Anda di halaman 1dari 36

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya
dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada
waktunya. Dalam makalah ini saya membahas mengenai
Refrigerasi Siklus Udara.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa
bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar
pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca
untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun.
Kritik konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita sekalian.

Tangerang, 19 Maret 2015

Penuli
s

Refrigerasi Siklus Udara

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................... i
DAFTAR ISI ......................................................... ii
BAB 1 Pendahuluan ............................................ 1
A. Latar belakang ............................................ 1
B. Tujuan penulisan ......................................... 2
BAB 2 Isi ............................................................ 3
A. Pengantar Sistem Refrigerasi ....................... 3
B. Siklus Refrigerasi ........................................ 5
C. Sistem Refrigerasi Siklus Udara ................... 6
D.Prinsip Kerja Mesin Refrigerasi Siklus Udara . 10
E. Siklus-Siklus Udara Standart ........................ 14
F. Penggunaaan Sistem Siklus Udara Sebagai Sistem
AC Mobil Pada Kendaraan Penumpang .......... 24
BAB 3 Penutup ................................................... 27
A. Kesimpulan ................................................. 27
B. Saran .......................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ............................................... 28

Refrigerasi Siklus Udara

ii

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada jaman modern ini manusia berusaha supaya segala sesuatu
dapat dilakukan dengan mudah dan cepat tanpa hambatan. Oleh karena
itu, penemuan-penemuan baru dibidang teknologi yang dapat
mempermudah kehidupan manusia yang sekarang banyak diminati.
Sekarang ini banyak peralatan atau mesin yang memiliki
kemampuan sangat baik, dari segi operasionalnya sangatlah efisiensi
sehingga tidak banyak memakan waktu dan tempat.
Teknologi dibidang refrigerasi dan air conditioning merupakan
teknologi yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia pada
masa sekarang. Oleh karena itu teknologi Refrigerasi adalah pilihan
yang paling tepat karena Refrigerasi mempunyai fungsi utama yaitu
kenyamanan dan perlindungan.
Refrigerasi adalah suatu sistem yang memungkinkan untuk
mengatur suhu sampai mencapai suhu dibawah suhu lingkungan.
Penggunaan refrigerasi sangat dikenal pada sistem pendingin udara
pada bangunan, transportasi, dan pengawetan suatu bahan makanan
dan minuman. Penggunaan refrigerasi juga dapat ditemukan pada
pabrik skala besar, contohnya, proses dehidrasi gas, aplikasi pada
industri petroleum seperti pemurnian minyak pelumas, reaksi suhu
rendah, dan proses pemisahan hidrokarbon yang mudah menguap.
Refrigerasi juga merupakan metode pengkondisian temperatur
ruangan agar tetap berada dibawah temperatur lingkungan. Karena
temperatur ruangan yang terkondisi tersebut selalu berada dibawah
temperatur lingkungan, maka ruangan akan menjadi dingin, sehingga
refrigerasi dapat juga disebut dengan metode pendinginan.

Refrigerasi Siklus Udara

Untuk mempelajari refrigerasi dengan baik, dibutuhkan pengetahuan


tentang bahan dan energi, temperatur, tekanan, panas dan akibatakibatnya serta subyek-subyek yang lain yang berhubungan dengan
fungsi dari suatu sistem refrigerasi, terutama termodinamika dan
perpindahan panas.
Saat ini sistem AC ( Air Conditioning ) yang banyak digunakan
adalah sistem refrigerasi kompresi uap (vapour cycle) yang
menggunakan refrigeran jenis HCFC dan HFC sebagai fluida kerjanya.
Alasan mengapa dipilih sistem refrigerasi vapour cycle karena sistem
ini memiliki efisiensi energi yang lebih baik daripada sistem yang
lainnya. Namun seiring dengan kesadaran akan bahaya lingkungan
yang disebabkan oleh penggunaan refrigeran jenis HCFC dan HFC dan
seiring dengan meningkatnya pemanasan global, maka upaya alternatif
untuk mengganti dengan sistem refrigerasi yang lebih ramah
lingkungan, aman, dan dapat dipakai terus-menerus dimasa yang akan
datang, mulai dilakukan diantaranya dengan mempertimbangkan
penggunaan sistem refrigerasi siklus udara (air cycle). Sistem
refrigerasi air cycle memanfaatkan udara lingkungan sebagai fluida
kerjanya. Udara lingkungan adalah udara atmosfer standar pada
temperatur 300C dan tekanan 1,01325 bar.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan Penulisan Makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui Cara Kerja Refrigerasi Siklus Udara
2. Untuk mengetahui Penerapan pada Refrigerasi Siklus Udara
3. Untuk mengetahui Jenis jenis Sistem Refrigerasi Siklus Udara

Refrigerasi Siklus Udara

BAB II
ISI
A. Pengantar Sistem Refrigerasi
Salah satu aspek yang paling penting dari rekayasa lingkungan termal
adalah refrigerasi. Refrigerasi merupakan suatu proses penarikan
panas/ kalor dari suatu benda/ ruangan sehingga temperatur
tenda/ruangan tersebut lebih rendah dari temperatur lingkungannya.
Sesuai dengan konsep kekekalan energi, panas tidak dapat
dimusnahkan, tetapi dapat dipindahkan ke suatu bahan/benda lain yang
akan menyerap kalor. Jadi refrigerasi akan selalu berhubungan dengan
proses-proses aliran panas dan proses-proses perpindahan panas.
Untuk mempelajari refrigerasi dengan baik, dibutuhkan pengetahuan
tentang bahan dan energi, temperatur, tekanan, panas dan akibatakibatnya serta subyek-subyek yang lain yang berhubungan dengan
fungsi dari suatu sistem refrigerasi, terutama termodinamika dan
perpindahan panas.
Sistem refrigerasi pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Sistem refrigerasi mekanik, dimana akan ditemui adanya mesinmesin penggerak/dan alat mekanik lain, berikut yang termasuk dalam
sistem refrigerasi mekanik adalah:
a) Refrigerasi sistem kompresi uap.
b) Refrigerasi siklus udara.
c) Refrigerasi temperatur ultra rendah/ Kriogenik.
d) Refrigerasi siklus sterling.

Refrigerasi Siklus Udara

2. Sistem refrigerasi non mekanik, dimana tanpa menggunakan mesinmesin penggerak dan alat mekanik lain. Berikut yang termasuk sistem
refrigerasi non mekanik adalah sebagai berikut:
a) Refrigerasi thermoelektrik.
b) Refrigerasi absorbsi.
c) Refrigerasi steam jet.
d) Refrigerasi magnetic.
e) Heat pipe.
Penerapan-penerapan refrigerasi pada dasarnya hampir meliputi
seluruh aspek kehidupan kita sehari-hari. Industri refrigerasi dan tata
udara berkembang pesat dan bervariasi. Salah satu penggunaan dasar
dari refrigerasi adalah pembuatan es. Saat ini refrigerasi sangat
penting artinya dalam bidang produksi, pengolahan dan distribusi
makanan, juga untuk mencapai kegiatan industri yang efesien baik alat
dan hasil yang produksi maupum para sumber daya manusianya yang
bekerja lebih efektif.
Pada dasarnya, penerapan refrigerasi dibagi dalam 5 kelompok bidang
yaitu:
1) Refrigerasi Domestik.
Refrigerasi domestik memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dari
yang lain, dimana yang utama akan dipelajari tentang penggunaan
lemari es dan freezer di rumah tangga. Tetapi bagaimanapun juga
karena unit-unit pelayanannya sangat luas, refrigerasi domestik
mewakili suatu bagian dari industri refrigerasi. Unit domestik biasanya
berbentuk kecil, yang mempunyai daya antara 35 W sampai 375 W dan
dari jenis kompresor hermetic, walaupun pada saat ini sudah mulai
dikembangkan dengan menggunakan system lain selai kompresi uap.
2) Refrigerasi Industri/Komersial.
Refrigerasi industri sering dikacaukan dengan Refrigerasi komersil
karena pembagian antara ke dua bidang tersebut tidak jelas. Tetapi
sebagai gambaran umum, biasanya Refrigerasi industri lebih besar dari
pada Refrigerasi komersil dan membutuhkan seorang atau lebih yang
benar-benar ahli untuk dapat mengoperasikannya, sebagai contoh
misalnya pabrik es, pabrik pengepakan makanan yang besar
(daging,ikan,ayam,makanan beku dll), pabrik susu, pabrik bir, pabrik
anggur, pabrik minyak, dan berbagai industry lain seperti industry
penyulingan minyak, industry kimia, industry semen,pabrik karet,
bahkan industry kontruksi sipil/bangunan, industry tekstil, pabrik
kertas, industry logam dan lain-lain.

Refrigerasi Siklus Udara

3) Refrigerasi Transportasi.
Sesuai dengan namanya, system ini mempelajari Refrigerasi yang
digunakan pada bidang transportasi seperti kapal, truk, kereta api,
pesawat terbang baik untuk jarak jauh maupun untuk pengiriman local
dan lain-lain.
4) Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Sederhana.
Sistem kompresi uap merupakan dasar system refrigerasi yang
terbanyak digunakan, dengan komponen utamanya adalah kompresor,
kondensor, alat ekspansi (Throttling Device), dan evaporator.

B. Siklus Refrigerasi
Siklus refrigerasi adalah siklus kerja yang mentransfer kalor dari media
bertemperatur rendah ke media bertemperatur tinggi dengan
menggunakan kerja dari luar sistem. Secara prinsip merupakan
kebalikan dari siklus mesin kalor (heat engine).Dilihat dari tujuannya
maka alat dengan siklus refrigerasi dibagi menjadi dua yaitu :
1. Refrigerator yang berfungsi untuk mendinginkan media
2. heat pump yang berfungsi untuk memanaskan media.

Ilustrasi tentang refrigerator dan heat pump dapat dilihat pada gambar
di bawah :

Refrigerasi Siklus Udara

Dari urain di atas Siklus Refrigerasi dibagi beberapa


macam, di makalah ini kami hanya akan membahas
Refrigerasi Siklus Udara
Dan Lebih detailnya bisa kita lihat di bawah ini :
C. Sistem Refrigerasi Siklus Udara
Pada siklus ini, udara bertindak sebagai refrigerant, yang menyerap
panas pada tekanan konstan P, di dalam refrigerator. Udara panas
keluar refrigerator, dikompressi untuk dibuang panasnya ke lingkungan
melalui cooler pada tekanan konstan P2 (P2 > P1). Udara keluar cooler
dikembalikan ke keadaan awal oleh mesin ekspansi untuk dapat
melakukan langkah awal pada siklus berikutnya.

Diagram Alir Siklus Refrigenerasi Udara

Siklus
terdiri dari langkah langkah :
AB = udara panas dikompressi secara isentropis
BC = Udara panas membuang panasnya pada tekanan konstan P2 ke
lingkungan
CD = Udara dikembalikan ke keadaan awalnya melalui proses ekspansi
pada mesin ekspansi. Selain terjadi penurunan tekanan dari P2 ke P1,
juga dihasilkan sejumlah energi Wekspansi. Energi ekspansi,
Wekspansi, ini digunakan untuk sebagian kerja kompressi AB,
kekurangan daya kompressi diperoleh dari Weksternal.
DA = Udara dingin menyerap panas dari ruangan rendah (refrigerator).
Misal : m = kecepatan aliran refrigerant udara.
Panas diserap pada ruangan temperatur rendah (refrigerator), Q2
Q2 = m Cp (TA-TD)
Panas dibuang pada ruangan temperatur tinggi (cooler), Q 1
Q1 = m Cp (TB-TC)
Refrigerasi Siklus Udara

Energi ekstemal, Weksternal = Q1 -Q2


Weksternal = [mCp(TB-TC) mCp (TA-TD)]
= m Cp [ ( TB -TC ) - ( TA - TD ) ]
Q2 mCp(TA-TD)
COP = ------------- = ----------------------------Weksternal m Cp [ ( TB TC ) - ( TA -TD ) ]
TA-TB
= --------------------(TB-TC) -(TA-TD)

Refrigerasi Siklus Udara

Co
ntoh Kasus Situs Refrigerasi Udara :
Suatu mesin pendingin menggunakan siklus Bell-Coleman, udara
keluar ruang pendingin (refrigerator) pada tekanan 1 kg/cm 2, 10C, lalu
dikompressi
sehingga
tekanannya
menjadi
5
kg/cm2.
Udara
terkompressi ini didinginkan pada tekanan tetap sampai temperatur
25C di dalam cooler. Udara keluar cooler diekspansikan sampai ke
tekanan ruang pendingin 1 kg/cm2.
Pertanyaan : Nyatakan COP teoritis dan efek refrigerasi / kg udara
secara teoritis.
Asumsi : Proses kompressi dan ekspansi berlangsung secara isentropis.
= 1,41 Cp = 0,241 kkal / kg C
TA = 10 C = 283K
TC = 25 C = 298K
Dari persamaan : (TC/TD) = (TB/TA) = (P2/P1) (-1)/
= (5/1) (1,41 1)/1,41
(TB/TA) = 1,597
Refrigerasi Siklus Udara

TB = 452 K
Dari persaman : (TC/TD) = 1,597
TD = 187 K
Efek refrigasi /Kg udara = Q2
Q2
= m Cp (TA TD)
= 1 Kg (0,241) kkal/kg C (283 187) C
Q2
= 23,14 kkal/kg udara
panas dilepas pada cooler/kg udara = Q1
Q1

= 1kg (0,241) kkal/kg C (452 298) C


= 37,11

Refrigerasi Siklus Udara

TA = 10 C = 283K
TC = 25 C = 298K
Dari persamaan : (TC/TD) = (TB/TA) = (P2/P1) (-1)/
= (5/1) (1,41 1)/1,41
(TB/TA) = 1,597
TB = 452 K
Dari persaman : (TC/TD) = 1,597
TD = 187 K
Efek refrigerasi /Kg udara = Q2
Q2
= m Cp (TA TD)
= 1 Kg (0,241)kkal/kg C (283 187) C
Q2
= 23,14 kkal/kg udara
panas dilepas pada cooler/kg udara = Q1
Q1

= 1kg (0,241) kkal/kg C (452 298) C


= 37,11 kkal/kg udara

Weksternal / kg udara = Q1 -Q2


= 13,97 kkal
Q2 23,14
COP = ------------------ = ----------------Wekstemal 13,97
COP = 1,66

Refrigerasi Siklus Udara

Siklus refrigerasi udara ini disebut juga dengan siklus BellColeman, pertama sekali digunakan sebagai dasar siklus mesin
pendingin pada kapal laut yang mengangkut daging beku. Siklus
pendingin ini sudah tidak memadai lagi karena kandungan uap air yang
terdapat pada udara akan membeku selama proses ekspansi, sehingga
membentuk batu es dan dapat menyumbat katup ekspansi.
Kelebihan sistem ini dibandingkan dengan sistem refrigerasi
kompresi uap adalah udara sebagai refrigeran sangat mudah didapat,
tersedia dalam jumlah yang banyak, tidak menimbulkan masalah
lingkungan dan lebih aman. Saat ini, karena pertimbangan teknis,
sistem refrigerasi siklus udara baru diaplikasikan pada sistem
pengkondisian udara untuk pesawat terbang, sedangkan untuk mobil
dan kendaraan darat lainnya, masih mengandalkan sistem refrigerasi
kompresi uap.

D.PRINSIP KERJA MESIN REFRIGERASI SIKLUS UDARA


Mesin refrigerasi siklus udara biasanya digunakan pada pesawat
terbang, dan sistem ini baru bekerja apabila pesawat telah terbang.
Udara luar dengan kecepatan tinggi ditangkap oleh difusor sehingga
kecepatannya menjadi lebih lambat ketika memasuki sistem. Proses ini
akan menyebabkan temperatur dan tekanan udara meningkat. Untuk
menurunkan temperaturnya maka udara dilewatkan pada ekspander
turbo sebelum memasuki kabin pesawat dan menyerap beban panas
yang timbul di sana. Udara kemudian dialirkan ke luar pesawat dengan
menggunakan kompresor.
Ada 4 jenis sistem refrigerasi siklus udara yang umum digunakan
dalam pesawat terbang, yaitu sistem sederhana (simple system),
sistem bootsrap, sistem regenerative, dan sistem reduced ambient.
Berikut ini penjelasan singkat dari keempat sistem tersebut :
1. Sistem sederhana (simple system) seperti diperlihatkan pada
Gambar 1, menggunakan sebuah kompresor, sebuah penukar
kalor, sebuah kipas penghisap, dan sebuah turbin/ekspander.
Udara setelah dikompresi didinginkan dalam penukar kalor
kemudian diekspansikan dalam turbin pendingin. Kerja yang
dihasilkan oleh turbin digunakan untuk menggerakkan kipas
yang mengalirkan udara pendingin dari ram air melalui
penukar kalor. Udara keluar dari turbin pada tekanan sedikit di
atas tekanan kabin

Refrigerasi Siklus Udara

10

Sistem sederhana
(Sumber: Arora, 1981:292)

2. Sistem bootstrap memiliki dua buah penukar kalor, dua buah


kompresor, dan satu buah turbin (Gambar 2). Tujuan utama
sistem ini adalah untuk menambah kapasitas pendinginan
ketika udara dari kompresor utama tidak memiliki tekanan
yang cukup tinggi untuk menghasilkan kapasitas pendinginan
yang diperlukan. Kerja yang dihasilkan turbin dipakai untuk
menggerakkan kompresor sekunder untuk menaikkan tekanan
udara primer sebelum masuk turbin.

Gambar 2. Sistem bootstrap


(Sumber: Arora, 1981:293)

Refrigerasi Siklus Udara

11

3. Sistem regenerative (Gambar 3), juga memiliki dua buah


penukar kalor tetapi tidak menggunakan udara ram untuk
mendinginkan penukar kalor kedua. Ini merupakan modifikasi
dari sistem sederhana dengan tambahan sebuah penukar kalor
sekunder dimana udara primer didinginkan di dalamnya
menggunakan sebagian udara dari hasil ekspansi turbin

Gambar 3. Sistem regenerative


(Sumber: Arora, 1981:294)
4. Sistem reduced ambient (Gambar 4) memiliki satu penukar
kalor, satu kipas, dan dua buah turbin ekspansi. Satu turbin di
aliran udara kabin dan satu lagi di aliran udara pendingin dari
ram air. Keduanya dihubungkan dengan poros untuk
menggerakkan kipas. Sistem ini bagus untuk semua aplikasi
kecuali pesawat berkecepatan tinggi karena temperature
udara ram yang terlalu tinggi. Turbin pendingin menurunkan
temperature udara pendingin sampai level temperature static
udara lingkungan. Dengan demikian udara primer dapat
didinginkan sampai di bawah temperature stagnasi, T2 dan
sedikit di atas temperature static, T1.

Refrigerasi Siklus Udara

12

Gambar 4. Sistem reduced ambient


(Sumber: Arora, 1981:295)

Keuntungan Menggunakan Refrigerasi Siklus


Udara pada pesawat
1. Dengan Udara sebagai fluida kerja, maka tidak diperlukan
biaya untuk refrigeran karena diambil langsung dari atmosfir
2. Refrigeran Udara lebih ringan dibanding dengan system
pendingin lain
3. Desain lebih sederhana dan perawatannya lebig mudah
4. Keuntungan untuk pesawat kecepatan tinggi dalam
mendapatkan udara luar diperoleh udara bertekanan sehingga
membantu kerja kompresor
5. Pengendalian dalam pengkondisian udara dapat
dikombinasikan dengan Refrigerasi

Refrigerasi Siklus Udara

13

E. Siklus-Siklus Udara Standart


Asumsi dasarnya adalah udara sebagai fluida kerja dan semua proses
bekerja secara reversible. Untuk siklus Otto, Diesel dan Trinkler, kita
menganggap sebuah system tertutup yang bekerja dengan jumlah
udara yang sama sepanjang siklus tersebut. Pembakaran hidrokarbon
dianggap sebagai penambahan panas; karena jumlah udara jauh lebih
besar dibandingkan dengan jumlah bahan bakar, hal ini merupakan
model kualitatif yang baik yang tidak membutuhkan pengetahuan
tentang pembakaran aktual. Panas biasanya dikeluarkan dari
mesinmesin jenis ini sebagai produk pembakaran. Dua konsep baru
adalah rasio kompresi dan tekanan efektif. Untuk siklus Brayton, kita
mengasumsikan sebagai mesin-mesin kontrol volume yang mewakili
sebuah turbin gas. Pembakaran dimodelkan sebagai sebuah penukar
panas (menerima panas).

1. Siklus Otto Udara Standar


Siklus otto merupakan model ideal dari penyalaan busi, mesin empat
tak. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut (terlihat pada gambar 1)
1. Kompresi adiabatic reversible
2. Pemasukan volume panas secara konstan mewakili pembakaran
dari akhir langkah piston
3. Ekspansi adiabatic reversible, mewakili tenaga yang dihasilkan
oleh langkah piston
4. Pembuangan volume secara konstan, mewakili pembuangan gas
buang
Proses dari tahap 1 ke 2 merupakan proses adiabatic reversible
(isentropis) sehingga kerjanya adalah isentropis (n=k), yaitu :

W p2 V2 p1V1 mR T2 T1
12
1
k
1 k
dimana :
-

W12

: Kerja isentropis yang dilakukan gas dari titik 1 ke 2

p2, p1 : tekanan titik 1 dan 2

R : konstanta gas ideal (udara standart)

m : masa gas

T2, T1

k : konstanta gas adiabatis

: temperatur titik 1 dan 2

Refrigerasi Siklus Udara

14

Refrigerasi Siklus Udara

14

Perpindahan panas dari proses yang sama adalah nol (reversible


dan adiabatic). Penambahan panas (tanpa batasan kerja), diberikan
sebagai berikut :

Q23 m u 3 u 2
dimana :
-

Q23

: heat transfer dari titik 2 ke 3

u3, u2 : masing-masing energi dalam pada titik 2 dan 3


Untu
k
menjadi Q23

panas

spesifik

konstan,

persamaan

Kerja ekspansi 3 ke dari siklus


Otto

mcv T3 T2 . 4

ini
juga

merupakan proses isentropis persamaannya ditunjukkan sebagai


berikut :

T3

W p4 V4 p3 V31 mR T4
34
1
k
1 k
dimana :
-

W34

: Kerja isentropis yang dilakukan gas dari titik 3 ke 4

p3, p4 : tekanan titik 3 dan 4

T3, T4

k : konstanta gas adiabatis

: temperatur pada titik 3 dan 4

Perpindahan panas dari proses yang sama adalah nol (reversible dan
adiabatic). Penambahan panas (tanpa batasan kerja), diberikan sebagai
berikut :

Q23 m u 3 u 2
dimana :
-

Q23

: heat transfer dari titik 2 ke 3

u3, u2

: masing-masing energi dalam pada titik 2 dan 3

Refrigerasi Siklus Udara

15

Untu
k
menjadi Q23

panas

spesifik

konstan,

Kerja ekspansi 3 ke

mcv T3 T2 . 4

persamaan

Ini

dari siklus
Otto

Jug
a

merupakan proses isentropis persamaannya ditunjukkan sebagai


berikut :

T3

W p4 V4 p3 V31 mR T4
34
1
k
1 k
dimana :
-

W34

: Kerja isentropis yang dilakukan gas dari titik 3 ke 4

p3, p4 : tekanan titik 3 dan 4

T3, T4

: temperatur pada titik 3 dan 4

Perpindahan panas Q34 juga tidak ada (zero). Proses diakhiri dengan
pembuangan panas sejajar dengan pemasukan panas pada kondisi
volume konstan. Proses akhir, pengeluaran panas sejajar dengan
pemasukan panas pada volume konstan dinyatakan sebagai :

Q41 m u1 u 4
dimana :
-

Q41

: heat transfer dari titik 4 ke 1

u1, u4 : masing-masing energi dalam pada titik 1 dan 4

Panas spesifik menjadi Q41 mcv

T1 T4 . Rasio kompresi r, didasarkan

atas nilai volume terbesar sampai terkecil (diambil dari


langkah piston selama kompresi)

V1 V4 , ternyata rasio

V V volume
2

spesifik sama dengan rasio volume (untuk system tertutup).


Mean

effective

pressure

(MEP)

atau

tekanan

efektif

rata-rata

didefinisikan sebagai siklus kerja dibagi dengan perubahan maksimum


pada volume
.

MEP

MEP merupakan ukuran untuk kerja yang tidak


berguna

cycle

V V
2

Refrigerasi Siklus Udara

16

dala
m

siklus kerja. efisiensi


Akhirnya panas
spesifi
Untuk panas
k

W
cycle

dapa dinyataka sebaga


t
n
i
persamaa
konstan
n
dapat

23

disederhanakan menjadi
:

cv T4

cycle

Q
23

T1

T1

1
1
cv T3 T2

1
T2 r k 1

Gambar 1. Siklus Otto Udara Standart

2. Siklus Diesel Standar Udara


Siklus diesel
kompres

merupakan

model

idealisasi

dari

sebuah

proses

penyalaan, mesin empat langkah. Adapun prosesnya sebagai berikut


(terlihat pada gambar 2).
1.

Kompresi reversible dan adiabatic (isentropis)

2.

Pemasukan tekanan konstant, mewakili pembakaran pada akhir


langkah piston

3.
4.

Ekspansi
piston

reversible

dan adiabatic, mewakili langkah tenaga

Pengeluaran volume panas secara konstan, mewakili proses


pembuangan gas

Refrigerasi Siklus Udara

16

Proses-proses dari tahap 1 ke 2 adalah adiabatic dan reversible


sehingga kerja merupakan kerja isentropis (n=k) :

W p2 V2 p1V1 mR T2 T1
1
k
1 k
12
dimana :
-

W12

: Kerja isentropis yang dilakukan gas dari titik 1 ke 2

p2, p1 : tekanan titik 2 dan 1

R : konstanta gas ideal (udara standart)

m : masa gas

T2, T1

k : konstanta gas adiabatis

: temperatur titik 2 dan 1

Perpindahan panas untuk proses-proses yang serupa adalah nol


(zero/reversible dan adiabatik). Heat transfer pada tekanan konstan
yaitu pada proses 2-3 diberikan sebagai :

Q23 m h 3 h 2
dimana :
-

Q23

: Heat transfer pada tekanan konstan dari titik 2 3

h2, h3 : Entalpi pada titik 2 dan 3


Kerja dari 2 ke 3 merupakan tekanan konstan W23 p2 V3 V2 ,
untuk panas spesifik konstan, perpindahan panas menjadi Q23 mcp T3
T2 .
Kerja ekspansi 3 ke 4 dari siklus Diesel merupakan kerja isentropis,
diberikan oleh persamaan :

p3
W p4 V4 V3
34

1 k

T3

mR T4
1
k

dimana :
-

W34

: Kerja isentropis yang dilakukan gas dari titik 3 ke 4

p3, p4 : tekanan titik 3 dan 4


Refrigerasi Siklus Udara

18

T3, T4

: temperatur pada titik 3 dan 4

Refrigerasi Siklus Udara

18

Sedangkan perpindahan panas Q34 juga bernilai nol (zero). Proses


terakhir berupa proses pengeluaran panas pada sejajar dengan
pemasuka
n

m u1

Q
41

Q
41

panas

pada

dinyataka
volume konstan n
sebagai
pana
s

u 4 dan untuk

spesif
k

konstan menjadi

mcv T1 T4 . Perbandingan kompresi , r, didasarkan atas

langkah

piston selama kompresi : r V1 . Kenyataanya perbandingan

V volume
2

spesifik sama dengan perbandingan volume (volume ratio)


Mean effective pressure, MEP (tekanan efektif rata-rata) didefiniskan
sebagai siklus kerja dibagi dengan perubahan maksimum pada volume
dan dinyatakan sebagai MEP Wcycle . MEP juga merupakan

ukuran
V V
1

dari kerja tidak berguna (tidak efektif) dari siklus tersebut. Efisiensi
thermal
( ) diberikan sebagai

Wcycle

. Untuk panas spesifik konstan, persamaan

Q
23

dapat disederhanakan menjadi :

cycle

cv T4 T1
1
cp T3 T2 .

(9)
Parameter lain yang dipakai dalam siklus diesel adalah cutoff ratio
23

yang dinyatakan dalam rumus rc

V3

V2

Refrigerasi Siklus Udara

19

Gambar 2. Siklus Diesel Udara Standart


Contoh Alternatif Siklus Diesel (Siklus gabungan/Trinkler)
Seringkali sebuah pernyataan yang lebih praktis dari siklus Diesel
adalah bahwa perpindahan panas mulai terjadi pada langkah penuh
dari piston (titik mati atas) sebagai sebuah proses volume konstan,
kemudian

berlanjut

selama

ekspansi

piston.

Adapun

sebagai berikut

Gambar 3 Siklus Trinkler Udara Standart

Refrigerasi Siklus Udara

20

diagramnya

Proses pada tahap 1 ke 2 merupakan proses adiabatic reversible


(isentropic) dengan demikian kerjanya adalah isentropis (n=k) :

W p2 V2 p1V1 mR T2 T1
12
1
k
1 k
Transfer panas untuk proses yang sama adalah nol (reversible dan
adiabatic), pemasukan panas, dinyatakan sebagai volume konstan :

Q23 mu3 u2

Untuk
tekanan

konstan Q34 mh4 h3 .

merupakan kondisi batas kerja tekanan


konstan W34
pana
konstan
s
spesifik
,
perpindahan

Kerja
dari

3 ke 4

V3 .

p3 V4
panas

Untuk
menjadi

Q23 Q34 mc v T3 T2 mcp T4 T3 . Kerja ekspansi 4 ke

Q24

Dari siklus Trinkler juga merupakan kerja isentropis, persamaanya


diberikan sebagai berikut :

W45

p4
p5 V5 V4
1 k

mR
T4
T5
1
k

Perpindahan panas Q45 juga bernilai nol. Pengeluaran panas


terjadi pada volume konstan (tanpa batas kerja) dinyatakan sebagai Q51

m u1 u5
Q51

dan untuk panas spesifik konstan menjadi


mcp T1 T5 . . Perbandingan kompresi ( r )

didasarkan

pada :
langkah langkah piston selama kompresi

r V1

. Mean effective pressure

V2
(MEP) didefenisikan sebagai kerja siklus dibagi dengan perubahan
dinyatakan sebagai MEP W
maksimu pada
cycle
m
volume
yang
,
akhirnya efisiensi termal dapat diberikan
sebagai

Refrigerasi Siklus Udara

21

V1 V 2
cycle

23

, untuk
panas

spesifik konstan persamaan menjadi :


c v T5

T1

1 c v T3 T2 cp T4

Refrigerasi Siklus Udara

T3

21

1. Siklus Brayton Udara Standart


Siklus ini merupakan model ideal dari sebuah turbin gas.. Secara
skematik, model tersebut terdiri dari sebuah kompresor adiabatic
reversible, pemasukan tekanan konstan melalui penukar panas (untuk
menggambarkan
penguraian

pembakaran),

tenaga

dan

turbin

penukar

adiabatic

panas

reversible

tekanan

rendah

untuk
untuk

pengeluaran panas (menggambarkan pembuangan gas).


Dari hukum pertama kontrol volume compressor Wcomp mh2 h1 ,
dimana h2 diperoleh dari sebuah proses isentropic di dalam tabel.
Untuk

h2
pemasuka
n
panas,
W

Adiabatic
m h

Q41 1

h4
W

cycle

23

Q23

turbin

mh3

mh3

h4
,

.
trubin
Untuk reversibel

dan

untu
k

pana
pengeluaran s

. Efisiensi termal yang dihasilkan adalah

23

Q41

Refrigerasi Siklus Udara

23

22

da
n

Gambar 4. Diagram Siklus Brayton Udara Standart

Refrigerasi Siklus Udara

23

F. PENGGUNAAN SISTEM SIKLUS UDARA SEBAGAI SISTEM


AC MOBIL PADA KENDARAAN PENUMPANG
Dari uraian di atas dan dengan mempertimbangkan keterbatasan
ruang dalam kendaraan penumpang, maka dalam kajian ini sistem
yang dipilih adalah sistem sederhana. Skema rancangan sistem yang
dikaji diperlihatkan pada Gambar 5.
Exit Air

Cooling air fan

Compressed Air
3

kompresor

Heat
Exchanger

4
2
Turbin

Ambient Air

Cooling Air

P1, T 1

Kabin

Gambar 4. Simple Air Cycle System

Gambar 5. Skema rancangan sistem sederhana

ANALISIS KOMPONEN SISTEM


Analisis

komponen

sistem

bertujuan

untuk

menentukan

spesifikasi dari komponen utama sistem yaitu kompresor, penukar kalor,


turbin dan kipas penghisap dengan mempertimbangkan keterbatasan
ruang dalam kendaraan penumpang. Hal ini sangat penting karena
terbatasnya ruang kendaraan akan membatasi ukuran dan spesifikasi
Refrigerasi Siklus Udara

24

dari komponen yang digunakan yang berarti juga membatasi performa


dari masing-masing komponen dan akan berpengaruh pada performa
sistem keseluruhan.

Refrigerasi Siklus Udara

24

1. Kompresor
Kompresor berfungsi menaikkan tekanan udara lingkungan sampai
tekanan

tertentu

sesuai

dengan

kapasitas

pendinginan

yang

diinginkan. Pemilihan jenis kompresor didasarkan pada tekanan dan


kapasitas udara yang diinginkan. Dalam sistem refrigerasi siklus
udara, perbandingan kompresi kompresor dibatasi 3 sampai 4 untuk
kompresor satu tingkat. Dari berbagai jenis kompresor yang ada,
kompresor sentrifugal adalah jenis yang paling sesuai untuk sistem
yang dikaji. Selain perbandingan tekanan yang sesuai dengan sistem,
yaitu 4 : 1, kompresor sentrifugal juga memiliki bentuk yang ringkas
sehingga memenuhi pertimbangan ruang kendaraan.
2. Penukar kalor
Komponen

ini

dikompresi

berfungsi

sampai

menurunkan

mendekati

temperatur

temperatur

udara

udara

setelah

lingkungan.

Kemampuan sebuah penukar kalor untuk menurunkan temperatur


ditentukan oleh temperatur fluida pendingin dan nilai efektifitasnya.
Fluida pendingin yang digunakan dalam sistem ini adalah udara
lingkungan pada temperature rata-rata 30oC sedangkan efektifitas
penukar

kalor

tergantung

pada

jenis

dan

ukurannya.

Selain

temperatur dan efektifitas, penurunan tekanan pada sisi udara panas


dan

sisi

udara

dingin

juga

merupakan

parameter

yang

harus

dipertimbangkan. Penurunan tekanan pada sisi udara panas akan


menentukan harga dari tekanan aktual udara keluar dari penukar
kalor. Sedang penurunan tekanan pada sisi udara pendingin akan
menentukan jenis serta ukuran dari kipas penghisap yang digunakan.
Untuk memenuhi persyaratan ruang, jenis penukar kalor yang sesuai
adalah penukar kalor sirip plat (Plate-Fin Heat Exchanger).
3. Turbin
Turbin

berfungsi

mengekspansikan

udara

setelah

diturunkan

temperaturnya dalam penukar kalor sehingga tekanannya turun


sampai pada tekanan dalam ruang kendaraan atau sama dengan 1
atm. Jenis yang sesuai adalah turbin radial karena memiliki bentuk
yang ringkas.

Refrigerasi Siklus Udara

25

Refrigerasi Siklus Udara

25

4. Kipas penghisap
Kipas berfungsi mengalirkan udara pendingin melalui penukar kalor.
Spesifikasinya dipilih agar dapat mengatasi tahanan aliran dalam
saluran dan penukar kalor pada laju aliran tertentu.
Dalam

mendesain

AC

mobil

untuk

kendaraan

penumpang,

spesifikasi kendaraan merupakan parameter penting karena berkaitan


dengan

beban

pendinginan

yang

dibutuhkan

serta

kemampuan

memberi daya untuk kebutuhan sistem. Spesifikasi ini meliputi daya


mesin, kapasitas tempat duduk, volume ruang, fitur elektronik yang
ada di kabin.
Secara teoritis, sistem refrigerasi siklus udara sebagai sistem AC
mobil pada kendaraan penumpang dapat digunakan. Berdasarkan hasil
kajian terhadap rancangan sistem di atas Pada kondisi aktual, dengan
memperhitungkan efisiensi kompresor dan turbin, serta efektifitas dan
penurunan tekanan pada penukar kalor, kebutuhan daya cenderung
akan meningkat sehingga pemilihan komponen harus dilakukan dengan
cermat. Untuk memastikan kelayakan penggunaan sistem refrigerasi
siklus udara untuk sistem AC mobil pada kendaraan penumpang, perlu
kajian lebih dalam melalui demonstrasi dan pengukuran terhadap
performa sistem aktual.

Refrigerasi Siklus Udara

26

BAB 3
PENUTUP
A.
-

Kesimpulan

Pada siklus Refrigerasi Siklus udara bertindak sebagai


refrigerant, yang menyerap panas pada tekanan konstan P, di
dalam refrigerator. Udara panas keluar refrigerator, dikompressi
untuk dibuang panasnya ke lingkungan melalui cooler pada
tekanan konstan P2 (P2 > P1). Udara keluar cooler dikembalikan
ke keadaan awal oleh mesin ekspansi untuk dapat melakukan
langkah awal pada siklus berikutnya.
Siklus refrigerasi udara ini disebut juga dengan siklus BellColeman, pertama sekali digunakan sebagai dasar siklus mesin
pendingin pada kapal laut yang mengangkut daging beku.
Kelebihan sistem Refrigerasi Siklus Udara dibandingkan dengan
sistem refrigerasi kompresi uap adalah udara sebagai refrigeran
sangat mudah didapat, tersedia dalam jumlah yang banyak, tidak
menimbulkan masalah lingkungan dan lebih aman.
Mesin refrigerasi siklus udara biasanya digunakan pada pesawat
terbang, dan sistem ini baru bekerja apabila pesawat telah
terbang.
Ada 4 jenis sistem refrigerasi siklus udara yang umum digunakan
dalam pesawat terbang, yaitu
1. sistem sederhana (simple system)
2. sistem bootsrap
3. sistem regenerative
4. sistem reduced ambient.

B.

Saran

Diharapkan dalam Teknologi Pendingin untuk kedepannya dapat


menciptakan bahan pendingin dan teknologi menggunakan
Refrigerasi Siklus udara karena Siklus ini sangat mudah didapat
dan tidak menimbulkan masalah pada lingkungan dan lebih aman.

Refrigerasi Siklus Udara

27

DAFTAR PUSTAKA
www.google.com ( refrigerasi siklus udara PDF )
Bett, Rowluism [dan] Saville. Thermodynamics for chemical engineers.
London : The Artlone Press, [s.a]
http://www.slideshare.net/nasihatbunda/sistem-refrigerasi
http://team-sekard.blogspot.com/2012/03/sistem-refrigerasi.html
Arora, C.P., 1981, Refrigeration and Air Conditioning, McGraw-Hill Book
Co-Singapore

Refrigerasi Siklus Udara

28