Anda di halaman 1dari 5

Peranan Perempuan Dalam Pembangunan Masyarakat

Berwawasan Lingkungan
Oleh: Rahmad Pulung Sudibyo, SP.MP.

Kartini,

sosok

inspiratif

sekaligus

kontroversial

yang

mampu

menginspirasi perempuan untuk dapat beraktivitas setara dengan pria.


Selain

itu

Kartini

merupakan

sosok

perempuan

pertama

yang

membicarakan emansipasi perempuan karena kondisi sosial hidupnya di


lingkungan yang masih kental dengan budaya patriarki. Kiprah Kartini yang
membuka ruang bagi perempuan untuk dinamis dalam kehidupan dan
mempunyai peran penting dalam sosial kemasyarakatan menempatkan
perempuan setara perannya dengan pria. Termasuk didalamnya kiprah atau
peran perempuan dalam penyelamatan lingkungan atau telah memberikan
kontribusi kepada konservasi, penggunaan dan pengelolaan sumber daya
alam seperti
dalam

mengelola lahan pertanian, tanaman, binatang dan hutan,

mengumpulkan

penggunaan domestik

dan

dan
pendapatan,

mengelola
dalam

air untuk

pengumpulan

dan

penggunaan energi terbaru. Perempuan telah berkontribusi waktu, tenaga,


keterampilan

dan

visi

pribadi

untuk

keluarga

dan

pembangunan

masyarakat.
Marjinalisasi perempuan secara sadar maupun tak sadar diterima
oleh perempuan sebagai kodrat perempuan. Posisi perempuan yang masih
dipinggirkan di sebagian besar belahan dunia mungkin sama dengan yang
dialami oleh bumi kita. Perlakuan yang kurang baik terhadap perempuan
merupakan gambaran bahwa baik bumi maupun perempuan mendapatkan
perlakuan yang kurang baik sehingga mengakibatkan kerusakan dan
penindasan. Di bumi, pembangunan yang dijalankan cenderung tidak
memerhatikan faktor keberlangsungan lingkungan hidup yang baik. Sebagai
akibatnya, kerusakan lingkungan yang terjadi semakin parah. Termasuk

dalam pelaksanaan pembangunan yang dicanangkan selama ini justru


kurang berpihak pada perempuan bahkan cenderung meminggirkan
perempuan mulai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di tingkat
mikro hingga makro.
Peranan perempuan dalam kehidupan berumah tangga maupun
dalam masyarakat. Perempuan mempunyai andil besar untuk menjaga,
memelihara lingkungan dengan baik dan juga dapat menjaga kebersihan
lingkungan dari lingkup yang paling kecil. Dalam kehidupan sehari-hari
perempuan berperan sebagai agen perubahan dan memberi pengaruh besar
terhadap kualitas lingkungan hidup disekitarnya, seperti :
1. Mengurangi pemakaian produk kosmetik yang susah diurai termasuk
tempat dan sisa-sisa dari bahan kosmetik yang telah digunakan
dibuang pada tempatnya atau didaur ulang.
2. Mengurangi pemakaian sabun cuci atau deterjen yang berlebihan dan
mengontrol pembuangan air limbah sabun dengan tidak langsung
dibuang ke tanah.
3. Mengendalikan produksi sampah plastik dengan cara menghemat
plastik saat berbelanja di pasar dengan cara membawa tas yang bisa
dipakai berulang-ulang untuk memasukkan barang atau bahan
belanjaan.
4. Mengurangi sampah botol plastik minum dengan cara membawa
bekal minuman kemanapun mereka pergi dan menjadikan itu sebagai
suatu kebiasaan untuk keluarganya.
5. Membersihkan rumah dan pekarangan, dapat membiasakan diri
melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk lingkungan rumah dan
akan diikuti oleh anggota keluarga lainnya.
6. Membiasakan pembagian sampah berdasarkan kategorinya seperti
sampah basah dan sampah kering dengan cara sampah basah dapat
dikubur dalam tanah dan dijadikan kompos. Sedangkan sampah-

sampah kering seperti kertas bekas dan botol-botol dapat didaur


ulang dan digunakan lagi.
7. Menjadi pendidik bagi anak-anak mereka dengan menanamkan nilainilai kepedulian lingkungan kepada anak-anaknya dari kecil sehingga
si anak terbiasa melakukan hal-hal yang menjaga lingkungan
dimanapun berada.
8. Menjadi motor penggerak untuk gerakan penghijauan lingkungan di
sekitar tempat tinggal.
9. Perempuan penggerak penyuluhan lingkungan dengan melakukan
sosialisasi langsung ke sesamanya sehingga lebih mudah untuk
dipahami dan diterima oleh perempuan lainnya.
10.

Perempuan mampu menjadikan permasalahan sampah menjadi


peluang ekonomi dengan cara memanfaatkan sampah menjadi barang yang
dapat digunakan lagi setelah melalui proses daur ulang.

11.

Perempuan dapat mendirikan komunitas lingkungan yang bergerak


untuk mengajak kaum perempuan lainnya agar peduli dan melestarikan
lingkungan sekitar pemukiman mereka. Seperti kader lingkungan yang
bertugas untuk bersosialisasi penyebaran informasi hingga dapat dijangkau
oleh masyarakat umum.
Berdasarkan peran perempuan yang signifikan dalam menjaga
lingkungan. Perempuan yang terhimpun dalam wadah kelompok PKK dapat
menggagas ide mendirikan pusat bisnis yang berbasis limbah rumah
tangga. Melalui dana desa yang saat ini sedang diprogramkan oleh
pemerintah pusat sebagai konsekwensi berlakunya undang-undang desa,
maka pusat bisnis dapat bangun melalui usulan program sebagai berikut:
1. Bank Sampah yaitu masyarakat menabung sampah dan dapat
diambil uangnya dalam waktu tertentu.

2. Pelatihan daur ulang sampah organik maupun non organik untuk


menjadi produk yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi
tinggi.
3. Pembuatan mini market sampah yaitu dengan berbelanja membayar
dengan sampah.
4. Menanam tanaman organik untuk memenuhi kebutuhan keluarga
dan untuk masyarakat sehingga terpenuhi bahan makannya yang
sehat dan berkualitas tinggi.
5. Pembangunan biogas untuk limbah ternak rumah tangga untuk
memenuhi kebutuhan gas untuk masak dan penerangan.
6. Membuat program Wisata Pendidikan pengolahan daur

ulang

sampah, biogas dan pertanian organic.


7. Mendirikan pabrik pengolahan limbah plastik
Peran perempuan dalam menjaga lingkungan pada dasarnya untuk
mewujudkan kesehatan, lingkungan yang bersih, air yang bersih dan jauh
dari limbah pencemaran, ventilasi, tumbuhan dan lain-lain. Kesadaran dan
sosialisasi untuk pengelolaan lingkungan dari diri sendiri, keluarga,
tetangga, dan masyarakat sekitar merupakan langkah yang harus segera
diambil. Sehingga melalui peran perempuan dalam rumah tangga untuk
menjaga kesehatan lingkungan rumah dan sekitarnya mampu mewujudkan
kesejahteraan

masyarakat

yang

sehat,

sejahtera,

makmur

dan

berkelanjutan. Langkah ini menuntut perhatian kita semua mengingat


dampak yang ditimbulkan dari ketidak peduliaan terhadap pengelolaan
lingkungan akan merugikan bagi kelangsungan hidup manusia. Dimulai
dari perilaku-perilaku yang tampak sederhana maka dampaknya akan
dapat dirasakan dalam jangka panjang dan skala yang lebih besar apabila
kesadaran tersebut tumbuh dalam setiap manusia.
Akhirnya, janganlah pernah membuat kerusakan di muka bumi,
sesudah Tuhan memperbaikinya melalui tangan-tangan perempuan yang
penuh dengan potensi untuk melakukan perubahan demi menyelamatkan
lingkungan.

Perilaku

mengelola

limbah

dan

sampah

dengan

baik,

memanfaatkan

air

sesuai

dengan

kebutuhan,

menghemat

listrik,

penghematan energi dan masih banyak lagi yang tampak sederhana tetapi
memiliki kontribusi yang kompleks. Mari bergerak bergandeng tangan
memperjuangkan keadilan dan kesetaraan ekologi, demi kelangsungan
hidup anak cucu kita.