Anda di halaman 1dari 8

FAUNA TANAH

Salah satu dekomposer yaitu fauna tanah. Fauna tanah adalah fauna yang hidup di tanah, baik
yang hidup di permukaan tanah maupun yang terdapat di dalam tanah. Beberapa fauna tanah, seperti
herbivora, sebenarnya memakan tumbuh-tumbuhan yang hidup di atas akarnya, tetapi juga hidup dari
tumbuh-tumbuhan yang sudah mati. Jika telah mengalami kematian, fauna-fauna tersebut
memberikan masukan bagi tumbuhan yang masih hidup, meskipun adapula sebagai kehidupan fauna
yang lain. Fauna tanah merupakan salah satu kelompok heterotrof

yaitu makhluk hidup di luar

tumbuh-tumbuhan dan bacteria, yang hidupnya tergantung dari tersedianya makhluk hidup produsen
utama di dalam tanahPengelompokan terhadap fauna tanah sangat beragam, mulai dari Protozoa,
Rotifera, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda, hingga Vertebrata.
Fauna tanah dapat dikelompokkan atas dasar ukuran tubuhnya, kehadirannya di tanah, habitat
yang dipilihnya dan kegiatan makannya. Berdasarkan kehadirannya, fauna tanah dibagi atas
kelompok transien, temporer, periodik dan

permanen. Berdasarkan habitatnya fauna tanah

digolongkan menjadi golongan epigeon, hemiedafon dan eudafon. Fauna epigeon hidup pada lapisan
tumbuh-tumbuhan di permukaan tanah, hemiedafon pada lapisan organik tanah, dan yang eudafon
hidup pada tanah lapisan mineral. Berdasarkan kegiatan makannya fauna tanah ada yang bersifat
herbivora, saprovora, fungifora dan predator

MAKRO FAUNA TANAH

Makro Fauna, yaitu: semua hewan tanah yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa
bantuan mikroskop. Makro fauna terdiri dari:
(a)hewan-hewan besar pelubang tanah seperti: tikus dan kelinci,
(b) cacing tanah,
(c) Arthropoda, meliputi: Crustacea (kepiting tanah dan udang tanah), Chilopoda
(kelabang),

Diplopoda (kaki seribu), Arachnida (lebah, kutu, dan kalajengking)dan

Insekta (belalang, jangkrik, semut, dan rayap), (d)Moluska.


MIKRO FAUNA TANAH

Hewan mikro tanah utama yang hidup dalam tanah adalah nematoda dan protozoa.
Nematoda yang jumlah variasinya paling banyak ditemukan dalam bahan organik yang sedang
mengalami perombakan. Genus Heterodera dafat menginfeksi semua spesies tanaman.
Protozoa merupakan hewan tingkat rendah bersel satu yang bergerak dengan silia, flagella, atau
kaki palsu (pseudopodia), karena itu disebut ciliata, Flagelata dan Amoeba. Banyak yang
dijumpai di tanah. Dalam 1 gram terdapat 0.5 sampai 1 juta Flagellata, 0.5 juta Amoeba dan 80100 Ciliata. Dalam tanah hidup sebagai pemakan bakteri, kadang-kadang juga pengurai bahan
organik
Mikro fauna terdiri dari: (a) Protozoa, seperti: amoeba, flagelata, dan ciliata, dan (b)Nematoda,
seperti: omnivorous dan Predaceus.

FLORA TANAH
Tumbuhanatau flora tanah diklasifikasikan menjadi dua
(1) Makro Flora, yaitu: akar dari tumbuhan tingkat tinggi yang berada dalam tanah.
(2) Mikro Flora, yaitu flora tanah yang dapat dilihat lebih jelas dan rinci dengan
bantuan mikroskop, terdiri dari:
(a) bakteri,
(b) fungi,
(c) actinomycetes, dan
(d) algae
MAKRO FLORA TANAH
Makroflora tanah adalah tanaman-tanaman tinggi yang memproduksi bahan organik dan
melakukan penyimpanan energi surya. Akar-akar tumbuh dan mati di dalam ranah sehingga
menyediakan makanan den energi bagi hewan tanah dan mikrofauna. Akar-akar tanaman
meningkatkan agregasi tanah dan karena akar menembus ke lapisan tanah yang dalam maka bila
membusuk menjadi sumber humus tidak hanya dilapisan atas tetapi juga dilapisan yang lebih
dalam. Sumber humus untuk lapisan atas tanah terutama juga berasal dari sisa-sisa tanaman yang
jatuh dipermukaan tanah. Akar-akar tanaman yang masih hidup mempengaruhi keseimbangan
hara tanah akibat penyerappan unsur hara oleh akar-akar tersebut. Disamping itu, akar juga
mempunyai pengaruh langsung terhadap ketersediaan unsur hara karena dapat membentuk asamasam organik di permukaannya yang dapat meningkatkan kelarutan unsur hara. Dikeluarkannya
asam-asam amino yang mudah dihancurkan dan terlepasnya beberapa bagian kulit akar dapat
meningkatkan aktivitas mikroorganisme disekitar akar. Jumlah mikroorganisme disekitar akar
(rhizosphere) umumnya berkisar antara 10-100 kali lebih banyak dibandingkan di luar daerah
perakaran ini berarti bahwa daerah disekitar perakaran merupakan daerah dengan ketersediaan
unsuh hara yang sangat berbeda dengan daerah diluar daerah perakaran. Dengan demikian
jelaslah bahwa ketersediaan unsur hara sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang dikeluarkan
oleh akar (root exudates) dan aktivitas mikro organisme di rizhospere (daerah sekitar perakaran).

MIKRO FLORA TANAH


1.AlgaeTanah
Umum algae (ganggang) mempunyai butir-butir hijau daun dan zat warna lain,
karena itu dibagi kedalam ganggang hijau, ganggang biru dan ganggang merah. Di
lingkungan aerob dapat membentuk sendiri bahan organik dengan fotosintesis dan di
bawah lapisan tanah atas memperoleh makanan dengan mengurangikan bahan organik.
Dalam 1 gram tanah subur di jumpai 0.1 juta ganggang hijau atau biru, menyukai
lingkungan dengan kelembaban yang tinggi. Ganggang yang hidup di sawah membantu
memperkaya oksigen air sawah.
2.Fungitanah
Meskipun pengaruh fungsi dalam tanah tidak sepenuhnya dipahami, mereka
diketahui memegang peranan penting dalam transpormasi penyusun tanah. Lebih dari
690 spesies dafat diidentifikasi dalam tanah , seperti bakteri dan aktiomisetes, fungsi
tidak memiliki kolofil. Biomassa fungsi dalam tanah bekisar 1000 sampai 10.000 kg/ha.
Fungsi merupakan perombak bahan organik serba bisa, bahkan bahan yang palinh
resiten sekalipun dafat di rombaknya, begitu pula protein dan gula. Fungsi mempengaruhi
pembentukan humas dan pemantapan agretad tanah . dalam menstranspormasikan bahan
organik terombak, fungsi episien daripada bakteri dengan mencapai efisien sampai 50%,
sedangkan

bakteri

mencapai20%.

3.Mikorisa
Mikrosira (fungsi akar) merupakan simbiosis mutualis antara beberapa fungsi dengan
akar tembuh-tumbuhan tingkat tinggi. Asosiasi mula-mula di jumpai pada spesies pohon
hutan tertentu namun sekarang telah tersebar luas pada kebanyakan tanaman terutama
tanaman
Dari segi praktis asosiasi fungsi dengan akar ini menguntungkan karena
meninbgkatkaan ketersediaan hara khususnya pada tanah-tanay yang tidak subur. Dari
akar, tanaman fungsi memperolaeh gula dan eksudat organik sebagai makanannya ,
sedangkan

fungsi

untuk

meningkatkan..ketersediaanp,Zn,Cu,Ca,Mg,danFe.

Dari segi praktis dibedakan dua macam mikrosira, yaitu ektomikorisa dan endomikorisa.
Pada ektomikorisa hifa fungsi menembus akar dan berkembang sekitar sel akar korteks
tetapi tidai menembus dinding sel, sedangikan pada endomikorisa hifa menembus
dinding sea akar, masuk ke dalan sel-sel akar dan membentuk massa hifa dalam sel.
Anggota terpenting endomikorisa ini disebut sebagai vesicular arluscular mycorhizae (VA
mycorhizae).
Akar kebanyakan tanaman pertanian seperti jaggung, kapas, gandum, buncis, alfalfa, tebu
dan pada gogo

mempunyai

VA

mycorhizae.

Dapat diterangkan bahwa peningkataan ketersediaan hara akibat adanya mikorisa, yaitu
karena peningkatan permukaan serap oleh adanya hifa-hifa fungsi yang sangat luas.
Di Indonesia mikorisa vesicular arbuscular telah menunjukan potensi untuk memperbaiki
serapan fosfor tanaman insang pada tanah-tanah yyang definisi fosfor seperti di tujukan
penelitian Simanungkalit (1987). Selain itu hubungan simbiosis fungsi tanaman akar ini
juga dapart meningkatkan serapan hara mikro yang tidak mobil dalam tanah (Zn dan
Cu),melindungi tanaman dari beberapa patogen tanah dan meningkatkan toleransi
tanaman terhadap lingkungan tidak menguntungkan seperti

kekeringan.

4.Aktinomisetes
Dibandingkan dengan fungsi, aktinomisetes bercabang lebih lebat. Benang-benang
miselia pada aktinomisetes lebih kecil dari fungsi. aktiminosites termasuk organisme
bersel satu dengan ukuran hampir sama dengan bakteri dan dapat menjadi spora, tetapi
tidak mempunyai nucleus. Berkembang biak dengan baik di tanah lembab dan beraerasi
baik. Sensitive pada keadaan tanah masam, perkembangan optimum terjadi pada pH 7.5.
Jumlah aktinomisetes ditanah melebihi semua organisme kecuali bakteri. Jumlahnya
mencapai ratusan juta atau sekitar sepersepuluh jumlah bakteri. Bobot hidup melebihi
bakteri sekitar 4500 kg per hektar lapisan tanah atas. Organisme ini khususnya banyak
terdapat di tanah dengan humus
Aktinomisetes penting dalam perombakan bahan organik pembebasan hara .
aktinomisetes mampu mengubah senyawa-senyawa termasuk yang resisten terhadaf
perombakan, seperti; selulose, khitin dan fospolifid menjadi senyawa sederhana .

5.Bakteritanah
Bakteri adalah organisme ber sel tunggal yang merupakan salah satu bentu kehidupan
yang paling sederhana dan paling kecil. Kemampuannya untuk berkembangbiak dengan
cepat dalam tanah sangatlah penting. Ukuran bakteri sangatlah kecil, yang agak besar
sekitar 4-5 cm dan yang lebih kecil mendekati ukuran rata-rata partikel liat. Bentuk
bakteri berupa batang paling banyak dijumpai di

lapangan.

Populasi bakteri bekisar antara beberapa bilyun sampai 3 trilyun organisme dalam tiap kg
tanah. Biomassa dalam suatu lapisan olah yang luasnya satu hektar bekisar dari beberapa
ratus kg sampai 5 metrik ton. Dalam tanah bakteri di jumpai dalam bentuk koloni,
beberapa bakteri tanah dapat membentuk spora yang memungkunkah bakteri tetap
bertahan dalam keadaan lingkungan yang tidak

menguntungkan.

Bakteri ototrof memperoleh energi dari oksidasi senyawa-senyawa anorganik,


sedangkan bakterii heterotrop memperoleh energi dari sumber karbon langsung dalam
pemecahan bahan organik

tanah

Bakteri berperannyata dalam perombakan bahan organik yang penting bagi tanah
dalam mendukung kehidupan tanahan tingkat
Poses lainnya yang di bergantung pada bakteri adalah fiksasi nitrgen. Prses ini dapat
teraksana oleh bakteri tanah tanpa tergantung tanaman, namun jumlah nitrogen yang
difiksasi lebih besar bila bakteri berasosiasi dengan akar tanaman seperti halnya fungsi
mikorisa.

TUGAS BIOLOGI DAN KESEHATAN TANAH


MIKROORGANISME DAN MAKROORGANISME TANAH
FLORA DAN FAUNA TANAH

YODI ARFIAN
082 2015 0014

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2016