Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

SOSIOLOGI

Nama Kelompok : Muhammad Nasirin


Farhan Vernandy
Rafif Fauzi
Rizky Darmawan
Dicky
Ibnu Zain
Kelas : X.IIS.3

TUGAS KELOMPOK (hal 9)

Perubahan Secara Lambat atau Evolusi


Evolusi adalah perubahan secara lambat yang terjadi karena
usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan
keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul
sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan
evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu
masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana,
namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka
bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi
kompleks.
Contoh :
1.Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
2.Transportasi: pembangunan jalan layang lepas hambatan;
jalan tol
3. Telekomunikasi dan informasi: ponsel
TUGAS KELOMPOK (hal 19)

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab


penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri
(sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan).
Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan
anak yang tidak serasi.
Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya
penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu
1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang
tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam
kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak
pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari proses sosialisasi yang tidak

sempurna, misalnya karena seseorang tumbuh dalamkeluarga yang retak


(broken home). Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya
dengan sempurna, maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan
kewajibannya sebagai anggota keluarga.
2. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan
menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan
tentang perilaku menyimpang. Hal itu merupakan bentuk perilaku
menyimpang yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang.
Karier penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan
yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan
bentuk proses belajar menyimpang.
3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan
antara kebudayaan dan struktur sosial dapat
mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam
upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang,
sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku
menyimpang.
4. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan
beberapa kelompok. Jika pergaulan itu mempunyai pola-pola perilaku
yang menyimpang, maka kemungkinan ia juga akan mencontoh polapola perilaku menyimpang.
5. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang.
Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindak
kejahatan (perilaku menyimpang). Hal inilah yang dikatakan sebagai
proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang.
TUGAS KELOMPOK (hal 24)

Perkelahian Pelajar atau Kenakalan Remaja


Dalam beberapa tahun terakhir ini,sering terjadi tawuran antar pelajar di kotakota besar.Seakan akan waktu telah menjadi mode dari remaja masa kini.
Bahkan ada yang menganggap tawuran pelajar ini merupakan lambing
sportivitas dan kejantanan seseorang .sebenarnya secara sosiologis,masalah
remaja apapun bentuknya termasuk perkelahian pelajar ini pola terjadinnya
dapat diurutkan sabagai berikut.

1.Persoalan kepekaan terhadap nilai (sense of values) yang kurang ditanamkan


oleh orang tua.
2.Timbulnya organisasi-organisasi nonformal yang berprilaku
menyimpang,sehingga tidak disukai oleh masyarakat
3.Timbulya usaha-usaha untuk mengubah keadaan yang disesuaikan dengan
youth values atau nilai-nilai yang berkembang di kalangan remeja.
Perkelahian pelajar dapat berakibat fatal,baik bagi diri sendiri maupun pihak
lain yang ada di sekitarnya,terutama keluarga dan sekolah. Bagi diri sendiri
dapat mengakibatkan luka-luka bahkan cacat seumur hidup. Sedangkan bagi
pihak lain dapat mencemarkan nama baik serta mempermalukan keluarga dan
sekolah.

TUGAS MANDIRI (hal 16)

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Faktor - faktor penyebab perilaku menyimpang, antara lain :


Sikap mental yang tidak sehat
suatu sikap tidak merasa bersalah/ menyesal atas perbuatannya yang menurut
masyarakat dianggap menyimpang. Contoh : profesi pelacur, maklar kasus,
renternir, dll.
Ketidakharmonisan dalam rumah tangga
disharmonisasi dalam keluarga seperti Broken Home, salah satu anggota
keluarga ada yang meninggal, dll.
Pelampiasan rasa kecewa
kegagalan terhadap suatu yang diinginkan dapat menyebabkan perilaku
menyimpang sebagai bentuk pelarian masalah. Contoh : narkoba, bunuh diri
Dorongan kebutuhan ekonomi
kemiskinan dan ketidakpuasan terhadap apa yang dimiliki mendorong orang
untuk menyimpang seperti mencuri, merampok, melacurkan diri.
Pengaruh lingkungan dan media massa
teman sepermainan, pergaulan, media cetak dan elektronik mempengaruhi
perilaku dan tindakan individu
Keinginan untuk dipuji
gaya hidup glamor, sok kaya, sok modern menyebabkan orang cenderung
menyimpang seperti korupsi, merampok, menjual diri
Proses belajar menyimpang
interaksi dengan orang lainyang menyimpang akan mempengaruhi pikiran dan
kepribadin untuk cenderung menyimpang seperti penggunaan obat, genk motor,
merokok.

8.

Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma


ketidaksanggupan menyerap norma ke dalam kepribadian seseorang disebabkan
menjalani proses sosialisasi yang salah/ tidak sempurna sehingga tidak sanggup
menjalankan peran yang dikehendaki masyarakat.
9.
Adanya ikatan sosial yang berlainan
identifikasi diri dengan kelompok mempengaruhi kepribadian. Jika kelompok
yang digauli menyimpang kecenderungan menyimpang lebih besar
10.
Proses sosialisasi sub kebudayaan menyimpang
suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma budaya
yang dominan. Perilaku individu dipengaruhi oleh nilai sub kebudayaan
masyarakat seperti tempat tinggal dilingkungan kumuh, dekat dengan kompleks
pelacuran
11.
Kegagalan dalam proses sosialisasi
keluarga inti maupun keluarga luas bertanggung jawab terhadap penanaman
nilai dan norma pada anak. Kegagalan proses pendidikan dalam keluarga
menyebabkan terjadinya penyimpangan.