Anda di halaman 1dari 3

27.

DEFINISI KEDAULATAN RAKYAT


Kedaulatan berasal dari bahasa Arab, yaitu kata daulah atau daulat yang
berarti kekuasaan. Dalam bahasa Yunani, disebut demos yang berarti rakyat
dan kratein atau kratos yang berarti kekuasaan, sedangkan dalam bahasa
Inggris, yaitu suvereinigty yang berarti kekuasaan. Kedaulatan berarti
kekuasaan tertinggi dalam suatu negara.
28. TEORI KEDAULATAN RAKYAT
Teori kedaulatan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.
a. Kedaulatan Tuhan
Menurut teori kedaulatan Tuhan, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara
hanya satu, yaitu Tuhan. Tokoh teori ini, antara lain Augustinus dan
Thomas Aquino. Negara yang menganut teori kedaulatan Tuhan, antara
lain Ethiopia, Belanda, dan Jepang.
b. Kedaulatan Negara
Menurut teori ini, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara berada pada
negara itu sendiri. Contohnya Italia di masa pemerintahan Mussolini,
Jerman di masa Hitler, Prancis di masa Raja Louis IV, Uni Soviet di masa
Stalin. Tokohnya, antara lain George Jellinek.
c. Kedaulatan Raja
Menurut teori ini, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara berada di
tangan raja dan raja dianggap sebagai keturunan dewa. Contohnya,
Prancis pada masa pemerintahan Louis XIV (1643-1715). Negara yang
menganut teori kedaulatan raja juga bekembang di Rusia. Tokoh teori ini
adalah Jean Bodin dan Hegel.
d. Kedaulatan Hukum
Menurut teori ini, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara adalah hukum.
Negara yang menganut teori ini, antara lain Swiss di masa pemerintahan
Calvin, Tibet, negara-negara Eropa, dan Indonesia. Tokoh teori ini adalah
Krabbe, Immanuel Kant, dan Kranenburg.

e. Kedaulatan Rakyat
Menurut teori kedaulatan rakyat, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara
ada di tangan rakyat. Contohnya, hampir seluruh negara di dunia
termasuk Indonesia menganut teori kedaulatan rakyat. Tokohnya adalah
John Locke, J.J. Rousseau, Montesquieu, dan Thomas Hobbeas.
29. LIMA PERILAKU KEDAULATAN RAKYAT (PEMERINTAHAN)

2.
3.
4.
5.

1. Memahami prinsip-prinsip kedaulatan rakyat.


Melaksanakan kedaulatan rakyat dalam berbagai lingkup kehidupan.
Berpartisipasi secara aktif dalam proses pelaksanaan kedaulatan rakyat.
Menjunjung tinggi dan menghormati hak-hak orang lain.
Mendukung upaya-upaya pemerintah dalam pelaksanaan kedaulatan rakyat.

30. DEFINISI OTONOMI DAERAH DAN DAERAH OTONOM


Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan
masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Daerah Otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai
batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
31. DASAR HUKUM OTONOMI DAERAH
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
3. UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah
32. STRUKTUR TATA NEGARA INDONESIA
Pemerintah
Pusat
Otonomi dan Tugas
Pembantuan
Pemerintah Daerah
Provinsi

Pemerintah Daerah Kabupaten


Kota

Pemerintah

Kecamatan

Badan Permusyawaratan
Desa

33. ASAS OTONOMI DAERAH

Kelurahan

Asas yang digunakan dalam menyelenggarakan pemerintahan pusat adalah asas


desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekonsentrasi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Menurut UU Pemerintah Daerah disebutkan bahwa dalam penyelenggarakan
pemerintahan berpedoman pada asas umum penyelenggaraan negara yang
terdiri atas
1. asas kepastian hukum
2. asas tertib penyelenggaraan negara
3. asas kepentingan umum
4. asas keterbukaan
5. asas proporsionalitas
6. asas profesionalitas
7. asas akuntabilitas
8. asas efisiensi
9. asas efektivitas
34. PRINSIP OTONOMI DAERAH
Otonomi Daerahmenggunakan prinsip ekonomi seluas-luasnya dan Otonomi
daerah juga menggunakan prinsip otonomi nyata.
35. MANFAAT OTONOMI DAERAH
Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan otonomi daerah tersebut adalah
1. supaya tidak terjadi pemusatan kekuasaan di pusat sehingga jalannya
penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lancar;
2. pemerintahan tidak hanya dijalankan oleh pemerintah pusat, tetapi oleh
pemerintah daerah;
3. kesejahteraan masyarakat di daerah semakin meningkat karena
pembangunan di daerah di sesuaikan dengan kebutuhan di daerah;
4. daya kreasi dan inovasi masyarakat di daerah semakin meningkat karena
setiap daerah berusaha untuk menampilkan keunggulan daerahnya
masing-masing;
5. meningkatkan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan di daerah dalam
rangka partisipasi otonomi daerah.
36. TUJUAN OTONOMI DAERAH
Tujuan otonomi daerah ini adalah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali
urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah, dengan tujuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing
daerah.
37. LEMBAGA WAKIL DAERAH
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Dinas Daerah
Lembaga Teknis Daerah
Kecamatan
Kelurahan/Desa
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)