Anda di halaman 1dari 5

Komplikasi

Penggunaan GTP tunggal pada maksila berantagonis dengan mandibula yang


menggunakan gigi tiruan sebagian akan menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu:1
a.

Sindrom kombinasi.
1) Definisi
Sindrom kombinasi adalah tampilan karakteristik yang terjadi ketika
edentulous maksila berantagonis dengan gigi anterior asli mandibula,
termasuk kehilangan tulang dari bagian anterior ridge maksila, overgrowth
dari tuberositas, hyperplasia papilla dari mukosa pada palatum keras,
ekstrusi gigi anterior bawah, dan kehilangan tulang alveolar dan tinggi ridge
dibawah protesa gigi tiruan lepasan mandibula-juga disebut sindrom
hiperfungsi anterior.3
Sindrom kombinasi didefinisikan sebagai kondisi yang disebabkan oleh
adanya gigi anterior rahang bawah dan tidak adanya gigi posterior dan
menyebabkan resorpsi alveolar anterior maksila yang signifikan.4

2) Etiologi
Berikut ini adalah urutan terjadinya sindrom kombinasi :1
Pasien akan cenderung mengkonsentrasikan tekanan oklusal pada gigi
asli yang masih tersisa (anterior mandibula) untuk proprioception.
Karenanya, lebih banyak tekanan bekerja pada bagian anterior gigi tiruan
maksila.
Hal ini akan berlanjut pada peningkatan resorpsi bagian anterior maksila
yang akan digantikan dengan jaringan flabby. Bidang oklusal menjadi
tilting anterior ke atas dan posterior ke bawah karena kurangnya
dukungan anterior.
Tepi labial akan digantikan dan mengiritasi vestibulum labial
menyebabkan pembentukan epulis fissuratum.
Pada posterior akan terdapat pertumbuhan fibrosa dari jaringan pada
tuberositas maksila.
Pergerakan bidang oklusal pada posterior ke bawah menyebabkan
resorpsi pada perluasan distal denture bearing-area mandibula.

Karena bidang oklusal tilting, mandibula bergerak ke anterior saat


oklusi.
Dimensi vertikal saat oklusi berkurang. Retensi dan stabilisasi gigi tiruan
juga berkurang.
Tilting bidang oklusal disoccludes anterior bawah menyebabkan
supraerupsi. Hal ini mengurangi dukungan periodontal gigi anterior.
Anterior bawah yang supraerupsi meningkatkan jumlah tekanan yang
bekerja pada bagian anterior GTP dan siklus berlanjut kembali.

3) Ciri Klinis
Ellsworth Kelly pada 1972 merupakan orang pertama yang menggunakan
istilah sindrom kombinasi. Dia mendeskripsikan 5 tanda atau gejala yang
biasanya terjadi pada situasi ini. Lima tanda tersebut adalah:
resorpsi ridge anterior maksila,
hyperplasia papilla pada palatum keras,

hipertofi tuberositas maksila,

ekstrusi gigi anterior mandibula,

kehilangan tulang dibawah basis gigi tiruan sebagian lepasan.

Lima tanda klinis sindrom


kombinasi

Teorinya mengatakan bahwa urutan ini dipicu oleh tekanan negatif pada
gigi tiruan maksila, yang menyebabkan ridge anterior ditarik ke atas oleh
oklusi anterior, diikuti dengan kehilangan dini tulang dari bagian anterior
maksila dan pembentukan epulis fisuratum pada sulcus maksila. Hal ini
diikuti oleh hipertrofi tuberositas maksila, supraerupsi gigi anterior bawah
yang tersisa dan resorpsi posterior mandibula.
Sauders et al pada 1979 menambahkan deskripsi sindrom kombinasi
dengan memasukkan perubahan destruktif yang terjadi seperti:
kehilangan dimensi oklusal vertikal,
perubahan dataran oklusal,
reposisi mandibula ke anterior,
adaptasi yang kurang dari protesa,

epulis fissuratum,

perubahan periodontal

Saunders et al mengatakan bahwa urutan kejadian ini di inisiasi oleh


kehilangan dukungan posterior mandibula, menyebabkan penurunan
bertahap beban oklusal posterior, meningkatnya bebasn oklusal anterior dan
akhirnya peningkatan tekanan mengakibatkan resorpso residual ridge
anterior maksilla.5

4) Perawatan
Kelly mengatakan bahwa sebelum melakukan perawatan prostetik,
perubahan besar yang sudah terjadi sebaiknya dibedah. Hal ini termasuk
kondisi seperti jaringan flabby (hyperplasia), hyperplasia papilla dan
tuberositas yang membesar.
Kelly menyarankan untuk mengurangi tuberositas yang membesar untuk
menjadikan gigi tiruan sebagian rahang bawah meluas ke area retromolar
pad dan area buccal shelf. Saunders et al menyarankan splinting gigi
anterior mandibula untuk menyediakan dukungan oklusal yang postif ke
gigi tiruan sebagian, kekakuan, dan stabilisasi, ketika meminimalisir
tekanan yang berlebihan pada gigi anterior asli bawah. Perawatan
prostodonti ditujukan untuk menyediakan dukungan oklusal posterior dan
untuk meminimalisir tekanan oklusal pada anterior maksila.

b. Aus pada gigi asli.

Ketika gigi porselen digunakan, abrasi parah pada gigi asli antagonis akan
terjadi. Karenanya, akan sangat penting dilakukan pemilihan material gigi tiruan
yang sesuai.

c.

Fraktur gigi tiruan.

Fraktur gigi tiruan sering terjadi pada kasus GTP tunggal. Hal ini dikarenakan
gigi tiruan akan mendapatkan beban berlebih dari gigi asli. Faktor yang dapat
menyebabkan frakturnya gigi tiruan adalah:

beban oklusal anterior yang berlebih.

frenulum labial yang dalam.

tekanan oklusal berlebih karena aksi berlebih dari masseter.

2.10 Prognosis
Prognosis merupakan estimasi perjalan penyakityang mungkin terjadi.
Prognosis ditentukan pada kunjungan ke dua, setelah semua informasi di
dapatdan dikumpulkan pada kunjungan pertama.
Faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan prognosis :

Faktor general :
laju karies
pemahaman pasen dalam kontrol plak
kemampuan fisik dalam menjaga OH sendiri
Kondisi sistemik
Keadaan otot (hipertrofi atau tidak)
faktor lokal
overlap gigi anterior berpengaruh pada distribusi beban gigi
mobilitas gigi individual
angulasi akr
morfologi akar
rasio mahkota akar
dan variable lainnya