Anda di halaman 1dari 42

PENGGUNAAN BUKU SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA SEBAGAI

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMPN 13 BANDUNG


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Kurikulum IPA

Oleh :
Agustina Nur Herawati
1302923

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


SEKOLAH PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2013

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmnanirrahiim
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan individual analisis kurikulum 2013 pada pelajaran IPA di SMPN 13
Bandung.
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai tugas untuk memenuhi
kewajiban pada mata kuliah analisis kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPA.
Dalam penulisan larporan ini masih terdapat banyak kekurangan yang
penulis buat. Akan tetapi penulis berusaha semaksimal mungkin agar penyusunan
laporan ini mendekati kebenaran. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya
membangun sangat penulis harapkan.
Semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya dan
sebagai bahan masukan yang berharga bagi penulis untuk memperbaikinya di
masa yang akan datang.
Bandung, 2013
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................1
DAFTAR ISI.......................................................................................................2
BAB I
PENDAHULUAN...................................................................................................4
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.
1.5.

Latar Belakang...........................................................................................4
Rumusan Masalah......................................................................................5
Batasan Masalah........................................................................................5
Tujuan........................................................................................................5
Manfaat......................................................................................................6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................................7
2.1.
2.2.
2.3.
2.4.
2.5.

Kurikulum dan Pengembangannya............................................................7


Kurikulum 2013.........................................................................................7
Pembelajaran IPA.......................................................................................7
Buku Siswa................................................................................................7
Kriteria Buku yang Baik............................................................................7

BAB III
METODE EVALUASI.............................................................................................8
3.1. Model Evaluasi Kurikulum........................................................................8
3.2. Pelaksanaan Evaluasi.................................................................................8
3.2.1. Lokasi dan Subjek...........................................................................8
3.2.2. Prosedur Pelaksanaan......................................................................8
3.2.3. Alat dan Cara Pengumpul Data.......................................................9
3.2.4.Analisis Data.....................................................................................9
3.3. Pelaporan Data Hasil Evaluasi...................................................................9
BAB IV..................................................................................................................10
HASIL DAN PEMBAHASAN..............................................................................10
4.1. Buku IPA Pegangan Siswa.......................................................................10
4.1.1. Identitas Buku Siswa.....................................................................10
4.2. Penggunaan Buku Siswa dalam Pembelajaran........................................10
4.3. Penilaian Mengenai Buku Siswa.............................................................10
Berdasarakan Penilaian Siswa...........................................................................10
Berdasarakan Penilaian Guru............................................................................10
Berdasarakan Penilaian Observer......................................................................10
2

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................................11
5.1. Kesimpulan..............................................................................................11
5.2. Saran........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan, yaitu

perubahan dari kurikulum 1974 hingga sekarang menjadi kurikulum 2013.


Pemerintah mulai menerapkan pembelajaran dengan kurikulum 2013 pada
sekolah-sekolah tertentu yang telah ditunjuk sebagai pilot project. Dengan adanya
kurikulum 2013 diharapkan dapat memperkuat kompetensi siswa dari sisi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Kompetensi tersebut dapat
dicapai siswa dengan aktivitas pembelajaran yang optimal, yaitu penggunaan
strategi pembelajaran dan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan siswa.
Evaluasi kurikulum merupakan salah satu komponen inti kurikulum. Evaluasi
menyeluruh dalam kurikulum diharapkan dapat mendorong perbaikan dan
peningkatan kualitas pembelajaran. Evaluasi mengenai aktivitas pembelajaran
sangat penting dan dapat dilakukan dengan cara observasi langsung pada sekolah
yang menjadi pilot project implementasi kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 memiliki beberapa elemen yang mengalami perubahan mulai
dari kompetensi lulusan, pendekatan, standar isi, dan lain-lain. Salah satu aspek
penunjang dalam perubahan tersebut adalah penggunaan buku pegangan siswa
yang menjadi salah satu elemen penting dalam pembelajaran IPA. Penggunaan
buku siswa dalam kurikulum 2013, mengalami perubahan dari segi konten,
sehingga memerlukan strategi dalam penggunaannya dalam pembelajaran baik
oleh guru maupun oleh siswa itu sendiri. Diharapkan dengan menggunakan buku
siswa ini pencapaian kompetensi inti dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat
diraih oleh siswa.
Berdasarkan pemaparan tersebut, pembahasan mengenai penggunaan buku
siswa dalam pembelajaran dan aktivitas pembelajaran IPA dengan penerapan
kurikulum 2013 tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut
1

sebagai sarana perbaikan dan penguatan strategi penerapan kurikulum 2013 pada
tahun ajaran selanjutnya.
1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah

dalam observasi ini adalah :


1. Bagaimana proses pembelajaran IPA di kelas?
2. Bagaimana penggunaan buku siswa dalam pembelajaran IPA di kelas?
3. Bagaimana tanggapan Guru dan Siswa mengenai penggunaan buku siswa
pada pembelajaran IPA?
1.3.

Batasan Masalah
Agar materi lebih terarah, maka ruang lingkup penelitian dibatasi sebagai

berikut :
1. Materi yang akan diobservasi adalah mengenai klasifikasi makhluk hidup (2
Pertemuan)
2. Hasil pengamatan hanya untuk pembelaaran di kelas 7-D di SMPN 13
Bandung

1.4.

Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka tujuan observasi

ini adalah untuk :


1. Mengetahui penggunaan buku siswa dalam implementasi kurikulum 2013
2. Mengetahui proses pembelajaran di kelas dalam implementasi kurikulum
2013
2

1.5.

Manfaat

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat berupa :


1. Bagi observer:
Mengetahui proses pembelajaran IPA di kelas dan penggunaan buku siswa
dalam proses pembelajaran sebagai implementasi kurikulum 2013
2. Bagi pengajar:
Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari pembelajaran yang telah
diterapkan dalam di kelas
3. Bagi pembaca:
Menambah pengetahuan mengenai implementasi kurikulum 2013 sehingga
dapat memberikan masukan untuk perbaikan implementasi kurikulum ini

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Kurikulum dan Pengembangannya


Tujuan pendidikan nasional menurut UU Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional dirumuskan sebagai berikut :


pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Berdasarkan

tujuan

pendidikan

nasional

kita

dapat

menyimpulkan bahwa manusia yang ingin dihasilkan dari sistem


pendidikan di Indonesia adalah manusia yang mampu menjawab
tantangan jaman namun tetap berakar pada nilai-nilai moral
yang dianut oleh bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan
tersebut, maka dibutuhkan perencanaan dan startegi yang baik
dan tepat.
Definisi dari kurikulum adalah seperangkat perencanaan dan
pengaturan mengenai tujuan, konten, materi pembelajaran dan
pengajaran, dan metode yang digunakan sebagai petunjuk untuk
mencapai tujuan pendidikan (UUSPN No.20/2003). Oleh karena
itu, untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tidak dapat
dipisahkan dari kurikulum Indonesia. Kurikulum di Indonesia
mengalami perkembangan terus menerus untuk menyesuaikan
dengan tingkat perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum harus
4

didasarkan karena adanya evaluasi kurikulum yang diterapkan sebelumnya.


Menurut Zais (1976: 439) komponen-komponen integral suatu kurikulum adalah (1)
tujuan, (2) isi atau materi, (3) aktivitas-aktivitas pembelajaran, dan (4) evaluasi.
Oleh karena itu, evaluasi kurikulum merupakan salah satu komponen inti
kurikulum. Dengan adanya evaluasi kurikulum, kelebihan dan kekurangan pada
kurikulum dijadikan bahan evaluasi sehingga penerapan kurikulum berikutnya
sehingga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Proses evaluasi kurikulum terbagi menjadi dua jenis, yaitu evaluasi sumatif
dan evaluasi formatif. Evaluasi sumatif mengacu pada produk atau hasil akhir
penerapan suatau kurikulum, sedangkan evaluasi formatif mengacu pada konteks,
input, dan proses pelaksanaan suatu kurikulum. Terdapat banyak model evaluasi
kurikulum, salah satunya adalah model evaluasi Context, Input, Process, Product
(CIPP ) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Model evaluasi ini bersifat
mendasar, menyeluruh, dan terpadu. Bersifat mendasar, karena mencakup objekobjek inti kurikulum yaitu tujuan, materi, proses pembelajaran, dan evaluasi itu
sendiri. Menyeluruh karena evaluasi juga difokuskan pada seluruh pihak yang
terkait dalam praktik pendidikan dan pengimplementasian kurikulum. Sedangkan
terpadu karena proses evaluasi ini melibatkan seluruh pihak yang terkait dalam
praktik pendidikan terutama siswa.
Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh, dan merupakan hasil telaah
pendidikan secara internasional. Dalam Pedoman Pengembangan Kurikulum 2013
disebutkan bahwa pembelajaran IPA tingkat SMP dilaksanakan dengan berbasis
keterpaduan, dalam domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga
pelajaran IPA berorientasi pada pengembangan kemampuan berfikir, kemampuan
belajar, rasa ingin tahu, aplikatif, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung
jawab terhadap lingkungan alam dan sosial.

2.2.

Proses Pembelajaran
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 menyatakan

bahwa: Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sementara Daeng Sudirwo
(2002:31) juga berpendapat bahwa: pembelajaran merupakan interaksi belajar
mengajar dalam suasana interaktif yang terarah pada tujuan pembelajaran yang
telah ditentukan. Berdasarkan penjabaran tersebut, maka dalam proses
pembelajaran menuntut terjadinya komunikasi antara pihak yang mengajar
(guru/pendidik) dengan pihak yang belajar (siswa/peserta didik) yang mengarah
pada tercapainya tujuan pembelajaran. Karena pentingnya proses pembelajaran,
maka seorang guru memerlukan keterampilan dan strategi pembelajaran agar
proses belajar mengajar menjadi efektif dan lancar. Terdapat empat faktor yang
harus dipertimbangkan guru dalam menyusun strategi pembelajaran, yaitu: (1)
mengaktifkan siswa, dalam bentuk kelompok, menanyakan pendapat siswa,
melakukan tanya jawab terbuka; (2) membangun peta konsep (sistematika materi
bahan ajar); (3) menggali informasi dari berbagai media; dan (4) membandingkan
dan mensintesis informasi.
Tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dinilai dari hasil belajar
siswa. Menurut Slamento ( 2003: 54-72 ), faktor yang mempengaruhi belajar ada
dua, faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal meliputi jasmani dan
psikologi (intelegensi, perhatian, minat, bakat, minat, motif, kematangan
kesiapan). Sementara faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah (metode
mengajar, kurikulum, relasi Guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa,
disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran,
keadan gedung, metode belajar, tugas rumah), dan masyarakat (kegiatan siswa
dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat ).
Clark dalam Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001:39) mengungkapkan bahwa
hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30%
dipengaruhi oleh lingkungan.
6

2.3.

Pembelajaran IPA
IPA adalah studi mengenai alam sekitar yang bersifat sistematis. Menurut

Cain&Evans (1990) menyatakan IPA mengandung empat hal, yaitu: (1) sikap:
rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan
sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui
prosedur yang benar; IPA bersifat open ended; (2) proses: prosedur pemecahan
masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis,
perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan
kesimpulan; (3) produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum; dan (4) aplikasi:
penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Empat
unsur utama IPA ini seharusnya muncul dalam pembelajaran IPA agar
pembelajaran IPA dapat berfungsi sebagai (1) menanamkan keyakinan terhadap
Tuhan yang Maha Esa; (2) Mengembangkan keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah;
(3) Mempersiapkan siswa menjadi warganegara yang melek IPA dan teknologi;
(4) Menguasai konsep IPA untuk bekal hidup di masyarakat dam melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang
berupa fakta, konsep atau prinsip saja, tapi juga merupakan proses penemuan. Hal
yang dapat dilakukan guru adalah dengan mendorong siswa untuk menemukan
sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru
dengan aturan-aturan lama di dalam pikirannya, dan merevisinya apabila aturanaturan itu tidak lagi sesuai. Selain itu, guru memerlukan media dan sumber belajar
lainnya untuk memberi bantuan peserta didik melakukan eksplorasi dalam bentuk
mengamati

(observing),

menghubung-hubungkan

fenomena

(associating),

menanya atau merumuskan masalah (questioning), dan melakukan percobaan


(experimenting) atau pengamatan lanjutan.
Dalam Kurikulum 2013, proses pembelajaran IPA dikembangkan sebagai
mata pembelajaran integrative science yaitu memadukan berbagai aspek
7

siantaranya sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penerapan IPA terpadu ini


hendaknya menumbuhkan keterampilan proses sains, keterampilan berfikir kreatif
dan kritis, serta menumbuhkan sikap ilmiah, hal ini tertuang dalam standar isi.
Disamping itu, konsep keterpaduan ini ditunjukan dalan Kompetensi inti (KI) dan
Kompetensi Dasar (KD) pembelajaran IPA yakni di dalam satu KD sudah
memadukan konsep-konsep IPA dari ilmu biologi, fisika, dan ilmu pengetahuan
bumi dan antariksa (IPBA), tetapi tidak semua aspek dipadukan karena pada suatu
topik IPA tidak semua aspek dapat dipadukan. Fogarty (1991), terdapat beberapa
model yang potensial untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA terpadu, yaitu
connected,webbed, shared, dan integrated. Empat model tersebut dipilih karena
konsep-konsep dalam KD IPA memiliki karakteristik yang berbeda-beda,
sehingga memerlukan model yang sesuai agar memberikan hasil keterpaduan
yang optimal. Ada sejumlah konsep yang saling bertautan dalam suatu KD. Agar
pembelajarannya menghasilkan kompetensi yang utuh, maka konsep-konsep
tersebut harus dihubungkan dalam pembelajarannya. Pada model connected ini
konsep pokok menjadi materi pembelajaran inti, sedangkan contoh atau terapan
konsep yang dikaitkan berfungsi untuk memperkaya. Ada KD yang mengandung
konsep saling berkaitan tetapi tidak beririsan. Untuk menghasilkan kompetensi
yang utuh, konsep-konsep harus dikaitkan dengan suatu tema tertentu hingga
menyerupai jaring laba-laba/webbed. Karena selalu memerlukan tema pengait,
maka model webbed lazim disebut model tematik. Ada sejumlah KD yang
mengandung konsep saling beririsan/tumpang tindih, sehingga bila dibelajarkan
secara terpisah-pisah menjadi tidak efisien. Konsep-konsep semacam ini
memerlukan pembelajaran model integrated. Pada model integrated, materi
pembelajaran dikemas dari konsep-konsep dalam KD yang sepenuhnya beririsan;
sedangkan pada model shared, konsep-konsep dalam KD yang dibelajarkan tidak
sepenuhnya beririsan, tetapi dimulai dari bagian yang beririsan. Empat model
keterpaduan di atas dipilih karena konsep-konsep dalam KD IPA memiliki
karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memerlukan model yang sesuai agar
8

memberikan hasil yang optimal.


Menurut McCollum (2009) dijelaskan bahwa komponen-komponen penting
dalam mengajar menggunakan pendekatan scientific diantaranya adalah guru
harus menyajikan pembelajaran yang dapat meningkatkan rasa keingintahuan,
meningkatkan keterampilan mengamati, melakukan analisis dan berkomunikasi.
Sebelum merancang model keterpaduan guru harus mengidentifikasi dahulu
seluruh konsep-konsep IPA yang ada dalam satu KD melalui kegiatan analisis
Standar Kompetensi Lulusan (SKL), KI dan KD. Konsep-konsep yang
teridentifikasi selanjutnya dipetakan atau dikaitkan dalam satu Tema atau Topik.
Kegiatan berikutnya guru memilih konsep-konsep yang dapat dipadukan untuk
penyajian pembelajaran satu kali tatap muka. Kegiatan pemetaan ini dilakukan
untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh, sehingga dapat
menentukan model keterpaduan yang sesuai bagaimana konsep-konsep tersebut
terintegrasi dalam pembelajaran. Sehingga memudahkan dalam pembuatan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Pembelajaran IPA terpadu dapat dilaksanakan melalui model-model
pembelajaran inovatif, misalnya model pembelajaran inkuiri, siklus belajar atau
pemecahan masalah. Strateginya dapat menggunakan pembelajaran kooperatif
atau pengajaran langsung. Pendekatan dapat menggunakan keterampilan proses,
lingkungan atau STM, metode dapat menggunakan eksperimen, demonstrasi,
ceramah dan lain-lain. Langkah-langkah atau sintaksnya dimodifikasi sesuai
model keterpaduan yang dipilih dan pendekatan scientific. Cara pengemasan
pengalaman belajar yang dirancang oleh guru sangat berpengaruh pada
kebermaknaan pengalaman bagi peserta didik. Pengalaman belajar yang
menunjukan kaitan unsure konseptual akan menjadikan proses belajar menjadi
lebih efektif. Kaitan yang unsur -unsur konseptual yang dipelajari dengan bidang
kajian IPA yang relevan akan membentuk skema kognitif, sehingga memperoleh
keutuhan pengetahuan.
Salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran dengan penerapan
kurikulum 2013 adalah penggunaan buku siswa dan buku guru.
9

2.4.

Buku Teks
Buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang

merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk
maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang diperlengkapi dengan saranasarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya
di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu
program pengajaran (Tarigan dan Tarigan, 1986: 13). Dalam kurikulum 2013
siswa menggunakan buku teks yang sejenis dan disamaratakan di seluruh
Indonesia, dan disebut buku siswa. Penggunaan buku s i s w a

tersebut

didasarkan pada tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013. Selain
menggunakan buku siwa dan buku guru, pengajar dapat menggunakan saranasarana ataupun teknik yang sesuai dengan tujuan yang sudah dibuat
sebelumnya.
Greene dan Petty (dalam Tarigan, 1986: 20) merumuskan butir-butir
dalam penilaian buku teks yaitu:
a) harus menarik minat anak-anak, yaitu para siswa mempergunakannya,
b) harus memberi motivasi kepada para siswa yang memakainya,
c) harus memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa yang memanfaatkannya,
d) harus mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan
kemampuan para siswa yang memakainya,
e) harus berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya; lebih baik lagi
kalau dapat menunjangnya dengan rencana, sehingga semuanya merupakan
suatu kebulatan yang utuh dan terpadu,
f) harus dapat menstimulasi, merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para siswa
yang mempergunakannya,
g) harus dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar
dan tidak biasa, agar tidak sempat membingungkan para siswa yang
memakainya,
h) harus mempunyai sudut pandangan atau point of view yang jelas dan tegas
sehingga juga pada akhirnya menjadi sudut pandangan para pemakainya yang
setia, buku teks itu haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada
nilai- niai anak dan orang dewasa,
10

j) harus dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa pemakainya.


Hal yang tidak kalah terpenting dalam buku teks adalah konten materi dalam
buku teks itu isinya haruslah sesui dengan tujuan pembelajaran yang berdasar
pada kurikulum. Sesuai dengan konsep kurikulum 2013, buku siswa ini disusun
mengacu pada pembelajaran IPA secara terpadu dan utuh, sehingga setiap
pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat
siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret
dan abstrak, dan bersikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam
semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung
jawab.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk
mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang
dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari
sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru
sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan
ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi
dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari
lingkungan sosial dan alam

11

BAB III
METODE EVALUASI

3.1.

Model Evaluasi Kurikulum


Dalam melakukan observasi ini, digunakan adalah model CIPP (Context,

Input, Process, Product Model). Evaluasi tentang konteks dimaksudkan untuk


memperoleh gambaran yang cermat tentang lingkungan pembelajaran siswa. Berdasarkan hal itu, dapat ditetapkan serangkaian tujuan, termasuk di dalamnya
tujuan pelaksanaan evaluasi. Evaluasi tentang input atau masukan dimaksudkan
untuk mengembangkan informasi bagaimana pengembangan sumber-sumber
pembelajaran yang relevan dengan tujuan-tujuan program yang ditetapkan.
Evaluasi tentang proses dimaksudkan untuk mengembangkan pengawasan dan
pengelolaan program pembelajaran sebagai hasil pengimplementasian kurikulum.
Proses evaluasi kurikulum CIPP yang dilakukan hanya terbatas pada proses saja
karena observer hanya mengumpulkan data yang berhubungan dengan proses
pembelajaran dan penggunaan buku siswa dalam pembelajaran.
Evaluasi tentang produk dimaksudkan untuk menetapkan apakah keluaran
atau hasil pembelajaran itu sesuai dengan apa yang diharapkan dan digariskan
dalam rumusan-rumusan tujuan. Proses utama pengevaluasian ada tiga, yaitu: (1)
pengungkapan informasi yang dibutuhkan, (2) pengumpulan data, dan (3)
pengembangan informasi terhadap hal-hal penting. Berdasarkan proses tersebut,
maka kegiatan yang dilakukan diantaranya pemilihan judul observasi, kemudian
pembuatan instrumen berdasarkan judul dan pemilihan sekolah yang akan
diobservasi merupakan bagian dari proses pengungkapan informasi apa saja yang
dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Setelah itu, proses pengumpulan
data mencakup kegiatan observasi yang telah dilakukan, dan didapatkan sejumlah
data yang menggambarkan proses pembelajaran dan penggunaan buku siswa.
Kegiatan pengembangan informasi terhadap hal-hal penting dilakukan dengan
12

cara mengolah data hasil observasi kemudian mencari literature yang berkaitan
dengan data observasi yang dapat mengungkapkan informasi penting lainnya.
3.2.

Pembuatan Instrumen
Setelah memilih model evaluasi kurikulum yang akan digunakan dalam

mengobservasi sekolah, kegiatan selanjutnya adalah pembuatan instrumen.


Berdasarkan judul observasi yaitu mengenai penggunaan buku siswa dalam
pembelajaran, maka instrumen observasi terdiri dari dua jenis, yaitu instrumen
proses pembelajaran dan instrumen tingkat penggunaan buku siswa. Instrumen
proses pembelajaran berupa angket cek list proses pembelajaran siswa dan guru
yang diisi oleh keempat observer, dapat dilihat pada Lampiran 3 dan Lampiran 4.
Angket ini dibuat berdasarkan komponen proses pembelajaran pada kurikulum
2013 yang terdapat pada dokumen penilaian buku guru dan buku siswa dari
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara untuk menilai penggunaan buku siswa di dalam kelas, dibuat
angket mengenai penilaian buku oleh siswa dan guru yang mengacu pada butir
penilaian buku teks oleh Greene dan Petty, namun karena keterbatasan, maka
kami membatasi penilaian tersebut

menjadi kemenarikan, kemudahan

penggunaan, dan kemanfaatan buku bagi siswa dan pandangan guru. Instrumen ini
dapat dilihat pada Lampiran 1. Sementara itu, untuk penilaian buku siswa dalam
pembelajaran oleh observer dibuat instrumen berdasarkan beberapa model yang
potensial untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA terpadu, terdapat dalam
Lampiran 2. Selain itu selama proses observasi dilakukan proses wawancara
dengan guru mengenai kegiatan belajar mengajar di sekolah.
3.3.

Pelaksanaan Observasi
Proses evaluasi kurikulum secara garis besar dibuat menjadi tiga tahap, yaitu

perncanaan, pelaksanaan, dan analisis data. Proses perencanaan mencakup


pemilihan sekolah dan proses administrasi observasi dan pembuatan instrumen
13

evaluasi. Proses pelaksanaan mencakup observasi langsung ke SMP yang telah


disepakati (SMPN 13).
3.3.1. Lokasi dan Subjek
Observasi mengenai implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran IPA
hanya dapat dilakukan pada SMP atau SMK yang telah ditunjuk
pemerintah kota Bandung. SMPN 13 Bandung sebagai salah satu dari lima
SMP yang dijadikan sebagai sekolah pilot project dalam implementasi
kurikulum 2013. Olehkarena itu, proses observasi dilakukan di SMPN 13
Bandung.
Subjek dalam observasi yang dilakukan adalah siswa dan guru SMPN
13 Bandung. Siswa yang diobservasi adalah siswa kelas 7-B dan Guru
yang diobservasi adalah Dra.Ida Juariah.
3.3.2.

Prosedur Pelaksanaan
Prosedur pelaksanaan observasi dilakukan dengan pembuatan surat
perijinan observasi oleh dari SPS UPI, kemudian diberikan pada sekolah.
Setelah dikeluarkan surat izin observasi oleh sekolah, kegiatan observasi
dapat dilakukan pada pembelajaran IPA dengan guru yang ditunjuk
sekolah adalah Ibu Dra. Ida Juariah. Proses observasi mencakup merekam
dan mengamati proses pembelajaran, wawancara, pengisian angket oleh
siswa dan guru, dan analisis angket oleh anggota kelompok.

3.3.3.

Alat dan Cara Pengumpul Data


Alat pengumpulan data berupa angket yang terdapat pada Lampiran 1,
lampiran 2, lampiran 3, dan lampiran 4. Selain itu, data rekaman kegiatan
belajar mengajar juga dijadikan bahan pengumpulan data hasil observasi.

3.3.4. Analisis Data


Proses analisis data yang dilakukan diantaranya dengan menggunakan
statistika deskriptif untuk menginterpretasikan data angket, analisis
14

jawaban dari wawancara yang telah dilakukan pada guru dan siswa, dan
studi literatur. Penggunaan angket dalam observasi meliputi angket yang
diisi oleh siswa, oleh guru, dan oleh rekan-rekan observer.
3.4.

Pelaporan Data Hasil Evaluasi


Data hasil analisis yang telah diolah menggunakan statistika deksriptif

kemudian diinterpretasikan dengan mengacu pada studi literatur yang ada.


Berdasarkan data tersebut, informasi yang didapatkan disajikan dengan metode
deskriptif.

15

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Buku IPA Pegangan Siswa


Dalam kurikulum 2013, buku siswa dalam pembelajaran IPA memiliki

peranan yang penting karena berisi konten materi dan penilaian yang
berkesinambungan. Identitas Buku Siswa:
Kontributor Naskah : Wahono, Ade
Suryanda, Ucu Cahyana, Idun Kistinah,
Arifatun Anifah, dan Budi Suryatin.
Penelaah : Ismunandar, Sri Budiarti, dan
Siti Zubaedah.
Penyelia Penerbitan : Politeknik Negeri
Media Kreatif, Jakarta.
Jumlah halaman: 276
Ukuran: 29,7 cm
Huruf: Myrad Pro, 11 pt
Gambar cover Buku
Dalam buku siswa materi mengenai klasifikasi
makhluk hidup terdiri dari 27 halam, dari
halaman 46-73. Namun, dalam proses observasi
guru baru menggunakan sepuluh halaman, yaitu
dari halaman 46-56. Buku siswa yang digunakan
full colour sehingga menarik dan memudahkan
pembaca memahami isi bacaan, khususnya materi
menganai makhluk hidup. Contoh potongan
halaman buku siswa pada halaman 47 disamping.

16

4.2.

Analisis KI dan KD
Kegiatan observasi dilakukan pada pebelajaran materi mengenai Klasifikasi

Makhluk hidup. Tahapan dalam proses pembelajaran dapat terlihat pada Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dikembangkan guru dari KI, KD,
dan silabus kurikulum 2013. Dalam Lampiran 5, RPP yang dibuat guru pada
materi klasifikasi makhluk hidup memiliki alokasi waktu 12 jam pelajaran/ lima
kali tatap muka.
KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas


ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan
kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan
peranan manusia dalam lingkungan serta
mewujudkannya dalam pengamalan ajaran
agama yang dianutnya

2. Menghargai dan
menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab,
peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya
diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan
lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan
pergaulan dan
keberadaannya

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki


rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas seharihari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan pengamatan, percobaan,
dan berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan
dan melaporkan hasil percobaan
2.3 Menunjukkan perilaku bijaksana dan
bertanggungjawab dalam aktivitas seharihari sebagai wujud implementasi sikap
dalam memilih penggunaan bahan kimia
untuk menjaga kesehatan diri dan
lingkungan
17

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
2.4 Menunjukkan penghargaan kepada orang
lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi perilaku menjaga
kebersihan dan kelestarian lingkungan

3. Memahami pengetahuan
(faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan
kejadian tampak mata

3.2 Mengidentifikasi ciri hidup dan tak hidup


dari benda-benda dan makhluk hidup yang
ada di lingkungan sekitar
3.3 Memahami prosedur pengklasifikasian
makhluk hidup dan benda-benda tak-hidup
sebagai bagian kerja ilmiah,serta
mengklasifikasikan berbagai makhluk
hidup dan benda-benda tak-hidup
berdasarkan ciri yang diamati

4. Mencoba, mengolah, dan


menyaji dalam ranah
konkret
(menggunakan,mengurai,
merangkai,
memodifikasi,dan
membuat) dan ranah
abstrak (menulis,
membaca, menghitung,
menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang
sama dalam sudut
pandang/teori

4.2 Menyajikan hasil analisis data observasi


terhadap benda (makhluk) hidup dan tak
hidup
4.3 Mengumpulkan data dan melakukan
klasifikasi terhadap benda-benda,
tumbuhan, dan hewan yang ada di
lingkungan sekitar

Berdasarkan KI dan KD yang dipilih oleh guru, maka dibuat tujuan


pembelajaran dan indikator agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih
efektif. Dapat disimpulkan bahwa untuk KI 1 dan KI 2 guru menjabarkan semua
KD-nya, sementara untuk KI 3 guru hanya memasukan KD 3.2 dan 3.3 karena
18

KD tersebutlah yang berkaitan dengan materi klasifikasi makhluk hidup. Untuk


tujuan pembelajaran, guru membuat tujuh tujuan pembelajaran seperti yang
terdapat pada RPP, tujuan pembelajaran yang dibuat oleh guru mencakup kegiatan
yang dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran bukan hasil akhir yang
diharapkan. Sedangkan indikator pembelajaran sebanyak 23 poin, indikator
pembelajaran menjelaskan tujuan pembelajaran dengan lebih merinci, dan berisi
kata kerja berupa kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.
Pada saat pembelajaran observer meliahat indikator yang telah tercapai baru 5
indikator dari 23 indikator yang dibuat, diantaranya: 1. Mengidentifikasi
persamaan dan perbedaan ciri antara makhluk hidup dan tak hidup; 2.
Menjelaskan alasan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan; 3.
Menjelaskan dasar yang dipakai dalam pengelompokan makhluk hidup; 4.
Mengklasifikasikan makhluk hidup secara dikotom; 5. Membuat kunci
deteminasi. Sementara untuk tujuan pembelajaran 5 dari 6 tujuan pembelajaran
dapat dilaksanakan selama observasi. Tujuan pembelajaran tersebut diantaranya:
1. Melalui kegiatan kelompok peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan,
mengidentifikasi, dan mengkomunikasikan hasil observasinya secara kritis,
objektif, jujur, cermat, dan terbuka
2. Melalui diskusi peserta didik dapat menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu
diklasifikasikan
3. Melalui diskusi peserta didik dapat menjelaskan dasar yang dipakai dalam
mengklasifikasikan makhluk hidup dengan cara dikotom dan mengembangkan
perilaku ilmiah
4. Melalui diskusi dan kajian literasi peserta didik dapat membuat kunci
determinasi dengan kritis
5. Melalui kegiata

19

4.3.

Proses Pembelajaran
Proses observasi dilakukan dua kali, pada pertemuan pertama (3 jam

pelajaran) dan pertemuan kedua (dua jam pelajaran). Pada saat proses
pembelajaran dilakukan, guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran
4.4.

Penggunaan Buku Siswa dalam Pembelajaran


Idealnya setiap siswa memiliki satu buah buku siswa untuk menunjang

kegiatan belajarnya, namun pada kegiatan observasi yang telah dilakukan ternyata
hanya setengah dari siswa yang memiliki buku siswa, sementara setengah siswa
yang lainnya memfotokopi buku siswa. Hal ini akan berimplikasi pada perbedaan
pengalaman belajar siswa. Hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran
memerlukan kegiatan observasi, selain siswa mengobservasi tumbuhan atau
hewan yang ada di sekitarnya secara langsung, siswa juga melakukan kegiatan
observasi melalui gambar yang terdapat dalam buku siswa. Jika siswa
menggunakan buku pegangan berupa fotokopian, tentunya akan menyulitkan
siswa tersebut untuk mengidentifikasi gambar pada buku, selain itu proses
mengingat siswa juga akan terhambat karena keterbatasan warna pada buku
fotokopian.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, proses pembelajaran IPA oleh
guru pada materi klasifikasi makhluk hidup memiliki skor sebesar 95%, sehingga
dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran oleh guru memiliki kriteria amat
baik. Hal ini dilihat dari tahapan pembelajaran dari awal pembelajaran hingga
penutupan pembelajaran. Pada awal pembelajaran guru selalu memperi apresepsi
dan motivasi pada siswa. Namun, pada saat pembelajaran guru memerlukan
pengulangan dalam menjelaskan penggunaan buku siswa, karena masih terdapat
siswa yang kesulitan belajar dengan buku siswa. Selain itu, alokasi waktu yang
dibutuhkan dalam pembelajaran masih kurang, karena kelas yang diobservasi
memiliki jadwal pelajaran IPA di hari selasa(libur dua pekan) , sehingga materi
20

pembelajaran menjadi menumpuk. Selain itu, guru kurang memanfaatkan


teknologi IT dalam pembelajaran sehingga proses belajar sedikit lebih lama.
Sementara itu, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada proses
pembelajaran IPA oleh siswa yang terdapat pada Lampiran 4, memiliki skor
sebesar 79%, artinya proses pembelajaran siswa memiliki kriteria cukup. Hal ini
terlihat dari kurangnya partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan yang
menantang, kurangnya pemahaman siswa mengenai manfaat pembelajaran, dan
kurang menguasai kompetensi yang akan dicapai. Hal-hal tersebut dapat terjadi
diidentifikasi karena siswa belum terampil dalam menggunakan sumber dan
media pembelajaran, salah satunya buku siswa. Beberapa hal yang menghambat
proses pemahaman siswa bisa dari berbagai faktor, seperti kurang tersedianya
buku siswa asli, belum terbiasanya siswa dengan kegiatan pembelajaran yang
bersifat student centered, atau karena lambatnya proses adaptasi anak saat
memasuki jenjang SMP. Namun demikian siswa memiliki tingkat antusiasme
yang cukup tinggi dalam pembelajaran terlihat dari keaktifan siswa saat guru
melakukan pembelajaran kontekstual dalam materi klasifikasi hewan dan
tumbuhan.
Bagian dari buku siswa yang digunakan dalam pembelajaran dapat diamati
oleh observer diantaranya halaman 46-55. Idealnya, pembelajaran IPA dilakukan
dengan observasi langsung, di SMP 13 Bandung selain observasi langsung siswa
juga melihat gambar pada buku siswa sebagai media pembelajaran. Terdapat
grafik yang sangat indah yang membuat siswatertarik untuk belajar, namun jika
buku yang digunakan adalah buku fotokopi, siswa kesulitan untuk mengamati
objek.
4.5.
Penilaian Mengenai Buku Siswa
4.3.1. Berdasarakan Penilaian Observer
Berdasarkan hasil analisis angket penilaian buku oleh observer yang terdapat pada
lampiran 2, maka penilaian buku siswa meliputi:
Gambaran umum tentang buku siswa
21

Observer menilai cakupan, ruang lingkup, dan tujuan pembelajaran IPA SMP pada
buku siswa sudah baik, hal ini teridentifikasi dari kesesuaian KD dengan tujuan
pembelajaran dan konten materi yang ada pada buku. Namun masih terdapat
kekurangan dari segi strategi pembelajaran dan proses pembelajarannya, hal ini
dilihat dari sulitnya siswa memahami kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam
buku siswa. Selain itu, media pembelajaran IPA pada buku dinilai masih kurang
karena hanya menyediakan gambar 2 dimensi, dan variasi gambar dirasa kurang.
Dimensi Sikap Spiritual (KI 1)
Selanjutnya observer menilai bahwa dalam buku siswa paduan pembelajaran
untuk meningkatkan kesadaran akan kebesaran Tuhan, keimanan masih belum
terasa, bahkan dari buku siswa yang dipelajari (hal.46-55) tidak ada kalimat yang
menyinggung nilai ketuhanan. Selain itu, tidak ada pembahasan mengenai
keutamaan menjadi seorang pendidik.
Dimensi sikap Sosial (KI 2)
Dari segi sikap sosial, observer menilai kegiatan pembelajaran dalam buku siswa
sudah menunjang ketercapaian KI 2, mulai dari panduan sikap ilmiah, saling
menghargai dalam kerja kelompok, dan panduan penyelesaian masalah. Hal ini
terlihat dari halaman 48, 49, 52, 53, dan 54 pada buku siswa menuntut siswa
untuk berfikir ilmiah dibantu oleh teman sekelompoknya melalui metode diskusi.
Dimensi Pengetahuan (KI 3)
Sementara itu dilihat dari segi pengetahuan, buku siswa dinilai berisi penjelasan
materi yang telah bersesuaian dengan KI dan KDnya. Materi klasifikasi makhluk
hidup terdapat dalam KD 3.3: Memahami prosedur pengklasifikasian makhluk
hidup sebagai bagian dari kerja ilmiah serta mengklasifikasikan berbagai makhluk
hidup dan benda-benda tak hidup berdasarkan cirri yang diamati. Untuk mencapai
KD 3 dalam buku siswa tersedia latihan-latihan yang dapat mendorong siswa
untuk berfikir ilmiah. Namun, terdapat sedikit kekurangan yaitu dalam penjelasan
kedalaman materi di buku siswa, sehingga siswa memerlukan waktu yang lebih
untuk mengolah informasi. Hal ini terlihat dari kurangnya penjelasan mengenai
taksonomi dan penggunaan nama ilmiah dan nama asli tumbuhan atau hewan

22

yang terdapat dalam buku, hal ini membuat siswa harus mencari sumber lain agar
kemampuannya mengingat nama ilmiah menjadi terasah.
Kontekstual
Dari segi kontekstual, observer menilai kurangnya pengayaan materi, hal ini
terlihat dari buku halaman 46-57, guru tidak menyampaikan adanya materi
pengayaan, karena memang tidak ada dalam buku siswa, selain itu materi yang
cukup padat menyebabkan tidak adanya materi pengayaan. Dalam hal
pembelajaran di kelas guru menyampaikan materi pembelajaran secara
kontekstual, walaupun terdapat kegiatan yang terdapat dalam buku siswa tidak
dilakukan di kelas, dan diganti dengan kegiatan lain. Dengan pembelajaran
kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa membuat siswa dapat bermain
sambil belajar, sehingga meningkatkan keaktifan siswa.
Keakuratan Materi
Dari segi keakuratan materi, observer menilai penjelasan mengenai hal-hal
penting mengenai keakuratan fakta, konsep,prinsip, dan prosedur masih kurang,
hal ini diidentifikasi dari seringnya siswa bertanya pada guru mengenai istilahistilah dalam pembelajaran, selain itu terdapat beberapa siswa yang mengalami
kesalahan pemahaman pada saat mengerjakan tugas di buku siswa. Hal ini
menghambat proses belajar-mengajar dan membuat pembelajaran menjadi lebih
lama. Selain itu, guru juga mengeluhkan tentang kurangnya penjelasan dalam
buku, sehingga banyak siswa yang masih harus dibimbing agar dapat memahami
konsep dengan baik.
4.3.2. Berdasarakan Penilaian Siswa
Buku yang baik memiliki beberapa kriteria, seperti yang telah dijelaskan pada Bab
2. Buku yang baik itu menarik, mudah digunakan, dan membantu siswa untuk
berfikir kritis.
4.3.3. Berdasarakan Penilaian Guru
Berdasarkan penilaian guru
23

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.
5.2.

Kesimpulan
Saran

24

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Mulyati dkk. (2000). Strategi Belajar Mengajar Kimia. Jurusan


Pendidikan Kimia FPMIPA UPI.
Direktorat Akademik UPI. (2005). Panduan Praktek Kependidikan (PPK). UPI

Lampiran 1: ANGKET UJI UNTUK MENGETAHUI RESPON SISWA TERHADAP


PENGGUNAAN BUKU SISWA

Petunjuk Umum :
1. Angket dimaksudkan untuk mengetahui respon anda terhadap buku yang
digunakan dalam pembelajaran.
2. Pengisian angket ini tidak akan mempengaruhi penilaian guru terhadap anda,
sehingga anda tidak perlu menuliskan nama atau identitas apapun.
Petunjuk Pengisian Angket :
1. Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan seluruh alternatif jawaban
2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan sesuai dengan melingkari
nomor pada kolom yang disediakan.
3. Diharapkan seluruh pernyataan dijawab dengan sebenar-benarnya.

No

Pertanyaan

Penilaian Buku Siswa


1
2
3
4

1 Apakah variasi penggunaan huruf (ukuran, bentuk, jenis dan


warna) membuat BUKU lebih menarik dipelajari?
2 Apakah ilustrasi yang ada membuat BUKU lebih menarik
dipelajari?
3 Apakah desain layout BUKU membuat BUKU lebih menarik
dipelajari?
4 Apakah penggunaan variasi warna membuat BUKU lebih
menarik dipelajari?
5 Apakah dengan penggunaan gambar-gambar membuat BUKU
lebih menarik dipelajari?
6 Apakah kesesuaian permasalahan dalam BUKU membuat
BUKU lebih menarik dipelajari?
7 Apakah dengan adanya contoh membuat BUKU lebih mudah
dan menarik dipelajari?
8 Apakah kesesuaian gambar membuat BUKU lebih mudah dan
menarik dipelajari?

9 Apakah teknik penjelasan BUKU membuat BUKU lebih


menarik dipelajari?
10 Apakah format evaluasi dan tes formatif dalam BUKU menarik
untuk dikerjakan?
11 Apakah format keseluruhan BUKU membuat BUKU lebih
menarik dipelajari?
12 Apakah cakupan isi BUKU membantu anda sehingga
memepermudah penggunaan BUKU?
13 Apakah kejelasan isi BUKU membantu anda sehingga
memepermudah penggunaan BUKU?
14 Apakah alur penyajian BUKU membantu anda sehingga
memepermudah penggunaan BUKU?
15 Apakah format keseluruhan BUKU membantu anda sehingga
memepermudah penggunaan BUKU?
16 Apakah bahasa yang digunakan dalam BUKU dapat anda
pahami secara jelas sehingga memepermudah penggunaan
BUKU?
17 Apakah petunjuk/perintah/panduan dalam BUKU dapat anda
pahami maksudnya secara jelas sehingga memepermudah
penggunaan BUKU?
18 Apakah pertanyaan-pertanyaan dalam BUKU dapat anda pahami
maksudnya secara jelas sehingga memepermudah penggunaan
BUKU?
19 Apakah BUKU membantu anda meningkatkan minat dalam
mempelajari materi ?
20 Apakah BUKU membantu anda berpikir lebih kritis?
21 Apakah BUKU membantu anda berlatih dan menggunakan
prosedur ilmiah?
22 Apakah BUKU membantu anda dalam menuntaskan bekal wal
dan memulihkan retensi belajar?
23 Apakah BUKU membantu anda mempelajari materi secara lebih
mudah?
24 Apakah evaluasi yang ada membantu anda mengetahui
kemampuan konsep yang anda kuasai?

Lampiran 2: Instrumen Penilaian Penggunaan buku Buku oleh Observer

evaluator 1
Konteks

SKOR
Butir

Gambaran
umum tentang
buku siswa,
bagaimana
menggunakan
buku siswa

1.

Cakupan dan lingkup IPA SMP

2.

Tujuan pembelajaran IPA SMP

3.
Strategi pembelajaran IPA
SMP
4.

Media pembelajaran IPA SMP

5.
Proses/kegiatan pembelajaran
IPA SMP
6.
Evaluasi pembelajaran IPA
SMP

Dimensi Sikap
Spiritual (KI 1)

7. Panduan pembelajaran untuk


peningkatan kesadaran akan
Kebesaran Tuhan dan keimanan
8.

Keutamaan menjadi pendidik

9. Panduan mendidik sikap


ilmiah

Dimensi sikap
Sosial (KI 2)

10. Panduan mendidik agar


peserta didik menghargai kerja
individu dan kelompok
11. Panduan pembelajaran agar
siswa mempunyai kemampuan
pemecahan masalah

Dimensi
Pengetahuan
(KI 3)

12. Penjelasan tentang materi di


buku peserta didik terkait masingmasing KI 3 dan KD nya

13. Penjelasan tentang kedalaman


materi di buku siswa sesuai KI 3
dan KD nya
14. Pengayaan materi
Kontekstual

15. Strategi dan evaluasi


pembelajaran IPA
16. Penjelasan tentang hal-hal
penting terkait keakuratan fakta
buku siswa
17. Penjelasan tentang hal-hal
penting terkait keakuaratan
Konsep buku siswa

Keakuratan
Materi

18. Penjelasan tentang hal-hal


penting terkait kebenaran
Prinsip/Hukum buku siswa
19. Penjelasan tentang hal-hal
penting terkait keakuratan teori
dalam buku siswa
20. Penjelasan tentang hal-hal
penting terkait keakuratan
Prosedur/Metode di buku siswa
Jumlah

Lampiran 3: Instrumen penilaian pembelajaran guru oleh observer

Aspek yang Diamati

Ya

Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi
1

Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran
sebelumnya.

Mengajukan pertanyaan menantang.

Menyampaikan manfaat materi pembelajaran.

Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan tema.

Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik.

Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan


observasi.

Menyampaikan informasi tentang strategi penggunaan buku

Menyampaikan informasi tentang penerapan pendekatan scientific

Menyampaikan informasi tentang penerapan penilaian autentik

Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran.

Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan


Iptek , dan kehidupan nyata.

Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat

Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit,dari konkrit ke abstrak)

Tidak

Ket

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.

Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

Melaksanakan pembelajaran secara runtut.

Menguasai kelas.

Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.

Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkantumbuhnya kebiasaan positif (nurturant


effect).

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.

Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana.

Memancing peserta didik untuk bertanya.

Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba.

Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati.

Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis.

Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses berpikir yang logis dan
sistematis)

Menyajikan kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi.

Menyajikan pembelajaran sesuai tema.

Menyajikan pembelajaran dengan memadukan berbagai mata pelajaran dalam satu PBM
meliputi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni
Budaya dan Prakarya, serta Penjasorkes.

Menyajikan pembelajaran yang memuat komponen karakteristik terpadu.

Menyajikan pembelajaran yang bernuansa aktif dan menyenangkan.

10

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran.

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran.

Menghasilkan pesan yang menarik.

Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran.

Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran.

Menerapkan pendekatan literasi sains dalam penggunaan sumber belajar/media pembelajaran

Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber
belajar.

Merespon positif partisipasi peserta didik.

Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik.

Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif.

Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme peserta didik dalam belajar.

Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar.

Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.

Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.

Memberihan tes lisan atau tulisan .

Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio.

Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas
pengayaan.
Jumlah

11

12

Lampiran 4: Instrumen Pembelajaran Siswa

Aspek yang Diamati


Kegiatan Pendahuluan

Ya

Apersepsi dan Motivasi


1

Dapat mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran
sebelumnya.

Menjawab pertanyaan menantang.

Mengetahui/Menyampaikan manfaat materi pembelajaran.

Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan tema.

Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan


1

Mengetahui kemampuan yang akan dicapai.

Mengetahui rencana kegiatan misalnya, individual,kerja kelompok, dan melakukan observasi.

Dapat menggunakan strategi penggunaan buku

Melakukan penerapan pendekatan scientific

Melakukan penerapan penilaian autentik

Kegiatan Inti
Penguasaan Materi Pelajaran
1

Mendapat materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Dapat mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan Iptek , dan
kehidupan nyata.

Berperan aktif dalam pembahasan materi pembelajaran dengan tepat.

Memahami materi secara sistematis (mudah ke sulit,dari konkrit ke abstrak)

Penerapan Strategi Belajar yang Optimal

13

Tidak

Ket

Menguasai dengan kompetensi yang akan dicapai dengan pembelajaran yang optimal

Berperan aktif saat guru melakukan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

Melaksanakan pembelajaran secara runtut.

Proaktif di kelas.

Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.

Belajar dan menumbuhkan kebiasaan positif (nurturant effect).

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan

Penerapan Pendekatan scientific


1

Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana.

Bertanya pada konteks materi yang tepat.

Proaktif untuk mencoba.

Aktif untuk mengamati pembelajaran.

Menganalisis berbagai fenomena dan menjabarkannya.

Menjawab pertanyaan dari hasil menalar (proses berpikir yang logis dan sistematis).

Aktif mengkomunikasikan pendapatnya

Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu


1

Mengikuti pembelajaran sesuai tema.

Mengikuti pembelajaran yang sudah dipadukan dengan berbagai mata pelajaran dalam satu PBM
meliputi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan
Prakarya, serta Penjasorkes.

Aktif dalam pembelajaran yang memuat komponen karakteristik terpadu.

Mengikuti pembelajaran yang bernuansa aktif dan menyenangkan.

Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran


1

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran.

14

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran.

Menghasilkan pesan yang menarik.

Ikut terlibatkan dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran.

Aktif dalam pemanfaatan media pembelajaran.


6 Dapat mengaplikasikan literasi sains dalam penggunaan sumber belajar/media pembelajaran

Melibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran


1

Berpartisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar.

Merespon positif partisipasi guru/teman.

Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons guru/teman.

Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif.

Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme dalam belajar.


Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran

Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar.

Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.


Kegiatan Penutup
Penutup pembelajaran

Ikut melakukan refleksi atau membuat rangkuman

Mengikuti tes lisan atau tulisan .

Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio.

Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan.
Jumlah

15

RUBRIK PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Langkah Kegiatan:
1. Berikan tanda cek () pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai
dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru dan siswa pada saat
pelaksanaan pembelajaran
2. Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan
pembelajaran
3. Setelah selesai penilaian, hitung jumlah nilai YA dan TIDAK
4. Tentukan Nilai menggunakan rumus sbb:

Mata Pelajaran

Nilai

jumlahYa
x100%
48

PERINGKAT

NILAI

Amat Baik ( AB)

90 < AB 100

Baik (B)

80 < B 90

Cukup (C)

70 < C 80

Kurang (K)

70

16