Anda di halaman 1dari 10

I.

II.
III.

JUDUL
: PEMBANGUNAN MASJID
LOKASI
: Jl.Tamangapa Raya RW 2 RT 2 kel. Bangkala - Kec.Manggala - Makassar
GAMBAR SITE
:

IV.

LA

TAR BELAKANG
Kel. Bangkala Kec.Manggala berada di kota MAKASSAR Propinsi Sulawesi Selatan.
Kecamatan manggala memiliki luas 23,74 km sementara Kelurahan Bangkala memiliki jumlah
penduduk 1500 2000 jiwa pada umumnya terdiri dari suku Makassar, yang seluruhnya
memilki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya masingmasing. Agama mayoritas penduduknya adalah Islam. Kelurahan Bangkala merupakan
Kelurahan yang sedang mengalami pertumbuhan mengingat lokasinya yang sangat strategis
karena merupakan jalan poros menuju Kabupaten Gowa. RT 2 RW 2 Kelurahan Bangkala
membutuhkan hadirnya sebuah masjid mengingat masjid yang telah ada berjarak cukup jauh
untuk dapat dijangkau oleh masyarakat. Site Masjid yang diusulkan merupakan tanah kosong
yang sangat strategis mengingat berada di persimpangan jalan ABRI Masuk Desa di sebelah
Utara. Lingkungan masyarakat setempat yang agamisdan cukup aktif dengan kegiatan
keagamaan Islam sangat mendukung bagi terealisasinya rencana pembangunan masjid yang

layak dan representatif Luas tanah untuk masjid

400 m2, yang masih mungkin untuk

diperluas karena masih ada sisa lahan yang tersedia. Mengingat lahan yang tersedia cukup luas
dan masyarakat menginginkan sebuah masjid yang mampu mewadahi kegiatan ibadah dan
sosial keagamaan dengan nyaman, maka perancangan masjid akan dibuat dengan
mempertimbangkan berbagai aspek kenyamanan yang mungkin dilakukan pada daerah tersebut
dengan site yang ada.
V. FUNGSI
Masjid berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis diartikan sebagai tempat
beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid sering disebut Baitullah
(rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Pada
waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama
sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah). Setelah di Madinah
Rasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjamaah dan
melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Pada perkembangannya disebut dengan Masjid Nabawi.
Fungsi Masjid paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjamaah.
Kalau kita perhatikan, shalat berjamaah adalah merupakan salah satu ajaran Islam yang pokok,
sunnah Nabi dalam pengertian muhaditsin, bukan fuqaha, yang bermakna perbuatan yang selalu
dikerjakan beliau. Ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang shalat berjamaah
merupakan perintah yang benar-benar ditekankan kepada kaum muslimin.

Beberapa Fungsi Dan Peran Masjid

1. Sebagai tempat beribadah


Sesuai dengan namanya Masjid adalah tempat sujud, maka fungsi utamanya adalah sebagai
tempat ibadah shalat. Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas
menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka
fungsi Masjid disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara luas sesuai
dengan ajaran Islam.
2. Sebagai tempat menuntut ilmu
Masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama yang
merupakan fardlu ain bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam,
sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di Masjid.
3. Sebagai tempat pembinaan jamaah
Dengan adanya umat Islam di sekitarnya, Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna
menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi
dalam organisasi Tamir Masjid dibina keimanan, ketaqwaan, ukhuwah imaniyah dan dawah
islamiyahnya. Sehingga Masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh.
4. Sebagai pusat dawah dan kebudayaan Islam
Masjid

merupakan

jantung

kehidupan

umat

Islam

yang

selalu

berdenyut

untuk

menyebarluaskan dawah islamiyah dan budaya islami. Di Masjid pula direncanakan,


diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan dawah dan kebudayaan Islam yang
menyahuti kebutuhan masyarakat. Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas dawah
dan kebudayaan.

5. Sebagai pusat kaderisasi umat

Sebagai tempat pembinaan jamaah dan kepemimpinan umat, Masjid memerlukan aktivis yang
berjuang menegakkan Islam secara istiqamah dan berkesinambungan. Patah tumbuh hilang
berganti. Karena itu pembinaan kader perlu dipersiapkan dan dipusatkan di Masjid sejak
mereka masih kecil sampai dewasa. Di antaranya dengan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA),
Remaja Masjid maupun Tamir Masjid beserta kegiatannya.
6. Sebagai basis Kebangkitan Umat Islam
Abad ke-lima belas Hijriyah ini telah dicanangkan umat Islam sebagai abad kebangkitan Islam.
Umat Islam yang sekian lama tertidur dan tertinggal dalam percaturan peradaban dunia
berusaha untuk bangkit dengan berlandaskan nilai-nilai agamanya. Islam dikaji dan ditelaah
dari berbagai aspek, baik ideologi, hukum, ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya.
Setelah itu dicoba untuk diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan riil umat. Menafasi
kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai Islam. Proses islamisasi dalam segala aspek kehidupan
secara arif bijaksana digulirkan.

VI. TUJUAN
a. KHUSUS
Dengan dibangunnya sarana baru ( Masjid ) akan memberikan semangat pada warga RW 2 RT
2 kel. Bangkala - Kec.Manggala dan sekitarnya dalam mendekatkan diri kepada ALLAH SWT
dan meletakkan dasar pendidikan bagi tumbuhnya prakarsa peran serta dan swadaya
masyarakat untuk membangun dirinya menjadi umat yang taat dan taqwa kepada ALLAH SWT.

b. UMUM

1. Masjid sebagai tempat ibadah juga dapat dipergunakan sebagai sarana pendidikan serta
tempat silaturami antar umat islam
2. Menjembatani berbagai sub cultural umat islam melalui kegiatan kegiatan pendidikan
alternative yang memiliki nilai tambah bagi umat islam.
3. Mencoba mewujudkan konsep pembangunan yang berwawasan islami dalam bentuk
kegiatan yang realistis dan religius.
4. Meningkatkan taraf kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi dan keberadaan
masjid itu sendiri.
5. Menjadikan masjid sebagai sentral ukhuwah islamiyah yang berahklakul karimah

VII. AKTIVITAS
Masjid yang semarak dapat dilhat salah satunya adalah dengan berbagai aktivitas
kegiatan yang ramai, baik ramai dari ragam jenis kegiatannya atau ramai dengan jammah yang
antusias mengikuti berbagai kegiatam yang diselenggarakan oleh Masjid tersebut.
Ada beberapa contoh program secara luas yang nantinya dapat dijabarkan sendiri sesuai
dengan kebutuhan Masjid dan para jamaahnya. Kemudian dalam kesempatan ini program yang
disajikan terbagai dari beberapa bidang program dan masing - masing bidang memiliki program
yang dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masjid dan jamaah.

1. Bidang Ubudiyah
Yang dimaksud bidang ubudiyah adalah kegiatan masjid yang menyangkut peribadatan
bersifat secara khusus, diantaranya adalah :

Pelaksanaan sholat lima waktu, dengan menentukan muadzin dan imamnya.

Pelaksanaan sholat Jumah, dengan menentukan khatib dan imam beserta


cadangannya.

Pelaksanaan sholat tarawih dan witir, dengan menetapkan imam dan juga
menyiapkan penceramah dalam kegiatan Ramadhan.

Pelaksanaan Sholat dua hari raya, dengan menetapkan khatib dan imam beserta
cadangannya.

Pemotongan hewan Qurban

Dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan masjid dan jamaah.

2. Bidang Pendidikan :
Program ini dirancang dalam rangka memberikan wawasan keilmuan kepada para
jamaah, sehingga jamaah dapat meluaskan wawasan keislaman dengan baik dan benar.
Diantaranya adalah :

Kegiatan Pengajian, seperti pengajian anak - anak, remaja, dan orang tua baik laki laki atau wanita.

Lembaga Pendidikan baik formal atau non Formal, seperti TK.

Perpustakaan Masjid.

Peringatan hari - hari besar Islam.

3. Bidang Pelayanan :
Yaitu bidang yang menyangkut pelayanan kepada jamaah dan masyarakat pada
umumnya. Diantaranya adalah :

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan.

Layanan kesehatan

Pengurusan jenazah

Santunan sosial

4. Bidang Humas :
Yaitu yang memberikan berbagai informasi tentang masjid dan kegiatannya kepada para
jamaah yang membutuhkan.

5. Bidang Usaha dan Dana :


Yaitu bidang yang mengusahakan pencarian dana guna terlaksananya seluruh kegiatan
masjid. Diantaranya adalah :

Mengupayakan adanya donatur tetap.

Menghimpun dan mengelola zakat, infak dan shodaqoh.

Penyewaan ruang aula serba guna yang dimiliki masjid.

Membuka mini market atau koperasi masjid.

6. Bidang Fisik dan Sarana :


Yaitu bidang yang merawat serta menata masjid agar menunjang berbagai kegiatan yang
dilaksanakan di masjid.

VIII.

ANALISA DESAIN
Untuk mendapatkan desain bangunan masjid yang baik, dilakukan analisis dengan

mempertimbangkan faktor-faktor desain yang terkait dengan perancangan bangunan masjid


berbentuk kubah, sebagai berikut:
1. Aspek Pengguna Bangunan
Bangunan masjid akan dipergunakan oleh jamaah laki-laki dan perempuan dari berbagai usia
dan kondisi kesehatan, terutama bagi warga setempat serta pasien yang dirawat di rumah sakit
yang berada di dekatnya. Bangunan masjid harus aksesibel, yang berarti dapat digunakan oleh
jamaah yang berusia lanjut atau yang memiliki keterbatasan karena penyakit (misalnya yang
harus menggunakan kursi roda) untuk dapat mengaksesnya. Sehingga pada desain ini
direncanakan dengan pembuatan ramp untuk akses kursi roda bagi jamaah.
2. Aspek Fungsi Bangunan
Bangunan masjid akan dimanfaatkan untuk beribadah sholat dan direncanakan akan dibangun
dalam dua sampai tiga lantai. Pertimbangan ketinggian bangunan dibuat berdasarkan kebutuhan
ruang sholat yang leluasa bagi jamaah perempuan namun tetap terpisah antara jamaah laki-laki
dan perempuan. Sebagai solusinya dibuat pemisahan yang jelas antara sirkulasi jamaah laki-laki
dan perempuan mulai dari arah akses masuk ke areal masjid, namun dengan kemudahan
pencapaian ke ruang sholat yang sama bagi keduanya.
3. Aspek Ruang Dalam
Ruang dalam direncanakan sedapat mungkin bebas kolom sehingga tidak akan menghalangi
pandangan jamaah ke arah imam/pemimpin sholat. Bukaan pintu dan jendela serta bukaan
outlet angin dari bawah atap lengkung direncanakan cukup untuk pertukaran udara segar di

dalam ruang sehingga tidak diperlukan penggunaan mesin penghawaan buatan dalam bentuk
kipas angin atau Air Conditioner , yang berarti juga penghematan biaya pemeliharaan.
4. Aspek Ruang Luar
Ruang luar bangunan masjid diupayakan dapat terlindung dari sengatan matahari atau curah
hujan bagi para jamaah untuk mencapai masjid. Masjid diharapkan dapat benar-benar menjadi
tempat bagi mereka untuk berteduh dan menyejukkan fisik dan jiwa. Perancangan desain taman
dan koridor serta tangga yang tidak terlalu curam dapat menjadi alternatif yang nyaman bagi
jamaah.
5. Aspek Struktur, Bahan, dan Biaya
Struktur bangunan masjid dihitung dengan mempertimbangkan kekuatan yang cukup, dengan
mengingat lokasi yang berada di pinggir jalan, yang sering dilewati kendaraan berat. Bahan
material dipilih yang relatif mudah perawatannya, dengan harga yang terjangkau, namun tetap
mampu menampilkan keindahan bentuk bangunan masjid. Biaya dihitung dengan
mempertimbangkan kemungkinan untuk pelaksanaan pembangunan masjid dengan sistem
bertahap.
Bangunan direncanakan menghadap ke arah 15 dari Barat yangmerupakan perkiraan
arah kiblat pada lokasi bangunan di Indonesia. Aksesutama masuk ke ruang sholat berada di
tengah-tengah dari arah koridor yang mengelilingi taman. Koridor direncanakan dalam bentuk
trap lantai denganketinggian yang sangat landai, yaitu naik 10 cm untuk setiap 2 meter.
Rampuntuk akses jamaah yang menggunakan kursi roda direncanakan berada padasisi Selatan
masjid dengan panjang yang cukup untuk mendapatkan kemiringan ramp yang tidak terlalu
curam.

Pemisahan ruang sholat yang tegas antara jamaah laki-laki dan perempuan dibuat melalui
pembedaan zona lantai: ruang sholat laki-laki dilantai 1 dan ruang sholat perempuan di lantai 2.
Fasilitas pendukungnya yaitu ruang wudlu dan akses masuk menyesuaikan dengan kondisi
tersebut, sehingga posisi ruang wudlu/kamar mandi jamaah laki-laki ditempatkan di sebelah
Selatan masjid dengan pintu masuk ke ruang sholat dari arah Selatan. Sementara itu ruang
wudlu/kamar mandi jamaah perempuan berada di sisi Utara, termasuk akses tangga menuju ke
lantai 2 direncanakan berada tepat berhadapan dengan pintu ruang wudlu dengan tujuan untuk
memudahkan orientasi dan sirkulasi.
2. Desain Tampak/ Faade Bangunan
Tampak depan (faade) bangunan masjid dibuat dengan mempertimbangkan kesesuaian
denganfungsi di dalamnya. Kenyamanan ruang untukberaktivitas juga menjadi pertimbangan
utama dalam menentukan pemilihanmodel faadenya. Bukaan di bagian bawah atap kubah
menjadi faktor yang penting keberadaannya karena akan mempengaruhi kelancaran sirkulasi
udaradi dalam masjid. Ketinggian setiap lantai direncanakan 3.50 meter untuksirkulasi udara
yang cukup serta untuk kemudahan dalam faktor pemeliharaan/maintenance bangunan. Style
bangunan masjid menggunakan model modern dengan ornamentasi minimalis.