Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A; LATAR BELAKANG

Masa globalisasi menuntut adanya perkembangan dan perubahan di segala


bidang salah satu diantaranya adalah bidang kesehatan. Dengan berbagai
inovasi yang dilakukan di bidang kesehatan, perubahan bidang ilmu
pengetahuan dan tekhnologi, maka terjadi peningkatan usia harapan hidup
warga Indonesia dan ini memberikan dampak tersendiri dalam upaya
peningkatan derajat/status kesehatan penduduk.
Bercermin pada abad ke-20, mudah bagi kita untuk menyebutkan
kemajuan besar yang terjadi dalam bidang kesehatan dan harapan hidup dari
begitu banyak manusia di dunia. Angka kematian bayi menurun

tajam,

banyak penyakit infeksius yang telah terkendalikan, dan tersedia program KB


yang lebih baik. Namun masih banyak ruang untuk diperbaiki. Gaya hidup
perorangan menyebabkan meningkatnya kasus kesakitan dan kematian sampai
ketingkat yang tidak dapat diterima akibat penyakit non infeksius seperti
kanker dan penyakit jantung. Selain itu, penyakit infeksius yang baru dan
yang bangkit kembali telah menipiskan sumber-sumber yang tersedia untuk
pengendaliannya. Dengan begitu, pencapaian kesehatan yang baik tetap
menjadi tujuan seluruh dunia di abad ke-21.
Pemerintah, lembaga swasta dan individu di seluruh dunia berupaya untuk
meningkatkan kesehatan. Walaupun upaya individual untuk meningkatkan
kesehatan pasti memberikan kontribusi terhadap kesehatan semua komunitas,
1

upaya komunitas yang terorganisasi terkadang perlu jika masalah kesehatan


yang ada telah menghabiskan sumber yang dimiliki individu. Jika upaya
semacam itu tidak dilakukan, kesehatan seluruh komunitas berada dalam
bahaya.
Penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai
peningkatan derajat hidup sehat bagi setiap penduduk adalah merupakan
hakekat pembangunan kesehatan yang termuat di dalam Sistem Kesehatan
Nasional (SKN) dengan tujuan agar dapat mewujudkan derajat kesehatan
masyarakat yang optimal, sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari
tujuan nasional. Agar tujuan tersebut dapat tercapai secara optimal, diperlukan
partisipasi aktif dari seluruh anggota masyarakat bersama petugas kesehatan.
Hal ini sesuai dengan telah diberlakukannya UU No. 23 tahun 1992 yaitu
pasal 5 yang menyatakan bahwa setiap orang berkewajiban untuk ikut serta
dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga
dan lingkungan.
Peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia di berbagai bidang
kehidupan mengakibatkan pergeseran pola kehidupan masyarakat diantaranya
bidang kesehatan. Dengan berkembangnya Paradigma Sehat-Sakit, saat ini
telah terjadi pergeseran, antara lain: perubahan upaya kuratif menjadi upaya
preventif dan promotif, dan segi kegiatan yang pasif menunggu masyarakat
berobat ke unit-unit pelayanan kesehatan menjadi kegiatan penemuan kasus
yang bersifat aktif. Hal ini akan memberikan kesempatan seluas-luasnya

kepada masyarakat untuk ikut berperan serta secara aktif dalam upaya
peningkatan status kesehatannya.
Di era globalisasi saat ini dan ditengah-tengah persaingan yang begitu
ketat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan,
maka perawatan yang profesional dituntut mampu memberikan pelayanan
yang terbaik bagi masyarakat.
Masyarakat atau komunitas sebagai bagian dari subyek dan obyek
pelayanan kesehatan dan dalam seluruh proses perubahan hendaknya perlu
dilibatkan secara lebih aktif dalam usaha peningkatan status kesehatannya dan
mengikuti seluruh kegiatan kesehatan komunitas. Hal ini dimulai dari
pengenalan masalah kesehatan sampai penanggulangan masalah dengan
melibatkan individu, keluarga dan kelompok dalam masyarakat.
Praktek keperawatan komunitas didasarkan atas sintesis dari praktik
kesehatan komunitas dan praktik keperawatan komunitas. Praktik ini
bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat dengan
menekankan pada peningkatan peran serta masyarakat dalam melakukan
upaya-upaya pencegahan, peningkatan dan mempertahankan kesehatan.
Proses keperawatan komunitas dipakai untuk membantu perawat dalam
melakukan praktik asuhan keperawatan secara sistematik dalam memecahkan
masalah keperawatan yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat.
Keperawatan komunitas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan
derajat kesehatan. Sifat asuhan yang diberikan adalah umum dan menyeluruh,
dan diberikan secara terus-menerus melalui kerja sama. Fokus dari asuhan

adalah keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dengan penekanan pada


pencegahan penyakit, peningkatan dan mempertahankan kesehatan.
Pendekatan yang digunakan dalam asuhan keperawatan komunitas adalah
pendekatan keluarga binaan dan kelompok kerja komunitas strategi yang
digunakan untuk pemecahan masalah adalah melalui pendidikan kesehatan,
teknologi tepat guna, serta memanfaatkan kebijakan pemerintah.
Kesehatan keperawatan komunitas

adalah pelayanan keperawatan

profesional yang ditunjukkan kepada masyarakat dengan pendekatan pada


kelompok risiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang
optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan
menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
pelayanan keperawatan (Sanar, J, 1999).
Perawat profesional tidak hanya dilihat dari kemampuan menjaga dan
merawat klien saja tetapi bagaimana dia mampu memberikan pelayanan secara
menyeluruh baik dari aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual dengan
penuh semangat dalam memberikan pelayanan yang diiringi dengan senyuman
yang ikhlas dan tulus (Wahit, 2005 : 74).
Tenaga perawat adalah merupakan sumber daya manusia terbeasar dalam
keperawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas oleh karenanya diharapkan
mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagaimana harapan profesi
perawat yaitu menjadi perawat yang profesional.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan bekerja dengan individu,


keluarga dan kelompok tatanan pelayanan kesehatan komunitas dengan
menerapkan konsep kesehatan dan keperawatan komunitas serta sebagai salah
satu upaya menyiapkan tenaga perawatan profesional dan mempunyai potensi
keperawatan secara mandiri sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai
maka Mahasiswa Program Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya
Global Angkatan VII Kelompok II melaksanakan praktik klinik keperawatan
komunitas di Padukuhan Sambiroto , Kelurahan Purwomartani, Kecamatan
Kalasan, Kabupaten Sleman, Propinsi Istimewa Daerah Yogyakarta dengan
menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan keluarga, kelompok dan
masyarakat.
Pendekatan keluarga dilakukan dengan cara setiap mahasiswa mengkaji
setiap keluarga binaan yang ada di Pedukuhan Sambiroto. Pendekatan secara
kelompok dilakukan dengan cara pembentukan kelompok kerja kesehatan,
pembentukan kelompok kerja lanjut usia, memberdayakan kader kesehatan
dan PKK serta mendayagunakan kelompok karang taruna. Dengan pendekatan
dari masing-masing komponen diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih
nyata kepada masyarakat.
Sedangkan pendekatan masyarakat sendiri dilakukan melalui kerjasama
yang baik dengan instansi terkait, dan seluruh komponen desa untuk mengikut
sertakan warga dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan.
diharapkan dapat mengenal masalah kesehatan.

Selain

itu,

selama

proses

belajar

di

komunitas,

mahasiswa

mengidentifikasi populasi dengan resiko tinggi dan sumber yang tersedia


untuk bekerjasama dengan komunitas dalam merancang, melaksanakan dan
mengevaluasi perubahan kemunitas dengan penerapan proses keperawatan
komunitas dan pengorganisasian komunitas. Harapan yang ada, masyarakat
akan mandiri dalam upaya meningkatkan status kesehatannya.

B; TUJUAN
1; Tujuan Umum

Setelah

menyelesaikan

tahap

profesi

keperawatan

komunitas,

mahasiswa mampu menganalisis dan melakukan asuhan keperawatan pada


kelompok masyarakat sesuai dengan konsep dan teori keperawatan
komunitas sesuai dengan langkah- langkah proses keperawatan.
2; Tujuan Khusus

Setelah menyelesaikan praktik lapangan keperawatan komunitas,


mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan komunitas pada:
a; Memberikan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok resiko/

masalah kesehatan khusus di wilayah binaan, antara lain:


1; Kelompok Ibu Hamil
2; Kelompok usia sekolah
3; Kelompok remaja
4; Kelompok Dewasa

5; Kelompok lanjut usia


b; Memberikan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok jiwa

dimasyarakat.

C; MANFAAT
1; Untuk Mahasiswa
a; Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata

kepada masyarakat.
b; Belajar

menjadi model profesional dalam menerapkan asuhan

keperawatan komunitas
c; Meningkatkan kemampuan berfikir kritis, analitis, dan bijaksana dalam

menghadapi dinamika masyarakat


d; Meningkatkan keterampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan

interpersonal.
2; Untuk Masyarakat
a; Mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam

upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.


b; Mendapatkan kemampuan untuk mengenal, mengerti dan menyadari

masalah kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah


kesehatan yang di alami masyarakat.
c; Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatannya dan mempunyai

upaya peningkatan status kesehatan tersebut.


3; Untuk Pendidikan
a; Salah satu tolak ukur keberhasilan Program Studi S1 Ilmu Keperwatan

STIKES Surya Global Yogyakarta Program Profesi khususnya di


bidang keperawatan komunitas.
b; Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan model

praktek keperawatan komunitas selanjutnya.


4; Untuk Profesi
a; Upaya menyiapkan tenaga perawat yang profesional, berpotensi secara

mandiri sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan.


b; Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga

profesi mampu mengembangkannya.

D; SASARAN

Masyarakat
Kecamatan

Pedukuhan

Kalasan,

Kabupaten

Sambiroto,
Sleman,

Kelurahan
Propinsi

Daerah

Yogyakarta.

E; STRATEGI

Strategi yang digunakan dalam penerapan asuhan keperawatan :


1; Penjajakan Umum

Purwomartani,
Istimewa

a; Pendekatan dan penjelasan program kepada kepala dukuh Sambiroto,

ketua RT 01 12 ,Ketua karang taruna, kader kesehatan, dan tokoh


masyarakat melalui Musyawarah Masyarakat Desa I.
b; Orientasi Wilayah

2; Pengumpulan data
a; Pengkajian melalui wawancara dan observasi terhadap warga dukuh

Sambiroto, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten


Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
b; Observasi Lingkungan
3; Identifikasi dan prioritas masalah
4; Perencanaan
5; Pelaksanaan
6; Evaluasi

F; WAKTU PELAKSANAAN

Waktu

pelaksanaan

praktek

keperawatan

kesehatan

komunitas

dilaksanakan 4 minggu, mulai tanggal 15 Agustus 2011 sampai tanggal 3


September 2011 dengan jadwal sebagai berikut :
1; Minggu Pertama perkenalan, orientasi dan pengkaian masalah kesehatan

masyarakat.

10

2; Minggu kedua dan ketiga, peyusunan penanggulangan masalah, dan

pelaksanaan kegiatan.
3; Minggu keempat, mengevaluasi keberhasilan, penyusunan laporan