Anda di halaman 1dari 19

Referat

CederaKepala

Pembimbing:
dr.Masudi,Sp.S

Disusunoleh:
DitoHamdi
1102009090

FakultasKedokteranUniversitasYARSI
KepaniteraanKlinikIlmuSaraf
RumahSakitBhayangkaratk.IR.S.SukantoJakara

BABI
PENDAHULUAN
I.1LATARBELAKANG
Cedera kepala atau yang disebut dengan trauma kapitis adalah ruda paksa
tumpul/tajampadakepalaatauwajahyangberakibatdisfungsicerebralsementara.
Merupakansalahsatupenyebabkematiandankecacatanutamapadakelompokusia
produktif,dansebagianbesarkarenakecelakaanlalulintas.
Adapunpembagiantraumakapitisadalah:

Simpleheadinjury

Commotiocerebri

Contusioncerebri

Laceratiocerebri

Basiscraniifracture
Cedera kepala merupakan keadaan yang serius, sehingga diharapkan para

dokter mempunyai pengetahuan praktis untuk melakukan pertolongan pertama pada


penderita. Tindakan pemberian oksigen yang adekuat dan mempertahankan tekanan
darah yang cukup untuk perfusi otak dan menghindarkan terjadinya cedera otak
sekunder merupakan pokok-pokok tindakan yang sangat penting untuk keberhasilan
kesembuhan penderita. Sebagai tindakan selanjutnya yang penting setelah primary
survey adalah identifikasi adanya lesi masa yang memerlukan tindakan pembedahan,
dan yang terbaik adalah pemeriksaan dengan CT Scan kepala.
Simple head injury dan Commotio cerebri sekarang digolongkan sebagai
cederakepalaringan.SedangkanContusiocerebridanLaceratiocerebridigolongkan
sebagaicederakepalaberat.
Pada penderita harus diperhatikan pernafasan, peredaran darah umum dan
kesadaran,sehinggatindakanresusitasi,anmnesadanpemeriksaanfisikumumdan
neurologistharusdilakukansecaraserentak.Tingkatkeparahancederakepalaharus
segeraditentukanpadasaatpasientibadiRumahSakit.

BABII
TINJAUANPUSTAKA
2.1EPIDEMIOLOGI
Cedera adalah salah satu masalah kesehatan yang paling serius. Cedera
kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan. Cedera
kepalaberperanpadahampirseparuhdariseluruhkematianakibattrauma.Distribusi
ciderakepalaterutamamelibatkankelompokusiaproduktifantara1544tahundan
lebihdidominasiolehkaumlakilakidibandingkandenganperempuan.
DataepidemiologidiIndonesiabelumada,tetapidatadarisalahsaturumah
sakit di Jakarta, RS Cipto Mangunkusumo, untuk penderita rawat inap, terdapat
60%70% dengan CKR, 15%20% CKS, dan sekitar 10% dengan CKB. Angka
kematiantertinggisekitar35%50%akibatCKB,5%10%CKS,sedangkanuntuk
CKRtidakadayangmeninggal(PERDOSSI,2007).
2.2ETIOLOGI
Menurut Cholik Harun Rosjidi & Saiful Nurhidayat, (2009 : 49) etiologi cedera
kepalaadalah:
a)Kecelakaanlalulintas
b)Jatuh
c)Pukulan
d)Kejatuhanbenda
e)Kecelakaankerjaatauindustri
f)Cederalahir
g)Lukatembak
3)Klasifikasicederakepala

2.3PATOFISIOLOGI

2.4MANIFESTASIKLINIS
Gambaranklinisditentukanberdasarkanderajatcederadanlokasinya.Derajat
cederadapatdinilaimenuruttingkatkesadarannyamelaluisystemGCS,yaknimetode
EMV(Eyes,Verbal,Movement)
GlasgowComaScale

Responmembukamata(E)

Nilai_
Bukamataspontan

Bukamatabiladipanggil/rangsangansuara

Bukamatabiladirangsangnyeri

Takadareaksidenganrangsanganapapun

Responmotorik(M)

Nilai_
Mengikutiperintah

Denganrangsangannyeri,dapatmengetahuitempatrangsangan 5
Denganrangsangannyeri,menarikanggotabadan

Denganrangsangannyeri,timbulreaksifleksiabnormal

Denganrangsangannyeri,timbulreaksiekstensiabnormal

Denganrangsangannyeri,tidakadareaksi

Responverbal(V)

____Nilai_
Komunikasiverbalbaik,jawabantepat

Bingung,disorientasiwaktu,tempat,danorang

Katakatatidakteratur

Suaratidakjelas

Takadareaksidenganrangsanganapapun

1
(Kluwer,2009)

Adapunpembagiancederakepalalainnya:

CederaKepalaRingan(CKR)termasukdidalamnyaLaseratiodan
CommotioCerebri
o SkorGCS1315
o Tidakadakehilangankesadaran,ataujikaadatidaklebihdari
10menit
o Pasienmengeluhpusing,sakitkepala
o Ada muntah, ada amnesia retrogad dan tidak ditemukan
kelainanpadapemeriksaanneurologist.

CederaKepalaSedang(CKS)
o SkorGCS912
o Adapingsanlebihdari10menit
o Adasakitkepala,muntah,kejangdanamnesiaretrogad
o Pemeriksaanneurologisterdapatlelumpuhansarafdananggota
gerak.

CederaKepalaBerat(CKB)
o SkorGCS<8
o GejalnyaserupadenganCKS,hanyadalamtingkatyanglebih
berat
o Terjadinyapenurunankesadaransecaraprogresif
o Adanya fraktur tulang tengkorak dan jaringan otak yang
terlepas.

1. SimpleHeadInjury
Diagnosasimpleheadinjurydapatditegakkanberdasarkan:

Adariwayattraumakapitis

Tidakpingsan

Gejalasakitkepaladanpusing

Umumnya tidak memerlukan perawatan khusus, cukup diberi obat


simptomatikdancukupistirahat.

2. CommotioCerebri
Commotio cerebri (geger otak) adalah keadaan pingsan yang
berlangsung tidak lebih dari 10 menit akibat trauma kepala, yang tidak
disertai kerusakan jaringan otak. Pasien mungkin mengeluh nyeri kepala,
vertigo,mungkinmuntahdantampakpucat.
Vertigo dan muntah mungkin disebabkan gegar pada labirin atau
terangsangnya pusatpusat dalam batang otak. Pada commotio cerebri
mungkinpulaterdapatamnesiaretrograde,yaituhilangnyaingatansepanjang
masayangterbatassebelumterjadinyakecelakaan.Amnesiainitimbulakibat
terhapusnyarekamankejadiandilobustemporalis. Pemeriksaantambahan
yangselaludibuatadalahfototengkorak,EEG,pemeriksaanmemori.Terapi
simptomatis, perawatan selama 35 hari untuk observasi kemungkinan
terjadinyakomplikasidanmobilisasibertahap.
3. ContusioCerebri
Pada contusiocerebri (memarotak)terjadiperdarahanperdarahandi
dalamjaringanotaktanpaadanyarobekanjaringanyangkasatmata,meskipun
neuronneuron mengalami kerusakan atau terputus. Yang penting untuk
terjadinyalesicontusionialahadanyaakselerasikepalayangseketikaitujuga
menimbulkan pergeseran otak serta pengembangan gaya kompresi yang
destruktif. Akselerasi yang kuat berarti pula hiperekstensi kepala. Oleh
karenaitu,otakmembentangbatangotakterlalukuat,sehinggamenimbulkan
blockade reversible terhadap lintasan asendens retikularis difus. Akibat
blockade itu, otak tidak mendapat input aferen dan karena itu, kesadaran
hilangselamablockadereversibleberlangsung.
Timbulnya lesi contusio di daerah coup, contrecoup, dan
intermediate menimbulkan gejala deficit neurologik yang bisa berupa
refleksbabinskyyangpositifdankelumpuhanUMN.Setelahkesadaranpuli
kembali,sipenderitabiasanyamenunjukkanorganicbrainsyndrome.
Akibat gaya yang dikembangkan oleh mekanismemekanisme yang
beroperasipadatraumakapitistersebutdiatas,autoregulasipembuluhdarah

cerebral terganggu,sehingga terjadi vasoparalitis. Tekanan darahmenjadi


rendahdannadimenjadilambat,ataumenjadicepatdanlemah.Jugakarena
pusatvegetatif terlibat, makarasamual, muntahdangangguanpernafasan
bisatimbul.
PemeriksaanpenunjangsepertiCTScanbergunauntukmelihatletak
lesi dan adanya kemungkinan komplikasi jangka pendek. Terapi dengan
antiserebraledem,antiperdarahan,simptomatik,neurotropikdanperawatan
710hari.
4. LaceratioCerebri
Dikatakan laceratio cerebri jika kerusakan tersebut disertai dengan
robekan piamater. Laceratio biasanya berkaitan dengan adanya perdarahan
subaraknoid traumatika, subdural akut dan intercerebral. Laceratio dapat
dibedakanataslaceratiolangsungdantidaklangsung.
Laceratio langsung disebabkan oleh luka tembus kepala yang
disebabkanolehbendaasingataupenetrasifragmenfrakturterutamapada
frakturdepressedterbuka. Sedangkanlaceratio tidaklangsungdisebabkan
olehdeformitasjaringanyanghebatakibatkekuatanmekanis.
5. FractureBasisCranii
Fractur basis cranii bisa mengenai fossa anterior, fossa media dan
fossa posterior. Gejala yang timbul tergantung pada letak atau fossa mana
yangterkena.
Frakturpadafossaanteriormenimbulkangejala:

Hematomkacamatatanpadisertaisubkonjungtivalbleeding

Epistaksis

Rhinorrhoe

Frakturpadafossamediamenimbulkangejala:

Hematomretroaurikuler,Ottorhoe

Perdarahandaritelinga

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan Xfoto basis kranii.


Komplikasi:

Gangguanpendengaran

PareseN.VIIperifer

Meningitispurulentaakibatrobeknyaduramater

Frakturbasiskraniibisadisertaicommotioataupuncontusio,jaditerapinya
harusdisesuaikan.Pemberianantibiotikdosistinggiuntukmencegahinfeksi.
Tindakanoperatifbilaadanyaliquorrhoeyangberlangsunglebihdari6hari.
2.5PEMERIKSAANFISIK
1)TTV
2)GlasgowComaScale
3)Adatidaknyacederaluaryangterlihat:cederapadakulitkepala,perdarahanhidung
ataupuntelinga,hematomperiorbitaldanretroaurikuler
4) Tandatanda deficit neurologis fokal seperti ukuran pupil dan reaksi cahaya,
gerakanmata,polaaktivitasmotorikdanfungsibatangotak
5)Reflektendon
6)fungsisensorikdanserebelerperludiperiksajikapasiensadar.
Padapemeriksaanfisikyangsangatperludiperhatikanjugaadalahdiantaralain:
1. Breathing
Kompresipadabatangotakakanmengakibatkangangguaniramajantung,sehingga
terjadi perubahan pada pola napas, kedalaman, frekuensi maupun iramanya, bisa
berupa Cheyne Stokes atau Ataxia breathing. Napas berbunyi, stridor, ronkhi,
wheezing (kemungkinan karena aspirasi), cenderung terjadi peningkatan produksi
sputumpadajalannapas.
2. Blood
Efek peningkatan tekanan intrakranial terhadap tekanan darah bervariasi. Tekanan
pada pusat vasomotor akan meningkatkan transmisi rangsangan parasimpatik ke
jantung yang akan mengakibatkan denyut nadi menjadi lambat, merupakan tanda
peningkatan tekanan intrakranial. Perubahan frekuensi jantung (bradikardia,
takikardiayangdiselingidenganbradikardia,disritmia).

3. Brain
Gangguankesadaranmerupakansalahsatubentukmanifestasiadanyagangguanotak
akibat cidera kepala. Kehilangan kesadaran sementara, amnesia seputar kejadian,
vertigo, sinkope, tinitus, kehilangan pendengaran, baal pada ekstrimitas. Bila
perdarahanhebat/luasdanmengenaibatangotakakanterjadigangguanpadanervus
cranialis,makadapatterjadi:
*Perubahanstatusmental(orientasi,kewaspadaan,perhatian,konsentrasi,pemecahan
masalah,pengaruhemosi/tingkahlakudanmemori).
*Perubahandalampenglihatan,sepertiketajamannya,diplopia,kehilangansebagian
lapangpandang,fotofobia.
*Perubahanpupil(responterhadapcahaya,simetri),deviasipadamata.
*Terjadipenurunandayapendengaran,keseimbangantubuh.
* Sering timbul hiccup/cegukan oleh karena kompresi pada nervus vagus
menyebabkankompresispasmodikdiafragma.
*Gangguannervushipoglosus.Gangguanyangtampaklidahjatuhkesalahsatusisi,
disfagia,disatria,sehinggakesulitanmenelan.
4. Blader
Pada cidera kepala sering terjadi gangguan berupa retensi, inkontinensia uri,
ketidakmampuanmenahanmiksi.
5. Bowel
Terjadi penurunan fungsi pencernaan: bising usus lemah, mual, muntah (mungkin
proyektil),kembungdanmengalamiperubahanselera.Gangguanmenelan(disfagia)
danterganggunyaproseseliminasialvi.
6. Bone
Pasiencidera kepalaseringdatangdalam keadaanparese,paraplegi. Padakondisi
yanglamadapatterjadikontrakturkarenaimobilisasidandapatpulaterjadispastisitas
atau ketidakseimbangan antara otototot antagonis yang terjadi karena rusak atau
putusnyahubunganantarapusatsarafdiotakdenganreflekspadaspinalselainitu
dapatpulaterjadipenurunantonusotot.

2.6PEMERIKSAANPENUNJANG
Yangdapatdilakukanpadapasiendengantraumakapitisadalah:
1. CTScan
Untukmelihatletaklesidanadanyakemungkinankomplikasijangkapendek.
2. MRI
SamadenganCTScandenganatautanpakontras
3. EEG
Dapatdigunakanuntukmencarilesi
4. Roentgenfotokepala
Untukmelihatadatidaknyafrakturpadatulangtengkorak
5. Angiografiserebral
Menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak
akibatedema,perdarahandantrauma.
6. Lumbalpungsi
Dapatmelihatadanyaperdarahansubarachnoid
2.7DIAGNOSA
Berdasarkan:

Adatidaknyariwayattraumakapitis

Gejalagejalaklinis:Lucidinterval,peningkatanTIK,gejalalateralisasi

Pemeriksaanpenunjang.

Daripemeriksaanbisaditemukan:

Cederakepalaringan

Cederakepalasedang

Cederakepalaberat

Suspekfrakturbasiscranii

DiagnosisKerja

Epiduralhematom

Subduralhematom

Perdarahansubarachnoid

Perdarahanintracranial

2.8KOMPLIKASI
Jangkapendek:
1. EpiduralHematom
o Letak:antaratulangtengkorakdanduramater
o Etiologi:pecahnyaA.Meningeamediaataucabangcabangnya
o Gejala: setelah terjadi kecelakaan, penderita pingsan atau hanya nyeri
kepalasebentarkemudianmembaikdengansendirinyatetapibeberapajam
kemudiantimbulgejalagejalayangmemperberatprogresifsepertinyeri
kepala, pusing, kesadaran menurun, nadi melambat, tekanan darah
meninggi, pupil pada sisi perdarahan mulamula sempit, lalu menjadi
lebar, dan akhirnya tidak bereaksi terhadap refleks cahaya. Ini adalah
tandatandabahwasudahterjadiherniasitentorial.
o Akut(minimal24jamsampaidengan3x24jam)
o Intervallucid
o PeningkatanTIK
o Gejalalateralisasihemiparese
o Pada pemeriksaan kepala mungkin pada salah satu sisi kepala didapati
hematomasubkutan
o Pemeriksaanneurologismenunjukkanpadasisihematompupilmelebar.
Pada sisi kontralateral dari hematom, dapat dijumpai tandatanda
kerusakantraktuspiramidalis,misal:hemiparesis,reflekstendonmeninggi
danreflekspatologikpositif.
o CTScan:adabagianhiperdensyangbikonveks
o LCS:jernih
o Penatalaksanaannya yaitu tindakan evakuasi darah (dekompresi) dan
pengikatanpembuluhdarah.

2. SubduralHematom
o Letak:dibawahduramater
o Etiologi:pecahnyabridgingvein,gabunganrobekanbridgingveinsdan
laserasipiamatersertaarachnoiddarikortexcerebri
o Gejalasubakut:miripepiduralhematom,timbuldalam3haripertama
Kronis:3mingguatauberbulanbulansetelahtrauma
o CTScan:setelahharike3diulang2minggukemudian
Adabagianhipodensyangberbentukcresent.
Hiperdensyangberbentukcresentdiantaratabulainternadanparenkim
otak(bagiandalammengikutikonturotakdanbagianluarsesuailengkung
tulangtengkorak)
Isodensterlihatdarimidlineyangbergeser
o Operasisebaiknyasegeradilakukanuntukmengurangitekanandalamotak
(dekompresi)denganmelakukanevakuasihematom.Penanganansubdural
hematomakutterdiridaritrepanasidekompresi.
3. PerdarahanIntraserebral
Perdarahandalamcortexcerebriyangberasaldariarterikortikal,terbanyak
padalobustemporalis. Perdarahanintraserebralakibattraumakapitisyang
berupahematom hanyaberupaperdarahan kecilkecil saja. Jikapenderita
dengan perdarahan intraserebral luput dari kematian, perdarahannya akan
direorganisasidenganpembentukangliosis dankavitasi. Keadaaninibisa
menimbulkanmanifestasineurologiksesuaidenganfungsibagianotakyang
terkena.
4. Edemaserebri
Pada keadaan ini otak membengkak. Penderita lebih lama pingsannya,
mungkin hingga berjamjam. Gejalagejalanya berupa commotio cerebri,
hanya lebih berat. Tekanan darah dapat naik, nadi mungkin melambat.
Gejalagejala kerusakan jaringan otak juga tidak ada. Cairan otak pun
normal,hanyatekanannyadapatmeninggi.

TIKmeningkat

Cephalgiamemberat

Kesadaranmenurun

JangkaPanjang:
1.Gangguanneurologis
Dapatberupa:gangguanvisus,strabismus,pareseN.VIIdangangguanN.
VIII,disartria,disfagia,kadangadahemiparese
2. Sindrompascatrauma
Dapat berupa: palpitasi, hidrosis, cape, konsentrasi berkurang, libido
menurun, mudah tersinggung, sakit kepala, kesulitan belajar, mudah lupa,
gangguan tingkah laku, misalnya: menjadi kekanakkanakan, penurunan
intelegensia,menarikdiri,dandepresi.
2.9PENATALAKSANAAN
CKR(GCS1315)
1. ObservasiataudirawatdirumahsakitbilaCTScantidakadaatauhasilCT
Scanabnormal,semuacederatembus,riwayathilangkesadaran,sakitkepala
sedangberat, pasien dengan intoksikasi alkohol/obatobatan, fraktur
tengkorak,rinoreaotorea,cederapenyertayangbermakna,tidakadakeluarga
yangdirumah,tidakmungkinkembali kerumahsakitdengansegera,dan
adanyaamnesia.Bilatidakmemenuhikriteriarawatmakapasiendipulangkan
dengan diberikan pengertian kemungkinan kembali ke rumah sakit bila
dijumpaitandatandaperburukan.
2. Observasitandavitalsertapemeriksaanneurologissecaraperiodiksetiap2
jam.
3. Pemeriksaan CT Scan kepala sangat ideal pada penderita CKR kecuali
memangsamasekaliasimtomatikdanpemeriksaanneurologisnormal.
CKS(GCS912)
1. Dirawat di rumah sakit untuk observasi, pemeriksaan neurologis secara
periodik.
2. Bilakondisimembaik,pasiendipulangkandankontrolkembali,bilakondisi

memburuk dilakukan CT Scan ulang dan penatalaksanaan sesuai protokol


cederakepalaberat.
CKB(GCS8)
1. Pastikanjalannafaskorbanclear(pasangET),berikanoksigenasi100%dan
jangan banyak memanipulasi gerakan leher sebelum cedera cervical dapat
disingkirkan.
2. Berikancairansecukupnya(ringerlaktat/ringerasetat)untukresusitasikorban
agartetapnormovolemia, atasihipotensiyangterjadi danberikantransfusi
darahjikaHbkurangdari10gr/dl.
3. Periksatandavital,adanyacederasistemikdibagiananggotatubuhlain,GCS
danpemeriksaanbatangotaksecaraperiodik.
4. Berikanmanitolivdengandosis1gr/kgBBdiberikansecepatmungkinpada
penderitadenganancamanherniasidanpeningkatanTIKyangmencolok.
5. Berikan anti edema cerebri: kortikosteroid deksametason 0,5 mg 31,
furosemidediuretik1mg/kgBBtiap612jambilaadaedemacerebri,berikan
antiperdarahan.
6. Berikanobatobatanneurotoniksebagaiobatlinikedua,berikanantikejang
jika penderita kejang, berikan antibiotik dosis tinggi pada cedera kepala
terbuka,rhinorea,otorea.
7. Berikan antagonis H2 simetidin, ranitidin iv untuk mencegah perdarahan
gastrointestinal.
8. Koreksiasidodislaktatdengannatriumbikarbonat.
9. Operasicitopadaperkembangankearahindikasioperasi.
10. Fisioterapidanrehabilitasi.

2.10PROGNOSA
Skor GCS penting untuk menilai tingkat kesadaran. Apabila penanganan
pasienyangmengalamicederakepalasudahmendapatterapiyangagresif,terutama
padaanakanakbiasanyamemilikidayapemulihanyangbaik.Penderitayangberusia
lanjut biasanyamempunyai kemungkinanyanglebihrendahuntukpemulihandari
cederakepala(Americancollegeofsurgeon,1997).
Selain itu lokasi terjadinya lesi pada bagian kepala pada saat trauma juga
sangatmempengaruhikondisikedepannyabagipenderita.

DAFTARPUSTAKA

1. Chusid, Neuroanatomi Korelatif dan Neurology Fungsional,


bagiandua.GajahMadaUniversityPress,1991
2. Harsono, Kapita Selekta Neurologi, edisi kedua. Gajah Mada
UniversityPress,2003
3. Iskandar J, Cedera Kepala, PT Dhiana Populer. Kelompok
Gramedia,Jakarta,1981
4. Sidharta P, Mardjono M, Neurologi Klinis Dasar, Dian Rakyat,
Jakarta,1981
5. GennarelliTA,MeaneyDF.MechanismofPrimaryHeadInjury.
Dalam:Neurosurgery2ndedition.NewYork:McGrawHill,1996.
6. HickeyJV.CraniocerebralTrauma.Dalam:TheClinicalPractice
of Neurological and Neurosurgical Nursing 5th edition.
Philadelphia:lippincotWilliam&Wilkins,2003.