Anda di halaman 1dari 19

Bahan ajar 1

Materi
Pertemuan I
1. Keseragaman adalah persamaan karakter yang dimiliki, oleh semua makhluk
hidup
Misalnya: reproduksi, bergerak, tumbuh, bernapas,ekskresi, iritabilitas dan lain-lain
Keberagaman adalah perbedaan yang dimiliki oleh individu satu species dan
antara individu
berbeda species, misalnya cara mendapatkan makanan, habitat, bentuk, ukuran
dan
penampilan
Keanekaragaman Hayati ( Biodivercity ) menunjukan variasi pada makhluk hidup di
bumi ini ,
baik variasi gen, jenis dan ekosistem
2. Gen merupakan factor pembawa sifat menurun dari induk pada keturunannya,
gen terletak
dalam kromosom, kromosom terletak dalam inti sel. Gen antar satu species dengan
species
yang lain di bangun oleh komponen yanmg sama, namun memiliki susunan yang
bervariasi
Variasi susunan gen dalam satu individu tersebut yang menyebabkan terjadinya
Keanekaragaman gen, variasi susunan gen akan menimbulkan variasi karakter
pada individu
dalamsatu species. Misalnya, variasi bentuk, ukuran , warna , sifat dan lain-lain.
Individu yang mengalami variasi disebut Varietas
Contoh: Variasi warna pada bunga Krisan, berwarna putih, kuning (
pengintegrasian PBKL )

Variasi warna pada bunga Ros( Pengintegrasian PBKL )

Variasi warna pada bunga Anyelir ( Pengintegrasian PBKL )

Variasi pada mangga, mangga golek, harum manis, mangga apel , mangga
gedong

Variasi pada kelapa, kelapa kopyor, kelapa hijau dan kelapa gading
Varietas pada padi, padi PB, IR, Bengawan , Pelita, Atomita, si gadis dll
Variasi warna rambut pada kucing; Rambut putih, Krem dan hitam

Variasi pada anjing

Keanekaragaman gen bisa di hasilkan melalui 2 cara


1. Hibridisasi ( perkawinan )
2. Mutasi buatan
Keanekaragaman jenisadalah :
Keanekaragaman tingkat jenis yang disebabkan perbedaan spesies dari
organisme yang
Bersangkutan.
Keanekaragaman jenis bisa diamati mulai dari individu yang terletak pada
genus dan family
yang sama
Contoh :
1.Famili Palmae terdiri dari pohon kelapa, aren, pinang dan kelapa sawit
2. Famili Solanaceae, terdiri dari kentang, tomat ,terung

3. Famili Papilionaceae, terdiri dari kacang buncis, kacang kedele, kacang tanah,
kacang hijau

Kelapa sawit

Aren

Kelapa

Pinang

3. Keanekaragaman ekosistem adalah


Keanekaragaman habitat, tempat berbagai makhluk hidup melangsungkan
kehidupannya
Dan berinteraksi dengan faktor abiotik dan biotik.
4. Keanekaragaman terjadi akibat interaksi yang kompleks antara komponen biotik
dan abiotik.
Keanekaragam ekosistem juga terjadi karena perbedaan letak georafis, yang
menyebabkan perbedaan iklim, perbedaan iklim menyebabkan perbedaan
temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, kelembaban dan lamanya
penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis flora dan fauna yang
menempati suatu daerah.
Jenis makhluk hidup yang berbeda mempunyai cara adaptasi yang berbeda
terhadap lingkungannya, sehingga melahirkan ekosistem yang berbeda dan
terbentuklah keanekaragaman ekosistem
Contoh: Kelapa membentuk ekosistem pantai
Aren membentuk ekosistem pegunungan
Pinang membentuk ekosistenm daratan yang rendah

Ekosistem sungai, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan dan terumbu


karang
5. Peranan keanekaragaman terhadap kestabilan lingkungan
Makin tinggi jumlah keanekaragaman hayati semakin stabil lingkungan,
sehingga
membentuk kaeseimbangan terhadap rantai makanan dan jaring makanan dalam
ekosistem

Dalam lingkungan yang stabil tidak ada spesies yang punah sementara spesis
lain
berkembang pesat, dalam lingkungan yang stabil terjadi kanaikan dan penurunan
jumlah
organisme sampai batas-batas tertentu
PERTEMUAN KE II
1. Cara mempelajari keanekaragaman hayati adalah dengan mengklasifikasikan
makhluk hidup
Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri
yang
dimilikinya
2. Tujuan Klasifikasi untuk menyederhanakan objek kajian sehingga lebih mudah di
pelajari

Urutan takson makhluk hidup dari yang tinggi ke yang rendah

Klasifikasi Tumbuhan
Regnum ( Dunia )
Divisio ( Divisi )
Class ( Kelas )
Ordo ( Bangsa )
Familia ( suku )
Genus ( marga )
Species ( jenis )

Klasifikasi hewan
Kingdom
Filum
Class
Ordo
Familia
Genus
Species

4. Tata cara pemberian namaspesies


a. Menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
b. Nama spesies teriri dari dua kata ; misalnya Bambusa spinosa ( bambu
berduri ), Carica
papaya ( papaya ) dan Zingiber officinale. Kata pertama penunjuk genus
ditulis diawali
huruf besar,misalnya Zingiber, Bambusa dan Carica. Kata kedua penunjuk
spesies di tulis diawali huruf kecil, contoh officinale, spinosa dan papaya
c. Ditulis di garis bawahi atau dicetak miring, Zingiberofficinale atau Zingiber
ooficinale
Dua mahkluk hidup atau lebih dikatakan satu jenis atau satu spesies( apabila
dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertile
artinya keturunan (anak-anak) yang dihasilkan dapat kawin sesamanya dan
dapat menghasilkan keturunan lagi
Genus ( Marga ) adalah tingkatan takson yang memiliki beberapa spesies
sebagai
anggotanya, misalnya kucing rumah dan kucing liar
Famili( Keluarga= Suku ) adalh tingkatn takson yang menghimpun beberapa
genus
Ordo ( bangsa ) adalah tingkatan takson yang menghimpun beberapa family,
misalnya
family Felidae ( keluarga kucing ), Canidae ( keluarga anjing ) dan familia
Ursidae (
keluarga beruang ) membentuk ordo Carnivora ( bangsa pemakan daging )
Kelas, beberapa ordo yang memiliki persamaan cirri dimasukkan dalam satu
kelas,
misalnya ordo Carnivora, Rodentia, Chiroptera( bangsa kelelawar ), Primata
dan ordo

Insektivor ( bangsa Trenggiling ) memiliki ciri yang sama yaitu adanya


kelenjer susu
sehingga dimasukkan dalam satu kelas Mamalia
Filum atau Divisi, merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa
kelas yang
memiliki persamaan cirri, misalnya semua tumbuhan yang berkembangbiak
dengan
menggunakan biji dimasukan dalam divisi Spermatophyt
5. Langkah langkah dalam klasifikasi
a. Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup
b. Mengelompokan berdasarkan persamaan ciri
c. Pemberian nama makhluk hidup
Pertemuan III
1. Mengelompokan makhluk hidup dengan memnggunakan kunci deter
minasi sederhana
2. Macam- macam klasifikasi dan dasar yang digunakan
a. Klasifikasi alami, dasar yang digunakan banyak sedikitnya persamaan sifatsifat
morfologi, sistem alami menghendaki terbentuknya takson-takson yang alami
dalam arti
setiap takson yang terbentuk mencakup anggota-anggotanya yang sewajarnya bila
mereka itu dikumpulkan menjadi suatu kelompok seperti yang dikehendaki oleh
alam.
Contoh : kuda, sapi, buaya, gajah dikelompokkan ke dalam hewan berkaki empat
Padi, gandum, jawawut dalam satu kelompok karena berbuli
b. Klasifikasi buatan( artifisial ), dasar klasifikasi yang digunakan yaitu sifatsifat morfologi
terutama alat reproduksi, habitat dan perawakan,misalnya pohon, semak, perdu,
gulma
atau liana
c. Klasifikasi Filogenetik, Klasifikasi ini muncul setelah lahirnya teori evolusi.
Klasifikasi ini
mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi serta jauh
dekatnya hubungan kekerabatan antar takson
Perkembangan Sistem Klasifikasi menurut para Ilmuwan
a. Sistem 2 kingdom, yaitu
Kingdom Plantae, memiliki cirri mampu membuat makananya sendiri dengan
cara fotosintesis ( bersifat autotrof )
Kingdom Animalia, Memperoleh makanan yang sudah berupa bahan organic
dari lingkungannya ( bersifat heterotrof)
b. Sistem 3 kingdom,muncul setelah ditemukannya mikroskop
Protista, mikroorganisme Unicelluler atau multicelluler yang memiliki
cirri tumbuhan dan cirri hewan
Kingdom Plantae
Kingdom Animalia
c. Sistem 4 kingdom, muncul setelah ditemukannya mikroskop elektron yang
mengungkapkan ada tidaknya membrane inti pada makhluk hidup, yang memilki
membrane inti disebut Eukarit dan yang tidak memiliki membran inti disebut
Prokariot. Makhluk hidup Prokariot dikelompokan dalam kingdom Monera
Kingdom Monera
Kingdom Protista
Kindom Plantae
Kingdom Animalia
d. Sistem 5 Kingdom, dikembangkan oleh R.H. Whittaker pada tahun 1969

3. Mamfaat Klasifikasi : - Mengenal ciri-ciri makhluk hidup


- Memudahkan kita mempelajari pengelompokkan
makhluk hidup
-Menentukan spesies organisme
4.Mamfaat Keanekaragaman Hayati: Untuk pengembangan
pertanian,peternakan,perikanan,Farmasi,industri
LATIHAN
Petunjuk soal : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan ringkas dan jelas
1. Jelaskan perbedaan keseragaman dan keberagaman.
2. Keanekaragaman hayati pada tingkat gen adalah .,contoh :
Keanekaragam tingkat jenis adalah., contoh..,Keanekaragan tingkat
ekosistem adalah . Contoh..
3. Jelaskan sebab timbulnya keanekaragaman ekosistem.
4. Jelaskan cara mempelajari keanekaragaman hayati
2. Jelaskan tujuan klasifikasi makhluk hidup
3. Tuliskan urutan takson pada hewan dan tumbuhan mulai dari yang
tertinggi sampai yang terendah.
4. Jelaskan dengan contoh tata cara pemberian nama makhluk hidup
menurut sistem binomial
nomenclature.
5. Jelaskan langkah-langkah dalam mengklasifikasikan makhluk hidup
6. Ambil sebatang tanaman hias ,kelompokkan ke dalam takson tertentu dengan
menggunakan kunci determinasi sederhana
7. Jelaskan macam-macam klasifikasi dan dasar yang digunakan.
8. Jelaskan manfaat pengklasifikasian makhluk hidup.
Bahan ajar 2
Pertemuan II
1. Mengidentifikasi Keanekaragaman hayati yang bermasalah ( hampir punah
atau langka dan yang sudah punah )di Indonesia
2. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan
3. Mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam keanekaragaman hayati
Indonesia
4. Menjelaskan penyebab berkurangnya jumlah dan jenis keanekaragaman hayati
di Indonesia
5. Menjelaskan usaha pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia
Pokok-pokok Pembelajaran
Pola sebaran hewan di Indonesia
Pola sebaran tumbuhan di Indonesia
Tipe bioma di Indonesia

Tanaman, hewan langka di Indonesia


Usaha pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia

Materi Pembelajaran
1. Pola sebaran hewan di muka bumi dibagi atas enam wilayah sebaran, Yaitu :
a. Ethiopia
e. Oriental
b. Neartik
f. Australian
c. Neotropik
d. Paleartik

Pola sebaran hewan di Indonesia mengikuti pola:


A. Oriental, meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali
B. Australian, meliputi wilayah Maluku dan Papua
c. Tipe peralihan antara Oriental dan Australian, meliputi wilayah Sulawesi
dan Nusa
Tenggara, hal ini di dasarkan kepada cirri yang dimiliki hewan
mereupakan
gabungan dari hewan daerah oriental dan australian

Pembagian garis Wallace dan Weber di Wilayah Indonesia


2. Contoh fauna Indonesia berdasarkan pola sebarannya
A. Fauna tipe oriental, dengan cirri-ciri sebagfai berikut;
Terdapat Mamalia berukuran besar, seperti gajah, harimau , badak bercula satu
dan banteng.Mamalia berkantong hampir tidak ada
Terdapat berbagai macam primate,seperti orang utan, kera, gibbon, bekantan,
tarsius siamang. Burung-burung oriental memiliki warna yang kurang menarik,
burung yang endemic misalnya jalak bali (Leucopsor rotschidii), Elang jawa,
Elang putih (Mycropherax latifrons), Murai mengkilat(Myophoneus
melurunus),dan ayam hutan berdada merah ( Arborphila hyperithra )

Monyet

Badakbercula satu

Orang Utan

Gajah

Harimau

Bekantan

Siamang
Kukang

Gibbon
Jalak Bali

Merak Biru

B. Fauna tipe Australian dengan cirri-ciri sebagai berikut:


Terdapat mamalia berukuran kecil
Banyak hewan berkantung
Tidak terdapat spesies kera maupun primat primitive
Burung-burung memiliki warna beragam dan menarik

Merpati bermahkotaBurung kakaktua

Nokdiak

Wallabi

Cendrawasih

Kangguru

Kiwi

Koala

Opossum

Kangguru pohon

C. Fauna tipe peralihan ( Australia- Oriental ),karakteristik hewan wilayah ini


adalah
adanya hewan yang mirip dengan tipe asia (oriental),dan Australia, jenis fauna
yang
ditemukan adalah, Kuskus, Anoa, Babirusa,Kuda, komodo,maleo dan berbagai jenis
kupu-kupu

Kuda
Anoa

kuskus

Komodo
Babi Rusa

Pola Sebaran Tumbuhan di Indonesia merupakan daerah sebaran Malesiana,


yang meliputi: wilayah Philipina, Malaysia, Thailand, Papua nugini ,India dan
kepulauan Salomon. Wilayah ini memiliki kelompok tumbuhan yang sama karena
kondisi iklimyang serupa, kondisi kimia dan fisika tanah yang sama pula, sehingga
juga memiliki jenis tumbuhan yang sama seperti, meranti, kruing, kamfer dan
ramin, durian, nangka , sukun dan mangga serta bunga Raflesia Arnoldi, dll

Kawasan Flora Malesiana


Flora kawasan Indonesia
bagian barat
a. Jenis pohon merantimerantian
(Dipterocarpaceae)
sangat banyak
b. Terdapat berbagai
jenis rotan
c. Tidak terdapat hutan
kayu putih

Flora kawasan Indonesia


bagian timur

a. jenis meranti-merantian
sedikit
b. Tidak terdapat berbagai
jenis rotan
c. Terdapat hutan kayu putih
d. Terdapat berbagai jenis
tumbuhan matoa (
Pometia sp )khususnya di
papua
d. Jenis tumbuhan matoa
e. banyak terdapat jenis
sedikit
tumbuhan sagu
e. jenis tumbuhan sagu sedikit f. Tidak terdapat jenis nangka

f. Terdapat berbagai jenis


nangka

N
O
1
2
3
4
5
6
7
8

Jenis Flora
Durian, sukun dan Mangga
Pohon jati , mahoni ,
bungur, kenari , saga ,
angsana dan cempedak
Kayu cendana dan kayu
putih
Meranti, rotan,
anggrekhitam,
tengkawang, kayu hitam,
Kayu ulin
Bunga raksasa ( Raflesia
arnoldi )
Tumbuhan Matoa
Pala ( Myristica fragrans )
Kayu kruing, kamfer dan
rasamala

Daerah
Sumatera, Jawa, Kalimantan
dan Sulawesi
Hutan musim Pulau jawa
Nusa tenggara
Kalimantan
Hutan Bengkulu
Khas Papua
Pulau banda dan Maluku
Sumatera

Type Bioma yang ada di Indonesia, sebagai wilayah sebaran flora Indonesia
a. Hutan Musim, terdapat di daerah yang mengalami iklim musim yaitu musim
hujan
dan musim kemarau yang bergantian secara teratur dalam setahun. Hutan ini
memiliki
cirri-ciri ,Tediri atas tumbuhan yang tahan terhadap kekeringan, memiliki
lapisan pelindung berupa kulit mati yang tebal. Pohon-pohonnya termasuk
tropofit, yang mampu menyesuaikan diri dengan,lingkungan kering dan
basah, musim kemarau daunnya meranggas dan musim hujan ,berdaun lebat
b. Daerah Sabana, memiliki cirri banyak ditemukannya rumput yang diselingi
semaksemak dan rumpun pohon, hal ini terjadi karena musim kemarau yang panjang
c. Daerah padang rumput
d. Hutan Hujan Tropis
1. Ciri-ciri lingkungan abiotik
Curah hujan tinggi merata sepanjang tahun, antara 200-225cm
pertahun, hujan yang turun sepanjang tahun disebut hujan zenital
Matahari bersinar sepanjang tahun
Perubahan suhu siang dan malam hampir tidak ada di daerah dasar
Ciri-ciri lingkungan biotik
Terdapat beratus-ratus species tumbuhan, tumbuhan utama mencapai
20-40 m dengan cabang cabang berdaun lebat sehingga membentuk
suatu tudung atau kanopi
Memiliki iklim mikro
Dapat di bagi menjadi 4 bagian yaitu, daerah tudung, daerah tengah ,
daerah dasar dan daerah pinggir
Daerah tudung memiliki cirri-ciri
Di daerah kanopi hidup tumbuhan epifit
Hanya mendapatkan air langsung dari curah hujan,itulah sebabnya
daerah tudung kering

Variasi suhu dan kelembaban antara siang dan malam cukup tinggi
Daerah tengah mempunyai cirri-ciri :
Intensitas cahaya sedikit
Mendapatkan air dari penguapan air tanah dan tidak pernah
mendapatkan air dari curah hujan
Vegetasi nya berupa Graminae dan paku-pakuan
Daerah dasar mempunyai cirri-ciri :
Gelap sepanjang hari
Tidak pernah mendapatkan air dari hujan
Suhu stabil , sekitar 25 C
Daerah pinggir mempunyai cirri-ciri :
Cahaya matahari mencapai dasar hutan
Vegetasi nya berupa liana( tumbuhan memanjat seperti rotan) dan
epifit misalnya Anggrek
Fungsi hutan hujan Tropis
Sebagai paru-paru dunia
Sumber plasma nutfah
Berperan dalam daur hidrologi
Sumber perekonomian
Dll
Pertemuan II
Keanekaragaman hayati yang hampir punah, langka atau sudah punah

NO
1
2.
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Jenis hewan
Musang
Sulawesi
Dugong
Babi rusa
Anoa dataran
Anoa gunung
Kuntul cina
Maleo
Buaya muara
Penyu
belimbing
Penyu sisik
Kupu-kupu
sayap hitam
Taulad
Kura-kura
Forsten

Keadaan
Langka
Rentan
Rentan
Gawat
Gawat
Rentan
Rentan
Gawat
Gawat
Gawat
Renta
Langka

Mamalia yang punah dan langka di Indonesia bagian Barat

Nama hewan

Sumatera

Jawa

1. Orang utan
2. Siamang
3. Badak jawa
4.Badak
Sumatera
5.Banteng
6.Harimau
7.Beruang madu
8.Harimau tutul
9.Gajah

Langka
Langka
Punah

Punah
Punah
Langka
Langka
Langka
Punah
Punah
Langka
punah

Punah
Langka
Langka
Punah
langka

Kalimant
an
Langka
Punah
Langka
Langka
Langka
Langka
langka

Manfaat Keanekaragaman hayati


1. Sebagai sumber panganseperti : jagung, ubi jalar, singkong, talas, sagu dan padi
2. Sebagai pewarna makanan seperti : suji, secang, merang padi, gula aren, kunyit
dan pandan

Dan juga pewarna untuk jala digunakan jambu hutan putih dan kayu malam untuk
pewarna batik
3. Sebagai sumber sandang seperti: kapas, rami, yute ,agave dan di papua
diunakan 6 spesiaes
tumbuhan,untuk pakaian anak gadis di gunakan tumbuhan kem (Eleocharis dulcis),
untuk
pakaian perang digunakan tumbuhan mul( Calamus sp) untuk koteka digunakan
Sika(legenaria siceraria)

Tumbuhan Kem( a ) dan tumbuhan Mul ( b )


4.Sebagai sumber papan,seperti : kayu jati , kayu nangka, meranti, kruing, ramin.
Penduduk pulau timor dan Alor menggunakan lontar dan gebang

Kayu jati ( a ) dan Lontar ( b )


5. Sebagai Bahan Kosmetik seperti : Cendana, Kenanga, melati, mawar dan kemuning, pacar
air,daun mangkokan, pandan
6. Sebagai penghasil bahan obat-obatan

Pohon Kina

Beluntas

Gempur batu

Kumis kucing

Ginje

Jarak Pagar

Kembang bugang

Kijibeling

Kitolod( katarak )

Buni

Hilangnya kenekaragaman hayati


Disebabkan antara lain oleh:
1. Fragmentasi dan hilangnya habitat, misalnya pembuatan bendungan merusak sebagian besar
habitat sungai, pembanguna didaerah pantai telah menghilangkan ekosistem terumbu karang
2.Ekstensifikasi pertanian, penebangan hutan untuk tujuan komersial
3. Introduksi spesies , adalah upaya mendatangkan species asing ke suatu wilayah yang telah
memiliki spesies lokal, misalnya penggunaan padi unggul telah menyebabkan punahnya padi
tradisional
4. Eksploitasi berlebihan pada spesies hewan dan tumbuhan
5. Pencemaran tanah, air, dan udara
6. Perubahan iklim global
7. Industrialisasi kehutanan dan pertanian
Usaha Pelestarian keanekaragaman hayati
1. Pelestarian secara In situ
Pelestarian pada habitat aslinya
Misalnya, Komodo di pulau komodo, orang utan di kalimamtan , gajah di way kambas, badak
di ujung kulon, cagar alam, taman nasional ,Hutan lindung , Suaka Margastwa
2. Pelestarian secara Ex situ
Pelestarian di luar habitat aslinya
Misalnya, kebun binatang, kebun raya, kebun botani, kebun koleksi dan kebun plasma nutfah

LATIHAN
Petunjuk soal : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan ringkas dan jelas
1. Jelaskan 3 daerah sebaran hewan di Indonesia dan memberikan contoh fauna
Indonesia berdasarkan pola sebarannya
2. Jelaskan daerah sebaran tumbuhan di Indonesia dan memberikan contoh flora
khas Indonesia berdasarkan pola sebarannya
3. Jelaskan tipe bioma yang ada di Indonesia
4. Jelaskan ciri khas dan fungsi hutan hujan tropis bagi kehidupan
5. Tuliskan Keanekaragaman hayati yang bermasalah ( hampir punah atau
langka dan yang sudah punah )di Indonesia
6. Jelaskan manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan
7. Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam keanekaragaman hayati Indonesia
8. Jelaskan penyebab berkurangnya jumlah dan jenis keanekaragaman hayati di
Indonesia
9. Jelaskan usaha pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, dan berikan
contoh masing-masing

BAHAN AJAR 3
Materi
Konsep
1. Ciri-ciri umum Dunia Plantae
Memiliki Klorofil sehingga bisa berfotosintesis ( bersifat fotoautotrof )

Multiselluler ( bersel banyak )

Eukariotik ( sel sudah memiliki membrane inti )

Memiliki dinding sel

Menyimpan karbohidrat

Memiliki embrio yang dilindungi jaringan parental

Dunia Plantae terdiri dari 3 Divisio


1. Briophyta ( tumbuhan lumut )
2. Pteridophyta ( Tumbuhan paku-pakuan )
3. Spermatophyta ( tumbuhan biji )
2. Ciri-ciri Tumbuhan lumut
Habitat di tempat lembab dan teduh, misalnya tanah, bebatuan dan pohon.
Lumut telihat seperi hamparan beludru yang berwarna hijau
Tumbuhan lumut belum memilki pembuluh angkut, sehingga disebut
tumbuhan tak berpembuluh, air dan mineral diperoleh dengan cara difusi
oleh bagian-bagian tubuhnya
Sebagian lumut ada yang tubuhnya masih berupa talus (lembaran) misalnya
lumut hati dan lumut tanduk, ada yang sudah memiliki akar ( rhizoid ),
batang dan daun meski belum sejati
Memiliki ukuran tubuh dengan tinggi rata-rata 1 2 cm dan yang tertinggi
dapat mencapai 20 cm
Tubuh lumut ( gametofit ) tediri dari sel-sel dengan kromosom yang tidak
berpasangan ( haploid = n ).
Alat kelamin jantan pada lumut berupa anteridium dan alat kelamin betina
berupa arkegonium. Bila anteridium dan arkegonium terdapat pada satu
tumbuhan lumut ( gametofit ) maka disebut lumut berumah satu ( Monocious
), bila anteridium dan arkegonium terpisah pada dua individu yang berbeda
disebut berumah dua ( diocious )
Pada lumut gametofit menumpang lumut sporofit yang bersifat diplod ( 2n ),
sporofit tidak berfotosintesis, mendapatkan nutrisi dari gamatofit dan
berumur pendek

3. Cara Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut

Lumut berkembangbiak secara aseksual dengan meggunakan spora, spora


dihasilkan oleh lumut sporofit
Perkembangbiakan seksual lumut terjadi dengan adanya penyatuan gamet
jantan ( spermatozoid ) dan gamet betina ( ovum
Tumbuhan lumut memerlukan air untuk bereproduksi, spermanya memiliki flagel
dan harus
berenang dari anteridium ke arkegonium untuk membuahi sel telur membentuk
zigot. Pada
beberapa spesies, lapisan tipis air hujan atau embun sudah cukup untuk
memungkinkan
terjadinya pembuahan. Reproduksi lumut tersebut menunjukan adanya pergiliran
keturunan
antara generasi gametofit ( n) dengan generasi sporofit ( 2n ). Pergiliran keturunan
antara
generasi gametofit dengan generasi sporofit disebut Metagenesis

4. Metagenesis pada tumbuhan lumut


Prosedur

KETERANGAN
1. Gametofit jantan dan gametofit betina menghasilkan anteridium dan arkegonium
2. Anteridium menghasikan sperma dan arkegonium menghasilkan ovum, sperma
berenang ke
arkegonium dan membuahi sel telur membentuk zigot
3. Zigot membelah secara mitosis dan berkembang menjadi sporofit dalam
arkegonium
4. Sporofit tumbuh membentuk tangkai panjang dari arkegonium, tapi tetap
menempel pada
gametofit betina
5. Pada ujung tangkai terdapat sporangium,di dalam sporangium terjadi
pembelahan meiosis
membentuk spora haploid, ketika penutup sporangium membuka, spora akan
menyebar
6. Spora akan berkecambah membentuk protonema( tunggal, protonema )
kecil,seperti
benang, berwarna hijau
7. Protonema haploid terus tumbuh dan berdiferensiasi membentuk gametofit yang
dewasa
Secara skematis metagenesis lumut dapat digambarkan sebagai berikut :
Prosedur

Spora(
n)
Protone
ma
Tumbuhan

Gametofit

Arkegoni
um

Anteridiu
Sperm
a

Vegetatif

Fertilisasi
Zigot
Zigot(2n)
Embri
Sporangiu
Sporofi

Ovum

Generatif
Sporofit

Meiosis

Sporogonium(
2n)

5. Klasifikasi Tumbuhan Lumut


Lumut dapa dikelompokan ke dalam tiga kelas, yaitu:
1. Lumut daun ( Byiopsida )
Disebut juga lumut sejati, bentuk tubuh seperti tumbuhan kecil dengan
rhizoid, batang semu dan daun ( lembaran tersusun spiral )
Memiliki sporofit yang tumbuh memanjang dari gametofit
Merupakan lumut berumah satu
Hidup mengelompok membentuk hamparan seperti beludru, sering
ditemukan pada permukaan batu bata basah
Contoh :
Politrichum commune, Politrichum cirrhatum
Sphagnum fimbriatum, Sphagnum squarrosum
Sporofit terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
Kapsul
Tangkai ( seta ), melekat pada gametofit untuk memperoleh air dan
mineral
Kaliptra, pelindung kapsul pada saat sporofit masih muda
Aperkulum , tutup kotak spora
Gigi peristom

2. Lumut Tanduk ( Anthoceratopsida )


Memiliki bentuk seperti lumut hati, yaitu berupa talus dengan sporofit
berupa kapsul
memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari hamparan gametifit yang
menyerupai keset,
sel lumut tanduk hanya memiliki satu klorofil. Lumut tanduk adalah yang
paling dekat
hubungan kekerabatannya dengan tumbuhan vaskuler

SPOROFI

TALU
S

Lumut Tanduk

3. Lumut Hati ( Hepaticopsida )


Tubuh berbentuk talus. Talus lumut hati berlobus seperti lobus pada hati
manusia.
Hutan tropis merupakan rumah bagi spesies lumut hati dengan
keanekaragaman yang paling besar.
Siklus hidup lumut hati mirip dengan daun, didalam sporangia
beberapa lumut hati sel-selnya berbentuk kumparan yang muncul dari
kapsul ketika kapsul tersebut membuka , membantu menyebarkan
spora
Lumut hati merupakan lumut berumah dua, alat kelamin jantan berupa
anteridium dengan tangkai berupa anteridiofor. Alat kelamin betina
berupa arkegonium dengan tangkai berupa arkegoniofor
Anterdiofor adalah cabang pada gametofit jantan yang berupa struktur
seperti payung dengan puncaknya berbentuk cakram
Arkegoniofor adalah cabang pada gametofit betina berupa struktur
seperti jemari yang mekar
Lumut hati juga bereproduksi secara aseksual dengan gemma ( kuncup
= kumpulan lumut kecil ) yang terlempar keluar dari mangkok yang ada
pada permukaan talus oleh air
Contoh : Marchantia polimorpha, Lunularia

9
4

6
5

3
7

Keterangan :
1. Rhizoid
2. Talus
3. Arkegoniofor
4. Arkegonium

1
6. Anteridium
7. Gemma
8. Gemma
9. Talus

5. Anteridiofor
6. Peranan Tumbuhan Lumut Bagi Kehidupan
Marchantia polymorpha, sebagai obat panyakit hepatitis
Sphagnum, dapat digunakan sebagai pengganti kapas
Penyerap dan penyimpan air
Lumut gambut diderah rawa sebagai penyubur tanah
Lumut gambut sebagai pengikat karbon organic, berperan penting dalam
menstabilkan konsentarsi karbondioksida di atmosfir bumi
Merupakan vegetasi perintis