Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR

OPERASIONAL
PELAYANAN MEDIS

NO. DOK.

TGL TERBIT :
NO REVISI

: 00

HALAMAN

: 1/1

Ditetapkan oleh
Kepala Puskesmas Muara Aman
PUSKESMAS
MUARA AMAN
Sukirman, Amd. Kep
NIP 1968

PENGERTIAN

Posedur ini mengatur standar pelayanan klinis di Puskesmas Muara


Aman. Proses pelayanan medis dilakukan oleh tenaga yang kompeten
dan sesuai dengan standar profesi

TUJUAN

Menjadi acuan bagi seluruh aktifitas pelayanan klinis yang diberika


kepada pasien, sehingga dapat memberikan pelayanan yang sesusai
standar profesi

KEBIJAKAN
REFERENSI
PROSEDUR

1. Petugas dari masing-masing unit pelayanan mengidentifkasi


kebutuhan pasien.
2. Petugas melakukan kajian sesuai dengan standar profesi yang
telah ditetapkan.
3. Petugas melakukan pencatatan hasil kajian pada rekam medis
sesuai dengan standar profesi dan yang meliputi

Data sosial yang meliputi, nama pasien, nama kepala keluarga,


pekerjaan pasien, alamat, jenis kelamin dan tanggal lahir,

agama, nomor rekam medis dan nomor kartu jaminan jika ada.
Data anamnesis (data subyektif) yang mencangkup keluhan
pasien, riwayat pengobatan sebelumnya, riwayat penyakit

keluarga, riwayat alergi dan tau alergi obat.


Data pemeriksaan fisik (data obyektif) yang meliputi hasil

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Muara Aman

pemeriksaan vital sign (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu,


tinggi badan dan berat badan), hasil pemeriksaan spesifik yang
mengacu dan sesuai dengan keluhan pasien serta hasil

UNIT TERKAIT

pemeriksaan laboratorium yang menunjang kajian pasien


Data diagnosis yang berupa diagnosis klinis pasien beserta

kode ICD X pada kasus 10 besar penyakit.


Data terapi yang berupa jenis obat, jumlah obat yang diberikan,

dan cara pemakain obat.


Data Penunjang lain seperti rujukan ke unit lain, dan edukasi

yang diberikan kepada pasien


Paraf dan nama petugas.
Ruang Pengobatan Umum
Ruang Pengobatan Gigi
Ruang KIA
Ruang IGD

REKAMAN HISTORI

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Ngaglik II