Anda di halaman 1dari 3

2.5.

Klasifikasi Autoerotic Asphyxiation


Kriteria diagnosis autoerotic asphyxiation oleh DSM IV-TR sama dengan kriteria diagnosis
sexual masochism. Perilaku fantasi atau hasrat seksual berulang dan intens yang dialami selama
6 bulan atau lebih yang menyebabkan gangguan sosial, okupasi, dan lainnya.
Kematian autoerotisme dapat juga diklasifikasikan sebagai parafilia yang dilakukan secara
berlebihan yang dilakukan untuk mencapai kepuasan seksual. Parafilia sendiri diartikan sebagai
penyimpangan seksual yang ditandai oleh adanya suatu fantasi seksual yang sering dan berulang,
perilaku atau aktivitas seksual yang melibatkan :

Objek selain manusia


Menyakiti diri sendiri atau pasangannya
Anak-anak yang telah timbul selama 6 bulan

Yang menyebabkan ketidakmampuan dalam hal sosial, pekerjaan ataupun fungsi penting lainnya.
Parafilia dapat dibagi menjadi parafilia letal dan non-letal. Parafilia non-letal dapat dijabarkan
menjadi 8 tipe kelainan
1. Eksihibisme : perilaku berulang-ulang salah satu alat kelamin kepada seseorang yang
tidak dikenal atau bisa juga memperlihatkan alat kelamin di tempat umum atau dilihat
oleh orang yang tidak dikenal
2. Fetishisme : menggunakan suatu objek atau suatu benda untuk menimbulkan rangsangan
seksual. Partialisme mengacu pada fetishisme yang menggunakan salah satu bagian dari
tubuhnya (selain alat kelamin) untuk menimbulkan rangsangan seksual.
3. Frotteurisme : perilaku berulang-ulang dengan menyentuh atau menggosokan pada orang
yang tidak menyetujui tindakan tersebut
4. Pedophilia : kelainan psikologi dimana orang dewasa mendapatkan kepuasan seksual
dengan melakukannya pada anak-anak atau dapat juga dikategorikan sebagai kekerasan
seksual pada anak
5. Masochisme : perilaku dimana ada keingingan untuk disakiti, dipukul atau apapun yang
dapat membuatnya menderita untuk mencapai kepuasan seksual
6. Sadisme : perilaku dimana timbul keinginan untuk menyakiti ataupun menimbulkan rasa
sakit pada orang lain untuk menimbulkan kepuasan seksual
7. Transvestite fetishisme : kebiasaan menggunakan pakaian dari lawan jenisnya
8. Voyeurisme : perilaku dimana suka melihat atau mengintip seseorang yang sedang
telanjang atau mengintip suatu aktivitas seksual
Parafilia letal merupakan penyebab paling sering pada kematian autoerotik, dan dibagi menjadi :

Jenis parafilia
Sexual asphyxiophilia

Contoh dan variasi


Penjeratan leher
Ikatan yang kuat (membungkus badan seperti
kepompong)
Masker muka dengan memakai suatu bahan
kimia
Memakai penutup plastik
Penyumbatan mulut
Kompresi dada

Sexual anesthesiophilia

Penenggelaman
Nitric oxide
Ketamine
Ether
Chloroform dan zat-zat halusinogen
Bahan-bahan yang disemprotkan seperti
bensin, methana, menghirup CO2

Sexual electrophilia

Amphetamine, cocaine, dll


Secara langsung dengan kabel dari peralatan
elektronik seperti televisi, lampu meja, ataupun
dari peralatan bertegangan rendah seperti
mainan anak-anak pada penis, rectum atau

Sexual masochisme

puting susu
Memasukkan benda asing yang terlalu besar
atau tidak bersih
Memasukkan barang-barang ke dalam mulut
Memasukkan sesuatu untuk menimbulkan
nyeri peritoneal misalnya dengan pisau

Pada kematian autoerotik (parafilia letal), kematian yang terjdadi merupakan kematian yang
tidak disengaja (accidental death). Oleh karena itu kematian autoerotk dapat didiagnosa apabula
korban dalam keadaan sendiri, kematian yang tidak disengaja, dan disebabkan oleh parafilia.
berdasarkan definisi di atas, maka klasifikasi autoerotik menjadi tipikal atau atipikal tergantung
pada ada tidaknya bukti adanya suatu kelainan parafilia dan atau peralatan bantu yang

digunakan. Pada kasus tipikal, vibrator ataupun benda lain yang berkenaan dengan alat kelamin
dapat ditemukanm tetapi tidak demikian pada kasus atipikal. Dalam hal ini, peralatan digunakan
baik secara aktif maupun pasif untuk meningkatkan imajinasi seksual, bukan untuk fetishisme
atau transvestitisme.