Anda di halaman 1dari 4

Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul

a. Gangguan mobilitas fisik


b. Nyeri akut
c. Intoleransi aktivitas
d. Defisit perawatan diri (Tarwoto & Wartonah, 2003)

RENCANA KEPERAWATAN
NO
DX
1

DIANGOSA
KEPERAWATAN DAN
TUJUAN (NOC)
INTERVENSI (NIC)
KOLABORASI
Gangguan mobilitas fisik Setelah dilakukan asuhan keperawatan Latihan Kekuatan
berhubungan
selama ...x 24 jam klien menunjukkan:
Ajarkan dan berikan dorongan pada klien untuk melakukan program
dengan Kerusakan sensori Mampu mandiri total
latihan secara rutin
persepsi.
Membutuhkan alat bantu
Latihan untuk ambulasi
Membutuhkan bantuan orang lain
Membutuhkan bantuan orang lain dan alat Ajarkan teknik Ambulasi & perpindahan yang aman kepada klien dan
keluarga.
Tergantung total
Sediakan alat bantu untuk klien seperti kruk, kursi roda, dan walker
Dalam hal :
Beri penguatan positif untuk berlatih mandiri dalam batasan yang aman.
Penampilan posisi tubuh yang benar
Pergerakan sendi dan otot
Melakukan perpindahan/ ambulasi : Latihan mobilisasi dengan kursi roda
Ajarkan pada klien & keluarga tentang cara pemakaian kursi roda & cara
miring kanan-kiri, berjalan, kursi roda
berpindah dari kursi roda ke tempat tidur atau sebaliknya.
Dorong klien melakukan latihan untuk memperkuat anggota tubuh

Ajarkan pada klien/ keluarga tentang cara penggunaan kursi roda

Latihan Keseimbangan
Ajarkan pada klien & keluarga untuk dapat mengatur posisi secara mandiri
dan menjaga keseimbangan selama latihan ataupun dalam aktivitas sehari
hari.

Perbaikan Posisi Tubuh yang Benar


Ajarkan pada klien/ keluarga untuk mem perhatikan postur tubuh yg benar
untuk menghindari kelelahan, keram & cedera.
Kolaborasi ke ahli terapi fisik untuk program latihan.
2

Nyeri akut berhubungan Setelah dilakukan Asuhan keperawatan


Pain Management
dengan cedera fisik
selama . x 24 jam:
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
Pain Level,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
Pain control,
Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Comfort level
Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri
Kriteria Hasil :
Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab pasien
Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
nyeri, mampu menggunakan tehnik
Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan
nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri,
kontrol nyeri masa lampau
mencari bantuan)
Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan
Melaporkan bahwa nyeri berkurang
dengan menggunakan manajemen nyeri Kurangi faktor presipitasi nyeri
Ajarkan tentang teknik non farmakologi
Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas,
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
frekuensi dan tanda nyeri)
Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri
Tingkatkan istirahat
berkurang
Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak
Tanda vital dalam rentang normal
berhasil
Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri

Intoleransi
aktivitas Setelah dilakukan Asuhan keperawatan Managemen Energi
berhubungan
selama . x 24 jam :
Tentukan penyebab keletihan: :nyeri, aktifitas, perawatan , pengobatan
denganKelemahan umum Klien mampu mengidentifikasi aktifitas Kaji respon emosi, sosial dan spiritual terhadap aktifitas.
dan situasi yang menimbulkan kecemasan Evaluasi motivasi dan keinginan klien untuk meningkatkan aktifitas.
yang
berkonstribusi pada intoleransi Monitor respon kardiorespirasi terhadap aktifitas : takikardi, disritmia,
aktifitas.
dispnea, diaforesis, pucat.
Klien mampu berpartisipasi dalam Monitor asupan nutrisi untuk memastikan ke adekuatan sumber energi.
aktifitas fisik tanpa disertai peningkatan Monitor respon terhadap pemberian oksigen : nadi, irama jantung,
TD, N, RR dan perubahan ECG
frekuensi Respirasi terhadap aktifitas perawatan diri.
Klien mengungkapkan secara verbal, Letakkan benda-benda yang sering digunakan pada tempat yang mudah
pemahaman tentang kebutuhan oksigen, dijangkau
pengobatan dan atau alat yang dapat Kelola energi pada klien dengan pemenuhan kebutuhan makanan, cairan,
meningkatkan toleransi terhadap aktifitas.
kenyamanan / digendong untuk mencegah tangisan yang menurunkan
Klien mampu berpartisipasi dalam energi.
perawatan diri tanpa bantuan atau dengan Kaji pola istirahat klien dan adanya faktor yang menyebabkan kelelahan.
bantuan minimal tanpa menunjukkan
kelelahan
Terapi Aktivitas
Bantu klien melakukan ambulasi yang dapat ditoleransi.
Rencanakan jadwal antara aktifitas dan istirahat.
Bantu dengan aktifitas fisik teratur : misal: ambulasi, berubah posisi,
perawatan personal, sesuai kebutuhan.
Minimalkan anxietas dan stress, dan berikan istirahat yang adekuat
Kolaborasi dengan medis untuk pemberian terapi, sesuai indikasi

Defisit
perawatan
berhubungan
dengan Kerusakan
neurovaskuler

diri Setelah dilakukan asuhan keperawatan Bantuan Perawatan Diri: Mandi, higiene mulut, penil/vulva, rambut,
selama... x24 jm
kulit
Klien mampu :
Kaji kebersihan kulit, kuku, rambut, gigi, mulut, perineal, anus
Melakukan ADL mandiri : mandi, hygiene Bantu klien untuk mandi, tawarkan pemakaian lotion, perawatan kuku,
mulut
,kuku,
penis/vulva,
rambut, rambut, gigi dan mulut, perineal dan anus, sesuai kondisi
berpakaian,
toileting,
makan-minum, Anjurkan klien dan keluarga untuk melakukan oral hygiene sesudah makan
ambulasi
dan bila perlu
Mandi sendiri atau dengan bantuan tanpa Kolaborasi dgn Tim Medis / dokter gigi bila ada lesi, iritasi, kekeringan

kecemasan
mukosa mulut, dan gangguan integritas kulit.
Terbebas
dari
bau
badan
dan
Bantuan perawatan diri : berpakaian
mempertahankan kulit utuh
Mempertahankan kebersihan area perineal Kaji dan dukung kemampuan klien untuk berpakaian sendiri
Ganti pakaian klien setelah personal hygiene, dan pakaikan pada
dan anus
Berpakaian dan melepaskan pakaian ektremitas yang sakit/ terbatas terlebih dahulu, Gunakan pakaian yang
longgar
sendiri
Melakukan keramas, bersisir, bercukur, Berikan terapi untuk mengurangi nyeri sebelum melakukan aktivitas
berpakaian sesuai indikasi
membersihkan kuku, berdandan
Makan dan minum sendiri, meminta
Bantuan perawatan diri : Makan-minum
bantuan bila perlu
Mengosongkan kandung kemih dan bowel Kaji kemampuan klien untuk makan : mengunyah dan menelan makanan
Fasilitasi alat bantu yg mudah digunakan klien
Dampingi dan dorong keluarga untuk membantu klien saat makan

Bantuan Perawatan Diri: Toileting


Kaji
kemampuan
toileting:
defisit
sensorik
(inkontinensia), kognitif (menahan untuk toileting), fisik (kelemahan
fungsi/ aktivitas)
Ciptakan lingkungan yang aman(tersedia pegangan dinding/ bel), nyaman
dan jaga privasi selama toileting
Sediakan alat bantu (pispot, urinal) di tempat yang mudah dijangkau
Ajarkan pada klien dan keluarga untuk melakukan toileting secara teratur