Anda di halaman 1dari 27

MATERI MAGANG BERSAMA SEMESTER 1

BY : GUSTI RIYAN SEZAR

1. PENDALAMAN PERATURAN JABATAN NOTARIS


A. Praktek penyelenggara administrasi kantor notaris, meliputi
antara lain : Manajemen kantor, alat perlengkapan atribut, tata letak,
papan nama kantor, karyawan, keuangan dan lain-lain :
Persiapan notaris dalam membuka kantor :
1) Wajib mempunyai tempat untuk dijadikan kantor notaris
2) Menyiapkan hal-hal mengenai fasilitas kantor dan alat tulis
kantor
3) Merekrut pegawai atau staf notaris (optional)
4) Membuat papan nama notaris dilingkungan kantor notaris
dengan mengikuti aturan yang berlaku sesuai kode etik notaris
Peletakan lambang burung garuda pada kantor notaris berada di
ruang pembacaan akta, dimana posisi lambang burung garuda
tersebut berada ditengah-tengah antara foto presiden (sisi kanan) dan
wakil presiden (sisi kiri). Lambang burung garuda posisinya lebih
berada diatas dari kedua foto tersebut, sehingga tidak sejajar secara
horizontal
Beberapa alat penunjang kerja pada kantor notaris :
1) Komputer lengkap dengan printer
2) Mesik ketik konvensional
3) Mesin scanner
4) Macam alat tulis kantor
5) Stempel notaris
6) Stempel legalisir
7) Stempel alamat
8) Foto presiden dan wakil presiden
9) Lambang burung garuda
10)
Kertas kop notaris
a) Sampul akta
b) Benang merah dan benang jahit untuk penjilidan
c) Stiker kancing berbentuk stempel notaris
11)
Almari
12)
Meja dan kursi
Memasang 1 buah papan nama didepan/dilingkungan kantor notaris
dengan pilihan ukuran : 100cmx40cm, 150cmx60cm, 200cmx80cm.
Apabila kantor ada didalam gang, notaris dapat memasang 1 tanda

penunjuk jalan tanpa mencantumkan nama notaris (hanya NOTARIS)


dan dipasang dalam radius maksimal 100m dari kantor.
B. Praktek penyelenggaraan keprotokolan notaris, antara lain meliputi
buku-buku pendaftaran, laporan-laporan, stempel, dan dokumendokumen yang harus dimiliki dan dirawat notaris
Protokol notaris : kumpulan dokumen yang merupakan arsip negara
yang garus disimpan dan dipelihara oleh notaris, antara lain :
1) Minuta Akta
2) Repertorium / Buku Daftar Akta : berwarna merah pada
umumnya, disusun berdasarkan daftar akta notaris sesuai
dengan urutan tanggalnya, setiap halaman distempel, diberi
nomor halaman dan ada lembar pengesahannya
3) Buku Daftar Akta Di Bawah Tangan (LEGALISASI) : berwarna
biru pada umunya, disusun berdasarkan surat dibawah
tangan yang telah dilegalisasi oleh notaris, setelah itu
diurutkan sesuai tanggal, dibuku tersebut ada halaman
pengesahan dan diparaf serta distempel tiap lembarnya
4) Buku Daftar Akta Di Bawah Tangan (WAARMEKING) :
berwarna hijau pada umumnya, disusun berdasarkan surat
dibawah

tangan

yang

telah

didaftarkan,

setelah

itu

diurutkan sesuai tanggal.


NB : ketiga buku wajib notaris ini didapatkan dari MPD
kemudian

diberi

nomor

pada

setiap

halaman,

kemudian

dimintakan lembar pengesahan yang ditanda tangani oleh


Majelis

Pengawa

Daerah,

selanjutnya

lembar

pengesahan

tersebut dilekatkan pada halaman buku wajib notaris tersebut.


5) Buku Daftar Nama penghadap (KLAPPER) : kompilasi
keseluruhan

daftar

penghadap

yang

diurutkan

sesuai

awalabjad nama penghadap, jenis akta, tanggal akta, dan


nomor akta. Dibuat untuk pembuatan akta Notariil saja.
6) Buku Daftar Wasiat : buku untuk mencatat akta wasiat dan
dibukukan

dalam

buku

daftar

wasiat,

setiap

bulannya

dilaporkan kepada KEMENKUMHAM mengenai wasiat yang


telah dibuat maksimal 5 hari bulan berikutnya setiap bulan.
Bilamana tidak ada wasiat dibuat dengan NIHIL dan dilaporkan
juga.
Dasar hukum bentuk dan ukuran cap / stempel notaris adalah
KEMENKUMHAM No. M.02.HT.03.10 Tahun 2007 yaitu : Garis lingkar

luar berdiameter 3,5cm, berlambang burung garuda bertuliskan


nama notaris dan tempat kedudukan yang ditulis melingkar. Dalam
penggunaan stempel harus tidak boleh miring atau TEGAK LURUS,
dengan menggunakan tinta berwarna merah.

C. Praktek penyelenggaraan kewenangan notaris, meliputi pembuatan


akta (bentuk dan sifat akta Pasal 38 s/d 65 UUJN), pemberian grosse,
salinan, dan kutipan akta, pengesahan tanda tangan, pembukuan
dan pendaftaran surat di bawah tangan, pembuatan copie collationee,
pengesahan

kececokan

fotocopy

sesuai

dengan

surat

aslinya,

pemberian penyuluhan hukum


Akta dapat dibedakan menjadi 2 macam akta, yaitu :
1) Akta di bawah tangan adalah akta yang dibuat tidak oleh atau
tanpa perantaraan seorang pejabat umum, melainkan dibuat
dan ditandatangani sendiri oleh para pihak yang mengadakan
perjanjian
2) Akta otentik adalah akta yang dibuat delam bentuk yang
ditentukan oleh Undang-Undang, dibuat oleh atau dihadapan
pegawai-pegawai umum yang dikuasakan untuk itu di tempat di
mana akta dibuatnya (Pasal 1868 KUHPerdata)
Note : persamaan kedua akta tersebut yaitu dapat dijadikan
sebagai alat pembuktian dan berbentuk tertulis, sedangkan
perbedaanya dari segi kekuatan pembuktiannya.
Notaris
hanya
akan
memberikan,
memperlihatkan

atau

memberitahukan isi akta, grosse akta, salinan akta, atau kutipan akta
hanya kepada : orang yang berkepentingan langsung dengan akta, ahli
waris, atau orang yang memperoleh hak kecuali ditentukan lain oleh
peraturan perundang-undangan (Ps. 54 UU No. 30/2004). Minuta akta
yang disimpan oleh notaris merupakan bagian dari protokol notaris,
sedangkan

pengeluaran

salinan,

kutipan,

grosse

akta

harus

berdasarkan minuta akta (Ps. 16 ayat 1 huruf b dan c UU 30/2004)


Minuta akta adalah asli akya Notaris, yang artinya akta yang telah
notaris bacakan dihadapan para penghadap, saksi dan seketika itu
juga ditandatangani oleh para penghadap, saksi, dan notaris. (Ps. 1
ayat 8 UUJN)
Salinan akta adalah salinan kata demi kata dari seluruh akta dan
pada bagian bawah salinan akta yercantum frasa diberikan sebagai

salinan yang sama bunyinya (Ps. 1 ayat 8 dan 9 UUJN), artinya


setelah minuta akta di tanda tangani oleh para pihak, saksi dan
notaris, maka notaris akan mengeluarkan salinan akta yang akan
diberikan kepada para penghadap.
Kutipan akta adalah kutipan kata demi kata dari satu atau beberapa
bagian dari akta, dibawah kutipan akta tercantum frasa diberikan
sebagai kutipan

Grosse akta adalah akta untuk pengakuan utang dengan kepala akta
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
grosse akta hanya dikeluarkan untuk pertama, grosse akta yang
berikutnya atas perintah pengadilan dan mempunyaki kekuatan
eksekutorial.
Cover Note untuk diberikan kepada pihak yang berkepentingan, cover
note bukan kewajiban notaris atau dalam UUJN, cover note ada
karena ada kebutuhan dalam prakteknya (rekanan bank), dalam
prakteknya sebagai jaminan terhadap pihak yang berkepentingan.
AMBTELIJ AKTA adalah akta pejabat yaitu pejabat melihat,
mendengar, menyaksikan sendiri kemudian menuangkannya ke
dalam akta, dalam minuta aktanya yang menandatangani hanyalah
notaris

dan

dua

orang

saksi.

Tidak

ada

kewajiban

para

pihak/penghadap untuk membubuhkan tanda tangan pada minuta


akta (berita acara RUPS, berita acara undian)
PARTIJ AKTA adalah akta yang dibuat dihadapan notaris, akta
tersebut dibuat atas dasar permintaan para pihak/penghadap,
notaris

mendengarkan

apa

yang

diinginkan

para

pihak

lalu

menuangkan dalam akta


AKTA ORIGINAL boleh dibuat lebih dari satu rangkap, ditandatangani
dalam waktu, bentuk, dan isi yang sama, ditulis dengan kata-kata
berlaku sebagai satu dan satu berlaku untuk semua. Khusus
untuk kuasa yang belum ada penerima kuasanya maka hanya boleh
dibuat satu rangkap. Contok akta original adalah akta pembayaran
tunai, akta keterangan pemilikan, akta kuasa dll.
RENVOI adalah perubahan atas akta yang berupa penambahan,
penggantian, pencoretan, atau penghapusan dan menggantinya yang
lain (hanya sah apabila perubahan tersebut diparaf atau diberi tanda
pengesahan lain oleh penghadap, saksi dan notaris.

Legalisasi adalah ditandatanganinya dokumen atau akta oleh para


pihak di hadapan notaris, sehingga tanggal dibuatnya dokumen
tersebut harus sama dengan tanggal legalisasi yang dilakukan oleh
notaris
Waarmeking adalah wewenang noaris untuk mendaftarkan surat
dibawah tangan dalam buku khusus, dimana para penghadap
membawa akta di bawah tangan tersebut ke hadapan notaris dan
meminta untuk didaftarkan.
Legalisir adalah pengesahan fotokopi dimana harus sesuai dengan
aslinya dan telah diperlihatkan kepada notaris
Copie Collatione adalah Membuat copy dari asli surat-surat dibawah
tangan berupa salinan yang memuat uraian dalam surat yang
bersangkutan
D. Praktek penyelenggaraan kewajiban notaris, meliputi antara lain
pembuatan akta dalam bentuk minuta, penjilidan akta, pengiriman
laporan wasiat dan lain-lain
Penjilidan akta : dibuat setiap bulan, dalam satu buku tidak boleh
lebih dari 50 akta bila lebih maka dijilid lebih dari satu buku. Dalam
sampul setiap buku ditulis jumlah minuta kata, bulan dan tahun
pembuatan. Dijilid bersama dengan warkah pendukungnya, tidak ada
ketentuan

warkah

pendukung

dalam

bentuk

Forokopi

harus

dilegalisir, surat-surat dibawah tangan baik yang legalisasi ataupun


waarmeking tetap dijilid.
Daftar akta wasiat, dibuat secara berurutan setiap bulan tanpa
terkecuali nihil, dikirim kedaftar pusat wasiat (sekarang online) setiap
bulannya (pada minggu pertama-paling lambat tanggal 10 setiap
bulan berikutnya), tanggal pengiriman dicatat setiap akhir bulan
dalam repertorium. Kata-kata yang ditulis untuk memenuhi pasal 16
ayat 1 butir 1 UUJN, pada tanggal (sesuai dengan bukti pengiriman)
telah

dikirim

laporan

daftar

wasiat

ke

pusat

daftar

wasiat

Kemenkumham (online)
E. Praktek penyelenggaraan larangan bagi notaris, meliputi menjalankan
jabatan diluar wilayah jabatan, rangkap jabatan dan lain-lain
Larangan meliputi antara lain :
Menjalankan jabatan diluar wilayah jabatannya
Meninggalkan wilayah jabatannya lebih dari 7 (tujuh) hari kerja

berturut-turut tanpa alasan yang sah


Merangkap jabatan sebagai pegawai negeri

Merangkap jabatan sebagai advokat


Merangkap jabatan sebagai pemimpin atau pegawai Badan
Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, atau Badan

Usaha Swasta
Merangkap jabatan sebagai PPAT diluar wilayah jabatan notaris
Menjadi notaris pengganti
Melakukan pekerjaan lain yang bertentangan dengan norma
agama, kesusilaan, atau kepatutan yang dapat mempengaruhi

kehormatan dan martabat jabatan notaris


Tempat kedudukan notaris di daerah kabupaten atau kota, wilayah
jabatan notaris meliputi seluruh wilayah provinsi dari tempat
kedudukannya, diatur dalam Pasal 18 UUJN

F. Praktek penyelenggaraan tempat kedudukan dan wilayah jabatan


notaris, meliputi tata cara pindah wilayah jabatan, tata cara pindah
kedudukan karena pemekaran wilayah kota/kabupaten atau sebabsebab lain.
Pindah wilayah jabatan notaris yang diatur dala pasal 23 dan pasal
24 UUJN
Notaris dapat mengajukan permohonan pindah wilayah jabatan

secara tertulis kepada menteri


Syarat pindah wilayah jabatan setelah 3 tahun berturut-turut
melaksanakan tugas jabatan pada daerah kabupaten atau kota

tempat kedudukan notaris


Permohonan diajukan setelah mendapat rekomendasi dari

organisasi notaris
Waktu 3 tahun tersebut tidak termasuk cuti yang telah

dijalankan oleh notaris yang bersangkutan


Dalam keadaan tertentu atas permohonan

notaris

yang

bersangkutan, menteri dapat memindahkan seorang notaris


dari satu wilayah jabatan ke wilayah jabatan lain. Keadaan
tertentu antara lain karena bencana alam, keamanan, dan hal
lainnya menurut pertimbangan kemanusiaan.
Rekomendasi Pindah Tempat Kedudukan berdasarkan keputusan
rapat pleno pengurus pusat yang diperluas INI (24 Maret 2014),
persyaratannya antara lain :

Asli surat permohonan


Pas foto 4x6 berwarna
FC KTP legalisir Pengda INI setempat
FC Berita acara sumpah pengangkatan notaris legalisir Pengda

INI setempat
Memenuhi masa jabatan 3 tahun sepeti penjelasan sebelumnya
Asli surat rekomendasi dari Pengda INI setempat (Pengwil
mengeluarkan rekomendasi setelah mendapat pertimbangan

dari Dewan Kehormatan Wilayah INI).


Sertifikat cuti bagi yang pernah mengambil cuti dan dilegalisir
Pengda

INI,

dan

bagi

yang

belum

pernah

cuti

dengan

melampirkan pernyataan tidak pernah cuti serta diketahui oleh

Pengda setempat
Memenuhi seluruh kewajiban anggota sesuai yang diatur dala
AD/ART antara lain melunasi iuran anggota dibuktikan dengan

surat keterangan dari Pengda


Aktif dalam organisasi yang diukur dengan point minimal 254
point, keterangan aktif dikeluarkan oleh Pengda setempat

dengan melampirkan bukti sertifikat kegiatan organisasi


Formasi daerah yang di tuju masih terbuka

Kemenkumham
Rapat PP INI untuk meneliti rekomendasi akan diadakan setiap

oleh

bulannya pada tanggal 15 kecuali hari libur dapat dimajukan

atau dimundurkan.
Rekomendasi pindah tempat kedudukan tidak ada pungutan

biaya apapun
G. Praktek penyelenggaraan

hak-hak

notaris,

antara

lain

untuk

permohonan cuti, tata cara pengajuan sertifikat cuti, penerimaan dan


penetapan honorarium
Cuti Notaris sesuai yang diatur dalam Pasal 25 Pasal 32 UUJN
Notaris mempunyai hak cuti
Hak cuti dapat diambil setelah 2 tahun menjabat
Dalam hal cuti notaris menunjuk notaris pengganti
Hak cuti bisa diambil setiap tahun atau sekaligus untuk
beberapa tahun, pengambilan cuti maksimal 5 tahun sudah
termasuk perpanjangannya. Total cuti selama masa jabatan
adalah 12 tahun
Permohonan cuti
Notaris mengajukan permohonan cuti secara tertulis disertai
usulan penunjukan notaris pengganti

Diajukan ke pejabat yang berwenang, yaitu : MPD (bila jangka


waktu cuti kurang dari 6 bulan), MPW (bila jangka waktu lebih
dari 6 bulan 1 tahun) MPP (bila jangka waktu cuti lebih dari 1

tahun)
Permohonan cuti dapat diterima ataupun ditolak oleh yang
berwenang

dengan

alasan

penolakan,

mengajukan

banding

kepada

yang

bersangkutan

dapat
dimana

majelis pengawas yang lebih tinggi


Dalam keadaan mendesak, suami/istri atau keluarga sedarah
dalam

notaris

garis

lurus

notaris

yang

bersangkutan,

dapat

mengajukan cuti kepada Majelis Pengawas yang bersangkutan


Notaris yang cuti menyerahkan protokol kepada notaris
pengganti dan dikembalikan setelah masa cuti selesai dimana
serah terima protokol tersebut dibuatkan berita acara dan

disampaikan kepada MPW.


Tata Cara Pengajuan Sertifikat Cuti (Pasal 30 UUJN)
Menteri atau pejabat yang berwenang mengeluarkan sertifikat

cuti
Sertifikat cuti memuat data pengambilan cuti
Pengambilan cuti dicatat oleh Majelis Pengawas, dilampirkan

sertifikat cuti tersebut


Menteri atau pejabat yang ditunjuk dapat mengeluarkan
duplikat sertifikat cuti atas sertifikat cuti yang sudah tidak
dapat digunakan atau hilang, dengan permohonan notaris yang

bersangkutan.
HONORARIUM
Honorarium yang diterima notaris atas dasar 2 Nilai :
1. Nilai Ekonomis : 2,5% (0-100 jt), 1,5% (100 jt 1 miliar), 1 %
(diatas 1 miliar)
2. Nilai sosiologis atas dasar fungsi sosial paling besar 5 jt
(akta yayasan, akta wakaf, akta pendirian sekolah/badan
pendidikan sosial)
2. PENDALAMAN HUKUM ORANG DAN KELUARGA
A. Praktek/aplikasi dalam akta notaris mulai

dan

berakhirnya

seseorang sebagai subyek hukum


Subyek hukum adalah segala sesuatu yang dapat memperoleh hak
dan kewajiban

Manusia sebagai subjek hukum, seseorang sebagai subjek


hukum dimulai sejak dilahirkan sampai dengan meninggal
dunia dengan mengingat Pasal 2 KUHPer anak yang ada
dalam kandungan seorang perempuan, dianggap sebagai telah
dilahirkan.

Bilamana

menghendakinya

juga

contohnya

kepentingan
pewarisan,

si

mati

anak
sewaktu

dilahirkannya, dianggaplah ia tidak pernah ada


Di dalam lalu lintas hukum, yang dimaksud dengan subjek
hukum

adalah

orang

(persoon)

yang

dibedakan

menjadi

manusia pribadi (naturlijk persoon) dan badan hukum (recht

persoon)
Tidak semua manusia pribadi dapat menjalankan sendiri hakhaknya, pada dasarnya semua orang cakap kecuali oleh UU

dinyatakan tidak cakap (Ps 1329)


Orang-orang yang dinyatakan tidak cakap menurut UU, antara
lain : orang yang belum dewasa (Ps 330) 21 tahun atau sudah
menikah, UUJN-Naker,UUP 18 Th. Mereka yang ditaruh
dibawah pengampuan (pasal 433, pasal 434) orang gila, idiot.
Perempuan yang telah kawin Ps. 108, Ps. 110 dibatalkan oleh
SEMA 3/1993 dan ditegaskan dalam UUP karena merugikan

pihak perempuan.
Seorang pria boleh menikah jika ia telah mencapai umur 18 th,
sedangkan wanita 15 tahun (ps 29 BW), umur ini telah diubah

dalam UUP pria boleh menikah umur 19 th dan wanita 16 th.


Badan hukum adalah perkumpulan/organisasi yang oleh
hukum diperlakukan seperti manusia sebagai pengemban hak
dan

kewajiban

atau

organisasi/kelompok

manusia

yang

mempunyai tujuan tertentu yang dapat menyandang hak dan


kewajiban
B. Praktek/aplikasi dalam akta notaris mengenai perkawinan, meliputi
antara lain tentang : harta kekayaan dalam perkawinan, perjanjian
kawin, cukup umur
Harta perkawinan menurut UUP, telah dibedakan menjadi harta
bersama dan harta bawaan (pasal 35)
Harta bawaan adalah harta yang dibawa masing-masing suami
atau istri sebelum terjadinya

perkawinan. Masing-masing

mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan

hukum

mengenai

harta

bawaannya.

Kecuali

dengan

diperjanjikan lain
Harta bersama berarti harta yang diperoleh selama perkawinan
berlangsung,

harta

bersama

berada

didalam

kekuasaan

bersama antara suami dan istri, penggunaanya dilakukan

dengan persetujuan kedua pihak


Harta perolehan adalah harta yang diperoleh suami atau istri
selama masa perkawinan yang berupa hadiah atau waris,
kekuasaannya

sama

seperti

harta

bawaan

tetapi

dapat

dikecualikan dengan persetujuan masing-masing (perjanjian


perkawinan)
Perjanjian Nikah
Perbedaan perjanjian nikah antara KUH perdata dan UU
Perkawinan :
KUH Perdata
1) Harus dibuat secara otentik (ps 147)
2) Tidak boleh diubah atau dicabut kembali (149)
3) Didaftarkan pada register umum di kepaniteraan
pengadilan negeri (152) untuk kepentingan pihak ketiga
UU Perkawinan
1) Dibuat secara tertulis (dengan akta otentik atau surat
dibawah tangan (ps. 29 ayat 1)
2) Boleh diubah sepanjang tidak merugikan pihak ketiga (ps.
29 ayat 4)
3) Didaftarkan di pegawai pencatat nikah (KUA/Catatn Sipil)
Ps. 29 ayat 1

Hal-hal yang perlu diperhatikan :


1) Perjanjian nikah harus dibuat sebelum atau pada saat
perkawinan berlangsung
2) Perjanjian nikah yang

dibuat

setelah

perkawinan

berlangsung maka batal demi hukum


3) Perjanjian nikah harus didaftarkan selambat-lambatnya
pada saat perkawinan dilangsungkan
4) Keterlambatan pencatatan perjanjian

nikah

dapat

dilakukan melalui permohonan penetapan pengadilan


terlebih dahulu

5) Benda yang dibeli sebelum perjanjian nikah dicatatkan,


maka menjadi harta bersama dalam perkawinan
6) Dalam perjanjian nikah tidak boleh diperjanjikan secara
tertulis bahwa biaya-biaya rumah tangga ditanggung oleh
calon istri, karena melanggar ketentuan UU (ps. 34 UUP)
C. Praktek/aplikasi dalam akta notaris mengenai ketidak hadiran
Pengambilan tindakan sementara
Menurut UU, seorang tak hadir jika ia meninggalkan tempat
tinggalnya tanpa membuat surat kuasa untuk mewakilinya
dalam usaha serta kepentingannya atau dalam mengurus
harta serta kepentingannya. Singkatnya, seseorang tidak
hadir

jika

ia

meninggalkan

tempat

tinggalnya

tanpa

mewakilkan kepentingannya kepada seseorang. Tindakan


sementara hanya diambil bila keadaan mendesak untuk
mengurus seluruh atau sebaian harta kekayaanya melalui
pengadilan negeri
Masa ada dugaan hukum mungkin telah meninggal
Masa ada dugaan hukum mungkin telah meninggal : ia tidak
hadir selama 5 tahun tanpa kuasa, 10 tahun tetapi kuasanya
habis berlakunya, 1 tahun tidak hadir apabila orangnya
termasuk awak kapal laut atau pesawat. Tindakan ini dapat
berakhir karena orang yang diduga sudah meninggal ternyata
hadir kembali atau ada kabar hidupnya, ia meninggal dunia,
masa pewarisan definitif dimulai.
D. Praktek/aplikasi dalam akta notaris mengenai kecakapan melakukan
perbuatan hukum
Dasar kewenangan bertindak
Persetujuan
Diperlukan dalam perbuatan hukum yang menyangkut
harta bersama dalam suatu perkawinan tanpa adanya
perjanjian
perkawinan

kawin

pisah

berlangsung

perceraian
Kaitannya dengan

harta,

baik

maupun

pembuatan

akta

selama
setelah
notariil,

ikatan
terjadi
maka

pemberian persetujuan dapat dilakukan dengan 2 (dua)


cara, yaitu : turut hadir (ikut ttd dalam akta dalam
kapasitas memberikan persetujuan), tidak hadir (dengan

membuat pernyataan persetujuan)


Pemberian Kuasa

Seseorang memberikan kekuasaan kepada orang lain


untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan
Pemberian kuasa dapat dilakukan secara lisan, secara
tertulis dengan surat dibawah tangan, atau dengan akta
otentik. Namun demikian, pemberian kuasa sebagai dasar
kewenangan
biasanya

untuk

melakukan

perbuatan

hukum

dituangkan dalam akta otentik, atau dibuat

dibawah tangan minimal legalisasi.


Pemberian kuasa dapat dibuat oleh pemberi kuasa
dengan

hadirnya

penerima

kuasa

ataupun

tanpa

hadirnya penerima kuasa.


Menjalankan kekuasaan orang tua
Ps. 299 BW : sepanjang perkawinan bapak dan ibu, tiaptiap anak, sampai ia menjadi dewasa, tetap bernaung
dibawah

kekuasaan

mereka,

sekedar

mereka

tidak

dibebaskan atau dipecat dari kekuasaan itu


Ps. 47 ayat 1 UUP : anak yang belum berumur 18 th atau
belum pernah menikah ada dibawah kekuasaan ortu
selama mereka tidak dicabut dari kekuasaannya.
Menurut hukum anak yang belum dewasa tidak cakap
melakukan perbuatan hukum sendiri, sehingga harus
diwakili

oleh

kapasitas

orang

tuanya

menjalankan

yang

bertindak

kekuasaanya

dalam

sebagai

ortu,

dengan syarat kedua ortu msih hidup dan masih terikat

perkawinan sah
Perwalian
Ps 345 BW : apabila salah satu dari kedua ortu meninggal
dunia, maka perwalian terhadap anak anak kawin yang
belum dewasa, demi hukum dipangku oleh ortu yang
hidup terlama, asal tidak dipecat dari kekuasaan ortu.
Ps 50 ayat 1 UUP anak yang belum berumur 18 th atau
belum

pernah

menikah,

yg

tidak

berada

dibawah

kekuasaan ortu, berada di bawah kekuasaan wali


Pada dasarnya ortu yang hidup terlama otomatis atau
demi hukum merupakan wali anak yg belum dewasa.
Bagi seorang wali yang akan mengalihkan atau
menjaminkan atas harta anak dibawah umur haruslah
dengan

mengajukan

penetapan

pengadilan

negeri

setempat, sebagai dasar kewenangannya (ps 309, ps 393

BW).
Pengampuan
Pasal 433 BW, setiap orang dewasa yang selalu berada
dalam keadaan dungu, sakit otak, atau mata gelap harus
ditaruh diwah pengampuan, pun jika kadang-kadang
cakap mempergunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh
juga ditaruh dibawah pengampuan karena keborosannya
Pasal 436 BW, segala permintaan akan pengampuan,
harus dimajukan kepada Pengadilan Negeri, yang mana
dalam

daerah

hukumnya

orang

yang

dimintakan

pengampuannya berdiam.
Pasal 462 BW, setiap anak belum dewasa yang berada
dalam keadaan dungu, sakit otak atau mata gelap, tak
boleh ditarus dibawah pengampuan, melainkan tetaplah
ia dibawah pengawasan bapaknya, ibunya, atau walinya.
Dalam perkembangannya, mereka yang berada dibawah
pengampuan bukan hanya mereka yang menderita gila,

mata gelap atau pemboros tetapi juga mereka yang antara


lain menderita autis, stroke berat, atau penjudi berat.
BUKU SAKU KEWENANGAN BERTINDAK
Dewasa (21Th-KUHPER) (18Th-UUP)
o Pengampuan
1) Gila, Gangguan jiwa, Mata gelap
2) Boros, Autis, Stroke berat, Penjudi berat
o Kuasa
1) Narapidana
NOTE : Surat kuasa dari luar negeri harus
diberitahukan
diketahui

oleh

kepada

Kedutaan

kepala

kedutaan

Besar
dan

RI,

diberi

materai.
o Pendampingan
1. Bisu
2. Tuli
3. Buta
o Perwalian
1. Dibawah umur
2. Dibawah umur dan autis ataupun gangguan
jiwa

3. KODE ETIK
A. Teori-teori dalam kode etik
Kode Etik dalam arti materil merupakan norma atau peraturan yang
praktis baik tertulis maupun tidak tertulis mengenai etika berkaitan
dengan sikap serta pengambilan putusan hal-hal fundamental dari
nilai dan standar perliku anggota yang dinilai baik/buruk dalam
menjalankan

profesinya

yang

secara

mandiri

dirumuskan,ditetapkan,dan ditegakkan oleh organisasi profesi.


Secara formal kode etik notaris merupakan suatu kaedah moral yang
ditentukan oleh perkumpulan ikatan notaris indonesia berdasarkan
keputusan

kongres perkumpulan dan/atau yang ditentukan dan

diatur dalam peraturan perundangan


Persamaan Etika dan Hukum terdapat dalam tujuan sosialnya.
Sama-sama menghendaki agar manusia melakukan perbuatan yang
baik/benar. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pelanggaran

hukum merupakan perbuatan yang tidak etis.


Perbedaannya adalah bahwa Etika itu ditujukan pada sikap batin
manusia, dan sanksinya dari kelompok masyarakat profesi itu

sendiri.
Sedangkan hukum ditujukan pada sikap lahir manusia, membebani
manusia dengan hak dan kewajiban, bersifat memaksa, sanksinya
tegas dan konkret yang dilaksanakan melalui wewenang penguasa/

pemerintah.
Kualitas dari pelaku profesi hukum tersebut antara lain ditentukan
oleh aspek

profesionalitas dan etika profesi hukum. Jika kualitas

dari profesi hukum tersebut diumpamakan seperti sekeping koin,


maka dua sisi yang membentuknya terdiri atas aspek profesionalitas
pada satu sisi dan etika profesi pada sisi lainnya. Sehingga ketika
seseorang mempersoalkan aspek profesionalitas maka secara tidak
langsung orang tersebut mempersoalkan pula masalah etika profesi

hukumnya.
Sebagai self-regulation, kode etik

dalam level tertentu memiliki

tingkat efektifitas yang jauh lebih baik dalam hal mengatur tingkah
laku pelaku profesi bila dibandingkan dengan aturan yang terdapat
dalam hukum positif. Melalui organisasi profesi yang berwibawa,
norma yang terdapat dalam kode etik akan jauh lebih dipatuhi
anggotanya guna memberikan jaminan perlindungan dan pelayanan

yang baik bagi kpentingan organisasi profesi dan masyarakat secara

keseluruhan
Manfaat kode etik bagi masyarakat, mencegah terjadinya manipulasi
kepercayaan oleh anggota profesi yang tidak bertanggung jawab,

memberikan perlindungan bagi masyarakat untuk jasa kualitas.


B. Kode etik notaris yang ditetapkan INI
Kewajiban
Pasal 3 kode etik notaris mengatur mengenai kewajiban notaris.
Seorang notaris mempunyai kewajiban sebagai berikut :
1) Memiliki moral, akhlak serta kepribadian yang baik.
Seorang notaris harus mempunyai moral, akhlak,
serta

kepribadian

yang

baik,

karena

notaris

menjalankan sebagian kekuasaan negara di bidang


hukum privat, membuat alat bukti yang sempurna,
merupakan

jabatan

kepercayaan

dan

jabatan

terhormat.
2) Menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat
jabatan notaris.
Notaris harus menyadari bahwa perilaku diri dapat
mempengaruhi jabatan yang diembannya.
Harkat dan martabat merupakan bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari jabatan
Merupakan kewaiban bagi notaris yang menyadari
kedudukannya

sebagai

pembuat

alat

bukti

dan

merupakan jabatan kepercayaan.


3) Menjaga dan membela kehormatan perkumpulan.
Sebagai anggota yang merupakan bagian

dari

perkumpulan, maka seorang notaris harus dapat


menjaga kehormatan perkumpulan
Perkumpulan merupakan organisasi pejabat umum
yang professional
Kehormatan
merupakan
terpisahkan dari perkumpulan

bagian

yang

tidak

4) Bertindak jujur, mandiri, tidak berpihak, penuh rasa


tanggung jawab berdasarkan perundang-undangan dan isi
sumpah jabatan notaris
Jujur terhadap diri sendiri, terhadap klien, terhadap
profesi
Mandiri dalam arti dapat menyelenggarakan kantor
sendiri, tidak bergantung pada orang atau pihak lain
serta tidak menggunakan jasa pihak lain yang dapat
menggangu kemandiriannya
Tidak
berpihak

berarti

tidak

membela/menguntungkan salah satu pihak dan selalu


bertindak untuk kebenaran dan keadilan
Penuh rasa tanggung jawab dalam arti selalu dapat
mempertanggung jawabkan semua tindakannya, akta
yang dibuatnya dan bertanggung jawab terhadap
kepercayaan yang diembannya
5) Meningkatkan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki tidak
terbatas pada ilmu pengetahuan hukum dan kenotariatan
Tidak boleh menolak akta
Ilmu selalu berkembang
Hukum tumbuh dan berkembang bersama dengan
perkembangan masyarakat
6) Mengutamakan pengabdian kepada kepentingan masyarakat
dan negara
Notaris diangkat bukan untuk kepentingan individu
notaris, jabatan notaris adalah jabatan pengabdian,
oleh karena itu notaris harus selalu mengutamakan
kepentingan masyarakat dan negara
7) Memberikan jasa pembuatan akta dan jasa kenotariatan
lainnya

untuk

masyarakat

yang

tidak

mampu

tanpa

memungut honorarium
Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian
(rasa sosial) notaris terhadap lingkungannya dan

merupakan

bentuk

pengabdian

notaris

terhadap

masyarakat, bangsa dan negara.


8) Menetapkan satu kantor di tempat kedudukan dan kantor
tersebut merupakan satu-satunya kantor bagi notaris yang
bersangkutan dalam melaksanakan tugas jabatan seharihari.
Notaris tidak boleh membuka kantor cabang
Kantor notaris dan PPAT harus berada di satu kantor
Kantor tersebut harus benar-benar menjadi tempat ia
menyelenggarakan tugasnya
9) Memasang 1 (satu) buah papan

nama

di

depan/di

lingkungan kantornya dengan pilihan ukuran, yaitu 100cm x


40cm, 150cm x 60 cm atau 200cm x 80cm, yang memuat :
Nama lengkap dan gelar yang sah
Tanggal dan nomor surat keputusan
Tempat kedudukan
Alamat kantor dan nomor telepon/fax
Papan nama bagi kantor notaris adalah papan
jabatan

yang

masyarakat

dapat

bahwa

di

menunjukkan
tempat

kepada

tersebut

ada

kantor notaris, nukan papan promosi


Papan jabatan tidak boleh bertendensi promosi
seperti jumlah lebih dari satu atau ukuran tidak
10)

sesuai dengan standar


Hadir, mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan

yang diselenggarakan oleh perkumpulan, menghormati,


mematuhi, melaksanakan setiap dan seluruh keputusan
perkumpulan
Aktivitas

dalam

berorganisasi

dianggap

dapat

menumbuh kembangkan rasa persaudaraan profesi


Mematuhi dan melaksanakan keputusan organisasi
adalah keharusan yang merupakan tindak lanjut dan
11)

keasadaran dan kemauan untuk bersatu dan bersama


Membayar uang iuran perkumpulan secara tertib

Memenuhi kewajiban financial adalah bagian dari


kebersamaan untuk menanggung biaya organisasi
secara
12)

bersama

dan

membebankan

pada

salah

seorang atau sebagian orang


Membayar uang duka untuk membantu ahli waris teman

sejawat yang meninggal dunia


Meringankan beban ahli

waris

rekan

seprofesi

merupakan wujud kepedulian dan rasa kasih antar


13)

rekan
Melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan tentang

honorarium yang ditetapkan perkumpulan.


Hal tersebut adalah untuk menghindari persaingan
tidak sehat, menciptakan peluang yang sama dan
14)

mengupayakan kesejahteraan bagi seluruh notaris


Menjalankan
jabatan
notaris
terutama
dalam

pembuatan,

pembacaan,

dan

penandatanganan

akta

dilakukan dikantornya, kecuali karena alasan-alasan yang


sah
Akta dibuat dan diselesaikan di kantor notaris, diluar
kantor merupakan pengecualian
Di luar kantor harus dilakukan
mengingat
15)

notaris

hanya

boleh

dengan

mempunyai

tetap
satu

kantor
Menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan

dalam melaksanakan tugas jabatan dan kegiatan sehari-hari


serta saling memperlakukan rekan sejawat secara baik,
saling menghormati, saling menghargai, saling membantu
serta

selalu

berusaha

silaturahmi
Berhubungan

menjalin

sesama

rekan

komunikasi
dengan

perilaku yang baik


Saling menghormati dan menghargai

dan

sikap

tali
dan

Tidak boleh saling mejelekkan apalagi dihadapan klien


Saling bantu membantu
16)

Memperlakukan setiap klien yang datang dengan baik,

tidak

membedakan

status

ekonomi

dan/atau

status

sosialnya
Memperlakukan dengan baik harus diartikan tidak
saja notaris bersikap baik tetapi juga tidak membuat
pembedaan atas dasar suku, ras, agama, status sosial
17)

dan keuangan.
Melakukan perbuatan-perbuatan yang secara umum

disebut sebagai kewajiban untuk ditaati dan dilaksanakan


antara lain namun tidak terbatas pada ketentuan yang
tercantum dalam UUJN, penjelasan Ps. 19 ayat (2) UUJN, isi
sumpah jabatan notaris, anggaran dasar dan rumah tangga

INI.
Larangan
Pasal 4 kode etik notaris mangatur mengenai larangan, meliputi
1) Mempunyai lebih dari 1 (satu) kantor, baik kantor cabang
maupun kantor perwakilan.
Larangan ini diatur pula dalam Pasal 19 UUJN
sehingga pasal ini dapat diartikan pula sebagai
penjabaran UUJN
Mempunyai satu kantor harus diartikan termasuk
kantor PPAT
2) Memasang papan nama dan/atau tulisan yang berbunyi
notaris/kantor notaris di luar lingkungan kantor.
Larangan ini berkaitan dengan kewajiban

yang

terdapat dalam Pasal 3 ayat (9) kode etik notaris


sehingga dapat dianggap sebagai pelanggaran atas
kewajibannya
3) Melakukan publikasi
maupun

secara

atau

promosi

bersama-sama

diri,

dengan

baik

sendiri

mencantumkan

nama dan jabatannya, menggunakan sarana media cetak


dan atau elektronik dalam bentuk lain, ucapan selamat,
ucapan bela sungkawa, ucapan terima kasih, kegiatan
pemasaran, kegiatan sponsor baik dalam bidang sosial,
keagamaan, maupun olahraga.
Larangan ini merupakan

konsekuensi

logis

dari

kedudukan notaris sebagai pejabat umum dan bukan


sebagai pengusaha/kantor badan usaha sehingga
publikas/promosi tidak dapat dibenarkan
4) Bekerjasama dengan biro jasa/orang/ badan hukum yang
pada hakikatnya bertindak sebagai perantara untuk mencari
atau mendapatkan klien
Notaris adalah pejabat umum dan apa yang dilakukan
merupakan pekerjaan jabatan dan bukan pencarian
uang atau keuntungan sehingga penggunaan biro
jasa./orang/badan hukum sebagai perantara pada
hakikatnya merupakan tindakan pengusaha dalam
pencarian keuntungan yang tidak sesuai dengan
kedudukan peran dan fungsi notaris
5) Menandatangani akta yang proses pembuatan minutanya
telah dipersiapkan oleh pihak lain
Jabatan notaris harus mandiri, jujur dan tidak
berpihak sehingga pembuatan minuta yang telah
dipersiapkan

oleh

pihak

lain

tidak

memenuhi

kewajiban notaris yang terdapat dalam Pasal 3 ayat (4)


kode etik notaris.
6) Mengirimkan minuta kepada klien untuk ditandatangani
Penandatanganan akta notaris merupakan bagian dari
keharusan agar akta tersebut dikatakan sebagai akta
otentik.

Selain

hal

tersebut,

notaris

kepastian tanggal penandatanganan.

menjamin

7) Berusaha

atau

berupaya

dengan

jalan

apapun

agar

seseorang berpindah dari notaris lain kepadanya, baik upaya


itu ditujukan langsung kepada klien yang bersangkutan
maupun melalui perantara orang lain
Berperilaku baik dan menjaga hubungan baik dengan
sesame rekan, diwujudkan antara lain dengan tidak
melakukan

upaya

baik

langsung

maupun

tidak

langsung mengambil klien rekan


8) Melakukan pemaksaan kepada klien dengan cara menahan
dokumen-dokumen

yang

telah

diserahkan

dan/atau

melakukan tekanan psikologis dengan maksud agar klien


tersebut tetap membuat akta padanya
Menahan dokumen yang telah diserahkan dan/atau
melakukan tekanan psikologis dengan maksud agar
klien tersebut tetap membuat akta kepadanya
Pada dasarnya setiap pembuatan akta
dilakukan

dengan

tanpa

adanya

paksaan

harus
dari

siapapuntermasuk dari notaris. Kebebasan membuat


akta merupakan hak dari klien itu, sedangkan hak
retensi tidak dalam pembuatan akta tetapi pada saat
pengambilan dokumen.
9) Melakukan usaha baik langsung maupun tidak langsung
yang menjurus kea rah timbulnya persaingan yang tidak
sehat antar rekan notaris
Segala upaya atau usaha yang dapat ditafsirkan
10)

sebagai persaingan tidak sehat


Menetapkan honorarium yang harus dibayar oleh klien

dengan jumlah lebih rendah dari honorarium yang telah


ditetapkan perkumpulan

Adanya

tariff

minimal

diatur

biasanya

didalam

pengda/pengwil INI dan UUJN hanya mengatur tariff


11)

maksimal.
Mempekerjakan

dengan

sengaja

orang

yang

masih

berstatus karyawan kantor notaris lain tanpa persetujuan


terlebih dahulu dari notaris yang bersangkutan
Mengambil karyawan notaris dianggap tidak terpuji
12)

dan dapat menggangu jalannya kantor rekan notaris


Menjelekkan dan/atau mempersalahkan rekan notaris

atau akta yang dibuat olehnya


Dalam hal seorang notaris menghadapi suatu akta
yang

dibuat

oleh

rekan

sejawat

yang

ternyata

didalamnya terdapat kesalahan yang serius dan/atau


membahayakan klien, maka notaris tersebut wajib
memberitahukan kepada rekan sejawat atas kesalahan
yang dibuatnya dengan cara yang tidak bersifat
menggurui, melainkan untuk mencegah timbulnya
hal-hal yang tidak diinginkan terhadap klien yang
13)

bersangkutan ataupun klien rekan sejawat tersebut.


Membentuk kelompok sesame rekan sejawat yang bersifat

eksklusif dengen tujuan untuk melayani kepentingan suatu


instansi atau lembaga, apalagi menutup kemungkinan bagi
notaris lain untuk berpartisipasi
Notaris sebagai keluarga seprofesi, saling membantu
dan berusaha menjalin silaturahmi dengan baik tanpa
14)

ada sekat-sekat tertentu


Menggunakan dan mencantumkan gelar yang tidak

sesuai, karena dapat merugikan masyarakat


15) Melakukan perbuatan-perbuatan lain yang secara umum
disebut sebagai pelanggaran terhadap kode etik notaris,
antara

lain

namun

tidak

terbatas

pada

pelanggaran-

pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam UUJN,


penjelasan Pasal 19 ayat (2) UUJN, isi sumpah jabatan
notaris, hal-hal yang menurut ketentuan anggaran dasar,
anggaran rumah tangga dan/atau keputusan-keputusan
lain yang sudah ditetapkan organisasi INI yang tidak boleh
dilakukan anggota.

PENGECUALIAN
Pasal 5 kode etik notaries mengatur hal-hal yang merupakan
pengecualian, sehingga tidak termasuk pelanggaran, meliputi :
1) Memberikan ucapan selamat, ucapan duka cita dengan
menggunakan
ataupun

kartu

media

ucapan,

lainnya

surat,

dengan

karangan

tidak

bunga

mencantumkan

notaries, tetapi hanya nama saja


Yang diperbolehkan sebagai pribadi dan tidak dalam
jabatan
Tidak dimaksudkan sebagai promosi, hanya saja
sebagai kepedulian sosial dalam pergaulan
2) Pemuatan nama dan alamat notaries dalam buku panduan
nomor telepon, fax, dan telex yang diterbitkan secara resmi
oleh PT. TELKOM dan/atau instansi-instansi dan/atau
lembaga-lembaga resmi lainnya
Hal tesebut tidak dianggap sebagai media promosi
tetapi lebih bersifat pemberitahuan
3) Memasang 1 (satu) tanda petunjuk jalan dengan ukuran
tidak melebihi 20 x 50cm, dasar berwarna putih, huruf
berwarna hitam, tanpa mencantumkan nama notaris serta
dipasang dalam radius maksimum 100 meter dari kantor

notaries. (dipergunakan sebagai papan petunjuk, bukan


papan promosi
4) Sejak kapan kode etik berlaku bagi notaries dan dimana saja
kode etik notaries berlaku ?
Jawab :
Kode etik berlaku sejak pengambilan sumpah jabatan
notaries, dan berlaku 24 jam tanpa dibatasi oleh
tempat dan waktu, walaupun sedang menjalani cuti
jabatan notaries

5) Mengapa pengawasan terhadap notaries juga mengenai


perilaku disamping pelaksanaan jabatan ?
Jawab :
Sebagai
pejabat
yang
menjalankan

sebagian

kekuasaan negara di bidang hukum privat/perdata


Sebagai
pejabat
yang
mendasarkan
kepada
kepercayaan

masyarakat,

harus berkepribadian baik.


6) Apakah
notaries
boleh

maka

seorang

mempunyai

notaries
kantor

cabang/perwakilan ? apakah kantor notaries dan PPAT


boleh berada di tempat yang berbeda ?
Notaries
tidak
boleh
mempunyai

kantor

cabang/perwakilan. Notaries mempunyai kewajiban


untuk menetapkan satu kantor tersebut harus benarbenar menjadi tempat ia menyelenggarakan kantornya.
Larangan ini diatur pula dalam Pasal 19 UUJN
sehingga pasal ini dapat diartikan pula sebagai
penjabaran UUJN
Mempunyai satu kantor harus diartikan termasuk
kantor PPAT

7) Apakah

notaries

boleh

membacakan/melakukan

penandatanganan akta di luar wilayah jabatannya ?


Jawab :
Tidak boleh, aktanya dapat menjadi akta dibawah
tangan
8) Mengapa seorang notaries harus bertindak jujur, seksama,
mandiri, tidak berpihak dan penuh rasa tanggung jawab ?
Jawab :
Jujur terhadap diri sendiri, terhadap klien dan
terhadap profesi
Seksama dalam arti dapat menjalankan jabatannya
harus teliti dan berhati-hati
Mandiri dalam arti dapat meyelenggarakan kantor
sendiri, tidak bergantung pada orang atau pihak lain
serta tidak menggunakan jasa pihak lain yang dapat
mengganggu kemandiriannya
Tidak
berpihak

berarti

tidak

membela/menguntungkan salah satu pihak dan selalu


bertindak untuk kebenaran dan keadilan
Penuh rasa tanggung jawab dalam arti selalu dapat
mempertanggungjawabkan semua tindakannya, akta
yang dibuatnya dan bertanggung jawab terhadap
kepercayaan yang diembannya
9) Apakah notaries boleh melakukan promise diri ? jelaskan !
Jawab :
Notaris tidak boleh melakukan promosi diri, sendiri
maupun bersama-sama dengan mencantumkan nama
dan jabatannya, menggunakan sarana media cetak
atau elektronik dalam bentuk iklan, ucapan selamat,
ucapan belasungkawa., ucapan terimakasih, kegiatan
pemasaran, kegiatan sponsor dalam bidang sosial,
keagamaan maupun olahraga dll.

Larangan

ini

merupakan

konsekuensi

logis

dari

kedudukan notaries sebagai pejabat umum dan bukan


sebagai pengusaha/kantor badan usaha sehingga
10)

publikasi/promosi tidak dapat dibenarkan.


Apakah notaries diperbolehkan untuk bekerja sama

dengan

biro

jasa/orang/badan

hukum

yang

pada

hakekatnya bertindak sebagai perantara untuk mencari atau


mendapatkan klien ?
Jawab :
Notaries tidak boleh untuk bekerja sama dengan biro
jasa/orang/badan

hukum

yang

pada

hakekatnya

bertindak sebagai perantara untuk mencari atau


mendapatkan klien karena notaries adalah pejabat
umum dan apa yang dilakukan merupakan pekerjaan
jabatan dan bukan pencarian uang atau keuntungan
sehingga penggunaan biro jasa/orang/badan hukum
sebagai

perantara

pada

hakikatnya

merupakan

tindakan pengusaha dalam pencarian keuntungan


yang tidak sesuai dengan kedudukan peran dan fungsi
notaries sebagai upaya untuk menjaga keluhuran dan
11)

memelihara martabat jabatan notaries.


Jika anda seorang notaries dan kantor anda letaknya

tidak di jalan utama yang cukup menyulitkan calon klien


untuk menemukannya. Bolehkah anda membuat papan
nama selain yang terpasang di kantor anda ? kalau boleh
bagaimana bentuknya ? apakah hal ini merupakan larangan
dalam kode etik notaries ataukah merupakan salah satu
bentuk pengecualian ?
Jawab :
Boleh, dengan memasang 1 (satu) tanda penunjuk
jalan dengan ukuran tidak melebihi 20 x 50cm, dasar

berwarna

putih,

huruf

berwarna

hitam,

tanpa

mencantumkan nama notaries serta dipasang dalam


radius maksimum 100 meter dari kantor notaries
Dipergunakan sebagai papan petunjuk kantor jabatan,
bukan papan promosi

Anda mungkin juga menyukai