Anda di halaman 1dari 13

PROTOTIPE SISTEM PENDETEKSI DINI KEBAKARAN

DENGAN SMS SEBAGAI MEDIA INFORMASI


BERBASIS MIKROKONTROLER

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas UAS


Mata Kuliah Elektonika Digital
Dosen Pembina :

Oleh :
Dedi Setiawan Purwanto
D3 Kelas 2 C Teknik Listrik
1431120119

PRODI TEKNIK LISTRIK


JURUSANTEKNIK ELEKRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016

I. Pendahuluan
Sistem pendeteksi dini kebakaran adalah sebuah sistem keamanan terintegrasi, yang
secara otomatis memberikan informasi keadaan dari suatu peristiwa atau kondisi yang dapat
diaplikasikan pada perumahan, perkantoran, kampus atau instansi yang membutuhkannya.
Keamanan merupakan salah satu aspek penting dalam sebuah sistem informasi. Kebakaran
merupakan suatu kelalaian atau kesalahan yang diakibatkan oleh manusia, yang disebabkan oleh
beberapa faktor misalnya akibat abu rokok, akibat gas elpiji, akibat hubungan pendek arus listrik
yang menimbulkan api dan merambat ke bahan lainnya dan sebagainya. Melihat kondisi ini,
maka di rancang sebuah alat yang efisien dan terjangkau untuk mencegah semua kerugian yang
diakibatkan oleh kebakaran.
Dengan pemberitahuan melalui sms dan menggunakan alarm sebagai respondan, sensor
suhu LM35, sensor api Flame Detector serta sensor asap dan gas MQ2 sebagai pendeteksi
kebakaran juga memanfaatkan mikrokontroler AVR seri ATMega8535 sebagai pusat sistem
dengan

membuat

pemrograman

pada

mikrokontroler

sebagai

perintah

kerja,

dan

menampilkannya pada LCD sehingga dibuat sistem keamanan dan monitoring terintegrasi yang
bekerja selama 24 jam tanpa mengenal lelah dan hemat biaya. Sistem ini dibangun untuk dapat
mencegah terjadinya kebakaran yang meluas dan mengindikasi kebakaran sejak dini dengan
mencari keberadaan api, gas, dan menampilkannya pada sebuah LCD dan akan memberikan
informasi kepada pemilik ruangan, melalui pesan pendek (SMS) ke telepon seluler pemilik atau
operator ruangan jika peralatan sudah mendeteksi adanya kebakaran serta memberikan
peringatan berupa alarm.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis mengidentifikasikan beberapa
permasalahan sebagai berikut :
1. Banyaknya kejadian kebakaran yang diketahui setelah api membesar sehingga menimbulkan
banyak kerugian, maka dibutuhkan alat yang dapat memberikan informasi secara otomatis jika
terjadi kebakaran.
2. Perlunya alat yang dapat mendeteksi kenaikan suhu, keberadaan api serta gas sebagai
indikator jika terjadi kebakaran, kemudian melaporkan kepada pemilik atau operator tersebut.

Untuk memfokuskan penelitian, maka dibatasi permasalahan hanya mencakup sebagai


berikut :
1. Mikrokontroler yang digunakan adalah ATMega8535.
2. Penempatan posisi sensor MQ2 diletakan pada tempat yang rawan akan kebocoran gas yaitu
dapur.
3. Sensor LM35 dan sensor flame detector difokuskan untuk memonitoring indikasi kebakaran
diseluruh ruangan rumah.
4. Penyampaian informasi kepada pemilik dilakukan melalui modem wavecom ke telepon
seluler. Pemberitahuan informasi dilakukan dengan mengirimkan SMS dan alarm sebagai
peringatan jika terjadi kebakaran.
Maksud dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui berapa besar peranan
alat pendeteksi kebakaran dalam upaya pencegahan kasus kebakaran.
Tujuan dari penelitian tentang pendeteksi kebakaran ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengoptimalkan fungsi LM35, Flame Detector dan MQ2 sebagai sensor indikator
kebakaran.
2. Untuk mengetahui letak terjadinya atau ruangan mana yang terdapat indikasi penyebab
kebakaran, serta mencoba mencegah terjadinya kebakaran skala besar.
2. Dasar Teori
2.1 Teori Tentang Komputer
Mikrokontroler AVR ( Alf and Vegards Risc processor ) memiliki arsitektur 8 bit, dimana
semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit ( 16-bits word ) dan sebagian besar instruksi
dieksekusi dalam 1 ( satu ) siklus clock. Mikrokontroler AVR berteknologi RISC ( Reduced
Instruction Set Computing ). Secara umum, AVR dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga
ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan keluarga AT86RFxx. ( Wardhana, 2006 ).
2.2 Sensor Suhu LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah
besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai
dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National
Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika

dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang
rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian
kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.

Gambar 2.2 Bentuk fisik sensor LM35

2.3 Sensor Flame Detector


Flame Detector merupakan sebuah sistem sensor cerdas yang mampu mendeteksi posisi
nyala api dengan ketelitian tinggi (hingga nyala api sekecil cahaya lilin) menggunakan gabungan
sensor mata api dan motor servo. Sistem ini terdiri dari sebuah sensor photodioda yang didesain
untuk mendeteksi mata api dan sebuah modul berbasis mikrokontroler yang digunakan untuk
mengatur kerja motor servo, mengambil sampling data sensor, dan mengatur antarmuka dengan
sistem lain. Salah satu aplikasi DT-SENSE FLAME DETECTOR adalah robot pencari api
(Kontes Robot Cerdas Indonesia).

Gambar 2.3 DT-Sense flame detector

2.4 Sensor Asap dan Gas MQ2


(Datasheet Sensor Gas Dan Asap MQ-2 2011). Sensor gas asap MQ-2 ini mendeteksi
konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap dan output membaca sebagai tegangan
analog. Secara umum sensor didefenisikan sebagai alat yang mampu menangkap fenomena fisika
atau kimia kemudian mengubahnya menjadi sinyal elektrik baik arus listrik ataupun tegangan.
Sensor asap MQ2 merupakan sensor yang biasanya digunakan untuk mengetahui kualitas udara
atau untuk mengetahui kandungan yang terjadi dalam udara. Sensor MQ2 tersebut terbuat dari
bahan peka gas yaitu SnO2 . Jika sensor tersebut mendeteksi keberadaan gas tersebut di udara
dengan tingkat konsentrasi tertentu, maka sensor akan menganggap terdapat asap rokok di udara.
Ketika sensor mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut, maka re-sistansi elektrik sensor akan
turun. Dengan memanfaatkan prinsip kerja dari sensor MQ 2 ini, kandungan gas tersebut dapat
diukur.
2.5 Pengertian UML
Menurut (Dennis, Wixom, Tegarden, 2009) yang di kutip pada buku Systems Analysis
Design UML Version 2.0 An Object-Oriented Approach menerangkan :
UML menyediakan kosa kata umum istilah object-oriented dan teknik diagram yang cukup
kaya untuk model proyek pengembangan sistem dari analisis melalui implementasi.

3. Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak


3.1 Aliran Proses
3.1.1 Use Case Diagram
Diagram ini akan menggambarakan fungsionalitas yang diharapkan dari alat simulasi
pendeteksi kebakaran. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan
sistem. Dengan dilengkapi oleh scenario untuk menjelaskan dari gambaran use case yang ada
dengan menceritakan scenario per use case. Fungsi-fungsi yang ada dipendeteksi kebakaran ini
diantaranya aktivitas sistem, mengirim instruksi, menyalakan buzzer, mengirim informasi
melalui SMS.

Gambar 3.1.1 Use case sistem pendeteksi kebakaran

3.2 Struktur Organisasi Objek Dan Pesan


3.2.1 Sequence Diagram
Dalam sub bab ini akan dijelaskan bagaimana sebuah sistem dari simulasi alat pendeteksi
kebakaran ini bekerja. Dimulai dari sequence diagram dari ketiga sensor yang bekerja dalam
sistem ini, yaitu sensor suhu LM35, sensor api flame detector dan sensor gas MQ2. Kemudian
diperjelas lagi dengan menggunakan diagram aktifitas dari sistem ini secara keseluruhan.

Gambar 3.2.1 Sequence diagram mengelola data suhu, api, dan gas lpg

3.3 Pemodelan Perilaku Sistem


3.3.1 State Chart Diagram
Untuk lebih memperjelas mengenai kinerja dari sistem simulasi alat pendeteksi
kebakaran ini, maka dibuatkan sebuah diagram state untuk menggambarkan perubahan atau
transisi dari sebuah sistem yang bekerja.

Gambar 3.3.1 State chart diagram sistem pendeteksi kebakaran

4. Ananlisis Dan Perancangan Perangkat Keras


4.1 Blok Diagram
Gambar dibawah ini merupakan gambar blok diagram dari rancang bangun sistem
pendeteksi kebakaran.

Gambar 4.1 Blok diagram sistem pendeteksi kebakaran


4.2 Subsistem Perangkat Input
4.2.1 Rangkaian Sensor Suhu LM35

Gambar 4.2.1 Rangkaian sensor suhu LM35 dengan mikrokontroler


Pada Gambar diatas sensor LM35 memiliki 3 kaki yaitu untuk ground, vcc dan output,
kaki-kaki dihubungkan ke Port di mikrokontroler yang kemudian mikrokontroler akan menerima
data input dari sensor sehingga data input dari sensor akan diproses oleh mikrokontroler menjadi
output pada LCD, kipas ataupun buzzer.

4.2.2 Rangkaian Sensor Flame Detector

Gambar 4.2.2 Rangkaian sensor api dengan mikrokontroler


Gambar diatas menjelaskan hubungan dari modul sensor api dengan mikrokontroler
dimana modul sensor api ini dihubungkan ke PortA di mikrokontroler yang kemudian akan
mendeteksi adanya api yang menyulut ke arah sensor. Input yang diterima oleh mikrokontroler
dari sensor api juga akan dibandingkan dengan input data dari sensor suhu. Hal ini dikarenakan
program yang ditanamkan pada mikrokontroler akan membaca deteksi api dan membandingkan
dengan besaran data input dari sensor suhu sehingga output yang dihasilkan sesuai dengan yang
diharapkan.
4.2.3 Rangkaian Sensor MQ2

Gambar 4.2.3 Rangkaian sensor MQ2 dengan mikrokontroler


Gambar diatas menjelaskan hubungan input dari modul sensor gas dengan mikrokontroler
dimana sensor modul sensor gas ini dihubungkan ke PortA di mikrokontroler sehingga ketika
diberi catu daya sensor akan mendeteksi kebocoran gas yang kemudian akan dikirimkan ke
mikrokontroler diproses untuk dijadikan output pada LCD, buzzer ataupun kipas.

4.3 Subsitem Perangkat Output


4.3.1 LCD
Sistem ini menggunakan perangkat LCD sebagai alat output dimana informasi
terdeteksinya kebocoran gas, adanya api yang menyulut ke arah sensor dan informasi tentang
besar suhu ruangan pada saat itu, beserta pesan peringatan ditampilkan pada LCD. LCD
dihubungkan ke PortB. Output yang ditampilkan pada tampilan LCD bersifat dinamis tergantung
dari data input yang diberikan oleh sensor. Berikut tabel koneksi pin pada LCD yang terhubung
ke mikrokontroler.
4.3.2 Rangkaian Modem GSM Wavecom
Mikrokontroler mengirim data ( isi SMS dan No tujuan) ke modem GSM melalui RS232,
kemudian modem GSM mengirim data tersebut ke SMS center yang akan menyampaikan ke No
Hp yg dituju.
4.4 Skema Keseluruhan
Dari penjelasan penjelasan pada sub bab sebelumnya tentang hubungan antar masing
masing perangkat input maupun output maka dapat digambarkan hubungan keseluruhan input
output dengan mikrokontroler yaitu seperti dibawah ini.

Gambar 4.4 Skema keseluruhan

5. Implementasi
5.1 Compiling Program
Tahapan ini merupakan tahapan akhir dalam membuat program. Dengan melakukan
compiling program, dimana file yang menggunakan bahasa C (berekstensi *.c) dirubah kedalam
bahasa yang dimengerti oleh microcontroller (file berekstensi *.hex), yang kemudian akan
dimasukkan ke dalam Flash Memory ATMega8535. Software yang digunakan sebagai editor dan
compiler dalam perancangan ini yaitu CodeVisionAVR. CodeVisionAVR adalah salah satu alat
bantu editor pemrograman (programming tool) yang bekerja dalam lingkungan pengembangan
perangkat lunak yang terintegrasi (Integrated Development Programming, IDE).
5.2 Pengujian Perangkat Input
5.2.1 Pengujian Sensor Gas MQ2
5.2.2 Pengujian Sensor Api
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi adanya api yang menyulut ke arah sensor.
Pengujiannya dilakukan dengan cara pengukuran pada perangkat input
5.3 Pengujian Perangkat Output
5.3.1 Pengujian LCD
Tujuan : Untuk mengetahui apakah modul LCD dapat berfungsi dengan baik alat yang
digunakan.
Alat yang digunakan:
1. Rangkaian sistem minimum ATMega8535
2. Kabel downloader
3. Modul LCD 16 x 2
Download program untuk pengujian LCD berikut ke dalam mikrokontroler :
while(1){
lcd_gotxy(0,0);
lcd_putsf(ABCDEFGHIJKLMNOP);
lcd_gotxy(1,0);
lcd_putsf(QRSTUPWKYZQRSTUV);
delay_ms(1000);

}
Hasil pengujian dari LCD dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 5.3.1 Pengujian rangkaian LCD


6. Kesimpulan
Unjuk kerja dari prototipe pendeteksi kebakaran ini telah menunjukkan hasil sesuai
dengan yang diharapkan, yaitu :
1. Sensor Suhu LM35 cukup baik dalam pengukuran suhu dan sensor MQ2 dapat mendeteksi
kebocoran gas disekitar sensor dan sensor flame detector mendeteksi keberadaan api yang
berlebihan dan suhu ruangan yang panas maka akan diberi peringatan melalui alarm dan
pengiriman sms sebagai pemberitahuan jarak jauh.
2. Dengan memanfaatkan pelayanan SMS yang hadir dalam teknologi GSM ini, memberikan
satu alternatif yang lebih maju untuk penyampaian informasi.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Lingga Wardhana. 2006, Belajar Sendiri Mikrokontroler Seri ATMega8535, ANDI,
Yogyakarta.
[2] OBrien James A. 2006, Pengantar Sistem Informasi, jilid 1 edisi keempat, Penerbit PT.
Elex Media Komputindo, Jakarta.
[3] Jogiyanto H.M. 2005, Sistem Teknologi Informasi, edisi kedua, Penerbit Andi Offset,
Yogyakarta.
[4] Tata Sutabri. 2005, Analisa Sistem Informasi, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
[5] Ardi Winoto. 2008, Mikrokontroler AVR ATmega8/32/16/8535 dan Pemrogramannya
dengan Bahasa C pada Win AVR, Penerbit Informatika Bandung.
[6] Taufiq Dwi Septian Suyadhi. 2008, Build your own line follower robot, Penerbit Andi Offset,
Yogyakarta.