
berikut : ketika gelembung uap terlepas dari cairan di permukaan kolam, uap naik, atau
terangkat, beberapa cairan air yang terbawa belum terdistilasi dan mengandung kotoran dari
konsentrasi blowdown. Ketika kuantitas kecil dari carry-over secara kontinyu diumpankan ke
boiler, akan menyebabkan skala deposisi pada tabung boiler. Selain itu mereka akan
meningkatkan kuantitas blowdown yang harus dihilangkan dari boiler dimana suhu lebih
besar daripada evaporator dan dinyatakan dengan penambahan kerugian dalam panas sensibel
dari sistem pembangkit listrik.
Pelunakan air sebelum memasuki evaporator tidak menjamin kemurnian pada final
boiler karena beberapa faktor yang memengaruhi jumlah terjadinya entraintment pada
permukaan cair. Signifikan merupakan rasio total padatan untuk padatan tersuspensi atau
rasio total padatan untuk padatan natrium basa, terutama ketika disertai dengan kuantitas
padatan tersuspensi yang besar atau kuantitas menit dari padatan anorganik. Ketika pelunakan
mengurangi tegangan permukaan dari water appreciably, akan selalu menghasilkan priming
atau foaming yang berlebihan. Pengontrolan foaming merupakan salah satu hal yang paling
penting dalam desain evaporator. Standar kemurnian yang diperlukan dari tipe produk
evaporator United States mengandung tidak lebih dari 2-4 bagian dari padatan mineral per
U.S gallon. Meskipun demikian pencegahan pembentukan scale dalam evaporator terlihat
normal setiap 24 hr untuk descale power-plant evaporator.

382

Ada tiga jenis scale : (1) soft scale yang dapat dicuci dari tabung, (2) hard scale yang
hanya bisa dihilangkan secara manual, (3) hard scale yang bisa dikejutkan dari tabung. Ketiga
evaporator pada figs 14.4 14.6 dilengkapi untuk menghilangkan tipe scale yang terakhir.
Prinsip penghilangan scale dengan shocking adalah sebagai berikut : dalam gambar 14.4 dan
14.5 jarak antara lembarang tabung ditetapkan oleh bar eksternal yang menghubungkan
mereka. Sedangkan untuk men-descale, semua air panas dihilangkan dari shell dan uap
disirkulasikan melalui tabung, yang menyebabkan expansi pada tabung saja sehingga tabung
menjadi bengkok yang awalnya lurus atau meluruskan yang awalnya melengkung di pusat
(bengkok).

Scale panas ditekan karena expansi, dan air dingin disemprotkan ke tabung,
menghasilkan kontraksi diferensial secara tiba-tiba yang meretakkan scale dan menyebabkan
scale tersebut bisa ditumpahkan. Jika evaporator kecil, 100-600 ft 2 , biasanya shell dibanjiri
dengan air dingin bukan sekedar penyemprotan. Untuk instalasi besar, waktu yang digunakan
untuk mengisi dan menguras shell menyebabkan lamanya periode shutdown dan perlu
digunakannya penyemprotan. Variasi lain dari power-plant evaporator ditunjukan pada
gambar 14.6 yang menggunakan tabung serpentine. Bundle-nya ditekan diantara tumpuan
potongan-potongan secara vertikal sehingga scale-nya bisa dihilangkan dari bagian
lengkungan serta bagian datar dari tabung.

383

Koefisien perpindahan panas pada power-plant evaporator. Tingkat perpindahan


panas pada power-plant evaporator, seperti disebutkan sebelumnya, tidak bergantung atas
dasar koefisien film individu. Karena kecepatan pembentukan scale dan sifat resistensi dari
scale, overall rates didasarkan pada siklus operasi normal sekitar satu descale setiap 24 jam.
Pada gambar 14.7 persentasi dari base average overall coefficient UD diplot-kan terhadap T
pada evaporator yang mana T tersebut merupakan perbedaan antara suhu saturasi pada
pemanasan uap dan suhu saturasi pada sisi shell. Perbedaan suhu ini selalu digunakan ketika
evaporator dirancang dari keseluruhan koefisien. Pada evaporator power-plant dinamakan
head temperature dan pada evaporator kimia sangat jelas terlihat perbedaan suhunya, dengan
ditandai dengan (t)a. Nilai UD dan t sangat jelas dibenarkan dari subtitusi secara langsung
UD pada Q = UD A t. Overall koefisien sangat dipengaruhi oleh tekanan pada sistem, karena
volume uap gelembung lebih sedikit pada tekanan tinggi daripada tekanan rendah sehingga
koefisien besar dapat di expektasikan untuk former. Hal ini diperlihatkan oleh kurva pada
gambar 14.7 sebagai fungsi dari suhu uap dan digambarkan secara tidak langsung tekanan
operasi pada sisi shell. Level kurva putus secara tiba-tiba pada temeperatur tinggi menuju ke
vapor blanketing yang baru jadi. Nilai dasar dari overall koefisien bervariasi pada industri
baik untuk masalah khusus yang disarankan oleh analalis kimia air dan untuk mengubah
kompetisi antar manufaktur.
Nilai 700 Btu/(hr)(ft2)(F) merupakan nilai rata-rata yang cukup untuk nilai dasar U D,
meskipun koefisien dasar yang lebih tinggi lebih sering digunakan.
Example 14.1. Perhitungan permukaan evaporator. 10,000 Ib/hr air distilasi diperlukan
diperlukan dari untreated water. Uap tersedia pada suhu 300 0F dan kondenser melepaskan
uap ke atmosfer. Berapa luas permukaan yang diperlukan?
Diasumsikan pressure drop yang melewati kondenser dan lines sekitar 5 psi. Suhu saturasi
pada evaporator shell: 19,7 psia atau 226F.
Kesetimbangan panas:
Qevaporator = 10,000 X 961 = 9,610,000 Btu/hr
Q300 0F = 10,550 X 910 = 9,610,000 Btu/hr
Temperature head:
t = 300 - 226 = 74F
Overall coefficient:
Pada gambar 14.7 Pada panas 74F dan suhu uap 226F koefisiennya 86,5%. Gunakan nilai
700 Btu/(hr)(ft2)(F).
UD= 700 x 0,865 = 605
A=

Q
=
U D x t

9610000
2
605 x 74 = 2150 ft

384

Perbedaan suhu kurang dari maximum flux. Sebelumnya perhitungan nilai hanya
untuk memperkirakan kebutuhan luas permukaan. Permukaan akan mengisi setengah atau
kurang dari shell , dan klasifikasi space dari surface sangat berbeda sesuai dengan
manufaktur-nya. Tabung, biasanya pada evaporator diberi space yang lebih jauh daripada di
exchanger.
Sesuai dengan gambar 14.7 akan mungkin untuk mendapatkan peningkatan overall
coefficient hingga mencapai suhu 1000F meskipun suhu uapnya 212F sesuai dengan tekanan
atmosfer. Sebelumnya menyatakan bahwa perbedaan suhu kritis pada tekanan atmosfir adalah
45F. Suhu utama dari t 100F sesuai dengan perbedaan suhu kritis (t) w sekitar 75F
namun keterbatasan perbedaan suhu kritis hanya berlaku ketika operasi pada fluks
maksimum. Pada gambar 14.7 fluks untuk uap 212F dan t =100F adalah
700 x 0,85 x 100 = 60.000 Btu/(hr)(ft2)
Jika fluks mempunyai nilai yang kurang maksimal, perbedaan suhu (t) w mungkin
lebih besar daripada perbedaan suhu kritis. Fluks merupakan indeks utama dari ikatan uap,
dan alasan ini selalu terbatas pada fraksi maksimum yang dicapai ketika merancang
evaporator komersial. Pembatasan fluks dilakukan untuk meningkatkan jumlah desain
maksimum pada permukaan total untuk mengurangi jumlah penguapan per unit permukaan
perpindahan panas.
Beberapa efek penguapan. Dalam produksi air disitilasi uap yang terbentuk sangat
berguna sama halnya air yang relatif murni. Jika satu pound dari uap disupplai ke sebuah
evaporator seperti yang ditunjukan pada gambar 14.8a, satu pound uap tersebut bisa
digunakan untuk memproduksi sekitar 0,9 lb uap dari satu pound air. Sisanya 0,1 lb air
mengandung banyak kotoran, dan itu akan dihilangkan dari evaporator sebagai evaporator
blowdown. 0,9 lb uap dari evaporator bisa terkondensasi oleh sebagian panas awa feed
evaporator, atau pada power-plant, bisa dicampur secara langsung dengan kondensat balik
yang dingin sebelum diumpankan ke boiler. Namun, jika pound asli dari uap yang disuplai
untuk proses seperti pada gambar 14.8b dan uap diproduksi pada evaporator pertama yang
kemudian digunakan sebagai sumber panas pada evaporator kedua yang beroperasi pada
tekanan yang lebih rendah daripada yang pertama, maka manfaat tambahan bisa didapat dari
sebgaian besar panas. Jika kedua evaporator pada gambar 14.8b diumpankan secara paralel
dengan air mentah, sekitar 0,85 lb air murni akan terbentuk pada efek pertama dan sekitar
0,75 lb akan terbentuk pada efek kedua. Untuk setiap pound uap yang suplai akan terbentuk
1,6 lb air murni. Original pound dari uap dapat dianggap satu pound air murni. Ketika uap
terbentuk pada efek pertama kemudian digunakan sebagai medium pemanas pada efek kedua,
itu dinamakan double-effect evaporator. Ketika diterapkan pada tiga efek seperti yang
ditunjukkan pada gambar 14.8c, dinamakan triple-effect evaporator dan original pound dari
uap memproduksi sekitar 2,25 lb air murni.

385

386

Dalam rangka mempertahankan perbedaan suhu perpindahan panas antara uap dari satu
efek dan cairan mendidih dari efek selanjutnya, tekanan pada setiap evaporator harus lebih
rendah dari sebelumnya. Kuantitas blowdown, yang datang dari garam dengan air yang
memiliki impurities yang berbeda, yang disertai dengan panas yang besar, dan dengan
mengurangi jumlah penguapan yang bisa diwujudkan dalam succeeding effects. Karena panas
pada bagian ini dilepas dari sistem maka ada batas untuk jumlah efek yang
dibenarkan.Pengisian tetap untuk penambahan efek pada akhirnya menghilangkan
penghematan energi yang dihasilkan dari penggunaan efek dalam jumlah besar.
Proses penguapan power-plant. Proses penguapan power-plant dibagi dalam empat kelas:
1.
2.
3.
4.

Make-up evaporator untuk umpan boiler.


Proces evaporator untuk produksi air murni.
Heat-transformer evaporator.
Salt-water distillers.

Proses-proses tersebut akan dibahas dibawah dengan tipe flow sheet yang berisi semua
informasi perhitungan yang diperlukan dari simple heat balances. Karena hanya perbedaan
entalpi yang terlibat, maka belum perlu untuk menyertakan individual heat balances untuk
setiap kasus.
1. Make-up evaporator. Make-up evaporator menyuplai air umpan boiler untuk mengganti
kebocoran dan kerugian dari sistem seperti proses steam pada plant atau seperti penghilangan
kondensat.Ini adalah proses penguapan yang jauh lebih besar dan biasanya dilakukan dalam
single-effect evaporator,meskipun kadang-kadang double-effect evaporator juga digunakan
tergantung karakteristik dari siklus kondensat pada power-plant dan jumlah make-up yang
dibutuhkan. Sulit sekali membangun power-plant sekarang ini tapi tidak termasuk dengan
peralatan tersebut. Sedangkan evaporator saja kecil, hanya membutuhkan sekitar 100-1000 ft 2
luas permukaan. Contoh tipe proses yang digunakan pada single-effect make-up evaporator
ditunjukkan pada gambar 14.9 dan 14.10. Pada gambar 14.9 turbin beroperasi pada 150,000
lb/hr dari steam 400 psig dan superheated 800 0F dikeluarkan dalam tiga tahap untuk
mensuplai kecukupan high-temperature superheated steam sehingga make-up dapat
dipanaskan sampai suhu saturasi boiler sesuai 400 psig. Biasanya saturated steam pada 400
psig tidak dapat digunakan untuk umpan panas suhu saturasinya. Hal itu dapat ditunjukan
oleh kesetimbangan ekonomi yang boros jika menggunakan steam secara langsung dari
superheater pada suhu 800 0F untuk pemanasan feed-water untuk sebagian penggunaan yang
dipakai superheated steam dari turbin.

Pengeluaran steam dari turbin stage 8 secara langsung dijalankan ke evaporator


dimana penguapan make-up mencapai 9000 Ib/hr. Penguapan make-up dan steam evaporator

387

keduanya terkondensasi pada kondenser evaporator oleh sebagian besar umpan boiler dengan
suhu yang mendekati 50F. Sisa dari diagaram diperoleh dari perhitungan trial and error untuk
efisiensi optimal dari siklus.
Variasi pada susunan aliran ini ditunjukan pada gambar 14.10 yang mana beberapa
steam terbentuk di dalam evaporator dan dikombinasikan dengan make-up pada preheater.

Sisa dari steam yang terbentuk pada evaporator masuk ke evaporator-kondenser,


dimana steam tersebut terkondensasi oleh umpan boiler. Kondensat dari tabung evaporator
dan dari evaporator-kondenser kemudian dikombinasikan di tangki flash. Pada tangki flash
kondensat dari evaporator keluar sebagai cairan superheated (339.4F) lebih tinggi suhunya
daripada kondensat yang keluar dari evaporator-kondenser (313.3F), dengan demikian
semua perbedaan tekanan diperlukan untuk pengoperasian peralatan. Pada gambar 14.11
ditunjukkan untuk kasus triple-effect evaporator dimana jadi dibutuhkan jumlah make-up air
yang berlebih.

Lokasi dari evaporator-kondenser sangatlah penting. Pada power-plant yang modern


evaporator dipanaskan oleh steam yang keluar dari turbin dan oleh uap pembuangan yang
diproduksi baik dalam stage heater pada titik bawah pengeluaran selanjutnya atau dalam

388

evaporator-kondenser yang terletak diantara dua stage heater A dan C (lihat gambar 14.9)
dimana B merupakan feed-water heater.

Susunan terkahir biasanya merupakan yang paling ekonomis terutama jika uap
terkondensasi pada sisi hisap pompa umpan boiler, yaitu, low-pressure end dari siklus
pengeluaran. Jika ada perbedaan suhu yang cukup antara dua stage tersebut, A dan C
evaporator akan menerima steam dari titik pengeluaran yang sama dimana semakin tinggi
stage heater C semakin menerima steam. Evaporator-kondenser kemudian diletakkan diantara
stage heater khusus dan sedikit dibawah B.

Susunan ini memungkinkan pengambilan seluaruh panas untuk memanaskan feed


water di evaporator kondenser dan untuk meningkatkan suhu dua feed heater C, dari titik

389

pengeluaran yang tinggi tanpa mengubah tempat pengeluaran steam ke titik pengeluaran yang
lebih rendah. Hal ini dapat dilihat bahwa, jika pelepasan evaporator ke heater yang lebih
rendah, panas akan terserap pada next lower heater dari titik pengeluaran yang lebih tinggi
dan harus melewati beberapa tahapan dari turbin yang mengakibatkan hilangnya kilowatt.
2. Process evaporator. Ada beberapa industri yang memerlukan air distilasi dalam jumlah yang
besar. Tipe dari plant ini menggunakan double, triple, or quadruple effects dan menerima
panas baik dari bleed point atau dari boiler secara langsung.

Pemilihan jumlah efek berhubungan antara biaya tetap dan biaya operasi steam. Multipleeffect evaporator dengan umpan paralel tidak memerlukan semua efek dalam operasinya dan
bisa disesuaikan sesuai dengan variasi permintaan air distilasi. Evaporator tipe ini umumnya
berukuran sedang, sekitar 500-2000 ft2 per shell. Proses dari triple-effect evaporator
ditunjukkan pada gambar 14.12, dimana 83,205 lb/hr steam pada tekanan 35 psia (20 lb gage)
dan jenuh dibagi untuk dicampur secara langsung dengan umpan dingin pada suhu 70 0F dan
untuk penguapan pada evaporator. Proses ini menggunakan beberapa elemen yang dibahas
dibawah make-up evaporator. Produk akhir adalah 222,015 lb/hr dari air distilasi. Dalam
rangka untuk mendapatkan jumlah penguapan yang maksimal dari steam yang mendekati
tekanan atmosfir, perbedaan suhu dipertahankan dari efek pertama sampai terakhir dengan
menoperasikan efek akhir dibawah vacum. Hal ini dilakukan dengan menggunakan steam jet
vacuum pump pada efek yang terakhir. Jadi sisi shell pada efek pertama dalam gambar 14.12
dioperasikan pada 18.9 psia atau 225F, efek kedua pada 8.6 psia atau 186F, dan efek ketiga
pada 2.5 psia atau 134F.

390

Ini menetapkan perbedaan efek dari 34, 39, dan 52 0F. Tekanan operasi untuk setiap
efek ditentukan oleh trial and error, sehingga ketiga efek akan mempunyai perhitungan luas
permukaan yang sama, dengan rumus A = Q/Ud t. Prosedur ini akan diperlihatkan secara
rinci pada perawatan evaporator kimia. Jika vacum tidak diaplikasikan, perbedaan suhu
maksimum yang tersedia dari ketiga efek akan turun dari 259 ke 212 atau 47 0F bukan 125 0F
seperti yang ditunjukan pada flow sheet.
Prinsip penguapan vakum secara luas digunakan pada penguapan kimia. Uap dari
efek akhir memiliki suhu rendah, itu merupakan nilai pemanasan awal yang sedikit, suhunya
hanya 134F. Evaporator kondenser beroperasi dengan cooling-tower water bukan feed
water. Ini akan menjadi catatan bahwa, meskipun panas dari last-effect vapor ditolak, panas
blowdown yang hilang pada sistem tetap akan berkurang pada low heat level.

Steam yang diperlukan untuk pompa vakum juga harus diperhitungkan efisiensinya dari
proses vakum.
3. Heat-transformer evaporator. Heat-transformer evaporator merupakan sisten single-effect

dari satu atau lebih shell pada penerimaan steam secara paralel dari pipa yang memiliki
tekanan turbin tinggi atau tekanan mesin tinggi. Flow sheet-nya ditunjukkan pada gambar
14.13 dan 14.14. Tujuan dari evaporator ini adalah untuk mengkendensasi steam dari boiler
tekanan tinggi yang melewati turbin tekanan tinggi dan pada evaporator. Kondensat
kemudian dikembalikan secara langsung ke high-pressure boiler dengan pressure booster,
dengan demikian high-pressure circuit tetap tertutup dan secara kontinyu menyuplai highpressure boiler water dan steam. Jelas pemasangan high-pressure boiler dan turbine sangat
menguntungkan sirkuit ini. Dengan kondensasi pipa uap high-pressure turbine atau engine,
perpindahan panas pada evaporator digunakan untuk memproduksi sejumlah besar proses
uap, semua atau sebagian besar dari uap tidak akan kembali ke sistem evaporator.