Anda di halaman 1dari 5

Topik: INTOKSIKASI ORGANOFOSFAT (KASUS EMERGENCY)

Tanggal (kasus): 25 JULI 2014

Persenter: dr. Yudi L. Syafii

Tanggal presentasi: 1 Oktober 2014 Pendamping: dr. Zulfahri Sulaeman


Tempat presentasi: RSUD MASSENREMPULU KABUPATEN ENREKANG
Obyektif presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Diagnostik

Manajemen

Neonatus

Bayi

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Masalah

Istimewa

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: laki-laki, 28 tahun, meminum racun serangga kurang lebih 2 jam sebelum masuk rumah sakit.

Tujuan : memberikan penanganan yang tepat, cepat, dan akurat pada pasien yang mengalami intoksikasi organofosfat.
Bahan bahasan:

Tinjauan Pustaka

Cara membahas:

Diskusi

Riset

Kasus

Presentasi dan diskusi

Data pasien:

Nama: Tn.rahmat

Nama RS:

RSUD Massenrempulu Kabupaten


Enrekang

Email

Audit
Pos

Nomor Registrasi: 062938

Locok

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/ Gambaran Klinis:

Intoksikasi organofosfat ditunjukkan dari anamnesis didapatkan pasien mengeluhkan mual setelah meminum racun serangga

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


Subjektif :
-

Muntah muntah sejak 15 menit sebelum masuk rumah sakit. Muntah frekuensi 5 kali, berisi apa yang dimakan dan yang diminum.

Darah (-). Awalnya pasien racun serangga 2 jam sebelum masuk rumah sakit.
Sakit perut 60 menit sebelum masuk rumah sakit.
Nafas sesak ( + )
Berkeringat banyak ( + )
Demam tidak ada
Buang air kecil ada, jumlah dan warna biasa

- Buang air besar ada, jumlah, konsistensi dan warna biasa


Objektif :
Status Generalisata :
Keadaan Umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis kooperatif GCS 14

Tekanan Darah

: 110/70 mmHg

Nadi

: 106x/ menit

Nafas

: 33x/ menit

Suhu

: 36,5oC

Kulit

Teraba agak dingin, berkeringat, tidak ikterik, tidak sianosis

Mata

Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokhor, diameter 2

Abdomen

mm, refleks cahaya +/+, mata cekung ( - )


I
: tidak membuncit, darm steifung ( - ), darm contour ( - )
Pa

: supel, nyeri tekan ( + ) di epigastrium, turgor baik

Pe
Ekstremitas
Assesment :

: timpani

Aus
: bising usus ( + ) normal
edema -/- , akral agak dingin, refilling kapiler baik

Pada kasus keracunan, secara umum dianjurkan untuk tidak memberikan apapun lewat mulut kepada korban, kecuali diinstruksikan
oleh dokter. Pada korban yang tidak sepenuhnya sadar, pemberian minuman akan sangat berbahaya. Kasus keracunan acapkali disertai
muntah, kadang dipicu juga oleh pemberian minuman. Ketika korban tidak mampu menjaga jalan nafasnya dengan baik, muntahan ini dapat
masuk ke saluran pernafasan dan menyebabkan sumbatan di saluran nafas maupun di paru-paru.
Pada pasien ini, pemberian air atau susu diperbolehkan, karena pasien dalam keadaan sadar penuh, sehingga kemungkinan terjadinya
aspirasi kecil. Tujuan pemberian susu adalah untuk merangsang muntah, sehingga diharapkan racun yang masih berada disaluran pencernaan
dapat dikeluarkan sebelum terjadi penyerapan lebih lanjut. Namun, jumlah yang diberikan seharusnya hanya sekitar 100-250 mL. Sedangkan
bilas lambung tidak perlu dilakukan karena kemungkinan terjadi ikatan susu dengan racun obat nyamuk bakar tidak ada. Sebaiknya diberikan
karbon aktif atau norit sebanyak 30-50 mg dosis tunggal.
Penggunaan cairan D 5% kurang tepat, karena status dehidrasi pasien belum diketahui dan pasien datang dengan keluhan muntahmuntah dengan frekuensi 5 kali sebelum masuk rumah sakit dan ditambah dengan asupan makan yang kurang sehingga sebaiknya diberikan
cairan RL.
Karena racun yang telah masuk dalam tubuh bias saja telah terjadi penyerapan, diperlukan observasi lebih lanjut untuk mengetahui
apakah telah mengakibatkan gangguan pada organ tubuh atau tidak. Untuk memantau sejauh apa racun telah mengganggu system organ,
diperlukan pemantauan terhap fungsi hati, ginjal dan jantung. Sehingga diperlukan pemeriksaan darah terhadap fungsi hati dan ginjal.
Sedangkan fungsi jantung dapat dilihat dari EKG secara berkala.
Plan :
Diagnosis klinis : Intoksikasi Organofosfat

Diagnosis banding : Pengobatan :

O2 4 ltr/menit

Pasang Monitor + Saturasi

IVFD RL 20 tpm

Pasang NGT

Kubah Lambung

Inj. Ranitidin 50mg/8j/iv

Inj.dexamethason Amp/8j/iv

Inj. Sulfas Atropine Habis

Inj. Observasi respon obat

Pendidikan
Memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyakit, faktor risiko, komplikasi dan penatalaksaan yang akan dilakukan. Selain itu juga
diberikan terhadap keluarga pasien tentang kondisi pasien, dan penanganannya.
Konsultasi
Konsultasi dilakukan dengan bagian penyakit dalam untuk penatalaksanaan selanjutnya.
Rujukan

Saat ini pasien tidak dirujuk.


Enrekang, 1 Oktober 2014
Mengetahui,
Peserta Intreship

Pendamping Dokter Intrenship

dr. Yudi L. Syafii

dr.Zulfahri Sulaeman