Anda di halaman 1dari 28

JurusanTeknik

PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :
Halaman :

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS GAMBAR PROPELER
GENERAL CARGO
KM LIVE DREAM
DISUSUN OLEH :
NAMA

TAUFIKUR RAHMADANI

NRP

0314030001

JURUSAN

TEKNIK PERMESINAN KAPAL

PROGRAM STUDI

D3-TEKNIK PERMESINAN KAPAL

SURABAYA, 30 Maret 2016NOPEMBER 2010


DI BUAT OLEH :
TAUFIKUR RAHMADANI
NRP : 0314030001
DOSEN PEMBIMBING I

DOSEN PEMBIMBING II

Ir. Eko

Pratomo

NIP :

NIP :

PROGRAM STUDI D3-TEKNIK PERMESINAN KAPAL


JURUSAN TEKNIK PERMESINAN KAPAL
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2016

31 maret
2015

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan segala nikmat dan karunianya kepada kita semua serta rahmat dan
pertolonganya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas gambar PERENCANAAN
PROPELLER DAN STERN TUBE. Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW
yang selalu harus dijadikan tauladan dan panutan dan telah berhasil membawa
manusia untuk memahami maksud untuk apa sesungguhnya dia diciptakan.
Dalam semester IV ini kami mahasiswa jurusan Teknik Permesinan Kapal
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA menerima kuliah tugas gambar
Perencanaan Propeller dan Stern tube dan harus diselesaikan dalam semester ini.
Selanjutanya dalam penyusunan laporan ini pasti ada kekurangan untuk itu
kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami dengan lapang dada menerima
kritik dan saran yang bersifat membangun.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis dan bagi kita
semua dan pihak-pihak yang memerlukan laporan ini .AMIN.

Surabaya, 12 mei 2015

Dwi Nurrahmad Permana Putra

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
3

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

DAFTAR ISI
Lembar pengesahan ................................................................................
1
Kata pengantar .......................................................................................
2
Daftar isi ................................................................................................
3
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................. 4
BAB II
PERHITUNGAN DAYA MOTOR INDUK
1. Data utama Kapal ............................................................... 7
2. Perhitungan Advance speed ................................................. 7
3. Perhitungan BHP Mesin ...................................................... 7
4. Perhitungan putaran propeler ...........................
11
BAB III PEMILIHAN PROPELER ...................................................
15
BAB IV TABEL UKURAN PROPELER ............................................
16
BAB V
PERENCANAAN POROS DAN PERLENGKAPAN
PROPELLER
1. Perencanaan diameter poros propeller .....................................
16
2. Perencanaan Boss Propeler .....................................................
23
3. Perencanaan Bentuk Ujung Poros Stern Tube ........................ 26
4. Perencanaan Pasak Propeler ...................................................
28
BAB VI PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN STERN TUBE
1. Jenis Pelumasan ....................................................................
31
2. Panjang Poros dan Diameter Poros ...................................... 31
3. Panjang dan Tebal Lapisan Pelindung ................................. 32
4. Kopling .................................................................................
33
5. Hubungan Stern Tube dengan Baling-baling ....................... 37
6. Mur Pengikat Baling-baling ................................................. 38
7. Menentukan Bantalan ...........................................................
39
8. Boss Bearing ........................................................................
39
9. Centrifugally Lined Stern Tube ........................................... 40
10.Tebal Stern Tube .................................................................. 40
11.System Kekedapan ...............................................................
40
12.Stern Post .............................................................................
41
13.Stern Bosh ........................................................................... 41
14.Perencanaan Guard, Filling pipe dan Lubricating Inlet Pipe 42
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................
43

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

BAB I

PENDAHULUAN
A. DASAR TEORI
1. Tahanan Kapal
Sudah menjadi tugas dari Naval Enginering kapal untuk merancang
kapal yang bentuk lambungnya mempunyai tahanan yang rendah bila kapal
tersebut bergerak di air. Sistem propulsi yang terdiri dari pendorong
(propulser), mesin penggerak dan badan kapal, harus dirancang yang paling
efisien yaitu dengan jumlah energi yang diperlukan untuk propulsi kapal harus
sekecil mungkin. Propulsor pada umumnya adalah baling baling serta mesin
penggeraknya bisa berupa ketel uap, turbin, diesel, dan tenaga nuklir.
Dalam merencanakan suatu kapal, terlebih dahulu harus diketahui
besar ukuran utama kapal dan juga harus ditentukan dari gemuk dan kurusnya
kapal yang disebut Coefisient Block. Dalam hal ini tidak semua kemungkinan
kemungkinan akan baik dan memuaskan, karena faktor umum yang
memegang peranan penting adalah tahanan yang dialami oleh kapal pada
waktu bergerak. Suatu kapal dengan tahanan kecil merupakan menjadi suatu
tujuan perencanaan kapal sebab akan berkait pada pemakaian bahan bakar,
sehingga berat mesin kapal atau penggerak kapal menjadi ringan akan
berpengaruh pada daya muat kapal.
Dilihat dari segi macamnya tahanan yang akan dialami kapal yang
disebabkan oleh tempa bergeraknya dapat dibagi :
a. Kapal yang bergerak di permukaan air
Ada bagian badan kapal yang tercelub dalam air dan ada yang diatas
permukaan air, sebagian kapal kapal yang baik adalah yang berukuran
kecil, sedang maupun besar yang termasuk jenis kapal biasa
b. Kapal yang bergerak di seluruh permukaan air

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
5

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Dimana tahanan yang bekerja adalah tahanan yang disebabkan oleh air,
misalnya kapal selam.
c. Kapal yang bergerak di atas permukaan air
Dimana tahanan yang bekerja adalah tahanan udara sedangkan tahanan
yang disebabkan oleh air adalah kecil, misalnya speedboat, hidrofoil, jetfoil,
hovercraft, dan lain lain.
Macam macam tahanan yang terjadi pada waktu kapal melakukan
gerakan beraturan adalah sesuai dengan skema di bawah ini :

Tahanan Total

Friction Resistance
(Rf)

Direct Stress, normal or pressure Res (Rp)

Viscous Pressure Resistance


Wave
(Re)Resistance

(Rw)

Viscous R(R vis)

Tahanan gelombang timbul karena gerakan kapal dan permukaan dari


daerah. Tahanan total Rt = Rf + Rvis + Rw dimana Rf dan Re berhubungan
dengan kekentalan cairan (Rvis), sehingga :
Rf + Re = Rvis,

yang disebut tahanan kekentalan.

Pada gerakan kapal dalam gerakan yang tetap dalam cairan atau
udara misalnya kapal selam, maka tahanan yang berpengaruh disebabkan
oleh kekentalan. Untuk itu sebagian kapal yang berada di permukaan air perlu

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

memperhitungkan juga adanya tahanan udara dimana tahanan ibisa terdiri


dari dua bagian yaitu :
1. Tahanan gesek
2. Tahanan bentuk

Nama Kapal

= LIVING DREAM BOAT

Tipe Kapal

= Cargo

Lpp

= 126.4

Loa

= 136.4

Lwl

= 131,4

= 21,2

= 8,35

= 11,3

Cb

= 0,715

Cp

= 0,726

Kecepatan Dinas

= 14 knots

Perhitungan Propeller MenggunakanBp d Diagram


1. Advance Speed ( Va )
Va = ( 1 - w ) Vs
Dimana : w

= wakefraction

= 0,5Cb 0,05 ( Van Lameren hal.178; untuk single screw )

Vs
Va

=
=
=
=
=

( 0,5 x 0,726 ) 0,05


0,313
14 knot
( 1 0,313 ) x 14
9,618 knot

2. Delivery Horse Power ( DHP )

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tenaga

yang

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

diberikanmesinindukkepada

baling-baling

melaluiporosnya

di

tempatdimana baling-baling dipasang.


BHP

= 1390 HP

BHPscr

= 1390 x 0,85
= 1181,5

G
SHP

= BHP x

G = efisiensi roda sistem gigi transmisi

= 1181,5 x 0,95
= 1122,425 HP
DHP

= SHP x sb

sb = efisiensi transmisi poros untuk

= 1122,425x 0,95

( kamar mesin di belakang )

= 1099,9765 HP
3. Putaran Propeller ( Np )
Rpm propeller dikoreksi -3%, karenaadanya wake, thrust deduction.
Nm = 100% - 3% = 97% Np

( untuk single screw )

Dimana : Nm = putaran model


Np = putaran propeller
4. KonstantaKecepatan ( dP )
Koreksihargakonstantakecepatan di kapal( dP ) : - 4%
( dP ) = 100% - 4% = 96%
5. Diameter Propeller

ket :
1 Feed = 0,304 M

pxVa
Np
Dp =

( feet )

1M

Dmaksimum = 0,7 x T = 0,7 x 5,56 = 3,892 m


= 3,892 x 3,281 = 12,7697 feet
6. Diagram Bp d

3,281 Feed

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Faktorbeban( load factor ) Bp :

NmxP0,5
Va 2,5
Bp =

Nm = putaran propeler ( 120

200 )

Nmx(1099,9765)0,5
(7,7257) 2,5
=
= 0,199915 x Nm

Untuk Type B4 - 55
Np Nm
Bp
P
m p
Dp (feet)
Ho / D
12
21
0 116,4
23,2702 0,558
8 209,28
12,4696
0,72
13
22
0 126,1
25,2094 0,549
8 218,88
12,0384
0,69
14
23
0 135,8
27,1486 0,532
9 229,44
11,7178
0,67
15
24
0 145,5
29,0877 0,523
9 239,04
11,3942
0,65

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

16
0
17
0
18
0
19
0
20
0

31 maret
2015

Tanggal :
Halaman :

155,2

31,0269

0,515

164,9

32,9661

0,502

174,6

34,9053

0,497

184,3

36,8445

0,49

194

38,7837

0,487

26
9
26
7
27
5
28
1
28
9

258,24

11,5401

0,63

256,32

10,7805

0,62

264

10,4867

0,61

269,76

10,1515

0,59

277,44

9,91848

0,58

Untuk Type B4-40


Np Nm
Bp
P
m p
Dp (feet)
Ho / D
12
22
0 116,4
23,2702
0,65
2 213,12
12,6984
0,69
13
22
0 126,1
25,2094 0,596
9 219,84
12,0912
0,675
14
24
0 135,8
27,1486 0,573
2 232,32
11,8649
0,66
15
25
0 145,5
29,0877
0,56
0
240
11,44
0,64
16
25
0 155,2
31,0269
0,55
9 248,64
11,1111
0,63
17
26
0 164,9
32,9661 0,545
5
254,4
10,6998
0,6
18
27
0 174,6
34,9053 0,538
4 263,04
10,4485
0,59
19
27
0 184,3
36,8445 0,532
8 266,88
10,0431
0,58
20
0
194
38,7837
0
0
Keterangan :
Nm

= 97% Np

( putaran model )

Bp

= 0,199915x Nm

( diagram Bp )

Dp

= 96% dm

pxVa
`
Np
Dp =

( feet )

( diameter propeller )

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
PPNS

1
0

6313030073

LaporanTugas
propeler

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Dari pembacaan diagram Bp d ,agar diperoleh diameter propeller yang optimum,


efisiensi yang tinggidanputaran yang rendahmakadiperolehukuran propeller :
Type : B4 - 40
Np

: 120 Rpm

: 0,65

Dp

: 12,6984 Feed = 3.86 M

Ho/D : 0,69

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

1
1

31 maret
2015

Tanggal :
Halaman :

PENGANGAMBARAN PROPELLER
diameter propeller = 3,86 m = 3860 mm
panjangprofilpada 0,6 R
L0,6R = 0,2187 x D = 0,2187 x 3860 = 844,182
Lb

r/R

Lm

Lt

%Lt

mm

%Lt

mm

%Lt

mm

0.2

29.18

246.33

46.9

395.92

76.08

642.3

0.3

33.32

281.28

52.64

444.38

85.96

725.7

0.4

37.3

314.88

56.32

475.44

93.62

790.3

0.5

40.78

344.26

57.6

486.25

98.38

830.5

0.6

43.92

370.76

56.08

473.42

100

844.2

0.7

46.68

394.06

51.4

433.91

98.08

828

0.8

48.35

408.16

41.65

351.6

90

759.8

0.9

47

396.77

25.35

214

72.35

610.8

tebalelemendaun MAX. Padasumbuporos baling - baling


t max

0,045 x D
0,045 x 3860
173.7

r/R

%Lt

mm

0.2

3.66

141.28

0.3

3.24

125.06

0.4

2.28

88.008

0.5

2.4

92.64

0.6

1.98

76.428

0.7

1.56

60.216

0.8

1.14

44.004

0.9

0.72

27.792

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

1
2

31 maret
2015

Tanggal :
Halaman :

Jarakordinattebal MAX dari leading edge dalamprosentaseterhadapsection :

r/R

panj.sectio (mm)

% thd. Panjang

jarak

0.2

620.79

35

217.28

0.3

701.41

35

245.49

0.4

763.91

35

267.37

0.5

802.75

35.5

284.98

0.6

815.97

38.9

317.41

0.7

800.3

44.3

354.53

0.8

735.37

47.9

352.24

0.9

590.35

50

295.18

Jari jarihidung element daun propeller terhadap diameter propeller (radius of nose)
:

r/R

% Dprop

r(mm)

0.2

0.115

4.439

0.3

0.105

4.053

0.4

0.095

3.667

0.5

0.085

3.281

0.6

0.07

2.702

0.7

0.055

2.123

0.8

0.04

1.544

0.9

0.04

1.544

0.95

0.04

1.544

TIP

0.04

1.544

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

1
3

31 maret
2015

Tanggal :
Halaman :

TABEL ORDINAT DARI PROFIL BENTUK EROFOIL IRISAN DAUN PROPELER


Jarakordinat face terhadapprosentasetabel maximum :
a. Untukordinat Trailing Edge darifase :
r/R
0.2
0.3
0.4
0.5

20%

t.max

40%

60%

80%

%t

Mm

%t

mm

%t

mm

%t

mm

136.5
5
120.8
8
105.2
1

1.5
5

2.116
5

5.4
5

10.
9

14.88
4

1.7

7.44
2
2.05
5

5.8

7.011

18.
2
12.
2

24.85
2
14.74
7

1.5

1.578
2

6.2

6.523

89.54

1.7
5

1.567

100%
%t

mm

30
25.3
5
17.8
5
8.95

40.96
5
30.64
3
18.78
8.013
8

b. Untukordinat Leading Edge darifase :

Jarakordinat back terhadapprosentasetebalmaximum :


a. Untukordinat trailing Edge
20%
r/R
t.max
%t
mm
96.4
0.2
136.55
131.7
5
0.3
120.88
96.8 117.01

dari back
40%
%t
mm

0.4

105.21

97

0.5

89.54

96.9
5

86.9

118.66

86.8

104.92

102.05

86.55

91.059

86.809

86.1

77.094

%t
72.6
5
71.6
70.2
5
68.4

60%
mm

%t

80%
mm

99.204

53.35

72.849

86.55

50.95

61.588

73.91

47.7

50.185

61.245

43.4

38.86

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

1
4

0.6

73.87

96.8

Halaman :
71.506

85.4

63.085

96.6
56.25
84.9 49.412
5
0.8
42.53
96.7 41.127 85.3 36.278
0.9
26.86
97
26.054
87
23.368
b. Untukordinat leading Edge dari back
0.7

H0/D
H0

58.2

=
=

67.1
5

49.604

40.2

29.696

66.9

38.936

39.4

22.931

67.8
70

28.835
18.802

40.95
45.15

17.416
12.127

0.69
0.69 xD
2663.4

H0/2

424,11

r/R

31 maret
2015

Tanggal :

pitch distrib.

H/2

%H

mm

0,2

82,2

2189,3

348,62

0,3

88,7

2362,4

376,18

0,4

95

2530,2

402,9

0,5

99,2

2642,1

420,72

0,6

100

2663,4

424,11

0,7

100

2663,4

424,11

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

1
5

Tanggal :
Halaman :

0,8

100

2663,4

424,11

0,9

100

2663,4

424,11

1. PERENCANAAN POROS PROPELLER


1.
1

Perencanaan diameter poros


propeller
1
. Daya perencanaan ( Pd )
Daya poros
Shp = 1122.425
825.54

Hp
Kw

Faktor koreksi daya


a. fc = 1,2 - 2,0 ( Daya maksimum )
b. fc = 0,8 - 0,2 ( Daya rata - rata )
c. fc = 1,0 - 1,5 (Daya normal )
Diambil fc =

Maka daya perencanaan :


Pd = fc . Shp
= 1 . 825,54
= 825.54

Kw

2. Momen puntir ( T )
T = 9,74 . 10^5 . ( Pd / N )
Dimana :
N = 120

Rpm

( Putaran propeller )

T = 9,74 . 10^5 . ( Pd / N )
9,74 . 10^5 . (1617,59 /
= 120 )
670066
= 2
kg mm
3.

Tegangan yang diizinkan


a = / ( Sf . Sf )

31 maret
2015

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

1
6

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Dimana material yang digunakan dalam hal ini adalah S 45 C, dengan memiliki
harga :
= 58 kg/mm
Sf1 = 6
(untuk material baja karbon)
1,3 - 3, dalam perhitungan ini diambil
Sf2 = nilai
2

4.

sehingga :
a = / ( Sf . Sf )
= 58 / ( 6 . 2 )
kg/mm
= 4.83

Diameter poros ( Ds )
Ds = [ (5,1/) .Kt .Cb .T ]^
dimana :
a = 4.83
kg/mm
( faktor koreksi tegangan / momen
Kt = 1.5
puntir )
Cb = 2
( faktor koreksi beban lentur / bending momen )
670066 ( momen
T= 2
puntir )
Ds = [ (5,1/) .Kt .Cb .T ]^
= [ (5,1 / 4.83) . 1,5 . 2 . 6700662 ]^
276.86
= 17
mm
= 276.86
mm
(Ir. Sularso, MSME DASAR PEMILIHAN DAN PERENCANAAN ELEMEN MESIN)
< a
Syarat :
= ( 5,1 . T ) / Ds
( 5,1 . 6700662 ) /
= 276.86
= 123432
1.2343
syarat
= 2
terpenuhi

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
PPNS

1
7

6313030073

LaporanTugas
propeler

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

5. Pemeriksaan persyaratan diameter poros


Menurut BKI vol III tahun 2000 section 4, C, 2 tentang sistem dan diameter poros minim
sbb :

Dimana :

Ds' = Diameter poros perhitungan


di = Diameter of shaft bore, jika bore pada poros 0,4 Ds
maka persamaan berikut dapat digunakan : 1 (di/da)^4 = 1
Pw (Shp) =
825.54 Kw
( Putaran
N = 120
Rpm
propeller)
Rm = Kuat tarik material propeller (400 - 600 N/mm )
= 580
Cw = 560 / ( Rm + 160 )
= 560 / ( 580 + 160 )
= 0.757
( Faktor tipe instalasi penggerak utama untuk
F = 100
propeller )(shaft)
( tipe poros pada stern tube dengan
k = 1.15
pelumasanair )
Sehingga :
Ds
Ds
Ds
Jadi Ds' adalah :200

F x K3 ((SHP x Cw)/(N x (1 (di/da)^4))^(1/3)


100 . 1,15 (( 825,54 . 0,757 ) / ( 120 . ( 1 )^4 ))^(1/3)
199.313

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
1
8

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Sehingga dari persyaratan menurut BKI harga Ds berdasarkan perhitungan telah meme
syarat:
Ds
276.86

Ds'
200

2. PERENCANAAN PERLENGKAPAN PROPELLER


2.1 Boss Propeller
Diameter boss propeller ( Db
1. )
Db = 0,167 x D prop
= 0,167 x 3860
644.6
= 2
mm

dimana Diameter propeller


adalah:

Tebal daun baling - baling


2. ( tr )
0,045 x D
tr = prop
= 0,045 x 3860
m
= 173.7
m
( van lammern, ''Resistance, propulsion and
steering of ship'')

Diameter boss propeller pada bagian


3. belakang/terkecil ( Dba )
Dba / Db
diambi
=
0,85 s/d 0,9
l:
0.9
Dba = 0,9 x Db
0,9 x
= 664,2
m
= 580.158 m
( T. O'brien, ''The Design of marine screw
propeller'')
Diameter boss propeller bagian depan/ terbesar ( Dbf
4. )
Dbf / Db
diambi
=
1,05 s/d 1,1
l:
1.05
1,05 x
Dbf = Db
= 1,05 x 664,2

3.86
3860

m
mm

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
1
9

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :
Halaman :

m
= 676.851 m
( T. O'brien, ''The Design of marine screw
propeller'')
Panjang boss propeller
5. ( Lb )
Lb / Ds = 1,8 s/d 2,4
Lb = 2 x Ds
2x
= 276,86

diambi
l:

m
= 553.72
m
( T. O'brien, ''The Design of marine screw
propeller'')
Panjang lubang dalam boss
6. propeller
Ln/ Lb = 0.3
Ln = 0,3 x Lb
= 0,3 x 553,72
m
= 166.116 m
tb/ tr = 0.75
tb = 0,75 x tr
= 0,75 x 173,7
m
= 130.275 m
rf/ tr = 0.75
rf = 0,75 x tr
= 0,75 x 173,7
m
= 130.275 m
rb/ tr = 1
rb = 1 x tr
1x
= 173,7
m
= 173.7
m
( T. O'brien, ''The Design of marine screw
propeller'')

31 maret
2015

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
2
0

PPNS

6313030073

LaporanTugas
propeler

Tanggal :
Halaman :

31 maret
2015

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
2
1

PPNS

6313030073

LaporanTugas
propeler

31 maret
2015

Tanggal :
Halaman :

Dba
Dbf
Db
Lb
LD
tR
tB
rF
rB
Ds
Da
Ln

H
D0
d
di
lb

66
55

1
130,275
173,7

27
166,116

132,2232

2.2 PERENCANAAN BENTUK UJUNG POROS PADA STERN TUBE


1. Panjang konis
Panjang konis atau Lb berkisar antara 1,8 sampai 2,4 diameter poros.
diamb
il
=2

33
132
16

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
2
2

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Lb = 2 x Ds
2x
= 276,86
= 553.72
mm
(Berdasarkan buku Design Screw Propeller,T,P,O,Brien
hal 132)
2. Kemiringa konis
Biro klasifikasi indonesia menyarankan harga keiringan konis berkisar antara 1/10
sampai 1/15.
Diambil sebesar :
1 / 15.
0.0666
67
1/15
= X / Lb
X = 1/15 x Lb
= 1/15 x 553,72
36.914
= 67
mm
( BKI, Volume 3, 2006 )
3. Diameter terkecil ujung konis
Da = Ds - ( 2 x X )
= 276,86 - ( 2 x 36,91467 )
203.03
= 07
mm
(T. O'brien, ''the design of marine screw
propeller'')
4. Diameter luar pengikat boss
Biro kalsifikasi indonesia menyarankan harga diameter luar pengikat boss
atau Du tidak boleh kurang dari 60% diameter
poros.
60% x
dn = Ds
= 60% x 276,86
166.11
= 6
mm
(BKI, Volume 3, 2006)
2.3 MUR PENGIKAT PROPELLER
1. Diameter luar ulir ( d )
Menurut BKI Vol. III, diameter luar ulir ( d ) diameter konis yang besar.
d 0,6 x Ds
d 0,6 x 276,86

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
2
3

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS
d

166.116

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :
mm

2. Diameter inti
Dari sularso untuk diameter luar ulir > 3 mm maka dimeter inti adalah :
di = 0,8 x D
= 0,8 x 166,116
= 132.8928 mm
3. Dimeter luar mur
Do = 2 x d
= 2 x 166,116
= 332.232
mm
4. Tebal / Tinggi Mur
Dari sularso untuk ukuran standar tebal mur adalah 0,8 s/d 1 diameter luar ulir.
diambil :
0,8
H = 0,8 x d
= 0,8 x 166,116
= 132.8928 mm
Untuk menambahkan kekuatan mur guna menenhan beban aksial direncanakan
jenis mur yang digunakan menggunakan flens pada salah satu ujungnya dengan
dimensi sbb :
tebal flens
=
=
=

0,2 x Diameter
mur
0,2 x 166,116
33.2232
mm

diameter
=
=
=

1,5 x Diameter
mur
1,5 x 166,116
249.174
mm

2.4 PERENCANAAN PASAK PROPELLER


Dasar perencanaan pasak diambil dari buku dasar perencanaan dan pemilihan
Elemen mesin Ir. Soelarso Ms. Me. Dalam menentukan dimensi dan spesifikasi
pasak propeller yang diperlukan sbb :
1. Momen torsi pada pasak
momen torsi (Mt) yang terjadi pada pasak yang direncanakan adalah sbb :

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

Tanggal :

PPNS

2
4

31 maret
2015

Halaman :

dimana :
Mt = momen torsi (Kg. m)
Dhp = 1099.977
HP
N=

120 rpm

( delivery horse power)


( putaran poros atau putaran
Propeller )

Sehingga :
Mt = ( DHP . 75 . 60 ) / ( 2 . . N )
= ( 1099,9765 x 75 x 60 ) / ( 2 x 3,14 x 120 )
= 4926.248
Kg m
2. Dimensi pasak
Parameter yang digunakan adalah
sbb :
dimana
:
276.8
Ds = 6
mm
( Dimeter poros
Panjang pasak (
a. L )
(0,75 s/d 1,5 ) .
L = Ds
diambil :
0.8
= 0,8 x 276,86
= 221.488 mm
( buku DP dan PEM hal.
27 )
Lebar pasak
b. ( B )
( 25% s/d 30% ) .
B = Ds
= 30% x 276,86
= 83.058
mm
c. Tebal pasak ( t )
t = 1/6 . Ds
= 1/6 x 276,86
46.1433
= 3
mm
d. Radius ujung pasak ( R )
R = 0,0125 . Ds

diambil :

30%

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

2
5

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

= 0,0125 x 276,86
= 3.46075 mm
e. Gaya sentrifugal ( F )
Bila pada momen rencana T ditekan pada suatu diameter poros ( Ds ), maka gaya
sentrifugal ( F ) yang terjadi pada permukaan poros adalah
T = 1,71 . 10^7
F = T / ( 0,5 . Ds )
= 1,71 x 10^7 / ( 0,5 x 276,86)
= 95000
N
f. Tegangan geser yang diijinkan (ka)
sedangkan tegangan geser yang dijinkan (ka) untuk pemakaian umum pada
poros
diperoleh dengan membagi kekuatan tarik (b) dengan faktor keamanan ( Sf1 .
Sf2 )
sedang harga untuk sf umumnya telah
ditentukan :
Sf 1 =
umumnya di ambil 6 ( material baja )
( jika beban dikenakan secara tiba - tiba
Sf2 =
1,0 - 1,5 )
1,5 - 3,0 ( jika beban dikenakan tumbukan rigan )
( jika beban dikenakan secara tiba - tiba dan dan
3,0 - 5,0 tumbukan berat )
karena beban pada propeller itu dikenakan secara tiba - tiba ,
maka diambil harga Sf 2
bahan pasak yang digunakan S 45 C diperoleh dengan
membagi kekuatan tarik (b)

= 1.5
= 58 Kg / mm

Sehingga :
(ka)
= 58 / ( 6 . 1,5 )
=
6.44 Kg / mm
Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada pasak adalah :
F/(B.
(k) = L )
= 95000 / (108 . 288 )
= 5.16
Kg/ mm
Syara
t:

k
5.16

<
<

ka
6.44

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
2
6

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

Tanggal :

31 maret
2015

Halaman :

Karena k < ka maka pasak dengan diameter tersebut


memenuhi persyaratan bahan.
g. Kedalaman alur pasak pada poros ( t1 )
t1 = 0,5 . t
= 0,5 x 46,14333
23.0716
= 7
mm
Kedalaman ulir pasak naf (
h. t2 )
t2 = t - t1
46,14333 = 23,07167
= 23
mm
Panjang pasak
i. aktif
panjang pasak aktif maksudnya panjang pasak aktif menerima
beban jika pada
boss propeller tersebut terdapat libag ' Ln ' maka panjang
pasak sebenarnya adalah :
dimana
Li = L + Ln
:
L ( panjang pasak )
221,488 +
= 166,116
Ln ( panjang lubang terbesar dari boss )
= 387.604 mm
3. PERENCANAAN STERN TUBE
3.1 Panjang Stern tube
Panjang tabung poros propeller
= 4 . Jarak gading
= 4 . 600
= 2400

mm

3.2 Perencanaan bantalan


a. Bahan bantalan yang digunakan adalah : lignum vitae
b
. Panjang bantalan belakang
= 2 . Ds
2.
= 276,86
= 553.72

mm
( untuk peluasan dengan

JurusanTeknik
PermesinanKap
al
2
7

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

31 maret
2015

Tanggal :
Halaman :
minyak )

c. Panjang bantalan depan


= 1,5 . Ds
= 1,5 . 276,86
= 415.29
d
. Tebal bantalan
Menurut BKI 1988 tebal bantalan efektif adalah sebagai berikut :
B = ( Ds / 30 ) . 3,175
( 276,86 / 30 ) .
= 3,175
29.3010
diambil
= 2
mm
=

30

e Jarak maksimum yang diijinkan


. antara bantalan
K1 x
I max = Ds
= 450 x 276,86
= 8538.15 mm

dimana
=
K1 = 450

f Rumah bantalan ( Bearing Bushing )


Bahan bushing yang digunakan adalah : manganese bronze
Tebal Bushing bearing ( tb )
0,18 .
tb = Ds
= 0,18 . 276,86
= 49.8348 mm
Tebal stern
3.3 tube
t = [ (Ds / 20) + (3. (25,4 / 4)) ]
= [ (276,86/ 20) + (3. (25,4 / 4)) ]
= 32.893
mm
b = 1,6 . T
= 1,6 x 32,893
= 52.6288
mm

JurusanTeknik
PermesinanKap
al

6313030073

LaporanTugas
propeler

PPNS

2
8

Tanggal :
Halaman :

Tebal stern
3.4 post
Berdasarkan BKI vol. III
hal.96
Tinggi burotan berbentuk segiempat untuk panjang kapal 125
m, maka :
(1,4 . Lpp) +
a.
Lebar = 90
dimana :
Lpp =
(1,4 x 75.00) +
= 90
= 195
mm

b.

(1,6 . Lpp) +
Tebal = 15
(1,6 x 75,00) +
= 15
= 135
mm

31 maret
2015

75.00