Anda di halaman 1dari 2

ANALISA KASUS HIRSCHPRUNG

1. Pengkajian
Penulisan usia anak seharusnya ditulis dalam bulan 18 bulan
Pengisian kolom diagnosa medis seharusnya hanya Hirschprung
disease.
Pada usia orang tua (ayah dan ibu) kurang keterangan tahun,
seharusnya ditulis 35 tahun.
Pada riwayat kesehatan saat ini seharusnya diisi dengan post
definitive prosedural dan kondisi anak saat sebelum masuk rumah
sakit
Pada pemeriksaan fisik tidak dilakukan analisa data normal.
- Pada RR dan Nadi klien tidak normal dimana rentang normal RR
(20-30 x/menit), Nadi 80-90 x/menit
IMT pada klien dapat dihitung dengan BB/TB2, dan didapatkan hasil
16,355 yang menyatakan anak sangat kurus.
Gerakan bola mata seharusnya tidak menggunakan kata simetris,
seharusnya kata searah
Penulisan jumlah gigi seharusnya 8 gigi pada bagian atas dan 8
gigi pada bagian bawah
Penulisan data pada inspeksi iktus kordis seharusnya dapat terlihat
pada ICS 5 GMK
Pada penulisan data pergerakan motorik kanan dan kiri, seharusnya
ditulis searah kanan dan kiri
Pada bunyi jantung tambahan, terdapat penulisan singkatan kata
bunyi yang ditulis by. Seharusnya jika menggunakan singkatan,
maka harus sesuai dengan daftar singkatan yang telah terstandar.
Penulisan tanda positif dan negatif tidak konsisten, ada yang
dilingkari dan ada yang tidak.
Tidak dituliskan waktu dan tanggal pelaksanaan tindakan operasi
2. Analisa data
Pada etiologi, penulisan nyeri kurang lengkap, seharusnya ditulis
nyeri akut
Pada pengisian kolom data untuk masalah resiko infeksi, tidak
dituliskan kondisi malnutrisi anak sebagai batasan karakteristik
resiko infeksi.
3. Prioritas masalah keperawatan
Perawat tidak memasukkan masalah keperawatan
ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan , karena dari
pengkajian ditemukan IMT anak kurang dari normal.
Perawat tidak mengangkat masalah gangguan tumbuh kembang,
karena pada pengkajian ditemukan keterlambatan tumbuh
kembang anak.
Perawat seharusnya mengangkat masalah kerusakan integritas
jaringan berhubungan dengan adanya luka bekas operasi.
Perawat seharusnya menambahkan diagnosa gangguan pola tidur,
karena pada hasil pengkajian ditemuka pola tidur anak yang tidak
normal.

4. Rencana asuhan
Pada diagnosa keperawatan, seharusnya dituliskan nyeri akut
berhubungan dengan cedera fisik
Pada intervensi nyeri, seharusnya ditambahkan vital sign
monitoring.