Anda di halaman 1dari 6

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa
Tanggal
Waktu
Tempat
Inisial Klien
Interaksi ke
Lingkungan
Deskripsi pasien
Tujuan komunikasi

: Suwardi
: 18 Maret 2013
: Pkl. 09.30 - 10.00 WIB (30 Menit)
: Ruang Camar
: Tn.M.
: I (Fase Perkenalan)
: Meja makan, berhadapan dengan klien, suasana tenang
: Penampilan kurang rapi, pakaian kusut, pasien merokok puntung, menunduk.
: Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahnya

KOMUNIKASI VERBAL

KOMUNIKASI NON
ANALISA BERPUSAT
ANALISA BERPUSAT
VERBAL
PADA PERAWAT
PADA KLIEN
P : Selamat pagi mas, boleh P: Memandang K dan P : Ingin membuka K masih ragu terhadap
saya duduk di sebelah tersenyum
percakapan dengan klien orang baru yang masuk ke
mas ?
K: Ekpresi datar
dan
berharap
dengan lingkungannya
sapaan sederhana P bisa
diterima oleh K.
K : pagi, silahkan.

K: Ekpresi datar
P: Memandang K

P merasa senang ada


tanggapan
atas
salam
walaupun
belum
diekpresikan secara tulus
P : Wah, suasana pagi ini P : Memandang ke halaman P
ingin
memulai
terang sekali ya mas
sambil melirik K
percakapan dengan topik
K : Ikut melihat ke ringan sebelum masuk ke
halaman lalu menghisap kondisi K
K : (diam)
rokoknya dan menunduk
lagi

RASIONAL
Salam merupakan kalimat
pembuka untuk memulai
suatu percakapan sehingga
dapat terjalin rasa percaya.

K ragu terhadap orang baru

K memberikan respon Topik


ringan
akan
sepintas dan menunjukkan memudahkan
interaksi
perhatian cukup terhadap P lebih lanjut

P : Oh ya, perkenalkan saya


Suwardi, saya mahasiswa
praktek disini yang akan
merawat mas.
K : (diam)

P : Memandang K sambil P merasa bahwa K harus K


masih
memberikan Memperkenalkan diri dapat
menjulurkan tangan ke K
diberikan
penjelasan tanggapan secara ragu-ragu menciptakan rasa percaya
K : Mengalihkan rokok ke tentang kedatangan P
klien terhadap perawat
tangan kiri lalu tanpa
memandang P menerima
uluran tangan P

P : Nama mas siapa ?

P : Masih menjabat tangan P ingin tahu nama pasien


pasien dan mendekatkan
diri ke-K
K : Menoleh sebentar

K : Hudan.

K ragu-ragu

Mengenal
akan
interaksi

nama pasien
memudahkan

K : Menyebut nama dengan


menunduk dan menarik
tangannya
P : Mas senangnya P : Memandang K
dipanggil dengan nama apa K : Menoleh ke halaman

P merasa pasien enggan K merasa perkenalan hanya


berkenalan
formalitas belaka

P : Mas asalnya dari mana P : Memandang K


Mas Hudan?
K : Menunduk dan berpikir

P
masih
berusaha K berpikir dan mengingat- Topik sederhana membantu
membangun
keakraban ingat
menjalin kedekatan dengan
dengan topik sederhana
klien

P ingin menjalin kedekatan K mencoba mengingat Nama


panggilan
dengan pasien
nama yang disukainya
merupakan nama akrab
klien sehingga menciptakan
K : Hudan.
K : Melihat ke arah P dan P
senang
walaupun K mulai tertarik dengan rasa senang akan adanya
menjawab singkat lalu jawaban singkat
perkenalan dengan P
pengakuan atas namanya
menunduk lagi
P : Wah, kedengarannya P : Memandang K sambil P mencoba mengakrabkan K
berpikir
sejenak, Pujian
berguna
untuk
enak kalau saya manggil tersenyum
suasana
mengngingat nama yang mendekatkan
perawat
Mas Hudan
K : Menunduk
disukainya
menjalin
hubungan
therapeutik dengan klien
K : Menoleh ke P
P
merasa
pertanyaan K mulai merasa bahwa P
K : Iya
P : Memperhatikan K
mendapatkan respon
datang untuk membantu K

K : Mojokerto

K : Menoleh ke P dan P senang karena


tersenyum
lalu memberi respon
menunduk lagi
P : Memperhatikan K

K K senang karena ingat


daerah asalnya dan kembali
membayangkan
daerah
asalnya tersebut

P : Wah, jauh juga ya. Mas P : Memandang K sambil P mulai mengkaji data K berpikir dan berusaha Lama rawat menentukan
Hudan sudah berapa lama tersenyum
umum pasien
mengingat
apakah klien kronis atau
disini?
K : Menghisap rokok dan
akut
melemparkannya
karena
sudah habis
K : Empat hari yang lalu

K : Bicara tanpa menoleh P


P : Memandang K

P
khawatir
kalau
pertanyaan membuat K
tersinggung
P : Sejak tanggal berapa ?
P : Menunjukkan perhatian P
berharap
dapat
K : Menunduk sambil memperoleh data lama
memandang kakinya
rawat secara lebih pasti
K : Yach, saya lupa, seingat
sambil mengkaji daya ingat
saya hari minggu
K : Masih menunduk
pasien
P : Memperhatikan
P senang karena mendapat
respon dari K

K membayangkan keadaan
yang telah lama dijalaninya

P : Sekarang Mas Hudan P : Mendekatkan diri ke K


P mengkaji daya ingat K
umurnya berapa?
K : Menoleh ke halaman
dan terdiam beberapa lama

K berusaha
ingat

K berusaha mengingat

K
menjawab
sekedarnya

Daya ingat pasien dapat


dikaji dengan menanyakan
data-data
pasien
yang
sederhana

dengan

mengingat- Umur mempengaruhi daya


ingat klien

K : Em25 tahun

K : Menoleh P sebentar P merasa arah pertanyaan


lalu menunduk lagi
sudah dapat dijawab jelas K menjawab sesuai dengan
P : Tersenyum
oleh K
daya
ingat
yang
dimilikinya
P : Mas Hudan ingat nggak, P
:
Menunjukkan P
berhati-hati
karena K mengingat-ingat
Keluhan utama merupakan
kenapa Mas Hudan dirawat keseriusan
pertanyaan
tsb
sangat
dasar pasien dirawat di RS
3

disini
K : marah-marah

K : Menunduk

spesifik
dan
takut
menyinggung pasien
K : Menoleh ke P dan P lega karena K tidak K menjawab ragu-ragu
menepuk-nepuk kepalanya tersinggung

P : Mas Hudan pernah P : Bertanya pelahan


ngamuk?
K : Menunduk

P mengkaji lebih jauh K mengingat-ingat


alasan pasien dirawat

K : ya, saya suka K : Menoleh ke halaman


ngelamun. Enak sendirian. lalu menunjuk-nunjuk
P : Memperhatikan respon
pasien
P:P : Masih kaget
K : Memandang ke
halaman
K : saya biasanya kerja K : Menunjuk ke halaman
serabutan.
dan nyerocos
P : Memperhatikan

P kaget, dan sadar kalau K mengalami


pasien
mengalami lihat
halusinasi lihat

P mendiamkan karena
belum
menemukan
pertanyaan yang tepat
untuk K
P menemukan adanya
flight of ideas dan berpikir
tentang faktor penyebab
P : Mas Hudan sudah P : Mendekatkan diri
P berusaha mengkaji data
berkeluarga?
K : Memandang kosong ke yang terkait kata-katanya
halaman
tadi
K : belum
K : Menunduk
P menemukan adanya
P : Memperhatikan
kemungkinan
waham
kebesaran pada pasien
P : Mas Hudan, kegiatan P : Menepuk bahu K
P mencoba mengalihkan
mas sehari-hari ngapain K : Menoleh P
pembicaraan terkait waham
saja mas ?
K : Menggaruk-garuk P merasa senang karena
K : bantu-bantu dirumah, kepalanya
pasien bisa beralih
Mandi, makan ehmya P : Memperhatikan respon
itu.
K

Jiwa

Halusinasi dapat terjadi


kapan saja karena adanya
stimulus tertentu

halusinasi

K melihat kakaknya dan Dengan diam therapeutik,


mencoba menceritakannya klien merasa didengarkan
pada P
dan
bercerita
tentang
keadaannya
K
teringat
kondisi
keluarganya
K membayangkan keadaan Waham
kemungkinan
keluarganya
terjadi karena menarik diri
K menikmati waham yang
dirasakannya
K teralih karena pertanyaan Pengalihan agar klien tidak
baru
larut dalam waham dan
halusinasinya
K bingung tentang yang
dilakukannya sehari-hari

P : Kemudian?

P : Menekankan pertanyaan P mencoba menggali data K mengingat-ingat


K : Menunduk
lebih dalam

K : ya, belum bekerja

K : Menoleh P
P : Memperhatikan
P : Suka ngobrol nggak P : Memandang K
dengan keluarga
K : Menunduk

P menemukan lagi adanya


kemungkinan waham
P mengkaji peran keluarga
terhadap K

K : Enakan diem.

P
mendapatkan
data
menarik diri pada K
P ingin mengakhiri fase I
karena sudah cukup banyak
data yang terkaji

K : Menunduk
P : Memperhatikan
P : Mas Hudan, kita tadi P : Memandang K
sudah berkenalan, masih K : Menoleh
inget nggak nama saya?
K : Pak Suwardi

K : Memandang P dan P senang karena K ingat


tersenyum
nama P
P : Memperhatikan

P : Nah, saya senang sekali P : Menepuk bahu K


bisa ngobrol dengan Mas K
:
Menoleh
Hudan. Bagaimana kalau tersenyum
selesai makan kita ngobrol
lagi? Sebentar saja kok,
yach cukup 20 menit saja.
K : Boleh

K : Tersenyum
P : Tersenyum

P : Nah kalau Mas Hudan P : Memandang K


setuju, nanti kita ngobrol K : Menunduk
tentang perasaan Mas
Hudan terhadap keluarga

Tehnik ekplorasi berguna


untuk mendapatkan lebih
banyak data terkait masalah
K merasa dirinya harus klien
rajin belajar
K mengingat aktivitasnya Menarik diri membuat K
di rumah
asyik dengan dunianya
sendiri
K menganggap ngobrol
mengganggu wahamnya
K memperhatikan P
Evaluasi fase I berhasil jika
K dapat mengingat nama P
sehingga nantinya terjalin
trust
K mengingat-ingat nama P

P
memberikan K
senang
dan reinforcement pada K
reinforcement

diberikan Kontrak berikutnya harus


ditentukan
dan
harus
mendapatkan persetujuan
klien agar klien ingat
terhadap kontrak

P senang karena K mau K ikut menentukan kontrak


menentukan
kontrak
berikutnya
P menentukan topik dan K memikirkan tentang Kegiatan
yang
akan
aktivitas pada kontrak kegiatan yang ditawarkan
dilaksanakan
harus
berikutnya
mendapat persetujuan K
sehingga bila K keluar dari
5

Mas Hudan. Sekalian saya


periksa tekanan darahnya
ya.
K : Mengangguk
P : Tersenyum
K : Ya, ya.

kegiatan dimaksud, bisa


diingatkan tentang batasan
K setuju tentang kegiatan kegiatan sesuai kontrak
P senang karena K setuju yang akan dilaksanakan
dengan kegiatan yang akan
dilaksanakan
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan P menutup fase I
K
menunjukkan
rasa Salam penutup meruMasan
kesediaan Mas Hudan mengulurkan jabat tangan
percaya pada P
akhir fase yang harus
ngobrol
dengan
saya, K : Menoleh, menjabat
dilakukan untuk mencegah
selamat pagi
tangan P
tidak percaya pada klien
K : Tersenyum lalu P senang karena K mau K menyambut salam P
K : pagi.
menunduk
berinteraksi dengan P
P : Tersenyum

KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik.Klien cukup kooperatif walaupun sering terganggu dengan halusinasinya. Data yang tergali
adalah data mengenai harga diri rendah kronik, halusinasi lihat, menarik diri, koping individu tidak efektif, koping keluarga kurang efektif, flight of ideas dan
ideal diri yang tinggi. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan
dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.