Anda di halaman 1dari 2

63.

dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di
atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka
mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Surah al-furqan ayat 63 adalah temtang karakteristik hamba allah yang memperoleh
kemuliaan adalah orang yang rendah hati apa bila ada orang yang menyapa dia dengan kata
kata yang hina dia akan mengucap salam.
Serta Kandungan lain dari surat Al-Furqan ayat 63 adalah :
Orang beriman memiliki sifat:
1. sederhana, tidak sombong.
2. jika ada yang mengucapkan kata2 yang tidak baik terhadap mereka (orang beriman), maka
mereka membalasnya dg kalimat2 yang baik.
Disamaping itu, kandungan lengkap secara merinici adalah:
Allah mensifati ibadurrahman sebagai orang-orang yang berjalan di atas bumi
dengan rendah hati, yaitu orang-orang yang tenang, berwibawa dan tawadhu
(merendahkan diri) terhadap Allah dan makhluk. Seorang mukmin hendaklah menghiasi
dirinya dengan sikap tawadhu dan menjauhi sikap yang berlawanan dengannya, yaitu
takabbur dan ujub. Tawadhu artinya memandang diri rendah di hadapan Allah dan makhluk
lainnya. Sedangkan takabbur artinya memandang orang lain lebih rendah darinya serta ujub
yaitu bangga terhadap diri sendiri.
Salah satu caranya adalah hendaklah seseorang membuka mata dan hatinya untuk
senantiasa taqarrub terhadap ayat-ayat Allah serta keajaiban ciptaan dan Allah dan keagungan

takdir Allah. Dengan demikian ia akan mengetahui bahwa dirinya bukanlah apa-apa. Allahlah yang memberinya nikmat dan berhak mencabutnya kapan pun juga. Allah juga yang
memberikannya ujian dan berhak melapangkannya di mana pun juga.
Cara kedua adalah dengan menyadari bahwa orang lain bisa jadi memiliki kebaikan
yang lebih banyak darinya. Bahkan sedikit pun kebaikan yang dilakukan oleh orang lain bisa
jadi merupakan amalan yang ikhlas dan mutabaah yang diterima di sisi Allah. Sedangkan
amalan dirinya belum tentu sempurna dalam keikhalasan dan mengikuti Rasulullah
shalallahu alaihi wa sallam, sehingga tak ada jaminan Allah akan menerima amalannya.
Dan bisa jadi sejelek apa pun keburukan orang lain merupakan keburukan yang diampuni
Allah. Sementara keburukan yang ia lakukan belum tentu diampuni oleh Allah. Padahal
keburukannya jumlahnya menggunung dan akibat buruk dosanya siap menimpa dirinya.
Sabar terhadap gangguan orang lain
Dijelaskan dalam lanjutan ayat Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka,
maknanya berkata perkataan yang jahil, di mana perkataan tersebut mengganggu atau
menyakitkan. Lalu Allah mensifati ibadurrahman dengan mereka mengucapkan kata-kata
(yang mengandung) keselamatan, maknanya mengucapkan perkataan yang selamat dari
dosa dan selamat dari membalas kejahilan dengan kejahilan.
Hendaklah seseorang mengetahui bahwa gangguan yang diberikan manusia
merupakan bagian dari takdir Allah. Ujian Allah berbagai macam bentuknya. Memang ujian
yang paling sulit diterima adalah jika ujian itu datang melalui tangan manusia. Maka
hendaklah seorang mukmin bersabar terhadap ujian manusia sebagaimana ia bersabar
terhadap musibah dari Allah lainnya. Kemudian membuka hatinya sehingga menyadari bisa
jadi ujian ini adalah kemudharatan sesaat yang nantinya akan berbuah nikmat dengan
kesabaran. Kemudian ia menambahi pahalanya dengan tawadhu. Maka ia dipuji karena
kemurahan hati yang banyak, membalas keburukan dengan kebaikan, pemaaf terhadap orangorang yang bodoh dan memiliki keteguhan akal yang menyampaikannya pada kedudukan
ibadurrahman.