Anda di halaman 1dari 14

KULIT & KELAMIN

ANAMNESIS
A Anamnesis Pribadi

identitas pasien
(nama, umur, jenis Kelamin , alamat, agama, bangsa / suku, status
perkawinan, pekerjaan)

Berkaitan dengan data epidemiologi atau insidensi suatu penyakit

Misalnya, pengaruh umur terhadap insidensi penyakit kulit dapat dilihat


pada kasus akne vulgaris yang banyak diderita pada usia remaja. Pada
wanita, akne vulgaris dapat bertahan bertahun-tahun hingga umur 30-an

B Anamnesis Keluhan Utama


Keluhan objektif adalah keluhan yang saat ini terlihat nyata pada tubuh
pasien dengan bahasa yang digunakan oleh pasien.
Keluhan Utama meliputi keluhan:
-

O = Objektif

S = Subjektif

L = Lokasi

O = Onset

Contoh : Penyakit Scabies


Objektif : timbul gelembung,
Subjektif : gatal
Lokasi : sela-sela jari tangan

Onset : Sudah 2 minggu yang lalu


I. Keluhan objektif
kriteria (Domonkos), yaitu:
bintik (makula miller, purpura, eritem)
bercak (makula, purpura, eritem)
bintil (papula, vegetasi, komedo)
bentol (urtika)
benjolan/tumor (nodul, tumor, kista)
gelembung berisi cairan (vesikel diameter < 0.5 cm, bula diameter >
0,5cm)
gelembung berisi nanah /bisul (pustula)
bisul (abses)
sisik (skuama)
keropeng (krusta)
lecet (erosi , ekskoriasi)
borok (ulkus dalam)
koreng (ulkus dangkal)
kudis (ulkus dangkal)
parut (sikatriks)
penebalan kulit (likenifikasi, keratosis)

II Keluhan subjektif (keluhan yang dirasakan oleh pasien)


kriteria Domonkos, yaitu:
gatal (paling sering)
panas (rasa terbakar)
dingin (rasa geli)
Mencucuk
Menyengat
menjalar- sakit/nyeri/mendenyut
kebas/semut-semutan
kurang berasa
kepekaan kulit berlebihan
tidak berasa

III Anamnesis Riwayat Penyakit Sekarang


?
IV Anamnesis Riwayat Penyakit Terdahulu
Riwayat penyakit yang telah pernah dideritanya sejak masih
kanak-kanak sampai dewasa,yang mungkin mempunyai hubungan
dengan penyakit yang dialami pasien saat ini

Dokter tidak harus menanyakan tentang penyakit kulit lain yang


pernah diderita pasien, tetapi juga penyakit yang bukan termasuk
penyakit kulit
Misalnya dermatitis atopik, biasanya penderita mempunyai riwayat
kepekaan dalam keluarganya atopi(asma bronkial, rinitis alergi,
dermatitis atopik dan konjungtivitis alergi)

V Anamnesis Riwayat Pribadi


Dokter menggali informasi mengenai kebiasaan hidup pasien
yang mungkin memiliki hubungan dengan penyakit kulit yang diderita
Misalnya wanita kantoran yang memiliki kebiasaan dan keharusan
untuk berdandan setiap

harinya

dengan memakai bahan-bahan

kosmetik, bahan tersebut dapat mengakibatkan dematitis kontak alergi


pada beberapa orang yang sensitif terhadap bahan tersebut. Apabila
bahan tersebut terdapat pada lipstik maka bibir akan menjadi
eritematosa dan diikuti dengan edema

VI Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat penyakit yang pernah diderita keluarga dekat penderita,
seperti penyakit keturunan, misalnya dermatitis atopik, dapat diderita
oleh anggota keluarga lainnya karena memiliki kepekaan yang sama
yang dinamakan atopi
Penyakit yang dapat menular secara kontak langsung dengan
pasien atau alat-alat yang dipakai pasien misalnya skabies yang
merupakan penyakit yang disebabkan oleh tungau yang dapat menular
dengan kontak langsung antara kulit dengan kulit

VII Anamnesis Sosial Ekonomi


Keadaaan keluarga pasien :
Kondisi rumah tangga
Kondisi rumah
Pekerjaan
Penghasilan
Lingkungan atau daerah sekitar tempat tinggal penderita
Penyakit infeksi kulit misalnya skabies yang disebabkan oleh
tungau perkembangannya tinggi pada sosial ekonomi yang rendah dan
hiegenitas yang buruk

VIII Anamnesis Gizi


Dokter menanyakan makanan yang dikonsumsi setiap hari, porsi serta
frekuensi makan.
Dapat ditanyakan apakah pasien merasa berat badannya berkurang,
bertambah, atau tetap dan dicari apakah ada hubungannya dengan
penyakit yang diderita oleh pasien.
Pada pasien akne vulgaris, kebiasaan makan makanan yang berlemak
tinggi dapat memperberat ruam kulit yang timbul

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Fisik Umum (Status Generalisata)


Meliputi fisik diagnostik sesuai dengan sistem organ. Hal ini untuk
mengetahui adanya penyakit sistemik yang bermanifestasi di kulit seperti

penyakit imunitas (SLE), gangguan pembuluh darah (hemangioma) serta


faktor predisposisi yang mempermudah terjadinya infeksi opertunistik
pada kulit (Diabetes militus, AIDS)

Pemeriksaan Dermatologis: lokasi kelainan & efloresensi, susunan, dan


distribusi.
Pemeriksaan ini meliputi :

Identifikasi ruam (efloresensi),


Makula :perubahan warna kulit setinggi permukaan kulit , berbatas
tegas, hanya perubahan warna kulit tanpa perubahan bentuk, seperti
pada tinea versikolor, morbus Hansen type PB (pausi basiler)
melanoderma, leukoderma, purpura, ptekie, ekimosis

Eritema : makula yang berwarna kemerahan pada kulit oleh karena


pelebaran pembuluh kapiler yang reversible (Dermatitis Kontak)

Papula : penonjolan superficial pada permukaan kulit dengan massa zat


padat, berbatas tegas, berdiameter < 1cm (tahi lalat yang meninggi, kutil,
liken planus)

Nodus : massa padat sirkumskrip, terletak di kutan atau subkutan, dapat


menonjol, ukuran > 2cm (jika < 1-2 cm disebut nodul/nodulus), pada
acne nodularis atau neurofibromatosis, epitelioma.

Tumor : penonjolan di atas permukaan kulit berdasarkan pertumbuhan


sel atau jaringan tubuh

Vesikula : gelembung yang berisi cairan serum/serosa, beratap,


mempunyai dasar dengan diameter < 1 cm misalnya pada varisela,
herpes zoster

Bula :vesikel dengan diameter > 1 cm, (pemfigus, luka bakar. Jika
vesikel/bula berisi darah disebut vesikel/bula hemaragik. Jika bula berisi
nanah disebut bula purulen)

Pustula : vesikel < 0,5 cm,berisi nanah (variola, varisela, psoriasis


pustulosa)

Urtika (Wheal) : penonjolan di atas kulit akibat edema setempat dan


dapat hilang perlahan-lahan (urtikaria,dermatitis medikamentosa dan
gigitan serangga)

Kista : penonjolan di atas permukaan kulit berupa kantong yang berisi


cairan serosa atau padat atau setengah padat, seperti pada kista
epidermoid

Plak (plaque) : bercak yang mengalami peninggian di atas permukaan


kulit.

Tanda khusus klinis,


Lokasi ruam,
Penjabaran ruam, dan
Predileksi ruam

Pemeriksaan laboratorium: rutin, khusus, yang sederhana/canggih