Anda di halaman 1dari 7

Manfaat KMS Balita

Oleh
Felix rico suwandi
102012239/ Kelompok A7
flxrco@gmail.com
08195666250

Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana


DKI Jakarta
2012

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara rutin, antara lain dengan
menggunakan KMS untuk memantau pertumbuhannya dengan KKA (Kartu Kembang Anak )
untuk memantau perkembangannya. Dengan demikian setiap ada penyimpangan tumbuh
kembang dapat segera diketahui .1
Alat sederhana dan murah yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan
pertumbuhan,oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus selalu
dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan termasuk bidan
dan dokter. KMS Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga untuk
memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan dan ketidakseimbangan
pemberian makanan pada anak.KMS-Balita juga dapat dipakai sebagai bahan penunjang
petugas kesehatan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi
kesehatan dan gizi anak untuk mempertahankan meningkatkan dan memulihkan
kesehatannya.2

2. Tujuan :
Tujuan Penggunaan KMS Balita
Umum : Mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan anak
balita secara optimal.
Khusus :
1. Sebagai alat bantu bagi ibu atau orang tua dalam memantau
tingkat pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal.
2. Sebagai alat bantu dalam memantau dan menentukan tindakan
tindakan untuk mewujudkan tingkat pertumbuhan dan
perkembangan balita yang optimal.
3. Sebagai alat bantu bagi petugas untuk menentukan tindakan
pelayanan kesehatan dan gizi kepada balita.
( Depkes RI, 1996 ) 3

BAB 2 ISI

1. Pengertian KMS
Pada dasarnya KMS merupakan singkatan dari kartu menuju sehat adalah suatu alat atau
tempat mencatat berat badan anak dibawah 5 tahun (balita) setiap kali ditimbang setiap bulan
secara teratur. Berat badan ini dibubuhkan pada KMS dalam bentuk sebuah titik(.). titik ini
disebut titik berat badan, anak balita perlu ditimbang badannya setiap bulan agar pertumbuhan
dapat diikuti secara seksama melalui grafik berat badan yang merupakan rangkaian titik-titik
berat badan yang merupakan rangkaian titik titik berat badan dari bulan ke bulan. 4

2. Fungsi KMS Balita


1. Sebagai media untuk mencatat / memantau riwayat kesehatan balita
secara lengkap.
2. Sebagai media penyuluhan bagi orang tua balita tentang kesehatan
balita
3. Sebagai sarana pemantauan yang dapat digunakan bagi petugas untuk
menentukan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi terbaik bagi balita.

4. Sebagai kartu analisa tumbuh kembang balita


( Depkes RI, 1996 )
Fungsi KMS ditetapkan hanya untuk memantau pertumbuhan bukan
untuk penilaian status gizi. Artinya penting untuk memantau apakah berat
badan anak naik atau turun, tidak untuk menentukan apakah status gizinya
kurang atau baik, ( Soekirman, 2000 ).3

3. A. Grafik pertumbuhan pada KMS


Grafik pertumbuhan KMS dibuat berdasarkan baku WHO NCHS yang disesuaikan
dengan situasi Indonesia. Gambar grafik pertumbuhan dibagi dalam 5 blok sesuai dengan
golongan umur balita. Setiap blok dibentuk oleh garis tegak / skala berat dalam kg dan
garis datar skala umur menurut bulan. Blok 1 untuk bayi berumur 0 12 bulan, blok 2
untuk anak golongan umur 13 24 bulan, blok 3 untuk anak golongan umur 25 36
bulan. Grafik pertumbuhan untuk bayi dan anak sampai dengan umur 36 bulan terdapat
pada halaman dalam KMS. Sedangkan untuk anak umur 37 60 bulan terdapat pada
halaman berikutnya yang dibagi menjadi 2 blok yaitu blok ke 4 untuk anak umur 37 48
bulan dan blok ke 5 untuk anak golongan yang umur 49 60 bulan.
Dalam setiap blok, grafik pertumbuhan dibentuk dengan garis merah
(agak melengkung) dan pita warna kuning, hijau dan hijau tua. Dasar
pembuatannya sebagai berikut :
a. Garis merah (agar melengkung) dibentuk dengan menghubungkan
angka angka yang dihitung dari 70 % median baku WHO NCHS.
b. Dua pita warna kuning di atas garis merah berturut- turut terbentuk
masing - masing dengan batas atas 75 % dan 80 % median baku
WHO NCHS.
c. Dua pita warna hijau muda di atas pita kuning dibentuk masing
masing dengan batas atas 85 % dan 90 % median baku WHO NCHS.
d. Dua pita warna hijau tua di atasnya dibentuk msing - masing dengan
batas atas 95 % dan 100 % median baku WHO NCHS.
e. Dua pita warna hijau muda dan kuning masing masing pita bernilai 5
% dari baku median adalah daerah di mana anak anak sudah
mempunyai kelebihan berat badan.4

4. Bagian Bagian KMS


1. Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok
usia dalam KMS
2. Garis berat badan : adalah garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan
. angka angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap
kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukan satuan kilogram penuh dan
dinyatakan dalam satuan 2,3,4 seterusnya
Angka-angka ini menunjukan berat badan 2 kg , 3 kg, 4 kg dan seterunya. Sedang
garis tipis yang berada di antara 2 ukuran kilogram penuh garis berat badan satuan
tengahan kg, mis:2,5 kg , 3,5 kg ,4,5 kg dan seterusnya.
3. Garis usia, garis tipis dari atau kebawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor
yang menyatakan usia anak dalam bulan.
Bagian bagian lain yang perlu dikenal juga ialaah
a. Kolom bulan adalah kolom-kolom yang berada di bagian bawah KMS pada
setiap kelompok usia. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama
bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran

b. Kolom bulan lahir adalah kolom bulan yang terletak di kiri dan bergaris tebal.
Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya

5. Cara Pengisian dan penggunaan KMS


1. Identitas Anak
a. Pada halaman muka KMS, isilah nama anak dan nomor pendaftaran
sesuai dengan nomor registrasi yang ada di Posyandu.
B. Pada halaman pendaftaran pertama kali di Posyandu, isilah semua
kolom indentitas anak yang tersedia pada halaman dalam KMS.
1) Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu ) = diisi dengan nama
posyandu tempat di mana anak didaftar
2) Tanggal Pendaftaran = diisi dengan tanggal, bulan dan tahun anak
tersebut didaftar dan mengikuti program Posyandu pertama kali
3) Nama anak = diisi dengan nama jelas anak yang bersangkutan
4) Laki laki = kolom diisi tanda 5 apabila jenis kelamin anak
tesebut adalah laki laki
5) Perempuan = kolom diisi tanda 5 apabila jenis kelamin anak
tesebut adalah perempuan
6) Anak ke = diisi dengan nomor urut kelahiran anak
7) Tanggal lahir = diisi tanggal, bulan dan tahun kelahiran anak
Contoh
Perhatian : - Bila ada kartu kelahiran, catatlah tanggal, bulan dan
tahun kelahiran anak menurut kartu kelahiran
Bila tidak ada kartu kelahiran, catatlah tanggal Lahir anak sesuai dengan yang diingat ibunya.
Bila ibu lupa tanggal lahir anak dan hanya tahun umurnya, cobalah perkirakan bulan dan
tahun
kelahiran anak menurut bulan Arab / bulan Jawa atau peristiwa peristiwa lain yang mudah
diingat yang bersamaan dengan kelahiran akannya.
8) Berat badan waktu lahir = diisi dengan berat badan anak yang bersangkutan dalam satuan gram
pada waktu dilahirkan.

9) Nama ayah = diisi dengan nama ayah dari anak tersebut Pekerjaan = diisi dengan pekerjaan
ayah anak tersebut
10) Nama ibu = diisi dengan nama ibu dari anak tersebut
11) Alamat = diisi dengan alamat tempat tinggal keluarganya

6. Cara pengukuran pada KMS


1. Tentukan usia anak
2. ukur berat badan anak dengan timbangan berat badan
3. masukan hasil pengukuran berat badan berdasarkan usia ke dalam kurva KMS
4. lakukan penilaian tentang pola pertumbuhan dengan menggunakan KMS, kemudian
masukan hasil ke dalam tabel hasil praktikum di bawah dengan arti sebagai berikut
a. jika arah pertumbuhan anak mengikuti garis lengkungan sebagaimana kurva di
bawah garis datar, pertumbuhan lambat. Jika naik, pertumbuhan bai. Jika turun pertumbuhan
jelek/ kurang
b. jika anak masuk di bawah garis merah berarti gizi buruk, pertumbuhan juga buruk
atau kurang. 5

7.

Jenis Jenis Pengukuran pada KMS


1. Pengukuran lingkar Kepala
2. Penilaian kecepatan pertumbuhan anak
3. Pengukuran berat badan
4. pengukuran tinggi badan
5. pengukuran lengan atas.5

BAB III PENUTUP


Kesimpulan :
KMS sangat bermanfaat bagi balita khususnya hal ini dibutuhkan karena KMS
berguna untuk mengukur tingkat gizi anak. Dalam hal ini gizi juga sangat berpengaruh untuk
kesehatan dan masa depan si anak . KMS-Balita juga dapat dipakai sebagai bahan penunjang
untuk menentukan jenis tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan gizi anak
untuk mempertahankan meningkatkan dan memulihkan kesehatannya.Dari bulan ke bulan
KMS sangat berguna bagi masa tumbuh kembang si anak . diukur apakah diperlukan tindakan

agar gizi anak meningkat ataukah makanan mesti dikurangi untuk mengembalikan agar tidak
obesitas. Atau harus diberikan tindakan pemulihan .KMS juga berguna untuk mengukur
apakah si anak mempunyai kelainan atau tidak. Maka dari itu KMS berguna untuk melihat
tumbuh kembang si balita .

Daftar pustaka

1. Soetjiningsih.Tumbuh kembang anak.Dalam: Ranuh IGNG,editor.Tumbuh kembang


anak.Edisi ke 1.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC;1995. h.1
2. Persatuan ahli gizi indonesia .Kamus gizi pelengkap kesehatan
keluarga.Dalam:Sandjaja,atmarita, editor .Kartu menuju sehat untuk balita (KMS
balita).Edisi ke 1.Jakarta : Penerbit buku kedokteran;2009.h.114

3. Suryanah.Keperawatan anak untuk siswa SP.Dalam : Diana E,editor.Kartu menuju


sehat.Edisi ke 1. Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran EGC ;1996.h.49
4. Tinjauan pustaka KMS . Edisi November 2010 .Diunduh
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-wiwinkurni-5255-3bab2.pdf, 26 november 2012
5. Hidayat AAA.Asuhan neonatus bayi dan balita.Dalam:Wahyuningsih E,editor.Cara
pengukuran.Edisi ke 1.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC;2007.h.3