Anda di halaman 1dari 2

Pengertian dan Klasifikasi Tekanan Darah

Posted on May 7, 2014 by dickson in Kesehatan / Tubuh Manusia // 0 Comments

Pengertian dan Klasifikasi Tekanan Darah Yang dimaksud dengan Tekanan Darah
adalah jumlah tenaga darah yang ditekan terhadap dinding Arteri (pembuluh nadi) saat
Jantung memompakan darah ke seluruh tubuh manusia. Tekanan darah merupakan salah satu
pengukuran yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karena Tekanan darah yang tinggi
atau Hipertensi dalam jangka panjang akan menyebabkan perenggangan dinding arteri dan
mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Pecahnya pembuluh darah inilah yang
menyebabkan terjadinya Stroke. Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh Tekanan darah
tinggi diantaranya adalah Stroke, Penyakit Jantung, Penyakit Ginjal dan Aneurisma.
Pada umumnya Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi tidak menunjukan gejala ataupun
tanda-tanda yang berarti sehingga seorang penderita Hipertensi sangat sulit untuk mengetahui
apakah dirinya mengalami tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan
untuk memeriksa Tekanan darahnya secara rutin dan berkala.
Terdapat 2 (dua) pengukuran penting dalam Tekanan darah, yaitu Tekanan Sistolik dan
Tekanan Diastolik.

Tekanan Sistolik (Systolic Pressure) adalah Tekanan Darah saat Jantung berdetak
dan memompakan darah.

Tekanan Diastolik (Diastolic) adalah Tekanan darah saat Jantung beristirahat di


antara detakan.

Klasifikasi Tekanan Darah untuk Orang Dewasa


Kategori

Tekanan Sistolik, mm Hg Tekanan Diastolik, mm

Hg
Hipotensi
< 90

< 60

90 119

60 79

120 139

80 89

140 159

90 99

160 179

100 109

180

110

Normal

Prehipertensi

Hipertensi Tingkat 1

Hipertensi Tingkat 2

Hipertensi Tingkat Darurat

Berdasarkan Tabel Klasifikasi Tekanan Darah diatas, Tekanan Darah yang Normal adalah
berkisar antara 90mmHg sampai 119mmHg untuk Tekanan Sistolik sedangkan untuk Tekanan
Diastolik adalah sekitar 60mmHg sampai 79mmHg. Tekanan darah dibawah 90/60 mmHg
dikategorikan sebagai Hipotensi (Hypotension) atau Tekanan Darah Rendah, sedangkan
diatas 140/90mmHg sudah dikategorikan sebagai Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi
(Hypertension).
Pada umumnya, setelah dokter maupun perawat memeriksa tekanan darah kita, mereka akan
memberitahukan kepada kita hasil pengukuran Tekanan Darah dengan menyebutkan Tekanan
Sistolik dan Tekanan Diastoliknya baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya 120/80. Dari
contoh angka tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa Tekanan Sistolik adalah
120mmHg dan Tekanan Diastolik adalah 80mmHg.
Untuk mencegah Tekanan Darah Tinggi, kita perlu menjalani gaya hidup sehat dengan
menghindari atau berhenti merokok, mengurangi konsumsi Garam dan Natrium yang
berlebihan, membatasi konsumsi Alkohol, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan yang
berserat tinggi (sayur dan buah) serta rutin berolahraga.