Anda di halaman 1dari 18

Dasar Biologi Sel 1

Oleh
Felix rico suwandi
102012239/ Kelompok A7
flxrco@gmail.com
08195666250

Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana


DKI Jakarta
2012

BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Sel merupakan suatu unit terkecil yang menyusun seluruh tubuh . berbagai jenis
aktivitas hidup yang berlangsung di dalam tubuh organisme pada dasarnya
berlangsung di dalam sel dengan mekanisme sistem yang sangat harmonis.
Aktivitas sel menunjang sebuah kehidupan yang fungsional. Sebagian besar reaksi
kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung dalam sel. Sel dan zat
intraseluler membentuk keseluruhan jaringan tubuh. Sel bisa mengerjakan
berbagai hal contoh adalah transportasi sel yang berperan dalam proses
metabolisme tubuh. Semua sel bekerja dengan prinsip yang sama. Sel sangat kecil,
ada kira kira satu juta sel dari jari kaki hingga hidung anda . Maka dari itu penting
bagi kita untuk mengetahui struktur sel dan fungsi sel dalam tubuh karena sel
merupakan kesatuan yang sangat fungsional.

2. Kasus
Amir kelas 7 (Kelas 1 SMP) mendapat tugas dari gurunya tentang sel dan
bagaimana terjadinya berbagai proses metabolime tubuh dimana salah satu
contohnya adalah proses transportasi sel. Contoh yang diberikan gurunya adalah
proses dalam pembuatan sirup. Oleh gurunya Amir diminta untuk menjelaskan
dan mencari contoh-contoh yang lain tentang transportasi sel

3. Mind Map

Fungs
i

Struktur

S
Metabolism
e

Aktif
Transportasi
Pasif
BAB II ISI

Teori teori

1. Sel
Sel adalah fondasi fisik kehidupan. Sekelompok sel membangun jaringan, dan
jaringan-jaringan yang sama bergabung dan membangun organ yang sangat
bergantung pada kesehatan sel sel yang menyusunnya. Ukuran sel sangat kecil :
10.000 sel akan muat dalam kepala sebuah pin.1
a. Jumlah sel . ada triliunan sel dalam tubuh manusia. Sebagai contoh, jumlah
total sel darah merah dalam tubuh manusia dengan ukuran tubuh rata-rata
adalah 25 triliun
b. Bentuk sel
1. Bentuk dasar dari sel yang disolasi adalah bulat, seperti sel darah, sel
lemak dan sel telur
2. Bentuk sferikal dasar biasanya berubah karena spesialisasi sel berdasarkan
fungsinya
3. Penggepengan sel terjadi karena kontak dengan permukaan.2
c. Ukuran sel
1. Sel tubuh manusia adalah sel mikroskopik yang berdiameter sekitar 10
milimikron-30 milimikron
2. Ukuran sel dibatasi agar tidak tumbuh terlalu besar karena sel harus
mempertahankan suatu area permukaan (membran plasma) yang memadai
untuk menampung pergantian antara nutrisi dan sampah
a. Secara matematis jika ukuran ruang sel bertambah maka volume akan
bertambah lebih cepat dibandingkan bidang permukaannya. Dengan
demikian, semakin besar ukuran sel, maka membran sel yang
berhubungan dengan massa sitoplasmanya semakin sedikit.
b. Pertumbuhan akan berhenti jika bidang permukaan sel tidak lagi
mencukupi untuk memenuhi kelangsungan aktivitas internal sel
c. Sel-sel besar memperluas batasan ukuran mereka dengan cara
memodifikasi membran plasmanya.2
1.1 Sel prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang belum punya inti sejati
(pro=sebelum,karyon=inti atau nukleus). Makhluk hidup kingdom
monera dan protista terdiri atas satu sel tetapi berbeda dalam
struktur intinya. Bakteri merupakan contoh dari monera yang
bersifat prokariotik, sedangkan protozoa bersifat eukariotik adalah
contoh dari protista. Apabila dilihat dengan menggunakan
mikroskop elektron dapat dijumpai beberapa ciri khusus

Gambar 1.1 struktur sel bakteri (prokariotik)


(Sumber gambar :Biology,prestasiherfen,2010)
ciri-ciri sel prokariotik adalah bahan genetik DNA tidak terstruktur dalam
bentuk nukleus. DNA terdapat pada nuclear areaatau nukleoid tidak diselubungi
oleh membran. Pada mikroskop elektron tampak sebagai daerah tebal dan gelap.
Kromosom pada bakteri berbentuk sirkuler, tidak mempunyai nukleolus, dan
retikulum endoplasma berupa mesosom,umumnya berukuran kecil, lebih kecil
dari sel eukariotik, kecuali bakteri Epulofiscium fishelsoni (650 milimikron) dan
thiamargorrita namimbienisis (800 milimikron). 3 (Gambar 1.1)
2. Struktur dan Fungsi Sel
Berdasarkan jumlah sel, makhluk hidup digolongkan menjadi makhluk hidup
(uniseluler) bersel tungal dan makhluk hidup multiseluler (bersel banyak)
berdasarkan keadaan inti sel,sel dibedakan menjadi sel prokariotik (inti sel
tidak mempunyai membran ) dan sel eukariotik (inti sel mempunyai
membran )4
Sel dapat dibedakan menjadi :
1. Dinding sel (pada tumbuhan )
2. Membran sel (tumbuhan dan hewaan)
3. Nukleus yang terdiri atas membran inti,nukleoplasma,nukleolus, dan
benang kromatin
4. Sitoplasma yang terdiri atas matriks sitoplasma, organel sitoplasma dan
inklusio sitoplasma. 4
Ukuran sel pada setiap organisme hidup itu relatif sama. Perbedaan ukuran
organisme bukan disebabkan oleh perbedaan ukuran sel,melainkan jumlah
sel yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan.4
1. Membran sel

Gambar 2.1 Struktur membran sel


(Sumber:biologylengkap,2012)
Struktur sel-sel hewan atau manusia berupa membran tipis yang
berfungsi untuk mengatur masuknya bahan-bahan ke dalam sel dan
keluarnya zat-zat tertrntu dalam sel. Membran plasma sangat tipis
dengan ketebalan 7.5-10 nm. Membran tersusun atas lapisan
lipoprotein, yaitu gabungan antara lemak dan protein pada membran
sel darah merah yang terdiri dari 50 persen lipid dan 50 persen protein.
Membran sel terdiri atas dua lapis lipid sehingga struktur membran
disebut juga lipid bilayer. 4 (Gambar 2.1)
Selain itu membran sel juga mengandung molekul protein.
Membran sel memiliki protein ekstrinsik (protein perifer) dan protein
intrinsik (protein integral) membran sel memiliki sifat semipermeable
dan selektif permeable. Semipermeable artinya mudah dilewati oleh
molekul air. Sementara itu , selektif permeable memiliki arti bahwa
membran hanya dapat dilewati oleh ion dan molekul polar tertentu
Sebagai komponen membran sel,molekul fosfolipid terdiri atas
molekul fosfat dan molekul lemak.Molekul fosfat bersifat
hidrofilik(dapat mengikat air),sedangkan molekul lemak bersifat
hidrofobik (untuk mengikat air)
Membran sel memiliki fungsi dalam pergerakan ion atau
molekul dari dalam ataupun dari luar sel. Menurut campbell bagian
tengah membran yang bersifat hidrofobik merintangi pengangkutan ion
dan molekul polar yang keduanya bersifat hidrofilik. Molekul
hidrofobik, seperti senyawa hidrokarbon dan oksigen,dapat larut dalam
membran dan melaluinya dengan mudah.Molekul yang sangat
kecil,bersifat polar, tetapi tidak bermuatan dapat menembus membran
dengan cepat.
Selain itu,membran sel juga impermeable terhadap semua jenis
ion, termasuk ion ukuran kecil,seperti H+ dan Na+ struktur lipid bilayer
merupakan penyebab adanya sifat selektif permeable pada membran.

Protein integral pada membran berperan penting dalam mengatur


transportasi ion dan molekul
Gerakan molekul atau ion dapat terjadi pada membran sel dan
organel
organel
lainnya
adalah
difusi,
osmosis,
endositosis,eksositosis ,dan transpor aktif. Difusi dan osmosis disebut
gerkan pasif karena tidak membutuhkan energi.transpor aktif seperti
endositosis dan eksositosis disebut gerakan aktif . karena gerakan ini
membutuhkan energi. Berikut ini diuraikan gerakan-gerakan yang
melewati membran sel.4
Gambar 2.2 difusi melalui membran semipermeable

(sumber:biologyalfenalfalsia,2010)
a. Difusi
Difusi adalah peristiwa perpindahan molekul-molekul suatu
zat dari larutan yang berkonsentrasi tinggi ke larutan yang
berkonsentrasi rendah melalui membran semipermeable
b. Osmosis
Osmosis adalah peristiwa perpindahan
molekul air
(pelarut) melalui membran semipermeable dari larutan yang
berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi
Dengan kata lain,osmosis adalah peristiwa perpindahan
molekul pelarut dari larutan yang memiliki kepekatan
tinggi. 4
Peristiwa osmosis ini terjadi pada sel. Peristiwa tersebut
bergsantung pada perbandingan konsentrasi larutan di
dalam dan di luar sel. Jika konsentrasi larutan di luar sel
lebih rendah daripada larutan di dalam sel, berarti sel
berada dalam larutan hipotonik .Sementara itu , jika
konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi daripada larutan
di dalam sel berarti sel berada dalam larutan hipertonik.
Jika konsentrasi larutan dalam sel lebih tinggi daripada
larutan di luar sel (hipotonik) air akan masuk ke dalam

sel.Pergerakan air ke dalam sel ini diebut endoosmosis.


Apabila kepekatan larutan di luar sel lebih tinggi daripada
di dalam sel (hipertonik), air akan meninggalkan
sel.Pergerakan air keluar sel tersebut dinamakan
eksosmosis. Jika kepekatan di dalam dan di luar sel sama
(isotonik), jumlah air yang masuk dan keluar adalah sama.
Eksomosis
pada
sel
tumbuhan
menyebabkan
plasmolisis,sedangkan eksomsosis pada sel darah
menyebabkan krenasi.4
2. Transpor Aktif dan Pasif
Transportasi zat zat dibagi menjadi dua yaitu transpor aktif dan
pasif.Transportasi pasif adalah perpindahan zat-zat mengikuti aliran
perbedaan konsentrasi , sedangkan transpor aktif adalah perpindahan zat
zat melawan aliran perbedaan konsentrasi dan memerlukan energi.
Transportasi pasif berlangsung melalui proses difusi dan osmosis. Adapun
transpor aktif berlangsung melalui transpor aktif eksositosis dan
endositosis. Contoh transpor aktif yang paling sering muncul adalah
mekanisme pompa natrium dan kalium.7
2.1.
Endositosis
Endositosis merupakan mekanisme masuknya mlekul ke dalam
sel dengan bantuan vesikula. Endositosis berasal dari kata endon yang
berarti dalam dan cytos yang berarti sel. Mekanismenya , sel akan
membentuk vesikula dengan cara menjulurkan bagian luar membran sel.
Bagian luar membran sel tersebut akan mengurung dan menangkap
molekulyang akan dibawa masuk kemudian vesikula akan menelan
molekul tersebut sehingga masuk ke dalam sel
Ada dua jenis endositosis yaitu pinositosis (endositosis berupa
cairan ) dan pinositosis (endositosis tidak berupa cairan misal bakteri). 7
(Gambar 2.3)

Gambar 2.3 (mekanisme transpor aktif)


(Sumber: materionline,2010)
2.2 Eksositosis
Eksositosis terjadi apabila terdapat molekul-molekul berukuran besar
yang tidak dapat ditransportaskan melalui mekanisme transpor
aktif.Eksositosis (ex=keluar dari, cytos=sel) merupakan mekanisme
transpor molekul keluar dari sel dengan cara membentuk vesikula.suatu sel
akan membentuk vesikula apabila akan mengeluarkan suatu molekul
vesikula yang terbentuk akan melingkupi molekul yang akan dikeluarkan.
Vesikula bersama molekul yang dilingkupinya tersebut akan bergerak
menuju membran sel.Setelah melekat dengan membran sel, molekul yang
dibawa vesikula akan dikeluarkan dari dalam sel.7(Gambar 2.3)
3. Sitoplasma
Materi jernih yang berada dalam membran plasma dinamakan
sitoplasma. Dengan menggunakan mikroskop cahaya,Sitoplasma akan
tampak sebagai massa yang homogen dan jernih dengan adanya partikelpartikel refraktil di dalamnya sehingga tampak sebagai butir butir dalam
sel.Secara sepintas sitoplasma terlihat seperti dua bagian, yaitu bagian luar
dekat membran plasma yang memiliki butir-butir lebih banyak disebut
ektoplasma, sedangkan bagian di tengah dengan sedikit butir-butir disebut
endoplasma. Fungsi utama kehidupan berlangsung di sitoplasma . Hampir
semua kegiatan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cairan
kental ini. Kandungan kimia sitoplasma adalah air (75%) serta protein dan
enzim . protein dan enzim inilah yang membuat sitoplasma kental seperti
gelatin lengket. Selain air dan protein,di dalam sitoplasma juga ditemukan
sejumlah molekul nonprotein. Molekul nonprotein ini berperan dalam
berbagai reaksi kimia di dalam sel seperti biontesis,glikolisis, dan

hidrolisis. Beberapa jenis ion juga ditemukan terlarut dalam sitoplasma .


Di dalam sitoplasma terdapat inti sel dan organel.5
Sitoplasma merupakan zat yang bersifat koloid. Ukuran partikel yang
terlarut adalah 0.001-0,1 mikron . beberapa sifat dari koloid adalah sebagai
berikut
1. Terjadi gerak brown berupa gerak acak zig zag dan tidak teratur
karena molekul dalam koloid saling bertubrukan
2. Terjadi siklosis , yaitu gerak berupa arus yang melingkar. Siklosis
terjadi saat koloid berada dalam fase banyak mengandung air (fase
sol)
3. Terjadi efek tyndall, yaitu kemampuan molekul untuk
menghantarkan arus listrik
4. Terjadi elektroforosis yaitu kemampuan molekul untuk
menghantarkan arus listrik
5. Terjadi gerak rotasi,yaitu gerak dari plasma yang melingkari dan
memutari vakuola
Sitoplasma bersifat transparan. Sitoplasma berisi cairan seperti gel
yang disebut sitosol. Sitoplasma juga disusun oleh jaringan yang strukturnya
seperti benang dan serabut yang saling berhubungan. Jaringan yang berbentuk
benang dan serabut itu disebut sitoskeleton. Sitoskeleton berfungsi sebagai
kerangka sel.5
Dari hasil penelitian para ahli disimpulkan bahwa sitoplasma memiliki
sifat-sifat fisiologis yang khas yang berhubungan dengan fungsi sel yaitu
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Iritabilitas dan konduktivitas


Respirasi
Pertumbuhan dan pembelahan
Kontraktilitas
Absorpsi dan asimilasi serta
Ekskresi dan sekresi

Inklusio (paraplasma) merupakan benda-benda mati yang terdapat


dalam sitoplasma yang mungkin merupakan hasil aktivitas sel atau aktivitas
metabolisme sel, tetapi tidak takut dalam proses metabolisme inklusio yang
terdapat dalam sitoplasma dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai
berikut.5
a. Timbunan makanan : timbunan makanan yang terdapat di dalam sel
digunakan untuk kehidupan sel melalui metabolisme sel. Timbunan
makanan dalam sel ini disimpan dalam bentuk protein ,
karbohidrat, lipid
b. Butir butir sekresi : butir butir sekresi terdapat dalam organel yang
memiliki membran karena bahan-bahan yang akan disekresikan .
hal ini disebabkan butir-butir sekresi dapat merusak sitoplasma bila
dibiarkan lepas bebas dalam sitoplasma

c. Pigmen : benda berwarna yang terdapat dalam sitoplasma


walaupun tidak diwarnai di dalam sitoplasma terdapat dua macam
pigmen yaitu pigmen eksogen dan endogen. Pigmen endogen
merupakan pigmen yang terdapat dalam sel cadangan. Pigmen
eksogen merupakan pigmen yang berasal dari luar sel contohnya
karatenoid.5
4. Organel Sel
Organel sel atau alat sel merupakan benda benda solid yang terdapat di
dalam sitoplasma dan bertugas menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.
Organel di dalam sel mempunyai fungsi yang berbeda antara satu sama
lain . Organel-organel yang terdapat di dalam sel adalah sebagai berikut
a. Inti Sel (nukleus)
Gambar 4.a Struktur Nukleus

(sumber: materi online,2010)


Inti sel pertama kali diteliti oleh Robert Brown pada tahun 1831
pada sel tanaman. Biasanya dalam tiap sel hanya terdapat satu inti sel
yang dengan menggunakan mikroskop cahaya tampak berbentuk bulat
atau oval.beberapa jenis sel memiliki lebih dari satu inti sel
(polinuclear), misalnya sel-sel otot lurik dan sel dari beberapa jenis
ganggang. Letak inti sel dalam sel umumnya di tengah sel, kecuali
pada sel-sel kelenjar yang inti selnya berdasar pada sel.(Gambar 4.a)
Inti sel merupakan pusat pengontrol genetik pada sel
eukariotik. Di dalam inti sel terdapat ADN/DNA yang merupakan
cetak biru bagi pembentukan berbagai protein terutama enzim. Enzim
diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Pada
umumnya,ADN inti mengikat protein berbentuk butiran butiran yang
disebut kromatin. Selama sel membelah, butiran kromatin membentuk
suatu struktur kumparan disebut kromosom yang cukup tebal jika
dilihat dengan mikroskop elektron. Bagian terluar inti sel yang
berbatasan dengan sitoplasma adalah membran inti yang terdiri atas
membran ganda dengan banyak pori. Pori-pori pada membran intii
tersebut berfungsi menghubungkan sitoplasma dan nukleoplasma.
Nukleoplasma merupakan zat yang tersusun dari protein.Di dalam

nukleolus terdapat asam deoksiribosanukleat (ADN) atau disebut juga


DNA ( deoxyribonucleic acid ) berfungsi untuk menyampaikan
informasi genetik dan sintesis protein.Asam ribonukleat ARN atau
disebut juga RNA (Ribonucleic Acid ) berfungsi untuk sintesis
protein.5
b. Retikulum Endoplasma
Gambar 4.b struktur retikulum endoplasma

(Sumber:wikiindo,2012)
Retikulum endoplasma merupakan organel yang memiliki
membran membentuk jala. Terdapat tiga bentuk retikulum endoplasma,
yakni lamela,vesikul dan tubula .Retikulum endoplasma terdiri dari
dua bagian yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum
endoplasma halus. Retikulum endoplasma agranular (Halus) adalah
retikulum endoplasma yang dindingnya tidak dilekati oleh ribosom
yang tidak aktif dalam sintesis protein,tetapi aktif sintesis
lemak.Retikulum endoplasma agranular banyak ditemukan pada sel
lemak dan leukosit . Retikulum endoplasma granular (kasar) adalah
retikulum endoplasma yang dindingnya dilekati oleh ribosom yang
terlibat dalam sintesis protein.6 (Gambar 4.b)

c. Ribosom
Gambar 4.C struktur ribosom

(Sumber:biologyislife,2012)
Ribosom merupakan organel sitoplasma yang berukuran kecil
dengan berbentuk bulat padat. Ribosom dapat ditemukan baik pada sel
eukariotik maupun sel prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom yang
ada yang bebas dan ada pula yang terikat pada membran retikulum
endoplasma.6
Ribosom jumlahnya cukup banyak pada sel ragi, limfosit,sel
meristematis, sel embrio,dan sel kanker. Ribosom tersusun atas RNA
ribosom, protein ribosom, dan enzim ribosom. Fungsi ribosom adalah
sebagai tempat sintesis protein.6 (Gambar 4.c)
d. Badan mikro
Badan mikro atau mikrobodi merupakan organel yang memiliki
membran, berbentuk bulat, serta berisi kristal protein. Nadan mikro
terdiri atas dua tipe yakni perioksisom dan glioksisom. Kedua badan
mikro ini banyak mengandung enzim katalase dan oksidase .
Perioksisom ditemukan pada sel hewan dan di dalam sel daun
tumbuhan tingkat tinggi . perioksisom berperan dalam oksidasi suatu
substrat dan menghasilkan hidrogen peroksida.6
Glioksisom
terdapat
pada
sel
tumbuhan.
Selain
itu,glioksisomjuga dapat ditemukan pada biji yang sedang
berkecambah dalam jumlah yang sangat banyak.
Glioksisom berfungsi
1. Sebagai tempat metabolisme asam lemak
2. Sebagai tempat terjadinya siklus glioksilat
1.

Perioksisom berfungsi
Melindungi organel sel dari senyawa yang bersifat toksik
berupa hidrogen peroksida

e.

2. Pada sel tumbuhan berfungsi dalam sintesis glisin dan


serin .6
Lisosom
Gambar 4.e letak lisosom

(Sumber =biologyislife,2011)
Lisosom adalah organel yang banyaj terdapat dalam sel
hewan.Pada sel yang berfungsi dalam sekresi, seperti sel pankreas,
leukosit, sel hati dan sel ginjal,jumlah lisosom relatif lebih banyak,
lisosom memiliki fungsi sebagai berikut.6
1. Mencerna zat makanan hasil fagositosis dan pinositosis
2. Mencernakan makanan cadangan jika kekurangan makanan
3. Autolisis yakni dalam keadaan fisiologis tertentu, lisosom
dapat menghancurkan organel sel yang rusak. Peristiwa ini
disebut juga autofogi
4. Menghancurkan benda yang ada di luar sel , misalnya
sperma mengeluarkan enzim untuk menghancurkan dinding
sel telur ketika fertilisasi
5. Menetralkan zat yang bersifat karsinogen yakni zat yang
dapat menyebabkan kanker
Pada umumnya lisosom memiliki bentuk bulat lonjong dengan
ukuran berkisar 0,2 -0,8 milimikron. Bentuk lisosom pada titik tumbuh
sel akar tidak beraturan.(Gambar 4.e)
Jika sel mati, enzim enzim lisosom akan melakukan autolisis.
Enzim enzim lisosom akan dilepaskan pada permukaan sel yang
mengakibatkan pemusnahan material intrasel.6

f. Badan golgi

Gambar:4.f Struktur badan golgi


Badan golgi adalah salah satu organel terbesar yang ditemukan
oleh seorang ahli italia , Cammilo Golgi . Badan golgi terdapat pada
semua sel organisme hidup kecuali pada sel prokariotik seperti
mikoplasma,bakteri,dan chyanophyta.Selain itu badan golgi juga tidak
terdapat di jamur dan sel spermatozoa,bryphoyta,pterodophyta. 6
(Gambar 4.f)
Badan golgi memiliki membran yang banyak mengandung
enzim.Dalam badan golgi terdapat karetonoid, asam lemak, vitamin C.
Pada tumbuhan badan golgi disebut diktiosom, Fungsi badan golgi
sebagai berikut
1. Membentuk vesikula ekskretorius yakni kantung untuk
membungkus zatyang dikeluarkan dari sel
2. Membentuk membran plasma
3. Membentuk dinding sel
g. Mitokondria
Gambar 4.g struktur mitokondria

(sumber:biokteknologipertanian,2010)
Mitokondria merupakan organel sel bermembran yang bersifat
aerob. Ukuran mitokondria bervariasi bergantung pada jenis sel ukuran
mitokondria berkisar 0.3-40 milimikron
Mitokondria memiliki dua membran yang kuat, fleksibel, dan
stabil. Membran yang membatasi mitokondria terususun atas
lipoprotein. Membran bagian dalam membentuk tonjolan-tonjolan

untuk memperluas permukaan yang dinamakan krista mitokondria.5


(Gambar4.g)
h. Vakuola
Vakuola (rongga sel ) juga merupakan kantong berselaput.
Selaput vakuola disebut tonoplas vakuola sentral kemungkinan
membantu sel tumbuhan untuk tumbuh membesar vakuola sentral
dapat berfungsi menyimapan pigmen sehinggan menarik serangga
penyerbuk pada vakuola sentral pada bunga. Fungsi lainnya dari
vakuola adalah menyimpan asam amino, asam organik,glukosa,
gas,garam garam kristal,minyak atsiri,dan alkaloid.5
i. Plastida
Plastida merupakan organel sel yang hanya terdapat di
tumbuhan. Plastida mempunyai bentuk dan struktur khusus. Ada dua
macam plastida yaitu plastida berwarna (kromatopora) contoh
kloroplas dan plastida tidak berwarna (leukopas). Plastida mempunyai
fungsi yang sama dengan mitokondria. Kloroplas berfungsi sebagai
tempat berlangsungnya fotosintesis. Leuokopas berfungsi sebagai
untuk menghasilkan amlium.5
j. Mikrotubulus
Mikrotubul merupakan serabut penyusun rangka sel
(sitoskeleton)yang terbesar. Mikrotubulus ditemukan dalam sitoplasma
semua sel eukariotik. Mikrotubulus terlibat dalam pemisahan
kromosom selama sel membelah. Mikrotubulus dapat membentuk
organel lain berupa sentriol,silia,dan flagella.5
k. Mikrofilammen
Mikrofilammen merupakan penyusun sitoskeleton yang berupa
rantai ganda protein yang saling bertaut. Mikrofilammen akan tampak
jelas bila dilihat dengan mikroskopelektron.Mikrofillamen bekerja
sama dengan mikrotubulus untuk menggerakan sel.Mikrofillamen
cenderung sejajar denga poros pemanjangan ketika sel mulai
memanjang.Fungsi lain mikrofillamen adalah mengatur arah aliran
sitoplasma. Mikrofillamen bersama mikrotubulus juga berperan dalam
pergerakan dan pengaturan posisi organel lain.5
l. Sentrosom
Pada beberapa sel, mikrotubulus tumbuh dari sentrosom.
Dalam sentrosom pada sel hewan dijumpai sepasang sentrosom yang
masing masing tersusun atas sembilan set mikrotubulus yang tersusun
dalam lingkaran.5
m. Sentriol

Organel ini memegang peran inti dalam proses membelah sel.


Sentriol terletak di dekat inti sel. Dengan mikroskop elektron sentriol
tampak dikelilingi oleh mikrotubulus yang tersusun dari radial ke arah
luar dan susunannya seperti bintang. Sentriol biasanya berpasang.
Sentriol merupakan hasil dari perkembangan sentrosom.5

o. Dinding sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan . dinding sel
berfungsi sebagai pelindung dan penentu bentuk sel. Dinding sel
terbentuk melalui penebalan-penebalan pada membran plasma
pembentukan dinding sel dapat terjadi secara aposisi dan interusepsi
Sebagian isi sel yaitu air. Tekanan air atau tekanan isi sel
terhadap dinding sel disebut tekanan turgor . dinding sel dan vakuola
berperan besar dalam tekanan turgor.5
Organel
Inti sel
Penutup sel

Prokariotik
Tanpa membran atau
selaput
Berupa kapsula

RE
Badan Golgi
Mitokondria
Lisosom-sentriol
Ribosom

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Ada sitoplasama

ADN

Berbentuk cincin
bercampur dengan
sitoplasma

eukariotik
Memiliki selaput
Tidak ada pada hewan
pada tumbuhan berupa
dinding sel
Ada
Ada
Ada
Ada pada hewan
Ada pada sitoplasma dan
RE
Berbentuk pita spiral
ganda

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Sel merupakaan kesatuan unit terkecil dalam tubuh kita dan merupakan penyusun inti
dari setiap tubuh kita. Sel juga mempunyai struktur dan organela organela yang memiliki
fungsi sendiri sendiri. Sel juga mempunyai struktur yang berbeda antara sel hewan dan sel

tumbuhan masing masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda beda antara
eukariotik dan prokariotik. Masing masing dari sel prokariotik dan eukariotik mempunyai
fungsi sendiri sendiri dan mempunyai perbedaan meskipun perbedaan itu hanya sedikit . sel
juga bisa melakukan metabolisme dan transportasi sel . Sel juga bisa melakukan transportasi
sel yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu transpor aktif dan transpor pasif. Transpor aktif
yang menggunakan energi contoh nya endositosis dan eksositosis sedangkan transpor pasif
yang tidak menggunakan energi sama sekali contohnya adalah difusi . jadi sel merupakan
kesatuan dan penyusun yang paling pokok dari setiap kehidupan makhluk hidup

Daftar Pustaka
1. Hawkes JW. Miracle of cell healing .Dalam: Ekawati RS,editor.Sel adalah unit dasar
kehidupan. Edisi ke 1. Bandung : Penerbit Qanita ; 2009.h.116

2. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Dalam : Widyaastuti P, editor.


Pergerakan materi menembus inti sel. Edisi ke 1.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran
EGC;2004.h.40-4
3. Susilowarno G.Biologi.Struktur sel.Edisi ke 1.Jakarta:Grasindo;2010.h. 4
4. Karmana.Cerdas belajar biologi.Membran sel. Edisi ke 2. Jakarta :Grafindo Media
Pratama ;2010.h.7-10
5. Setiowati T.Biologi interaktif.Dalam:Sururiyah,editor.Organel sel. Edisi ke 1.
Jakarta :Penerbit Azka Press;2007.h.5-8
6. Karmana O.Biologi.Dalam:Nurdiyansah A,editor,membran sel. Edisi ke 2.Jakarta
:Grafindo Media Pratama;2006.h.19-21
7. Firmansyah R.Mudah dan aktif belajar biologi.Transpor zat zat.Edisi ke 2 .Jakarta: PT
Setia Purna;2010.h.10-6