Anda di halaman 1dari 3

I.

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
BENAR SALAH (10 Soal)

PERENCANAAN PRODUKSI ENERGI LISTRIK

1.

B-S

Sistem tenaga listrik terdiri dari pembangkitan, transmisi, dan distribusi.

2.

B-S

Pasokan listrik yang senantiasa terjaga adalah makna dari operasi sistem yang berkualitas.

3.

B-S

Prakiraan beban yang jauh di atas realisasi bisa meningkatkan biaya operasi sistem.

4.

B-S

Pada bulan Ramadhan, langgam beban harian sama seperti bulan lainnya.

5.

B-S

Faktor beban didapat dari perbandingan beban rata-rata terhadap beban puncak.

6.

B-S

PLTU batubara berperan sebagai pemikul beban dasar dalam memenuhi kebutuhan sistem.

7.

BS

Metode equal sharing dalam perencanaan hidro didasarkan pada kapasitas efektif tiap waduk.

8.

BS

Outage adalah pemeliharaan pembangkit yang masih beroperasi namun memerlukan penurunan daya.

9.

BS

Mampu tidaknya sistem memenuhi beban konsumen bisa terlihat dari neraca daya.

10.

BS

Penggunaan genset oleh konsumen merupakan salah satu bentuk load curtailment.

II.

PILIHAN GANDA (10 Soal)

1. Tahun 2005, direncanakan energi: 145.397,5 GWh, load faktor 85%. Maka, Perkiraan Beban Puncak adalah...
A. 17.106 MW
C. 19.527 MW
B. 12.359 MW
D. 14.108 MW
2. PLTA waduk lebih tepat dipilih untuk mengejar kenaikan dan penurunan beban. Hal ini mengacu pada karakter:
A. Minimum Up/Down time
C. Technical minimum loading
B. Ramping rate Up/Down
D. Load capacity
3. Pemilihan pembangkit yang akan dioperasikan berdasarkan merit order, yaitu:
a. Pengoperasian pembangkit dari kapasitas yang paling besar
b. Pengoperasian pembangkit berdasar energi primernya
c. Pengoperasian pembangkit berdasar kemampuannya
d. Pengoperasian pembangkit dari yang paling murah
4. Optimasi hidrothermal ditujukan untuk:
a. Kecukupan daya dan biaya operasi yang paling ekonomis
b. Pembangkit hidro bisa dioperasikan kapan saja
c. PLTA dioperasikan maksimum pada periode beban puncak
d. Pembangkit thermal bisa dioperasikan kapan saja
5. Yang tidak menjadi parameter perhitungan dalam perencanaan hidro adalah:
a. Besarnya debit air masuk
c. Ketinggian air waduk
b. Lokasi waduk
d. Jumlah air yg memutar turbin
6. Dalam penjadwalan pembangkit perlu diperhatikan hal-hal berikut ini, kecuali:
a. Cadangan operasi
c. Level arus hubung singkat
b. Peluang terjadinya gangguan
d. Beban sistem
7. PLTU Suralaya daya mampunya turun dari 600 MW ke 350 MW karena perbaikan mill. Pada neraca daya kondisi ini
tergambar dengan:
e. a. Outage bertambah, Cadangan operasi
h. d.
Outage berkurang, cadangan operasi
berkurang
berkurang
f. b. Derating berkurang, Mampu pasok berkurang
g. c.
Derating bertambah, Mampu pasok berkurang
8. Berikut ini pembangkit yang cocok berperan sebagai peakers:
a. PLTA run off river PLTG PLTU Batubara
b. PLTU Batubara - PLTP PLTGU BBM

c. PLTU Batubara - PLTA run off river PLTD


d. PLTA run of river PLTP PLTU Batubara

9. Kesiapan Semua pembangkit yang standby, tidak sedang pemeliharaan atau gangguan, dihitung sebagai:
a. Cadangan operasi
c. Mampu pasok
b. Cadangan putar
d. Daya mampu netto
10. Hal yang harus diperhatikan dalam penjadwalan penyaluran adalah:
a. Cadangan operasi dan aliran daya
c. Arus hubung singkat dan cadangan putar
b. Cadangan putar dan arus hubung singkat
d. Aliran daya dan arus hubung singkat

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan1

e.

III.

MENJODOHKAN (10 Soal)

f.
1.

g. Dihitung dari pembagian energi tahunan dengan load factor.

i.
2.

j.

l.
3.

m. Prioritas pembebanan pembangkit dimulai dari pembangkit dengan


energi yang murah seterusnya sampai kebutuhan beban tercukupi.

n. C. Peak
clipping

o.
4.

p. Penentuan kapan dan pembangkit mana yang di-start / stop guna


memenuhi kebutuhan beban.

q. D. Brown
Out

r.
5.

s.

Selisih antara pembebanan pembangkit dengan mampu


maksimumnyasaat sedang beroperasi.

t.

u.
6.

v.

Permintaan kepada konsumen agar dengan sukarela mengurangi


penggunaan tenaga listrik.

w. F. Economic
dispatch

x.
7.

y.

Batasan waktu minimum pembangkit beroperasi.

z. G. Neraca
daya

aa.
8.

ab. Penurunan tegangan ketika tidak ada lagi cadangan di sistem dan beban
masih cenderung naik.

ac. H. Beban
puncak
tahunan

ad.
9.

ae. Pemadaman sebagian beban pada periode beban puncak untuk


menjamin kecukupan daya pada periode tersebut.

af. I. Strategic
load growth

ah. Salah satu pekerjaan penyaluran yang tidak mengharuskan instalasi


dalam kondisi padam selama pekerjaan.

ai. J. Technical
Minimum
Load

aj.

ak. M. Unit
Commitment

al. O. Load
Dispatch

am.Q. PDKB

an. K. Merit
order

ao.

ap. N. Minimum
up time

aq. P. Cadangan
operasi

ar.

as. L. Peakers

ag.
10

IV.

Gambaran kondisi sistem tentang mampu pasok pembangkitan, beban,


dan cadangan.

h. A.
Cadangan
putar
k. B. Load
Curtailment

E. Load
forecast

ESAI

1. Apa yang harus dilakukan jika diketahui cadangan operasi pada neraca daya tidak mencukupi?
2. Sebutkan 5 informasi yang dimuat pada neraca daya? Bagaimana cara menghitung mampu pasok dan cadangan
operasi?

at.