Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat
asung kerta wara nugraha-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Biologi, yaitu Proyek
tentang Virus (AIDS) dengan selamat dan lancar.
Pada pembuatan tugas ini, kami mencari referensi lewat buku dan internet. Pada
Kurikulum 2013, siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam Proses Belajar Mengajar
(PBM),sehingga guru hanya bertugas sebagai motivator, yaitu menanya, memberi tugas,
dan menilai. Adapun hal yang dijadikan panduan dalam PBM adalah 5M, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Mengamati
Menanya
Megeksplorasi (mencari sumber)
Mengasosiasikan (kesimpulan)
Mensosialisasikan/Mengkomunikasikan

Semoga tugas ini bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata, tiada gading yang tak
retak, demikian pula dengan tugas ini. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami
harapkan demi kesempurnaan tugas ini.

Mengwi, September 2014


Penyusun

1 | Page

DAFTAR ISI
Kata Pengantar

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang.

1.2 Rumusan Masalah 3


1.3 Tujuan 4
Bab 2 Pembahasan
1. Sejarah Singkat AIDS

2. Penyebab dan Akibatnya

3. Ciri ciri AIDS

4. Cara Pengobatan 7
5. Cara Pencegahan

Bab 3 Penutup

3.1 Kesimpulan..

3.2 Saran..

Daftar Pustaka

2 | Page

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita semua mungkin sudah banyak mendengar cerita-cerita yang menyeramkan
tentang HIV/AIDS. Penyerangan AIDS itu berlangsung secara cepat dan mungkin
sekarang sudah ada disekitar kita. Sampai sekarang belum ada obat yang bisa
menyembuhkan AIDS, bahkan penyakit yang saat ini belum bisa dicegah dengan
vaksin.
Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang lebih dikenal dengan dengan AIDS
adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yaitu: H = Human (manusia), I =
Immuno deficiency (berkurangnya kekebalan), V = Virus.
Maka dapat dikatakan HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sel kekebalan
tubuh manusia sehingga tubuh kehilangan daya tahan dan mudah terserang berbagai
penyakit antara lain TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang
menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.
Maka, selama bertahun-tahun orang dapat terinfeksi HIV sebelum akhirnya
mengidap AIDS. Namun penyakit yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS
adalah sejenis radang paru-paru yang langka, yang dikenal dengan nama Pneumocystis
Carinii Pneumonia (PCP), dan sejenis kanker kulit yang langka yaitu Kaposis Sarcoma
(KS). Biasanya penyakit ini baru muncul dua sampai tiga tahun setelah penderita
didiagnosis mengidap AIDS. Seseorang yang telah terinfeksi HIV belum tentu terlihat
sakit. Secara fisik dia akan sama dengan orang yang tidak terinfeksi HIV.
Oleh karena itu 90% dari pengidap AIDS tidak menyadari bahwa mereka telah tertular
virus AIDS, yaitu HIV karena masa inkubasi penyakit ini termasuk lama dan itulah
sebabnya mengapa penyakit ini sangat cepat tertular dari satu orang ke orang lain.
Masa inkubasi adalah masa dari saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh (saat
penularan) sampai timbulnya penyakit.

1.2 Rumusan Masalah


1.1.1
1.1.2
1.1.3
1.1.4
1.1.5

Bagaimana sejarah singkat AIDS?


Apa penyebab dan akibatnya?
Bagaimana ciri-cirinya?
Bagaimana cara pengobatannya?
Bagaiamana cara pencegahannya?

1.3 Tujuan
1.1.6
1.1.7
1.1.8
1.1.9

Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui

3 | Page

sejarah singkat AIDS


penyebab dan akibatnya
ciri cirinya
cara pengobatannya

1.1.10

Mengetahui cara pencegahannya

BAB 2
PEMBAHASAN
1. Sejarah singkat AIDS
Virus HIV dikenal secara terpisah oleh para peneliti di Institut Pasteur Perancis pada
tahun 1983 dan NIH yaitu sebuah institut kesehatan nasional di Amerika Serikat pada
tahun 1984. Meskipun tim dari Institute Pasteur Perancis yang dipimpin oleh Dr. Luc
Montagnie, yang pertama kali mengumumkan penemuan ini di awal tahun 1983 namun
penghargaan untuk penemuan virus ini tetap diberikan kepada para peneliti baik yang
berasal dari Perancis maupun Amerika. Peneliti Perancis memberi nama virus ini LAV atau
lymphadenopathy associated virus. Tim dari Amerika yang dipimpin Dr. Robert Gallo
menyebut virus ini HTLV-3 atau human T-cell lymphotropic virus type-3. Kemudian Komite
Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan untuk menetapkan nama human
immunodeficiency virus (HIV) sebagai nama yang dikenal sampai sekarang maka para
peneliti tersebut juga sepakat untuk menggunakan istilah HIV. Sesuai dengan namanya,
virus ini memakan imunitas tubuh.
Pada tahun 1985 ditemukan Antigen untuk melakukan tes ELISA, suatu tes untuk
mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus HIV atau tidak.
15 April 1987, Kasus AIDS di Indonesia pertama kali ditemukan. Seorang wisatawan
berusia 44 tahun asal Belanda, Edward Hop, meninggal di Rumah Sakit Sanglah, Bali.
Kematian lelaki asing itu disebabkan AIDS. Hingga akhir 1987, ada enam orang yang
didiagnosis HIV positif, dua di antara mereka mengidap AIDS.
Sejak ditemukan tahun 1978, secara kumulatif jumlah kasus AIDS di Indonesia
sampai dengan 30 September 2009 sebanyak 18.442 kasus. jumlah ini semakin
meningkat dari tahun ke tahun.
AIDS disebabkan salah satu kelompok virus yang disebuat dengan retroviruses yang
sering disebut dengan HIV. Seseorang yang terkena atau terinfeksi HIV sistem kekebalan
tubuhnya akan menurun drastis. Virus HIV menyerang sel darah putih khusus yang disebut
dengan T-lymphocytes. Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam
selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang
yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan
kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

4 | Page

2. Penyebab dan Akibatnya


AIDS disebabkan oleh virus HIV. Virus ini menyerang manusia dan sistem kekebalan
(imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata
lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem
imun. Sehingga, semua penyakit dapat dengan mudah menyerang tubuh, lambat laun
tubuh menjadi lemah dan kurus, pada akhirnya penderita AIDS akan meninggal.
HIV merupakan penyakit menakutkan dan masih menjadi salah satu penyebab
utama kematian baik di negara berkembang maupun negara maju. Virus HIV ditularkan
melalui:
1. Melalui kontak hubungan badan (hubungan sexual) dengan seorang penderita
yang telah terinfeksi HIV.
2. Melalui jarum suntik atau alat tusuk lain yang telah dipakai atau bekas dipakai
orang yang terinfeksi HIV.
3. Melalui transfusi darah yang tercemar HIV.
4. Melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya.
5. Air susu ibu pengidap AIDS kepada anak susuannya.
Jadi, penularan HIV pada manusia adalah melalui kontak dengan cairan yang
mengandung sel terinfeksi atau partikel virus. Yang dimaksud dengan cairan tubuh di sini
adalah darah, semen, cairan vagina, cairan serebropinal dan air susu ibu. Dalam
konsentrasi yang lebih rendah, virus juga terdapat pada air mata, air kemih dan air ludah.
Virus HIV Tidak Menular Melalui :
Keringat, Air liur.
Makanan,Flu/influenza.
Berpelukan.
Makan dengan perabot yang sama.
Bersalaman.
Mandi bersama.
Digigit nyamuk.
Memakai toilet bersama.
Berhubungan Seks dengan menggunakan Kondom yang baik.
Ciuman, senggolan, dan kegiatan sehari-hari lainnya.

3. Ciri ciri AIDS


Demam tinggi berkepanjangan.
Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam.
Hilangnya nafsu makan, mual dan muntah.
Mengalami diare yang kronis.
Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
Batuk berekepanjangan.
Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan.
Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher,
ketiak, dan lipatan paha)
5 | Page

Ingatan berkurang.
Sakit kepala.
Sulit berkonsentrasi.
Respon anggota gerak melambat.
Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki.
Mengalami tensi darah rendah.
Refleks tendon yang kurang.
Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api.
Infeksi jaringan kulit rambut.
Kulit kering dengan bercak-bercak.
Gejala awal : 0-1 bulan
Menderita penyakit seperti flu dalam seminggu atau sebulan disebut sebagai infeksi
HIV akut. Sistem kekebalan tubuh, sebagai bagian dari pertahanan tubuh,
mengembangkan antibodi terhadap HIV. Proses tersebut terlihat dari antibodi yang disebut
serokonversi.
Gejala
meliputi
demam,
sakit
kepala,
nyeri
tubuh,
sakit
tenggorokan,pembengkakan
kelenjar getah bening, ruam kulit, masalah sistem
pencernaan. Gejala-gejala ini cenderung tidak diperhatikan atau disalahartikan sebagai
penyakit lain yang juga menunjukkan berbagai gejala yang sama. Tes HIV dilakukan
sebelum serokonversi tidak membantu dalam mendeteksi virus. Pada beberapa wanita,
serokonversi dapat terjadi dalam waktu satu bulan.
Gejala terakhir : 1 bulan 10 tahun
Setelah tingkat gejala di atas dapat diturunkan dengan obat-obatan, penyakit ini
masuk ke dalam fase asimptomatik. Tidak ada gejala HIV yang diperlihatkan setelah 1
tahun. Tahap tanpa gejala dapat berlangsung selama sekitar
10 tahun. Dengan
demikian,seseorang yang positif HIV tidak menunjukkan gejala HIV selama sekitar 10
tahun setelah terkena gejala seperti flu biasa. Tetapi meski demikian, virus tetap ada
dalam tubuh mereka, mereka tidak sadara secara terus-menerus menularkan vrus kepada
orang lain melalu hubungan badan tanpa pengaman dan juga melalui transfusi darah atau
melalui berbagi jarum suntik. Jika seorang wanita hamil, anak-anak mereka ikut terkena
HIV/AIDS. Setelah 5-6 tahun, wanita yang mengidap HIV positif mungkin terlihat pada
penurunan berat bdaan, kehilangan nafsu makan, masalah sistem pencernaan, infeksi
kulit, tetapi hal ini biasanya diabaikan atau disalahartikan.

4. Cara Pengobatan
Sampai saat ini HIV/ AIDS belum ditemukan obatnya tetapi beberapa ahli telah
menemukan vaksin untuk memperlambat perkembangan virus HIV/ AIDS dalam tubuh
antara lain :
NRTI (Nucleoside atau Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitor)
NNRTI (Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor)
PI (Protease Inhibitor) Fusion Inhibitor

6 | Page

5. Cara Pencegahan
1). Membiasakan Diri dengan Perilaku Seks yang Sehat
Sebagian besar penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual. Oleh karena itu,
membiasakan diri dengan perilaku seks yang sehat dapat menjauhkan diri dari penularan
HIV. Misalnya, dengan tidak berhubungan seks di luar nikah, tidak berganti-ganti
pasangan, dan menggunakan pengaman (terutama pada kelompok perilaku beresiko
tinggi) sewaktu melakukan aktivitas seksual.
2). Menggunakan Jarum Suntik dan Alat-alat Medis yang Steril
Para tenaga medis hendaknya memperhatikan alat-alat kesehatan yang mereka
gunakan. Jarum suntik yang digunakan harus terjamin sterilitasnya dan sebaiknya hanya
sekali pakai. Jadi, setiap kali menyuntik pasien, seorang tenaga medis harus memakai
jarum suntik yang haru. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan HIV melalui
jarum suntik. Selain itu, penggunaan sarung tangan lateks setiap kontak dengan cairan
tubuh juga dapat memperkecil peluang penularan HIV.

3). Menjauhi Segala Bentuk Penggunaan Narkoba


Para pangguna narkoba sangat rentan tertular HIV, terutama pengguna narkoba
suntik. Fakta menunjukkan bahwa penyebaran HIV di kalangan pengguna narkoba suntik
tiga sampai lima kali lebih cepat dibanding perilaku resiko lainnya.
4). Tidak Terima Transfusi Darah dari Orang yang Mengidap HIV
Pemeriksaan medis yang ketat pada setiap transfusi darah dapat mencegah
penularan HIV. Sebelum transfusi darah berlangsung, para ahli kesehatan sebaiknya
melakukan tes HIV untuk memastikan bahwa darah yang akan didonorkan bebas dari HIV.
5). Menganjurkan Wanita Pengidap HIV untuk Tidak Hamil
Meskipun hamil adalah hak setiap wanita, namun bagi wanita pengidap HIV
dianjurkan untuk tidak hamil. Sebab, wanita hamil pengidap HIV dapat menularkan virus
kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi
dengan dokter.

BAB 3
7 | Page

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
AIDS disebabkan oleh virus yang bernama HIV, Human Immunodeficiency Virus.
Apabila terinfeksi HIV, maka tubuh akan mencoba untuk melawan infeksi tersebut. Tubuh
akan membentuk antibodi, yaitu molekul-molekul khusus untuk melawan HIV.
Tes darah untuk HIV berfungsi untuk mencari keberadaan antibodi tersebut. Apabila
memiliki antibodi ini dalam tubuh kita, maka artinya kita telah terinfeksi HIV. Orang yang
memiliki antibodi HIV disebut ODHA.
Menjadi HIV-positif, atau terkena HIV, tidaklah sama dengan terkena AIDS. Banyak
orang yang HIV-positif tetapi tidak menunjukkan gejala sakit selama bertahun-tahun.
Namun selama penyakit HIV berlanjut, virus tersebut secara perlahan-lahan
merusak sistem kekebalan tubuh. Apabila kekebalan tubuh anda rusak, berbagai virus,
parasit, jamur, dan bakteria yang biasanya tidak mengakibatkan masalah dapat membuat
kita sangat sakit. Inilah yang disebut infeksi oportunistik.
Menurut pandangan agama HIV / AIDS itu buruk, karena penularannya pun terjadi
melalui cara yang dilarang oleh agama. Salah satunya HIV / AIDS ditularkan melalui
hubungan seks bebas.

3.2 Saran
Agar kita semua terhindar dari AIDS, maka kita harus berhati-hati memilih pasangan
hidup, jangan sampai kita menikah dengan pasangan yang mengidap HIV / AIDS, karena
selain dapat menular kepada diri kita sendiri juga dapat menular kepada janin dalam
kandungan kita. Kita juga harus berhati-hati dalam pemakaian jarum suntik secara
bergantian dan tranfusi darah dengan darah yang sudah terpapar HIV.

DAFTAR PUSTAKA
http://e-sejati.blogspot.com/2012/10/cara-pencegahan-penyakit-hivaids.html
http://lushirosmayanti.blogspot.com/
id.wikipedia.org/wiki/AIDS
Saktiyono. 2007. IPA BIOLOGI 3 SMP. Jakarta: Erlangga

8 | Page

9 | Page