Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan limpahan karunia-Nya
Karya Tulis Ilmiah sederhana ini dapat terselesaikan secara maksimal dan
didukung oleh keluarga dan teman teman sejalan yang mengikuti karya
wisata ke Pulau Tidung .
Karya wisata ini memberikan banyak sekali tambahan wawasan dan
pengetahuan kepada siswa siswi MAN 6 JAKARTA. Didalam karya tulis ini
saya selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa kami sajikan,sebagai
tuntutan tugas dengan topik Masuknya islam ke pulau tidung .Dimana
didalam topik tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari khususnya
masuknya islam ke pulau tidung, dan juga kepribadian masyarakat disana.
Saya menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman saya
tentang Pulau Tidung, menjadikan keterbatasan saya pula untuk
memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang
masalah ini.Oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu saya harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
Harapan saya, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita,
setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang Pulau
Tidung. Saya juga berharap Karya tulis ini bermanfaat dan memberikan
kesan positif terhadap pembaca. Untuk menumbuhkan daya
nalar,kreativitas,dan pola berpikir,saya sajikan aktivitas yang menuntut
peran aktif dalam melakukan suatu kegiatan.
Demikian persembahan karya tulis ini untuk dunia pendidikan.

Jakarta ,12
Mei 2016
Penulis.

DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL........................................................................................................... ..... i

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Tujuan Penulisan

1.3

Rumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN

2.1

Masjid di Pulau Tidung

2.2

Snorkling

2.3

Wisata Air Pulau Tidung

2.4

Bersepeda

2.4

Sunset
BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan

3.2

Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan
Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta,Indonesia. Pulau
tidung ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.
Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari
seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang. Tidung
dalam bahasa setempat berarti berlindung. Hal ini dikarenakan
menurut cerita, pulau ini dijadikan sebagai lokasi persembunyian dari
kekejaman bajak laut pada zaman dahulu. Selain itu, Pulau Tidung
menjadi tempat penyusunan strategi perang saat pasukan Fatahillah
menyerang Malaka. Tidung dalam bahasa setempat berarti berlindung.
Hal ini dikarenakan menurut cerita, pulau ini dijadikan sebagai lokasi
persembunyian dari kekejaman bajak laut pada zaman dahulu. Selain itu,
Pulau Tidung menjadi tempat penyusunan strategi perang saat pasukan
Fatahillah menyerang Malaka.

Menurut warga setempat, Pulau Tidung telah menjadi tempat


tinggal nenek moyang mereka sejak tahun 1800an, tepatnya setelah
meletusnya Gunung Krakatau. Nenek moyang mereka mayoritas bekerja
sebagai nelayan, hal ini menjadi profesi turun temurun sampai kemudian
Pulau Tidung menjadi salah satu tempat wisata andalan. Warga mulai
beralih profesi sebagai pemandu wisata dan membuka penginapan untuk
wisatawan yang datang.

Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang
dihubungkan oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh
penduduk setempat ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat,
dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Muara Angke
dengan kapal penumpang.

Sebagai salah satu tujuan favorit paket wisata, pulau tidung ini
dapat ditemui perkampungan penduduk dan beberapa warung yang
menyediakan makanan dan minuman ringan, selanjutnya jalan setapak
yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti kantor polisi,
sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan
warung dan menuju ke jembatan cinta yang menghubungkan Pulau
Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk.

Di awal jembatan penghubung ini, akan ditemui jembatan yang


cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana
banyak anak kecil penduduk setempat memperagakan loncat indah dari
jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur para
wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung
dengan mereka melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak.

Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau


Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove,
masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak
yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut,
sangat indah pemandangannya.

Tidung dalam bahasa setempat berarti berlindung. Hal ini


dikarenakan menurut cerita, pulau ini dijadikan sebagai lokasi
persembunyian dari kekejaman bajak laut pada zaman dahulu. Selain itu,
Pulau Tidung menjadi tempat penyusunan strategi perang saat pasukan
Fatahillah menyerang Malaka.

Menurut warga setempat, Pulau Tidung telah menjadi tempat


tinggal nenek moyang mereka sejak tahun 1800an, tepatnya setelah
meletusnya Gunung Krakatau. Nenek moyang mereka mayoritas bekerja
sebagai nelayan, hal ini menjadi profesi turun temurun sampai kemudian
Pulau Tidung menjadi salah satu tempat wisata andalan. Warga mulai
beralih profesi sebagai pemandu wisata dan membuka penginapan untuk
wisatawan yang datang.

1.2

Tujuan Penulisan

1.2.1
Menambah ilmu pengetahuan, wawasan yang umum
dan luas.
1.2.2
Mengenal dan mengetahui asal usul masuknya islam
ke Pulau Tidung.
1.2.3
Tidung.

Mengetahui asal usul dari tempat wisata di Pulau

1.2.4

Menumbuhkan rasa cinta tanah air.

1.3
1.3.1

Rumusan Masalah

Jembatan Cinta

Dimana lokasi Jembatan Cinta?

Apa Mitos Jembatan Cinta?

1.3.2

Masuknya islam ke pulau Tidung

Bagaimana masuknya islam ke pulau tidung?

Dengan metode apa islam dikembangkan?

1.3.3
-

Wisata Air Pulau Tidung


Apa saja Keistimewaan Wisata Air Pulau Tidung?

1.3.4
-

Bersepeda di Pulau Tidung

Apa saja keindahan bersepeda di Pulau Tidung ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1
2.1.1

Jembatan Cinta
Lokasi Jembatan Cinta

Jembatan ini berada di Pulau Tidung yang dapat dicapai dari Muara
Angke, Jakarta dengan waktu sekitar 2-3 jam. Jadwal kapal menuju Pulau
Tidung sekitar pukul 07.00 WIB, jadi jangan sampai terlambat agar Anda
tidak ditinggal. Karena perjalanan melalui air, maka Anda tidak akan
dibosankan oleh kemacetan yang biasa terjadi di jalan-jalan darat menuju
tempat wisata yang biasa terjadi pada musim liburan. Selain itu, untuk
menikmati semua keindahan ini, biaya yang diperlukan tidak terlalu besar
sehingga tidak perlu menabung lama untuk berkunjung ke Pulau Tidung.
Sebelum dibangun permanen, jembatan ini dulunya masih berbahan kayu.
Sekeliling jembatan kini dipancang pagar setinggi satu meter, di dominasi
cat berwarna biru. Wisatawan dapat berjalan kaki dari Pulau Tidung Besar
menuju Pulau Tidung Kecil. Spot yang paling terkenal yakni di jembatan
yang berbentuk melengkung dengan car pagar berwarna merah muda.
Tingginya mungkin sekitar 4 sampai 5 meter.

Jembatan Cinta sudah menjadi sebuah ikon/hiburan di Pulau Tidung.


Jembatan sepanjang 800 meter yang menghubungkan antara Pulau
Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini menjadi salah satu spot favorit
para wisatawan yang datang ke tempat wisata ini. Setiap sore hari,
Jembatan Cinta banyak dipenuhi wisatawan yang ingin menyaksikan
momen matahari terbenam khas Pulau Tidung yang terkenal cantik ini.

2.1.2

Mitos Jembatan Cinta?

Tempat wisata dengan mitos mengenai hubungan asmara biasanya


banyak dikunjungi traveler, salah satunya terdapat di Pulau Tidung,
Kepulauan Seribu. Ada Jembatan Cinta dan mitos cinta abadi yang konon
bisa diwujudkan.

Jembatan ini terkenal dengan sebutan Jembatan Cinta. Ini adalah


objek yang paling spesial dan menjadi tujuan banyak traveler untuk
berkunjung ke Pulau Tidung, yang masih berada dalam wilayah Kepulauan
Seribu.
Jembatan ini juga menjadi tempat anak-anak setempat terjun
bebas dari ketinggian sekitar 6 meter. Tak perlu merasa ngeri, anak-anak
di Pulau Tidung sudah biasa melakukan atraksi ini. Terjun dengan berbagai
gaya kemudian berenang dengan ceria. Anda juga bisa ikut terjun
bersama mereka.
Terjun dari jembatan ini juga menjadi asal mula nama Jembatan
Cinta. Konon, jika ingin cepat menemukan jodoh, Anda bisa mencoba
terjun dan berenang di sini. Untuk yang sudah memiliki pasangan, terjun
berdua akan membuat hubungan asmara langgeng dan semakin tak
terpisahkan. Sebagian traveler lagi percaya bila melompat dari tengah

jembatan bersama pasangan, maka cinta mereka berdua akan langgeng


hingga maut memisahkan.
Tak heran wisatawan kebanyakan selalu menyempatkan diri untuk
melompat dari jembatan cinta ini, atau pun sekadar berfoto dari atas
jembatan. Bahkan seringkali jembatan cinta ini menjadi tempat untuk
menyatakan cinta, melamar sampai foto pra wedding. Ketika saya
berkunjung kesana teman sayapun mencoba untuk membuktikan
kebenaran dari mitos tersebut . Dia melompat dengan penuh percaya diri
dan sambil berteriak kencang . sayangnya saya tidak sempat memotret
ketika dia melompat . namun yang pasti terlepas dari benar atau tidaknya
mitos tersebut, jembatan cinta di Pulau Tidung memang menyuguhkan
pemandangan eksotis. Menjelang terbenam matahari akan banyak
pengunjung berjejer mengabadikan sunset dan suasana romantis di
jembatan cinta bersama pasangannya. Tidak percaya? Datang dan
buktikan sendiri !