Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian di dunia. Dibanyak
negara berkembang pejalan kaki dan penumpang di angkutan umum yang tewas.
Selain itu untuk menyebabkan kematian dan penderitaan, kecelakaan lalu lintas
adalah beban berat ekonomi negara. Sebanyak 1,2 juta orang di seluruh dunia
meninggal dan sebanyak 50 juta orang terluka dalam kecelakaan lalu lintas setiap
tahun. Tiga Polrestabes Semarang mencatat sekitar 726 kasus kecelakaan lalu
lintas terjadi di tahun 2012 (sampai dengan bulan Agustus 2012) dengan korban
meningga l.119 orang, korban luka berat 874 orang dan korban luka ringan
sebanyak 829 orang. Selama 10 tahun terakhir rata-rata terjadi peningkatan kasus
yang cukup drastis. Sebagai bagian dari upaya memecahkan permasalahan
kemacetan, Pemerintah Pusat melalui Departemen Perhubungan mengajukan
penyelenggaraan Bus Rapid Transit (BRT) atau lebih dikenal dengan busway yang
saat ini mulai diterapkan di berbagai kota di Indonesia (Dewi, 2013).
Menurut WHO (2013), setiap tahun 1,24 juta jiwa meninggal dikarenakan
kecelakaan lalu lintas, 23% merupakan pengendara sepeda motor, 22% pejalan
kaki, 5% pengendara sepeda, 31% pengendara mobil, dan 19% sisanya yaitu
pengguna jalan yang tidak ditentukan.
Berdasarkan penelitian , amputasi pada alat gerak, 8590% dari seluruh
amputasi dan operasi bawah lutut paling banyak dilakukannya. 90% dari kasus

amputasi bawah lutut hasilnya dapat menggunakan prostetik dibandingkan


dengan atas lutut. Pada kasus amputasi atas lutut hanya 25% yang dapat
menggunakan lutut (Ryan, 2010).
Amputasi berakibat terhadap funcional limitation , hilang kepercayaan diri,
dan gangguan mental. Depresi dianggap sebagai gangguan medis, seperti
gangguan fisik lainnya yang mempengaruhi pikiran manusia, perasaan, prilaku
dan kesehatan bahkan fisik misalnya penurunan berat badan, kehilangan nafsu
makan, kurang tidur dan kehilangan libido. Gejala depresi adalah hasil kontak
yang terlalu lama dengan kondisi kehidupan yang penuh stres. Konsekuensi
negatif dalam kehidupan seperti penyakit dan cacat tidak hanya membuat
kehidupan yang penuh stres, tetapi juga mempengaruhi sumber daya adaptif.
Amputasi tungkai bawah menyebabkan cacat fisik yang serius dan sangat intuitif
bahwa penyesuaian dengan kondisi amputasi impulsif untuk tekanan psikologis.
Depresi pada individu karena amputasi tungkai bawah mencapai 45 % dari antara
seluruh penderita amputasi yang telah diteliti (Mozumdar, Roy, 2010).
Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan membutuhkan kerja sama dari tim
rehabilitas medik yang meliputi dokter spesialis rehabilitasi medis, dokter
spesialis bedah ortopedi, perawat, fisioterapis, ortotis prostetis, okupasi terapi,
pekerja sosisal, psikologis dan lain-lain. Sehingga, sebagai tenaga ahli ortotik
prostetik ikut berperan serta dalam upaya pelayanan kesehatan.
Ortotik Prostetik adalah ilmu terkait pelayanan, pembuatan, pengukuran, dan
pengepasan alat bantu dan alat ganti anggota tubuh manusia. Ortotik merupakan
ilmu sebagai bentuk pelayanan pembuatan dan pemasangan alat bantu pada pasien

yang menderita kelainan, kelayuhan, atau deformitas lainnya. Prostetik merupakan


ilmu sebagai bentuk pelayanan pembuatan dan pemasangan alat bantu pada pasien
yang kehilangan anggota gerak tubuh. (Alief, 2015 ).
Dari data yang telah dijabarkan diatas, maka diperlukan peran penting dari
Ortotis Prostetis yang mempunyai tugas untuk membuat alat bantu gerak untuk
menunjang mobilitas pasien sehari-hari.

B. Tujuan Penulisan

Dari uraian diatas, ada beberapa tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu :
(1) Untuk mengetahui kondisi epidemiologi tentang amputasi transtibial tungkai
kanan karena trauma, (2) untuk mengetahui dampak / akibat yang ditimbulkan
amputasi transtibial , (3) untuk mengetahui bagaimana penanganan pasien
amputasi transtibial tungkai kanan karena trauma menggunakan transtibial
prosthesis patella tendon bearing supracondylar,(4) Untuk menyampaikan
informasi ilmiah tentang amputasi transtibial tungkai kanan karena trauma. (5)
untuk mengetahui alat bantu yang sesuai pada pasien amputasi transtibial karena
trauma.

C. Manfaat penulisan

Manfaat penulisan Karya Tulis Ilmiah ini antara lain : (1) Penulis dapat
mengetahui kondisi epidemiologi tentang amputasi transtibial tungkai kanan

karena trauma,(2) Penulis dapat untuk mengetahui dampak / akibat yang


ditimbulkan amputasi transtibial, (3) Penulis dapat mengetahui

mengetahui

bagaimana penanganan pasien amputasi transtibial tungkai kanan karena trauma


menggunakan transtibial prosthesis patella tendon bearing supracondylar, (4)
Penulis dapat mengetahui informasi ilmiah tentang amputasi transtibial tungkai
kanan karena trauma.(5) Penulis dapat mengetahui alat bantu yang sesuai pada
pasien amputasi transtibial karena trauma.