Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Amubiasis merupakan infeksi usus besar yang disebabkan oleh
parasit Entamoeba histolytica. Parasit ini memiliki dua bentuk dalam siklus
hidupnya, yaitu bentuk aktif (trofozoit) dan bentuk pasif (kista). Trofozoit
hidup di dalam dinding usus atau hidup diantara isi usus dan memakan
bakteri. Bila terjadi infeksi, trofozoit bisa menyebabkan diare, yang juga
akan membawa trofozoit keluar dari tubuh kita. Di luar tubuh manusia, trofozoit
yang rapuh akan mati. Jika pada saat infeksi seseorang tidak mengalami
diare, trofozoit biasanya akan berubah menjadi kista sebelum keluar dari
usus. Kista merupakan bentuk yang lebih kuat dan bisa menyebar, baik
secara langsung dari orang ke orang, atau secara tidak langsung melalui air
maupun makanan (Wulan, 2012).
Pemberian

terapi

pada

amubiasis

perlu

mendapat

perhatian,

mengingat sekitar 90% infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica di


usus besar tanpa gejala (asimtomatik), sedangkan sisanya menimbulkan
manifestasi

klinik yang beragam dari disentri, perdarahan usus, perforasi

usus, ameboma sampai abses hati atau organ lain. Jenis obat, dosis dan
lamanya

pemberian

disesuaikan

dengan

keadaan

klinis

penderita serta

manifestasi amubiasis itu sendiri. Pengobatan amubiasis sampai saat ini masih
relevan untuk dibahas mengingat penyebarannya hampir di seluruh belahan
bumi, menginfeksi sekitar 10% jumlah penduduk dan menempati urutan ke
tiga penyebab kematian akibat parasit setelah schistosomiasis dan malaria
(Wulan, 2012).
Metronidazole telah digunakan untuk pengobatan infeksi amubiasis
selama lebih dari 45 tahun dan masih berhasil digunakan untuk pengobatan
trikomoniasis serta giardiasis. Infeksi anaerob bakteri yang disebabkan oleh
spesies Bacteroides, dan Clostridia juga merespon positif terhadap terapi
Metronidazole. Tingkat resistensi terhadap Metronidazole umumnya masih
rendah, namun beberapa penelitian telah melaporkan penurunan kerentanan antara
spesies Bacteroides, serta mekanisme yang berbeda resistensi. Metronidazole
memiliki aktivitas yang baik terhadap bakteri anaerob patogen, farmakokinetik
1

yang menguntungkan dan sifat farmakodinamik, serta efek sampingnya ringan


seperti sakit kepala, mual, dan mulut kering (Lofmark, 2010).
Hal diatas menunjukkan bahwa Metronidazole memiliki manfaat yang
penting dalam pengobatan amubiasis. Oleh karena itu kami ingin mengangkat
topik, Pengobatan Amubiasis dengan Metronidazole. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui cara kerja dari Metronidazole serta dapat menambah pengetahuan
penulis dan pembaca mengenai topik ini.