Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji & syukur saya panjatkan kepada tuhan YME atas limpahan rahmat dan
karuniannya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul Paragraf ini dengan lancer.Penulisan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Bahasa
Indonesia bapak Muhammad Yacoub.
Selawat & salam terlimpah selalu kepada junjungan Nabi Muhammad
Saw.Allah Swt, menganugerahi kita berbagai macam nikmat yang paling besar
adalah nikmat Iman dan nikmat Islam.Dengan Iman dan Islam,kita akan selalu
berada di jalan yang lurus dalam mengarungi kehidupan dunia,sehingga kita akan
selamat dunia dan akhirat.
Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada bapak pembimbing yang telah
memberikan pengajaran dan arahannya, dan kepada kedua orang tua saya yang
telah memberikan saya semangat dan arahannya nya sehingga makalah ini telah
selesai saya kerjakan dengan sebaik baiknya.
Saya menyadari bahwa makalah ini tentu masih ada kekurangannya.Untuk
itu,kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan untuk kesempurnaan
makalah ini.Harapan saya dengan adanya makalah yang saya buat ini dapat
memudahkan pembaca memahaminya.

Langsa,10 Oktober 2013


Penulis

Melda Apriana

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .. i
Daftar Isi ii
I.

Pendahuluan.
a. Latar Belakang Masalah.
b. Rumusan Masalah.
c. Tujuan.

II.

Pembahasan.
A. Pengertian Paragraf.
B. Pikiran Utama dan Kalimat Topik.
B1. Paragraf Tanpa Kalimat Topik.
B2. Kalimat Topik Dalam Paragraf.
a. Kalimat Topik Pada Awal Paragraf.
b. Kalimat Topik Pada Akhir Paragraf.
c. Kalimat Topik Pada Awal dan Akhir Paragraf.
d. Kalimat Topik Pada Tengah Paragraf.
C. Syarat Paragraf Yang Baik.
a. Kesatuan Paragraf (Kesatuan Pikiran).
b. Kepaduan.
c. Ketuntasan.
d. Konsisten Sudut Sandang.
e. Keruntutan.
f. Kesatuan Makna (Koherensi).
g. Kesatuan Bentuk (Kohesi).
h. Hanya Memiliki Satu Pikiran Utama.
D. Jenis Paragraf.
D1. Sudut Pandang Tempat dan Fungsi.
D2. Deduksi dan Induksi.
D3. Paragraf Berdasarkan Fungsi.
D4. Jenis-Jenis Paragaraf Berdasarkan Pengembangannya.
a. Tanya Jawab.
b. Contoh dan Ilustrasi.
c. Alasan atau Keterangan.
d. Proses Unsur-Unsur Paragraf.
E. Menemukan Perbedaan Paragraf Induktif dan Deduktif Melalui Kegiatan
Membaca Intensif.

F. Penutup
a. Kesimpulan.
b. Saran.

BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah.
Dalam menulis sebuah karangan atau cerita tentunya selalu dijumpai
susunan dari banyak kata yang membentuk kalimat. Kalimat kalimat tersebut
harus dihubungkan lagi sehingga terbentuk sebuah paragraf. Menyusun
paragraf berarti menyampaikan suatu gagasan atau pendapat tertentu yang
harus di sertai alasan ataupun bukti tertentu.
Menyusun suatu paragraf yang baik harus memperhatikaan beberapa
aspek aspek Tersebut antara lain ide pokok yang dikemukakan harus jelas,
semua kalimat yang mendukung paragraf itu secara sama sama mendukung
satu ide. Terdapat kekompakan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat
yang membentuk alinea, dan kalimat harus tersusun secara efektif (kalimat
disusun dengan menggunakan kalimat efektif sesuai ide bias di sampaikan
dengan tepat).
Oleh karena itu, untuk lebih memahami bagaimana menyusun sebuah
paagraf yang benar dan mengetahui berbagai macam jenis paragraf, maka
makalah ini disusun agar bias menambah pengetahuan para pembaca
tentang penggunan paragraf yang baik.
b. Rumusan Masalah.
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan beberapa masalah yang perlu
di bahas yaitu:
1. Pengertian Paragraf.
2. Pikiran utama dan kalimat topik.
3. Syarat paragraf yang baik.
4. Jenis paragaraf.
5. Unsur unsur paragaraf.
6. Menemukan perbedaan paragaraf induktif dan deduktif melalui
kegiatan membaca intensif.
c. Tujuan.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk memperdalam mata kuliah
Bahasa Indonesia yang telah di pelajari dan di bimbing oleh dosen
pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia, yaitu Bapak M.Yacoub, M.Hum
terutama bagian Paragraf yang akan di bahas dalam makalah ini.

III.

Pembahasan.
A. Pengertian Paragraf
Paragraf merupakan bagian bab dalam suatu karangan (biasanya
mengandung suatu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis
baru. Sering disebut juga dengan alinia. Namun, pengertian paragraf yang
mendasar dapat berupa karangan mini. Artinya semua unsur karangan
yang panjang ada dalam paragraf.1
Paragraf dapat pula di definisikan sebagai satuan bahasa tulis yang
terdiri dari beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam
satu kesatuan ide yang tersusun secara lengkap, utuh, dan padu.
Definisi lain mengenai paragraf,adalah bagian suatu karangan yang
terdiri dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi
dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas
sebagai pendukung.
Ciri ciri paragraf menurut widjono yaitu sebagai berikut:
1. Kalimat utama bertakuk ke dalam lima ketukan soasi untuk jenis
karangan biasa misalnya surat dan delapan ketukan untuk jenisan
karangan ilmiah formal, misalnya makalah, skripsi, tesis, dan
disertasi.
2. Paragraf menggunakan pikiran utama (gagasan utama yang di
nyatakan dalam kalimat topic.
3. Setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya
merupakan kalimat pengembang yang berfungsi menjelaskan,
menguraikan, dan menerangkan pikiran pikiran yang ada dalam
topik.
4. Paragraf menggunakan pikiran penjelas(gagasan penjelas) yang
dinyatakan dalam kalimat penjelas.2

Fungsi paragraf:
1. Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu
pikiran dan perasaan kedalam serangkaian kalimat yang tersusun
secara logis dalam satu kesatuan.
2. Menandai peralihan (penggantian gagasan baru bagi karangan yang
terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pokok pikiran).
3. Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis dan
memudahkan pemahaman bagi pembaca.
1 Susilo Mansurudin, Mozaik Bahasa Indonesia, (Malang : UIN MALIKI
PRESS,2010), hlm.125.
2 Ibid, h.126.

4. Memudahkan mengembangkan topik karangan ke dalam satuan


satuan unit pikiran yang lebih kecil.
5. Memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri
atas beberapa variabel.
6. Sebagai penampung fragmen pikiran atau ide pokok.
7. Alat untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran
pengarang.
8. Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan fikiran secara
sistematis.
9. Alat untuk menyampaikan fragmen atau ide pokok kepada para
pembaca.
10. Pedoman bagi pembaca mengikuti dan memahami alur pikiran
pengarang.
11. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai.
12. Sebagai pengantar transisi dan penutup (konklusi).
B. Pikiran Utama Dan Kalimat Topik.
Pikiran utama yaitu topik yang dikembangkan menjadi sebuah
paragraf. Pikiran utama ini dinyatakan dalam kalimat topik. Dalam pikiran
utama berfungsi sebagai pengendali keseluruhan paragraf. 3
B1. Paragraf Tanpa Kalimat Topik.
Paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat kadang kadang
menyajikan pikiran yang setara,tidak ada pikiran yang lebih utama dari
lainnya.
Contoh:
1. Ima berangkat ke kampus UIN Maliki malang pukul 07.00
denganmengendarai skuternya.
2. Ima berjalan melewati taman kampus menuju ruang kuliyah.
Sambil menggendong laptop di

tas ranselnya, sesekali

membetulkan jilbab akibat tersapu angin pagi yang sejuk.


3. Sukron, imron, dan anas datang tiga menit setelah ima
merebahkan di kursi kampus ruang B.301.
4. dst.

B2. Kalimat Topik Dalam Paragraf.

3 Ibid, h.127.

Penempatan kalimat topik dalam karangan yang terdiri dari


beberapa paragraf dapat dilakukan secara bervariasi.
A. Kalimat Topik Pada Awal Paragraf.
Kalimat topik pada awal paragraf pada umumnya berisi pikiran
utama yang bersifat

umum. Contoh contoh keterangan, atau

rincian kalimat topik.4


Contoh:
1. Kasus suap dikalangan pemimpin bangsa terulang.
2. Pada Rabu (kompas,9/4/08)dini hari,Tim KPK menangkap ALAmin Nasution,anggota DPR

Komisi IV disebuah hotel di

Jakarta.
3. Pikiran utama:kasus suap di kalangan pemimpin bangsa
kembali terulang.
Kalimat Penjelas:
1. Penangkapan AL-Amin Nasution anggota DPR Komisi IV.
2. Dasar penangkapan adalah suap pengalihan hutan lindung.
Penalaran deduktif, mengingat kalimat topik di awal kalimat
dengan diikuti oleh kalimat penjelas berisi pikiran pikiran
penjelas.
B. Kalimat Topik Pada Akhir Kalimat.
Paragraf diakhiri kalimat topik dan diawalin dengan kalimat
penjelas.5
Contoh:
1. Dalam islam, suap atau risywah memiliki sejarah cukup
panjang.
2. Demi Allah

tidak

boleh

salah

seorang

dari

kalian

mengambilnya tanpa hak, kecuali dia bertemu dengan Allah


dengan membawa (siksa dari)unta yang bersuara.
Paragraf di atas diawali dengan kalimat penjelas diawali no 1
dan di akhiri no 2.

4 Ibid., h.128
5 Ibid., h.129

C. Kalimat Topik Pada Awal Dan Akhir Paragraf.


Penalaran pada kalimat topik ini integrasi antara induktif
deduktif. Artinya kalimat topik berada pada awal paragraph, dan
juga pada akhir paragraf.6
D. Kalimat Topik Pada Tengah Paragraf.
Contoh:
1. Kita masih merasa sebagai pengekspor minyak.
a. subsidi BBM saat ini tidak mudah diruntukan sebagai
resiko politiknya sangat berbahaya.
b. Pikiran utama pada kalimat topik yang berada di tengah
paragraf, yakni APBN untuk subsidi.

C. Syarat paragraf yang baik.


Paragraf yang baik menurut widjono harus memenuhi syarat kesatuan,
kepaduan, katuntasan, keruntutan, dan konsistensi penggunaan sudut
pandang.
a. Kesatuan Paragraf (Kesatuan Pikiran)
Untuk menjamin adanya kesatuan paragraf, setiap paragraf hannya
berisi satu pikiran. Paragraf dapat berupa beberapa kalimat. Akan
tetapi, seluruhnya harus merupakan kesatuan, tidak satu kalimat pun
yang sumbang, yang tidak mendukung kesatuan paragraf. Jika terdapat
kalimat yang sumbang, maka paragraf akan rusak kesatuannya. 7

b. Kepaduan
Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimaat kalimat yang
ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan makna
paragraf. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi (pengulangan)
kata kunci atau sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk paralel.
1. Pengulangan Kata Kunci.
6 Ibid., h.130

7 Ibid., 131

Semua kalimat dalam paragraf dihubungkan dengan kata kunci


atau sinonimnya. Dengan pengulangan itu, paragraf menjadi padu,
utuh dan kompak.
Contoh:
a. Indonesia rasanya belum mengedepankan budaya malu.
b. Budaya malu yang dimaksud kan adalah.
2. Kata Ganti.
Kepaduan dapat dijalin dengan kata ganti, pronominal atau
padanan sebuah kata yang telah disebut pada kalimat pertama
(terdahulu) dapat disebutkan kembali pada kalimat berikutnya
dengan kata gantinya.
Contoh:
Perekonomian indonesia mengalami carut marut. Hal ini
terbukti dengan melambungnya harga harga sembako. Hal ini
dipicu oleh naiknya minyak dunia yang melambung tinggi pada
pasar

global.

Hal

inilah

yang

menyebabkan

rotasi

perekonomian indonesia mengalami kemerosotan dst.


3. Kata Transisi.
Kata Transisi yakni kata penghubung, konjungsi, perangkai yang
menyatakan adanya hubungan, baik intrakalimat maupun antar
kalimat.
Sebab, akibat: Sebab, karena, akibatnya maka, oleh karena itu, oleh
sebab itu, dampaknya.
Presiden SBY menghentikan sejenak pidatonya dan memahami
peserta sidang Lemhanas. Sebab, peserta lemhanas ada yang
tertidur ketika SBY berpidato.
Hasil, akibat: Akibatnya, hasilnya, dampaknya, akhirnya, jadi,
sehingga.8
4. Struktur Parallel.
Strktur paralel atau kesejajaran merupakan bentuk bentuk
sejajar; bentuk kata yang sama, struktur kalimat yang sama; repetisi
atau pengulangan bentuk kata (kalimat)yang sama.
Contoh:

8 Ibid., h.134

Sejak 1998, pelaksanaan reformasi hukum belum menunjukkan


tanda

tanda

yang

serius.

Menurut

presiden

Megawati,

pelaksanaan tersebut justru terhambat oleh penegak hukum di


lapangan,
Keterangan: Kata kata yang di cetak miring merupakan bentuk
sejajar (parallel). seluruhnya menggunakan imbuhan

pe-

an.kesejajaran bentuk ini berfungsi untuk mengikat makna


sehingga membentuk keaduan paragraf.
c. Ketuntasan.
Ketuntasan atau kesempurnaan dapat diwujudkan dengan berbagai
hal,di antaranya.
- Klasifikasi yaitu
-

menyuluruh.
Ketuntasan

pengelompokan

bahasa

yaitu

objek

secara

kesempurnaan

lengkap

membahas

dan

materi

menyeluruh dan utuh.9


d. Konsisten Sudut Pandang.
Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangan.
Sesekali menggunakan sudut pandang tersebut harus menggunakan
secara konsisiten dan tidak boleh berganti sejak awal hingga akhir.
Contoh:
Penulis membatasi bahasan kajian makalah ini hanya seputar
semiotika

yang

dikemukakan

oleh

Charles

Sanders

Pierce.mengenai semiotika Saussure,Rollan Baartes maupun


Charles Morris tidak akan di bahas kajian ini. 10
e. Keruntutan.
Keruntutan merupakan penyusunan urutan gagasan dalam karangan.
Menulis yang runtut pengendalian pikiran,emosi,dan kemauan.untuk itu
penulis memerlukan.
1. Kesabaran (konsistensi/istiqomah) sehingga tidak melewatkan pikiran
penting dan menyajikannya dengan cara cara di atas.

9 Ibid., h.137
10 Ibid., h.138

2. Berketelitian yang tinggi dalam menghimpun gagasan, data, dan


fakta yang tersebar menjadi satu sajian tuisan yaang utuh, lengkap,
dan menarik.
3. Ketekunan dalam menjring (menyisir pikiran mana yang perlu di tulis
dan mana yang harus di buang; dan menyinergikan dengan
himpunan kata, kalimat, tanda baca, paragraf; dan penalaran menjadi
saling sempurna.
4. Gigih, yaitu menulis secara berkelanjutan sampai tuntas dan tidak
mengenal lelah.
5. Membaca dan menuis kembali menjadi naskah yang siap dikonsumsi
oleh pembaca.11
f. Kesatuan Makna (Koherensi).
Sebuah paragraf dikatakan mengandung kesatuan makna jika seluruh
kalimat dalam paragraf itu hanya membicarakan satu ide pokok. Satu
topic,atau satu masalah saja. Jika dalam sebuah paragraf terdapat
kalimat

yang

menyimpang

dari

masalah

yang

sedang

dibicarakan,berarti dalam paragraf lebih dari satub ide tau masalah.

g. Kesatuan Bentuk (Kohesi).


Kesatuan paragraf atau kohesi terwujud jika aliran kalimat berjalan
mulus, lancar, dan logis. Koherensi itu dapat di bentuk dengan cara
repetisi, penggunaan kata ganti, penggunaan kata sambung atau frasa
penghubung antar kalimat.
h. Hanya Memiliki Satu Pikiran Utama.
Paragraf yang baik harus hanya memiliki satu pikiran utama atau
aggasan pokok. Jika dalam satu paragraf terdapat dua atau lebih
pikiran utama, paragraf tersebut tidak efektif. Paragraf tersebut harus di
pecah agar tetap memiliki hanya satu pikiran utama. Satu pikiran utama
itu didukung oleh pikiran pikiran penjelas.pikiran pikiran ini lazimnya
terwujud dalam bentuk kalimat kalimat penjelas yang tentuharus
mengacu pada pikiran utama.12
D. Jenis Paragraf.
11 Ibid., h.140

Macam dan jenis paragaraf dapaay di lihat dari masing masing sudut.
1. Sudut pandang isi atau pikiran yang di kemukakan.
2. Sudut pandang penalaran.
3. Sudut pandang tempat dan fungsinya di dalam karangaan.
D.1. Sudut Pandang Tempat Dan Fungsi.
Fungsi paragraf dapat di bagi beberapa,antara lain:
1. Perbandingan dan pertentangan.
a. Perbandingan dalah yang berusaha memperjelsan paparannya
dengan jalan membandingkan atau mempertentangkan hal hal
yang di bicarakan.
b. pertentangan merupakan proses argumentasi dengan melakukan
penolakan,oleh karna itu pertentangan di targetkan menolak
eksistensi obek atau bahasan yang di sertai pembuktian yang
akurat,actual dan jitu.
2. Analogi paragraf ini biasanya digunakan untuk menggunakan
sesuatu yang dikenal umum dengan yang kurang di kenal. Salah
satu contoh untuk membuktikan eksistensi Allah kita dapat
menganalogikan dengan seorang pembuat jam yang ruwet. 13
3. Sebab Akibat.
Dalam paragraf sebab akibat, sebab merupakan fungsi sebagai
pikiran utama dan akibat sebagai pikiran penjelas. Atau sebaliknya,
yaitu akibat pikiran utama dan sebab sebagai rincian penjelasannya.
4. Definisi.
Definisi dapat dijadikan sebuah pengembangan paragraf dengan
sebuah uraian pengertian. Dapat berupa sinonim kata, definisi formal
kalimat, atau bahkan dapat juga berupa definisi luan yaitu yang
uraiannya sekurang kurangnya terdiri dari satu paragraf. Artinya, ada
definisi yang lebih panjang lagi, misalnya, mengenai definisi kiamat
kubro maupun sughro atau definisi tentang Takdir, Qadha dan Qadar.
12Alex Suryanto & Agus Haryanta, Panduan Belajar Bahasa Indonesia dan sastra
Indonesia,Tanggerang:
Esis,2007),h.78

13 Susilo Mansurudin,opcit.,h.143

5. Klasifikasi.
Merupakan pengelompokan sesuatu berdasarkan kesamaan dan
perbedaan sifat, ciri dan karakter.beberapa objek dengan sifat, ciri
dan karakter sama maka objek-objek tersebut menjadi satu
kelompok.jika perbedaan sifat, ciri, dan karakter harus berada berada
di kelompok lain.

Contoh:
Klasifikasi orang orang munafik.
a. Berkata dusta.
b. Berjanji ingkar.
c. Amanat berkianat.atau ciri ciri orang yang masuk syurga atau
muttain adalah dst.14
D.2.Deduksi Dan Induksi.
Deduksi adalah proses penalaran dengan menyebutkan gagasan utama
yang bersifat umum dan dilanjutkan dengan gagasan gagasan yang
bersifat khusus. Demikian pula untuk induksi proses penalaran dengan
menyebutkan gagasab utama yang bersifat khusus dan dilanjutkan
dengan gagasan gagasan yang bersifat umum.
Kajian tentang fenomena wanita lebih banyak deilakukan penelitian di
sektor politik dan publik di banding wilayah sastra, memang kajian wanita
ketika bersentuhan dengan emansipasi atau gender jarang di lakukan.
Akan tetapi kajian wanita sektor politik maupun publik secara umum telah
banyak di lakukan. Hal ini sejalan dengan semakin maraknya fenomena
wanita di sektor publik dan meningkatnya peran wanita di bidang
politik.Sementara dalam khasanah sastra saat ini seolah olah ditujukan
pembaca laki laki dan perempuan di paksa untuk membaca sebagai laki
laki.
D.3.Paragraf Berdasarkan Fungsi.
Paragraf Pengantar.
14 Ibid., h.144

Untuk menulis suatu paragraf yang baik tentunya tidak langsung pada
inti paragraf, namun ada sedikit pengantar dalam mengantarkan inti pokok
dari paragraf pengantar sendiri. Karena dengan paragraf pengantar
diharapkan akan menghantarkan pembaca lebih tertarik dan berminat
untuk membaca kelanjutan paragraf berikutnya.
Adapun fungsi paragraf pengantar yakni:
1) Menunjukkan pokok persoalan yang mendasari masalah.
2) Menarik minat pembaca dengan mengemukakan latar belakang
pentingnya pemecahan masalah.
3) Menyatakan tesis yaitu ide sentral karangan yang akan di bahas.
4) Menyatakan pendirian (pernyataan maksud) sebagai persiapan
pada pendirian selengkapnya sampai dengan akhir karangan.
Adapun cara untuk memulai sebuah paragraph adalah diawali
dengan berbagai cara. Misalnya dengan menyampaikan sebuah
berita hangat atau aktual, menyampaikan anekdot, memberi latar
belakang sauna dan karakter memberi contoh konkret berkenaan
dengan pokok pembicaraan, mengawali karangan dengan sesuatu
pernyataan yang tegas, dapat pua dengan pernyataan retoris,
dengan perbandingan, analogi, kesenjangan kontras, mengungkap
peristiwa yang luar biasa, mendebarkan hati pembaca dengan suatu
suspense.
Paragraf pengantar sering pula disebut dengan paragraph topik,
berfungsi sebagai pengikat makna bagi semua paragraf lain.
Paragraf menentukan arah karangan selanjutnya.oleh karena itu,
paragraph pertama harus dibuat sebaik dan semenarik mungkin
Paragraf pengembang yakni paragraf yang berfungsi menerangkan
atau menguraikan gagasan pokok karangan.
Fungsi paragraf pengembang, yaitu:
1) Menguraikan,mendeskripsikan,membandingkan,menghubung
kan,menjelaskan,atau

menguraikan.Kata

yang

digunakan:
mengidentifikasikan,menganalisis,detail,menguraikan
arti,fungsi,mengklasifikasikan,membandingkan
dengan,dengan demikian,membahas dan lain lain.

lazim

2) Menolak

konsep:

alasan

argumentasi

(pembuktian),

contoh:alas an,fakta,rincian,menyajikan dukungan.Kata kata


yang

lazim

digunakan:

dengan,tetapi,meskipun
dengan,bertolak

bertentangan,dengan,berbeda

demikian,tidak

belakang

sama

dengan,tidak

halnya
sejalan

dengan,kontroversi,pro,dan kontr dsb.


3) Mendukung
konsep:
argument,argumentasi,contoh,alas
an,fakta,rincian:kata kata yang lazim di gunakan: tambahan
pula,lebih jauh,sejalan dengan hal itu,sesungguhnya,sesuai
dengan,seimbang dengan,pertimbangan lain,
1) Kekhawatiran akan matinya perguruan tinggi swasta akibat
dibukanya jalur di perguruan tinggi negeri serta kurangnya
penjaminan

mutu

lulusan

PTS

semakin

menjadi

kenyataan.Sebanyak 49 PTS di jawa timur bahkan berada


dalam keadaan tidak sehat.Kondisi ini terlihat dari jumlah
mahasiswa yang kurang dari 100 oran.Padahal,idenya
sebuah PTS yang sehat di jatim minimal memiliki 200 orang
mahasiswa per prgorm studi ( prodi).
2) Tak bias dimungkiri,diantara PTS itu pernah meraih prestasi
gemilang dengan mencetak angka rata rata 300 hingga 400
orang mahasiswa per prodi setiap angkatan.Bahkan,jurusan
favorit seperti ekonomi dan teknik melebihi 1000 orang
mahasiswa setiap angkatan.
3) Banyaknya persoalan yang melilit PTS terutama terkait
dengan keributan dengan pihak yayasan semakin memicu
turunnya angka perolehan mahasiswa akibat stigma negative
di masyarakat.Calon mahasoswa semakin selektif dalam
memilih PTS karena tidak ingin masa depan mereka
terkatung katung akibat sulit diterima di perusahaan.mereka
memilih zona aman.15
Paragraf Peralihan.
Paragraf peralihan merupakan paragraph penghubung yang
terletak diantara dua paragraf utama.
Contoh:
15 Ibid., h.147

Dari uraian di atas dapat dilihat permasalahan penelitian


sebagai berikut.
Gambaran penelitian tersebut memberikan fondasi untuk lebih
intens meneliti perihal kecendrungan korupsi yang dilakukan oleh
para

anggota

DPR

baik

daerah

maupun

pusat.Selanjutnya,permasalahan pada penelitian ini berfokus.


Paragraf Penutup.
Fungsi paragraf penutup.yaitu.
1) Sebagai
penutup,menyatakan

bahwa

karangan

sudah

selesai.komunikasi melalui keterangan yang di bacanya telah di


tutup,namun semangat yang besar dan segar diharapkan terus
berlanju.
2) Mengingatkan (menegaskan)kepada pembaca akan pentingnya
pokok pembahasan.
3) Menyajikan kesimpulan.
1) Banyaknya persoalan yang melilit PTS terutama terkait dengan
keributan dengan pihak yayasan semakin memicu turunnya angka
perolehan mahasiswa akibat stigma negative di masyarakat.calon
mahasiswa semakin selektif dalam memilih PTS karena tidak ingin
masa depan mereka terkatung katung akibat suit di terima di
perusahaan.Mereka memilih zona aman.
2) Jika strategi strategi ini di lepas bukan tidak mungkin PTS tersebut
tinggal menunggu lonceng kematian saja.
Pengembangan Paragraf.
Pembaca agar membaca sebuah karangan tertarik dibutuhkan suatu
pengembangan

paragraf

yang

cukup

signifikan.Artinya

perlu

pengembangan dengan dasar secara ilmiah, deduksi - induksi


perbandingan pembuktian dst.

Pengembangan Secara Alamiah.


Secara alamiah biasanya di dasarkan pada peristiwa kronologi
yang menyangkut urutan ruang dan waktu.misalnya ketika membuat

laporan kronologis kejadian seseorang dijerat hukuman karena


bertindak korupsi.

Klimaks Anti Klimaks.


Paragraf atau

karangan

ini

untuk

menyajian

sebuah

konflik.biasanya paragraf ini banyak kita jumpai pada cerita cerita


fiktif,cerita misteri,detektif dsb.Alur cerita akan di bangun dengan
paragraf yang membangun pada sebuah konflik,perisiwa dan menjurus
pada bentuk klimaks,dan selanjutnya dalam sebuah cerita fiksi juga
harus menyajikan sebuah anti klimaks.
Banyak lelaki yang menjadi kerdil setelah memiliki istri yang
cantik dan kaca raya.semangat dan kerja keras nya luntur.Tetapi kita
mempunyai

teladan

beliau,Sayyeda

yang

mulia

Khadijah,adalah

yaitu

Rasulullah

Konglomberta

Saw.Isteri

Makkah

pada

zamannya,dan itu tida membuat beliau kerdil tapi justru sebaliknya


dengan kekayaan isteri nya itu beliau menegakkan Agama Allah.Maka
kau tida boleh kerdil.Kau harus terus bekerja,menerjemahkan dan
berkarya lebih keras.
(Al-Israa:ayat 29).
D.4. Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Pengembangannya.
Hasil Menulis paragraf berarti mengembangkan paragraf, sebuah
paragraf merupakan pengembangan sebuah pernyataan menjadi
sekelompok
dikembangkan

pernyataan
itu

yang

merupakan

berkaitan.
ide

atau

Pernyataan
gagasan

yang

sedangkan

pernyataan pernyataan lain merupakan idea tau gagasan sedangkan


pernyataan pernyataan ain merupakan pernyataan pengembangan
atau pernyataan penjelas.
a) Tanya Jawab.
Paragraf jenis ini dikembangkan dengan pertanyaan terlebih
dahulu lazimnya kalimat pertama merupakan kalimat pertanyaan
yang mengandung ide paragraf kalimat pengembangannya berupa
jawaban atas pertanyaan tadi. Kalimat kalimat jawaban merupakan
kalimat penjelas atau pengembangan paragraf.
b) Contoh atau Ilustrasi.

Sesuai dengan sebutannya, paragraf contoh atau paragraf


ilustrasi, paragraf jenis ini dikembangkan dengan menggunakan
contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi inilah yang memberikan
penjelasan akan kebenaran ide atau gagasan paragraf. Baik
dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduannya.
c) Alasan Atau Aeterangan.
Perkataanalasan biasa diganti dengan keterangan sebab
pada hakikatnya, alasan itu merupakan keterangan.paragraf
alasan ialah paragraf yang mengembangkan ide utamanya
memaafkan penjelasan yang bermakna alas an. Alasan inilah yang
memperkokoh ide paragraf sehingga kebebnaran ide itu dapat
diterima pembacanya.
d) Proses.
Seperti halnya paragraf pemerian,paragaf proses pun tergolong
jenis paragraf deskriptif.sesuai dengan namanya,paragraf proses
ialah

paragraf

menjelaskan

proses

terjadinya

atau

proses

bekerjanya sesuatu urutan langkah dalam melakukan sesuatu pun


tergolong paragraf sejenis.16
E. Unsur Unsur paragraf.
Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat
kalimat yang di pergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk
menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca
supaya pikiran tersebut dapat diterima dengan jelas oleh pembaca maka
paragraf harus tersusun secar logis sistematis.Alat bantu untuk
menciptakan susunan logis sistematis itu ialah unsur unsur paragraf,
seperti:
1) Ide pokok yaitu ide pembicaraan atau masalah yang bersifat abstrak.
Ide pokok biasanya berupa kata frase atau klausa.
2) Kalimat topik yaitu perwujudan pernyataan ide pokok dalam bentuk
yang masih abstrak.

16 . Ismail Kusmayadi, Be Smart Bahasa Indonesia, (Bandung: Grafindo Media


Pratama,2008),h.23

3) Ide pengembang yaitu rincian atau penjelasan ide poko dalam bentuk
yang konkret. Ide pengembangan berupa kata,frase, atau klausa.
4) Kalimat pengembang yaitu perwujudan penyataan ide pengembang
dalam bentuk konkret.
5) Kalimat penegas yaitu kalimat yang berfungsi menegaskan dengan
cara mengulang bentuk kalimat topik pada bagian akhir paragraf.
6) Transisi yaitu rantai mata penghubung.Paragraf transisi berfungsi
sebagai penunjang koherensi atau kepaduan antar kalimat,antar
paragraf dalam suatu karangan.17
F. Menemukan Perbedaan Paragraf Induktif Dan Deduktif Melalui
Kegiatan Membaca Intensif.
Sebuah wacana atau karangan terbentuk atas sekumpulan paragraf.
Paragraf itu menampung gagasan pokok penulis untuk memperjelas tema
atau persoalan umum yang dibahasnya. Paragraf menjadi sarana untuk
menyalurkan ide ide pokok penulis sehingga mudah di pahami. Paragraf
dikemas dan diorganisir secara sistematis sehingga ide ide dapat
tersampaikan secara runtutdan mampu secara kompak menompang
gagasan sentral menurut peran masing masing.
Pengorganisasian atau penataan paragraf sangat mempertimbangkan
isi, kepentingan dan tujuan tulisan. Ada tulisan yang sekedar memaparkan
fakta tanpa bermaksud memengaruhi perasaan, sikap, ataupun pikiran
pembaca. Sebaliknya, ada tulisan yang memiliki suatu kepentingan
tertentu sehingga dalam penyampaian nya harus mempertimbangkan cara
yang paling efektif untuk mencapai maksud tersebut.
Hal ini memunculkan adanya keanekaragaman pola penyajian
gagasan, pikiran, baik tataran wacana, paragraf, ataupun kalimat. Dalam
tataran kalimat, dikenal pola kalimat biasa (S-P-O) dan pola innversi (P-OS); dalam tataran paragraf,ada pola umum-khusus,khusus-umum,umumkhusus-umum,dan sebagainya.Sementara,dalam tataran wacana ada
karangan berpola piramida terbalik dan ada yang berpola piramida biasa. 18

17. Erwan Juhara, Cendekia Berbahasa bahasa dan Sastra Indonesia,


(Bandung: PT Setia Purna Inves,2005),h.59
18 Panduan belajar Bahasa Dan sastra Indonesia, opcit .,h.31

III. Penutup
a) Kesimpulan.
Paragraf merupakan sekumpulan kalimat yang dirangkai atau dihubungkan
sehingga membentuk suatu gagasan tertentu. Paragraf dibedakan menjadi
tiga

yaitu

paragraf yang

terbentuk berdasarkan

sifat dan

tujuan,

berdasarkan letak kalimat utamanya, dan berdasarkan isinya. Sebuah


paragraf yang baik harus memperhatikan beberapa persyaratan agar
terbentuk suatu gagasan yang mudah di mengerti oleh para pembaca.
b) Saran.
Saya menyadari bahwa makalah ini tentu masih ada kekurangan.
Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan untuk
kesempurnaan makalah ini.