Anda di halaman 1dari 17

Keramik adalah bahan paduan metalik dan non metalik.

Menurut definisi luas keramik berarti


semua material kecuali metal atau material organik. Keramik dapat di bedakan kepada dua
jenis yaitu: Keramik tradisional dan Keramik industri. Didalam kehidupan sehari-hari
material keramik telah banyak digunakan, baik secara tradisional maupun dalam industri.
Bahan keramik ini memiliki sifat tahan terhadap gesekan (keausan), temperatur tinggi dan
sangat keras dan kuat.
Pada masa kini bahan keramik mengalami perkembangan yang begitu pesat, Keramik telah di
gunakan dalam bidang teknik. berbagai jenis material/komponen yang berkaitan dengan
technology telah dapat dihasilkan dari bahan keramik ini.
Tulisan ini memaparkan secara ringkas tentang bahan keramik yang di gunakan dalam dunia
teknik dewasa ini.
1. Pendahuluan
Keramik berasal dari perkataan greek yaitu keramos, yang bermaksud lempung yang di bakar
pada temperatur tinggi (lebih 1500oC). Ada pendapat lainnya menyatakan bahwa keramik
berasal dari perkataan keramikos yaitu segala hasil yang di perbuat dari lempung (tanah liat).
Jika di lihat daripada pengertian di atas, jelas menunjukkan bahwa ia agak terbatas,
pengertian demikian hanya meliputi hasil-hasil tembikar saja. Oleh karena itu suatu
pengertian yang lebih luas di perlukan memandang perkembangan tembikar dalam berbagai
metode produksi dan penggunaan bahan keramik yang mempunyai sifat yang uniq dan
modern pada masa kini.
Berdasarkan pengertian yang di beri oleh Kingery, keramik merupakan suatu seni dan
pengetahuan dalam membuat dan menggunakan hasil padat yang sebahagian besar
komponennya ialah bahan non organik yang bukan logam, hal ini selaras dengan pengertian
yang di beri oleh Horslay di dalam concise encylopedia. Berdasarkan pengertian ini, keramik
adalah suatu bidang ilmu yang luas merangkumi bidang seperti tembikar, porselin, refraktori,
lempung struktur, pelincir, semen, kaca, bahan bermagnet bukan logam, ferroelektrik,
superkonduktor dan berbagai bahan tak organik lainnya.
2. Perkembangan Industri Kerami k
Industri keramik telah bermula dalam tahun 4500 sebelum Masehi yang di usahakan oleh
penduduk di perkampungan neolitik di dalam daerah Shanxi di negeri China. Industri
keramik pada masa itu hanya tertumpu pada penghasilan tembikar.

Tembikar tertua di temui di England, dapat di kesan kembali pada pertama tahun masehi dan
penaklukan Roma. Antara masa itu dan 1500 tahun Masehi, perkembangan yang paling
penting adalah porselin yang dapat memantulkan cahaya. Aktiviti di England bermula dengan
tembikar eistercian pada awal abad ke enam belas. Abad ketujuh belas mulai nampak
permulaan industri tembikar Inggris melalui Tofst bersaudara yang membuat tembikar slip di
Staffordshire. Dalam abad ke delapan belas menampakkan bibit perkembangan yang telah
menjadikan industri tembikar sebagaimana yang terdapat pada hari ini.
Cabang-cabang lain industri mula wujud pada abad kesembilan belas. Perhatian yang
meningkat adalah tentang sanitasi berdasarkan air Herrington.
Di bagian akhir abad ini pengenalan api elektro telah membawa kepada bibit permulaan
industri porselin elektro.
Dalam tempoh selepas perang dunia kedua, industri keramik tertumpu kepada produksi yang
boleh memberikan ciri-ciri yang istimewa serta Modern. Ia dihasilkan daripada bahan mentah
alami atau sintetis atau campuran yang melibatkan metode berteknologi modern. Keramik
jenis ini digolongkan kepada keramik Modern atau advance keramik.
3.KeramikTradisional
Sebelum perang dunia kedua. keramik tradisional meliputi industri keramik yang berdasarkan
tanah liat. Ia merangkumi hasil tembikar, tanah liat semen, refraktori, dan hasil yang
berkaitan dengan silikat.
Tembikar adalah sebutan umum yang digunakan bagi kumpulan hasil keramik yang di
sediakan secara pembakaran. Lebih kurang 40% daripada industri refraktori terdiri daripada
hasil tanah liat yang di bakar, dan selebihnya adalah refraktori yang tidak berdasarkan tanah
liat. Sektor yang terbesar dalam industri keramik tradisional adalah sektor yang
mengeluarkan berbagai hasil kaca dan di ikuti oleh industri semen.
Satu lagi kumpulan keramik tradisional ialah tembikar putih. Hasil kumpulan ini juga melalui
proses pembakaran tetapi strukturnya lebih luas dan terkontrol di bandingkan dengan
tembikar. Hasil akhirnya dalam bentuk berkilat (glaze) ataupun tidak. Vorton membagikan
tembikar putih kepada beberapa kelas yaitu tembikar tanah batu, tembikar cina, porselin dan
keramik teknik.
Tembikar tanah di hasilkan daripada tanah liat yang di bakar pada temperatur kurang daripada
1200oC. Tembikar batu dihasilkan dari lempung api atau campuran lempung, silika dan fluks.

Sifatnya lebih kuat daripada tembikar tanah karena suhu pembakaran yang lebih tinggi,
teksturnya lebih halus.
Tembikar cina bersifat kaca, di hasilkan daripada campuran mineral lempung, fluks, silika,
alumina, abu tulang dan mineral-mineral lainnya. Suhu pembakaran sekitar 1300oC.
Porselin ialah tembikar kaca yang di hasilkan dalam bentuk berkilat atau tidak. Ia di buat
daripada campuran mineral-mineral lempung, silika dan alumina untuk menambahkan
kekuatan mekanik. Suhu pembakaran lebih daripada 1300oC.
Keramik teknik adalah tembikar putih yang di gunakan sebagai penahan listrik. Peralatan
penahan panas dan kimia. Dihasilkan dengan melibatkan penggunaan bahan mentah
refraktori dan di bakar pada suhu melebihi 1300oC.
Hasil lempung yang di gunakan untuk bidang pembangunan perumahan (teknik sipil) terdiri
daripada batubata, marmar dan saluran pipa. Mutunya agak rendah di bandingkan dengan
tembikar putih.
4.Keramik Modern
Keramik Modern dihasilkan untuk memenuhi beberapa keperluan daripada aspek ketahanan
terhadap temperatur yang tinggi dan bahan kimia, ciri-ciri mekanik dan elektrik yang
istimewa. Bahan-bahan ini terbagi kepada keramik oksida dan keramik bukan oksida.
Beberapa contoh keramik oksida ialah alumina (Al2O3), Silika (SiO2), Zirkonia (ZrO2) dan
Barium Titanat (BaTiO2). Bahan jenis ini wujud secara alami di dalam batu-batuan dan
mineral. Keramik bukan oksida termasuklah nitrida (Si3N4,TiN dan BN) dan karbida (SiC,
TiC dan B4C). Bahan bahan ini di sintesiskan dengan menggunakan bahan mentah alami
atau secara kimia. Klasifikasi seterusnya berkenaan keramik modern adalah berdasarkan
fungsi dan bidang penggunaannya.
4.a.Keramik Struktur
Keramik jenis ini mempunyai sifat mekanik yang baik. Antara bahan yang termasuk di
dalam golongan ini ialah alumina, silikon karbida, silikon nitrida, komposite dan bahan yang
di lapisi dengan keramik. Bahan ini sangat potensi di gunakan di dalam mesin diesel sebagai
piston dan ruang pra pembakaran, turbo charge dan turbin gas. Ia di gunakan juga sebagai
bahan penyekat ruang pembakaran bersuhu tinggi dan mata pahat potong logam (Cutting
tool).
Keramik alumina adalah sebutan yang di gunakan bagi semua bahan yang kandungan
utamanya terdiri daripada 85% alumina. Keramik alumina dihasilkan melalui proses

penekanan panas ataupun proses sinter. Bahan ini di gunakan dalam bidang teknik karena
sifatnya yang keras ( 25 Gpa), suhu lebur tinggi (2025oC) dan konduksi elektrik yang
rendah (10-11 Ohm-1m-1). Walau bagaimanapun, keramik alumina tidak tahan terhadap
kejutan therma, karena kekonduksian thermanya yang rendah (39wm-1k pada range
temperature 0-1200oC).
Zirkonia

tulen

tidak

stabil

karena

ia

boleh

berubah

pada

tiga

fasa:

monoklinik Tetragon Cubic, jika di panaskan daripada suhu kamar kepada titik
leburnya 2770oC. Transformasi ini di susuli dengan perubahan volume sebanyak 5%. Yang
mengakibatkan bahan tersebut menjadi retak. Untuk mengatasi masalah ini, zirkonia biasanya
di stabilkan dengan penambahan 5 -10% bahan penambah seperti Y2O3, CaO atau MgO.
Bahan ini digunakan sebagai kepala piston, pelapis klep, cetakan gigi dan tulang palsu.
Keramik karbida yang lain adalah boron karbida, tungsten karbida dan sebagainya.
Keramik silikon nitrida di hasilkan secara penekanan panas, proses sintenring dan tindak
balas terikat pada temperatur antara 1200-1700oC. Oleh karena teknik penghasilannya
berbeda-beda, maka kekuatannya bernilai antara 300 hingga 700 Mpa, bergantung kepada
teknik yang di gunakan. Keramik nitrida yang lain antaranya ialah:SiAlON, Boron Nitrida,
Aluminium Nitrida dan Titanium Nitrida.
Bahan-bahan tersebut di atas merupakan bahan utama dalam teknologi keramik. Walaupun
bahan tersebut memiliki ke istimewaan dalam aspek kekuatan mekanik di bandingkan dengan
logam dan alloy, tetapi ia bersifat rapuh dan mudah pecah/patah.
Untuk mengurangkan kerapuhan dan disamping memperbaiki sifat yang lain, bahan tersebut
di campurkan dengan komposit. Contoh komposit antara lain: Si3N4-SiC, Al2O3-TiC dan
ZrO2 Al2O3. di samping itu terdapat juga komposit keramik logam dan komposit keramik
polimer yang masing-masing di kenal sebagai cermet dan cermers.
4.b.Keramik Elektronik
Yang termasuk di dalam katagori keramik ini mempunyai fungsi elektromagnet dan optik dan
juga fungsi kimia yang berkaitan dengan penggunaanya secara langsung.
Keramik ini di gunakan sebagai bahan penyekat, dielektrik piezolektrik, magnet, tranducer
dan pensemikonduksi. Kebanyakan keramik oksida dan silikat merupakan bahan penyekat
yang sangat baik contohnya alumina, magnesia, beria, silica dan alumina silika. Karbon dan
silicon karbida ialah antara keramik bukan oksida yang juga di gunakan sebagai bahan
penyekat.

Bahan keramik yang memiliki ciri-ciri magnet terdiri daripada kumpulan ferit dengan
gabungan satu atau lebih oksida Ba,Pb Sr,Mn dan Zn. Bahan ini di hasilkan dalam bentuk
keras ataupun lembut. Ciri magnet ini penting karena membolehkan bahan tersebut di
gunakan dalam bidang elektronik gelombang mikro berfrekwensi tinggi.
Keramik superkonduktor ialah keramik elektronik terbaru yang di jumpai oleh saintis Bedurz
dan Muller di laboratorium penelitian IBM Zurich pada tahun 1986.
Bahan ini tidak mempunyai hambatan terhadap arus listrik yang membolehkan arus listrik
menjadi melaluinya selama-lamanya.
Bahan keramik konduktor adalah terdiri daripada system keramik oksida, sebagai contoh
system Y-Ba-C-O, Bi-Sr-Ca-Cu-O dan Ti-Ca-Ba-Cu-O. Penemuan keramik superkonduktor
adalah suatu bentuk bermulanya era baru dalam bidang teknologi elektronik.
Ditinjau dari aspek optik pula bahan keramik yang boleh menyerap, memancarkan dan
memberikan bias cahaya, dan berisi pantulan adalah penting. Sebagai contoh alumina dan
silika yang terlarut adalah memantulkan sinar dan di gunakan sebagai bahan jendela
penghantaran infra merah litium niobat (LiNBO2) digunakan sebagai unsur pengingat, system
perekam dan video. Titanium nitrida digunakan sebagai pengumpul cahaya.
4.c.Keramik Modern Lainnya
Keramik Modern yang lain adalah bio keramik dan keramik nuklir. Bio keramik terdiri
daripada bahan yang di gunakan dalam bidang kedokteran dan pergigian.contohnya ialah
alumina dan zirkonia yang telah di gunakan sebagai gigi dan tulang sendi palsu. Kajian yang
telah di jalankan di Pusat Pengajian Kejuruteraan Bahan dan Sumber Mineral USM Malaysia
mendapati bahawa bahan keramik dapat di gunakan sebagai bahan pengganti tulang
sekiranya organ manusia tersebut mengalami kerusakan. Misalnya dapat di gunakan sebagai
pin untuk penyambung tulang yang patah. Pembedahan kedua tidak perlu di lakukan untuk
mengeluarkan pin tersebut karena bahan tersebut didesain agar di serap kedalam tubuh
manusia tanpa mendatangkan kemudaratan (Mohd.Azrone Sarabatin, 2000). Technology
keramik ini di kenal dengan Technology Bioceramic.
Kajian kemampumesinan (machinability) bahan keramik pula di jalankan pada Pusat
Pengajian Kejuruteraan Mekanik USM. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebolehan
bahan keramik tersebut di bentuk dengan menggunakan mesin perkakas CNC. Penelitian
yang di jalankan menunjukkan bahwa bahan keramik tersebut dapat di bentuk menggunakan
mesin CNC tersebut. Ini merupakan satu kemajuan baru jika nantinya bahan keramik tersebut
memerlukan bentuk yang kompleks. Namun demikian proses pemesinan tersebut haruslah di

lakukan sebelum proses sintering bahan keramik. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya
keretakan yang terjadi semasa pemesinan tersebut.
Keramik nuklir ialah bahan yang di gunakan di dalam rector nuclear, contohnya Vc
digunakan sebagai bahan bakar nukler, C dan SiC di gunakan sebagai pelindung bahan bakar
dan BuC sebagai batang pengontrol.
Dalam dunia pemotongan logam, bahan mata pahat dewasa ini berkembang menggunakan
bahan keramik. Mata pahat keramik ini dapat memotong logam-logam keras tanpa
menggunakan cairan pendingin, ia juga dapat dioperasikan untuk pemotongan logam pada
kecepatan pemotongan yang tinggi. Bahan dasar tersebut antara lain alumina (Al 2O3), Silikon
Nitrida (Si3N4) dan SiAlON.
5. Industri Keramik Di Masa Depan
Dalam bidang keramik Modern potensi dan peluang-peluang industri sangat luas sekali,
bidang ini juga sangat terbuka luas untuk dipelajari. Pengembangan pembangunan dalam
bidang keramik ini antara lain (wan zaharah, 1994):
Keramik struktur/teknik
Untuk pemrosesan temperatur tinggi, sel bahan bakar, penukar kalor
Gigi palsu
Konkrit berqualiti tinggi
Mesin yang effisien
Lapisan penahan keausan (wear resistance coating)
Komposit
Turbin angin, struktur ringan (kipas helicopter)
Bahan pembangunan bersekat
Kenderaan tentera berstruktur ringan
Kapal udara dan mobil-mobil ringan
Keramik bio (bioceramic)
Penyambung tulang (hip joint)
Gigi palsu
Sensor bio elektronik
Bahan elektronik
Konversi photo voltan
Sensor bahan berbahaya/beracun
IC,Substrat, kapasitor

Sistem jalan raya Intelligent


Bahan magnetic
Magnet kekuatan tinggi
Magnetic resonance imaging
Hard disc magnetic storage
Kenderaan listrik
Bahan super konduktor
Penyimpan dan pemancar power
Diagnostic imaging of human body
Super komputer
Bahan optik/photonik
Sensor/kontrol pergantian power
Bio sensor
System laser
Sensor traffik
8.Kesimpulan
Keramik ini memiliki sifat tahan terhadap temperatur, keausan yang tinggi, sangat keras dan
penghantar listrik yang rendah.
Bahan keramik sesuai di gunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada
temperatur, ketahanan haus yang tinggi dan sebagai isolator listrik.
Di dalam bidang kedokteran bahan keramik digunakan sebagai pengganti organ-organ
(tulang) manusia yang rusak. Bahan keramik dapat di bentuk menggunakan mesin perkakas
CNC pada proses pra sintering. Di bidang proses pemesinan, bahan keramik telah digunakan
sebagai bahan mata pahat untuk proses pemesinan kecepatan tinggi dan pemotongan logamlogam yang keras.
Keuniqan sifat-sifat bahan keramik ini telah dicadangkan oleh beberapa negara maju sebagai
material teknik masa depan.

1.

De Garmo, Paul. E. et al. (1997). Material dan Process in Manufacturing. New York

10002, Mac Millan Publishing Company 866 Third Avenue, New York.
2.

Ichinose,

N.1987.Introduction

to

Fine

Cceramics:

Application

in

Engineering.Chichester:
John Wiley
3. Ismail Ab.Rahman. 1995.Pengenalan Sains Seramik.Penerbit Universiti Sains
Malaysia
4. Kingery, W.D., Bowen, H.K and Uhlamann,.D.R. 1976. Introduction to Ceramics.
Second Edition. New York: John Wiley.
5

Kingon, A.I and Peterson, A.W. (1988). Developments in Engineering Ceramics. Current
Issues in Engineering Ceramic Development.

Mohd.Azrone Sarabatin. (2000). USM Cipta Tulang Seramik. Berita harian, Pendidikan.

Van Vlack, H.Lawrence. (1991).Seramik Fizik Untuk Jurutera. Dewan Bahasa dan Pustaka
Kementrian Pendidikan Malaysia Kuala Lumpur dan Penerbit Universiti Sains Malaysia
Pulau Pinang.

Wills, R.R. (1990). Ceramic Engine Valves. Ceramic Materials for Engines.

Wan Zaharah Wan Mohamad dan Ismail Ahmad. (1994).Seramik: Penggunaan dan
Prospek Masa Hadapan. Isu-isu Semasa Sains dan Teknology. Persatuan Ahli-Ahli sains
Malaysia (Malaysia Scientific Association). 14 lorong utara-A, P.O.BOX 48, 46700 Petaling
Jaya, Malaysia.

10

Zainal Abidin Ahmad. (1999). Proses Pembuatan Jilid I. Penerbit Universiti Teknologi
Malaysia 80990 Skudai. Johor Darul Takzim. Malaysia

MAKALAH
MATERIAL

TEKNIK

(KERAMIK)
NAMA
NPM

FAJARUDIN
:

20408335

KELAS

FAKULTAS

JURUSAN

IC

Teknologi

Industri

02
Teknik

Mesin

JENJANG : S1
UNIVERSITAS

GUNADARMA

2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmatnya penulis dapat
menyusun

dan

menyelesaikan

makalah

Material

Teknik.

Makalah Material Teknik ini disusun sebagai salah satu syarat penilaian dalam mata kuliah
Material Teknik yang menjadi mata kuliah softskill, dengan mkalah ini mahasiswa menulis
bisa dijadikan acuan bagi pembaca untuk menambah pengetahuan teknik,khususnya
mahasiswa

teknik

mesin.

Penulis mengakui adanya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu penulis
mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca agar penulis dapat
menyempurnakan penulisan makalah ini.
Jakarta, 2010
Penulis
BAB

PENDAHULUAN
KERAMIK
Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk berbagai aplikasi
termasuk

kapasitas

panas

yang

baik

dan

konduktivitas

panas

yang

Tahan

rendah.
korosi

Sifat listriknya dapat insolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor

Sifatnya

Keras

dapat

magnetik

dan

dan

kuat,

non-magnetik

namun

rapuh.

Dua jenis ikatan dapat terjadi dalam keramik, yakni ikatan ionik dan kovalen. Sifat
keseluruhan

material

bergantung

pada

ikatan

yang

dominan.

Klasifikasi

Bahan keramik dapat dibedakan menjadi dua kelas : kristalin dan amorf (non kristalin).
Dalam material kristalin terdapat keteraturan jarak dekat maupun jarak jauh, sedang dalam
material amorf mungkin keteraturan jarak pendeknya ada, namun pada jarak jauh
keteraturannya tidak ada. Beberapa keramik dapat berada dalam kedua bentuk tersebut,
misalnya

SiO2,

(lihat

gambar,

struktur

yang

kristalin,

amorf).

Jenis ikatan yang dominan (ionik atau kovalen) dan struktur internal (kristalin atau amorf)
mempengaruhi

sifat-sifat

bahan

keramik.

Sifat

termal

Sifat termal penting bahan keramik adalah kapasitas panas, koefisien ekspansi termal, dan
konduktivitas termal. Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi
panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk
vibrasi

(getaran)

atom/ion

penyusun

padatan

tersebut.

Keramik biasanya memiliki ikatan yang kuat dan atom-atom yang ringan. Jadi getarangetaran atom-atomnya akan berfrekuensi tinggi dan karena ikatannya kuat maka getaran yang
besar tidak akan menimbulkan gangguan yang terlalu banyak pada kisi kristalnya.
Hantaran panas dalam padatan melibatkan transfer energi antar atom-atom yang bervibrasi.
Vibrasi atom akan mempengaruhi gerakan atom-atom lain di tetangganya dan hasilnya adalah
gelombang yang bergerak dengan kecepatan cahaya yakni fonon. Fonon bergerak dalam
bahan sampai terhambur baik oleh interaksi fonon-fonon maupun cacat kristal. Keramik
amorf yang mengandung banyak cacat kristal menyebabkan fonon selalu terhambur sehingga
keramik merupakan konduktor panas yang buruk. Mekanisme hantaran panas oleh elektron,
yang dominan pada logam, tidak dominan di keramik karena elektron di keramik sebagian
besar

terlokalisasi.

Contoh paling baik penggunaan keramik untuk insulasi panas adalah pada pesawat ruang
angkasa. Hampir semua permukaan pesawat tersebut dibungkus keramik yang terbuat dari
serat silika amorf. Titik leleh aluminium adalah 660 oC. Ubin menjaga suhu tabung pesawat
yang terbuat dari Al pada atau dibawah 175 oC, walaupun eksterior pesawat mencapau 1400
oC.

Sifat

Optik

Bila cahaya mengenai suatu obyek cahaya dapat ditransmisikan, diabsorbsi, atau dipantulkan.
Bahan bervariasi dalam kemampuan untuk mentransmisikan cahaya, dan biasanya
dideskripsikan sebagai transparan, translusen, atau opaque. Material yang transparan, seperti
gelas, mentransmisikan cahaya dengan difus, seperti gelas terfrosted, disebut bahan
translusen.

Batuan

yang

opaque

tidak

mentransmisikan

cahaya.

Dua mekanisme penting interaksi cahaya dengan partikel dalam padatan adalah polarisasi
elektronik dan transisi elektron antar tingkat energi. Polarisasi adalah distorsi awan elektron

atom oleh medan listrik dari cahaya. Sebagai akibat polarisasi, sebagian energi dikonversikan
menjadi

deformasi

elastik

(fonon),

dan

selanjutnya

panas.

Seperti dalam atom elektron-elektron dalam bahan berada dalam tingkat-tingkat energi
tertentu. Absorbsi energi menghasilkan perpindahan elektron dari tingkat dasar ke tingkat
tereksitasi. Ketika elektron kembali ke keadaan dasar disertai dengan pemancaran radiasi
elektromagnetik.
Dalam padatan elektron yang energinya tertinggi ada dalam orbital-orbital dalam pita valensi
dan orbital-orbital yang tidak terisi biasanya dalam pita konduksi. Gap antara pita valensi dan
pita

konduksi

disebut

gap

energi.

Range energi cahaya tampak 1,8 sampai 3,1 eV. Bahan dengan gap energi di daerah ini akan
mengabsorbsi energi yang berhubungan. Bahan itu akan tampak transparan dan berwarna.
Contohnya, gap energi CdS sekitar 2,4 eV dan mengabsorbsi komponen cahaya biru dan
violet

dari

sinar

tampak.

Tampak

bahan

tersebut

berwarna

kuning-oranye.

Bahan dengan gap energi kurang dari 1,8 eV akan opaque, sebab semua cahaya tampak akan
diabsorbsi. Material dengan gap energi lebih besar 3,1 eV tidak akan menyerap range sinar
tampak dan akan tampak transparan dan tak berwarna. Cahaya yang diemisikan dari transisi
elektron dalam padatan disebut luminesensi. Bila terjadi dalam selang waktu yang pendek
disebut flouresensi, bila didalam selang waktu yang lebih panjang disebut fosforisensi.
Cahaya yang ditransmisikan dari satu medium ke medium lain, misalnya dari gelas ke air
akan mengalami pembiasan. Pembelokan cahaya ini adalah akibat perubahan kecepatan
rambat yang asal mulanya dari polarisasi elektronik. Karena polarisasi meningkat dengan
naiknya ukuran atom. Gelas yang mengandung ion-ion berat (seperti kristal timbal) memiliki
indeks bias yang lebih besar dari gelas yang mengandung atom-atom ringan (seperti gelas
soda).
Hamburan cahaya internal dalam bahan yang sebenarnya transparan mungkin dapat
mengakibatkan bahan menjadi translusen atau opaque. Hamburan semacam ini terjadi antara
lain

di

batas

butiran,

batas

fasa,

dan

pori-pori.

Banyak aplikasi memanfaatkan sifat optik bahan keramik ini. Transparansi gelas
membuatnya bermanfaat untuk jendela, lensa, filter, alat masak, alat lab, dan objek-objek
seni. Pengubahan antara cahaya dan listrik adalah dasar penggunaan bahan semikonduktor
seperti GaAs dalam laser dan meluasnya penggunaan LED dalam alat-alat elektronik.
Keramik fluoresensi dan fosforisensi digunakan dalam lampu-lampu listrik dan layar-layar tv.
Akhirnya serat optik mentransmisikan percakapan telepon dan data komputer yang
didasarkan

atas

refleksi

internal

total

sinyal

cahaya.

BAB

II

SIFAT

MEKANIK

KERAMIK

Keramik biasanya material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifat-sifat ini bersama
dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik
merupakan

material

struktural

yang

menarik.

Aplikasi struktural keramik maju termasuk komponen untuk mesin mobil dan struktur
pesawat. Misalnya, TiC mempunyai kekerasan 4 kali kekerasan baja. Jadi, kawat baja dalam
struktur pesawat dapat diganti dengan kawat TiC yang mampu menahan beban yang sama
hanya dengan diameter separuhnya dan 31 persen berat. Semen dan tanah liat adalah contoh
yang lain, keduanya dapat dibentuk ketika basah namun ketika kering akan menghasilkan
objek yang lebih keras dan lebih kuat. Material yang sangat kuat seperti alumina (Al2O3) dan
silikon karbida (SiC) digunakan sebagai abrasif untuk grinding dan polishing.
Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tibatiba dengan deformasi plastik yang sedikit. Ini merupakan masalah khusus bila bahan ini
digunakan untuk aplikasi struktural. Dalam logam, elektron-elektron yang terdelokalisasi
memungkinkan atom-atomnya berubah-ubah tetangganya tanpa semua ikatan dalam
strukturnya putus. Hal inilah yang memungkinkan logam terdeformasi di bawah pengaruh
tekanan. Tapi, dalam keramik, karena kombinasi ikatan ion dan kovalen, partikel-partikelnya
tidak mudah bergeser. Keramiknya dengan mudah putus bila gaya yang terlalu besar
diterapkan.
Faktur rapuh terjadi bila pembentukan dan propagasi keretakan yang cepat. Dalam padatan
kristalin, retakan tumbuh melalui butiran (trans granular) dan sepanjang bidang cleavage
(keretakan) dalam kristalnya. Permukaan tempat putus yang dihasilkan mungkin memiliki
tekstur yang penuh butiran atau kasar. Material yang amorf tidak memiliki butiran dan bidang
kristal yang teratur, sehingga permukaan putus kemungkinan besar mulus penampakannya.
Kekuatan tekan penting untuk keramik yang digunakan untuk struktur seperti bangunan.
Kekuatan tekan keramik biasanya lebih besar dari kekuatan tariknya. Untuk memperbaiki
sifat ini biasanya keramik di-pretekan dalam keadaan tertekan. Sifat Hantaran Listrik.
Sifat listrik bahan keramik sangat bervariasi. Keramik dikenal sangat baik sebagai isolator.
Beberapa isolator keramik (seperti BaTiO3) dapat dipolarisasi dan digunakan sebagai
kapasitor.
Keramik lain menghantarkan elektron bila energi ambangnya dicapai, dan oleh karena itu
disebut semikonduktor. Tahun 1986, keramik jenis baru, yakni superkonduktor temperatur
kritis tinggi ditemukan. Bahan jenis ini di bawah suhu kritisnya memiliki hambatan = 0.

Akhirnya, keramik yang disebut sebagai piezoelektrik dapat menghasilkan respons listrik
akibat

tekanan

mekanik

atau

sebaliknya.

Sering pula digunakan bahan yang disebut dielektrik. Bahan ini adalah isolator yang dapat
dipolarisasi pada tingkat molekular. Material semacam ini digunakan untuk menyimpan
muatan

listrik.

Kekuatan dielektrik bahan adalah kemampuan bahan tersebut untuk menyimpan elektron
pada tegangan tinggi. Bila kapasitor dalam keadaan bermuatan penuh, hampir tidak ada arus
yang lewat. Namun dengan tegangan tinggi dapat mengeksitasi elektron dari pita valensi ke
pita konduksi. Bila hal ini terjadi arus mengalir dalam kapasitor, dan mungkin disertai dengan
kerusakan material karena meleleh, terbakar atau menguap. Medan listrik yang diperlukan
untuk menghasilkan kerusakan itu disebut kekuatan dielektrik. Beberapa keramik mempunyai
kekuatan dielektrik yang sangat besar.Porselain misalnya sampai 160 kV/cm. Sebagian besar
hantaran listrik dalam padatan dilakukan oleh elektron. Di logam, elektron penghantar
dihamburkan oleh vibrasi termal meningkat dengan kenaikan suhu, maka hambatan logam
meningkat

pula

dengan

kenaikan

suhu.

Sebaliknya, elektron valensi dalam keramik tidak berada di pita konduksi, sehingga sebagian
besar keramik adalah isolator. Namun, konduktivitas keramik dapat ditingkatkan dengan
memberikan ketakmurnian. Energi termal juga akan mempromosikan elektron ke pita
konduksi, sehingga dalam keramik, konduktivitas meningkat (hambatan menurun) dengan
kenaikan

suhu.

Beberapa keramik memiliki sifat piezoelektrik, atau kelistrikan tekan. Sifat ini merupakan
bagian bahan canggih yang sering digunakan sebagai sensor. Dalam bahan piezoelektrik,
penerapan gaya atau tekanan dipermukaannya akan menginduksi polarisasi dan akan terjadi
medan listrik, jadi bahan tersebut mengubah tekanan mekanis menjadi tegangan listrik.
Bahan piezoelektrik digunakan untuk tranduser, yang ditemui pada mikrofon, dan
sebagainya.
Dalam bahan keramik, muatan listrik dapat juga dihantarkan oleh ion-ion. Sifat ini dapat
diubah-ubah dengan merubah komposisi, dan merupakan dasar banyak aplikasi komersial,
dari sensor zat kimia sampai generator daya listrik skala besar. Salah satu teknologi yang
paling prominen adalah sel bahan bakar. Kemampuan penghantaran ion didasarkan
kemampuan keramik tertentu untuk memungkinkan anion oksigen bergerak, sementara pada
waktu yang sama tetap berupa isolator. Zirkonia, ZrO2, yang distabilkan dengan kalsia
(CaO),
2.1

adalah
Serbuk

contoh

padatan
Keramik

ionik.
Silikat

Efek Domino pada Pemrosesan Keramik Sesuai dengan sifat alami keramik, bahan baku
keramik yang digunakan untuk produksi mempunyai banyak kendala yang mempengaruhi
pada sifat akhir benda jadi dibandingkan dengan kelompok bahan lain misal logam atau
polimer. Hal ini dikarenakan tidak terdapat tahapan penghalusan lanjut untuk keramik, tidak
seperti logam (peleburan pembekuan deformasi plastik). Pada dasarnya, apa yang masuk
itulah yang keluar. Semua ketidak-sempurnaan pada bahan baku diperbanyak kedalam
pembesaran

ketidak-sempurnaan

dalam

produk

yang

disinter.

Efek domino ini menekankan ketergantungan dari sifat akhir produk keramik dalam
karakteristik semua tahapan pemrosesan, dan secara umum dalam karakteristik bahan baku,
secara harfiah bila terdapat kesalahan dalam satu tahap pemrosesan keramik maka akan
mempengaruhi

secara

nyata

2.2

hasil

akhir

Mineralogi

keramiknya.
Keramik

Keramik secara tradisional berdasar pada mineral oksida, atau mineral-mineral lain dimana
dapat berubah menjadi oksida-oksida luluh, seperti hidroksida, karbonat, sulfida, halida,
phospatat dll. Mineral-mineral ini merupakan gabungan dari sebagian besar unsur yang ada
dipermukaan bumi ini. Bagaimanapun juga, berkenaan dengan keunggulan oksigen dalam
kerak bumi, hampir setengah unsur yang telah dikenali terjadi secara normal sebagai oksida,
biasanya oksida kompleks seperti silikat. Struktur silikat meliputi sejumlah besar unsur-unsur
dalam tabel periodik. Jadi, kita dapat secara nyata mengatakan bahwa separo dari dunia ini
adalah

keramik

Deret unsur-unsur relatif besar dimana sering terdapat dalam keramik meliputi: O, Al, Si, Ca,
Mg, Ti, Na, K. Hal ini menarik untuk dicatat, bahwa beberapa keramik penting menunjukkan
konsentrasi yang agak tinggi pada air laut. Sungguh, sebagian besar MgO dengan kemurnian
tinggi (suatu bahan tahan api yang penting) sekarang ini disediakan dari air laut.
Bagaimanapun juga, sebagian besar mineral penting dalam keramik berasal dari transformasi
batu beku dari perapian (igneous rock), seperti halnya granit atau basal dimana kristal
terbentuk dari magma (siapa tahu lumpur lapindo merupakan bahan baku keramik maju yang
tersedia). Batu-batu ini adalah silikat kompleks, dimana komposisi dapat menggambarkan
kandungan

dari

oksida

biner

sederhana

seperti

silika,

alumina,

alkali

dll.

Silika, oksida yang relatif besar di Bumi (62% berat dari kerak kontinental Bumi) adalah
dasar dari klasifikasi ini. Batu dengan proporsi SiO2 yang tinggi (dan biasanya mengandung
alumina yang tingi dimana merupakan komponen kedua terbesar di kerak Bumi,
mengandung 16% berat) dikenal dengan nama asidik (acidic), dan dengan silika rendah (dan
biasanya mengandung magnesia yang tinggi {[3,1% dari kerak bumi] dan/atau kalsia [5,7%

dari kerak bumi]): didefinisikan sebagai dasar. Alumina agak tidak umum dalam batuan
dasar, dan sebaliknya: magnesia adalah tidak umum dalam batuan asidik. Hal ini sangat
menguntungkan untuk produksi bahan tahan api khususnya: kontaminasi silang dari batuan
dasar dan asidik akan menyebabkan kehilangan ketahanan api yang signifikan, yaitu secara
signifikan menurunkan titik lebur yang mengkontaminasi bahan. Kristalisasi dari batuan beku
dari perapian menjadikan formasi dari silikat dan mineral-mineral lain penting dalam
pemrosesan keramik. Istimewanya, hal ini dipercaya dimana kerusakan dari beberapa silikat,
diikuti

dengan

sedimentasi,

membentuk

formasi

mineral

tanah

liat.

Bahan baku dasar untuk keramik tradisional termasuk lempung, silika SiO2, dan Fledspars
(K, Na) AlSi3O8, dan beberapa industri kimiawi lain. Tidak ada mineral-mineral yang
digunakan dalam pemrosesan tradisional keramik dapat diperlakukan sebagai komposisi
tetap. Yaitu, mereka tidak mempunyai komposisi yang diberikan oleh formula kimia.
Sebagai contoh, kandungan silika pada lepung Kaolin secara umum bervariasi pada 45%
berat sampai 50% berat, dan alumina 35 % berat sampai 40% berat. Keseimbangan
dipengaruhi oleh komponen yang mudah menguap (air dan organiks), dari 10% berat sampai
15% berat. Jumlah ini dapat dibandingkan dengan formula kimiawi ideal dari mineralmineral
Mineral

silikat
Formula

terpilih

Kimia

Halosit

Ideal

Al2(Si2O5)(OH)4

Piropillit
Monmorilonit
Mika
Ilit
2.3

Kaolinit

berikut:
Al2(Si2O5)(OH)4
2H2O
Al2(Si2O5)2(OH)2

(Al1,67

Na0,33

Mg0,33)(Si2O5)2(OH)2

Al2K(Si1.5Al0,5)2

(OH)2

Al2-xMgxK-1-x-y(Si1,5-yAl0.5+YO5)2(OH)2
Pemrosesan

Mineral

Teknik modern dan keramik unggul membutuhkan serbuk kemurnian tinggi dimana akan
sangat menguntungkan dan mempunyai karakteristik tertentu (keuntungan dijabarkan dalam
seluruh proses penggilingan (milling) dan klasifikasi prosedur serbuk keramik). Salah satu
kemungkinan klasifikasi dari bahan baku keramik berhubungan dengan teknik pemrosesan
maju/unggul

yaitu:

Mineral mentah (crude minerals): tanah liat (gerabah, ubin, bola, bentonit), serpihan, bauksit
mentah,

kianit

mentah.

Mineral Industri: bola lempung dimurnikan, kaolin, bentonit dimurnikan, piropilit, talek,
feldspar, nepelin syenit, wolastonit, spodumen, pasir kaca, batu api tembikar (potters flint),
kianit, bauksit, sirkon, rutil, bijih krom, kaolin kalsinasi, dolomit, dan banyak lagi yang lain

Industri Kimia: alumina kalsinasi (dari proses Bayer), magnesia kalsinasi (dari air laut),
alumina fusi, magnesia fusi, silikon karbida (proses Acheson), abu soda, barium karbonat,
titania, titaniat kalsinasi, oksida besi, ferit kalsinasi, sirkonia kalsinasi stabil, pigmen sirkonia,
pigmen

sirkon

kalsinasi.

Operasi peremukan dan penggerindaan awal pada deposit mineral ditujukan membebaskan
komponen yang tidak dikehendaki (ketidak-murnian, organik) dengan menempatkan dan/atau
pemisahan magnetik, dan pengumpulan partikel-halus mineral murni (misal lempung) dengan
pengambangan (floating). Secara alami, lempung hasil proses mempunyai variasi yang lebar
dalam komposisi dan ukuran partikel, tergantung pada lokasi dan pemrosesan mineral.
Sebagai contoh, salah satu pencemar yang paling tidak dikehendaki dalam kaolin adalah
oksida besi, dimana akan secara efektif menghitamkan barang yang putih. Kaolin Georgia
kualitas tinggi dikenal akan kemurniannya (rendah besi) dan sifat perapian putih bagus. Bola
lempung pada umumnya lebih banyak mengandung bahan organik (menunjukkan
hilangnya permulaan dalam diagram komposisional) dan lebih plastik.
BAB

III

KESIMPULAN
Makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang keramik. Dalam pembuatan makalah
ini, mahasiswa dituntut supaya bersifat mandiri untuk meningkatkan pengetahuan yang
berguna dan membawa kemajuan kepada kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga dapat
menimba

pengatahuan

dan

sifat-sifat

material

keramik.

Secara umumnya, keramik kristalin dan amorf (non kristalin). Dalam material kristalin
terdapat keteraturan jarak dekat maupun jarak jauh, sedang dalam material amorf mungkin
keteraturan jarak pendeknya ada, namun pada jarak jauh keteraturannya tidak ada. Beberapa
keramik dapat berada dalam kedua bentuk tersebut, misalnya SiO2, (lihat gambar, a struktur
yang

kristalin,

Kesimpulannya, makalah ini yang baik haruslah mempunyai harapan-harapan yang tinggi,
mudah dimengerti dan supaya dapat diterima oleh para pembaca. Makalah ini telah mencapai
aspek-aspek yang telah dikemukakan dan berpotensi untuk menjadi pengetahuan yang
popular dikalangan masyarakat sekarang.
DAFTAR PUSTAKA
http://ellyawan.dosen.akprind.ac.id/?p=19

http://www.kimianet.lipi.go.id