Anda di halaman 1dari 2

Peran Mahasiswa dalam Pemberantasan

Korupsi di Indonesia
BANDUNG, itb.ac.id - Rabu (25/09/13) Lembaga Kemahasiswaan ITB mengadakan
kuliah umum yang mengundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) Jawa Barat. Kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa peserta Studium
Generale dan Pendidikan Anti Korupsi ini menghadirkan Kepala Bidang Investigasi
BPKP Jawa Barat, Drs. Ganis Diarsyah,MM. Hari itu, bertempat di Aula Timur ITB,
mahasiswa mendapatkan kuliah umum yang memmiliki tema "Peran BPKP dalam
Pemberantasan Korupsi di Indonesia."
BPKP adalah sebuah institusi yang bertanggung jawab langsung kepada presiden.
Institusi ini bertugas sebagai internal auditor bagi lembaga-lembaga pemerintah.
Peran BPKP tentu saja berbeda dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang
bertugas sebagai external auditor yang bertanggung jawab pada Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR). Ganis menjelaskan bahwa kata-kata "pengawasan" mempunyai
makna yang lebih luas dari "pemeriksaan." Pengawasan mencakup pengawasan
dan juga pengendalian perencanaan.

Di awal pembahasannya, Ganis memaparkan bahwa menurut Jack Bologna


tindak pidana korupsi terjadi karena empat hal, serakah (Greed), kesempatan
(Opportunity), Kebutuhan (Need), dan pengungkapan (Exposure). Keempat hal
tersebut adalah hal-hal yang sangat sering terjadi di Indonesia dan membuat
negara kita mengalami penurunan dalam peringkat ke-"bersih"an negara (Indeks
Persepsi Korupsi Indonesia sangat rendah).
Menurut Ganis, saat ini seluruh institusi yang menangani tindak pidana korupsi, baik
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), BPK dan juga BPKP sedang berfokus pada
pencegahan korupsi bukan pemberantasan. Meskipun sudah terdapat lembagalembaga yang berperan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, namun
mahasiswa yang merupakan masyarakat sipil pun memiliki peran untuk mendukung
upaya tersebut.

Peran mahasiswa dalam memberantas korupsi dapat dilakukan dengan empat cara.
Pertama, mahasiswa dapat melakukan kajian dan masukan konstruktif terhadap
kebijakan publik yang dibuat oleh lembaga eksekutif dan legislatif. Kedua,
mahasiswa dapat melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana pemerintah
yang terjadi di lingkungan kampus. Kemudian, mahasiswa pun dapat
menginisiasikan sebuah penelitian ilmiah yang bertujuan untuk menciptakan sistem
pengelolaan keuangan negara yang lebih reliable. Dan yang keempat, mahasiswa
dapat berperan untuk mendorong pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan
yang bersih dan bebas KKN.
Jika mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin bangsa telah memahami dan
menyadari akan bahaya korupsi, maka di masa depan nanti negara Indonesia akan
menjadi bangsa yang bersih dan jujur.