Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam hidup di masyarakat manusia harus dapat mengembangkan
dan melaksanakan hubungan yang harmonis baik dengan individu lain
maupun lingkungan sosialnya. Tapi dalam kenyataannya individu sering
mengalami hambatan bahkan kegagalan yang menyebabkan individu tersebut
sulit mempertahankan kestabilan dan identitas diri, sehingga konsep diri
menjadi negatif. Jika individu sering mengalami kegagalan maka gangguan
jiwa yang sering muncul adalah gangguan konsep diri misal harga diri
rendah.
Faktor psikososial merupakan faktor utama yang berpengaruh dalam
kehidupan seseorang (anak, remaja, dan dewasa). Yang mana akan
menyebabkan perubahan dalam kehidupan sehingga memaksakan untuk
mengikuti dan mengadakan adaptasi untuk menanggulangi stressor yang
timbul.

Ketidakmampuan

menanggulangi

stressor itulah

yang

akan

memunculkan gangguan kejiwaan.


Salah satu gangguan jiwa yang ditemukan adalah gangguan konsep
harga diri rendah, yang mana harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan
yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga
diri, merasa gagal mencapai keinginan (Keliat, 2002). Perawat akan
mengetahui jika perilaku seperti ini tidak segera ditanggulangi, sudah tentu
berdampak pada gangguan jiwa yang lebih berat. Beberapa tanda-tanda harga
diri rendah adalah rasa bersalah terhadap diri sendiri, merendahkan martabat
sendiri, merasa tidak mampu, gangguan hubungan sosial seperti menarik diri,
percaya diri kurang, kadang sampai mencederai diri (Townsend, 2008).
Peristiwa traumatic, seperti kehilangan pekerjaan, harta benda, dan
orang yang dicintai dapat meninggalkan dampak yang serius. Dampak
kehilangan tersebut sangat mempengaruhi persepsi individu akan kemampuan
dirinya sehingga mengganggu harga diri seseorang.

Banyak dari individu-individu yang setelah mengalami suatu kejadian


yang buruk dalam hidupnya, lalu akan berlanjut mengalami kehilangan
kepercayaan dirinya. Dia merasa bahwa dirinya tidak dapat melakukan apaapa lagi, semua yang telah dikerjakannya salah, merasa dirinya tidak berguna,
dan masih banyak prasangka-prasangka negative seorang individu kepada
dirinya sendiri. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dan dukungan dari berbagai
pihak agar rasa percaya diri dalam individu itu dapat muncul kembali.
Termasuk bantuan dari seorang perawat. Perawat harus dapat menangani
pasien yang mengalami diagnosis keperawatan harga diri rendah, baik
menggunakan pendekatan secara individual maupun kelompok.
B. Tujuan
a.

Tujuan Umum
Untuk memperoleh gambaran umum yang jelas tentang asuhan
keperawatan pada klien dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri
Rendah.

b. Tujuan Khusus
1) Untuk memperoleh proses keperawatan secara langsung kepada
penderita Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah sesuai
ilmu dan keterampilan yang didapat.
2) Untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan serta mengevaluasi
hasil asuhan keperawatan pasien dengan Gangguan Konsep Diri :
Harga Diri Rendah.
3) Untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi selama merawat
penderita dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah.